ABORTUS
Kelompok 1
Kelas A3
Obstetri & Ginekologi
Definisi
 Abortus adalah ancaman atau pengeluaran
hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar
kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan
kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang
dari 500 gram. (Sarwono, 2010)
Klasifikasi
 Berdasarkan Terjadinya
1. Abortus Spontan
2. Abortus Provokatus
 Secara Klinis Abortus terbagi menjadi:
1. Abortus Imminens
2. Abortus Insipien
3. Abortus Inkompletus
4. Abortus Kompletus
5. Missed Abortion
6. Abortus Habitualis.
7. Abortus Infeksious (Abortus Septik)
Abortus Imminens Abortus Insipiens Missed Abortion
Abortus Kompletus
Abortus Inkompletus
Penyebab
 Faktor pertumbuhan hasil konsepsi
 Kelainan pada plasenta
 Penyakit ibu
 Kelainan yang terdapat pada rahim
 Faktor pola kebiasaan dan lingkungan
 Faktor ayah
Tanda & Gejala
 Terlambat haid atau amenore kurang dari 20
minggu.
 Pada pemeriksaan fisik : Keadaan umum tampak
lemah atau kesadaran menurun, tekanan darah
normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat
dan kecil, suhu badan normal atau meningkat.
 Perdarahan pervaginam, mungkin disertai keluarnya
jaringan hasil konsepsi
 Rasa mulas atau keram perut di daerah atas
simfisis, sering disertai nyeri pinggang akibat
kontraksi uterus
Diagnosis
 Anamnesis
1. Adanya amenore pada masa reproduksi.
2. Perdarahan pervaginam disertai jaringan hasil
konsepsi.
3. Rasa sakit atau keram perut di daerah atas
simpisis.
 Pemeriksaan Fisik: Pemeriksaan panggul.
 Pemeriksaan penunjang:
1. Pemeriksaan USG (Ultrasonografi).
2. Pemeriksaan darah
3. Pemeriksaan jaringan
Obat
 Obat penenang, (fenobarbital 3 x 30 mg)
 Hematinik (sulfas ferosus 600 – 1.000 mg)
 Ergometrin
 Antibiotik (Penisilin prokain, ampisilin)
Prognosis
 Angka kejadian abortus sukar ditentukan karena
abortus provokatus banyak yang tidak
dilaporkan, kecuali bila sudah terjadi komplikasi.
 Rata-rata terjadi 114 kasus abortus per jam.
Sebagian besar studi menyatakan kejadian
abortus spontan antara 15-20% dari semua
kehamilan.
 Kalu dikaji lebih jauh kejadian abortus
sebenarnya bisa mendekati 50%. Hal ini
dikarenakan tinginya angka chemical pregnancy
loss yang tidak bisa diketahui pada 2-4 minggu
setelah konsepsi.
Sekian…
Kelompok 1
Kelas A3
1. Jufriyanto Tahir
2. Juhaisa
3. Julandari
4. Juliana
5. Jumardi
6. Juningsi Ekawati
7. Jusraningsih
8. Jawida
9. Juwilda Barmawi
10.Juwita Simon
11.Kadrianzah

Abortus

  • 1.
  • 2.
    Definisi  Abortus adalahancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. (Sarwono, 2010)
  • 3.
    Klasifikasi  Berdasarkan Terjadinya 1.Abortus Spontan 2. Abortus Provokatus  Secara Klinis Abortus terbagi menjadi: 1. Abortus Imminens 2. Abortus Insipien 3. Abortus Inkompletus 4. Abortus Kompletus 5. Missed Abortion 6. Abortus Habitualis. 7. Abortus Infeksious (Abortus Septik)
  • 4.
    Abortus Imminens AbortusInsipiens Missed Abortion Abortus Kompletus Abortus Inkompletus
  • 5.
    Penyebab  Faktor pertumbuhanhasil konsepsi  Kelainan pada plasenta  Penyakit ibu  Kelainan yang terdapat pada rahim  Faktor pola kebiasaan dan lingkungan  Faktor ayah
  • 6.
    Tanda & Gejala Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu.  Pada pemeriksaan fisik : Keadaan umum tampak lemah atau kesadaran menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan kecil, suhu badan normal atau meningkat.  Perdarahan pervaginam, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi  Rasa mulas atau keram perut di daerah atas simfisis, sering disertai nyeri pinggang akibat kontraksi uterus
  • 7.
    Diagnosis  Anamnesis 1. Adanyaamenore pada masa reproduksi. 2. Perdarahan pervaginam disertai jaringan hasil konsepsi. 3. Rasa sakit atau keram perut di daerah atas simpisis.  Pemeriksaan Fisik: Pemeriksaan panggul.  Pemeriksaan penunjang: 1. Pemeriksaan USG (Ultrasonografi). 2. Pemeriksaan darah 3. Pemeriksaan jaringan
  • 8.
    Obat  Obat penenang,(fenobarbital 3 x 30 mg)  Hematinik (sulfas ferosus 600 – 1.000 mg)  Ergometrin  Antibiotik (Penisilin prokain, ampisilin)
  • 9.
    Prognosis  Angka kejadianabortus sukar ditentukan karena abortus provokatus banyak yang tidak dilaporkan, kecuali bila sudah terjadi komplikasi.  Rata-rata terjadi 114 kasus abortus per jam. Sebagian besar studi menyatakan kejadian abortus spontan antara 15-20% dari semua kehamilan.  Kalu dikaji lebih jauh kejadian abortus sebenarnya bisa mendekati 50%. Hal ini dikarenakan tinginya angka chemical pregnancy loss yang tidak bisa diketahui pada 2-4 minggu setelah konsepsi.
  • 10.
  • 11.
    Kelompok 1 Kelas A3 1.Jufriyanto Tahir 2. Juhaisa 3. Julandari 4. Juliana 5. Jumardi 6. Juningsi Ekawati 7. Jusraningsih 8. Jawida 9. Juwilda Barmawi 10.Juwita Simon 11.Kadrianzah