Batuan 
Beku 
M. Ilham Fahreza (X MIA 2) 
Nadia Safitri D (X MIA 2)
Batuan Beku 
• Batuan ini terbentuk karena magma yang 
mendingin dan menjadi keras. Batuan beku 
terjadi terutama di sepanjang tepi lempeng 
dan pada daerah panas yang menghasilkan 
magma.
Letak Pembekuan 
• Batuan beku dalam adalah batuan beku yang 
terbentuk di dalam bumi; sering disebut 
batuan beku intrusi. Batuan beku luar adalah 
batuan beku yang terbentuk di permukaan 
bumi; sering disebut batuan beku 
ekstrusi. Batuan beku hipabisal adalah batuan 
beku intrusi dekat permukaan, sering disebut 
batuan beku gang atau batuan beku korok, 
atau sub volcanic intrusion.
Warna Batuan Beku 
• Warna segar batuan beku bervariasi dari 
hitam, abu-abu dan putih cerah. Warna ini 
sangat dipengaruhi oleh komposisi mineral 
penyusun batuan beku itu sendiri. Apabila 
terjadi percampuran mineral berwarna gelap 
dengan mineral berwarna terang maka warna 
batuan beku dapat hitam berbintik-bintik 
putih, abu-abu berbercak putih, atau putih 
berbercak hitam, tergantung warna mineral 
mana yang dominan dan mana yang kurang 
dominan. Pada batuan beku tertentu yang 
banyak mengandung mineral berwarna 
merah daging maka warnanya menjadi putih-merah 
daging.
Tekstur Batuan Beku 
• Tekstur adalah hubungan antar mineral 
penyusun batuan. Dengan demikian tekstur 
mencakup tingkat visualisasi ukuran butir atau 
granularitas, tingkat kristalisasi mineral atau 
kristalinitas, tingkat keseragaman butir kristal, 
ukuran butir kristal, dan bentuk kristal.
Tingkat Visualisasi Granularitas 
• Berdasarkan pengamatan dengan mata telanjang atau 
memakai loupe, maka tekstur batuan beku dibagi dua, 
yaitu tekstur afanitik dan tekstur faneritik. 
• a. Afanitik adalah kenampakan batuan beku berbutir 
sangat halus sehingga mineral/kristal penyusunnya tidak 
dapat diamati secara mata telanjang atau dengan loupe. 
• b. Fanerik (faneritik, firik = phyric) adalah apabila di dalam 
batuan tersebut dapat terlihat mineral penyusunnya, 
meliputi bentuk kristal, ukuran butir dan hubungan antar 
butir (kristal satu dengan kristal lainnya atau kristal dengan 
kaca). Singkatnya, batuan beku mempunyai tekstur fanerik 
apabila mineral penyusunnya, baik berupa kristal maupun 
gelas/kaca, dapat diamati.
b. Fanerik (faneritik, firik = phyric) adalah apabila di 
dalam batuan tersebut dapat terlihat mineral 
penyusunnya, meliputi bentuk kristal, ukuran 
butir dan hubungan antar butir (kristal satu 
dengan kristal lainnya atau kristal dengan kaca). 
Singkatnya, batuan beku mempunyai tekstur 
fanerik apabila mineral penyusunnya, baik berupa 
kristal maupun gelas/kaca, dapat diamati. 
Apabila batuan beku mempunyai tekstur afanitik 
maka pemerian tekstur lebih rinci tidak dapat 
diketahui, sehingga harus dihentikan. Sebaliknya 
apabila batuan beku tersebut bertekstur fanerik 
maka pemerian lebih lanjut dapat diteruskan.
Tingkat kristalisasi atau kristalinitas 
• a. Holokristalin, apabila batuan tersusun 
semuanya oleh kristal. 
• b. Holohialin, apabila batuan tersusun 
seluruhnya oleh gelas atau kaca. 
• c. Hipokristalin, apabila batuan tersusun 
sebagian oleh kaca dan sebagian berupa 
kristal.
Tingkat Keseragaman Butir 
• a. Equigranular, apabila kristal penyusunnya 
berukuran butir relatif seragam. 
Tekstur sakaroidaladalah tekstur dimana 
ukuran butirnya seragam seperti gula pasir 
atau gula putih. 
• b. Inequigranular, jika ukuran butir kristal 
penyusunnya tidak sama.
Ukuran butir kristal 
• < 1 mm ——– berbutir halus 
• 1 – 5 mm ——– berbutir sedang 
• 5 – 30 mm ——– berbutir kasar 
• > 30 mm ——– berbutir sangat kasar
Bentuk Kristal 
• a. Euhedral, jika kristal berbentuk 
sempurna/lengkap, dibatasi oleh bidang 
kristal yang ideal (tegas, jelas dan teratur). 
