JOBSHEET OVERHAUL ALTERNATOR DAN REGULATOR 
A. TUJUAN 
 Mempelajari bagaimana meng-overhaul alternator dan regulator. 
B. PERSIAPAN ALAT & BAHAN 
 Repair manual (untuk model yang digunakan pada training) 
 SST 09216 – 00020 Belt tension gauge 
 SST 09216 – 00030 Belt tension gauge cable 
 SST 09285 – 76010 Injection pump camshaft bearing cone (Untuk melepas rotor 
rear bearing) 
 SST 09286 – 46011 Injection pump spline shaft puller (Untuk melepas rear 
bearing) 
 SST 09608 – 20012 Front Hub & Drive pinion bearing tool set (Untuk melepas 
alternator rear bearing) 
 SST 09820 – 63010 Alternator pulley set nut wrench set (Hanya untuk compact 
alternator) 
 SST 09820 – 00021 Alternator rear bearing puller (Hanya untuk compact 
alternator) 
 Solder listrik 
 Circuit tester (volt-ohmmeter, multi-meter) 
 Vernier calipers 32,5 mm (1,280 in) 
 Kunci momen 1,125 kg-cm (29 ft-lb, 110 N-m) 
 High-temperature grease 
C. KESELAMATAN KERJA 
.................................................................................................................................... 
.................................................................................................................................... 
.................................................................................................................................... 
.................................................................................................................................... 
....................................................................................................................................
D. LANGKAH KERJA 
D.1. PEMERIKSAAN PENDAHULUAN 
Sebelum membongkar alternator, lakukan pemeriksaan pendahuluan sebagai berikut. 
Hasil pemeriksaan pendahuluan ini akan terbukti membantu pada saat memeriksa 
komponen satu persatu. 
1. TEST SUARA YANG TIDAK NORMAL 
a. Putar alternator dengan tangan, periksa bahwa putarannya halus dan dengarkan 
suara-suara yang tidak normal. 
b. Alternator mempunyai bantalan-bantalan (bearing) di dalamnya, bila bearing 
tersebut rusak, maka putarannya tidak akan halus dan akan terdengar suara-suara 
yang tidak normal. Anda dapat juga merasakan sikat-sikat dan slip yang 
rusak dengan jalan memutarkan alternator. 
c. Test semacam ini harus dilakukan juga setelah merakit alternator untuk 
memastikan bahwa pemasangannya tepat.
2. TEST HUBUNGAN (CONTINUTY TEST) 
Circuit tester menggunakan baterai kering. Arus yang mengalir sangat kecil pada 
saat tester probe berhubungan dengan sirkuit yang di test, dan harga tahanan 
sirkuit dapat diukur oleh arus yang mengalir ini. 
3. SHORT CIRCUIT TEST PADA RECTIFIER SISI NEGATIF 
a. Dengan pemeriksaan hubungan antara terminal N dengan terminal E alternator, 
akan dapat ditemukan apakah pada diode negatif terjadi hubungan singkat atau 
tidak. 
b. Circuit tester menggunakan baterai kering. Arus yang sangat kecil akan mengalir 
pada saat tester probe berhubungan dengan sirkuit yang ditest dan harga tahanan 
sirkuit akan terukur oleh besarnya arus yang mengalir ini. 
c. Bila kedua test probe berhubungan dengan terminal N dan E alternator, maka 
jarum tester mungkin bergerak atau tidak tergantung pada ada dan tidaknya arus 
baterai yang mengalir.
d. Terminal positif dari tester dihubungkan pada probe negatif dan terminal negatif 
dari tester dihubungkan ke probe positif. Oleh karena itu, pada saat probe positif 
menyentuh terminal N dan probe negatif menyentuh terminal E, akan ada aliran 
arus baterai dan jarum akan bergerak ke nol, bila ada hubungan pada semua 
diode sisi negatif. 
CATATAN : Besarnya arus, tahanan diode akan berubah-ubah tergantung pada 
pemilihan skala circuit tester. Oleh karena itu, sulit untuk mengatakan 
apakah semi konduktor seperti diode baik atau tidaknya bila hanya dengan 
harga tahanan saja. 
e. Sebaliknya, bila pada diode sisi negatif tidak ada hubungan, tidak akan ada arus 
baterai yang mengalir pada saat probe negatif disentuhkan dengan terminal N dan 
probe positif dengan terminal E. Bila jarum tester bergerak, ini b erarti ada arus 
yang mengalir, berarti satu diode atau lebih pada sisi negatifnya hubung singkat. 
f. Bila diode keadaannya normal, arus akan mengalir hanya pada satu arah. Bila 
arus mengalir pada kedua arah, ini berarti diode rusak atau disebut hubungan 
singkat. Dalam hal lain bila arus tidak mengalir pada kedua arah, disebut bahwa 
sirkuitnya terbuka.
