Materi Dasar-dasar Jurnalistik
@nurudinwriter
“Pada suatu malam, beberapa orang tukang becak menemukan
bungkusan plastik berisi daging merah. Karena gembira mendapat rezeki
nomplok, mereka bersama-sama menggoreng daging itu; setelah
menaburkan garam dan sedikit bumbu. Goreng daging tercium gurih.
Mungkin karena terlalu banyak lemak, goreng daging itu mengecil. Mereka
heran melihat ada secuil kapas menempel. Tetapi setelah kapas dibuang,
mereka bersama-sama menikmati daging itu. Dengan lahap.
Mereka tertidur lelap di emperen warung, sampai pagi hari – ketika
seorang tak dikenal membangunkan mereka. Ia bertanya apakah ada di
antara abang-abang becak itu yang menemukan bungkusan plastik.
“Semalam, “kata orang itu, “Saya pulang dari rumah sakit. Saya singgah di
warung ini sebentar. Saya membawa potongan daging. Sebenarnya bukan
daging, tetapi kepingan tumor daging tumbuh. Saudara saya baru dioperasi
tadi malam.
Abang-abang becak itu terpana, “jadi, daging itu...!” Daging yang
menciut, kapas yang menempel, letupan-letupan gelembung yang keluar.
“Jadi daging itu...” Tiba-tiba, rasa mual menekan perut mereka. Tidak
tahan. Mereka semua muntah” (Rakhmat, 1992).
@nurudinwriter
 Pengembangan penulisan berita dari
5W+1H
 Penulisannya panjang lebar
 Berita berkisah
 Informasi lebih banyak ketimbang berita
biasa (hard news)
@nurudinwriter
 Keunggulan dari media cetak karena
kaya data dan kedalaman informasi
 Mengedepankan human interest
@nurudinwriter
Ciri Khas Feature
a. Mengandung segi human interest. Tulisan feature memberikan
penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah
emosi—menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Harus
mengandung segi human interest atau human touch—menyentuh
rasa manusiawi. Sebab, feature termasuk kategori soft news (berita
ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi. Berbeda
dengan hard news (berita keras), yang isinya mengacu kepada dan
pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran.
a. Mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya
menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah
cerpen atau novel—bacaan ringan dan menyenangkan—namun
tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature
pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita.
(Gabungan antara kaidah jurnalistik dengan kaidah sastra)
@nurudinwriter
Ciri-Ciri Feature
• Ungkapan kreatifitas penulis dalam memilih
sudut pandang
• Subjektivitas penulis untuk memasukkan emosi
dan pemikirannya.
• Informatif dan memberi kesadaran baru
mengenai suatu masalah
• Tidak mudah basi, tetap menarik meski
peristiwa lama.
• Tulisan lebih panjang (melakukan investigasi,
menemui banyak nara sumber)
@nurudinwriter
Unsur2 Penting Penulisan
Feature
 Deskripsi
 Fantasi
 Anekdot
@nurudinwriter
• Deskripsi: mampu menjelaskan masalah
secara gamblang dengan menggambarkan
scr fisik suatu objek secara rindi melalui
pengamatan panca indera. Gabungan
kecakapan penulisnya dalam
mengumpulkan berita reportase,
kemampuan observasi tinggi, pengetahuan
tentang manusia sesuai pengalaman
reportasenya dan kemampuan meramu
dan merangkai kata-kata ringkas dan
efektif
@nurudinwriter
 Fantasi: mampu membangkitkan
bayangan pembaca mengenai sebuah
fakta yang ditampilkan melalui penulisan
yang menarik
 Anekdot: menampilkan kutipan kisah
lucu sebagai penyegar, bisa kutipan
dialog, kutipan lagu, kutipan syair dll
@nurudinwriter
Pembagian Angle
Ada banyak sisi yang menarik untuk
menulis feature, tapi pertimbangkan:
a. Nilai human interest paling tinggi
b. Memiliki daya tarik besar
c. Data-datanya lengkap
d. Ada unsur kedekatan dengan pembaca
e. Mudah dilakukan
@nurudinwriter
Bentuk-bentuk Feature
• Feature berita lebih banyak mengandung unsur berita,
berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik
perhatian khalayak. Biasanya merupakan pengembangan
dari sebuah straight news.