• b. Subhedral, jika kristalnya dibatasi oleh 
bidang-bidang kristal yang tidak begitu jelas, 
sebagian teratur dan sebagian tidak. 
• c. Anhedral, kalau kristalnya dibatasi oleh 
bidang-bidang kristal yang tidak teratur.
Struktur Batuan Beku
• Struktur batuan beku sebagian besar hanya dapat dilihat di 
lapangan saja, misalnya, 
Pillow lava atau lava bantal, yaitu struktur paling khas dari batuan 
vulkanik bawah laut, membentuk struktur seperti bantal. 
Ø Joint struktur, merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar 
yang tersusun secara teratur tegak lurus arah aliran. 
Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contoh batuan 
(hand speciment sample), yaitu: 
Ø Masif, yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas 
(tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak 
menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh 
batuan beku. 
Ø Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan 
oleh keluarnya gas pada waktu pembekuan magma. Lubang-lubang 
tersebut menunjukkan arah yang teratur.
Ø Skoria, yaitu struktur yang sama dengan 
struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar 
dan menunjukkan arah yang tidak teratur. 
Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang 
gas telah terisi oleh mineral-mineral 
sekunder, biasanya mineral silikat atau karbonat. 
Ø Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan 
adanya fragmen/pecahan batuan lain yang masuk 
dalam batuan yang mengintrusi. 
• Pada umumnya batuan beku tanpa struktur 
(masif), sedangkan struktur-struktur yang ada 
pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) 
atau rekahan (fracture) dan pembekuan magma, 
misalnya: columnar joint (kekar tiang), dan 
sheeting joint (kekar berlembar).
Komposisi Mineral 
Untuk menentukan komposisi mineral pada 
batuan beku, cukup dengan mempergunakan 
indeks warna dari batuan kristal. Atas dasar 
warna mineral sebagai penyusun batuan beku 
dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 
• Mineral felsik, yaitu mineral yang berwarna 
terang, terutama terdiri dari mineral kwarsa, 
feldspar, feldspatoid dan muskovit. 
• Mineral mafik, yaitu mineral yang berwarna 
gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan 
olivin.
Klasifikasi Batuan Beku 
• Berdasarkan ukuran butir mineral 
dan tempat terjadi 
• Berdasarkan indeks warna 
• Berdasarkan kandungan SiO2 
• Berdasarkan tempat terbentuknya 
batuan beku
Berdasarkan ukuran butir 
mineral dan tempat terjadi 
• Batuan beku dalam 
Bertekstur faneritik yang berarti 
mineral-mineral yang menyusun 
batuan tersebut dapat dilihat 
dengan mata biasa tanpa 
bantuan alat pembesar. 
Terbentuk kurang lebih 3 – 4 km 
di bawah permukaan bumi, dan 
batuan dalam sering disebut juga 
batuan plutonik atau batuan 
abisik. Struktur kristalnya adalah 
holokristalin atau berhablur 
penuh. Contoh batuannya adalah 
gabbro dan granodiorit.
Batuan beku gang 
Bertekstur porfiritik dengan 
masa dasar faneritik atau 
bertekstur porfiritik dengan 
masa dasar afanitik. Terbentuk 
dalam celah-celah atau retak-retak 
kulit bumi, pada jalan 
magma menuju permukaan 
bumi. Batuan gang sering 
disebut juga batuan hypoabisik 
dan struktur kristalnya adalah 
holkristalin dan porfir atau 
amorf. Contoh batuannya 
adalah diorite porfiri dan granit 
porfiri.
• Batuan beku luar 
Bertekstur afanitik, yaitu individu mineralnya 
tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Terbentuk 
melalui pembekuan tiba-tiba ketika magma 
sampai ke permukaan bumi dan berubah 
menjadi lava yang langsung menjadi padat 
karena pendinginan dari lingkungan.
Berdasarkan indeks warna 
• Menurut ( S.J. Shand, 1943), yaitu: 
Leucoctaris rock, apabila mengandung kurang dari 30% mineral mafik. 
Mesococtik rock, apabila mengandung 30% - 60% mineral mafik. 
Melanocractik rock, apabila mengandung lebih dari 60% mineral 
mafik. 
• Sedangkan menurut S.J. Ellis (1948) juga membagi batuan beku 
berdasarkan indeks warnanya sebagai berikut: 
Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%. 
Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%. 
Mafelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%. 