4. SHORT CIRCUIT TEST PADA RECEIFER SISI POSITIF 
a. Anda dapat menemukannya bila terdapat hubungan singkat pada diode sisi positif 
dengan jalan menmeriksa hubungan alternator antara terminal N dan B alternator. 
Bila semua diode pada sisi positif keadaannya normal, maka jarum tester tidak 
akan bergerak bila probe negatif dihubungkan ke terminal B dan probe positif 
dengan terminal N. Bila jarum bergerak, berarti ada hubungan, dan menunjukkan 
bahwa pada diode sisi positif ada hubungan singkat. 
b. Bila probe positif dihubungkan pada terminal B dan probe negatif ke terminal N, 
maka arus bateria akan mengalir dan jarum tester akan bergerak ke nol pada 
kondisi normal. Dengan kata lain, akan ada hubungan antara terminal B dan N. 
c. Akan tetapi, bila terdapat sirkuit yang terbuka pada seluruh diode sisi positif 
(meskipun ini jarang terjadi), maka jarum tester tidak akan bergerak bila probe 
dihubungkan ke terminal tersebut. Dalam hal ini, lampu charge akan mati sesaat 
setelah mesin hidup tetapi baterai tidak akan terisi karena tidak ada arus output 
dari terminal B alternator. 
5. TEST TAHANAN ROTOR COIL 
a. Dengan memeriksa hubungan alternator antara terminal F dan E dapat ditemukan 
apakah sirkuit rotor coil terbuka atau tidak, atau baik dan tidaknya kontak antara 
sikat-sikat dengan slip ring.
b. Karena arus field (field current) untuk rotor coil mengalir pada sirkuit antara 
terminal F dan E, maka harus ada hubungan antara kedua terminal ini dan harga 
tahanannya harus sekitar 4 ohm. 
c. Bila tidak ada hubungan, berarti pada rotor coil ada sirkuit yang terbuka atau 
kontak antara sikat-sikat dengan slip ring tidak baik. 
d. Pada test ini probe positif dan negatif dapat disentuhkan dengan salah satu 
terminal F dan E. Dengan kata lain, karena rotor coil bukan semikonduktor, arus 
baterai dari tester akan mengalir pada kedua arah.
D.2. ALTERNATOR (Tipe Konvensional) 
1. KOMPONEN-KOMPONEN 
BAGIAN UTAMA DALAM MENG-OVERHAUL ALTERNATOR 
2. MEMBONGKAR ALTERNATOR 
a. LEPASKAN DRIVE END FRAME 
DAN ROTOR ASSEMBLY DARI 
STATOR 
1) Lepaskan ketiga baut pengikat 
(three through screw). 
2) Dengan menggunakan obeng, 
congkel end frame dan lepaskan 
bersama-sama rotor. 
PERHATIAN : Jangan mencongkel kawal 
kumparan. 
b. LEPASKAN RECTIFIER HOLDER 
Pegang rectifier terminal dengan 
tang runcing dan lepaskan timah 
soldernya. 
PERHATIAN : Lindungi rectifier dari 
panas karena rectifier sangat peka 
terhadap panas, gunakan selalu tang 
runcing untuk melindunginya seperti
terlihat pada gambar. Dan juga lakukan 
penyolderan secepat mungkin untuk 
menghindari panas yang berlebihan. 
3. PEMERIKSAAN ALTERNATOR 
3.1. Rotor 
a. PERIKSA ROTOR 
KEMUNGKINAN ADA SIRKUIT 
YANG TERBUKA 
1) Dengan menggunakan ohmmeter, 
periksa bahwa antara slip ring ada 
hubungan. 
2) Tahanan standar (dingin) 
Tanpa IC regulator : 3,9 – 4,1 Ω 
Dengan IC regulator : 2,8 – 3,0 Ω 
 Hasil pemeriksaan : .................... 
 Kesimpulan : .............................. 
3) Bila tidak ada hubungan, maka 
gantilah rotor. 
b. PERIKSA APAKAH ROTOR 
BERHUBUNGAN DENGAN MASA 
Dengan menggunakan ohmmeter, 
periksa bahwa antara slip ring 
dengan rotor tidak ada hubungan. 
Bila ada hubungan, maka gantilah 
rotor. 
c. PERIKSA SLIP RING 
1) Periksa bahwa slip ring tidak kasar 
atau retak. 
