Materi
JENIS-JENIS PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA
Pemeliharaan Terencana Preventif
Irwan Haribudiman, S.Par., M.Sc.
Program Studi Manajemen Resort & Leisure
Universitas Pendidikan Indonesia
MANAJEMEN PEMELIHARAAN
SARANA DAN PRASARANA
Menurut para ahli, pengertian Preventive Maintenance antara lain:
• Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) adalah inspeksi periodik u/
mendeteksi kondisi yg mungkin menyebabkan produksi berhenti atau
berkurangnya fungsi mesin dikombinasikan dengan pemeliharaan untuk
menghilangkan, mengendalikan, kondisi tersebut dan mengembalikan mesin ke
kondisi semula atau dengan kata lain deteksi dan penanganan diri kondisi
abnormal mesin sebelum kondisi tersebut menyebabkan cacat atau kerugian.
(Setiawan, 2008).
• Menurut Jay dan Barry Render,(2001) dalam bukunya “Operations Management”,
preventive maintenance adalah: “A plan that involves routine inspections, servicing,
and keeping facilities in good repair to prevent failure”
• Sebuah perencanaan yang memerlukan inspeksi rutin, pemeliharaan dan menjaga
agar fasilitas dalam keadaan baik sehingga tidak terjadi kerusakan di masa yang
akan datang. Pekerjaan dasar pada perawatan preventive adalah: inspeksi,
pelumasan, perencanaan dan penjadwalan, pencatatan dan analisis, latihan bagi
tenaga pemeliharaan, serta penyimpanan suku cadang. sehingga peralatan atau
mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan dapat terpenuhi
pengunaannya. (Daryus ,2007).
DEFINISI Pemeliharaan Preventif (Pencegahan)
Menurut Dhillon (2006), dalam bukunya “maintainability, maintenance, and reliability for engineers” ada 7
elemen dari pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) yaitu:
• Inspeksi: memeriksa secara berkala (periodic) bagian-bagian tertentu untuk dapat dipakai dengan
membandingkan fisiknya, mesin, listrik, dan karakteristik lain untuk standar yang pasti,
• Kalibrasi: mendeteksi dan menyesuaikan setiap perbedaan dalam akurasi untuk material atau
parameter perbandingan untuk standar yang pasti.
• Pengujian: pengujian secara berkala (periodic) untuk dapat menentukan pemakaian dan
mendeteksi kerusakan mesin dan listrik.
• Penyesuaian: membuat penyesuaian secara periodik untuk unsur variabel tertentu untuk mencapai
kinerja yang optimal.
• Servicing: pelumasan secara periodik, pengisian, pembersihan, dan seterusnya, bahan atau barang
untuk mencegah terjadinya dari kegagalan yang baru.
• Instalasi: mengganti secara berkala batas pemakaian barang atau siklus waktu pemakaian atau
memakai untuk mempertahankan tingkat toleransi yang ditentukan.
• Alignment: membuat perubahan salah satu barang yang ditentukan elemen variabel untuk
mencapai kinerja yang optimal.
7 elemen dari pemeliharaan pencegahan (preventive
maintenance)
Sifat dari pemeliharaan ini adalah
•Terjadwal
•Mahal
•Dapat merusak (misal: baud mesin longgar)
Preventive maintenance ini sangat efektif digunakan dalam menghadapi fasilitas
produksi yang termasuk dalam “critical unit”. Sebuah fasilitas atau peralatan
produksi termasuk dalam golongan “critical unit”, apabila:
•Kerusakan fasilitas atau peralatan tersebut akan membahayakan kesehatan dan
keselamatan para pekerja.
•Kerusakan fasilitas ini akan mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan.
•Kerusakan fasilitas tersebut akan menyebabkan kemacetan seluruh proses
produksi.
•Modal yang ditanamkan dalam fasilitas tersebut atau harga dari fasilitas ini adalah
cukup besar atau mahal.
Sifat preventif maintenance
Soenarto dalam buku pelatihan manajemen perawatan preventif
(Depdiknas, 2002:4), tujuan perawatan preventif adalah mencakup:
a.agar sarana dan prasarana pendidikan selalu dalam kondisi
prima, tetap berfungsi dan siap dipakai secara optimal,
b.memperpanjang umur pemakaian,
c.menjamin kelancaran kegiatan pembelajaran,
d.menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para pemakai,
e.mengetahui kerusakan secara dini atau gejala kerusakan,
f.menghindari terjadinya keruskan secara mendadak,
g.menghindari terjadinya kerusakan fatal
tujuan preventif maintenance
• Routine maintenance Kegiatan perawatan yang dilakukan secara rutin, misalnya setiap hari.
