BATUAN SEDIMEN KLASTIK
Oleh
Asisten Lab Teknik Pertambangan
Apa itu Batuan Sedimen?
Batuan sedimen adalah
batuan hasil pengendapan
baik yang berasal dari hasil
sedimentasi mekanis (hasil
rombakan batuan asal),
sedimentasi kimiawi (hasil
penguapan larutan) maupun
sedimentasi organik (hasil
akumulasi organik).
Siklus sedimentasi yang
meliputi pelapukan, erosi,
transportasi, sedimentasi dan
diagenesa. Proses pelapukan
yang terjadi dapat berupa
pelapukan fisik maupun
kimia. Proses erosi dan
transportasi terutama
dilakukan oleh media air,
angin atau es.
Bagaimana Proses
Pembentukannya ?
empat peristiwa yaitu
1. Pelapukan,
2. Transportasi,
3. Pengendapan
(deposisi), dan
4. Diagenesis
KLASIFIKASI BATUAN
SEDIMEN
Berdasarkan ada tidaknya proses transportasi dari
batuan sedimen dapat dibedakan menjadi 2 macam :
1. Batuan Sedimen Klastik : dimana partikel/butiran
penyusun batuan sedimen, merupakan butiran yang
telah mengalami proses pelapukan-transportasi-
terendapkan (sedimentasi)- dan terlitifikasi.
2. Batuan Sedimen Non Klastik : dimana partikel/butiran
penyusun batuan sedimen terbentuk dan terlitifikasi
secara insitu (tidak tertransportasi).
KOMPONEN BATUAN SEDIMEN
KLASTIK
 Butiran (Grain) : butiran klastik yang tertransport yang berupa
mineral, fosil atau fragmen batuan (litik).
 Massa dasar (Matrix) : berukuran lebih halus dari butiran (<
1/16 mm) dan diendapkan bersama-sama dengan butiran.
 Semen : material berukuran halus yang mengikat butiran dan
matrik, diendapkan setelah fragmen dan matrik.
KOMPONEN BATUAN SEDIMEN
KLASTIK
TEKSTUR BATUAN SEDIMEN KLASTIK
TEKSTUR
 Besar Butir (Grain Size)
Pemberian ukuran butir didasarkan pada
pembagian besar butir yang disampaikan oleh
Wenworth, 1922 seperti gambar berikutnya.
TEKSTUR
TEKSTUR
 Derajat Pemilahan
TEKSTUR
 Kebundaran
TEKSTUR
 Kemas
kiri : kemas terbuka, kanan : kemas tertutup
TEKSTUR
 Porositas
adalah perbandingan antara
volume rongga dengan volume
total batuan (dinyatakan dalam
persen). Porositas dapat diuji
dengan meneteskan cairan (air)
ke dalam batuan. Istilah yang
dipakai adalah porositas baik
(batuan menyerap air), porositas
sedang (di antara baik-buruk),
dan porositas buruk (batuan
tidak menyerap air)
TEKSTUR
 Warna
Warna pada batuan
sedimen mempunyai arti
yang penting karena
mencerminkan komposisi
butiran penyusun batuan
sedimen dan dapat
digunakan untuk
menginterpretasikan
lingkungan pengendapan
 Kekompakan
adalah sifat fisik dari batuan.
Beberapa istilah yang dipakai dalam
kekompakan batuan adalah :
• Dense : sangat padat
• Hard : keras dan padat
• Medium hard : agak keras tetapi
masih dapat digores dengan jarum
baja
• Soft : lunak, mudah tergores dan
dipecahkan.
• Friable : keras tetapi dapat diremas
dengan tangan
• Spongy : berongga
STRUKTUR BATUAN SEDIMEN KLASTIK
STRUKTUR
 Masif : bila tidak menunjukkan struktur dalam batuan.
 Perlapisan Sejajar : bila bidang perlapisannya sejajar.
 Laminasi : perlapisan sejajar yang ukuran atau ketebalan < 1 cm.
 Perlapisan Gradasi : bila perlapisan disusun atas butiran yang berubah teratur
dari halus kekasar arah vertikal.
 Perlapisan Silang Siur : perlapisan yang terpotong pada bagian atasnya oleh
lapisan/laminasi beriktnya dengan sudut yang berlainan dalam satu satuan
perlapisan.