 Bila kasar atau retak, maka gantilah 
rotor. 
2) Dengan menggunakan kaliper, ukur 
diameter slip ring. 
 Diameter standar : 32,3 – 32,5 
mm (1,272 – 1,280 in) 
 Diameter minimum : 32,1 mm 
(1,264 in) 
 Hasil pemeriksaan : .................... 
 Kesimpulan : .............................. 
3) Bila diameternya di bawah 
minimum, maka gantilah rotor.
3.2. Stator 
a. PERIKSA SIRKUIT YANG 
TERBUKA PADA STATOR 
1) Dengan menggunakan ohmmeter, 
periksa bahwa antara kawat 
kumparan terdapat hubungan. 
2) Bila tidak ada hubungan, maka 
gantilah stator. 
b. PERIKSA APAKAH STATOR 
BERHUBUNGAN DENGAN MASA 
1) Dengan menggunakan ohmmeter, 
periksa bahwa antara kawat 
kumparan dengan stator core tidak 
ada hubungan. 
2) Bila ada hubungan, maka gantilah 
stator. 
3.3. Sikat-Sikat 
a. UKUR PANJANG SIKAT 
TERPASANG 
1) Dengan menggunakan mistar, 
ukurlah panjang sikat terpasang. 
2) Panjang standar 
Tanpa IC regulator : 12,5 mm 
(0,492 in) 
Dengan IC regulator : 16,5 mm 
(0,650 in) 
3) Panjang minimum : 5,5 mm 
(0,217 in) 
 Hasil pemeriksaan : .................... 
 Kesimpulan : .............................. 
4) Bila panjangnya di bawah 
minimum, ganti sikat-sikatnya. 
b. BILA PERLU, GANTI SIKAT-SIKATNYA 
1) Buka soldernya dan lepaskan sikat 
dengan pegasnya.
2) Masukkan kawat sikat ke dalam 
pegasnya. 
3) Pasang sikat pada brush holder. 
4) Solderlah kawat sikat pada holder 
dengan panjang sikat yang keluar 
seperti ketentuan. 
 Panjang yang keluar : 
Tanpa IC regulator : 12,5 mm 
(0,492 in) 
Dengan IC regulator : 16,5 mm 
(0,650 in) 
 Hasil pemeriksaan : .................... 
 Kesimpulan : .............................. 
5) Periksa bahwa sikat dapat bergerak 
dengan lembut di dalam holder. 
6) Potong kelebihan kawatnya. 
3.4. Rectifier (Rectifier Holder) 
a. PERIKSA RECTIFIER POSITIF 
1) Dengan menggunakan ohmmeter, 
hubungkan salah satu test probe 
pada tiap terminal rectifier dan 
yang lainnya dengan terminal 
positif. 
2) Balikkan polaritas probe dan ulangi 
langkah (a). 
3) Periksa bahwa salah satu 
menunjukkan adanya hubungan 
dan yang lain tidak. 
 Bila tidak ada hubungan seperti 
yang ditentukan, gantilah rectifier 
holder. 
b. PERIKSA RECTIFIER NEGATIF 
1) Dengan menggunakan ohmmeter, 
hubungkan salah satu test probe 
pada tiap terminal rectifier dan 
yang lainnya ke terminal negatif. 
2) Balikkan polaritas test probe dan 
ulangi langkah (a). 
3) Periksa bahwa yang satu 
menunjukkan hubungan dan yang
lainnya tidak. 
 Bila hubungan tidak seperti yang 
ditentukan, maka gantilah rectifier 
holder. 
3.5. Bantalan-Bantalan 
a. PERIKSA REAR BEARING 
Periksa bahwa bearing tidak kasar 
atau aus. 
b. BILA PERLU, GANTI REAR 
BEARING 
1) Dengan SST, lepas bearing 
 SST 09286-46011 
2) Dengan menggunakan press, 
pasanglah bearing.
4. MERAKIT ALTERNATOR 
a. PASANG RECTIFIER HOLDER 
PADA STATOR 
Pasang terminal rectifier dengan 
tang runcing (needle-nose plier) 
selama menyolder kawatnya. 
PERHATIAN : Lindungi rectifier dari 
panas. 
b. RAKIT DRIVE END FRAME 
DENGAN RECTIFIER END 
FRAME 
1) Bengkokkan kawat rectifier untuk 
membebaskan rotor. 
2) Dengan menggunakan curved tool, 
tekan sikat-sikat sedalam mungkin 
dan tahan pada posisi tersebut 
dengan memasukkan kawat ke 
lubang rectifier dalam rectifier end 
frame. 