Misalnya, menulis berita tentang buronnya Muhammad
Nazaruddin (mantan bendahara umum Partai Demokrat
dan anggota DPR-RI). Untuk menulis berita tersebut
yang kental unsur feature-nya, bisa cerita tentang fakta
seputar kasus dipecatnya Nazaruddin dari Partai
Demokrat karena dugaan keterlibatan Nazaruddin dalam
korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games. Mengapa
ia dituduh korupsi, berapa banyak duit yang dikorupsinya,
mengapa ia harus kabur ke Singapura, dan masih banyak
hal yang bisa ditulis.
@nurudinwriter
• Feature artikel  lebih cenderung segi sastra.
Biasanya dikembangkan dari sebuah berita
yang tidak aktual lagi atau berkurang
aktualitasnya.
• Misalnya, tulisan mengenai suatu keadaan
atau kejadian, seseorang, suatu hal, suatu
pemikiran, tentang ilmu pengetahuan, dan
lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan
(informasi) yang dikemas secara ringan dan
menghibur. Misalnya, menulis tentang kondisi
kaum muslimin di berbagai belahan dunia.
@nurudinwriter
Jenis-Jenis Feature
• (1) Feature human interest (langsung
sentuh keharuan, kegembiraan,
kejengkelan atau kebencian, simpati, dan
sebagainya).
• Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di
rumah sakit, kehidupan seorang petugas
kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan
seorang guru di daerah terpencil, suka-
duka menjadi dai di wilayah pedalaman,
atau kisah seorang penjahat yang dapat
menimbulkan kejengkelan.
@nurudinwriter
• (2) Feature pribadi-pribadi menarik atau
feature biografi.
• Misalnya, riwayat hidup seorang tokoh
yang meninggal, tentang seorang yang
berprestasi, atau seseorang yang memiliki
keunikan sehingga bernilai berita tinggi. Itu
sebabnya, Anda bisa menuliskan tentang
profil para pemimpin Islam di masa lalu,
misalnya. Atau Anda juga bisa cerita
tentang kisahnya al-Khawarizmi, ilmuwan
muslim yang menemukan angka nol.
@nurudinwriter
• (3) Feature perjalanan.
• Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di
luar negeri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang.
Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektivitas menonjol,
karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam
peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau
“kami” (sudut pandang—point of view—orang pertama).
Ambil contoh tentang perjalanan menunaikan ibadah haji.
Perjalanan ke tanah suci itu bisa Anda tuangkan dalam sebuah
tulisan bergaya feature yang menarik. Itu sebabnya,
disarankan untuk membawa buku catatan kecil untuk
menuliskan semua peristiwa yang dialami sebagai bahan
penulisan.
@nurudinwriter
 (4) Feature sejarah. Yaitu tulisan
tentang peristiwa masa lalu, misalnya
peristiwa Keruntuhan Khilafah
Islamiyah, sejarah tentang Istana al-
Hamra dan benteng Granada.
‘Melongok’ kejayaan Islam di masa lalu.
Sejarah tentang kekejaman tentara
Salib saat membantai kaum muslimin,
sejarah pertama kali Islam masuk ke
Indonesia dan sebagainya.
@nurudinwriter
 (5) Feature petunjuk praktis (tips), atau
mengajarkan keahlian—how to do it.
Misalnya tentang memasak, merangkai
bunga, membangun rumah, seni
mendidik anak, panduan memilih
perguruan tinggi, cara mengendarai
bajaj, teknik beternak bebek, seni
melobi calon mertua dan sebagainya.
