Kehidupan manusia dimulai
saat setelah pembuahan terjadi.
 Jika dengan sadar dan dengan
segala cara kita mengakhiri hidup
manusia tak berdosa, berarti kita
 melakukan suatu perbuatan tak
   bermoral dan asosial. Tidak
   semestinya kita membiarkan
  penghentian nyawa siapapun
      .........atau hidup kita
    sebagai manusia menjadi
  “TIDAK BERHARGA LAGI”
Kehidupan manusia dimulai
saat setelah pembuahan terjadi.
 Jika dengan sadar dan dengan
segala cara kita mengakhiri hidup
manusia tak berdosa, berarti kita
 melakukan suatu perbuatan tak
   bermoral dan asosial. Tidak
   semestinya kita membiarkan
  penghentian nyawa siapapun
      .........atau hidup kita
    sebagai manusia menjadi
  “TIDAK BERHARGA LAGI”
BIOETIKA : BIO dan ETIKA

BIO artinya hidup

ETIKA adalah Nilai-nilai dan norma-norma
moral yang diterima sebagai pegangan bagi
perilaku kita (moral atau moralitas).

Ilmu (studi tentang moralitas atau tentang
etika): etika filosofis/filsafat moral.
1. Apa yang dimaksud dengan
   aborsi?
2. Apa sajakah macam-macam
   dan teknik aborsi?
3. Bagaimana pandangan aborsi
   di Indonesia berdasarkan
   kacamata hukum dan
   kedokteran.
1. Memberikan penjelasan tentang
   ruang lingkup aborsi
2. Menjelaskan macam-macam dan
   teknik aborsi
3. Menjelaskan pandangan aborsi
   di Indonesia berdasarkan
   kacamata agama, hukum, dan
   kedokteran.
Aborsi adalah proses pengeluaran
hasil konsepsi (pertemuan sel telur
dan sperma) sebelum janin dapat
hidup di luar kandungan.


      aborsi spontan atau alamiah
       aborsi buatan atau sengaja
      aborsi terapeutik atau medis
Aborsi spontan berlangsung tanpa tindakan apapun,
terjadi karena kurang baiknya kualitas sperma dan ovum

Aborsi buatan atau sengaja adalah pengakhiran
kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai
suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh
calon ibu maupun si pelaksana aborsi

Sedangkan aborsi terapeutik adalah         pengguguran
kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik.
   Adilatasi dan kuret (Dilatation & curettage)
   Kuret dengan cara penyedotan (Sunction)
   Peracunan dengan garam (Salt poisoned)
   Histerotomi atau bedah ceasar
   Pengguguran kimia (Prostaglandin)
   Pil pembunuh
Ada 3 aturan aborsi di Indonesia yang berlaku hingga saat
ini yaitu:
•Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab
Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjelaskan
dengan alasan apapun, aborsi adalah tindakan melanggar
hukum. Sampai saat ini masih diterapkan.
•Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan
Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi
Terhadap Perempuan.
•Undang-undang RI No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan
yang menuliskan dalam kondisi tertentu, bisa dilakukan
tindakan medis tertentu.
•Aborsi adalah tindakan penghentian kehamilan
sebelum janin dapat hidup di luar kandungan.
•Macam aborsi meliputi aborsi spontan/alamiah, aborsi
buatan/sengaja dan aborsi terapeutik/medis sedangkan
teknik aborsi meliputi adilatasi dan kuret, kuret dengan
cara    penyedotan,     peracunan      dengan     garam,
histerotomi atau bedah Caesar, pengguguran kimia, pil
pembunuh.
•Pandangan aborsi di Indonesia berdasarkan
kacamata hukum, kedokteran adalah melarang
adanya praktik aborsi, tetapi diperbolehkan bila
atas dasar indikasi kesehatan.
Pasal 229

1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau
    menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau
    ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu amilnya
    dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara
paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu
rupiah. (?)

2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari
keuntungan,     atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai
pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan
atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.

3. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam
   menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk
melakukan pencarian itu.
Pasal 341
Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan
melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak
lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa
anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri,
dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Pasal 342
Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang
ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan
melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak
lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam,
karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan
rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan
tahun.
Pasal 343
Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342
dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai
pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.
Pasal 346
Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan
kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam
dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347
1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan
       kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya,
diancam
       dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
   2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita
tersebut,
       dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
Pasal 348

1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan
   kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam
   dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut,
   dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan
kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau
membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan
dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam
pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut
hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan
dilakukan.
Aborsi
Aborsi
Aborsi
Aborsi
Aborsi

Aborsi

  • 2.
    Kehidupan manusia dimulai saatsetelah pembuahan terjadi. Jika dengan sadar dan dengan segala cara kita mengakhiri hidup manusia tak berdosa, berarti kita melakukan suatu perbuatan tak bermoral dan asosial. Tidak semestinya kita membiarkan penghentian nyawa siapapun .........atau hidup kita sebagai manusia menjadi “TIDAK BERHARGA LAGI”
  • 3.
    Kehidupan manusia dimulai saatsetelah pembuahan terjadi. Jika dengan sadar dan dengan segala cara kita mengakhiri hidup manusia tak berdosa, berarti kita melakukan suatu perbuatan tak bermoral dan asosial. Tidak semestinya kita membiarkan penghentian nyawa siapapun .........atau hidup kita sebagai manusia menjadi “TIDAK BERHARGA LAGI”
  • 4.
    BIOETIKA : BIOdan ETIKA BIO artinya hidup ETIKA adalah Nilai-nilai dan norma-norma moral yang diterima sebagai pegangan bagi perilaku kita (moral atau moralitas). Ilmu (studi tentang moralitas atau tentang etika): etika filosofis/filsafat moral.
  • 5.
    1. Apa yangdimaksud dengan aborsi? 2. Apa sajakah macam-macam dan teknik aborsi? 3. Bagaimana pandangan aborsi di Indonesia berdasarkan kacamata hukum dan kedokteran.
  • 6.
    1. Memberikan penjelasantentang ruang lingkup aborsi 2. Menjelaskan macam-macam dan teknik aborsi 3. Menjelaskan pandangan aborsi di Indonesia berdasarkan kacamata agama, hukum, dan kedokteran.
  • 7.
    Aborsi adalah prosespengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan.  aborsi spontan atau alamiah  aborsi buatan atau sengaja  aborsi terapeutik atau medis
  • 8.
    Aborsi spontan berlangsungtanpa tindakan apapun, terjadi karena kurang baiknya kualitas sperma dan ovum Aborsi buatan atau sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi Sedangkan aborsi terapeutik adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik.
  • 9.
    Adilatasi dan kuret (Dilatation & curettage)  Kuret dengan cara penyedotan (Sunction)  Peracunan dengan garam (Salt poisoned)  Histerotomi atau bedah ceasar  Pengguguran kimia (Prostaglandin)  Pil pembunuh
  • 10.
    Ada 3 aturanaborsi di Indonesia yang berlaku hingga saat ini yaitu: •Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjelaskan dengan alasan apapun, aborsi adalah tindakan melanggar hukum. Sampai saat ini masih diterapkan. •Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan. •Undang-undang RI No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan yang menuliskan dalam kondisi tertentu, bisa dilakukan tindakan medis tertentu.
  • 12.
    •Aborsi adalah tindakanpenghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. •Macam aborsi meliputi aborsi spontan/alamiah, aborsi buatan/sengaja dan aborsi terapeutik/medis sedangkan teknik aborsi meliputi adilatasi dan kuret, kuret dengan cara penyedotan, peracunan dengan garam, histerotomi atau bedah Caesar, pengguguran kimia, pil pembunuh. •Pandangan aborsi di Indonesia berdasarkan kacamata hukum, kedokteran adalah melarang adanya praktik aborsi, tetapi diperbolehkan bila atas dasar indikasi kesehatan.
  • 16.
    Pasal 229 1. Barangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu amilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. (?) 2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga. 3. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.
  • 17.
    Pasal 341 Seorang ibuyang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Pasal 342 Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
  • 18.
    Pasal 343 Kejahatan yangditerangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana. Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Pasal 347 1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. 2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
  • 19.
    Pasal 348 1. Barangsiapadengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. 2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Pasal 349 Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.