MANAJEMEN PEMELIHARAAN
SARANA DAN PRASARANA
CONDITION BASED
MAINTENANCE
Irwan Haribudiman, S.Par., M.Sc.
Program Studi Manajemen Resort & Leisure
Universitas Pendidikan Indonesia
Ada perbedaan mendasar antara
terlalu banyak merawat dan
kebutuhan proporsional
Perawatan itu sendiri.
Sebuah studi mengatakan kontribusi inefisiensi di
sebuah industri dapat mencapai 30%, yang
disebabkan oleh beragam faktor, antara lain:
• Kerugian karena kesalahan disain
• Kerugian karena kesalahan pengoperasian
• Kerugian karena kesalahan Pemeliharaan
Fasilitas produksi, misalnya  inefisiensi karena
terlalu banyak merawat
Definisi
• Condition Based Maintenance adalah Preventive Maintenance
yang dilakukan berdasarkan kondisi tertentu dari suatu
komponen atau sistem, yang bertujuan untuk mengantisipasi
komponen atau sistem tersebut agar tidak mengalami
kerusakan. Kegiatan perawatan ini dilakukan apabila variabel
waktu tidak diketahui secara pasti. Oleh karena itu, kebijakan
yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah Predictive
Maintenance.
• Predictive Maintenance adalah kegiatan perawatan yang
dilakukan menggunakan sistem monitoring, antara lain
pengukuran suara, analisis getar, dan sebagainya.
• Kegiatan perawatan ini menggunakan peralatan untuk
mendiagnosa perubahan kondisi dari peralatan/asset, dengan
tujuan untuk memprediksi awal penetapan interval waktu
perawatan.
TAHAP CBM
Contoh pelaksanaan program inspeksi, meliputi :
1. Identifikasi mesin
2. Kumpulkan semua informasi yang membutuhkan inspeksi berkala
3. Buat standart inspeksi
4. Tentukan frekuensi inspeksi dan personel pelaksana inspeksi
5. Buat check list untuk keperluan inspeksi
6. Lakukan analisa terhadap penyimpangan yg terjadi pada check list
7. Putuskan langkah-langkah koreksi yang harus diambil
SIFAT PEMELIHARAAN CBM
Sifat dari pemeliharaan ini adalah:
Lebih efektif
Mengurangi kerusakan
Mengurangi preventif maintenance
Menekan biaya
TUJUAN CBM
• Tujuan utama dari CBM adalah mengoptimalisasikan umur
komponen dan mengurangi downtime, sehingga
menghasilkan produksi tinggi dengan biaya rendah.
Kolaborasi condition monitoring dan planning & scheduling
yang baik akan menghasilkan availability yang lebih baik.
• Konsep CBM adalah mengalihkan resiko yang terjadi dari
emergency failure kepada planned component replacement
dengan melakukan proses condition monitoring.
COST EFFECTIVENESS
5. Man Pemeliharaan Sarana & Prasarana Resort - Pemeliharaan Tidak Terencana Condition Based

5. Man Pemeliharaan Sarana & Prasarana Resort - Pemeliharaan Tidak Terencana Condition Based

  • 1.
    MANAJEMEN PEMELIHARAAN SARANA DANPRASARANA CONDITION BASED MAINTENANCE Irwan Haribudiman, S.Par., M.Sc. Program Studi Manajemen Resort & Leisure Universitas Pendidikan Indonesia
  • 3.
    Ada perbedaan mendasarantara terlalu banyak merawat dan kebutuhan proporsional Perawatan itu sendiri. Sebuah studi mengatakan kontribusi inefisiensi di sebuah industri dapat mencapai 30%, yang disebabkan oleh beragam faktor, antara lain: • Kerugian karena kesalahan disain • Kerugian karena kesalahan pengoperasian • Kerugian karena kesalahan Pemeliharaan Fasilitas produksi, misalnya  inefisiensi karena terlalu banyak merawat
  • 5.
    Definisi • Condition BasedMaintenance adalah Preventive Maintenance yang dilakukan berdasarkan kondisi tertentu dari suatu komponen atau sistem, yang bertujuan untuk mengantisipasi komponen atau sistem tersebut agar tidak mengalami kerusakan. Kegiatan perawatan ini dilakukan apabila variabel waktu tidak diketahui secara pasti. Oleh karena itu, kebijakan yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah Predictive Maintenance. • Predictive Maintenance adalah kegiatan perawatan yang dilakukan menggunakan sistem monitoring, antara lain pengukuran suara, analisis getar, dan sebagainya. • Kegiatan perawatan ini menggunakan peralatan untuk mendiagnosa perubahan kondisi dari peralatan/asset, dengan tujuan untuk memprediksi awal penetapan interval waktu perawatan.
  • 7.
    TAHAP CBM Contoh pelaksanaanprogram inspeksi, meliputi : 1. Identifikasi mesin 2. Kumpulkan semua informasi yang membutuhkan inspeksi berkala 3. Buat standart inspeksi 4. Tentukan frekuensi inspeksi dan personel pelaksana inspeksi 5. Buat check list untuk keperluan inspeksi 6. Lakukan analisa terhadap penyimpangan yg terjadi pada check list 7. Putuskan langkah-langkah koreksi yang harus diambil
  • 8.
    SIFAT PEMELIHARAAN CBM Sifatdari pemeliharaan ini adalah: Lebih efektif Mengurangi kerusakan Mengurangi preventif maintenance Menekan biaya
  • 9.
    TUJUAN CBM • Tujuanutama dari CBM adalah mengoptimalisasikan umur komponen dan mengurangi downtime, sehingga menghasilkan produksi tinggi dengan biaya rendah. Kolaborasi condition monitoring dan planning & scheduling yang baik akan menghasilkan availability yang lebih baik. • Konsep CBM adalah mengalihkan resiko yang terjadi dari emergency failure kepada planned component replacement dengan melakukan proses condition monitoring. COST EFFECTIVENESS