@nurudinwriter
Lead Feature
 Lead menjadi daya tarik penting dalam
feature
 (a) Lead Berita biasa (baku, lugas,
singkat, tidak bertele-tele), (b) Lead
feature (perlu improvisasi kemampuan
berbahasa).
@nurudinwriter
Tujuan Lead Feature
 Menarik pembaca untuk mengikuti cerita
secara keseluruhan
 Sebagai jalan agar alur cerita menjadi
lancar
 Membuat pembaca tersentak
 Menggelitik rasa ingin tahu pembaca
 Mengaduk imajinasi pembaca
 Memberitahu pembaca tentang cerita
secara ringkas
@nurudinwriter
Jenis-Jenis Lead
@nurudinwriter
(1) Lead sebab akibat  
• Juga dikenal sebagai lead pasak. Lead ini
dimulai dengan apa yang menjadi pemicu dari
peristiwa yang diangkat.
Kalau saja guru dan teman-temannya tak terus
mencemooahnya sepanjang hari itu, Bunga,
siswa SD Negeri 1001 Jakarta itu mungkin
masih berkumpul bersama keluarganya. Pekan
lalu, ia mengiris sendiri urat nadi di pergelangan
tangannya dengan potongan kaca. Itu
dilakukannya di depan kelas sambil menangis
sesegukan.
@nurudinwriter
(2) Lead kontras atau
kontradiktif
• Sesuai namanya, lead ini menampilkan sudut yang
kontradiktif terkait peristiwa yang ditulis. Penulis
berupaya menyajikan ironi. Lead ini bisa sangat
luarbiasa jika ditulis dengan baik.
Ketika serombongan petugas menghancurkan
rumah petaknya di pinggiran Sungai Brantas, Sabtu
pagi itu, Sumarni hanya mampu menangis sambil
memeluk ketiga anaknya di seberang jalan di depan
sebuah rumah makan. Ia sungguh tak bisa mengerti.
Tangannya gemetar memegang resi pembayaran
PBB yang baru dilunasinya, pekan lalu.
@nurudinwriter
 (3) Lead pertanyaan
• Seperti namanya, lead ini dimulai dengan
kalimat bertanya atau kalimat retoris.
Masih adakah pintu maaf bagi Srimanu yang
dengan keji telah menyiksa anak dan istrinya
sendiri hingga maut menjemput mereka? Pria
separo baya yang kini terbaring sakit itu hanya
bisa terdiam. Kelopak matanya sembab.
"Bahkan pada Tuhan pun saya malu
memintanya," bisik Srimanu lirih, nyaris tak
terdengar.
@nurudinwriter
(4) Lead deskriptif
• Seperti namanya, rangkaian kalimat dalam lead
ini berisi penggambaran tentang suasana,
mimik, atau apa pun yang dianggap paling
menarik terkait peristiwa yang ditulis.
Parasnya pucat, tubuhnya kaku, tampak seperti
mayat. Hanya matanya yang berkedip. Ini
sudah hari kelima. Ia masih sadar. Sejak
gempa meluluh-lantakan Padang, Sabtu tengah
malam lalu, petugas belum juga berhasil
mengeluarkannya dari reruntuhan.
@nurudinwriter
(5) Lead figuratif
• Ini adalah jenis lead yang menggunakan
perumpamaan yang hiperbolis untuk
menggambarkan fragmen yang dicuplik.
Hampir sama dengan lead ini adalah lead
epigram atau ungkapan khas untuk
mengumpamakan sesuatu.
Bagai punguk merindukan bulan, penantian
Yanti (23) selama tiga tahun ini berakhir sia-
sia. Yanto (26), lelaki yang dinikahinya empat
tahun lalu, ternyata memilih tinggal di Malaysia
dan tak ingin kembali.
@nurudinwriter
 (6) Lead parodi
 Seperti namanya, lead ini mengambil
sebuah parodi dari fragmen peristiwa yang
dicuplik.