Mafik, untuk batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.
Berdasarkan kandungan SiO2 
Menurut (C.L. Hugnes, 1962), yaitu: 
• Batuan beku asam, apabila kandungan SiO2 lebih 
dari 66%. Contohnya adalah riolit. 
• Batuan beku intermediate, apabila kandungan 
SiO2 antara 52% - 66%. Contohnya adalah dasit. 
• Batuan beku basa, apabila kandungan SiO2 
antara 45% - 52%. Contohnya adalah andesit. 
• Batuan beku ultra basa, apabila kandungan SiO2 
kurang dari 45%. Contohnya adalah basalt.
Berdasarkan tempat 
terbentuknya batuan beku 
• Batuan beku Plutonik, yaitu batuan 
beku yang terbentuk jauh di perut 
bumi. 
• Batuan beku Hypabisal, yaitu batuan 
beku yang terbentu tidak jauh dari 
permukaan bumi 
• Batuan beku vulkanik, yaitu batuan 
beku yang terbentuk di permukaan 
bumi
Contoh-contoh Batuan Beku 
Batu APUNG 
• o Ciri : warna keabu-abuan, 
berpori-pori, bergelembung, 
ringan, terapung dalam air 
• o Cara terbentuk : dari 
pendinginan magma yang 
bergelembung-gelembung gas 
• o Kegunaan : untuk mengamplas 
atau menghaluskan kayu, di bidang 
industri digunakan sebagai bahan 
pengisi (filler), isolator temperatur 
tinggi dan lain-lain.
• 2) Obsidian 
o Ciri : hitam, seperti kaca, 
tidak ada kristal-kristal 
o Cara terbentuk : terbentuk 
dari lava permukaan yang 
mendingin dengan cepat 
o Kegunaan : untuk alat 
pemotong atau ujung 
tombak (pada masa 
purbakala) dan bisa 
dijadikan kerajinan
3. Granit 
• o Ciri : terdiri atas kristal-kristal 
kasar, warna putih sampai abu-abu, 
kadang-kadang jingga, 
Batuan ini banyak di temukan di 
daerah pinggiran pantai dan di 
pinggiran sungai besar ataupun di 
dasar sungai. 
• o Cara terbentuk : dari 
pendinginan magma yang terjadi 
dengan lambat di bawah 
permukaan bumi 
• o Kegunaan : sbg bahan 
bangunan
• 4) Basalt 
o Ciri : terdiri atas kristal-kristal 
yang sangat kecil, berwarna 
hijau keabu-abuandan 
berlubang-lubang 
o Cara terbentuk : dari 
pendinginan lava yang 
mengandung gas tetapi 
gasnya telah menguap 
o Kegunaan : sebagai bahan 
baku dalam industri poles, 
bahan bangunan / pondasi 
bangunan (gedung, jalan, 
jembatan, dll)
• 5) Andesit 
o Ciri : batuan bertekstur halus, 
berwarna abu-abu hijau tetapi 
sering merah atau jingga 
o Cara terbentuk : berasal dari 
lelehan lava gunung merapi yang 
meletus, terbentuk (membeku) 
ketika temperatur lava yang 
meleleh turun antara 900 sampai 
dengan 1,100 derajat Celsius. 
o Kegunaan : Nisan kuburan, 
Cobek, Arca untuk hiasan, Batu 
pembuat candi
Terima kasih atas perhatiannya 

Batuan beku

  • 1.
    Batuan Beku M.Ilham Fahreza (X MIA 2) Nadia Safitri D (X MIA 2)
  • 2.
    Batuan Beku •Batuan ini terbentuk karena magma yang mendingin dan menjadi keras. Batuan beku terjadi terutama di sepanjang tepi lempeng dan pada daerah panas yang menghasilkan magma.
  • 3.
    Letak Pembekuan •Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terbentuk di dalam bumi; sering disebut batuan beku intrusi. Batuan beku luar adalah batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi; sering disebut batuan beku ekstrusi. Batuan beku hipabisal adalah batuan beku intrusi dekat permukaan, sering disebut batuan beku gang atau batuan beku korok, atau sub volcanic intrusion.
  • 4.
    Warna Batuan Beku • Warna segar batuan beku bervariasi dari hitam, abu-abu dan putih cerah. Warna ini sangat dipengaruhi oleh komposisi mineral penyusun batuan beku itu sendiri. Apabila terjadi percampuran mineral berwarna gelap dengan mineral berwarna terang maka warna batuan beku dapat hitam berbintik-bintik putih, abu-abu berbercak putih, atau putih berbercak hitam, tergantung warna mineral mana yang dominan dan mana yang kurang dominan. Pada batuan beku tertentu yang banyak mengandung mineral berwarna merah daging maka warnanya menjadi putih-merah daging.
