SUMARSO, S.Pd., M.Pd.
PENGAWAS SMP
 Kisi-kisi: format (dapat berupa matrik) yang memuat
informasi yang dijadikan pedoman untuk menulis soal dan
merakit soal menjadi tes.
 Penulis yang berbeda harus menghasilkan soal yang sama
baik dari segi lingkup materi, konstruksi, maupun tingkat
kesukaran.
 Syarat-syarat kisi-kisi:
a. materi mewakili isi kurikulum yang akan diujikan;
b. komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah
dipahami;
c. soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan
bentuk soal yang ditetapkan.
 Indikator soal bentuk pilihan ganda menggunakan satu kata
kerja operasional (KKO) yang terukur.
 Indikator soal yang digunakan dalam penilaian, sebaiknya
menggunakan stimulus (dasar pertanyaan) berupa gambar,
grafik, tabel, data hasil percobaan, kurva, wacana, atau kasus
yang dapat merangsang/memotivasi peserta didik berpikir
sebelum menentukan pilihan jawaban.
 Rumusan indikator soal yang lengkap mencakup 4 komponen,
yaitu:
A = audience
B = behaviour
C = condition
D = degree
Penyusunan indikator soal yang akan dikembangkan
menjadi beberapa paket soal sebaiknya
menggunakan indikator soal tertutup, dengan
memperhatikan hal-hal sbb.
1. Kesetaraan konten (materi yang diujikan).
2. Kesetaraan tingkat kesukaran (judgement).
3. Kesetaraan konteks (rumusan butir soal,
kompleksitas).
Langkah – Langkah :
 Soal bentuk pilihan ganda adalah soal yang jawabannya
dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah
disediakan.
 Soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan
jawaban (option).
 Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh
(distractor).
 Kunci jawaban ialah jawaban yang benar atau paling benar.
 Pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar, namun
memungkinkan seseorang terkecoh untuk memilihnya
apabila tidak menguasai materi pelajaran dengan baik.
1. Mengukur berbagai jenjang kognitif (dari ingatan
sampai dengan kreasi).
2. Dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas.
3. Penskorannya mudah, cepat, dan objektif.
4. Bentuk soal PG sangat tepat untuk ujian yang
pesertanya banyak atau sifatnya massal, dan
hasilnya harus segera diumumkan, seperti Ujian
Sekolah dan Ujian Nasional.
1. Memerlukan waktu yang relatif lama untuk
menulis soalnya.
2. Sulit membuat pengecoh yang homogen dan
berfungsi.
3. Terdapat peluang bagi peserta untuk menebak
jawaban.
4. Tidak seluruh kompetensi dapat diukur dengan
bentuk pilihan ganda.
KISI-KISI SOAL
UJIAN SEKOLAH (US)
Mata Pelajaran : .............................................................
No. Kompetensi Dasar Materi
Kelas/
Semester
Indikator Soal
Level
Kognitif
Bentuk
Soal
No.
Soal
..............................., ....................................
Mengetahui Koordinator MGMP .....................................
Kepala SMA .........................................
................................................................ ................................................................
NIP. NIP.
KISI-KISI SOAL
UJIAN SEKOLAH (US)
Mata Pelajaran : .............................................................
No. Kompetensi Dasar Materi
Kelas/
Semester
Indikator Soal
Level
Kognitif
Bentuk
Soal
No.
Soal
..............................., ....................................
Mengetahui Koordinator MGMP .....................................
Kepala SMA .........................................
................................................................ ................................................................
NIP. NIP.
Pemilihan materi didasarkan pada:
1. urgensi, materi penting yang harus dikuasai
peserta didik untuk mencapai kompetensi
dasar;
2. kontinuitas, materi sebagai pendalaman dari
materi sebelumnya (berkelanjutan);
3. relevansi, materi yang diperlukan untuk
memahami materi pelajaran lain (keterkaitan);
4. keterpakaian, materi yang memiliki nilai
terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
 MATERI:
1) Soal harus sesuai dengan indikator soal.
2) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi
materi.
3) Setiap soal hanya mempunyai satu jawaban yang benar.
 KONSTRUKSI:
1) Pokok soal harus dirumuskan secara singkat, jelas, dan
tegas.
2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan
pernyataan yang diperlukan saja.
3) Pokok soal tidak memberi petunjuk ke arah jawaban yang
benar.