Sebagai contoh dari kegiatan ini adalah pembersihan fasilitas (peralatan), pelumasan
(Lubrication) atau pengecekan oil atau pengecekan isi bahan bakar dan mungkin termasuk
pemanasan (warning up) dari mesin-mesin selama beberapa menit sebelum dipakai untuk
beroperasi.
• Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan
secara periodik atau dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu sekali, setiap
bulan sekali, ataupun setiap tahun sekali. Selain itu kegiatan periodic maintenance juga
dapat dilakukan berdasarkan lamanya jam kerja mesin sebagai jadwal kegiatan,
misalnya seratus jam sekali, dan seterusnya. lebih berat dari routine maintenance
(Assauri, 2004). Jadi sifat kegiatan maintenance ini tetap secara periodik atau berkala. Maksud dari tindakan tersebut
adalah agar fasilitas atau peralatan tersebut dapat dipergunakan kembali dalam proses produksi, sehingga operasi atau
proses produksi dapat berjalan lancar.
Jenis-jenis Preventive Maintenance
Routine maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yg dilakukan secara rutin, umumnya
tiap hari. 3 kategori aktivitas utama biasanya disebut TLC (Tighten, Lubricate, Clean):
• Tighten berkaitan dengan aktivitas-aktivitas pengencangan part-part mesin/alat seperti baut.
• lubricate yang berarti aktivitas pelumasan terhadap bagian-bagian tertentu yang membutuhkan
pelumasan yang bertujuan untuk menghindari karat atau melindungi bagian kontak, dsb.
• Clean yang berarti operator produksi bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan mesin.
Ketiga faktor tersebut secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja mesin/alat sehingga
potensi terjadinya kegagalan fungsi kemungkinan akan dapat dideteksi secara dini.
Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh operator produksi dalam menerapkan program
pemeliharaan secara berkala atau rutin tersebut guna mencapai target yang diharapkan antara lain :
• Menjaga kebersihan mesin dan lingkungannya
• Penanggulangan sumber kontaminasi
• Penyusunan standar prosedur pemeliharaan
• pelaksanaan inspeksi umum pada alat/mesin
• pelaksanaan inspeksi mandiri
• pelaksanaan manajemen lokasi kerja
• pelaksanaan manajemen diri sepenuhnya.
Routine maintenance
• Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan
dan perawatan yang dilakukan secara periodik atau
dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu
sekali, setiap bulan sekali, ataupun setiap tahun
sekali.
• Selain itu kegiatan periodic maintenance juga dapat
dilakukan berdasarkan lamanya jam kerja mesin
sebagai jadwal kegiatan, misalnya seratus jam sekali,
dan seterusnya.
lebih berat dari routine maintenance (Assauri, 2004).
Periodic maintenance
KEUNTUNGAN
• Resiko kerusakan menjadi semakin
kecil karena dipantau setiap saat
• Efisiensi dalam pemeliharaan
• Persoalan Teknis
• Persoalan Ekonomis
• Mudah perencanaan pemeliharaan
dan suku cadang memesan
• Biaya didistribusikan lebih merata
• Tidak ada biaya awal untuk instrumen
untuk pengawasan peralatan
• Fasilitas terawat dengan baik
KERUGIAN
• Biaya menjadi lebih mahal karena
Membutuhkan investasi pelatihan dan
biaya tenaga kerja yang sedang
berlangsung
• Pekerjaan bertambah
• Lebih mahal karena lebih sering terjadi
perubahan bagian.
Keuntungan dan kerugian preventif maintenance
KEUNTUNGAN
• Resiko kerusakan menjadi semakin
kecil karena dipantau setiap saat
• Efisiensi dalam pemeliharaan
• Persoalan Teknis
• Persoalan Ekonomis
• Mudah perencanaan pemeliharaan
dan suku cadang memesan
• Biaya didistribusikan lebih merata
• Tidak ada biaya awal untuk instrumen
untuk pengawasan peralatan
• Fasilitas terawat dengan baik
KERUGIAN
• Biaya menjadi lebih mahal karena
Membutuhkan investasi pelatihan dan
biaya tenaga kerja yang sedang
berlangsung
• Pekerjaan bertambah
• Lebih mahal karena lebih sering terjadi
perubahan bagian.
