Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Analisis BCG (Boston Consulting Group)
Oleh : Opissen Yudisyus*
Matriks BCG (Boston Consulting Group) salah satu matriks untuk melihat dua indikator yaitu
market share dan market growth. Market share digunakan sebagai indikator sedangkan market
growth untuk melihat apakah pasar sedang (sudah) jenuh dalam artian tidak ada pertumbuhan
permintaan terhadap suatu produk.
Boston Consulting Group (BCG) merupakan perusahaan konsultan manajemen swasta yang
berbasis di Boston, perusahaan ini merupakan pertumbuhan pangsa pasar yang dikembangkan
dan dipopulerkan oleh seorang manajemen konsultan terkemuka Bruce Henderson, seorang
alumnus Harvard Business School pada tahun 1963. Metode analisis BCG (Boston Consulting
Group) merupakan metode yang digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis
strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan
(Kotler, 2002).
Matriks BCG salah satu alat pembantu pembuat keputusan yang dapat digunakan oleh
organisasi, perusahaan tidak terkecuali sektor publik/pemerintahan. Meskipun memiliki
beberapa kekurangan, matriks ini merupakan salah satu matriks perencanaan portofolio yang
paling terkenal dan sederhana, dan banyak digunakan oleh perusahaan besar dengan produk
beraneka ragam.
Matriks BCG bertujuan untuk menilai profil suatu produk/bisnis, kebutuhan kas suatu produk,
siklus perkembangan produk, dan kebijakan pengalokasian dan divestasi, selain itu dapat
digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana sumber-sumber kas perusahaan dapat dipakai
untuk memaksimalkan pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan di masa depan.
Asumsi dasar analisis BCG :
1. Pangsa pasar suatu produk atau jasa relatif besar dan sedang menanjak secara pesat,
umumnya cenderung menghasilkan profitabilitas yang tinggi dan berada pada tingkat
persaingan yang stabil.
2. Sebaliknya bila suatu produk perusahaan mengalami pertumbuhan pasar yang
lamban, upaya peningkatan pangsa pasarnya memerlukan biaya besar. Dalam kondisi
ini BCG menganjurkan agar dana tunai yang didistribusikan untuk kegiatan usaha
disesuaikan dengan pengembangan pangsa pasarnya.
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
3. Setiap perusahaan akan mengambil opsi strategi pertumbuhan pangsa pasar bila
memiliki keunggulan daya saing dan mempunyai uang cukup untuk pengembangan itu.
Matriks BCG
Penjelasan kuadran matriks BCG :
1. Tanda Tanya (Question Mark)
Kuadran tanda tanya mencerminkan kondisi perusahaan yang memiliki posisi pangsa
pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat.
Keadaan seperti ini sangat buruk. Kebutuhan dana tunainya tinggi tetapi pendapatannya
rendah. Dalam kondisi pertumbuhan tinggi seperti ini, perusahaan harus memutuskan
apakah akan memperkuat kuadran (posisi) ini dengan menjalankan strategi intensif
(penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya.
2. Bintang (Star)
Kuadran bintang menggambarkan kondisi perusahaan yang pasarnya melesat, di
samping itu pangsa pasarnya juga besar, sehingga perusahaan mudah memperoleh
dana tunai. Keadaan ini memudahkan perusahaan melakukan investasi-investasi baru.
Jadi perusahaan yang berada pada posisi bintang mempunyai kemungkinan terbaik
untuk mengembangkan investasinya.
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Kuadran ini merupakan pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus
kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk
memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya. Integrasi ke depan, ke
belakang, dan horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan
produk merupakan strategi yang sesuai untuk dipertimbangkan kuadran ini.
3. Sapi Perah (Cash Cow)
Kuadran sapi perahan menggambarkan perusahaan mengalami pertumbuhan pasar
yang rendah, tetapi mempunyai pangsa pasar tinggi. Kondisi ini masih memungkinkan
rendahnya biaya (economies of scale) dan laba yang tidak maksimal. Implikasinya,
biaya investasi ulang juga rendah bahkan bisa tidak ada. Dengan demikian bisa
dikatakan perusahaan berada pada situasi yang apa adanya (tidak ekspansi).
Disebut kuadran sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkannya,
mereka seringkali diperah untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah
saat ini adalah kuadran bintang di masa lalu, kuadran sapi perah harus dikelola untuk
mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin. Pengembangan produk atau
diversifikasi konsentrik dapat menjadi strategi yang menarik untuk kuadran sapi perah
yang kuat. Tetapi, ketika kuadran sapi perah menjadi lemah, retrenchment atau
divestasi lebih sesuai untuk diterapkan.