Saking sukanya pada warna putih, Jajang
(24) dituntut cerai oleh isterinya sendiri.
Sang isteri, Neneng (20), rupanya tak tahan
karena setiap hari harus mengenakan
busana serba putih oleh suaminya.
@nurudinwriter
 (7) Lead kutipan
 Lead ini menggunakan kutipan yang
dianggap paling menarik sebagai awal
kalimat.
"Mau bilang apa. Nasi sudah menjadi
bubur," sesal Tono yang sejak pekan
lalu terpasa meringkuk di sel tahanan
Mapolres Sumedang karena mencuri
sapi milik tetangganya.
@nurudinwriter
(8) Lead sapaan
 Lead ini menggunakan gaya bagasa
bertutur.
Sayang, pagi begitu dingin di Bukit
Manoreh. Seperti kemarin, wajahmu
selalu terbayang. Rindu seperti tak
bertepi.
Di benak Rudi, memang hanya ada
Sinta yang begitu dicintanya. Ia bahkan
tetap menanti, meski Sinta tak akan
pernah kembali.
@nurudinwriter
(9) Lead literer
 Lead ini menggunakan perumpamaan
untuk menjelaskan peristiwa yang
terjadi. Peristiwa yang dijadikan
perumamaan bisa saja fiktif, tapi bisa
juga peristiwa nyata yang dianggap satu
napas.
Kisah Sengkon dan Karta kembali
terulang. Polisi lagi-lagi salah tangkap.
kali ini terjadi di Kota Banjar.
@nurudinwriter
(10) Lead dialog
 Lead ini menggunakan cuplikan dialog
yang dianggap paling menarik.
"Berapa usiamu saat menikah?"
"Lupa, Pak Lurah. Saya baru saja kelas
lima SD saat Pak Ujang datang dan
menemui Bapak untuk melamar."
Ina, begitu nama pengantin cilik itu. Kini
ia tengah mengandung, anaknya yang
kelima.
@nurudinwriter
(11) Lead Kumulatif
• Lead ini sebenarnya masih termasuk lead deskriptif.
Namun, penulis tak memilih fragmen tertentu,
melainkan menuliskan rentetan peristiwa secara
berurut dan membawa pembaca pada antiklimaks
peristiwa.
Tak lama setelah memperoleh informasi itu, Anita
pun bergegas berlari ke lantai tiga. Dalam benaknya,
sesuatu telah terjadi. Yang terbayang adalah paras
anaknya yang menjerit meminta pertolongan. Tapi di
lantai tiga ternyata tak ada siapa pun. Hanya secarik
kertas berisi tulisan anaknya.
@nurudinwriter

9 penulisan feature

  • 1.
  • 2.
    “Pada suatu malam,beberapa orang tukang becak menemukan bungkusan plastik berisi daging merah. Karena gembira mendapat rezeki nomplok, mereka bersama-sama menggoreng daging itu; setelah menaburkan garam dan sedikit bumbu. Goreng daging tercium gurih. Mungkin karena terlalu banyak lemak, goreng daging itu mengecil. Mereka heran melihat ada secuil kapas menempel. Tetapi setelah kapas dibuang, mereka bersama-sama menikmati daging itu. Dengan lahap. Mereka tertidur lelap di emperen warung, sampai pagi hari – ketika seorang tak dikenal membangunkan mereka. Ia bertanya apakah ada di antara abang-abang becak itu yang menemukan bungkusan plastik. “Semalam, “kata orang itu, “Saya pulang dari rumah sakit. Saya singgah di warung ini sebentar. Saya membawa potongan daging. Sebenarnya bukan daging, tetapi kepingan tumor daging tumbuh. Saudara saya baru dioperasi tadi malam. Abang-abang becak itu terpana, “jadi, daging itu...!” Daging yang menciut, kapas yang menempel, letupan-letupan gelembung yang keluar. “Jadi daging itu...” Tiba-tiba, rasa mual menekan perut mereka. Tidak tahan. Mereka semua muntah” (Rakhmat, 1992). @nurudinwriter
  • 3.