3) Rakit drive end frame dengan 
rectifier end frame dengan 
memasukkan rear bearing pada 
rotor shaft ke dalam rectifier end 
frame. 
4) Pasang ketiga baut pengikat 
(through screw). 
5) Lepaskan kawat yang menahan 
siakt-sikat.
6) Periksa bahwa rotor dapat berputar 
dengan lembut. 
7) Tutuplah lubang pada rectifier end 
frame. 
D.2. ALTERNATOR (Tipe Hi-Speed compact) 
1. KOMPONEN-KOMPONEN 
Di sini akan kita diskusikan hanya bagian-bagian prosedur yang berbeda dari tipe 
alternatof konvensional. 
2. MEMBONGKAR ALTERNATOR 
a. LEPASKAN PULLEY 
1) Tahan SST (A) dengan kunci 
momen dan keraskan SST (B) ke 
kanan dengan momen yang 
ditentukan. 
 SST 09820-63050 
 Momen : 400 kg-cm (29 ft lb, 39 
N-m) 
2) Periksa bahwa SST (A) terikat kuat 
pada rotor shaft.
3) Seperti di tunjukkan dalam gambar, 
ikatkan SST (A) pada ragum dan 
pasangkan alternator ke SST (C). 
4) Untuk melonggarkan mur pulley, 
putar SST (A) dengan arah seperti 
terlihat dalam gambar. 
PERHATIAN : Untuk mencegah rotor 
shaft tidak rusak, jangan kendorkan mur 
pulley lebih dari satu setengah putaran. 
5) Lepaskan alternator dari SST (C). 
6) Putar SST (B) dan lepaskan SST 
(A) dan (B). 
7) Lepaskan mur puli dan puli. 
3. PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN ALTERNATOR 
3.1. Rotor, Stator & Rectifier 
Pemeriksaan rotor, stator dan rectifier dengan cara yang sama seperti pada 
alternatif tanpa IC regulator. 
3.2. Sikat-Sikat 
a. UKUR PANJANG SIKAT 
TERPASANG 
 Dengan menggunakan mistar, ukur 
panjang sikat terpasang. 
 Panjang standar : 10,5 mm (0,413 
in) 
 Panjang minimum : 4,5 mm 
(0,177 in) 
 Hasil pemeriksaan : .................... 
 Kesimpulan : .............................. 
 Bila panjang sikat di bawah 
minimum, maka gantilah sikat. 
b. BILA PERLU, GANTI SIKAT 
1) Lepaskan solder dan lepaskan sikat 
(brush) dengan pegasnya. 
2) Masukkan kawat/kabel sikat ke 
dalam lubang brush holder, dan 
masukkan pegas dengan sikat 
(brush) ke dalam brush. 
3) Solderkan kawat sikat pada brush 
holder dengan panjang sikat yang 
keluar sesuai dengan ketentuan. 
 Panjang sikat terpasang : 10,5 
mm (0,413 in)
 Hasil pemeriksaan : .................... 
 Kesimpulan : .............................. 
4) Periksa bahwa sikat harus dapat 
bergerak dengan lembut di dalam 
brush holder. 
5) Potong kelebihan kawat. 
6) Berikan cat isolasi pada bagian titik 
yang telah solder. 
3.3. Bantalan-Bantalan 
a. PERIKSA BANTALAN 
BELAKANG (REAR BEARING) 
Periksa bahwa bearing tidak kasar 
atau aus. 
b. BILA PERLU, GANTI BEARING 
1) Dengan menggunakan SST, 
lepaskan bearing dan bearing 
cover. 
 SST 0982-00020 
PERHATIAN : Berhati-hati agar tidak 
merusak kipas. 
2) Dengan menggunakan SST dan 
sebuah press, pasangkan bearing 
dan bearing cover. 
 SST 09285-76010 
4. MERAKIT ALTERNATOR 
a. PASANGKAN PULI 
1) Pasangkan puli (pulley) pada rotor 
shaft dengan jalan mengikatkan 
mur puli dengan tangan. 
2) Tahan SST (A) dengan kunci 
momen dan keraskan SST (B) ke 
kanan dengan momen seperti yang 
ditentukan. 
 SST 09820-63010 
 Momen : 400 kg-cm (29 ft-lb, 37 
N-m) 
3) Periksa bahwa SST (A) terikat
dengan baik pada pulley shaft. 
4) Seperti terlihat dalam gambar, 
ikatkan SST (C) pada ragum dan 
pasangkan alternator pada SST 
(C). 
5) Untuk mengeraskan mur puli, putar 
SST (A) dengan arah seperti 
terlihat dalam gambar. 
