Destination Marketers must teach Tourist:
Kenapa wisatawan harus datang ke tempat wisata tersebut 
untuk memperoleh kepuasan? 
6 A, 7 P, & Etc.
Kenapa wistawan tidak tertarik
untuk datang ke DTW tsb?
Proses Pembelajaran Wisatawan
(Consumer Learning)
LEARNING PROCESS
• Belajar adlh proses dimn pengalaman akan
membawa kpd perubahan pengetahuan, sikap &
perilaku (Engel, Blackwell, & miniard, 1995).
• Belajar dpt dipandang sbgi perubahan yg relatif
permanen dr perilaku yg muncul akibat
pengalaman (Loudon dan Delta Bitta, 1993).
Dari perspektif pemasaran,
A process by which individuals acquire the purchase and 
consumption knowledge and experience that they apply 
to future related behavior (Schiff dan kanuk, 2000).
Hal-hal penting dalam belajar:
• Belajar adalah proses berkelanjutan.
• Pengalaman memainkan peranan dalam proses 
belajar.
• Terminologi belajar memiliki makna yang luas.
Syarat Proses Belajar:
• Motivasi (motivation) Daya dorong dr dlm diri
wisatawan yg muncul karena adanya suatu
kebutuhan.
• Isyarat (cues) Stimulus yg mengarahkan motivasi &
dpt mempengaruhi cara wisatawan bereaksi thdp
motivasi.
• Respons (response) Reaksi terhadap informasi yg
diperoleh. Contohnya: Wisatawan bertanya
mengenai produk baru yang ditawarkan.
• Pendorong atau penguat (reinforcement), adalah
Sesuatu yang meningkatkan kecenderungan seorang
Wisatawan untuk berperilaku pada masa yang akan
datang karena adanya isyarat atau stimulus.
Contohnya : adanya diskon/potongan harga.
Jenis-jenis Proses Belajar
• Proses Belajar kognitif (cognitif approach) adalah
proses belajar yang dicirikan oleh adanya perubahan
pengetahuan, yang menekankan pada proses mental
wisatawan dalam memperoleh informasi.
• Proses Belajar Perilaku (behaviorist approach)
adalah proses belajar yang terjadi karena adanya
perubahan perilaku wisatawan karena perubahan
lingkungan.
Terbagi atas 3 bagian :
• Proses belajar classical conditioning
• Proses belajar instrumental conditionong
• Proses belajar vicarious learning
Classical Conditioning
• Suatu teori belajar yang mengutarakan bahwa
mahluk hidup, baik manusia maupun binatang
adalah mahluk pasif yang bisa diajarkan perilaku
tertentu melalui pengulangan (repetition atau
conditioning)
Contohnya : masyarakat indonesia kebanyakan
kebiasaan memakan nasi dari kecil.
Aplikasi classical conditioning
• Pengulangan (repetition)
• Generalisasi Stimulus (stimulus generalization)
• Diskriminasi Stimulus (stimulus discrimination)
Pengulangan (repetition)
PENGULANGAN
•Proses penyampaian pesan kepada wisatawan
berulang kali, dengan frekuensi yang berulang
kali. Contoh: Ilmiah, edukatif, dan Religius
Generalisasi Stimulus (stimulus generalization)
GENERALISASI STIMULUS adalah Kemampuan
wisatawan untuk bereaksi sama terhadap stimulus yang
relatif berbeda (ketika wisatawan membuat suatu
kesimpulan)
•Perluasan Lini Produk (Product Line Extention) adalah
menambahan produk baru yang terkait atau sejenis kepada
produk lama dengan merek yang sudah ternama. Contohnya :
Cipaganti travel
•Merek Keluarga (Family Branding) : Ibis
•Me-too products (look-alike Packaging) :
•Similiar name: ciater vs sariater
•Licensing: Manage By KAGUM Group
•Generalisasi Situasi Pemakaian (Generalizing Usage
Situation): Fatigon (pria ke Wanita)
Diskriminasi Stimulus (stimulus
discrimination)
• Diskriminasi Stimulus (VS) Generalisasi Stimulus
Pada generalisasi stimulus, wisatawan diharapkan
bisa mengambil kesimpulan yang sama dari
stimulus yang relatif berbeda. Pada diskriminasi
stimulus wisatawan diharapkan dapat mengambil
kesimpulan yang berbeda dari stimulus yang
relatif sama.
• Positioning Pepsodent vs Ciptadent
• Differentiation Vegeta Vs Fiber
Proses Belajar Instrumental
(Operant Conditioning)
• Operant Conditioning Adalah proses belajar
yang terjadi pada diri wisatawan akibat
wisatawan menerima rewards (imbalan) yang
positif maupun negatif karena telah
mengkonsumsi produk sebelumnya. (trial &
error)
classical vs instrumental
Asosiasi antara dua stimulus vs reward yang
diterima
Konsep operant conditioning
• Penguatan positif -> berdampak pada
pembelian ulang
• Penguatan negatif -> berdampak pada
keinginan untuk tidak membeli ulang
• Kepunahan (extiction) -> kecewa dengan
pelayanan setelah beberapa kali
• Shaping -> konser band di lokasi wisata
Bentuk penguatan Engel,
Blackwell & Miniard (1995)
• Product reinforcement
Dari produk itu sendiri setelah menggunakannya
secara berulang kali
• Non-Product reinforcement
Bukan dari produk tp dr barang hadiah, seperti
tazos berseri, cuci 10x gratis 1x cuci
Observational Learning (Vicarious
Learning)
Cenderung meniru perilaku orang lain yang telah
menggunakan produk tersebut yang berdampak
positif beserta konsekuensinya.