 Gelembung Gelombang : Bentuk permukaan perlapisan bergelombang karena
adanya arus sedimentasi.
 Mud Crack : bentuk retakan poligonal pada permukaan lapisan lumpur.
 Rain Mark : kenampakan pada permukaan sedimen karena tetesan air hujan.
KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN
KLASTIK
1. BatuPasir
Parameter :
Butiran ( Stabil dan Tidak stabil ) : Kuarsa,Feldspar,Fragmen litik,
matriks lempung ( hasil rombakan atau alterasi batuan )
Batupasir arenite : bila kehadiran matriks lempung < 15%
Batupasir wacke : bila kehadiran matriks lempung > 15%
Pembagian secara umum ( Gilbert, 1987 ; Pettijohn, 1987 ; dan Folk,
1974 )
KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN
KLASTIK
Klasifikasi batupasir (Pettijohn,
1987)
KLASIFIKASI BATUAN
SEDIMEN
2. Konglomerat dan Breksi
Berdasarkan asal-usul klastik penyusun konglomerat dan breksi :
• Klastik intraformasi, berasal dari dalam cekungan pengendapan, banyak
fragmen mudrock atau batugamping mikritik yang dilepaskan oleh erosi
atau pengawetan sepanjang garis pantai.
• Klastik ekstraformasi, berasal dari luar cekungan pengendapan dan lebih
tua dari pada sedimen yang melingkupi cekungan tersebut.
Untuk konglomerat dan breksi menggunakan klasifikasi konglomerat
(Boggs, 1992).
KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN
KLASTIK
Klasifikasi Konglomerat (Boggs,
KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN
KLASTIK
3. Mudrock
Mudrock adalah istilah umum untuk batuan sedimen yang disusun terutama oleh
partikel
Berukuran lanau-lempung. Mudrock diendapkan terutama dalam lingkungan river
floodplain
Lake, low energy shoreline, delta outer marine shelf dan ocean basin. Untuk
klasifikasi batuan
sedimen klastik, selain menggunakan klasifikasi besar butir menurutWenworth, juga
dapat
menggunakan klasifikasi berdasarkan komposisi atau besar butir dari penyusun
batuan sedimen yang sudah ditentukan lebih dahulu.
KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN
KLASTIK
Klasifikasi batuan sedimen klastik berbutir halus (Picard, 1971)
GOOD LUCK BRO 
SELAMAT PRAKTIKUM

BATUAN SEDIMEN KLASTIK.pptx

  • 1.
    BATUAN SEDIMEN KLASTIK Oleh AsistenLab Teknik Pertambangan
  • 2.
    Apa itu BatuanSedimen? Batuan sedimen adalah batuan hasil pengendapan baik yang berasal dari hasil sedimentasi mekanis (hasil rombakan batuan asal), sedimentasi kimiawi (hasil penguapan larutan) maupun sedimentasi organik (hasil akumulasi organik). Siklus sedimentasi yang meliputi pelapukan, erosi, transportasi, sedimentasi dan diagenesa. Proses pelapukan yang terjadi dapat berupa pelapukan fisik maupun kimia. Proses erosi dan transportasi terutama dilakukan oleh media air, angin atau es.
  • 3.
    Bagaimana Proses Pembentukannya ? empatperistiwa yaitu 1. Pelapukan, 2. Transportasi, 3. Pengendapan (deposisi), dan 4. Diagenesis
  • 4.
    KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN Berdasarkan adatidaknya proses transportasi dari batuan sedimen dapat dibedakan menjadi 2 macam : 1. Batuan Sedimen Klastik : dimana partikel/butiran penyusun batuan sedimen, merupakan butiran yang telah mengalami proses pelapukan-transportasi- terendapkan (sedimentasi)- dan terlitifikasi. 2. Batuan Sedimen Non Klastik : dimana partikel/butiran penyusun batuan sedimen terbentuk dan terlitifikasi secara insitu (tidak tertransportasi).
  • 5.
    KOMPONEN BATUAN SEDIMEN KLASTIK Butiran (Grain) : butiran klastik yang tertransport yang berupa mineral, fosil atau fragmen batuan (litik).  Massa dasar (Matrix) : berukuran lebih halus dari butiran (< 1/16 mm) dan diendapkan bersama-sama dengan butiran.  Semen : material berukuran halus yang mengikat butiran dan matrik, diendapkan setelah fragmen dan matrik.