4) Pokok soal tidak mengandung pernyataan yang bersifat
negatif ganda.
 KONSTRUKSI:
5) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
6) Pilihan jawaban tidak mengandung pernyataan,
"semua pilihan jawaban di atas salah", atau "semua
pilihan jawaban di atas benar“.
7) Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka
tersebut.
8) Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang
terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
9) Butir soal tidak tergantung pada jawaban soal
sebelumnya.
 BAHASA:
1) Harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan
kaidah Bahasa Indonesia.
2) Tidak menggunaan bahasa yang berlaku setempat.
3) Pilihan jawaban tidak mengulang kata atau frase
yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
Table of Thinking
Krulik &
Rudnick
Bloom
Orisinil
Bloom
Revisi
Presseisen
“HOTS”
recall Pengetahuan Mengingat
basic Pemahaman Memahami
Penerapan Menerapkan
critical Analisis Menganalisis Berpikir kritis; Berpikir
kreatif; Pemecahan
masalah; Pembuatan
keputusan
creative Sintesis Mengevaluasi
Evaluasi Mencipta
Kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat
(recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk
tanpa melakukan pengolahan (recite)
Soal-soal HOTS mengukur kemampuan:
1) transfer satu konsep ke konsep lainnya,
2) memproses dan menerapkan informasi,
3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang
berbeda-beda,
4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan
masalah,
5) menelaah ide dan informasi secara kritis.
1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi,
meminimalkan aspek ingatan atau pengetahuan,
Ciri-ciri berpikir tingkat tinggi, kemampuan:
 menemukan
 menganalisis
 menciptakan metode baru
 mereflksi
 memprediksi
 berargumen
 mengambil keputusan yang tepat
2. Berbasis permasalahan kontekstual (berbasis kasus);
3. Menarik (Trend Topic)
4. Tidak rutin;
Sumber: Anderson&Krathwohl (2001)
HOTS
Mengkreasi
• Mengkreasi ide/gagasan sendiri.
• Kata kerja: mengkonstruksi, desain, kreasi, mengembangkan,
menulis, memformulasikan.
Mengevaluasi
• Mengambil keputusan sendiri.
• Kata kerja: evaluasi, menilai, menyanggah, memutuskan,
memilih, mendukung.
Menganalisis
• Menspesifikasi aspek-aspek/elemen.
• Kata kerja: membandingkan, memeriksa, , mengkritisi,
menguji.
MOTS
Mengaplikasi
• Menggunakan informasi pada domain berbeda
• Kata kerja: menggunakan, mendemonstrasikan,
mengilustrasikan, mengoperasikan.
Memahami
• Menjelaskan ide/konsep.
• Kata kerja: menjelaskan, mengklasifikasi, menerima,
melaporkan.
LOTS Mengetahui
• Mengingat kembali.
• Kata kerja: mengingat, mendaftar, mengulang, menirukan.
NO. LEVEL KOGNITIF KARAKTERISTIK SOAL
1. Pengetahuan dan
Pemahaman
Mengukur pengetahuan faktual, konsep, dan
prosedural.
2. Aplikasi  Menggunakan pengetahuan faktual, konsep,
dan prosedural tertentu pada konsep lain
dalam mapel yang sama atau mapel lainnya;
 Menggunakan pengetahuan faktual, konsep,
dan prosedural tertentu untuk menyelesaikan
masalah kontekstual (situasi lain).
3. Penalaran Menggunakan penalaran dan logika untuk:
 Mengambil keputusan (evaluasi)
 Memprediksi & Refleksi
 Menyusun strategi baru untuk memecahkan
masalah
‘Difficulty’ is NOT same as higher-order
thinking.
Mengetahui arti dari kata yang jarang
digunakan mungkin sulit, tetapi ini bukanlah
Higher-Order Thinking kecuali melibatkan
proses bernalar (seperti mencari arti dari
konteks/stimulus).
KARTU SOAL NOMOR 1
(PILIHAN GANDA)
Mata Pelajaran : ........................................
Kelas/Semester : ........................................
Kurikulum : ........................................
Kompetensi Dasar :
Materi :
Indikator Soal :
Level Kognitif :
Soal:
Kunci:
KARTU SOAL NOMOR 1
(PILIHAN GANDA)
Mata Pelajaran : ........................................
Kelas/Semester : ........................................
Kurikulum : ........................................