•Mengembangkan respons baru
•Mencegah respons yang tidak dikehendaki
•Memfasilitasi respons
Consumers
Learn by
Modeling
13. Perilaku Wisatawan - Consumer Learning

13. Perilaku Wisatawan - Consumer Learning

  • 1.
  • 2.
    LEARNING PROCESS • Belajaradlh proses dimn pengalaman akan membawa kpd perubahan pengetahuan, sikap & perilaku (Engel, Blackwell, & miniard, 1995). • Belajar dpt dipandang sbgi perubahan yg relatif permanen dr perilaku yg muncul akibat pengalaman (Loudon dan Delta Bitta, 1993). Dari perspektif pemasaran, A process by which individuals acquire the purchase and  consumption knowledge and experience that they apply  to future related behavior (Schiff dan kanuk, 2000).
  • 3.
    Hal-hal penting dalambelajar: • Belajar adalah proses berkelanjutan. • Pengalaman memainkan peranan dalam proses  belajar. • Terminologi belajar memiliki makna yang luas.
  • 4.
    Syarat Proses Belajar: •Motivasi (motivation) Daya dorong dr dlm diri wisatawan yg muncul karena adanya suatu kebutuhan. • Isyarat (cues) Stimulus yg mengarahkan motivasi & dpt mempengaruhi cara wisatawan bereaksi thdp motivasi. • Respons (response) Reaksi terhadap informasi yg diperoleh. Contohnya: Wisatawan bertanya mengenai produk baru yang ditawarkan. • Pendorong atau penguat (reinforcement), adalah Sesuatu yang meningkatkan kecenderungan seorang Wisatawan untuk berperilaku pada masa yang akan datang karena adanya isyarat atau stimulus. Contohnya : adanya diskon/potongan harga.
  • 5.
    Jenis-jenis Proses Belajar •Proses Belajar kognitif (cognitif approach) adalah proses belajar yang dicirikan oleh adanya perubahan pengetahuan, yang menekankan pada proses mental wisatawan dalam memperoleh informasi. • Proses Belajar Perilaku (behaviorist approach) adalah proses belajar yang terjadi karena adanya perubahan perilaku wisatawan karena perubahan lingkungan. Terbagi atas 3 bagian : • Proses belajar classical conditioning • Proses belajar instrumental conditionong • Proses belajar vicarious learning
  • 6.
    Classical Conditioning • Suatuteori belajar yang mengutarakan bahwa mahluk hidup, baik manusia maupun binatang adalah mahluk pasif yang bisa diajarkan perilaku tertentu melalui pengulangan (repetition atau conditioning) Contohnya : masyarakat indonesia kebanyakan kebiasaan memakan nasi dari kecil. Aplikasi classical conditioning • Pengulangan (repetition) • Generalisasi Stimulus (stimulus generalization) • Diskriminasi Stimulus (stimulus discrimination)
  • 7.
    Pengulangan (repetition) PENGULANGAN •Proses penyampaianpesan kepada wisatawan berulang kali, dengan frekuensi yang berulang kali. Contoh: Ilmiah, edukatif, dan Religius
  • 8.
    Generalisasi Stimulus (stimulusgeneralization) GENERALISASI STIMULUS adalah Kemampuan wisatawan untuk bereaksi sama terhadap stimulus yang relatif berbeda (ketika wisatawan membuat suatu kesimpulan) •Perluasan Lini Produk (Product Line Extention) adalah menambahan produk baru yang terkait atau sejenis kepada produk lama dengan merek yang sudah ternama. Contohnya : Cipaganti travel •Merek Keluarga (Family Branding) : Ibis •Me-too products (look-alike Packaging) : •Similiar name: ciater vs sariater •Licensing: Manage By KAGUM Group •Generalisasi Situasi Pemakaian (Generalizing Usage Situation): Fatigon (pria ke Wanita)
  • 9.
    Diskriminasi Stimulus (stimulus discrimination) •Diskriminasi Stimulus (VS) Generalisasi Stimulus Pada generalisasi stimulus, wisatawan diharapkan bisa mengambil kesimpulan yang sama dari stimulus yang relatif berbeda. Pada diskriminasi stimulus wisatawan diharapkan dapat mengambil kesimpulan yang berbeda dari stimulus yang relatif sama. • Positioning Pepsodent vs Ciptadent • Differentiation Vegeta Vs Fiber
  • 10.
    Proses Belajar Instrumental (OperantConditioning) • Operant Conditioning Adalah proses belajar yang terjadi pada diri wisatawan akibat wisatawan menerima rewards (imbalan) yang positif maupun negatif karena telah mengkonsumsi produk sebelumnya. (trial & error) classical vs instrumental Asosiasi antara dua stimulus vs reward yang diterima
  • 11.
    Konsep operant conditioning •Penguatan positif -> berdampak pada pembelian ulang • Penguatan negatif -> berdampak pada keinginan untuk tidak membeli ulang • Kepunahan (extiction) -> kecewa dengan pelayanan setelah beberapa kali • Shaping -> konser band di lokasi wisata
  • 12.
    Bentuk penguatan Engel, Blackwell& Miniard (1995) • Product reinforcement Dari produk itu sendiri setelah menggunakannya secara berulang kali • Non-Product reinforcement Bukan dari produk tp dr barang hadiah, seperti tazos berseri, cuci 10x gratis 1x cuci
  • 13.
    Observational Learning (Vicarious Learning) Cenderungmeniru perilaku orang lain yang telah menggunakan produk tersebut yang berdampak positif beserta konsekuensinya. •Mengembangkan respons baru •Mencegah respons yang tidak dikehendaki •Memfasilitasi respons
  • 14.