4. Anjing (Dog)
Kuadran anjing merupakan kondisi perusahaan yang pertumbuhan produk dan pasarnya
rendah dan memiliki pangsa pasar yang juga rendah. Keadaan demikian mengakibatkan
laba perusahaan kecil. Untuk mempertahankan eksistensinya, perusahaan perlu
tambahan dana. Upaya meminimalkan risiko lain dengan cara perusahaan dilikuidasi.
Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi
atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah kuadran menjadi kuadran anjing,
retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak
kuadran anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-
besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Penerapan Matriks BCG pada perusahaan berdasarkan posisi kuadran :
1. Tanda Tanya “Bangun”
BCG beragumen dengan membangun pangsa pasar dalam fase pertumbuhan dari
suatu industri, unit bisnis akan menikmati posisi biaya rendah. Unit-unit ini merupakan
pengguna kas utama, karena pengeluaran kas diperlukan dalam pengembangan
produk, pengembangan pasar, dan ekspansi aktivitas pengeluaran ini dimaksudkan
untuk membangun kepemimpinan pasar dalam jangka pendek. Walaupun demikian,
bertambahnya pangsa pasar dimaksudkan untuk menghasilkan profitabilitas jangka
panjang.
2. Bintang “Pertahankan”
Unit-unit sudah memiliki dalam industri mereka dan tujuannya adalah investasi kas
untuk mempertahankan posisi itu. Unit bisnis ini menghasilkan jumlah kas yang besar
(karena kepemimpinan pasar, tetapi juga memerlukan pengeluaran kas yang signifikan
untuk memelihara kekuatan pasar yang sedang tumbuh).
3. Sapi perah kas ”Panen”
Unit-unit sudah memiliki pangsa pasar relatif tinggi, maka unit-unit tersebut mungkin
mempunyai biaya perunit paling rendah dan oleh karena itu memiliki laba yang paling
tinggi. Unit-unit ini secara khusus diberi nama: “memanen” untuk laba jangka pendek
dan arus kas.
4. Anjing “Divestasi”
Posisi ini berada dalam posisi persaingan yang lemah dan industri yang tidak menarik.
Bisnis sepert ini harus dijual (didivestasi) kecuali ada kemungkian baik untuk
membuatnya menjadi menguntungkan.
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Kondisi Bisnis dalam matriks
Boston Consulting Group (BCG)
Beberapa kelemahan matriks BCG :
a. Hanya menggunakan dua dimensi yaitu pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan
pasar. Kemungkinan sulit mendapatkan data pangsa pasar maupun tingkat
pertumbuhan pasar.
b. Terlalu menyederhanakan banyak bisnis karena memandang semua bisnis sebagai
bintang, sapi perah, anjing atau tanda tanya. Dalam metode ini, diasumsikan bahwa
setiap unit bisnis tidak tergantung pada unit bisnis lain, padahal dalam beberapa kasus,
unit bisnis “anjing” bisa membantu unit bisnis lain untuk memperoleh keunggulan
kompetitif.
c. Matriks ini tidak menggambarkan apakah berbagai divisi atau industri mereka
bertumbuh sepanjang waktu, sehingga matriks ini tidak memiliki karakteristik waktu,
sehingga terdapat variabel lain yang penting seperti ukuran pasar dan keunggulan
kompetitif.
d. Matriks sangat bergantung pada luasnya definisi pasar. Suatu unit bisnis dapat
mendominasi pada pasar yang kecil, tetapi memiliki pangsa pasar sangat rendah dalam
industri secara keseluruhan. Dalam kasus seperti itu, definisi dari pasar dapat membuat
perbedaan antara “anjing” dan “sapi perah”.