     Pengembangan penulisanberita dari 5W+1H  Penulisannya panjang lebar  Berita berkisah  Informasi lebih banyak ketimbang berita biasa (hard news) @nurudinwriter
  • 4.
     Keunggulan darimedia cetak karena kaya data dan kedalaman informasi  Mengedepankan human interest @nurudinwriter
  • 5.
    Ciri Khas Feature a.Mengandung segi human interest. Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi—menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Harus mengandung segi human interest atau human touch—menyentuh rasa manusiawi. Sebab, feature termasuk kategori soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi. Berbeda dengan hard news (berita keras), yang isinya mengacu kepada dan pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran. a. Mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel—bacaan ringan dan menyenangkan—namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita. (Gabungan antara kaidah jurnalistik dengan kaidah sastra) @nurudinwriter
  • 6.
    Ciri-Ciri Feature • Ungkapankreatifitas penulis dalam memilih sudut pandang • Subjektivitas penulis untuk memasukkan emosi dan pemikirannya. • Informatif dan memberi kesadaran baru mengenai suatu masalah • Tidak mudah basi, tetap menarik meski peristiwa lama. • Tulisan lebih panjang (melakukan investigasi, menemui banyak nara sumber) @nurudinwriter
  • 7.
    Unsur2 Penting Penulisan Feature Deskripsi  Fantasi  Anekdot @nurudinwriter
  • 8.
    • Deskripsi: mampumenjelaskan masalah secara gamblang dengan menggambarkan scr fisik suatu objek secara rindi melalui pengamatan panca indera. Gabungan kecakapan penulisnya dalam mengumpulkan berita reportase, kemampuan observasi tinggi, pengetahuan tentang manusia sesuai pengalaman reportasenya dan kemampuan meramu dan merangkai kata-kata ringkas dan efektif @nurudinwriter
  • 9.
     Fantasi: mampumembangkitkan bayangan pembaca mengenai sebuah fakta yang ditampilkan melalui penulisan yang menarik  Anekdot: menampilkan kutipan kisah lucu sebagai penyegar, bisa kutipan dialog, kutipan lagu, kutipan syair dll @nurudinwriter
  • 10.
    Pembagian Angle Ada banyaksisi yang menarik untuk menulis feature, tapi pertimbangkan: a. Nilai human interest paling tinggi b. Memiliki daya tarik besar c. Data-datanya lengkap d. Ada unsur kedekatan dengan pembaca e. Mudah dilakukan @nurudinwriter
  • 11.
    Bentuk-bentuk Feature • Featureberita lebih banyak mengandung unsur berita, berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian khalayak. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight news. Misalnya, menulis berita tentang buronnya Muhammad Nazaruddin (mantan bendahara umum Partai Demokrat dan anggota DPR-RI). Untuk menulis berita tersebut yang kental unsur feature-nya, bisa cerita tentang fakta seputar kasus dipecatnya Nazaruddin dari Partai Demokrat karena dugaan keterlibatan Nazaruddin dalam korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games. Mengapa ia dituduh korupsi, berapa banyak duit yang dikorupsinya, mengapa ia harus kabur ke Singapura, dan masih banyak hal yang bisa ditulis. @nurudinwriter
  • 12.
    • Feature artikel lebih cenderung segi sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak aktual lagi atau berkurang aktualitasnya. • Misalnya, tulisan mengenai suatu keadaan atau kejadian, seseorang, suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan, dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur. Misalnya, menulis tentang kondisi kaum muslimin di berbagai belahan dunia. @nurudinwriter
  • 13.
    Jenis-Jenis Feature • (1)Feature human interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya). • Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka- duka menjadi dai di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan kejengkelan. @nurudinwriter
  • 14.