Kompetensi Dasar :
Materi :
Indikator Soal :
Level Kognitif :
Soal:
Pedoman Penskoran:
MENENTUKAN SEBARAN OPSI
• RUMUS: ∑ SOAL
---------- ± 3
∑ OPSI
CONTOH: 40 / 4 + 3 = 13 (maksimal)
40 / 4 – 3 = 7 (minimal)
Jadi rentangnya adalah antara 7 - 13
Acuan pengembangan-soal

Acuan pengembangan-soal

  • 1.
  • 4.
     Kisi-kisi: format(dapat berupa matrik) yang memuat informasi yang dijadikan pedoman untuk menulis soal dan merakit soal menjadi tes.  Penulis yang berbeda harus menghasilkan soal yang sama baik dari segi lingkup materi, konstruksi, maupun tingkat kesukaran.  Syarat-syarat kisi-kisi: a. materi mewakili isi kurikulum yang akan diujikan; b. komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami; c. soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan.
  • 5.
     Indikator soalbentuk pilihan ganda menggunakan satu kata kerja operasional (KKO) yang terukur.  Indikator soal yang digunakan dalam penilaian, sebaiknya menggunakan stimulus (dasar pertanyaan) berupa gambar, grafik, tabel, data hasil percobaan, kurva, wacana, atau kasus yang dapat merangsang/memotivasi peserta didik berpikir sebelum menentukan pilihan jawaban.  Rumusan indikator soal yang lengkap mencakup 4 komponen, yaitu: A = audience B = behaviour C = condition D = degree
  • 6.
    Penyusunan indikator soalyang akan dikembangkan menjadi beberapa paket soal sebaiknya menggunakan indikator soal tertutup, dengan memperhatikan hal-hal sbb. 1. Kesetaraan konten (materi yang diujikan). 2. Kesetaraan tingkat kesukaran (judgement). 3. Kesetaraan konteks (rumusan butir soal, kompleksitas).
  • 8.
  • 11.
     Soal bentukpilihan ganda adalah soal yang jawabannya dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan.  Soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option).  Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor).  Kunci jawaban ialah jawaban yang benar atau paling benar.  Pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan seseorang terkecoh untuk memilihnya apabila tidak menguasai materi pelajaran dengan baik.
  • 12.
    1. Mengukur berbagaijenjang kognitif (dari ingatan sampai dengan kreasi). 2. Dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas. 3. Penskorannya mudah, cepat, dan objektif. 4. Bentuk soal PG sangat tepat untuk ujian yang pesertanya banyak atau sifatnya massal, dan hasilnya harus segera diumumkan, seperti Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.
  • 13.
    1. Memerlukan waktuyang relatif lama untuk menulis soalnya. 2. Sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi. 3. Terdapat peluang bagi peserta untuk menebak jawaban. 4. Tidak seluruh kompetensi dapat diukur dengan bentuk pilihan ganda.
  • 14.
    KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH(US) Mata Pelajaran : ............................................................. No. Kompetensi Dasar Materi Kelas/ Semester Indikator Soal Level Kognitif Bentuk Soal No. Soal ..............................., .................................... Mengetahui Koordinator MGMP ..................................... Kepala SMA ......................................... ................................................................ ................................................................ NIP. NIP. KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH (US) Mata Pelajaran : ............................................................. No. Kompetensi Dasar Materi Kelas/ Semester Indikator Soal Level Kognitif Bentuk Soal No. Soal ..............................., .................................... Mengetahui Koordinator MGMP ..................................... Kepala SMA ......................................... ................................................................ ................................................................ NIP. NIP.
  • 15.
    Pemilihan materi didasarkanpada: 1. urgensi, materi penting yang harus dikuasai peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar; 2. kontinuitas, materi sebagai pendalaman dari materi sebelumnya (berkelanjutan); 3. relevansi, materi yang diperlukan untuk memahami materi pelajaran lain (keterkaitan); 4. keterpakaian, materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
  • 16.
     MATERI: 1) Soalharus sesuai dengan indikator soal. 2) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. 3) Setiap soal hanya mempunyai satu jawaban yang benar.  KONSTRUKSI: 1) Pokok soal harus dirumuskan secara singkat, jelas, dan tegas. 2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. 3) Pokok soal tidak memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. 4) Pokok soal tidak mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
  • 17.