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    TEKSTUR  Besar Butir(Grain Size) Pemberian ukuran butir didasarkan pada pembagian besar butir yang disampaikan oleh Wenworth, 1922 seperti gambar berikutnya.
  • 9.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
    TEKSTUR  Kemas kiri :kemas terbuka, kanan : kemas tertutup
  • 13.
    TEKSTUR  Porositas adalah perbandinganantara volume rongga dengan volume total batuan (dinyatakan dalam persen). Porositas dapat diuji dengan meneteskan cairan (air) ke dalam batuan. Istilah yang dipakai adalah porositas baik (batuan menyerap air), porositas sedang (di antara baik-buruk), dan porositas buruk (batuan tidak menyerap air)
  • 14.
    TEKSTUR  Warna Warna padabatuan sedimen mempunyai arti yang penting karena mencerminkan komposisi butiran penyusun batuan sedimen dan dapat digunakan untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan  Kekompakan adalah sifat fisik dari batuan. Beberapa istilah yang dipakai dalam kekompakan batuan adalah : • Dense : sangat padat • Hard : keras dan padat • Medium hard : agak keras tetapi masih dapat digores dengan jarum baja • Soft : lunak, mudah tergores dan dipecahkan. • Friable : keras tetapi dapat diremas dengan tangan • Spongy : berongga
  • 15.
  • 16.
    STRUKTUR  Masif :bila tidak menunjukkan struktur dalam batuan.  Perlapisan Sejajar : bila bidang perlapisannya sejajar.  Laminasi : perlapisan sejajar yang ukuran atau ketebalan < 1 cm.  Perlapisan Gradasi : bila perlapisan disusun atas butiran yang berubah teratur dari halus kekasar arah vertikal.  Perlapisan Silang Siur : perlapisan yang terpotong pada bagian atasnya oleh lapisan/laminasi beriktnya dengan sudut yang berlainan dalam satu satuan perlapisan.  Gelembung Gelombang : Bentuk permukaan perlapisan bergelombang karena adanya arus sedimentasi.  Mud Crack : bentuk retakan poligonal pada permukaan lapisan lumpur.  Rain Mark : kenampakan pada permukaan sedimen karena tetesan air hujan.
  • 17.
    KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN KLASTIK 1.BatuPasir Parameter : Butiran ( Stabil dan Tidak stabil ) : Kuarsa,Feldspar,Fragmen litik, matriks lempung ( hasil rombakan atau alterasi batuan ) Batupasir arenite : bila kehadiran matriks lempung < 15% Batupasir wacke : bila kehadiran matriks lempung > 15% Pembagian secara umum ( Gilbert, 1987 ; Pettijohn, 1987 ; dan Folk, 1974 )
  • 18.
  • 19.
    KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN 2. Konglomeratdan Breksi Berdasarkan asal-usul klastik penyusun konglomerat dan breksi : • Klastik intraformasi, berasal dari dalam cekungan pengendapan, banyak fragmen mudrock atau batugamping mikritik yang dilepaskan oleh erosi atau pengawetan sepanjang garis pantai. • Klastik ekstraformasi, berasal dari luar cekungan pengendapan dan lebih tua dari pada sedimen yang melingkupi cekungan tersebut. Untuk konglomerat dan breksi menggunakan klasifikasi konglomerat (Boggs, 1992).
  • 20.
  • 21.
    KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN KLASTIK 3.Mudrock Mudrock adalah istilah umum untuk batuan sedimen yang disusun terutama oleh partikel Berukuran lanau-lempung. Mudrock diendapkan terutama dalam lingkungan river floodplain Lake, low energy shoreline, delta outer marine shelf dan ocean basin. Untuk klasifikasi batuan sedimen klastik, selain menggunakan klasifikasi besar butir menurutWenworth, juga dapat menggunakan klasifikasi berdasarkan komposisi atau besar butir dari penyusun batuan sedimen yang sudah ditentukan lebih dahulu.
  • 22.
    KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN KLASTIK Klasifikasibatuan sedimen klastik berbutir halus (Picard, 1971)
  • 23.
    GOOD LUCK BRO SELAMAT PRAKTIKUM