BINTANG:
□ Pengeluaran Cukup Besar
□ Tak Selalu Menghasilkan Kas Positif
□ Dana Besar, Menjaga Pertumbuhan &
Menghadapi Serangan Pesaing
TANDA TANYA:
□ Memerlukan Tambahan Dana
□ Meningkatkan Pangsa Pasar
□ Berpikir Keras Untuk Menjaga
Kelancaran & Kelangsungan Bisnis
SAPI PERAH :
□ Menghasilkan Uang Tunai Besar
□ Tak Perlu Mengeluarkan Biaya Besar
□ Kelebihan Dana untuk mengurangi
hutang dan membantu bisnis lain
ANJING:
□ Mengkaji Ulang Bisnis
□ Meningkatkan Pangsa Pasar
□ Berpikir Keras Untuk Menjaga
Kelancaran & Kelangsungan Bisnis
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Kelebihan matriks BCG :
Matriks BCG adalah salah satu alat pembuat keputusan yang paling mudah. Hanya dengan
membaca grafiknya, orang akan dapat dengan mudah melihat di posisi manakah perusahaan
mereka berada. Matriks ini memusatkan perhatian pada arus kas, karakteristik investasi, dan
kebutuhan berbagai divisi organisasi. Divisi dapat berubah dari waktu ke waktu: anjing menjadi
tanda tanya, tanda tanya menjadi bintang, bintang menjadi sapi perah, dan sapi perah menjadi
anjing. Namun yang jarang terjadi adalah perubahan yang searah jarum jam.
Contoh studi Kasus BCG
“Analisis Matrik BCG pada Strategi Pemasaran Produk pada CV. Turangga Mas Motor”
oleh Widyatmini dan M. Fadli Fajar
Matrik BCG dapat ditentukan oleh dua faktor yaitu (1) market growth rate, persentase
pertumbuhan pasar yang ditunjukkan pada sumbu vertikal, (2) relative market share, kekuatan
pangsa pasar yang ditunjukkan pada sumbu horizontal.
Analisis Tingkat Pertumbuhan Pasar
Tingkat pertumbuhan pasar (Market Growth) adalah proyeksi tingkat penjualan untuk pasar
yang akan dilayani. Biasanya diukur dengan peningkatan persentase dalam nilai atau volume
penjualan minimal dua tahun terakhir. Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar maka data
yang dibutuhkan adalah data volume penjualan dan minimal satu perusahaan sejenis sebagai
pembanding.
Rumus untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar (market growth rate) adalah sebagai
berikut :
Keterangan :
MGRN = Market growth rate pada tahun N
VPt = Volume penjualan tahun sekarang
VPt-1 = Volume penjualan tahun sebelumnya
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Analisis Pangsa Pasar
Untuk mengetahui pangsa pasar relatif (relative market share) maka digunakan rumus sebagai
berikut :
Keterangan :
RMSN = Relative market share pada tahun N
VPnt = Volume penjualan perusahaan n tahun sekarang
VPt-1 = Volume penjualan perusahaan pembanding tahun sekarang
Volume Penjualan CV. Turangga Mas Motor dan PT. Bajaj Andalan Nusantara
Tahun 2007 - 2008
Bulan
VP Turangga Mas VP Bajaj Andalan
2007 2008 2007 2008
Januari 790,370,000 1,745,075,000 542,000,000 555,000,000
Februari 647,010,000 1,206,425,000 601,500,000 708,500,000
Maret 658,305,000 1,507,055,000 494,000,000 661,500,000
April 640,205,000 1,162,565,000 696,500,000 780,500,000
Mei 724,250,000 1,403,100,000 618,500,000 726,500,000
Juni 559,915,000 1,388,800,000 662,500,000 763,500,000
Juli 559,415,000 1,420,140,000 540,800,000 780,600,000
Agustus 769,605,000 2,027,270,000 506,600,000 540,800,000
September 1,385,873,000 1,788,235,000 413,600,000 520,100,000
Oktober 1,021,095,000 1,177,895,000 468,700,000 468,700,000
Nopember 1,262,290,000 1,097,480,000 492,900,000 712,200,000
Desember 1,240,285,000 621,835,000 557,800,000 557,800,000
Total 10,258,618,000 16,545,875,000 6,595,400,000 7,775,700,000
Sumber : CV. Turangga Mas Motor dan PT. Bajaj Andalan Nusantara
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Market Growth dan Market Share PT. Bajaj Andalan
Tahun VP Bajaj Andalan
Market
Growth
Market
Share
2007 6,595,400,000 0.64
2008 7,775,700,000 17.90 0.47
Sumber : Data sekunder diolah
Berdasarkan Tabel pangsa pasar relatif (relative market share) maka telah diketahui bahwa
pangsa pasar relatif CV. Turangga Mas Motor pada tahun 2007 sebesar 1,56 > 1 dan pada
tahun 2008 sebesar 2,13 > 1 yang artinya menunjukkan bahwa CV. Turangga Mas Motor
memiliki pangsa pasar lebih besar dibandingkan PT Bajaj Andalan Sakti karena nilai pangsa
pasar relatifnya lebih besar dari satu. Sedangkan diketahui tingkat pertumbuhan pasar pada
CV. Turangga Mas Motor adalah sebesar 61,29% yang berarti bahwa CV. Turangga Mas Motor
memiliki pertumbuhan pasar yang tinggi dibandingkan dengan PT. Bajaj Andalan yang hanya
memiliki pertumbuhan pasar sebesar 17,90%.
