APA ITU FST?
FST adalah suatu pelatihan mengenai kemampuan
mental dasar sebagai seorang maintenance
SASARAN FST adalah membentuk team
maintenance untuk memiliki pengetahuan & skill
serta etika kerja
TARGET FST adalah dapat memaintenance mesin
& equipment agar selalu siap pakai,
meminimalkan line stop & defect agar tidak
terjadi kecelakaan kerja
2
3.
KONSEP DASAR
MAINTENANCE
MAINTENANCE adalahsuatu konsepsi dari semua aktivitas yang diperlukan untuk
menjaga atau mempertahankan kualitas peralatan agar tetap dapat berfungsi dengan
baik seperti kondisi awal.
Pekerjaan pertama yang paling mendasar dalam konsep maintenance adalah
1. “MEMBERSIHKAN" dalam hal ini membersihkan peralatan dari debu maupun
Kotoran lain yang dianggap tidak perlu. Debu ini akan menjadi inti bermulanya proses
kondensasi uap air yang berada di udara. Butir air yang terjadi dalam pada debu
tersebut lambat laun akan merusak permukaan kerja dari peralatan tadi sehingga dari
keseluruhan peralatan tersebut akan menjadi rusak.
2. “MEMERIKSA" bagian-bagian dari peralatan yang cukup kritis. Pemeriksaan
terhadap unit instalasi perlu dilakukan secara teratur mengikuti Suatu pola jadwal
tertentu.Biasanya pemeriksaan dalam bentuk “Check Sheet”.
3.“MEMPERBAIKI" bila terdapat kerusakan kerusakan pada bagian unit instalasi
sedemikian rupa sehingga kondisi unit instalasi tersebut dapat mencapai standard seperti
semula.
3
4.
PREVENTIVE
MAINTENANCE
Preventive maintenance adalahsuatu pengamatan secara sistematik disertai
analisis teknis untuk menjamin berfungsinya suatu peralatan produksi dan memperpanjang
umur peralatan yang bersangkutan.
Tujuan preventive maintenance adalah untuk dapat mencapai suatu tingkat
pemeliharaan terhadap semua peralatan produksi agar diperoleh suatu kualitas produk
yang optimum.
Adapun kegiatan Preventive Maintenance meliputi:
1.) Inspeksi (inspection), adalah kegiatan pemeliharaan periodik untuk memeriksa
kondisi komponen peralatan peralatan produksi dan area sekitar peralatan produksi.
2.) Pemeliharaan berjalan (running maintenance), adalah kegiatan pemeliharaan
yang dilaksanakan tanpa mengehentikan kerja peralatan.
3.) Penggantian komponen kecil (small repair), adalah kegiatan pemeliharaan yang
berupa penggantian komponen kecil bisa dilakukan saat break time atau saat produksi
apabila kondisinya urgent.
4.) Pemeliharaan berhenti (shutdown maintenance), adalah pemeliharaan yang dapat
dilakukan hanya pada saat peralatan produksi berhenti.
4
5.
CORRECTIVE
MAINTENANCE
Corrective Maintenance adalahmemperbaiki/mengganti komponen yang
rusak, serta mempelajari sebab-sebab terjadinya kerusakan serta cara-cara
mengatasinya dengan cepat dan benar sehingga mencegah terulangnya
kerusakan serupa.
Tindakan-tindakan berikut ini dapat dipakai sebagai pilihan atau alternatif
antara lain :
1.) Merubah proses produksi sehingga peralatan lebih awet.
2.) Mengganti design dari komponen yang mengalami kerusakan.
3.) Mengganti komponen yang rusak dengan material yang lebih baik
4.) Memperbaiki prosedur Preventive maintenance, misalnya memperbaiki jadwal
maintenance.
5.) Mempertimbangkan / mengganti prosedur operasi misalnya dengan dilakukan
pelatihan-pelatihan terhadap operator peralatan produksi produksi.
6.) Merubah/mengurangi beban pada unit.
5
6.