Keuntungan dan kerugian preventif maintenance

4. Man Pemeliharaan Sarana & Prasarana Resort - Pertemuan Terencana Preventif

  • 1.
    Materi JENIS-JENIS PEMELIHARAAN SARANADAN PRASARANA Pemeliharaan Terencana Preventif Irwan Haribudiman, S.Par., M.Sc. Program Studi Manajemen Resort & Leisure Universitas Pendidikan Indonesia MANAJEMEN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA
  • 2.
    Menurut para ahli,pengertian Preventive Maintenance antara lain: • Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) adalah inspeksi periodik u/ mendeteksi kondisi yg mungkin menyebabkan produksi berhenti atau berkurangnya fungsi mesin dikombinasikan dengan pemeliharaan untuk menghilangkan, mengendalikan, kondisi tersebut dan mengembalikan mesin ke kondisi semula atau dengan kata lain deteksi dan penanganan diri kondisi abnormal mesin sebelum kondisi tersebut menyebabkan cacat atau kerugian. (Setiawan, 2008). • Menurut Jay dan Barry Render,(2001) dalam bukunya “Operations Management”, preventive maintenance adalah: “A plan that involves routine inspections, servicing, and keeping facilities in good repair to prevent failure” • Sebuah perencanaan yang memerlukan inspeksi rutin, pemeliharaan dan menjaga agar fasilitas dalam keadaan baik sehingga tidak terjadi kerusakan di masa yang akan datang. Pekerjaan dasar pada perawatan preventive adalah: inspeksi, pelumasan, perencanaan dan penjadwalan, pencatatan dan analisis, latihan bagi tenaga pemeliharaan, serta penyimpanan suku cadang. sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan dapat terpenuhi pengunaannya. (Daryus ,2007). DEFINISI Pemeliharaan Preventif (Pencegahan)
  • 3.
    Menurut Dhillon (2006),dalam bukunya “maintainability, maintenance, and reliability for engineers” ada 7 elemen dari pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) yaitu: • Inspeksi: memeriksa secara berkala (periodic) bagian-bagian tertentu untuk dapat dipakai dengan membandingkan fisiknya, mesin, listrik, dan karakteristik lain untuk standar yang pasti, • Kalibrasi: mendeteksi dan menyesuaikan setiap perbedaan dalam akurasi untuk material atau parameter perbandingan untuk standar yang pasti. • Pengujian: pengujian secara berkala (periodic) untuk dapat menentukan pemakaian dan mendeteksi kerusakan mesin dan listrik. • Penyesuaian: membuat penyesuaian secara periodik untuk unsur variabel tertentu untuk mencapai kinerja yang optimal. • Servicing: pelumasan secara periodik, pengisian, pembersihan, dan seterusnya, bahan atau barang untuk mencegah terjadinya dari kegagalan yang baru. • Instalasi: mengganti secara berkala batas pemakaian barang atau siklus waktu pemakaian atau memakai untuk mempertahankan tingkat toleransi yang ditentukan. • Alignment: membuat perubahan salah satu barang yang ditentukan elemen variabel untuk mencapai kinerja yang optimal. 7 elemen dari pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)
  • 4.
    Sifat dari pemeliharaanini adalah •Terjadwal •Mahal •Dapat merusak (misal: baud mesin longgar) Preventive maintenance ini sangat efektif digunakan dalam menghadapi fasilitas produksi yang termasuk dalam “critical unit”. Sebuah fasilitas atau peralatan produksi termasuk dalam golongan “critical unit”, apabila: •Kerusakan fasilitas atau peralatan tersebut akan membahayakan kesehatan dan keselamatan para pekerja. •Kerusakan fasilitas ini akan mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan. •Kerusakan fasilitas tersebut akan menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi. •Modal yang ditanamkan dalam fasilitas tersebut atau harga dari fasilitas ini adalah cukup besar atau mahal. Sifat preventif maintenance
  • 5.
    Soenarto dalam bukupelatihan manajemen perawatan preventif (Depdiknas, 2002:4), tujuan perawatan preventif adalah mencakup: a.agar sarana dan prasarana pendidikan selalu dalam kondisi prima, tetap berfungsi dan siap dipakai secara optimal, b.memperpanjang umur pemakaian, c.menjamin kelancaran kegiatan pembelajaran, d.menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para pemakai, e.mengetahui kerusakan secara dini atau gejala kerusakan, f.menghindari terjadinya keruskan secara mendadak, g.menghindari terjadinya kerusakan fatal tujuan preventif maintenance
  • 6.