Analisis posisi matriks BCG pada CV. Turangga Mas
Tingkat pertumbuhan pasar pada umumnya dibedakan berdasarkan klasifikasi tinggi dan
rendah. Sedangkan posisi relatif kompetitior dibedakan berdsarkan market share antara 1,0 dan
1,5 sehingga tergolong tinggi (high) disebut pemimpin (leader).Berdasarkan dari perhitungan
tingkat pertumbuhan pasar pada CV. Turangga Mas Motor, maka diperoleh hasil sebesar
61,29%,hal ini berarti bahwa tingkat pertumbuhan pasar yang tinggi pada CV. Turangga Mas
Motor.
Market Growth dan Market Share CV. Turangga Mas
Tahun VP Turangga Mas
Market
Growth
Market
Share
2007 10,258,618,000 1.56
2008 16,545,875,000 61.29 2.13
Sumber : Data sekunder diolah
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Dari perhitungan pangsa pasar relatif pada tahun 2007 didapat hasil sebesar 1,56 dan pada
tahun 2008 didapat hasil sebesar 2,13 dan berdasarkan dari kedua hasil tersebut, maka dapat
digambarkan bahwa posisi CV. Turangga Mas Motor pada matrik BCG dapat dilihat gambar di
bawah ini :
High Low
60 61,29
STAR 1.55
QUESTION
MARK
Market
Growth High
Rate 30
CASH COW DOGS
Low
0
4,0 1.5 0.1
Gambar
Matriks BCG Posisi CV. Turangga Mas 2007
Dan berikut dapat diketahui posisi CV. Turangga Mas Motor pada tahun 2008 pada matrik BCG
pada gambar di bawah ini :
High Low
60 61,29
STAR 2,13
QUESTION
MARK
Market
Growth High
Rate 30
CASH COW DOGS
Low
0
4,0 1,5 0,1
Gambar
Matriks BCG Posisi CV. Turangga Mas 2008
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
Berdasarkan pada kedua gambar matriks BCG posisi dari CV. Turangga Mas Motor pada
tahun 2007 dan tahun 2008 berada pada posisi Stars(bintang) yang menunjukkan bahwa posisi
CV. Turangga Mas Motor berada pada pertumbuhan pasar tinggi atau sangat cepat dan pangsa
pasar tinggi karena pangsa pasar CV. Turangga Mas Motor mengalami kenaikan pada tahun
2008 dan mempunyai nilai pangsa pasar relatifnya pada tahun 2007 dan 2008 lebih besar dari
satu (>1).
Pada posisi ini maka strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh CV. Turangga Mas Motor
adalah melakukan investasi untuk memperkuat posisi dominannya di dalam pasar yang sedang
tumbuh. Investasi yang dimaksud dilakukan dengan tingkat keuntungan yang diperoleh
perusahaan diinvestasikan dalam bentuk pembelian kendaraan roda dua. Dan strategi
pemasaran lain yang dapat dilakukan adalah dengan bekerja sama dengan pemasok dalam
membuka cabang di daerah yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dalam menghadapi
tingkat pertumbuhan pasar tinggi atau sangat cepat dan pangsa pasar tinggi.
Pengamat Ekonomi (Cuma ngamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih
lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com,
Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc
DAFTAR PUSTAKA
Evanalurita. 2010. Analisis BCG. http://evanalurita.blogspot.com/2010/05/analisis-bcg.html .
diakses tanggal 02 Oktober 2012.
Moreta . Eka Sally. 2010. Analisis BCG (Boston Consulting Group).
http://ekasallymoreta.blogspot.com/2010/05/analisis-bcg-boston-consulting-group.html.
Diakses tanggal 02 Oktober 2012.
Nina. 2010. Analisis BCG. http://ninafoxy88.blogspot.com/2010/05/analisis-bcg.html. Diakses
tanggal 02 Oktober 2012.