    • (2) Featurepribadi-pribadi menarik atau feature biografi. • Misalnya, riwayat hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi. Itu sebabnya, Anda bisa menuliskan tentang profil para pemimpin Islam di masa lalu, misalnya. Atau Anda juga bisa cerita tentang kisahnya al-Khawarizmi, ilmuwan muslim yang menemukan angka nol. @nurudinwriter
  • 15.
    • (3) Featureperjalanan. • Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negeri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau “kami” (sudut pandang—point of view—orang pertama). Ambil contoh tentang perjalanan menunaikan ibadah haji. Perjalanan ke tanah suci itu bisa Anda tuangkan dalam sebuah tulisan bergaya feature yang menarik. Itu sebabnya, disarankan untuk membawa buku catatan kecil untuk menuliskan semua peristiwa yang dialami sebagai bahan penulisan. @nurudinwriter
  • 16.
     (4) Featuresejarah. Yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa Keruntuhan Khilafah Islamiyah, sejarah tentang Istana al- Hamra dan benteng Granada. ‘Melongok’ kejayaan Islam di masa lalu. Sejarah tentang kekejaman tentara Salib saat membantai kaum muslimin, sejarah pertama kali Islam masuk ke Indonesia dan sebagainya. @nurudinwriter
  • 17.
     (5) Featurepetunjuk praktis (tips), atau mengajarkan keahlian—how to do it. Misalnya tentang memasak, merangkai bunga, membangun rumah, seni mendidik anak, panduan memilih perguruan tinggi, cara mengendarai bajaj, teknik beternak bebek, seni melobi calon mertua dan sebagainya. @nurudinwriter
  • 18.
    Lead Feature  Leadmenjadi daya tarik penting dalam feature  (a) Lead Berita biasa (baku, lugas, singkat, tidak bertele-tele), (b) Lead feature (perlu improvisasi kemampuan berbahasa). @nurudinwriter
  • 19.
    Tujuan Lead Feature Menarik pembaca untuk mengikuti cerita secara keseluruhan  Sebagai jalan agar alur cerita menjadi lancar  Membuat pembaca tersentak  Menggelitik rasa ingin tahu pembaca  Mengaduk imajinasi pembaca  Memberitahu pembaca tentang cerita secara ringkas @nurudinwriter
  • 20.
  • 21.
    (1) Lead sebabakibat   • Juga dikenal sebagai lead pasak. Lead ini dimulai dengan apa yang menjadi pemicu dari peristiwa yang diangkat. Kalau saja guru dan teman-temannya tak terus mencemooahnya sepanjang hari itu, Bunga, siswa SD Negeri 1001 Jakarta itu mungkin masih berkumpul bersama keluarganya. Pekan lalu, ia mengiris sendiri urat nadi di pergelangan tangannya dengan potongan kaca. Itu dilakukannya di depan kelas sambil menangis sesegukan. @nurudinwriter
  • 22.
    (2) Lead kontrasatau kontradiktif • Sesuai namanya, lead ini menampilkan sudut yang kontradiktif terkait peristiwa yang ditulis. Penulis berupaya menyajikan ironi. Lead ini bisa sangat luarbiasa jika ditulis dengan baik. Ketika serombongan petugas menghancurkan rumah petaknya di pinggiran Sungai Brantas, Sabtu pagi itu, Sumarni hanya mampu menangis sambil memeluk ketiga anaknya di seberang jalan di depan sebuah rumah makan. Ia sungguh tak bisa mengerti. Tangannya gemetar memegang resi pembayaran PBB yang baru dilunasinya, pekan lalu. @nurudinwriter
  • 23.
     (3) Lead pertanyaan •Seperti namanya, lead ini dimulai dengan kalimat bertanya atau kalimat retoris. Masih adakah pintu maaf bagi Srimanu yang dengan keji telah menyiksa anak dan istrinya sendiri hingga maut menjemput mereka? Pria separo baya yang kini terbaring sakit itu hanya bisa terdiam. Kelopak matanya sembab. "Bahkan pada Tuhan pun saya malu memintanya," bisik Srimanu lirih, nyaris tak terdengar. @nurudinwriter
  • 24.