 Momen : 1,125 kg-cm (81 ft-lb, 
110 N-m) 
6) Lepaskan alternator dari SST (C). 
7) Putar SST (B) dan lepaskan SST 
(A) dan (B). 
b. PASANGKAN BRUSH HOLDER 
DAN IC REGULATOR 
1) Pasangkan brush holder cover 
pada brush holder. 
2) Pasangkan IC regulator bersama-sama 
brush holder seperti terlihat 
pada gambar. 
3) Pasangkan kelima sekerupnya. 
4) Periksa bahwa celah (clearance) 
antara brush holder dengan 
konektor adalah 1 mm (0,04 in) 
atau lebih. 
5) Pasangkan brush holder cover 
pada rear end frame.

Jobsheet Overhaul Alternator Dan Regulator

  • 1.
    JOBSHEET OVERHAUL ALTERNATORDAN REGULATOR A. TUJUAN  Mempelajari bagaimana meng-overhaul alternator dan regulator. B. PERSIAPAN ALAT & BAHAN  Repair manual (untuk model yang digunakan pada training)  SST 09216 – 00020 Belt tension gauge  SST 09216 – 00030 Belt tension gauge cable  SST 09285 – 76010 Injection pump camshaft bearing cone (Untuk melepas rotor rear bearing)  SST 09286 – 46011 Injection pump spline shaft puller (Untuk melepas rear bearing)  SST 09608 – 20012 Front Hub & Drive pinion bearing tool set (Untuk melepas alternator rear bearing)  SST 09820 – 63010 Alternator pulley set nut wrench set (Hanya untuk compact alternator)  SST 09820 – 00021 Alternator rear bearing puller (Hanya untuk compact alternator)  Solder listrik  Circuit tester (volt-ohmmeter, multi-meter)  Vernier calipers 32,5 mm (1,280 in)  Kunci momen 1,125 kg-cm (29 ft-lb, 110 N-m)  High-temperature grease C. KESELAMATAN KERJA .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................
  • 2.
    D. LANGKAH KERJA D.1. PEMERIKSAAN PENDAHULUAN Sebelum membongkar alternator, lakukan pemeriksaan pendahuluan sebagai berikut. Hasil pemeriksaan pendahuluan ini akan terbukti membantu pada saat memeriksa komponen satu persatu. 1. TEST SUARA YANG TIDAK NORMAL a. Putar alternator dengan tangan, periksa bahwa putarannya halus dan dengarkan suara-suara yang tidak normal. b. Alternator mempunyai bantalan-bantalan (bearing) di dalamnya, bila bearing tersebut rusak, maka putarannya tidak akan halus dan akan terdengar suara-suara yang tidak normal. Anda dapat juga merasakan sikat-sikat dan slip yang rusak dengan jalan memutarkan alternator. c. Test semacam ini harus dilakukan juga setelah merakit alternator untuk memastikan bahwa pemasangannya tepat.
  • 3.
    2. TEST HUBUNGAN(CONTINUTY TEST) Circuit tester menggunakan baterai kering. Arus yang mengalir sangat kecil pada saat tester probe berhubungan dengan sirkuit yang di test, dan harga tahanan sirkuit dapat diukur oleh arus yang mengalir ini. 3. SHORT CIRCUIT TEST PADA RECTIFIER SISI NEGATIF a. Dengan pemeriksaan hubungan antara terminal N dengan terminal E alternator, akan dapat ditemukan apakah pada diode negatif terjadi hubungan singkat atau tidak. b. Circuit tester menggunakan baterai kering. Arus yang sangat kecil akan mengalir pada saat tester probe berhubungan dengan sirkuit yang ditest dan harga tahanan sirkuit akan terukur oleh besarnya arus yang mengalir ini. c. Bila kedua test probe berhubungan dengan terminal N dan E alternator, maka jarum tester mungkin bergerak atau tidak tergantung pada ada dan tidaknya arus baterai yang mengalir.