Widyatmini dan Fajar, M Fadli. 2010. Analisis Matrik BCG pada Strategi Pemasaran Produk
pada CV. Turangga Mas Motor. Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma

analisis bcg ( Boston consulting group)

  • 1.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Analisis BCG (Boston Consulting Group) Oleh : Opissen Yudisyus* Matriks BCG (Boston Consulting Group) salah satu matriks untuk melihat dua indikator yaitu market share dan market growth. Market share digunakan sebagai indikator sedangkan market growth untuk melihat apakah pasar sedang (sudah) jenuh dalam artian tidak ada pertumbuhan permintaan terhadap suatu produk. Boston Consulting Group (BCG) merupakan perusahaan konsultan manajemen swasta yang berbasis di Boston, perusahaan ini merupakan pertumbuhan pangsa pasar yang dikembangkan dan dipopulerkan oleh seorang manajemen konsultan terkemuka Bruce Henderson, seorang alumnus Harvard Business School pada tahun 1963. Metode analisis BCG (Boston Consulting Group) merupakan metode yang digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan (Kotler, 2002). Matriks BCG salah satu alat pembantu pembuat keputusan yang dapat digunakan oleh organisasi, perusahaan tidak terkecuali sektor publik/pemerintahan. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, matriks ini merupakan salah satu matriks perencanaan portofolio yang paling terkenal dan sederhana, dan banyak digunakan oleh perusahaan besar dengan produk beraneka ragam. Matriks BCG bertujuan untuk menilai profil suatu produk/bisnis, kebutuhan kas suatu produk, siklus perkembangan produk, dan kebijakan pengalokasian dan divestasi, selain itu dapat digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana sumber-sumber kas perusahaan dapat dipakai untuk memaksimalkan pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan di masa depan. Asumsi dasar analisis BCG : 1. Pangsa pasar suatu produk atau jasa relatif besar dan sedang menanjak secara pesat, umumnya cenderung menghasilkan profitabilitas yang tinggi dan berada pada tingkat persaingan yang stabil. 2. Sebaliknya bila suatu produk perusahaan mengalami pertumbuhan pasar yang lamban, upaya peningkatan pangsa pasarnya memerlukan biaya besar. Dalam kondisi ini BCG menganjurkan agar dana tunai yang didistribusikan untuk kegiatan usaha disesuaikan dengan pengembangan pangsa pasarnya.
  • 2.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc 3. Setiap perusahaan akan mengambil opsi strategi pertumbuhan pangsa pasar bila memiliki keunggulan daya saing dan mempunyai uang cukup untuk pengembangan itu. Matriks BCG Penjelasan kuadran matriks BCG : 1. Tanda Tanya (Question Mark) Kuadran tanda tanya mencerminkan kondisi perusahaan yang memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Keadaan seperti ini sangat buruk. Kebutuhan dana tunainya tinggi tetapi pendapatannya rendah. Dalam kondisi pertumbuhan tinggi seperti ini, perusahaan harus memutuskan apakah akan memperkuat kuadran (posisi) ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya. 2. Bintang (Star) Kuadran bintang menggambarkan kondisi perusahaan yang pasarnya melesat, di samping itu pangsa pasarnya juga besar, sehingga perusahaan mudah memperoleh dana tunai. Keadaan ini memudahkan perusahaan melakukan investasi-investasi baru. Jadi perusahaan yang berada pada posisi bintang mempunyai kemungkinan terbaik untuk mengembangkan investasinya.
  • 3.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Kuadran ini merupakan pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya. Integrasi ke depan, ke belakang, dan horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk merupakan strategi yang sesuai untuk dipertimbangkan kuadran ini. 3. Sapi Perah (Cash Cow) Kuadran sapi perahan menggambarkan perusahaan mengalami pertumbuhan pasar yang rendah, tetapi mempunyai pangsa pasar tinggi. Kondisi ini masih memungkinkan rendahnya biaya (economies of scale) dan laba yang tidak maksimal. Implikasinya, biaya investasi ulang juga rendah bahkan bisa tidak ada. Dengan demikian bisa dikatakan perusahaan berada pada situasi yang apa adanya (tidak ekspansi). Disebut kuadran sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkannya, mereka seringkali diperah untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah kuadran bintang di masa lalu, kuadran sapi perah harus dikelola untuk mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin. Pengembangan produk atau diversifikasi konsentrik dapat menjadi strategi yang menarik untuk kuadran sapi perah yang kuat. Tetapi, ketika kuadran sapi perah menjadi lemah, retrenchment atau divestasi lebih sesuai untuk diterapkan. 4. Anjing (Dog) Kuadran anjing merupakan kondisi perusahaan yang pertumbuhan produk dan pasarnya rendah dan memiliki pangsa pasar yang juga rendah. Keadaan demikian mengakibatkan laba perusahaan kecil. Untuk mempertahankan eksistensinya, perusahaan perlu tambahan dana. Upaya meminimalkan risiko lain dengan cara perusahaan dilikuidasi. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah kuadran menjadi kuadran anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak kuadran anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar- besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.