  • 5.
    Tekstur Batuan Beku • Tekstur adalah hubungan antar mineral penyusun batuan. Dengan demikian tekstur mencakup tingkat visualisasi ukuran butir atau granularitas, tingkat kristalisasi mineral atau kristalinitas, tingkat keseragaman butir kristal, ukuran butir kristal, dan bentuk kristal.
  • 6.
    Tingkat Visualisasi Granularitas • Berdasarkan pengamatan dengan mata telanjang atau memakai loupe, maka tekstur batuan beku dibagi dua, yaitu tekstur afanitik dan tekstur faneritik. • a. Afanitik adalah kenampakan batuan beku berbutir sangat halus sehingga mineral/kristal penyusunnya tidak dapat diamati secara mata telanjang atau dengan loupe. • b. Fanerik (faneritik, firik = phyric) adalah apabila di dalam batuan tersebut dapat terlihat mineral penyusunnya, meliputi bentuk kristal, ukuran butir dan hubungan antar butir (kristal satu dengan kristal lainnya atau kristal dengan kaca). Singkatnya, batuan beku mempunyai tekstur fanerik apabila mineral penyusunnya, baik berupa kristal maupun gelas/kaca, dapat diamati.
  • 7.
    b. Fanerik (faneritik,firik = phyric) adalah apabila di dalam batuan tersebut dapat terlihat mineral penyusunnya, meliputi bentuk kristal, ukuran butir dan hubungan antar butir (kristal satu dengan kristal lainnya atau kristal dengan kaca). Singkatnya, batuan beku mempunyai tekstur fanerik apabila mineral penyusunnya, baik berupa kristal maupun gelas/kaca, dapat diamati. Apabila batuan beku mempunyai tekstur afanitik maka pemerian tekstur lebih rinci tidak dapat diketahui, sehingga harus dihentikan. Sebaliknya apabila batuan beku tersebut bertekstur fanerik maka pemerian lebih lanjut dapat diteruskan.
  • 8.
    Tingkat kristalisasi ataukristalinitas • a. Holokristalin, apabila batuan tersusun semuanya oleh kristal. • b. Holohialin, apabila batuan tersusun seluruhnya oleh gelas atau kaca. • c. Hipokristalin, apabila batuan tersusun sebagian oleh kaca dan sebagian berupa kristal.
  • 9.
    Tingkat Keseragaman Butir • a. Equigranular, apabila kristal penyusunnya berukuran butir relatif seragam. Tekstur sakaroidaladalah tekstur dimana ukuran butirnya seragam seperti gula pasir atau gula putih. • b. Inequigranular, jika ukuran butir kristal penyusunnya tidak sama.
  • 10.
    Ukuran butir kristal • < 1 mm ——– berbutir halus • 1 – 5 mm ——– berbutir sedang • 5 – 30 mm ——– berbutir kasar • > 30 mm ——– berbutir sangat kasar
  • 11.
    Bentuk Kristal •a. Euhedral, jika kristal berbentuk sempurna/lengkap, dibatasi oleh bidang kristal yang ideal (tegas, jelas dan teratur). • b. Subhedral, jika kristalnya dibatasi oleh bidang-bidang kristal yang tidak begitu jelas, sebagian teratur dan sebagian tidak. • c. Anhedral, kalau kristalnya dibatasi oleh bidang-bidang kristal yang tidak teratur.
  • 12.
  • 13.
    • Struktur batuanbeku sebagian besar hanya dapat dilihat di lapangan saja, misalnya, Pillow lava atau lava bantal, yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut, membentuk struktur seperti bantal. Ø Joint struktur, merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun secara teratur tegak lurus arah aliran. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contoh batuan (hand speciment sample), yaitu: Ø Masif, yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas (tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku. Ø Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada waktu pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur.
  • 14.
    Ø Skoria, yaitustruktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur. Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineral-mineral sekunder, biasanya mineral silikat atau karbonat. Ø Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi. • Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif), sedangkan struktur-struktur yang ada pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) atau rekahan (fracture) dan pembekuan magma, misalnya: columnar joint (kekar tiang), dan sheeting joint (kekar berlembar).
  • 15.
    Komposisi Mineral Untukmenentukan komposisi mineral pada batuan beku, cukup dengan mempergunakan indeks warna dari batuan kristal. Atas dasar warna mineral sebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: • Mineral felsik, yaitu mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari mineral kwarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit. • Mineral mafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan olivin.