PREDICTIVE MAINTENANCE
Predictive maintenanceadalah merupakan bentuk baru dari Planned
Maintenance dimana penggantian komponen/suku cadang dilakukan lebih
awal dari waktu terjadinya kerusakan. Dalam predictive maintenance
terdapat beberapa metode dalam mamantau atau monitoring kondisi dari
suatu peralatan produksi, antara lain :
1.) Monitoring minyak pelumas dengan cara mengambil sample oli dari
peralatan produksi untuk mengecek kekentalannya atau melihat kuantitas oli
yang masih tersimpan di tangki oli sesuai dengan anjuran dari manual book
mesin merupakan cara-cara untuk monitoring minyak pelumas.
2.) Monitoring Visual Metode ini menggunakan panca indera yang meliputi
lihat, rasa, dengar guna mengetahui kondisi mesin. Untuk lebih akurat
bisanya digunakan alat Bantu.
3.) Monitoring kinerja merupakan teknik monitoring kondisi peralatan
produksi dengan cara memeriksa dan mengukur parameter kinerja dan kemudian
dibandingkan dengan standarnya.
6
7.
7
Seorang dokter mempunyairiwayat pasien untuk memudahkan dalam
analisa penyaiktnya begitu juga dengan Histoy Record Maintenance pencatatan
riwayat peralatan produksi yang dirawat perlu dilakukan untuk memantau
perkembangan dan kondisi peralatan produksi dari waktu ke waktu.
Adapun tujuan pencatatan riwayat peralatan produksi secara umum adalah :
1.) Preventive maintenance dengan historical record yang baik akan menghasilkan
kerja yang lebih efektif karena kondisi peralatan produksi dapat termonitor.
2.) Bila menggunakan metode inspeksi dengan program-program yang ketat akan
mengasilkan hasil yang baik dengan biaya relative cukup murah dibandingkan
dengan nilai perbaikan dari sebuah kerusakan yang terjadi.
3.) Siklus Overhaul peralatan produksi dapat diprakirakan dengan baik bila data
historical record diperoleh dengan lengkap.Usaha untuk memperpanjang siklus
overhaul akan berhasil bila data dari historical record lebih ketat.
4.) Makin akurat penentuan diagnosis kerusakan pada peralatan produksi maka
biaya preventive maintenance semakin ekonomik.
HISTORICAL RECORD
MACHINE
PENGENALAN SAFETY
1.1 PengenalanSafety
Pengertian Safety First
adalah suatu perilaku yang
mengutamakan keselamatan
dalam setiap tindakan.
Sedangkan Pengertian Safety
yaitu :
1. Mengidentifikasi (Mengenali)
potensi Bahaya yang ada di
tempat kerja.
2. Mengendalikan (Mengontrol)
potensi Bahaya yang telah
diidentifikasi.
MENGIDENTIFIKASI
APA
DIMANA
KAPAN
SIAPA
BAGAIMANA
9
10.
KIKEN YOCHI
(DUGA BAHAYA)
Prediksipotensi bahaya yang akan timbul sebelum melakukan suatu
aktivitas.
TUJUAN :
1. MEMPERTAJAM PERASAAN & KEWASPADAAN TERHADAP HAL – HAL
YANG TIDAK AMAN
2. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BAHAYA DISEKITARNYA
3. MELATIH MENGANTISIPASI MASALAH – MASALAH YANG AKAN
TIMBUL
KIKEN YOCHI TRAINING
Adalah pelatihan untuk mengasah
kemampuan seseorang dalam menentukan
potensi2 bahaya yang akan timbul dalam
pekerjaan.
10
11.
STOP 6
(SAFETY TOYOTA“O” ZERRO PROJECT)
A. APPARATUS =>> Terjepit Mesin atau
Peralatan
B. BIG HEAVY =>> Tertimpa Benda Berat
C. CAR =>> Tertabrak Alat Angkut
D. DROP =>> Terjatuh dari Ketinggian
E. ELECTRIC =>> Tersengat Arus Listrik
F. FIRE =>> Terbakar Api Akibat Ledakan
Tujuan dari STOP 6 adalah untuk mengenal
jenis jenis bahaya yang ada di area kerja
11