  • 4.
    d. Terminal positifdari tester dihubungkan pada probe negatif dan terminal negatif dari tester dihubungkan ke probe positif. Oleh karena itu, pada saat probe positif menyentuh terminal N dan probe negatif menyentuh terminal E, akan ada aliran arus baterai dan jarum akan bergerak ke nol, bila ada hubungan pada semua diode sisi negatif. CATATAN : Besarnya arus, tahanan diode akan berubah-ubah tergantung pada pemilihan skala circuit tester. Oleh karena itu, sulit untuk mengatakan apakah semi konduktor seperti diode baik atau tidaknya bila hanya dengan harga tahanan saja. e. Sebaliknya, bila pada diode sisi negatif tidak ada hubungan, tidak akan ada arus baterai yang mengalir pada saat probe negatif disentuhkan dengan terminal N dan probe positif dengan terminal E. Bila jarum tester bergerak, ini b erarti ada arus yang mengalir, berarti satu diode atau lebih pada sisi negatifnya hubung singkat. f. Bila diode keadaannya normal, arus akan mengalir hanya pada satu arah. Bila arus mengalir pada kedua arah, ini berarti diode rusak atau disebut hubungan singkat. Dalam hal lain bila arus tidak mengalir pada kedua arah, disebut bahwa sirkuitnya terbuka.
  • 5.
    4. SHORT CIRCUITTEST PADA RECEIFER SISI POSITIF a. Anda dapat menemukannya bila terdapat hubungan singkat pada diode sisi positif dengan jalan menmeriksa hubungan alternator antara terminal N dan B alternator. Bila semua diode pada sisi positif keadaannya normal, maka jarum tester tidak akan bergerak bila probe negatif dihubungkan ke terminal B dan probe positif dengan terminal N. Bila jarum bergerak, berarti ada hubungan, dan menunjukkan bahwa pada diode sisi positif ada hubungan singkat. b. Bila probe positif dihubungkan pada terminal B dan probe negatif ke terminal N, maka arus bateria akan mengalir dan jarum tester akan bergerak ke nol pada kondisi normal. Dengan kata lain, akan ada hubungan antara terminal B dan N. c. Akan tetapi, bila terdapat sirkuit yang terbuka pada seluruh diode sisi positif (meskipun ini jarang terjadi), maka jarum tester tidak akan bergerak bila probe dihubungkan ke terminal tersebut. Dalam hal ini, lampu charge akan mati sesaat setelah mesin hidup tetapi baterai tidak akan terisi karena tidak ada arus output dari terminal B alternator. 5. TEST TAHANAN ROTOR COIL a. Dengan memeriksa hubungan alternator antara terminal F dan E dapat ditemukan apakah sirkuit rotor coil terbuka atau tidak, atau baik dan tidaknya kontak antara sikat-sikat dengan slip ring.
  • 6.
    b. Karena arusfield (field current) untuk rotor coil mengalir pada sirkuit antara terminal F dan E, maka harus ada hubungan antara kedua terminal ini dan harga tahanannya harus sekitar 4 ohm. c. Bila tidak ada hubungan, berarti pada rotor coil ada sirkuit yang terbuka atau kontak antara sikat-sikat dengan slip ring tidak baik. d. Pada test ini probe positif dan negatif dapat disentuhkan dengan salah satu terminal F dan E. Dengan kata lain, karena rotor coil bukan semikonduktor, arus baterai dari tester akan mengalir pada kedua arah.
  • 7.
    D.2. ALTERNATOR (TipeKonvensional) 1. KOMPONEN-KOMPONEN BAGIAN UTAMA DALAM MENG-OVERHAUL ALTERNATOR 2. MEMBONGKAR ALTERNATOR a. LEPASKAN DRIVE END FRAME DAN ROTOR ASSEMBLY DARI STATOR 1) Lepaskan ketiga baut pengikat (three through screw). 2) Dengan menggunakan obeng, congkel end frame dan lepaskan bersama-sama rotor. PERHATIAN : Jangan mencongkel kawal kumparan. b. LEPASKAN RECTIFIER HOLDER Pegang rectifier terminal dengan tang runcing dan lepaskan timah soldernya. PERHATIAN : Lindungi rectifier dari panas karena rectifier sangat peka terhadap panas, gunakan selalu tang runcing untuk melindunginya seperti
  • 8.
    terlihat pada gambar.Dan juga lakukan penyolderan secepat mungkin untuk menghindari panas yang berlebihan. 3. PEMERIKSAAN ALTERNATOR 3.1. Rotor a. PERIKSA ROTOR KEMUNGKINAN ADA SIRKUIT YANG TERBUKA 1) Dengan menggunakan ohmmeter, periksa bahwa antara slip ring ada hubungan. 2) Tahanan standar (dingin) Tanpa IC regulator : 3,9 – 4,1 Ω Dengan IC regulator : 2,8 – 3,0 Ω  Hasil pemeriksaan : ....................  Kesimpulan : .............................. 3) Bila tidak ada hubungan, maka gantilah rotor. b. PERIKSA APAKAH ROTOR BERHUBUNGAN DENGAN MASA Dengan menggunakan ohmmeter, periksa bahwa antara slip ring dengan rotor tidak ada hubungan. Bila ada hubungan, maka gantilah rotor. c. PERIKSA SLIP RING 1) Periksa bahwa slip ring tidak kasar atau retak.  Bila kasar atau retak, maka gantilah rotor. 2) Dengan menggunakan kaliper, ukur diameter slip ring.  Diameter standar : 32,3 – 32,5 mm (1,272 – 1,280 in)  Diameter minimum : 32,1 mm (1,264 in)  Hasil pemeriksaan : ....................  Kesimpulan : .............................. 3) Bila diameternya di bawah minimum, maka gantilah rotor.