  • 16.
    Klasifikasi Batuan Beku • Berdasarkan ukuran butir mineral dan tempat terjadi • Berdasarkan indeks warna • Berdasarkan kandungan SiO2 • Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku
  • 17.
    Berdasarkan ukuran butir mineral dan tempat terjadi • Batuan beku dalam Bertekstur faneritik yang berarti mineral-mineral yang menyusun batuan tersebut dapat dilihat dengan mata biasa tanpa bantuan alat pembesar. Terbentuk kurang lebih 3 – 4 km di bawah permukaan bumi, dan batuan dalam sering disebut juga batuan plutonik atau batuan abisik. Struktur kristalnya adalah holokristalin atau berhablur penuh. Contoh batuannya adalah gabbro dan granodiorit.
  • 18.
    Batuan beku gang Bertekstur porfiritik dengan masa dasar faneritik atau bertekstur porfiritik dengan masa dasar afanitik. Terbentuk dalam celah-celah atau retak-retak kulit bumi, pada jalan magma menuju permukaan bumi. Batuan gang sering disebut juga batuan hypoabisik dan struktur kristalnya adalah holkristalin dan porfir atau amorf. Contoh batuannya adalah diorite porfiri dan granit porfiri.
  • 19.
    • Batuan bekuluar Bertekstur afanitik, yaitu individu mineralnya tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Terbentuk melalui pembekuan tiba-tiba ketika magma sampai ke permukaan bumi dan berubah menjadi lava yang langsung menjadi padat karena pendinginan dari lingkungan.
  • 20.
    Berdasarkan indeks warna • Menurut ( S.J. Shand, 1943), yaitu: Leucoctaris rock, apabila mengandung kurang dari 30% mineral mafik. Mesococtik rock, apabila mengandung 30% - 60% mineral mafik. Melanocractik rock, apabila mengandung lebih dari 60% mineral mafik. • Sedangkan menurut S.J. Ellis (1948) juga membagi batuan beku berdasarkan indeks warnanya sebagai berikut: Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%. Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%. Mafelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%. Mafik, untuk batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.
  • 21.
    Berdasarkan kandungan SiO2 Menurut (C.L. Hugnes, 1962), yaitu: • Batuan beku asam, apabila kandungan SiO2 lebih dari 66%. Contohnya adalah riolit. • Batuan beku intermediate, apabila kandungan SiO2 antara 52% - 66%. Contohnya adalah dasit. • Batuan beku basa, apabila kandungan SiO2 antara 45% - 52%. Contohnya adalah andesit. • Batuan beku ultra basa, apabila kandungan SiO2 kurang dari 45%. Contohnya adalah basalt.
  • 22.
    Berdasarkan tempat terbentuknyabatuan beku • Batuan beku Plutonik, yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi. • Batuan beku Hypabisal, yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumi • Batuan beku vulkanik, yaitu batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi
  • 23.
    Contoh-contoh Batuan Beku Batu APUNG • o Ciri : warna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, terapung dalam air • o Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang bergelembung-gelembung gas • o Kegunaan : untuk mengamplas atau menghaluskan kayu, di bidang industri digunakan sebagai bahan pengisi (filler), isolator temperatur tinggi dan lain-lain.
  • 24.
    • 2) Obsidian o Ciri : hitam, seperti kaca, tidak ada kristal-kristal o Cara terbentuk : terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat o Kegunaan : untuk alat pemotong atau ujung tombak (pada masa purbakala) dan bisa dijadikan kerajinan
  • 25.
    3. Granit •o Ciri : terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang-kadang jingga, Batuan ini banyak di temukan di daerah pinggiran pantai dan di pinggiran sungai besar ataupun di dasar sungai. • o Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat di bawah permukaan bumi • o Kegunaan : sbg bahan bangunan
  • 26.
    • 4) Basalt o Ciri : terdiri atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuandan berlubang-lubang o Cara terbentuk : dari pendinginan lava yang mengandung gas tetapi gasnya telah menguap o Kegunaan : sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll)
  • 27.
    • 5) Andesit o Ciri : batuan bertekstur halus, berwarna abu-abu hijau tetapi sering merah atau jingga o Cara terbentuk : berasal dari lelehan lava gunung merapi yang meletus, terbentuk (membeku) ketika temperatur lava yang meleleh turun antara 900 sampai dengan 1,100 derajat Celsius. o Kegunaan : Nisan kuburan, Cobek, Arca untuk hiasan, Batu pembuat candi
  • 28.
    Terima kasih atasperhatiannya 