     KONSTRUKSI: 5) Panjangrumusan pilihan jawaban harus relatif sama. 6) Pilihan jawaban tidak mengandung pernyataan, "semua pilihan jawaban di atas salah", atau "semua pilihan jawaban di atas benar“. 7) Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut. 8) Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. 9) Butir soal tidak tergantung pada jawaban soal sebelumnya.
  • 18.
     BAHASA: 1) Harusmenggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. 2) Tidak menggunaan bahasa yang berlaku setempat. 3) Pilihan jawaban tidak mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
  • 25.
    Table of Thinking Krulik& Rudnick Bloom Orisinil Bloom Revisi Presseisen “HOTS” recall Pengetahuan Mengingat basic Pemahaman Memahami Penerapan Menerapkan critical Analisis Menganalisis Berpikir kritis; Berpikir kreatif; Pemecahan masalah; Pembuatan keputusan creative Sintesis Mengevaluasi Evaluasi Mencipta
  • 26.
    Kemampuan berpikir yangtidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite) Soal-soal HOTS mengukur kemampuan: 1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memproses dan menerapkan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, 5) menelaah ide dan informasi secara kritis.
  • 27.
    1. Mengukur kemampuanberpikir tingkat tinggi, meminimalkan aspek ingatan atau pengetahuan, Ciri-ciri berpikir tingkat tinggi, kemampuan:  menemukan  menganalisis  menciptakan metode baru  mereflksi  memprediksi  berargumen  mengambil keputusan yang tepat 2. Berbasis permasalahan kontekstual (berbasis kasus); 3. Menarik (Trend Topic) 4. Tidak rutin;
  • 28.
    Sumber: Anderson&Krathwohl (2001) HOTS Mengkreasi •Mengkreasi ide/gagasan sendiri. • Kata kerja: mengkonstruksi, desain, kreasi, mengembangkan, menulis, memformulasikan. Mengevaluasi • Mengambil keputusan sendiri. • Kata kerja: evaluasi, menilai, menyanggah, memutuskan, memilih, mendukung. Menganalisis • Menspesifikasi aspek-aspek/elemen. • Kata kerja: membandingkan, memeriksa, , mengkritisi, menguji. MOTS Mengaplikasi • Menggunakan informasi pada domain berbeda • Kata kerja: menggunakan, mendemonstrasikan, mengilustrasikan, mengoperasikan. Memahami • Menjelaskan ide/konsep. • Kata kerja: menjelaskan, mengklasifikasi, menerima, melaporkan. LOTS Mengetahui • Mengingat kembali. • Kata kerja: mengingat, mendaftar, mengulang, menirukan.
  • 29.
    NO. LEVEL KOGNITIFKARAKTERISTIK SOAL 1. Pengetahuan dan Pemahaman Mengukur pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural. 2. Aplikasi  Menggunakan pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural tertentu pada konsep lain dalam mapel yang sama atau mapel lainnya;  Menggunakan pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural tertentu untuk menyelesaikan masalah kontekstual (situasi lain). 3. Penalaran Menggunakan penalaran dan logika untuk:  Mengambil keputusan (evaluasi)  Memprediksi & Refleksi  Menyusun strategi baru untuk memecahkan masalah
  • 30.
    ‘Difficulty’ is NOTsame as higher-order thinking. Mengetahui arti dari kata yang jarang digunakan mungkin sulit, tetapi ini bukanlah Higher-Order Thinking kecuali melibatkan proses bernalar (seperti mencari arti dari konteks/stimulus).
  • 31.
    KARTU SOAL NOMOR1 (PILIHAN GANDA) Mata Pelajaran : ........................................ Kelas/Semester : ........................................ Kurikulum : ........................................ Kompetensi Dasar : Materi : Indikator Soal : Level Kognitif : Soal: Kunci:
  • 32.
    KARTU SOAL NOMOR1 (PILIHAN GANDA) Mata Pelajaran : ........................................ Kelas/Semester : ........................................ Kurikulum : ........................................ Kompetensi Dasar : Materi : Indikator Soal : Level Kognitif : Soal: Pedoman Penskoran:
  • 33.
    MENENTUKAN SEBARAN OPSI •RUMUS: ∑ SOAL ---------- ± 3 ∑ OPSI CONTOH: 40 / 4 + 3 = 13 (maksimal) 40 / 4 – 3 = 7 (minimal) Jadi rentangnya adalah antara 7 - 13