  • 9.
    3.2. Stator a.PERIKSA SIRKUIT YANG TERBUKA PADA STATOR 1) Dengan menggunakan ohmmeter, periksa bahwa antara kawat kumparan terdapat hubungan. 2) Bila tidak ada hubungan, maka gantilah stator. b. PERIKSA APAKAH STATOR BERHUBUNGAN DENGAN MASA 1) Dengan menggunakan ohmmeter, periksa bahwa antara kawat kumparan dengan stator core tidak ada hubungan. 2) Bila ada hubungan, maka gantilah stator. 3.3. Sikat-Sikat a. UKUR PANJANG SIKAT TERPASANG 1) Dengan menggunakan mistar, ukurlah panjang sikat terpasang. 2) Panjang standar Tanpa IC regulator : 12,5 mm (0,492 in) Dengan IC regulator : 16,5 mm (0,650 in) 3) Panjang minimum : 5,5 mm (0,217 in)  Hasil pemeriksaan : ....................  Kesimpulan : .............................. 4) Bila panjangnya di bawah minimum, ganti sikat-sikatnya. b. BILA PERLU, GANTI SIKAT-SIKATNYA 1) Buka soldernya dan lepaskan sikat dengan pegasnya.
  • 10.
    2) Masukkan kawatsikat ke dalam pegasnya. 3) Pasang sikat pada brush holder. 4) Solderlah kawat sikat pada holder dengan panjang sikat yang keluar seperti ketentuan.  Panjang yang keluar : Tanpa IC regulator : 12,5 mm (0,492 in) Dengan IC regulator : 16,5 mm (0,650 in)  Hasil pemeriksaan : ....................  Kesimpulan : .............................. 5) Periksa bahwa sikat dapat bergerak dengan lembut di dalam holder. 6) Potong kelebihan kawatnya. 3.4. Rectifier (Rectifier Holder) a. PERIKSA RECTIFIER POSITIF 1) Dengan menggunakan ohmmeter, hubungkan salah satu test probe pada tiap terminal rectifier dan yang lainnya dengan terminal positif. 2) Balikkan polaritas probe dan ulangi langkah (a). 3) Periksa bahwa salah satu menunjukkan adanya hubungan dan yang lain tidak.  Bila tidak ada hubungan seperti yang ditentukan, gantilah rectifier holder. b. PERIKSA RECTIFIER NEGATIF 1) Dengan menggunakan ohmmeter, hubungkan salah satu test probe pada tiap terminal rectifier dan yang lainnya ke terminal negatif. 2) Balikkan polaritas test probe dan ulangi langkah (a). 3) Periksa bahwa yang satu menunjukkan hubungan dan yang
  • 11.
    lainnya tidak. Bila hubungan tidak seperti yang ditentukan, maka gantilah rectifier holder. 3.5. Bantalan-Bantalan a. PERIKSA REAR BEARING Periksa bahwa bearing tidak kasar atau aus. b. BILA PERLU, GANTI REAR BEARING 1) Dengan SST, lepas bearing  SST 09286-46011 2) Dengan menggunakan press, pasanglah bearing.
  • 12.
    4. MERAKIT ALTERNATOR a. PASANG RECTIFIER HOLDER PADA STATOR Pasang terminal rectifier dengan tang runcing (needle-nose plier) selama menyolder kawatnya. PERHATIAN : Lindungi rectifier dari panas. b. RAKIT DRIVE END FRAME DENGAN RECTIFIER END FRAME 1) Bengkokkan kawat rectifier untuk membebaskan rotor. 2) Dengan menggunakan curved tool, tekan sikat-sikat sedalam mungkin dan tahan pada posisi tersebut dengan memasukkan kawat ke lubang rectifier dalam rectifier end frame. 3) Rakit drive end frame dengan rectifier end frame dengan memasukkan rear bearing pada rotor shaft ke dalam rectifier end frame. 4) Pasang ketiga baut pengikat (through screw). 5) Lepaskan kawat yang menahan siakt-sikat.
  • 13.