  • 4.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Penerapan Matriks BCG pada perusahaan berdasarkan posisi kuadran : 1. Tanda Tanya “Bangun” BCG beragumen dengan membangun pangsa pasar dalam fase pertumbuhan dari suatu industri, unit bisnis akan menikmati posisi biaya rendah. Unit-unit ini merupakan pengguna kas utama, karena pengeluaran kas diperlukan dalam pengembangan produk, pengembangan pasar, dan ekspansi aktivitas pengeluaran ini dimaksudkan untuk membangun kepemimpinan pasar dalam jangka pendek. Walaupun demikian, bertambahnya pangsa pasar dimaksudkan untuk menghasilkan profitabilitas jangka panjang. 2. Bintang “Pertahankan” Unit-unit sudah memiliki dalam industri mereka dan tujuannya adalah investasi kas untuk mempertahankan posisi itu. Unit bisnis ini menghasilkan jumlah kas yang besar (karena kepemimpinan pasar, tetapi juga memerlukan pengeluaran kas yang signifikan untuk memelihara kekuatan pasar yang sedang tumbuh). 3. Sapi perah kas ”Panen” Unit-unit sudah memiliki pangsa pasar relatif tinggi, maka unit-unit tersebut mungkin mempunyai biaya perunit paling rendah dan oleh karena itu memiliki laba yang paling tinggi. Unit-unit ini secara khusus diberi nama: “memanen” untuk laba jangka pendek dan arus kas. 4. Anjing “Divestasi” Posisi ini berada dalam posisi persaingan yang lemah dan industri yang tidak menarik. Bisnis sepert ini harus dijual (didivestasi) kecuali ada kemungkian baik untuk membuatnya menjadi menguntungkan.
  • 5.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Kondisi Bisnis dalam matriks Boston Consulting Group (BCG) Beberapa kelemahan matriks BCG : a. Hanya menggunakan dua dimensi yaitu pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan pasar. Kemungkinan sulit mendapatkan data pangsa pasar maupun tingkat pertumbuhan pasar. b. Terlalu menyederhanakan banyak bisnis karena memandang semua bisnis sebagai bintang, sapi perah, anjing atau tanda tanya. Dalam metode ini, diasumsikan bahwa setiap unit bisnis tidak tergantung pada unit bisnis lain, padahal dalam beberapa kasus, unit bisnis “anjing” bisa membantu unit bisnis lain untuk memperoleh keunggulan kompetitif. c. Matriks ini tidak menggambarkan apakah berbagai divisi atau industri mereka bertumbuh sepanjang waktu, sehingga matriks ini tidak memiliki karakteristik waktu, sehingga terdapat variabel lain yang penting seperti ukuran pasar dan keunggulan kompetitif. d. Matriks sangat bergantung pada luasnya definisi pasar. Suatu unit bisnis dapat mendominasi pada pasar yang kecil, tetapi memiliki pangsa pasar sangat rendah dalam industri secara keseluruhan. Dalam kasus seperti itu, definisi dari pasar dapat membuat perbedaan antara “anjing” dan “sapi perah”. BINTANG: □ Pengeluaran Cukup Besar □ Tak Selalu Menghasilkan Kas Positif □ Dana Besar, Menjaga Pertumbuhan & Menghadapi Serangan Pesaing TANDA TANYA: □ Memerlukan Tambahan Dana □ Meningkatkan Pangsa Pasar □ Berpikir Keras Untuk Menjaga Kelancaran & Kelangsungan Bisnis SAPI PERAH : □ Menghasilkan Uang Tunai Besar □ Tak Perlu Mengeluarkan Biaya Besar □ Kelebihan Dana untuk mengurangi hutang dan membantu bisnis lain ANJING: □ Mengkaji Ulang Bisnis □ Meningkatkan Pangsa Pasar □ Berpikir Keras Untuk Menjaga Kelancaran & Kelangsungan Bisnis