    • Routine maintenanceKegiatan perawatan yang dilakukan secara rutin, misalnya setiap hari. Sebagai contoh dari kegiatan ini adalah pembersihan fasilitas (peralatan), pelumasan (Lubrication) atau pengecekan oil atau pengecekan isi bahan bakar dan mungkin termasuk pemanasan (warning up) dari mesin-mesin selama beberapa menit sebelum dipakai untuk beroperasi. • Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara periodik atau dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu sekali, setiap bulan sekali, ataupun setiap tahun sekali. Selain itu kegiatan periodic maintenance juga dapat dilakukan berdasarkan lamanya jam kerja mesin sebagai jadwal kegiatan, misalnya seratus jam sekali, dan seterusnya. lebih berat dari routine maintenance (Assauri, 2004). Jadi sifat kegiatan maintenance ini tetap secara periodik atau berkala. Maksud dari tindakan tersebut adalah agar fasilitas atau peralatan tersebut dapat dipergunakan kembali dalam proses produksi, sehingga operasi atau proses produksi dapat berjalan lancar. Jenis-jenis Preventive Maintenance
  • 7.
    Routine maintenance adalahkegiatan pemeliharaan dan perawatan yg dilakukan secara rutin, umumnya tiap hari. 3 kategori aktivitas utama biasanya disebut TLC (Tighten, Lubricate, Clean): • Tighten berkaitan dengan aktivitas-aktivitas pengencangan part-part mesin/alat seperti baut. • lubricate yang berarti aktivitas pelumasan terhadap bagian-bagian tertentu yang membutuhkan pelumasan yang bertujuan untuk menghindari karat atau melindungi bagian kontak, dsb. • Clean yang berarti operator produksi bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan mesin. Ketiga faktor tersebut secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja mesin/alat sehingga potensi terjadinya kegagalan fungsi kemungkinan akan dapat dideteksi secara dini. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh operator produksi dalam menerapkan program pemeliharaan secara berkala atau rutin tersebut guna mencapai target yang diharapkan antara lain : • Menjaga kebersihan mesin dan lingkungannya • Penanggulangan sumber kontaminasi • Penyusunan standar prosedur pemeliharaan • pelaksanaan inspeksi umum pada alat/mesin • pelaksanaan inspeksi mandiri • pelaksanaan manajemen lokasi kerja • pelaksanaan manajemen diri sepenuhnya. Routine maintenance
  • 8.
    • Periodic maintenanceadalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara periodik atau dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu sekali, setiap bulan sekali, ataupun setiap tahun sekali. • Selain itu kegiatan periodic maintenance juga dapat dilakukan berdasarkan lamanya jam kerja mesin sebagai jadwal kegiatan, misalnya seratus jam sekali, dan seterusnya. lebih berat dari routine maintenance (Assauri, 2004). Periodic maintenance
  • 9.
    KEUNTUNGAN • Resiko kerusakanmenjadi semakin kecil karena dipantau setiap saat • Efisiensi dalam pemeliharaan • Persoalan Teknis • Persoalan Ekonomis • Mudah perencanaan pemeliharaan dan suku cadang memesan • Biaya didistribusikan lebih merata • Tidak ada biaya awal untuk instrumen untuk pengawasan peralatan • Fasilitas terawat dengan baik KERUGIAN • Biaya menjadi lebih mahal karena Membutuhkan investasi pelatihan dan biaya tenaga kerja yang sedang berlangsung • Pekerjaan bertambah • Lebih mahal karena lebih sering terjadi perubahan bagian. Keuntungan dan kerugian preventif maintenance
  • 10.
    KEUNTUNGAN • Resiko kerusakanmenjadi semakin kecil karena dipantau setiap saat • Efisiensi dalam pemeliharaan • Persoalan Teknis • Persoalan Ekonomis • Mudah perencanaan pemeliharaan dan suku cadang memesan • Biaya didistribusikan lebih merata • Tidak ada biaya awal untuk instrumen untuk pengawasan peralatan • Fasilitas terawat dengan baik KERUGIAN • Biaya menjadi lebih mahal karena Membutuhkan investasi pelatihan dan biaya tenaga kerja yang sedang berlangsung • Pekerjaan bertambah • Lebih mahal karena lebih sering terjadi perubahan bagian. Keuntungan dan kerugian preventif maintenance