    6) Periksa bahwarotor dapat berputar dengan lembut. 7) Tutuplah lubang pada rectifier end frame. D.2. ALTERNATOR (Tipe Hi-Speed compact) 1. KOMPONEN-KOMPONEN Di sini akan kita diskusikan hanya bagian-bagian prosedur yang berbeda dari tipe alternatof konvensional. 2. MEMBONGKAR ALTERNATOR a. LEPASKAN PULLEY 1) Tahan SST (A) dengan kunci momen dan keraskan SST (B) ke kanan dengan momen yang ditentukan.  SST 09820-63050  Momen : 400 kg-cm (29 ft lb, 39 N-m) 2) Periksa bahwa SST (A) terikat kuat pada rotor shaft.
  • 14.
    3) Seperti ditunjukkan dalam gambar, ikatkan SST (A) pada ragum dan pasangkan alternator ke SST (C). 4) Untuk melonggarkan mur pulley, putar SST (A) dengan arah seperti terlihat dalam gambar. PERHATIAN : Untuk mencegah rotor shaft tidak rusak, jangan kendorkan mur pulley lebih dari satu setengah putaran. 5) Lepaskan alternator dari SST (C). 6) Putar SST (B) dan lepaskan SST (A) dan (B). 7) Lepaskan mur puli dan puli. 3. PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN ALTERNATOR 3.1. Rotor, Stator & Rectifier Pemeriksaan rotor, stator dan rectifier dengan cara yang sama seperti pada alternatif tanpa IC regulator. 3.2. Sikat-Sikat a. UKUR PANJANG SIKAT TERPASANG  Dengan menggunakan mistar, ukur panjang sikat terpasang.  Panjang standar : 10,5 mm (0,413 in)  Panjang minimum : 4,5 mm (0,177 in)  Hasil pemeriksaan : ....................  Kesimpulan : ..............................  Bila panjang sikat di bawah minimum, maka gantilah sikat. b. BILA PERLU, GANTI SIKAT 1) Lepaskan solder dan lepaskan sikat (brush) dengan pegasnya. 2) Masukkan kawat/kabel sikat ke dalam lubang brush holder, dan masukkan pegas dengan sikat (brush) ke dalam brush. 3) Solderkan kawat sikat pada brush holder dengan panjang sikat yang keluar sesuai dengan ketentuan.  Panjang sikat terpasang : 10,5 mm (0,413 in)
  • 15.
     Hasil pemeriksaan: ....................  Kesimpulan : .............................. 4) Periksa bahwa sikat harus dapat bergerak dengan lembut di dalam brush holder. 5) Potong kelebihan kawat. 6) Berikan cat isolasi pada bagian titik yang telah solder. 3.3. Bantalan-Bantalan a. PERIKSA BANTALAN BELAKANG (REAR BEARING) Periksa bahwa bearing tidak kasar atau aus. b. BILA PERLU, GANTI BEARING 1) Dengan menggunakan SST, lepaskan bearing dan bearing cover.  SST 0982-00020 PERHATIAN : Berhati-hati agar tidak merusak kipas. 2) Dengan menggunakan SST dan sebuah press, pasangkan bearing dan bearing cover.  SST 09285-76010 4. MERAKIT ALTERNATOR a. PASANGKAN PULI 1) Pasangkan puli (pulley) pada rotor shaft dengan jalan mengikatkan mur puli dengan tangan. 2) Tahan SST (A) dengan kunci momen dan keraskan SST (B) ke kanan dengan momen seperti yang ditentukan.  SST 09820-63010  Momen : 400 kg-cm (29 ft-lb, 37 N-m) 3) Periksa bahwa SST (A) terikat
  • 16.
    dengan baik padapulley shaft. 4) Seperti terlihat dalam gambar, ikatkan SST (C) pada ragum dan pasangkan alternator pada SST (C). 5) Untuk mengeraskan mur puli, putar SST (A) dengan arah seperti terlihat dalam gambar.  Momen : 1,125 kg-cm (81 ft-lb, 110 N-m) 6) Lepaskan alternator dari SST (C). 7) Putar SST (B) dan lepaskan SST (A) dan (B). b. PASANGKAN BRUSH HOLDER DAN IC REGULATOR 1) Pasangkan brush holder cover pada brush holder. 2) Pasangkan IC regulator bersama-sama brush holder seperti terlihat pada gambar. 3) Pasangkan kelima sekerupnya. 4) Periksa bahwa celah (clearance) antara brush holder dengan konektor adalah 1 mm (0,04 in) atau lebih. 5) Pasangkan brush holder cover pada rear end frame.