  • 6.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Kelebihan matriks BCG : Matriks BCG adalah salah satu alat pembuat keputusan yang paling mudah. Hanya dengan membaca grafiknya, orang akan dapat dengan mudah melihat di posisi manakah perusahaan mereka berada. Matriks ini memusatkan perhatian pada arus kas, karakteristik investasi, dan kebutuhan berbagai divisi organisasi. Divisi dapat berubah dari waktu ke waktu: anjing menjadi tanda tanya, tanda tanya menjadi bintang, bintang menjadi sapi perah, dan sapi perah menjadi anjing. Namun yang jarang terjadi adalah perubahan yang searah jarum jam. Contoh studi Kasus BCG “Analisis Matrik BCG pada Strategi Pemasaran Produk pada CV. Turangga Mas Motor” oleh Widyatmini dan M. Fadli Fajar Matrik BCG dapat ditentukan oleh dua faktor yaitu (1) market growth rate, persentase pertumbuhan pasar yang ditunjukkan pada sumbu vertikal, (2) relative market share, kekuatan pangsa pasar yang ditunjukkan pada sumbu horizontal. Analisis Tingkat Pertumbuhan Pasar Tingkat pertumbuhan pasar (Market Growth) adalah proyeksi tingkat penjualan untuk pasar yang akan dilayani. Biasanya diukur dengan peningkatan persentase dalam nilai atau volume penjualan minimal dua tahun terakhir. Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar maka data yang dibutuhkan adalah data volume penjualan dan minimal satu perusahaan sejenis sebagai pembanding. Rumus untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar (market growth rate) adalah sebagai berikut : Keterangan : MGRN = Market growth rate pada tahun N VPt = Volume penjualan tahun sekarang VPt-1 = Volume penjualan tahun sebelumnya
  • 7.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Analisis Pangsa Pasar Untuk mengetahui pangsa pasar relatif (relative market share) maka digunakan rumus sebagai berikut : Keterangan : RMSN = Relative market share pada tahun N VPnt = Volume penjualan perusahaan n tahun sekarang VPt-1 = Volume penjualan perusahaan pembanding tahun sekarang Volume Penjualan CV. Turangga Mas Motor dan PT. Bajaj Andalan Nusantara Tahun 2007 - 2008 Bulan VP Turangga Mas VP Bajaj Andalan 2007 2008 2007 2008 Januari 790,370,000 1,745,075,000 542,000,000 555,000,000 Februari 647,010,000 1,206,425,000 601,500,000 708,500,000 Maret 658,305,000 1,507,055,000 494,000,000 661,500,000 April 640,205,000 1,162,565,000 696,500,000 780,500,000 Mei 724,250,000 1,403,100,000 618,500,000 726,500,000 Juni 559,915,000 1,388,800,000 662,500,000 763,500,000 Juli 559,415,000 1,420,140,000 540,800,000 780,600,000 Agustus 769,605,000 2,027,270,000 506,600,000 540,800,000 September 1,385,873,000 1,788,235,000 413,600,000 520,100,000 Oktober 1,021,095,000 1,177,895,000 468,700,000 468,700,000 Nopember 1,262,290,000 1,097,480,000 492,900,000 712,200,000 Desember 1,240,285,000 621,835,000 557,800,000 557,800,000 Total 10,258,618,000 16,545,875,000 6,595,400,000 7,775,700,000 Sumber : CV. Turangga Mas Motor dan PT. Bajaj Andalan Nusantara
  • 8.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Market Growth dan Market Share PT. Bajaj Andalan Tahun VP Bajaj Andalan Market Growth Market Share 2007 6,595,400,000 0.64 2008 7,775,700,000 17.90 0.47 Sumber : Data sekunder diolah Berdasarkan Tabel pangsa pasar relatif (relative market share) maka telah diketahui bahwa pangsa pasar relatif CV. Turangga Mas Motor pada tahun 2007 sebesar 1,56 > 1 dan pada tahun 2008 sebesar 2,13 > 1 yang artinya menunjukkan bahwa CV. Turangga Mas Motor memiliki pangsa pasar lebih besar dibandingkan PT Bajaj Andalan Sakti karena nilai pangsa pasar relatifnya lebih besar dari satu. Sedangkan diketahui tingkat pertumbuhan pasar pada CV. Turangga Mas Motor adalah sebesar 61,29% yang berarti bahwa CV. Turangga Mas Motor memiliki pertumbuhan pasar yang tinggi dibandingkan