    (4) Lead deskriptif •Seperti namanya, rangkaian kalimat dalam lead ini berisi penggambaran tentang suasana, mimik, atau apa pun yang dianggap paling menarik terkait peristiwa yang ditulis. Parasnya pucat, tubuhnya kaku, tampak seperti mayat. Hanya matanya yang berkedip. Ini sudah hari kelima. Ia masih sadar. Sejak gempa meluluh-lantakan Padang, Sabtu tengah malam lalu, petugas belum juga berhasil mengeluarkannya dari reruntuhan. @nurudinwriter
  • 25.
    (5) Lead figuratif •Ini adalah jenis lead yang menggunakan perumpamaan yang hiperbolis untuk menggambarkan fragmen yang dicuplik. Hampir sama dengan lead ini adalah lead epigram atau ungkapan khas untuk mengumpamakan sesuatu. Bagai punguk merindukan bulan, penantian Yanti (23) selama tiga tahun ini berakhir sia- sia. Yanto (26), lelaki yang dinikahinya empat tahun lalu, ternyata memilih tinggal di Malaysia dan tak ingin kembali. @nurudinwriter
  • 26.
     (6) Lead parodi Seperti namanya, lead ini mengambil sebuah parodi dari fragmen peristiwa yang dicuplik. Saking sukanya pada warna putih, Jajang (24) dituntut cerai oleh isterinya sendiri. Sang isteri, Neneng (20), rupanya tak tahan karena setiap hari harus mengenakan busana serba putih oleh suaminya. @nurudinwriter
  • 27.
     (7) Lead kutipan Lead ini menggunakan kutipan yang dianggap paling menarik sebagai awal kalimat. "Mau bilang apa. Nasi sudah menjadi bubur," sesal Tono yang sejak pekan lalu terpasa meringkuk di sel tahanan Mapolres Sumedang karena mencuri sapi milik tetangganya. @nurudinwriter
  • 28.
    (8) Lead sapaan Lead ini menggunakan gaya bagasa bertutur. Sayang, pagi begitu dingin di Bukit Manoreh. Seperti kemarin, wajahmu selalu terbayang. Rindu seperti tak bertepi. Di benak Rudi, memang hanya ada Sinta yang begitu dicintanya. Ia bahkan tetap menanti, meski Sinta tak akan pernah kembali. @nurudinwriter
  • 29.
    (9) Lead literer Lead ini menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi. Peristiwa yang dijadikan perumamaan bisa saja fiktif, tapi bisa juga peristiwa nyata yang dianggap satu napas. Kisah Sengkon dan Karta kembali terulang. Polisi lagi-lagi salah tangkap. kali ini terjadi di Kota Banjar. @nurudinwriter
  • 30.
    (10) Lead dialog Lead ini menggunakan cuplikan dialog yang dianggap paling menarik. "Berapa usiamu saat menikah?" "Lupa, Pak Lurah. Saya baru saja kelas lima SD saat Pak Ujang datang dan menemui Bapak untuk melamar." Ina, begitu nama pengantin cilik itu. Kini ia tengah mengandung, anaknya yang kelima. @nurudinwriter
  • 31.
    (11) Lead Kumulatif •Lead ini sebenarnya masih termasuk lead deskriptif. Namun, penulis tak memilih fragmen tertentu, melainkan menuliskan rentetan peristiwa secara berurut dan membawa pembaca pada antiklimaks peristiwa. Tak lama setelah memperoleh informasi itu, Anita pun bergegas berlari ke lantai tiga. Dalam benaknya, sesuatu telah terjadi. Yang terbayang adalah paras anaknya yang menjerit meminta pertolongan. Tapi di lantai tiga ternyata tak ada siapa pun. Hanya secarik kertas berisi tulisan anaknya. @nurudinwriter