dengan PT. Bajaj Andalan yang hanya memiliki pertumbuhan pasar sebesar 17,90%. Analisis posisi matriks BCG pada CV. Turangga Mas Tingkat pertumbuhan pasar pada umumnya dibedakan berdasarkan klasifikasi tinggi dan rendah. Sedangkan posisi relatif kompetitior dibedakan berdsarkan market share antara 1,0 dan 1,5 sehingga tergolong tinggi (high) disebut pemimpin (leader).Berdasarkan dari perhitungan tingkat pertumbuhan pasar pada CV. Turangga Mas Motor, maka diperoleh hasil sebesar 61,29%,hal ini berarti bahwa tingkat pertumbuhan pasar yang tinggi pada CV. Turangga Mas Motor. Market Growth dan Market Share CV. Turangga Mas Tahun VP Turangga Mas Market Growth Market Share 2007 10,258,618,000 1.56 2008 16,545,875,000 61.29 2.13 Sumber : Data sekunder diolah
  • 9.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Dari perhitungan pangsa pasar relatif pada tahun 2007 didapat hasil sebesar 1,56 dan pada tahun 2008 didapat hasil sebesar 2,13 dan berdasarkan dari kedua hasil tersebut, maka dapat digambarkan bahwa posisi CV. Turangga Mas Motor pada matrik BCG dapat dilihat gambar di bawah ini : High Low 60 61,29 STAR 1.55 QUESTION MARK Market Growth High Rate 30 CASH COW DOGS Low 0 4,0 1.5 0.1 Gambar Matriks BCG Posisi CV. Turangga Mas 2007 Dan berikut dapat diketahui posisi CV. Turangga Mas Motor pada tahun 2008 pada matrik BCG pada gambar di bawah ini : High Low 60 61,29 STAR 2,13 QUESTION MARK Market Growth High Rate 30 CASH COW DOGS Low 0 4,0 1,5 0,1 Gambar Matriks BCG Posisi CV. Turangga Mas 2008
  • 10.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc Berdasarkan pada kedua gambar matriks BCG posisi dari CV. Turangga Mas Motor pada tahun 2007 dan tahun 2008 berada pada posisi Stars(bintang) yang menunjukkan bahwa posisi CV. Turangga Mas Motor berada pada pertumbuhan pasar tinggi atau sangat cepat dan pangsa pasar tinggi karena pangsa pasar CV. Turangga Mas Motor mengalami kenaikan pada tahun 2008 dan mempunyai nilai pangsa pasar relatifnya pada tahun 2007 dan 2008 lebih besar dari satu (>1). Pada posisi ini maka strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh CV. Turangga Mas Motor adalah melakukan investasi untuk memperkuat posisi dominannya di dalam pasar yang sedang tumbuh. Investasi yang dimaksud dilakukan dengan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan diinvestasikan dalam bentuk pembelian kendaraan roda dua. Dan strategi pemasaran lain yang dapat dilakukan adalah dengan bekerja sama dengan pemasok dalam membuka cabang di daerah yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dalam menghadapi tingkat pertumbuhan pasar tinggi atau sangat cepat dan pangsa pasar tinggi.
  • 11.
    Pengamat Ekonomi (Cumangamati) dan Pengolahan Data dengan Eviews & SPSS, info lebih lanjut ; Whatsapp : 08562704800, Pin BB : 53664cc4 , E-mail : opissen@gmail.com, Facebook : Opissen Yudisyus, Instagram : opissen | opis’jeruc DAFTAR PUSTAKA Evanalurita. 2010. Analisis BCG. http://evanalurita.blogspot.com/2010/05/analisis-bcg.html . diakses tanggal 02 Oktober 2012. Moreta . Eka Sally. 2010. Analisis BCG (Boston Consulting Group). http://ekasallymoreta.blogspot.com/2010/05/analisis-bcg-boston-consulting-group.html. Diakses tanggal 02 Oktober 2012. Nina. 2010. Analisis BCG. http://ninafoxy88.blogspot.com/2010/05/analisis-bcg.html. Diakses tanggal 02 Oktober 2012. Widyatmini dan Fajar, M Fadli. 2010. Analisis Matrik BCG pada Strategi Pemasaran Produk pada CV. Turangga Mas Motor. Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma