SlideShare a Scribd company logo
5


                                        BAB II

                                PEMBAHASAN


2.1. Tinjauan Umum Perusahaan

2.1.1. Sejarah Perusahaan

       PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) didirikan pada tanggal 11 April 1977

berdasarkan Peraturan Pemerintah No.26 tahun 1976. Perusahaan ini merupakan Badan

Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pergudangan umum serta jasa-

jasa yang terkait dengan pergudangan.

       Semenjak berdirinya, PT BGR merupakan stockholder pupuk yang diproduksi

oleh PT. Pusri. Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang memiliki peranan penting

dalam pendistribusian pupuk secara nasional, PT.BGR memiliki fasilitas pergudangan

yang tersebar sampai ke pelosok kabupaten diseluruh wilayah Indonesia dengan basis-

basisnya yang berada di pusat-pusat kota dan pelabuhan.

         Namun seiring dengan kemajuan zaman PT. BGR berkembang menjadi satu

badan usaha yang tidak hanya menjadi stockholder pupuk bagi PT. Pusri, akan tetapi

suatu sarana penyimpanan produk bagi perusahaan lain yang bergerak dibidang

nonpupuk, bahkan telah berkembang dan mereposisi kegiatannya menjadi Jasa

Pengelolaan Logistik (Logistic Management Service).




                                                              5
6



    2.1.2. Struktur Organisasi
                                                  STRUKTUR ORGANISASI KANTOR PUSAT
                                                    PT. (Persero) BHANDA GHARA REKSA

                                                                                                                 DIREKTUR
                                                                                                                   UTAMA




                      DIREKTUR                                         DIREKTUR                                                       DIREKTUR
                       OPERASI                                      PERENCANAAN                                                      ADMINISTRASI
                   DAN PEMASARAN                                  DAN PENGEMBANGAN                                                  DAN KEUANGAN




             SEKRETARIS                                                                                                                          STAFF AHLI




  Ass dir            Ass dir         Ass dir         Ass dir       Ass dir          Ass dir        Ass dir         Ass dir          Ass dir           Ass dir      Ass dir
 pemasaran        pergudangan       logistik       perencanan      M.Mutu        Pengembangan    Bid.Hukum         Bid.SPI           SDM             Keu & Akt    Bid Umum




                                    Manager                        Manager
 Manager            Manager                         Manager                        Manager          Manager             Manager     Manager           Manager       Manager
                                    Operasi                        Pengendl
pemasaran          Ops Pergud                      perencanan                        sistim         SPI Wil I            PUKK        SDM              keuangan     pengadaan
                                    Logistik                       Dokumen
                                                                                   Informasi

                     Manager          Manager        Manager        Manager          Manager
  Analisa adm                                                                                       Manager                         Manager
                     analisa        analisa ADM      analisa        Evaluasi      pengembangan                                                        Manager      Manager
  & pelaporan                                                                                       SPI Wil II                       gaji &
                    ADM&Pgd          & Logistik     &Penelitian   Pengendalian        usaha                                                          akuntansi   pemeliharaan
                                                                                                                                  kesejahtraan


                      Manager
                     Operasional,                                                                                                     Manager
                    agunan & jasa                                                                                                     Verifikasi




                                                                                  CABANG-CABANG




                                       Gambar II.1. Struktur Organisasi PT.BGR Kantor Pusat
7



Fungsi dan Tugas (job description) dari masing-masing pejabat yang merupakan

manajemen dari PT. BGR adalah sebagai berikut :

1. Direktur Utama

   a. Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan

       perusahaan

   b. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan

       perusahaan

   c. Mengadakan kerja sama operasi atau kontrak manajemen dengan pihak lain

   d. Menetapkan dan menyesuaikan struk organisasi perusahaan
                                      tur

       Direktur Utama membawahi dua orang Assisten Direktur yaitu Assisten

       Direktur Bidang Hukum dan Assisten Direktur Bidang Satuan Pengawasan

       Intern (SPI).

2. Direktur Operasi dan Pemasaran

   a. Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan

       perusahaan

   b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perusahaan

   c. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan

       perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya

   d. Mengadakan kerjasama operasi atau kontrak manajemendengan pihak lain

   e. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Operasional dan

       pemasaran
8



      Direktur Operasi dan Pemasaranmembawahi tiga orang Assisten

      Direktur masing-masing : Assisten Direktur bidang Pemasaran, Assisten

      Direktur Bidang Logistik dan Assisten Direktur Bidang Pergudangan.

3. Direktur Perencanaan & Pengembangan

   a. Memimpin dan mengurus Direktorat Perencanaan dan Pengembangan sesuai

      dengan maksud dan tujuan perusahaan.

   b. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan

      perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya

   c. Mengadakan kerjasama operasi atau kontrak manajemendengan pihak lain

   d. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Perencanaan dan

      Pengembangan

      Direktur Perencanaan dan Pengembangan membawahi tiga orang Assisten

   Direktur masing-masing : Assisten Direktur Bidang Perencanaan, Assisten Direktur

   Bidang Pengembangan dan Assisten Direktur Bidang Manajemen Mutu.

   Untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan Teknologi Informasi dilaksanakan oleh

   seorang Manager Sistem Informasi yang posisinya berada dibawah Assisten

   Direktur Bidang Pengembangan.

3. Direktur Administrasi & Keuangan

   a. Memimpin dan mengurus Direktorat Keuangan dan Administrasi sesuai dengan

      maksud dan tujuan Perusahaan.

   b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan

   c. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan

      Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya
9



d. Mengadakan kerja sama operasi atau kontrak manajemen yang berlaku untuk

   jangka waktu tertentu dengan pihak lain

e. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Keuangan dan

   Administrasi

f. Menetapkan kebijaksanaan dalam memimpin dan mengurus Direktorat

   Keuangan dan Administrasi

g. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Direktorat Keuangan dan

   Administrasi termasuk penetapan gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan

   penghasilan lain bagi para pegawai berdasarkan peraturan perundang-undangan

   yang berlaku dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham

h. Memberikan pertanggung-jawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan

   jalannya perseroan berupa laporan tahunan termasuk perhitungan tahunan

   kepada Rapat Umum Pemegang Saham Memberikan laporan berkala lainnya

   menurut cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta laporan

   lainnya setiap kali diminta oleh Pemegang Saham

   Direktur Administrasi dan Keuangan membawahi tiga orang Asisten Direktur

masing-masing : Asisten Direktur Bidang Keuangan & Akuntansi, Assisten

Direktur Bidang SDM dan Assisten Direktur Bidang Umum.
10



2.1.3. Bidang Usaha

      Secara garis besar, aktivitas perusahaan terdiri dari 2 kegiatan pokok yaitu :

1. Umum

   Menyelenggarakan dan menyediakan sewa pengelolaan ruangan gudang baik

   gudang terbuka maupun gudang tertutup, termasuk stock management dan

   collateral management.

2. Khusus

   Menyediakan dan menyelenggarakan jasa-jasa :

   a. Pergudangan

      1) Penyewaan ruang gudang

      2) Pengelolaan gudang

   b. Jasa Pengurusan Transportasi Nasional Internasional

      1) Angkutan darat, laut dan udara

      2) Pengurusan dan penyelesaian dokumen pelabuhan, pabean dan lain-lain

      3) Container Depo

   c. Pemeliharaan barang dan jasa lainnya

      1) Termite control

      2) Spraying

      3) Fumigasi

      4) Appraisal

      5) Mecanic (forklift, crane, dll).
11



   Sampai dengan akhir tahun 2007 PT.BGR mengelola gudang sebanyak 47
                                                                    8

unit dengan kapasitas sebesar 1.664.496 ton terdiri dari :

1. Gudang Milik yaitu gudang yang dibangun, dimiliki dan dikelola oleh PT Bhanda

   Ghara Reksa. Saat ini PT. BGR memiliki 143 unit gudang milik.

2. Gudang Sewa Yaitu gudang milik perusahaan lain yang disewa oleh PT.BGR

   untuk kepentingan PT. BGR. Saat ini PT.BGR menyewa 49 unit gudang non milik.

3. Gudang Manajemen

   Yaitu gudang milik perusahaan pelanggan yang dikelola oleh PT.BGR. Produk

   yang disimpan digudang tersebut merupakan milik perusahaan pemilik gudang

   tersebut namun pengelolaan stock menjadi tanggung jawab PT.BGR sepenuhnya.

   Saat ini PT.BGR mengelola 270 gudang manajemen.

4. Terminal Cargo

   Yaitu gudang yang berfungsi sebagai tempat transit barang dari pelabuhan maupun

   dari daerah lain untuk didistribusikan ke dalam sebuah kota. Saat ini PT BGR

   mempunyai 16 unit Terminal Cargo yang terletak di kota Surakarta dan Makassar.

Gudang-gudang tersebut tersebar pada 15 Cabang yang berada diseluruh Indonesia.




2.2.   Topologi Jaringan dan Skema Jaringan

2.2.1. Topologi Jaringan
12



         Struktur atau topologi adalah sebuah bentuk yang menggambarkan hubungan

dari sebuah jaringan (Map of Network) atau bagaimana sebuah jaringan dibuat.

Hubungan tersebut sangat tergantung dari jenis aplikasinya dimana setiap struktur

memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing.

         Secara umum terdapat dua difinisi topologi jaringan yaitu :

1. Physical Topology atau topologi fisik yaitu merupakan bentuk lay out aktual dari

   kabel-kabel atau media yang menghubungkan host-host pada sebuah jaringan LAN.

2. Logical Topology atau topologi logika yaitu sebuah bentuk yang mendifinisikan

   bagaimana sebuah media diakses oleh host-host dalam sebuah jaringan LAN.

         Bentuk topologi fisik (Physical Topology) yang umum digunakan dalam

membangun sebuah jaringan LAN adalah :

1. Bus : merupakan segmen backbone tunggal melalui sebuah kabel lurus panjang,

   dimana semua host terkoneksi langsung ke backbone tersebut.




                            Gambar II.2 Bus Topology

2. Ring : sebuah topologi yang mengkoneksikan host pertama ke host berikutnya, dan

   host yang terakhir terhubung ke host yang pertama. Model ini akan membentuk

   sebuah lingkaran yang akan menghubungkan node-node komputer yang

   dikoneksikan melalui media kabel jaringan.
13




                           Gambar II.3 Ring Topology

3. Star : sebuah bentuk topologi yang menghubungkan semua kabel ke sebuah point

   sentral yang biasanya berbentuk hub atau switch.




                             Gambar II.4. Star Topology

         Sedangkan logical topology dari sebuah jaringan adalah sebuah bentuk yang

menggambarkan bagaimana host-host saling berkomunikasi melalui sebuah media.

Terdapat dua tipe umum dari logical topology ini yaitu :
14



1. Broadcast topology : yaitu setiap host mengirim datanya ke semua host lain dalam

   media jaringan, dan disana tidak ada stasion pesanan apapun dalam network (yang

   pertama datang, pertama dilayani).

2. Token Passing : yaitu sebuah metode mengontrol akses network dengan melepas

   pesan elektronik ke setiap host secara berurutan. Saat sebuah host menerimanya,

   berarti host tersebut dapat mengirim data pada network. Jika host tidak memiliki

   data untuk dikirim, maka ia melepas pesan ke host berikutnya, dan proses similar

   ini akan terus berlangsung berulang-ulang.

         Struktur atau topologi jaringan yang di gunakan oleh PT.BGR Kantor Pusat

dalam membangun sebuah jaringan komputer berbasis Local Area Network (LAN)

adalah topologi Star sebuah bentuk topologi yang menghubungkan semua kabel ke

sebuah point sentral yang biasanya berbentuk hub atau switch.

         Topologi Star dianggap merupakan topologi yang paling sesuai dimana

seluruh komputer client pada setiap lantai terhubung pada sebuah Switch yang berada

pada masing-masing lantai dan      switch pada masing-masing lantai tersebut akan

dihubungkan pada sebuah switch sentral yang berada di ruang server di lantai 3.

         Dalam topologi Star, sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan

pengendali dari semua komunikasi data, sedangkan terminal lain terhubung ke terminal

pusat melalui sebuah switch. Pengiriman data dari satu terminal ke terminal lainnya

melalui sebuah switch di terminal pusat selanjutnya terminal pusat akan menyediakan

jalur komunikasi khusus pada dua terminal yang akan berkomunikasi tersebut. Secara

umum media transmisi yang digunakan adalah kabel twisted pair yang jumlahnya

cukup banyak untuk menunjang komunikasi antara PC client dengan Server.
15



2.2.2. Skema Jaringan dan IP Address




           INTERNET




             Modem                      Server
             ADSL




           Switch 100                   Client
             mbps




                                        Shared
                                        printer


      Gambar II.5 Blok Diagram LAN PT.BGR Kantor Pusat Jakarta
16



                                                                                                                                                                                                                                                     Lantai 4

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 PC Client                                                                             Share Printer
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  SD
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   SD


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PRO
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             PRO




                           SWITCH 100Mbps
                                                                                                                                                                   SD
                                                                                                                                   SUPER                 3Com
                                                                                                                                   STACK
                                                                      Status
                                   1x              6x              green=enabled, link OK
                                                            flashing green=disabled, link OK
                                                                      off=link, fail                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Professional W or kstation 6000
                                                         1 2 3 4      5 6 7 8 9 10 11 12        Packet                                                                                                                                                                                                 Profes sional Works tat ion 6000


                                                         1 2 3 4      5 6 7 8 9 10 11 12        Status
                                   7x              12x
                                                                                                                             SuperStack II
                                                                                                                     Baseline 10/100 Switch




                                                192.168.1.2
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          192.168.1.27 – 192.168.1.32



                                                                                                                                                                                                                                                                     Lantai 3                                                                                                                                                                                                                 INTERNET

           SWITCH 100Mbps
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ZIXEL
             192.168.1.1
                                                                      Status
                                                                                                                                   SUPER
                                                                                                                                   STACK
                                                                                                                                                         3Com
                                                                                                                                                                   SD                                                                                                                                                                                                                                                                                        MODEM
                                   1x              6x             green=enabled, link OK
                                                           flashing green=disabled, link OK
                                                                     off=link, fail
                                                         1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12             Packet
                                                         1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12             Status
                                   7x              12x
                                                                                                                             SuperStack II
                                                                                                                     Baseline 10/100 Switch




                                                    Email                                                                                                                              Database                                                                                                      File
 Anti-Virus                                                                                                                                                                              Server                                                                                                    Server                                                                                                            DC+DHCP
  Server                                            Server                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Server
                                                   192.168.1.8                                                                                                                         192.168.1.7                                                                                               192.168.1.9
192.168.1.5                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          192.168.1.6

                                                                                                             PC Client
                                                                                                  SD




                                                                                          PRO
                                                                                                                                                                                                                                                                                    SD




                                                                                                                                                                                                                                                                              PRO




        Profes sional Works tat ion 6000




                                                                                                                                                                        Professional Wor kstation 6000




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Share Printer
                                                 192.168.1.21 – 192.168.1.26



                                           1x                 6x
                                                                                    Status
                                                                                green=enabled, link OK
                                                                         flashing green=disabled, link OK
                                                                                                                                              SUPER
                                                                                                                                              STACK
                                                                                                                                                                3 Com
                                                                                                                                                                                    SD




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                SD
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     PC Client                                                                                             PRO
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  SD




                                                                                   off=link, fail                                                                                                                                                                                                                                         PRO
                                                                      1 2 3 4      5 6 7 8 9 10 11 12       Packet
                                                                      1 2 3 4      5 6 7 8 9 10 11 12       Status
                                           7x                12x

                                                                                                                                        SuperStack II
                                                                                                                                Baseline 10/100 Switch




                                           SWITCH 100Mbps
                                             192.168.1.3
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Professional Work station 6000
                                                                                                                                                                                                                                            Professional Wor kst ation 6000




                                                                                                                                                                                                                                                                                                      192.168.1.33 – 192.168.1.38                                                                                                                                                 Share Printer
                                                SWITCH 100Mbps
                                                  192.168.1.4
                                                                                                                                                                                    SD
                                                                                                                                              SUPER             3 Com
                                                                                                                                              STACK
                                                                                    Status
                                           1x                 6x                green=enabled, link OK
                                                                         flashing green=disabled, link OK
                                                                                   off=link, fail
                                                                      1 2 3 4      5 6 7 8 9 10 11 12       Packet
                                                                      1 2 3 4      5 6 7 8 9 10 11 12       Status
                                           7x                12x
                                                                                                                                        SuperStack II
                                                                                                                                Baseline 10/100 Switch




                                                                                                                                                                                                                                                                                         Lantai 2


                                                                                                                                                                                                                                                                                         Lantai 1
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PC Client                                                                                                                   Share Printer
                                                                                                                                                                                                                                                                                                 SD



                                                                                                                                                                                                                                                                                           PRO


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       SD




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 PRO




                                                                                                                                                                                                         Profes sional Works tat ion 6000




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Pr of es sional Work station 6000




                                                                                                                                                                                                                                                                                          192.168.1.39 – 192.168.1.44




     Gambar II.6 Rangkaian Jaringan LAN PT. BGR Kantor Pusat
17



        IP Address adalah sebuah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan

peralatan jaringan lain yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32

bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang

dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

        Berikut adalah contoh table IP Address :

                                    Tabel II.1 : IP Address

          Network ID                                                   Host ID
          192                 168                  0                   1


        IP Address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana

network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan

alamat host (komputer, router, switch dll). Oleh sebab itu IP Address memberikan

alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.

        Untuk mempermudah pemakaian maka IP Address dikelompokkan dalam

kelas-kelas yang penggunaannya tergantung pada kebutuhan pemakai, namun yang

umum digunakan untuk jaringan LAN adalah sebagaimana terlihat pada tabel dibawah

ini :

                        Tabel II.2 : Pembagian Kelas pada IP Address

        Class   Range        Network ID       Host ID           Subnet mask
        A       0 – 127      xxx.0.0.1        xxx.255.255.254   255.0.0.0
        B       128 – 191    xxx.xxx.0.1      xxx.xxx.255.254   255.255.0.0
        C       192 – 223    xxx.xxx.xxx.1    xxx.xxx.xxx.254   255.255.255.0


        PT. BGR yang mengoperasikan 30 unit computer yang terhubung pada jaringan

Local Area Network (LAN) di kantor pusat dan lebih kurang 15 unit untuk setiap

cabangnya menggunakan IP Address kelas C. Pemilihan tipe kelas ini lebih didasarkan
18



pada jumlah unit host yang dikelola dimana pada tipe kelas C mampu menampung

sekitar 65.000 host dengan range IP antara 192.0.xxx.xxx – 223.155.xxx.xxx

        Untuk implementasi IP Address pada komputer client dan server di PT BGR

Kantor Pusat dengan menggunakan tipe kelas C adalah sebagai berikut :

   1.       Server

                           Tabel II.3 : Nama Server dan IP Address

            No.   Nama Server                               IP Adress
            1.    DHCP & DC Server                               192.168.1.6
            2.    Database Server                                192.168.1.7
            3.    Email Server                                   192.168.1.8
            4.    Antivirus                                      192.168.1.5
            5.    File Server                                    192.168.1.9


2. Client

        Untuk komputer client, IP Address didapatkan dari DHCP Server dengan

        perincian sebagai berikut :

        a. Scope IP                      : 192.168.1.1 s/d 192.168.1.100

        b. Exclude                       : 192.198.1.1 s/d 192.168.1.20

        c. Subnet mask                   : 255.255.255.0

        d. Gateway                       : 192.168.1.6

        e. DNS                           : 192.168.1.6

        f. WINS                          : 192.168.1.6

        g. DNS Suffix                    : bgr.co.id



2.2.3. Domain Name System (DNS)
19



          Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama

suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP Address.

Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki sebagai berikut :

1. Root-level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik

   (.).

2. Top level domain : merupakan kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com

   untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov

   untuk dipakai oleh badan pemerintahan dan sebagainya. Selain itu untuk

   membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan

   tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk Australia.

3. Second level domain : merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya

   : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

           PT BGR memiliki dua Domain Name System (DNS) yaitu : bgr.co.id yang

dipergunakan untuk keperluan komunikasi internal dan bgrindonesia.com untuk

keperluan komunikasi eksternal.



2.2.4. Dynamic Host Configuration Protocol (dhcp)

          IP Address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan

Dynamic Host Configuration Protocol (dhcp) atau diisi secara manual. DHCP

berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis pada komputer yang

menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana

DHCP server menyediakan suatu kelompok IP Address yang dapat diberikan pada

DHCP client. Dalam memberikan IP Address ini, DHCP hanya meminjamkan IP
20



Address tersebut untuk jangka waktu tertentu, sehingga pemberian IP Address ini

berlangsung secara otomatis dan dinamis.

       Pada jaringan LAN PT.BGR terdapat sebuah DHCP server yang berfungsi

sebagai pengatur pemberian IP Address untuk kepentingan koneksi dan komunikasi

pada seluruh komputer client serta peralatan pendukung komunikasi lainnya. Untuk

pengaturan dalam pemberian IP Address pada komputer client dan peralatan

komunikasi lainnya, DHCP server memberikan batasan (scope) sebagai berikut :

1.     Scope IP       : 192.168.1.1 s/d 192.168.1.100

2.     IP Exclude     : 192.198.1.1 s/d 192.168.1.20

       Dengan adanya batasan Scope IP Adress dan IP Exclude, maka setiap komputer

yang dihubungkan ke jaringan LAN BGR akan secara otomatis diberikan penomoran

sesuai dengan scope yang telah ditetapkan.



2.2.5. Media Transmisi

        Media transmisi adalah sebuah media yang berfungsi untuk menyalurkan data

dan informasi dari suatu tempat ketempat lain. Dalam Local Area Network (LAN)

semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik dan gelombang elektromagnet

dapat digunakan sebagai media pengirim. Media transmisi ini dapat berupa kabel

jaringan maupun gelombang elektromagnet maupun gelombang radio (frequency).

Pemilihan jenis media transmisi ini pada setiap instansi berbeda-beda dan sangat

tergantung pada kebutuhan jaringan yang akan dibangun. Beberapa faktor yang perlu

diperhatikan dan menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan media transmisi untuk

sebuah jaringan diantaranya adalah sebagai berikut :
21



1. Biaya Instalasi

2. Keterhandalan (reliability)

3. Kemudahan instalasi dan perawatan

4. Laju pengiriman data maksimal

5. Keamanan data

6. Ketahanan terhadap interferensi, dan

7. Kemudahan konfigurasi

       Hal-hal diatas sangatlah penting mengingat tujuan utama dari membangun

sebuah jaringan adalah untuk kecepatan dan keamanan transfer data, disamping faktor

biaya juga menjadi pertimbangan yang cukup menentukan dalam membangun sebuah

jaringan.

       Disebabkan oleh pertimbangan-pertimbangan diatas dan melihat kepentingan

traffic data yang saat ini diperlukan oleh PT.BGR dalam berkomunikasi secara internal

di kantor pusat maupun ke cabang-cabang, maka perusahaan memilih untuk

membangun jaringan dengan menggunakan media transmisi berupa kabel Unshielded

Twisted Pair (UTP). Kabel unshielded twisted pair (UTP) yang dipergunakan oleh

PT.BGR adalah dua macam yaitu :

1. UTP cat-5 enhanced untuk transfer data dengan kecepatan maksimal 100 mbps.

2. UTP cat-6 Giga speed untuk transfer data dengan kecepatan maksimal satu

   Gigabyte per second.

       Jika diperhatikan sekilas, secara fisik kedua jenis kabel tersebut memiliki

bentuk dan ciri yang hampir sama, namun jika diperhatikan lebih seksama, maka

terlihat bahwa kabel cat-6 Giga speed mempunyai usuran lebih besar dengan
22



penampang kawat tembaga yang lebih besar pula, hal inilah yang membedakan

kemampuan masing-masing kabel dalam melakukan transfer data. PT.BGR

memanfaatkan kedua jenis kabel ini pada jaringan Local Area Network (LAN), dimana

untuk kabel UTP dengan cat-5 dipergunakan untuk menghubungkan seluruh komputer

client dengan server dan kabel cat-6 Gigabyte dipergunakan untuk menghubungkan

komputer server dengan server lainnya. Dengan demikian diharapkan alur pertukaran

informasi dan data antar server dapat berjalan lebih cepat tanpa hambatanyang berarti.




                            Gambar II.7 UTP cat-5 enhanced




                         Gambar II.8 UTP cat-6 Giga Speed


       Kabel UTP ( Unshielded Twisted Pair) mempunyai delapan kabel, dalam

penyusunaannya mempunyai dua fungsi. Yang pertama digunakan untuk straight dan

yang kedua untuk cross link. Sraight digunakan apabila hubungan kabel menggunakan
23



Hub. Dan untuk kartu jaringan NIC (Network Interface Card) yang di gunakan berbasis

PCI card, tetapi dapat juga menggunakan dalam bentuk PCMCIA atau USB.




           Tabel II.4. Jenis kabel Unshielded Twister Pair Fungsi Straight
24



Kabel Satu                       Kabel Dua

No        Warna Kabel                No       Warna Kabel

     1.         Putih Orange           1.               Putih Orange



     2.           Orange               2.                  Orange



     3.         Putih Hijau            3.                Putih Hijau



     4.             Biru               4.                   Biru



     5.          Putih Biru            5.                Putih Biru



     6.            Hijau               6.                   Hijau



     7.         Putih Coklat           7.               Putih Coklat



     8.            Coklat              8.                   Coklat




          Tabel II.5. Jenis Kabel Unshielded Twister Pair Fungsi Cross link


Kabel Satu                           Kabel Dua
25



  No           Warna Kabel           No              Warna kabel

  1.           Putih Orange           1.              Putih Hijau



   2              Orange              2.                 Hijau



  3.            Putih Hijau           3.              Putih Orange



  4.               Biru               4.                  Biru



  5.             Putih Biru           5.               Putih Biru



  6.               Hijau              6.                Orange



  7.            Putih Coklat          7.              Putih Coklat



  8.              Coklat              8.                 Coklat




2.2.6. Koneksi Ke Internet


       PT. BGR memanfaatkan koneksi ke Internet melalui PT. Telkom dengan

berlangganan Dedicated Line ADSL dengan kecepatan akses 512 Kbps. Melalui sebuah
26



modem ADSL ZyXel Prestige 650R-31 yang dihubungkan ke switch sentral, maka

modem tersebut berfungsi sebagai gateway dengan IP Public 222.124.xx.xx dan

sekaligus sebagai router yang akan mengatur dan mendistribusikan segala permintaan

koneksi seluruh komputer client. Dengan sistem tersebut maka seluruh komputer yang

ada di Kantor Pusat dapat memanfaatkan koneksi ke internet dengan cepat dan tanpa

batas.

         Untuk lebih jelasnya, maka diagram dibawah ini dapat memberikan gambaran

tentang hubungan komputer client ke Internet melalui sebuah modem ADSL dalam PT.

BGR kantor pusat Jakarta.




          Gambar II.9 Diagram koneksi ke Internet menggunakan ADSL Modem


         Dan berikut adalah tampilan konfigurasi pada modem ADSL ZyXEL Prestige
650R-31 :
27




                 Gambar II.10. Tampilan Konfigurasi Modem ZyXel 650R-31




2.3.Spesifikasi Perangkat Keras (hardware)

2.3.1. Server

       Untuk    menopang kegiatan operasionalnya          PT.   BGR Kantor Pusat

memanfaatkan enam unit server yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Dari keenam

unit server tersebut tiga unit merupakan pengadaan baru dengan Cassing Rack dan

ketiga sisanya memanfaatkan server lama dengan casing tower serta sedikit

penyesuaian terhadap Sistem operasi dan konfigurasinya.

       Keenam server tersebut terletak pada lantai 3 dan ditempatkan pada ruang

Bidang Perencanaan dan Pengembangan (P2) dalam sebuah lemari server 5U

Rackmount Chasis Enlight 8950R yang telindung dengan baik. Sebuah ruangan

berukuran 2 x 2 meter telah dipersiapkan sebagai ruang server yang cukup terisolasi
28



(tidak setiap orang diperbolehkan masuk keruang server jika tidak memiliki

kepentingan) dilengkapi dengan pendingin suhu ruangan yang cukup (18o C) selama 24

jam nonstop.




               Gambar II.11 Server dengan Cassing Rack dan Cassing tower




       Gambar II.12 Ruang Server dengan 5U Rackmount Chasis Enlight 8950R

       Untuk keperluan operasional dan memonitor aktivitas keenam unit server

tersebut maka diperlukan sebuah alat yang berfungsi sebagai tampilan atau monitor

yang mampu menginformasikan aktivitas masing-masing server. Peralatan tersebut
29



terdiri dari sebuah layar monitor 15 inci dengan penghubung sebuah KVM Switch yang

dapat memilih dan menampilkan aktivitas sebuah server secara bergantian.




                                Gambar II.13 KVM Switch




                         Gambar II.14 Monitor Pengendali Server

       Pada dasarnya fungsi dari sebuah server adalah mengatur, mengontrol dan

mengendalikan komputer client yang terhubung kedalam jaringan LAN. Server

memberikan hak-hak kepada client untuk dapat bergabung kedalam jaringan atau dapat

pula memutuskan hubungan dari jaringan. Semua fungsi tersebut dikerjakan oleh

Domain Controller (DC), dimana dalam hal ini berfungsi sebagai pengatur seluruh

operasional komputer yang ada pada jaringan LAN. Pada komputer server juga terdapat
30



security system yang berfungsi sebagai pengamanan jaringan agar para pengguna

komputer tidak dapat mengacak-acak data yang tersimpan pada server. Untuk menjaga

hal-hal yang tidak dingiinkan maka komputer server juga dilengkapi dengan system

backup data dimana secara periodik server akan melakukan backup data-data serta

konfigurasi dari Domain Controller sehingga terhindar dari kemungkinan kerusakan

secara total. Seluruh data backup dari Domain Controller disimpan didalam sebuah

hard disk yang ditempatkan pada Mail Server yang sekaligus berfungsi sebagai Backup

Domain Controller (BDC).

       Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa masing-masing server memiliki

spesifikasi dan fungsi yang berbeda-beda, namun secara garis besar dapat digambarkan

sebagai berikut :

1. Primary Domain Controller (PDC) dengan kode BGR-DC01.

   Spesifikasi Server DC-01 :

   a. Processor       :         Intel Pentium 4 2.8C Ghz,

    b. Memory:        Corsair DDR 1 GB

   c. Hard disk       :      2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm

   d. NIC             :      3 Com 3C1670800

       Server ini berfungsi menyimpan seluruh database penting yang berkaitan

dengan user account termasuk didalamnya terdapat data tentang security, policy serta

informasi-informasi lain seperti yang biasa digunakan dalam Exchange, ISA dan

sebagainya. Server ini dapat dikatakan sebagai Server utama yang mengendalikan

seluruh operasional dan melayani seluruh komputer client.

2. Database Server dengan kode BGR-Data01.
31



   Spesifikasi Server BGR-Data01 :

   a. Processor         :   Intel Pentium 4 2.8 Ghz,

   b. Memory            :   Corsair DDR 1 GB

   c. Hard disk         :   2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm

   d. NIC               :   3 Com 3C1670800

       Server ini menyimpan database SQL Server yang melayani beberapa aplikasi

untuk operasional perusahaan pada Bidang Keuangan, Akuntansi, SDM dan Bidang

Umum, seperti :

   a. Data Keuangan dan Akuntansi (General Ledger, Program Piutang Perusahaan)

   b. Data bidang SDM, Absensi dan Penggajian (Payroll).

   c. Data bidang Umum (Inventaris Perusahaan).

3. Mail Server dengan kode BGR-Mail01.

   Spesifikasi Server BGR-Mail01 :

   a. Processor     :        Intel Xeon 2.4 Ghz,

 b. Memory          :        Corsair DDR 1 GB

 c. Hard disk :     2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm

   d. NIC           :        3 Com 3C1670800

       Server ini juga berfungsi untuk menyimpan dan melayani data-data e-mail

perusahaan dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Exchange Server 2003. Sebagai

BDC, server ini juga menyimpan seluruh data-data yang terdapat pada Primary

Domain Controller (PDC).

4. Antivirus Server dan Proxy Server dengan kode BGR-Proxy01.

   Spesifikasi Server BGR-Proxy01 :
32



   a. Processor        :     Intel Pentium 4 2.8 Ghz,

   b. Memory           :     Corsair DDR 512 MB

   c. Hard disk        :   Seagate Barracuda 20 GB 7200 rpm

   d. NIC              :     3 Com 3C1670800

       Server ini melayani dan menyimpan Program Antivirus yang juga berfungsi

sebagai firewall. Selain itu server ini juga berfungsi sebagai Proxy Server yaitu

Gateway cadangan jika koneksi utama ke internet yang selama ini dilakukan melalui

Modem ADSL mengalami gangguan.

5. File & RAS Server dengan kode BGR-File01

   Spesifikasi Server BGR-File01 :

   a. Processor : Intel Pentium 4 2.8 Ghz,

   b. Memory : Corsair DDR 512 MB

   c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 40 GB 7200 rpm

   d. NIC         : 3 Com 3C1670800

       Server ini menyimpan data-data, file dan dokumen seluruh pengguna (client)

baik perorangan (My Document), maupun group sesuai dengan bidang masing-masing.

Data-data tersebut dapat berupa aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft

Power Point, Corel Draw, maupun data-data lain seperti foto dan gambar-gambar

perusahaan.

2.3.2. Personal Computer (PC) Client

       PT. BGR Pusat memiliki sebanyak 30 unit Personal Computer (PC) yang

berfungsi sebagai workstation (client). Komputer-komputer tersebut memiliki tipe dan

spesifikasi yang berbeda-beda, namun jika dilihat dari spesifikasinya PT.BGR telah
33



mencoba melakukan standarisasi hardware terutama pada Personal Computer (PC)

yaitu dengan mempergunakan hardware pendukung PC (Mainboard, RAM, Sound

Card, NIC dan hard disk) yang dapat dikatakan hampir sama dan seragam dari sisi

merk, dan hanya seri keluaran yang berbeda tergantung pada tahun produksinya.

       Menyadari bahwa Personal Computer yang digunakan dalam sebuah jaringan

akan sangat menentukan unjuk kerja (Performance) dari jaringan tersebut, maka

komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam

jaringan dengan cepat dan akurat. Didalam jaringan tipe client-server, komputer yang

difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi

dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation, karena server akan

bertugas melayani dan menyediakan fasilitas serta mengelola operasional jaringan

tersebut.

       Berikut adalah spesifikasi Personal Computer (PC) yang dimiliki oleh rata-rata

komputer client pada PT.BGR Kantor Pusat. Spesifikasi Personal Computer Client

1.   Mainboard       :       Merk Assus Type P4S533, P4VP-MX dan P4 845 GL

2.   Processor       :       Intel Pentium IV

3.   Memory          :       256 – 512 MB

4.   Hard disk       :       Seagate 40-80 Gb

5.   NIC             :       3 Com 3C1670800

6.   Monitor         :       Standard monitor 15”



2.3.3. Switch
34



        Switch adalah sebuah alat yang digunakan sebagai jalur transportasi paket data

dari satu perangkat ke perangkat lain, terdiri dari beberapa port, dan masing-masing

port diisi untuk satu komputer atau satu perangkat, kelebihan dari switch dibandingkan

dengan hub adalah lebih smart dan pada beberapa switch terdapat fasilitas untuk

mengatur konfigurasi serta memonitor unjuk kerjanya (manageable).

        Adapun switch yang dipergunakan oleh PT.BGR sebanyak empat unit, empat

unit switch 100 mbps 24 port yang diletakkan pada masing-masing lantai. Masing-

masing switch dengan merk 24 port 100 mbps unmenegable yang dipergunakan untuk

menghubungkan server dan/antar komputer client. Untuk kecepatan transfer data dan

menyederhanakan konfigurasi kabel, maka beberapa switch diletakan pada masing-

masing lantai dimana terletak komputer client pada lantai yang bersangkutan.

Sedangkan sebagai switch sentral yang menghubungkan switch pada masing-masing

lantai terletak pada ruang server di lantai 3.




                   Gambar II.15. Switch pada PT.BGR Kantor Pusat Jakarta


2.3.4. Modem ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line)
35



       Modem atau modulator de modulator adalah suatu alat yang bekerja mengubah

sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya. Tipe dari modem sendiri sangat

beragam, namun disini hanya akan dibahas modem yang digunakan pada PT.BGR

Kantor Pusat untuk keperluan koneksi ke internet yaitu Modem ADSL.

       Modem ADSL adalah sebuah modem dengan kecepatan penghantaran data dan

suara dengan kecepatan tinggi. Kecepatan dari sebuah modem tergantung dari jarak

pelanggan dengan sentral telepon (STO) dimana modem tersebut melakukan hubungan

(dial up). Semakin jauh jarak sentral telepon dengan pelanggan maka kecepatan

modem juga akan menurun secara signifikan.




                        Gambar II.16. Modem ADSL Zyxel 650R-31

2.4. Spesifikasi Perangkat Lunak (software)

2.4.1. Server

       Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa masing-masing server memiliki

spesifikasi dan fungsi yang berbeda-beda, namun secara garis besar dapat digambarkan

sebagai berikut :

1. Primary Domain Controller (PDC) dengan kode BGR-DC01.

   Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-DC01 antara lain :
36



   a. Sistem operasi         :   Windows Server 2003 Enterprise Edition

   b. Software aplikasi      :   Symantec Security Client 2008

       Server ini berfungsi menyimpan seluruh database penting yang berkaitan

dengan user account termasuk didalamnya terdapat data tentang security, policy serta

informasi-informasi lain seperti yang biasa digunakan dalam Exchange, ISA dan

sebagainya. Server ini dapat dikatakan sebagai Server Utama yang mengendalikan

seluruh operasional dan melayani seluruh komputer client.




2. Database Server dengan kode BGR-Data01.

   Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Data01 antara lain :

   a. Sistem operasi         :     Windows Server 2003 Enterprise Edition

   b. Software aplikasi      :     SQL Server 7.0, Symantec Security Client 2008,

       Aplikasi General Ledger, Aplikasi Piutang, Aplikasi Absensi, Aplikasi

       Penggajian dan SDM dan Aplikasi Inventaris Perusahaan. Server ini

       menyimpan database SQL Server yang melayani beberapa aplikasi untuk

       operasional perusahaan pada Bidang Keuangan, Akuntansi, SDM dan Bidang

       Umum, seperti :

       a) Data Keuangan dan Akuntansi (General Ledger, Program Piutang

           Perusahaan)

       b) Data bidang SDM, Absensi dan Penggajian (Payroll).

       c) Data bidang Umum (Inventaris Perusahaan).
37



3. Mail Server dengan kode BGR-Mail01.

   Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Mail01 antara lain :

   a. Sistem operasi               :      Microsoft Windows Server 2003

   b. Software aplikasi            : Exchange 2003 Server Enterprise        Edition,

                                       Symantec Security Client 2004

   Selain berfungsi sebagai Backup Domain Controller (BDC) yang menyimpan

seluruh konfigurasi dari Domain Controller, server ini juga berfungsi untuk

menyimpan dan melayani data-data e-mail perusahaan dengan memanfaatkan aplikasi

Microsoft Exchange Server 2003. Sebagai BDC server ini juga menyimpan seluruh

data-data yang terdapat pada Primary Domain Controller (PDC).



4. Antivirus Server dan Proxy Server dengan kode BGR-Proxy01.

   Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Proxy01 antara lain :

   a. Sistem operasi        : Microsoft Windows Server 2003

   b. Software aplikasi     : Symantec Anti Virus 2008 Enterprise editon for

                                server, Win Route Pro 4.2.5.

          Server ini melayani dan menyimpan Program Antivirus yang juga berfungsi

   sebagai firewall. Selain itu server ini juga berfungsi sebagai Proxy Server yaitu

   Gateway cadangan jika koneksi utama ke internet yang selama ini dilakukan

   melalui Modem ADSL mengalami gangguan.

5. File Server dengan kode BGR-File01

   Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-File01 antara lain :

   a. Sistem operasi        :    Microsoft Windows Server 2003
38



   b. Software aplikasi        :   Symantec Security Client 2008

           Server ini menyimpan data-data, file dan dokumen seluruh pengguna

       (client) baik perorangan (My Document), maupun group sesuai dengan bidang

       masing-masing. Data-data tersebut dapat berupa aplikasi Microsoft Word,

       Microsoft Excel, Microsoft Power Point, Corel Draw, maupun data-data lain

       seperti foto dan gambar-gambar perusahaan.




2.4.2. Personal Computer (PC) Client

       Personal komputer di PT.BGR Kantor Pusat berjumlah 30 unit dengan

spesifikasi perangkat lunak sebagai berikut :

1. Sistem operasi              :                Microsoft XP profesional

2. Program Paket               :                Microsoft office 2003

                               Microsoft Outlook 2003

3. Program utility             :                Norton anti virus 2008 for client

                               Acrobat Reader Ver 7

                               Acrobat Distiller Ver 7

                               Win Zip

                               Transtool

                               Language

                               Yahoo Messenger

4. Program Aplikasi        :   Aplikasi Keuangan & Akuntansi terpadu

                               SQL 7
39



                               Crystal Report.



2.5. Permasalahan Pokok

       Dari hasil pengamatan dan observasi penulis pada jaringan LAN di PT.BGR

Kantor Pusat, terdapat beberapa permasalahan yang timbul yang diakibatkan oleh

kekurang sempurnaan sistem jaringan Local Area Network (LAN) . Permasalahan-

permasalahan tersebut antara lain seperti terinci di bawah ini.



2.5.1. Sistem Pengkabelan (Cabling)

       Terdapat beberapa permasalahan yang timbul diakibatkan oleh kekurang

sempurnaan sistem pengkabelan antara lain :

1. Belum adanya standarisasi yang lengkap terhadap sistem pengkabelan (cabling)

   jaringan LAN yang meliput :
                           i

   a. Identifikasi pada setiap kabel dengan pemasangan label (labelling) pada

       jaringan LAN.




                  Gambar II.17. Kabel UTP dengan RJ-45 Conector Tanpa Label

   b. Pemasangan face plate dan modular jack yang belum menyeluruh pada setiap

       komputer yang ada.
40



   c. Belum adanya standing rack atau mounting rack untuk penempatan switch serta

      patch panel sebagai terminal dari seluruh sistem pengkabelan jaringan LAN

      yang ada.

   d. Belum adanya cable managemet yang berfungsi untuk mengatur kerapihan

      kabel serta pemasangan cable protector yang belum menyeluruh terutama pada

      area-area terbuka untuk melindungi keamanan kabel dari kerusakan yang

      diakibatkan oleh gigitan binatang pengerat (tikus) ataupun gangguan-gangguan

      lain yang diakibatkan oleh faktor kesalahan manusia (human error) seperti

      kabel yang rusak akibat sering terinjak dan tersandung sepatu.




                     Gambar II.18 Lintasan Kabel UTP tanpa Protector

   e. Adanya kegagalan pada beberapa komputer client untuk melakukan koneksi ke

      Domain Controller dan DHCP Server yang disebabkan oleh ketidak

      sempurnaan pada proses terminasi connector RJ45 (crimpting).

2.5.2. E-mail
41



       E-mail berfungsi sebagai alat komunikasi dalam pengiriman dan penerimaan

data, namun faktor kecepatan akses dan kemudahan dalam pengoperasian menjadi

sebuah tuntutan yang kadang belum dapat terpenuhi. Beberapa permasalahan yang

timbul berkaitan dengan sistem pengoperasian e-mail antara lain :

1. Belum berfungsinya fasilitas POP3 menyebabkan akses e-mail dari luar kantor

   pusat menjadi sangat lambat, hal ini disebabkan karena e-mail harus diakses

   melalui webmail secara online dengan menggunakan fasilitas OWA (Outlook Web

   Acces) yang disediakan oleh Microsoft Exchange Server 2003.




    Gambar                                                                II.19

Tampilan e-mail menggunakan Outlook Web Acces (OWA)

2. Kapasitas dan daya tampung mailbox pada mail server terus berkurang akibat tidak

   adanya fasilitas POP3 yang berfungsi untuk memindahkan e-mail dari mailbox

   pada mail server ke komputer client (download). Selain itu adanya fasilitas

   automatic deleting pada periode 60 hari dirasa belum efektif karena dalam kurun

   waktu tersebut kapasitas e-mail yang tertampung sudah cukup banyak.
42



3. Adanya Spam dan pop up yang tidak terkendali memungkinkan untuk

    disusupi/ditumpangi virus pada attachment file e-mail, bila hal tersebut tidak

    ditangani secara hati-hati maka besar kemungkinan akan dapat menyebabkan

    gangguan dan permasalahan pada komputer client



2.5.3. Koneksi Internet

        Koneksi internet menggunakan Telkom Link ADSL dengan kecepatan 512 kbps

melalui ISP PT. Telkom memiliki ketergantungan yang sangat besar pada Internet

Service Provider (ISP). Hal ini akan menjadi masalah jika terjadi gangguan koneksi

yang diakibatkan oleh sistem pada provider, maka seluruh client yang terhubung pada

jaringan LAN akan mengalami gangguan koneksi dan tidak dapat melakukan akses ke

internet.

2.5.4. Web Server

        Website merupakan sebuah pintu gerbang dan penghubung bagi perusahaan

dengan dunia luar. Keberadaan website yang interaktif dan selalu menampilkan data

yang up to date secara otomatis akan mengangkat citra perusahaan dimata publik,

begitu juga sebaliknya jika sebuah website terlihat statis dengan data-data serta

informasi yang terdapat didalamnya selalu tetap dan tidak pernah berubah, maka akan

memberikan kesan perusahaan tidak terurus dengan baik.

        PT.     BGR        memiliki       sebuah       website      dengan       alamat

http://www.bgrindonesia.com. Pada awalnya website tersebut direncanakan akan

menjadi sarana komunikasi antar cabang dengan kantor pusat, namun sebagaimana

telah dikemukakan diatas bahwa website tersebut hingga saat ini masih statis serta data-
43



datanya tidak up to date. Beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam pengelolaan

website perusahaan antara lain :

1. Belum adanya fasilitas web server pada server BGR kantor pusat menyebabkan

   komunikasi dan penyampaian informasi dari dan ke cabang manjadi lambat dan

   kurang efektif.

2. Website perusahaan saat ini diletakan pada server (hosting) disebuah perusahaan

   Web Hosting yang menyebabkan pengelolaan terhadap Web Perusahaan menjadi

   lambat dan tidak efektif.

3. Kemampuan personil BGR dalam mengelola website masih sangat terbatas

   meskipun telah dibuatkan sebuah website dengan kemudahan fasilitas dalam

   pengelolaanya.

2.5.5. Backup Data Server

       Pemanfaatan Mail Server yang sekaligus difungsikan sebagai backup data

server menimbulkan kerawanan apabila terjadi kerusakan pada server yang

bersangkutan. Disamping itu hal ini dapat menyebabkan unjuk kerja dari server yang

sekaligus berfungsi backup data menjadi tidak maksimal.



2.6. Pemecahan Masalah

2.6.1.Sistem Pengkabelan (Cabling)

     Permasalahan-permasalahan yang timbul yang diakibatkan oleh kekurang

sempurnaan pada sistem pengkabelan diantaranya dapat diatasi dengan melakukan

perbaikan dan standarisasi pada sistem pengkabelan antara lain :

1. Perlu dilakukan standarisasi secara menyeluruh pada sistem pengkabelan yang
44



ada yang meliputi :

a. Identifikasi dengan pemasangan label (labelling) pada masing-masing ujung

   kabel jaringan baik yang berada pada sisi client maupun pada sisi server,

   sehingga mempermudah pengurutan dan penanganan jika terjadi permasalahan

   pada infrastruktur jaringan.

b. Pemasangan face plate dan modular jack dilakukan secara menyeluruh pada

   tiap-tiap end point kabel jaringan menuju komputer baik untuk server maupun

   client.




             Gambar II.20 Face plate dan modular jack

c. Perlu sebuah standing rack atau mounting rack untuk menempatkan switch atau

   hub dan peralatan lain seperti modem, KVM Switch dan lain-lain serta sebuah
45



   patch panel yang berfungsi sebagai terminal dari seluruh sistem pengkabelan

   jaringan LAN




             Gambar 2.21 Patch panel pada standing rack

d. Diperlukan sebuah cable management yang berfungsi untuk mengatur dan

   merapihkan kabel-kabel    jaringan   sehingga   mudah   untuk   melakukan

   penanganan jika terjadi permasalahan-permasa-lahan yang diakibatkan oleh

   sistem pengkabelan.




             Gambar II.22 Cable management pada sebuah rackmount

   Cable protector perlu dipasang secara menyeluruh terutama pada setiap

   perlintasan kabel pada area terbuka, sehingga aman dari gangguan-gangguan

   yang diakibatkan oleh gigitan binatang serangga maupun kerusakan-kerusakan

   lain yang diakibatkan oleh human error misalnya terinjak atau tersandung

   sepatu.
46




                          Gambar II.23 Cable Protector pada area terbuka



   e. Dilakukan terminasi ulang pada ujung-ujung konektor RJ45 dengan

      menggunakan crimpting tool, dan dilakukan pengecekan hasilnya dengan

      secara akurat menggunakan sebuah alat fluke meter.




      Gambar II.24. Proses terminasi ulang (recrimpting) pada RJ45 connector

2.6.2. E-mail.
47



       Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul sebagaimana telah

disebutkan diatas akibat kekurang sempurnaan sistem   e-mail perusahaan, maka perlu

dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Mengaktifkan fasilitas POP3 pada Microsoft Exchange Server 2003 agar masing-

   masing client dapat melakukan download e-mail dari mail server ke dalam PC

   client, sehingga proses pembacaan dan pengaksesan e-mail dapat dilakukan secara

   off line.

2. Dengan diaktifkannya POP3 pada Microsoft Exchange Server, maka kapasitas

   mailbox pada mail server menjadi lebih besar dan lebih efektif dikarenakan data

   pada mailbox mail server selalu di download dan dipindahkan ke komputer masing-

   masing client.




               Gambar II.25 Tampilan e-mail menggunakan fasilitas POP3
48



3. Untuk mengatasi pop up dan spam perlu dilakukan sosialisasi pada setiap user agar

selalu menghapus serta tidak membuka terhadap e-mail yang tidak jelas sumber

pengirimannya.

2.6.3. Koneksi Internet

       Untuk menjaga agar kelangsungan koneksi ke internet tetap dapat berlangsung

meskipun terjadi gangguan pada provider ADSL PT.Telkom, maka perlu dibuatkan

proxy server sebagai alternatif koneksi dengan menggunakan dial-up connection ke ISP

yang lain.




                      Gambar II.26 Koneksi internet menggunakan dial up



2.6.4. Web Server
49



       Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang menyangkut tentang

optimalisasi website, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Perlu dibuatkan Web Server dengan mengaktifkan fasilitas IIS (Internet

   Information Services) sehingga seluruh informasi yang diperuntukkan bagi seluruh

   cabang cukup diletakkan dalam sebuah website pada web server di kantor pusat dan

   cabang dapat mengaksesnya melalui sebuah alamat website.

2. Dengan diaktifkannya Web Server maka posisi website perusahaan dapat diletakkan

   pada web server dikantor pusat dan tidak perlu lagi di hosting ditempat lain, dengan

   demikian pengelolaan website perusahaan menjadi lebih efektif serta dapat berjalan

   secara terus menerus.




                Gambar II.27 Tampilan Website PT.Bhanda Ghara Reksa



2.6.5. Backup Data Server
50



        Untuk menjaga kemungkinan terjadi gangguan atau kerusakan pada mail server

yang sekaligus berfungsi sebagai backup server, maka perlu difikirkan untuk dibuatkan

sebuah backup server secara tersendiri (khusus) yang terpisah dari mail server,

sehingga fungsi dari backup server dan mail server dapat berjalan lebih maksimal.



                             Network Printer                                              PC Client
                              192.168.1.14
                                                                                  192.168.1.27 – 192.168.1.32




                                                                                     `                               `
     SWITCH 100Mbps
       192.168.1.2
2.6.6. Skema Jaringan Usulan                      Lantai 4

                                                                                                                     INTERNET
                                                                                              Cisco Router
                                                                                                (DHCP)
     SWITCH 100Mbps 192.168.1.1                                                               192.168.1.11
                                                                           SD




                                                                            192.168.1.10
                                                                         GIGABIT SWITCH 8 Port




     Antivirus
      Proxy                       Backup                                                                        File & Print
      Server                       Server      EMAIL & WEB              Database          DC/DNS/WINS
                                                  Server                                     Server               Server
    192.168.1.5                 192.168.1.12                             Server                                 192.168.1.9
                                                192.168.1.8            192.168.1.7        IP 192.168.1.6
                       Network Printer
                        192.168.1.13
                                                  PC Client

                   `                     192.168.1.33 – 192.168.1.38                                 `
                                                        Lantai 3

                    SWITCH 100Mbps
                       192.168.1.3


                                                                                 PC Client


                                                                  `                                              `
                                                                       192.168.1.53 – 192.168.1.38




         Network Printer
          192.168.1.15                               Lantai 2

   SWITCH 100Mbps
     192.168.1.4

                                                                PC Client

                                                                                                     `
                                                    `     192.168.1.39 – 192.168.1.44


           Network Printer
            192.168.1.16                            Lantai 1
51




         Gambar II.8 Rangkaian Jaringan LAN PT. BGR Kantor Pusat

2.6.7. Analisa Biaya

      Setelah jaringan dirancang, penulis memberikan analisa biaya sebagai berikut
                                                                                 :




1. Penyediaan Perangkat Jaringan

              Tabel II.6 Analisa biaya perangkat jaringan


   Hardware                       Tipe                          Perkiraan Harga
  Router         Cisco Catalyst 851W-G-A-K9                 Rp.         4.603.275,-
  Switch Gigabit Cisco Catalyst WS-C3560G-48TS-S
                                                            Rp.       44.233.875,-
  UTP Kabel        AMP Cat 6 @ Rp. 900.000,- x 5 Roll
                                                            Rp.         5.400.000,-
  UTP Kabel        AMP Cat 5e @ Rp. 600.000,- x 3 Roll
                                                            Rp.         1.800.000,-
       Total Biaya perangkat jaringan dan jetdirect         Rp.       56.037.150,-

2. Penyediaan Komputer Server dan Printer

            Tabel II.7 Analisa biaya pengadaan komputer server dan printer



        Hardware                           Tipe                   Perkiraan Harga
52



                           ASUS P5RD1VM (ATI X200+PCI-

  MainBoard                EX)                                Rp.      1.000.000,-
                           PIV LGA 775, 3.0E GHz cache 1

  Prosessor                MB                                 Rp.      2.155.000,-
  Memory                   DDRAM 1 GB PC-3200 VGEN            Rp.        500.000,-
                                                              Rp.      1.245.000,-
                           Seagate CC3200822A Barracuda

                           200GB, 7200rpm, Serial ATA 150,

  Hard disk                8 MB Cache
                           Gecube X1300 256MB Hyper           Rp.        800.000,-

  Video Graphic Card       memory To 512MB Pci Express
  External JetDirect for   HP J7988G Jetdirect en1700 @

  Network Printer          Rp 2.075.625,- x 2 Pcs             Rp.      4.151.250,-
  Network Color Printer    Fuji Xerox Phaser 7760GX           Rp.     75.635.775,-
  Network Mono Printer     HP Laser Jet 4250 DTN              Rp.     22.831.875,-
                           Ms Windows 2003 Server standard

  Server Operating System R2 w/SP2 32Bit                      Rp.      9.234.225,-
      Total Biaya Penyediaan Komputer Server dan Printer      Rp.    117.553.125,-


       Dengan memperhatikan perincian biaya yang penulis usulkan diatas pada

penambahan–penambahan piranti tersebut maka diperlukan biaya atau dana kurang

lebih Rp. 173.590.275,- penulis mengusulkan rincian biaya ini dengan harapan dapat

mengatasi permasalahan pada PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) Jakarta dimana tempat

penulis melakukan riset.

More Related Content

Similar to 4. Bab II

Pengantar manajemen chap-01
Pengantar manajemen chap-01Pengantar manajemen chap-01
Pengantar manajemen chap-01
Syahrial Ripcurl
 
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
FIkri Aulawi Rusmahafi
 
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
FIkri Aulawi Rusmahafi
 
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
FIkri Aulawi Rusmahafi
 
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
FIkri Aulawi Rusmahafi
 
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
FIkri Aulawi Rusmahafi
 
BE & GG, Ahmad Sultoni, Hapzi Ali, Executive and Director, Universitas Mercub...
BE & GG, Ahmad Sultoni, Hapzi Ali, Executive and Director, Universitas Mercub...BE & GG, Ahmad Sultoni, Hapzi Ali, Executive and Director, Universitas Mercub...
BE & GG, Ahmad Sultoni, Hapzi Ali, Executive and Director, Universitas Mercub...
AHMAD SULTONI
 
PPT. PMS PAK ARIF.ppt
PPT. PMS PAK ARIF.pptPPT. PMS PAK ARIF.ppt
PPT. PMS PAK ARIF.ppt
IwAn927910
 
Akuntabilitas dan Good Corporate Governance PDAM (2007)
Akuntabilitas dan Good Corporate Governance PDAM (2007)Akuntabilitas dan Good Corporate Governance PDAM (2007)
Akuntabilitas dan Good Corporate Governance PDAM (2007)
Oswar Mungkasa
 
9235330 pedoman-gcg-2006
9235330 pedoman-gcg-20069235330 pedoman-gcg-2006
9235330 pedoman-gcg-2006
bosch_cow
 
'Sipi, ramsey ramli, hapzi ali, tugas 1b uas sistim informasi dan pengendalia...
'Sipi, ramsey ramli, hapzi ali, tugas 1b uas sistim informasi dan pengendalia...'Sipi, ramsey ramli, hapzi ali, tugas 1b uas sistim informasi dan pengendalia...
'Sipi, ramsey ramli, hapzi ali, tugas 1b uas sistim informasi dan pengendalia...
Ramsey Ramli
 
Konvergensi psak-ifrs presentasi
Konvergensi psak-ifrs presentasiKonvergensi psak-ifrs presentasi
Konvergensi psak-ifrs presentasi
indra_yu
 
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
FIkri Aulawi Rusmahafi
 
GroEdu Company Profile-2022.pdf
GroEdu Company Profile-2022.pdfGroEdu Company Profile-2022.pdf
GroEdu Company Profile-2022.pdf
FransMRoyanConsultan
 
Pengantar bisnis-bag-3
Pengantar bisnis-bag-3Pengantar bisnis-bag-3
Pengantar bisnis-bag-3
Haidar Bashofi
 
Sim, novalita ramalusia putri, hapzi ali, pengembangan sistem, universitas me...
Sim, novalita ramalusia putri, hapzi ali, pengembangan sistem, universitas me...Sim, novalita ramalusia putri, hapzi ali, pengembangan sistem, universitas me...
Sim, novalita ramalusia putri, hapzi ali, pengembangan sistem, universitas me...
novalitarlp
 
Menejemen Proyek
Menejemen ProyekMenejemen Proyek
Menejemen Proyek
Umi Lestari
 
Laporan audit manajemen pada kpn pelopor donggala (jiantari c 301 09 013)
Laporan audit manajemen pada kpn pelopor donggala (jiantari c 301 09 013)Laporan audit manajemen pada kpn pelopor donggala (jiantari c 301 09 013)
Laporan audit manajemen pada kpn pelopor donggala (jiantari c 301 09 013)
Jiantari Marthen
 

Similar to 4. Bab II (20)

Pengantar manajemen chap-01
Pengantar manajemen chap-01Pengantar manajemen chap-01
Pengantar manajemen chap-01
 
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
 
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
 
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
 
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
 
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
 
BE & GG, Ahmad Sultoni, Hapzi Ali, Executive and Director, Universitas Mercub...
BE & GG, Ahmad Sultoni, Hapzi Ali, Executive and Director, Universitas Mercub...BE & GG, Ahmad Sultoni, Hapzi Ali, Executive and Director, Universitas Mercub...
BE & GG, Ahmad Sultoni, Hapzi Ali, Executive and Director, Universitas Mercub...
 
PPT. PMS PAK ARIF.ppt
PPT. PMS PAK ARIF.pptPPT. PMS PAK ARIF.ppt
PPT. PMS PAK ARIF.ppt
 
Akuntabilitas dan Good Corporate Governance PDAM (2007)
Akuntabilitas dan Good Corporate Governance PDAM (2007)Akuntabilitas dan Good Corporate Governance PDAM (2007)
Akuntabilitas dan Good Corporate Governance PDAM (2007)
 
9235330 pedoman-gcg-2006
9235330 pedoman-gcg-20069235330 pedoman-gcg-2006
9235330 pedoman-gcg-2006
 
'Sipi, ramsey ramli, hapzi ali, tugas 1b uas sistim informasi dan pengendalia...
'Sipi, ramsey ramli, hapzi ali, tugas 1b uas sistim informasi dan pengendalia...'Sipi, ramsey ramli, hapzi ali, tugas 1b uas sistim informasi dan pengendalia...
'Sipi, ramsey ramli, hapzi ali, tugas 1b uas sistim informasi dan pengendalia...
 
Konvergensi psak-ifrs presentasi
Konvergensi psak-ifrs presentasiKonvergensi psak-ifrs presentasi
Konvergensi psak-ifrs presentasi
 
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
 
GroEdu Company Profile-2022.pdf
GroEdu Company Profile-2022.pdfGroEdu Company Profile-2022.pdf
GroEdu Company Profile-2022.pdf
 
Pengantar bisnis-bag-3
Pengantar bisnis-bag-3Pengantar bisnis-bag-3
Pengantar bisnis-bag-3
 
Sim, novalita ramalusia putri, hapzi ali, pengembangan sistem, universitas me...
Sim, novalita ramalusia putri, hapzi ali, pengembangan sistem, universitas me...Sim, novalita ramalusia putri, hapzi ali, pengembangan sistem, universitas me...
Sim, novalita ramalusia putri, hapzi ali, pengembangan sistem, universitas me...
 
Menejemen Proyek
Menejemen ProyekMenejemen Proyek
Menejemen Proyek
 
2006 2-00941-si-bab 3
2006 2-00941-si-bab 32006 2-00941-si-bab 3
2006 2-00941-si-bab 3
 
Bab 1 konsep dasarmanajemen
Bab 1 konsep dasarmanajemenBab 1 konsep dasarmanajemen
Bab 1 konsep dasarmanajemen
 
Laporan audit manajemen pada kpn pelopor donggala (jiantari c 301 09 013)
Laporan audit manajemen pada kpn pelopor donggala (jiantari c 301 09 013)Laporan audit manajemen pada kpn pelopor donggala (jiantari c 301 09 013)
Laporan audit manajemen pada kpn pelopor donggala (jiantari c 301 09 013)
 

Recently uploaded

SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIANSINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
NanieIbrahim
 
POWERPOINT ASAS PERMAINAN CATUR MSSD.pptx
POWERPOINT ASAS PERMAINAN CATUR MSSD.pptxPOWERPOINT ASAS PERMAINAN CATUR MSSD.pptx
POWERPOINT ASAS PERMAINAN CATUR MSSD.pptx
cikgumeran1
 
Kelompok 2 Tugas Modul 2.1 Ruang Kolaborasi.pdf
Kelompok 2 Tugas Modul 2.1 Ruang Kolaborasi.pdfKelompok 2 Tugas Modul 2.1 Ruang Kolaborasi.pdf
Kelompok 2 Tugas Modul 2.1 Ruang Kolaborasi.pdf
JALANJALANKENYANG
 
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdfPanduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
MildayantiMildayanti
 
Media Pembelajaran kelas 3 SD Materi konsep 8 arah mata angin
Media Pembelajaran kelas 3 SD Materi konsep 8 arah mata anginMedia Pembelajaran kelas 3 SD Materi konsep 8 arah mata angin
Media Pembelajaran kelas 3 SD Materi konsep 8 arah mata angin
margagurifma2023
 
MODUL P5 FASE B KELAS 4 MEMBUAT COBRICK.pdf
MODUL P5 FASE B KELAS 4 MEMBUAT COBRICK.pdfMODUL P5 FASE B KELAS 4 MEMBUAT COBRICK.pdf
MODUL P5 FASE B KELAS 4 MEMBUAT COBRICK.pdf
YuristaAndriyani1
 
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
nasrudienaulia
 
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdfJuknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
HendraSagita2
 
ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL
ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPALANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL
ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL
Annisa Syahfitri
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Fathan Emran
 
Novel - PERISTIWA YANG MEMBERIKAN TELADAN.pptx
Novel - PERISTIWA YANG MEMBERIKAN TELADAN.pptxNovel - PERISTIWA YANG MEMBERIKAN TELADAN.pptx
Novel - PERISTIWA YANG MEMBERIKAN TELADAN.pptx
NirmalaJane
 
Modul Ajar Statistika Data Fase F kelas
Modul Ajar Statistika Data Fase F  kelasModul Ajar Statistika Data Fase F  kelas
Modul Ajar Statistika Data Fase F kelas
ananda238570
 
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdfMODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
sitispd78
 
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptxGERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
fildiausmayusuf1
 
Modul Ajar Matematika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]Modul Ajar Matematika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Fathan Emran
 
Laporan Pembina Pramuka sd format doc.docx
Laporan Pembina Pramuka sd format doc.docxLaporan Pembina Pramuka sd format doc.docx
Laporan Pembina Pramuka sd format doc.docx
RUBEN Mbiliyora
 
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdfKisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
indraayurestuw
 
RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF.pdf
RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF.pdfRANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF.pdf
RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF.pdf
junarpudin36
 
Aksi Nyata Disiplin Positif: Hukuman vs Restitusi vs Konsekuensi
Aksi Nyata Disiplin Positif: Hukuman vs Restitusi vs KonsekuensiAksi Nyata Disiplin Positif: Hukuman vs Restitusi vs Konsekuensi
Aksi Nyata Disiplin Positif: Hukuman vs Restitusi vs Konsekuensi
sabir51
 
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remajamateri penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
DewiInekePuteri
 

Recently uploaded (20)

SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIANSINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
 
POWERPOINT ASAS PERMAINAN CATUR MSSD.pptx
POWERPOINT ASAS PERMAINAN CATUR MSSD.pptxPOWERPOINT ASAS PERMAINAN CATUR MSSD.pptx
POWERPOINT ASAS PERMAINAN CATUR MSSD.pptx
 
Kelompok 2 Tugas Modul 2.1 Ruang Kolaborasi.pdf
Kelompok 2 Tugas Modul 2.1 Ruang Kolaborasi.pdfKelompok 2 Tugas Modul 2.1 Ruang Kolaborasi.pdf
Kelompok 2 Tugas Modul 2.1 Ruang Kolaborasi.pdf
 
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdfPanduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.pdf
 
Media Pembelajaran kelas 3 SD Materi konsep 8 arah mata angin
Media Pembelajaran kelas 3 SD Materi konsep 8 arah mata anginMedia Pembelajaran kelas 3 SD Materi konsep 8 arah mata angin
Media Pembelajaran kelas 3 SD Materi konsep 8 arah mata angin
 
MODUL P5 FASE B KELAS 4 MEMBUAT COBRICK.pdf
MODUL P5 FASE B KELAS 4 MEMBUAT COBRICK.pdfMODUL P5 FASE B KELAS 4 MEMBUAT COBRICK.pdf
MODUL P5 FASE B KELAS 4 MEMBUAT COBRICK.pdf
 
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
 
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdfJuknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
 
ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL
ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPALANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL
ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT PABRIK ASPAL
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
 
Novel - PERISTIWA YANG MEMBERIKAN TELADAN.pptx
Novel - PERISTIWA YANG MEMBERIKAN TELADAN.pptxNovel - PERISTIWA YANG MEMBERIKAN TELADAN.pptx
Novel - PERISTIWA YANG MEMBERIKAN TELADAN.pptx
 
Modul Ajar Statistika Data Fase F kelas
Modul Ajar Statistika Data Fase F  kelasModul Ajar Statistika Data Fase F  kelas
Modul Ajar Statistika Data Fase F kelas
 
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdfMODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
 
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptxGERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
 
Modul Ajar Matematika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]Modul Ajar Matematika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka - [abdiera.com]
 
Laporan Pembina Pramuka sd format doc.docx
Laporan Pembina Pramuka sd format doc.docxLaporan Pembina Pramuka sd format doc.docx
Laporan Pembina Pramuka sd format doc.docx
 
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdfKisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
 
RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF.pdf
RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF.pdfRANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF.pdf
RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF.pdf
 
Aksi Nyata Disiplin Positif: Hukuman vs Restitusi vs Konsekuensi
Aksi Nyata Disiplin Positif: Hukuman vs Restitusi vs KonsekuensiAksi Nyata Disiplin Positif: Hukuman vs Restitusi vs Konsekuensi
Aksi Nyata Disiplin Positif: Hukuman vs Restitusi vs Konsekuensi
 
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remajamateri penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
materi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
 

4. Bab II

  • 1. 5 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Tinjauan Umum Perusahaan 2.1.1. Sejarah Perusahaan PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) didirikan pada tanggal 11 April 1977 berdasarkan Peraturan Pemerintah No.26 tahun 1976. Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pergudangan umum serta jasa- jasa yang terkait dengan pergudangan. Semenjak berdirinya, PT BGR merupakan stockholder pupuk yang diproduksi oleh PT. Pusri. Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang memiliki peranan penting dalam pendistribusian pupuk secara nasional, PT.BGR memiliki fasilitas pergudangan yang tersebar sampai ke pelosok kabupaten diseluruh wilayah Indonesia dengan basis- basisnya yang berada di pusat-pusat kota dan pelabuhan. Namun seiring dengan kemajuan zaman PT. BGR berkembang menjadi satu badan usaha yang tidak hanya menjadi stockholder pupuk bagi PT. Pusri, akan tetapi suatu sarana penyimpanan produk bagi perusahaan lain yang bergerak dibidang nonpupuk, bahkan telah berkembang dan mereposisi kegiatannya menjadi Jasa Pengelolaan Logistik (Logistic Management Service). 5
  • 2. 6 2.1.2. Struktur Organisasi STRUKTUR ORGANISASI KANTOR PUSAT PT. (Persero) BHANDA GHARA REKSA DIREKTUR UTAMA DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR OPERASI PERENCANAAN ADMINISTRASI DAN PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN DAN KEUANGAN SEKRETARIS STAFF AHLI Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir pemasaran pergudangan logistik perencanan M.Mutu Pengembangan Bid.Hukum Bid.SPI SDM Keu & Akt Bid Umum Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Operasi Pengendl pemasaran Ops Pergud perencanan sistim SPI Wil I PUKK SDM keuangan pengadaan Logistik Dokumen Informasi Manager Manager Manager Manager Manager Analisa adm Manager Manager analisa analisa ADM analisa Evaluasi pengembangan Manager Manager & pelaporan SPI Wil II gaji & ADM&Pgd & Logistik &Penelitian Pengendalian usaha akuntansi pemeliharaan kesejahtraan Manager Operasional, Manager agunan & jasa Verifikasi CABANG-CABANG Gambar II.1. Struktur Organisasi PT.BGR Kantor Pusat
  • 3. 7 Fungsi dan Tugas (job description) dari masing-masing pejabat yang merupakan manajemen dari PT. BGR adalah sebagai berikut : 1. Direktur Utama a. Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan b. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan perusahaan c. Mengadakan kerja sama operasi atau kontrak manajemen dengan pihak lain d. Menetapkan dan menyesuaikan struk organisasi perusahaan tur Direktur Utama membawahi dua orang Assisten Direktur yaitu Assisten Direktur Bidang Hukum dan Assisten Direktur Bidang Satuan Pengawasan Intern (SPI). 2. Direktur Operasi dan Pemasaran a. Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perusahaan c. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya d. Mengadakan kerjasama operasi atau kontrak manajemendengan pihak lain e. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Operasional dan pemasaran
  • 4. 8 Direktur Operasi dan Pemasaranmembawahi tiga orang Assisten Direktur masing-masing : Assisten Direktur bidang Pemasaran, Assisten Direktur Bidang Logistik dan Assisten Direktur Bidang Pergudangan. 3. Direktur Perencanaan & Pengembangan a. Memimpin dan mengurus Direktorat Perencanaan dan Pengembangan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan. b. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya c. Mengadakan kerjasama operasi atau kontrak manajemendengan pihak lain d. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Direktur Perencanaan dan Pengembangan membawahi tiga orang Assisten Direktur masing-masing : Assisten Direktur Bidang Perencanaan, Assisten Direktur Bidang Pengembangan dan Assisten Direktur Bidang Manajemen Mutu. Untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan Teknologi Informasi dilaksanakan oleh seorang Manager Sistem Informasi yang posisinya berada dibawah Assisten Direktur Bidang Pengembangan. 3. Direktur Administrasi & Keuangan a. Memimpin dan mengurus Direktorat Keuangan dan Administrasi sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan. b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan c. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya
  • 5. 9 d. Mengadakan kerja sama operasi atau kontrak manajemen yang berlaku untuk jangka waktu tertentu dengan pihak lain e. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Keuangan dan Administrasi f. Menetapkan kebijaksanaan dalam memimpin dan mengurus Direktorat Keuangan dan Administrasi g. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Direktorat Keuangan dan Administrasi termasuk penetapan gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi para pegawai berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham h. Memberikan pertanggung-jawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya perseroan berupa laporan tahunan termasuk perhitungan tahunan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Memberikan laporan berkala lainnya menurut cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta laporan lainnya setiap kali diminta oleh Pemegang Saham Direktur Administrasi dan Keuangan membawahi tiga orang Asisten Direktur masing-masing : Asisten Direktur Bidang Keuangan & Akuntansi, Assisten Direktur Bidang SDM dan Assisten Direktur Bidang Umum.
  • 6. 10 2.1.3. Bidang Usaha Secara garis besar, aktivitas perusahaan terdiri dari 2 kegiatan pokok yaitu : 1. Umum Menyelenggarakan dan menyediakan sewa pengelolaan ruangan gudang baik gudang terbuka maupun gudang tertutup, termasuk stock management dan collateral management. 2. Khusus Menyediakan dan menyelenggarakan jasa-jasa : a. Pergudangan 1) Penyewaan ruang gudang 2) Pengelolaan gudang b. Jasa Pengurusan Transportasi Nasional Internasional 1) Angkutan darat, laut dan udara 2) Pengurusan dan penyelesaian dokumen pelabuhan, pabean dan lain-lain 3) Container Depo c. Pemeliharaan barang dan jasa lainnya 1) Termite control 2) Spraying 3) Fumigasi 4) Appraisal 5) Mecanic (forklift, crane, dll).
  • 7. 11 Sampai dengan akhir tahun 2007 PT.BGR mengelola gudang sebanyak 47 8 unit dengan kapasitas sebesar 1.664.496 ton terdiri dari : 1. Gudang Milik yaitu gudang yang dibangun, dimiliki dan dikelola oleh PT Bhanda Ghara Reksa. Saat ini PT. BGR memiliki 143 unit gudang milik. 2. Gudang Sewa Yaitu gudang milik perusahaan lain yang disewa oleh PT.BGR untuk kepentingan PT. BGR. Saat ini PT.BGR menyewa 49 unit gudang non milik. 3. Gudang Manajemen Yaitu gudang milik perusahaan pelanggan yang dikelola oleh PT.BGR. Produk yang disimpan digudang tersebut merupakan milik perusahaan pemilik gudang tersebut namun pengelolaan stock menjadi tanggung jawab PT.BGR sepenuhnya. Saat ini PT.BGR mengelola 270 gudang manajemen. 4. Terminal Cargo Yaitu gudang yang berfungsi sebagai tempat transit barang dari pelabuhan maupun dari daerah lain untuk didistribusikan ke dalam sebuah kota. Saat ini PT BGR mempunyai 16 unit Terminal Cargo yang terletak di kota Surakarta dan Makassar. Gudang-gudang tersebut tersebar pada 15 Cabang yang berada diseluruh Indonesia. 2.2. Topologi Jaringan dan Skema Jaringan 2.2.1. Topologi Jaringan
  • 8. 12 Struktur atau topologi adalah sebuah bentuk yang menggambarkan hubungan dari sebuah jaringan (Map of Network) atau bagaimana sebuah jaringan dibuat. Hubungan tersebut sangat tergantung dari jenis aplikasinya dimana setiap struktur memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Secara umum terdapat dua difinisi topologi jaringan yaitu : 1. Physical Topology atau topologi fisik yaitu merupakan bentuk lay out aktual dari kabel-kabel atau media yang menghubungkan host-host pada sebuah jaringan LAN. 2. Logical Topology atau topologi logika yaitu sebuah bentuk yang mendifinisikan bagaimana sebuah media diakses oleh host-host dalam sebuah jaringan LAN. Bentuk topologi fisik (Physical Topology) yang umum digunakan dalam membangun sebuah jaringan LAN adalah : 1. Bus : merupakan segmen backbone tunggal melalui sebuah kabel lurus panjang, dimana semua host terkoneksi langsung ke backbone tersebut. Gambar II.2 Bus Topology 2. Ring : sebuah topologi yang mengkoneksikan host pertama ke host berikutnya, dan host yang terakhir terhubung ke host yang pertama. Model ini akan membentuk sebuah lingkaran yang akan menghubungkan node-node komputer yang dikoneksikan melalui media kabel jaringan.
  • 9. 13 Gambar II.3 Ring Topology 3. Star : sebuah bentuk topologi yang menghubungkan semua kabel ke sebuah point sentral yang biasanya berbentuk hub atau switch. Gambar II.4. Star Topology Sedangkan logical topology dari sebuah jaringan adalah sebuah bentuk yang menggambarkan bagaimana host-host saling berkomunikasi melalui sebuah media. Terdapat dua tipe umum dari logical topology ini yaitu :
  • 10. 14 1. Broadcast topology : yaitu setiap host mengirim datanya ke semua host lain dalam media jaringan, dan disana tidak ada stasion pesanan apapun dalam network (yang pertama datang, pertama dilayani). 2. Token Passing : yaitu sebuah metode mengontrol akses network dengan melepas pesan elektronik ke setiap host secara berurutan. Saat sebuah host menerimanya, berarti host tersebut dapat mengirim data pada network. Jika host tidak memiliki data untuk dikirim, maka ia melepas pesan ke host berikutnya, dan proses similar ini akan terus berlangsung berulang-ulang. Struktur atau topologi jaringan yang di gunakan oleh PT.BGR Kantor Pusat dalam membangun sebuah jaringan komputer berbasis Local Area Network (LAN) adalah topologi Star sebuah bentuk topologi yang menghubungkan semua kabel ke sebuah point sentral yang biasanya berbentuk hub atau switch. Topologi Star dianggap merupakan topologi yang paling sesuai dimana seluruh komputer client pada setiap lantai terhubung pada sebuah Switch yang berada pada masing-masing lantai dan switch pada masing-masing lantai tersebut akan dihubungkan pada sebuah switch sentral yang berada di ruang server di lantai 3. Dalam topologi Star, sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali dari semua komunikasi data, sedangkan terminal lain terhubung ke terminal pusat melalui sebuah switch. Pengiriman data dari satu terminal ke terminal lainnya melalui sebuah switch di terminal pusat selanjutnya terminal pusat akan menyediakan jalur komunikasi khusus pada dua terminal yang akan berkomunikasi tersebut. Secara umum media transmisi yang digunakan adalah kabel twisted pair yang jumlahnya cukup banyak untuk menunjang komunikasi antara PC client dengan Server.
  • 11. 15 2.2.2. Skema Jaringan dan IP Address INTERNET Modem Server ADSL Switch 100 Client mbps Shared printer Gambar II.5 Blok Diagram LAN PT.BGR Kantor Pusat Jakarta
  • 12. 16 Lantai 4 PC Client Share Printer SD SD PRO PRO SWITCH 100Mbps SD SUPER 3Com STACK Status 1x 6x green=enabled, link OK flashing green=disabled, link OK off=link, fail Professional W or kstation 6000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Packet Profes sional Works tat ion 6000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Status 7x 12x SuperStack II Baseline 10/100 Switch 192.168.1.2 192.168.1.27 – 192.168.1.32 Lantai 3 INTERNET SWITCH 100Mbps ZIXEL 192.168.1.1 Status SUPER STACK 3Com SD MODEM 1x 6x green=enabled, link OK flashing green=disabled, link OK off=link, fail 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Packet 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Status 7x 12x SuperStack II Baseline 10/100 Switch Email Database File Anti-Virus Server Server DC+DHCP Server Server Server 192.168.1.8 192.168.1.7 192.168.1.9 192.168.1.5 192.168.1.6 PC Client SD PRO SD PRO Profes sional Works tat ion 6000 Professional Wor kstation 6000 Share Printer 192.168.1.21 – 192.168.1.26 1x 6x Status green=enabled, link OK flashing green=disabled, link OK SUPER STACK 3 Com SD SD PC Client PRO SD off=link, fail PRO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Packet 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Status 7x 12x SuperStack II Baseline 10/100 Switch SWITCH 100Mbps 192.168.1.3 Professional Work station 6000 Professional Wor kst ation 6000 192.168.1.33 – 192.168.1.38 Share Printer SWITCH 100Mbps 192.168.1.4 SD SUPER 3 Com STACK Status 1x 6x green=enabled, link OK flashing green=disabled, link OK off=link, fail 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Packet 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Status 7x 12x SuperStack II Baseline 10/100 Switch Lantai 2 Lantai 1 PC Client Share Printer SD PRO SD PRO Profes sional Works tat ion 6000 Pr of es sional Work station 6000 192.168.1.39 – 192.168.1.44 Gambar II.6 Rangkaian Jaringan LAN PT. BGR Kantor Pusat
  • 13. 17 IP Address adalah sebuah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan lain yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1. Berikut adalah contoh table IP Address : Tabel II.1 : IP Address Network ID Host ID 192 168 0 1 IP Address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch dll). Oleh sebab itu IP Address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada. Untuk mempermudah pemakaian maka IP Address dikelompokkan dalam kelas-kelas yang penggunaannya tergantung pada kebutuhan pemakai, namun yang umum digunakan untuk jaringan LAN adalah sebagaimana terlihat pada tabel dibawah ini : Tabel II.2 : Pembagian Kelas pada IP Address Class Range Network ID Host ID Subnet mask A 0 – 127 xxx.0.0.1 xxx.255.255.254 255.0.0.0 B 128 – 191 xxx.xxx.0.1 xxx.xxx.255.254 255.255.0.0 C 192 – 223 xxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254 255.255.255.0 PT. BGR yang mengoperasikan 30 unit computer yang terhubung pada jaringan Local Area Network (LAN) di kantor pusat dan lebih kurang 15 unit untuk setiap cabangnya menggunakan IP Address kelas C. Pemilihan tipe kelas ini lebih didasarkan
  • 14. 18 pada jumlah unit host yang dikelola dimana pada tipe kelas C mampu menampung sekitar 65.000 host dengan range IP antara 192.0.xxx.xxx – 223.155.xxx.xxx Untuk implementasi IP Address pada komputer client dan server di PT BGR Kantor Pusat dengan menggunakan tipe kelas C adalah sebagai berikut : 1. Server Tabel II.3 : Nama Server dan IP Address No. Nama Server IP Adress 1. DHCP & DC Server 192.168.1.6 2. Database Server 192.168.1.7 3. Email Server 192.168.1.8 4. Antivirus 192.168.1.5 5. File Server 192.168.1.9 2. Client Untuk komputer client, IP Address didapatkan dari DHCP Server dengan perincian sebagai berikut : a. Scope IP : 192.168.1.1 s/d 192.168.1.100 b. Exclude : 192.198.1.1 s/d 192.168.1.20 c. Subnet mask : 255.255.255.0 d. Gateway : 192.168.1.6 e. DNS : 192.168.1.6 f. WINS : 192.168.1.6 g. DNS Suffix : bgr.co.id 2.2.3. Domain Name System (DNS)
  • 15. 19 Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP Address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki sebagai berikut : 1. Root-level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.). 2. Top level domain : merupakan kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan dan sebagainya. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk Australia. 3. Second level domain : merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain. PT BGR memiliki dua Domain Name System (DNS) yaitu : bgr.co.id yang dipergunakan untuk keperluan komunikasi internal dan bgrindonesia.com untuk keperluan komunikasi eksternal. 2.2.4. Dynamic Host Configuration Protocol (dhcp) IP Address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (dhcp) atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP Address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP Address ini, DHCP hanya meminjamkan IP
  • 16. 20 Address tersebut untuk jangka waktu tertentu, sehingga pemberian IP Address ini berlangsung secara otomatis dan dinamis. Pada jaringan LAN PT.BGR terdapat sebuah DHCP server yang berfungsi sebagai pengatur pemberian IP Address untuk kepentingan koneksi dan komunikasi pada seluruh komputer client serta peralatan pendukung komunikasi lainnya. Untuk pengaturan dalam pemberian IP Address pada komputer client dan peralatan komunikasi lainnya, DHCP server memberikan batasan (scope) sebagai berikut : 1. Scope IP : 192.168.1.1 s/d 192.168.1.100 2. IP Exclude : 192.198.1.1 s/d 192.168.1.20 Dengan adanya batasan Scope IP Adress dan IP Exclude, maka setiap komputer yang dihubungkan ke jaringan LAN BGR akan secara otomatis diberikan penomoran sesuai dengan scope yang telah ditetapkan. 2.2.5. Media Transmisi Media transmisi adalah sebuah media yang berfungsi untuk menyalurkan data dan informasi dari suatu tempat ketempat lain. Dalam Local Area Network (LAN) semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik dan gelombang elektromagnet dapat digunakan sebagai media pengirim. Media transmisi ini dapat berupa kabel jaringan maupun gelombang elektromagnet maupun gelombang radio (frequency). Pemilihan jenis media transmisi ini pada setiap instansi berbeda-beda dan sangat tergantung pada kebutuhan jaringan yang akan dibangun. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dan menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan media transmisi untuk sebuah jaringan diantaranya adalah sebagai berikut :
  • 17. 21 1. Biaya Instalasi 2. Keterhandalan (reliability) 3. Kemudahan instalasi dan perawatan 4. Laju pengiriman data maksimal 5. Keamanan data 6. Ketahanan terhadap interferensi, dan 7. Kemudahan konfigurasi Hal-hal diatas sangatlah penting mengingat tujuan utama dari membangun sebuah jaringan adalah untuk kecepatan dan keamanan transfer data, disamping faktor biaya juga menjadi pertimbangan yang cukup menentukan dalam membangun sebuah jaringan. Disebabkan oleh pertimbangan-pertimbangan diatas dan melihat kepentingan traffic data yang saat ini diperlukan oleh PT.BGR dalam berkomunikasi secara internal di kantor pusat maupun ke cabang-cabang, maka perusahaan memilih untuk membangun jaringan dengan menggunakan media transmisi berupa kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Kabel unshielded twisted pair (UTP) yang dipergunakan oleh PT.BGR adalah dua macam yaitu : 1. UTP cat-5 enhanced untuk transfer data dengan kecepatan maksimal 100 mbps. 2. UTP cat-6 Giga speed untuk transfer data dengan kecepatan maksimal satu Gigabyte per second. Jika diperhatikan sekilas, secara fisik kedua jenis kabel tersebut memiliki bentuk dan ciri yang hampir sama, namun jika diperhatikan lebih seksama, maka terlihat bahwa kabel cat-6 Giga speed mempunyai usuran lebih besar dengan
  • 18. 22 penampang kawat tembaga yang lebih besar pula, hal inilah yang membedakan kemampuan masing-masing kabel dalam melakukan transfer data. PT.BGR memanfaatkan kedua jenis kabel ini pada jaringan Local Area Network (LAN), dimana untuk kabel UTP dengan cat-5 dipergunakan untuk menghubungkan seluruh komputer client dengan server dan kabel cat-6 Gigabyte dipergunakan untuk menghubungkan komputer server dengan server lainnya. Dengan demikian diharapkan alur pertukaran informasi dan data antar server dapat berjalan lebih cepat tanpa hambatanyang berarti. Gambar II.7 UTP cat-5 enhanced Gambar II.8 UTP cat-6 Giga Speed Kabel UTP ( Unshielded Twisted Pair) mempunyai delapan kabel, dalam penyusunaannya mempunyai dua fungsi. Yang pertama digunakan untuk straight dan yang kedua untuk cross link. Sraight digunakan apabila hubungan kabel menggunakan
  • 19. 23 Hub. Dan untuk kartu jaringan NIC (Network Interface Card) yang di gunakan berbasis PCI card, tetapi dapat juga menggunakan dalam bentuk PCMCIA atau USB. Tabel II.4. Jenis kabel Unshielded Twister Pair Fungsi Straight
  • 20. 24 Kabel Satu Kabel Dua No Warna Kabel No Warna Kabel 1. Putih Orange 1. Putih Orange 2. Orange 2. Orange 3. Putih Hijau 3. Putih Hijau 4. Biru 4. Biru 5. Putih Biru 5. Putih Biru 6. Hijau 6. Hijau 7. Putih Coklat 7. Putih Coklat 8. Coklat 8. Coklat Tabel II.5. Jenis Kabel Unshielded Twister Pair Fungsi Cross link Kabel Satu Kabel Dua
  • 21. 25 No Warna Kabel No Warna kabel 1. Putih Orange 1. Putih Hijau 2 Orange 2. Hijau 3. Putih Hijau 3. Putih Orange 4. Biru 4. Biru 5. Putih Biru 5. Putih Biru 6. Hijau 6. Orange 7. Putih Coklat 7. Putih Coklat 8. Coklat 8. Coklat 2.2.6. Koneksi Ke Internet PT. BGR memanfaatkan koneksi ke Internet melalui PT. Telkom dengan berlangganan Dedicated Line ADSL dengan kecepatan akses 512 Kbps. Melalui sebuah
  • 22. 26 modem ADSL ZyXel Prestige 650R-31 yang dihubungkan ke switch sentral, maka modem tersebut berfungsi sebagai gateway dengan IP Public 222.124.xx.xx dan sekaligus sebagai router yang akan mengatur dan mendistribusikan segala permintaan koneksi seluruh komputer client. Dengan sistem tersebut maka seluruh komputer yang ada di Kantor Pusat dapat memanfaatkan koneksi ke internet dengan cepat dan tanpa batas. Untuk lebih jelasnya, maka diagram dibawah ini dapat memberikan gambaran tentang hubungan komputer client ke Internet melalui sebuah modem ADSL dalam PT. BGR kantor pusat Jakarta. Gambar II.9 Diagram koneksi ke Internet menggunakan ADSL Modem Dan berikut adalah tampilan konfigurasi pada modem ADSL ZyXEL Prestige 650R-31 :
  • 23. 27 Gambar II.10. Tampilan Konfigurasi Modem ZyXel 650R-31 2.3.Spesifikasi Perangkat Keras (hardware) 2.3.1. Server Untuk menopang kegiatan operasionalnya PT. BGR Kantor Pusat memanfaatkan enam unit server yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Dari keenam unit server tersebut tiga unit merupakan pengadaan baru dengan Cassing Rack dan ketiga sisanya memanfaatkan server lama dengan casing tower serta sedikit penyesuaian terhadap Sistem operasi dan konfigurasinya. Keenam server tersebut terletak pada lantai 3 dan ditempatkan pada ruang Bidang Perencanaan dan Pengembangan (P2) dalam sebuah lemari server 5U Rackmount Chasis Enlight 8950R yang telindung dengan baik. Sebuah ruangan berukuran 2 x 2 meter telah dipersiapkan sebagai ruang server yang cukup terisolasi
  • 24. 28 (tidak setiap orang diperbolehkan masuk keruang server jika tidak memiliki kepentingan) dilengkapi dengan pendingin suhu ruangan yang cukup (18o C) selama 24 jam nonstop. Gambar II.11 Server dengan Cassing Rack dan Cassing tower Gambar II.12 Ruang Server dengan 5U Rackmount Chasis Enlight 8950R Untuk keperluan operasional dan memonitor aktivitas keenam unit server tersebut maka diperlukan sebuah alat yang berfungsi sebagai tampilan atau monitor yang mampu menginformasikan aktivitas masing-masing server. Peralatan tersebut
  • 25. 29 terdiri dari sebuah layar monitor 15 inci dengan penghubung sebuah KVM Switch yang dapat memilih dan menampilkan aktivitas sebuah server secara bergantian. Gambar II.13 KVM Switch Gambar II.14 Monitor Pengendali Server Pada dasarnya fungsi dari sebuah server adalah mengatur, mengontrol dan mengendalikan komputer client yang terhubung kedalam jaringan LAN. Server memberikan hak-hak kepada client untuk dapat bergabung kedalam jaringan atau dapat pula memutuskan hubungan dari jaringan. Semua fungsi tersebut dikerjakan oleh Domain Controller (DC), dimana dalam hal ini berfungsi sebagai pengatur seluruh operasional komputer yang ada pada jaringan LAN. Pada komputer server juga terdapat
  • 26. 30 security system yang berfungsi sebagai pengamanan jaringan agar para pengguna komputer tidak dapat mengacak-acak data yang tersimpan pada server. Untuk menjaga hal-hal yang tidak dingiinkan maka komputer server juga dilengkapi dengan system backup data dimana secara periodik server akan melakukan backup data-data serta konfigurasi dari Domain Controller sehingga terhindar dari kemungkinan kerusakan secara total. Seluruh data backup dari Domain Controller disimpan didalam sebuah hard disk yang ditempatkan pada Mail Server yang sekaligus berfungsi sebagai Backup Domain Controller (BDC). Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa masing-masing server memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda-beda, namun secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Primary Domain Controller (PDC) dengan kode BGR-DC01. Spesifikasi Server DC-01 : a. Processor : Intel Pentium 4 2.8C Ghz, b. Memory: Corsair DDR 1 GB c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini berfungsi menyimpan seluruh database penting yang berkaitan dengan user account termasuk didalamnya terdapat data tentang security, policy serta informasi-informasi lain seperti yang biasa digunakan dalam Exchange, ISA dan sebagainya. Server ini dapat dikatakan sebagai Server utama yang mengendalikan seluruh operasional dan melayani seluruh komputer client. 2. Database Server dengan kode BGR-Data01.
  • 27. 31 Spesifikasi Server BGR-Data01 : a. Processor : Intel Pentium 4 2.8 Ghz, b. Memory : Corsair DDR 1 GB c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini menyimpan database SQL Server yang melayani beberapa aplikasi untuk operasional perusahaan pada Bidang Keuangan, Akuntansi, SDM dan Bidang Umum, seperti : a. Data Keuangan dan Akuntansi (General Ledger, Program Piutang Perusahaan) b. Data bidang SDM, Absensi dan Penggajian (Payroll). c. Data bidang Umum (Inventaris Perusahaan). 3. Mail Server dengan kode BGR-Mail01. Spesifikasi Server BGR-Mail01 : a. Processor : Intel Xeon 2.4 Ghz, b. Memory : Corsair DDR 1 GB c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini juga berfungsi untuk menyimpan dan melayani data-data e-mail perusahaan dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Exchange Server 2003. Sebagai BDC, server ini juga menyimpan seluruh data-data yang terdapat pada Primary Domain Controller (PDC). 4. Antivirus Server dan Proxy Server dengan kode BGR-Proxy01. Spesifikasi Server BGR-Proxy01 :
  • 28. 32 a. Processor : Intel Pentium 4 2.8 Ghz, b. Memory : Corsair DDR 512 MB c. Hard disk : Seagate Barracuda 20 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini melayani dan menyimpan Program Antivirus yang juga berfungsi sebagai firewall. Selain itu server ini juga berfungsi sebagai Proxy Server yaitu Gateway cadangan jika koneksi utama ke internet yang selama ini dilakukan melalui Modem ADSL mengalami gangguan. 5. File & RAS Server dengan kode BGR-File01 Spesifikasi Server BGR-File01 : a. Processor : Intel Pentium 4 2.8 Ghz, b. Memory : Corsair DDR 512 MB c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 40 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini menyimpan data-data, file dan dokumen seluruh pengguna (client) baik perorangan (My Document), maupun group sesuai dengan bidang masing-masing. Data-data tersebut dapat berupa aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point, Corel Draw, maupun data-data lain seperti foto dan gambar-gambar perusahaan. 2.3.2. Personal Computer (PC) Client PT. BGR Pusat memiliki sebanyak 30 unit Personal Computer (PC) yang berfungsi sebagai workstation (client). Komputer-komputer tersebut memiliki tipe dan spesifikasi yang berbeda-beda, namun jika dilihat dari spesifikasinya PT.BGR telah
  • 29. 33 mencoba melakukan standarisasi hardware terutama pada Personal Computer (PC) yaitu dengan mempergunakan hardware pendukung PC (Mainboard, RAM, Sound Card, NIC dan hard disk) yang dapat dikatakan hampir sama dan seragam dari sisi merk, dan hanya seri keluaran yang berbeda tergantung pada tahun produksinya. Menyadari bahwa Personal Computer yang digunakan dalam sebuah jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja (Performance) dari jaringan tersebut, maka komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat dan akurat. Didalam jaringan tipe client-server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation, karena server akan bertugas melayani dan menyediakan fasilitas serta mengelola operasional jaringan tersebut. Berikut adalah spesifikasi Personal Computer (PC) yang dimiliki oleh rata-rata komputer client pada PT.BGR Kantor Pusat. Spesifikasi Personal Computer Client 1. Mainboard : Merk Assus Type P4S533, P4VP-MX dan P4 845 GL 2. Processor : Intel Pentium IV 3. Memory : 256 – 512 MB 4. Hard disk : Seagate 40-80 Gb 5. NIC : 3 Com 3C1670800 6. Monitor : Standard monitor 15” 2.3.3. Switch
  • 30. 34 Switch adalah sebuah alat yang digunakan sebagai jalur transportasi paket data dari satu perangkat ke perangkat lain, terdiri dari beberapa port, dan masing-masing port diisi untuk satu komputer atau satu perangkat, kelebihan dari switch dibandingkan dengan hub adalah lebih smart dan pada beberapa switch terdapat fasilitas untuk mengatur konfigurasi serta memonitor unjuk kerjanya (manageable). Adapun switch yang dipergunakan oleh PT.BGR sebanyak empat unit, empat unit switch 100 mbps 24 port yang diletakkan pada masing-masing lantai. Masing- masing switch dengan merk 24 port 100 mbps unmenegable yang dipergunakan untuk menghubungkan server dan/antar komputer client. Untuk kecepatan transfer data dan menyederhanakan konfigurasi kabel, maka beberapa switch diletakan pada masing- masing lantai dimana terletak komputer client pada lantai yang bersangkutan. Sedangkan sebagai switch sentral yang menghubungkan switch pada masing-masing lantai terletak pada ruang server di lantai 3. Gambar II.15. Switch pada PT.BGR Kantor Pusat Jakarta 2.3.4. Modem ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line)
  • 31. 35 Modem atau modulator de modulator adalah suatu alat yang bekerja mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya. Tipe dari modem sendiri sangat beragam, namun disini hanya akan dibahas modem yang digunakan pada PT.BGR Kantor Pusat untuk keperluan koneksi ke internet yaitu Modem ADSL. Modem ADSL adalah sebuah modem dengan kecepatan penghantaran data dan suara dengan kecepatan tinggi. Kecepatan dari sebuah modem tergantung dari jarak pelanggan dengan sentral telepon (STO) dimana modem tersebut melakukan hubungan (dial up). Semakin jauh jarak sentral telepon dengan pelanggan maka kecepatan modem juga akan menurun secara signifikan. Gambar II.16. Modem ADSL Zyxel 650R-31 2.4. Spesifikasi Perangkat Lunak (software) 2.4.1. Server Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa masing-masing server memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda-beda, namun secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Primary Domain Controller (PDC) dengan kode BGR-DC01. Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-DC01 antara lain :
  • 32. 36 a. Sistem operasi : Windows Server 2003 Enterprise Edition b. Software aplikasi : Symantec Security Client 2008 Server ini berfungsi menyimpan seluruh database penting yang berkaitan dengan user account termasuk didalamnya terdapat data tentang security, policy serta informasi-informasi lain seperti yang biasa digunakan dalam Exchange, ISA dan sebagainya. Server ini dapat dikatakan sebagai Server Utama yang mengendalikan seluruh operasional dan melayani seluruh komputer client. 2. Database Server dengan kode BGR-Data01. Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Data01 antara lain : a. Sistem operasi : Windows Server 2003 Enterprise Edition b. Software aplikasi : SQL Server 7.0, Symantec Security Client 2008, Aplikasi General Ledger, Aplikasi Piutang, Aplikasi Absensi, Aplikasi Penggajian dan SDM dan Aplikasi Inventaris Perusahaan. Server ini menyimpan database SQL Server yang melayani beberapa aplikasi untuk operasional perusahaan pada Bidang Keuangan, Akuntansi, SDM dan Bidang Umum, seperti : a) Data Keuangan dan Akuntansi (General Ledger, Program Piutang Perusahaan) b) Data bidang SDM, Absensi dan Penggajian (Payroll). c) Data bidang Umum (Inventaris Perusahaan).
  • 33. 37 3. Mail Server dengan kode BGR-Mail01. Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Mail01 antara lain : a. Sistem operasi : Microsoft Windows Server 2003 b. Software aplikasi : Exchange 2003 Server Enterprise Edition, Symantec Security Client 2004 Selain berfungsi sebagai Backup Domain Controller (BDC) yang menyimpan seluruh konfigurasi dari Domain Controller, server ini juga berfungsi untuk menyimpan dan melayani data-data e-mail perusahaan dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Exchange Server 2003. Sebagai BDC server ini juga menyimpan seluruh data-data yang terdapat pada Primary Domain Controller (PDC). 4. Antivirus Server dan Proxy Server dengan kode BGR-Proxy01. Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Proxy01 antara lain : a. Sistem operasi : Microsoft Windows Server 2003 b. Software aplikasi : Symantec Anti Virus 2008 Enterprise editon for server, Win Route Pro 4.2.5. Server ini melayani dan menyimpan Program Antivirus yang juga berfungsi sebagai firewall. Selain itu server ini juga berfungsi sebagai Proxy Server yaitu Gateway cadangan jika koneksi utama ke internet yang selama ini dilakukan melalui Modem ADSL mengalami gangguan. 5. File Server dengan kode BGR-File01 Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-File01 antara lain : a. Sistem operasi : Microsoft Windows Server 2003
  • 34. 38 b. Software aplikasi : Symantec Security Client 2008 Server ini menyimpan data-data, file dan dokumen seluruh pengguna (client) baik perorangan (My Document), maupun group sesuai dengan bidang masing-masing. Data-data tersebut dapat berupa aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point, Corel Draw, maupun data-data lain seperti foto dan gambar-gambar perusahaan. 2.4.2. Personal Computer (PC) Client Personal komputer di PT.BGR Kantor Pusat berjumlah 30 unit dengan spesifikasi perangkat lunak sebagai berikut : 1. Sistem operasi : Microsoft XP profesional 2. Program Paket : Microsoft office 2003 Microsoft Outlook 2003 3. Program utility : Norton anti virus 2008 for client Acrobat Reader Ver 7 Acrobat Distiller Ver 7 Win Zip Transtool Language Yahoo Messenger 4. Program Aplikasi : Aplikasi Keuangan & Akuntansi terpadu SQL 7
  • 35. 39 Crystal Report. 2.5. Permasalahan Pokok Dari hasil pengamatan dan observasi penulis pada jaringan LAN di PT.BGR Kantor Pusat, terdapat beberapa permasalahan yang timbul yang diakibatkan oleh kekurang sempurnaan sistem jaringan Local Area Network (LAN) . Permasalahan- permasalahan tersebut antara lain seperti terinci di bawah ini. 2.5.1. Sistem Pengkabelan (Cabling) Terdapat beberapa permasalahan yang timbul diakibatkan oleh kekurang sempurnaan sistem pengkabelan antara lain : 1. Belum adanya standarisasi yang lengkap terhadap sistem pengkabelan (cabling) jaringan LAN yang meliput : i a. Identifikasi pada setiap kabel dengan pemasangan label (labelling) pada jaringan LAN. Gambar II.17. Kabel UTP dengan RJ-45 Conector Tanpa Label b. Pemasangan face plate dan modular jack yang belum menyeluruh pada setiap komputer yang ada.
  • 36. 40 c. Belum adanya standing rack atau mounting rack untuk penempatan switch serta patch panel sebagai terminal dari seluruh sistem pengkabelan jaringan LAN yang ada. d. Belum adanya cable managemet yang berfungsi untuk mengatur kerapihan kabel serta pemasangan cable protector yang belum menyeluruh terutama pada area-area terbuka untuk melindungi keamanan kabel dari kerusakan yang diakibatkan oleh gigitan binatang pengerat (tikus) ataupun gangguan-gangguan lain yang diakibatkan oleh faktor kesalahan manusia (human error) seperti kabel yang rusak akibat sering terinjak dan tersandung sepatu. Gambar II.18 Lintasan Kabel UTP tanpa Protector e. Adanya kegagalan pada beberapa komputer client untuk melakukan koneksi ke Domain Controller dan DHCP Server yang disebabkan oleh ketidak sempurnaan pada proses terminasi connector RJ45 (crimpting). 2.5.2. E-mail
  • 37. 41 E-mail berfungsi sebagai alat komunikasi dalam pengiriman dan penerimaan data, namun faktor kecepatan akses dan kemudahan dalam pengoperasian menjadi sebuah tuntutan yang kadang belum dapat terpenuhi. Beberapa permasalahan yang timbul berkaitan dengan sistem pengoperasian e-mail antara lain : 1. Belum berfungsinya fasilitas POP3 menyebabkan akses e-mail dari luar kantor pusat menjadi sangat lambat, hal ini disebabkan karena e-mail harus diakses melalui webmail secara online dengan menggunakan fasilitas OWA (Outlook Web Acces) yang disediakan oleh Microsoft Exchange Server 2003. Gambar II.19 Tampilan e-mail menggunakan Outlook Web Acces (OWA) 2. Kapasitas dan daya tampung mailbox pada mail server terus berkurang akibat tidak adanya fasilitas POP3 yang berfungsi untuk memindahkan e-mail dari mailbox pada mail server ke komputer client (download). Selain itu adanya fasilitas automatic deleting pada periode 60 hari dirasa belum efektif karena dalam kurun waktu tersebut kapasitas e-mail yang tertampung sudah cukup banyak.
  • 38. 42 3. Adanya Spam dan pop up yang tidak terkendali memungkinkan untuk disusupi/ditumpangi virus pada attachment file e-mail, bila hal tersebut tidak ditangani secara hati-hati maka besar kemungkinan akan dapat menyebabkan gangguan dan permasalahan pada komputer client 2.5.3. Koneksi Internet Koneksi internet menggunakan Telkom Link ADSL dengan kecepatan 512 kbps melalui ISP PT. Telkom memiliki ketergantungan yang sangat besar pada Internet Service Provider (ISP). Hal ini akan menjadi masalah jika terjadi gangguan koneksi yang diakibatkan oleh sistem pada provider, maka seluruh client yang terhubung pada jaringan LAN akan mengalami gangguan koneksi dan tidak dapat melakukan akses ke internet. 2.5.4. Web Server Website merupakan sebuah pintu gerbang dan penghubung bagi perusahaan dengan dunia luar. Keberadaan website yang interaktif dan selalu menampilkan data yang up to date secara otomatis akan mengangkat citra perusahaan dimata publik, begitu juga sebaliknya jika sebuah website terlihat statis dengan data-data serta informasi yang terdapat didalamnya selalu tetap dan tidak pernah berubah, maka akan memberikan kesan perusahaan tidak terurus dengan baik. PT. BGR memiliki sebuah website dengan alamat http://www.bgrindonesia.com. Pada awalnya website tersebut direncanakan akan menjadi sarana komunikasi antar cabang dengan kantor pusat, namun sebagaimana telah dikemukakan diatas bahwa website tersebut hingga saat ini masih statis serta data-
  • 39. 43 datanya tidak up to date. Beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam pengelolaan website perusahaan antara lain : 1. Belum adanya fasilitas web server pada server BGR kantor pusat menyebabkan komunikasi dan penyampaian informasi dari dan ke cabang manjadi lambat dan kurang efektif. 2. Website perusahaan saat ini diletakan pada server (hosting) disebuah perusahaan Web Hosting yang menyebabkan pengelolaan terhadap Web Perusahaan menjadi lambat dan tidak efektif. 3. Kemampuan personil BGR dalam mengelola website masih sangat terbatas meskipun telah dibuatkan sebuah website dengan kemudahan fasilitas dalam pengelolaanya. 2.5.5. Backup Data Server Pemanfaatan Mail Server yang sekaligus difungsikan sebagai backup data server menimbulkan kerawanan apabila terjadi kerusakan pada server yang bersangkutan. Disamping itu hal ini dapat menyebabkan unjuk kerja dari server yang sekaligus berfungsi backup data menjadi tidak maksimal. 2.6. Pemecahan Masalah 2.6.1.Sistem Pengkabelan (Cabling) Permasalahan-permasalahan yang timbul yang diakibatkan oleh kekurang sempurnaan pada sistem pengkabelan diantaranya dapat diatasi dengan melakukan perbaikan dan standarisasi pada sistem pengkabelan antara lain : 1. Perlu dilakukan standarisasi secara menyeluruh pada sistem pengkabelan yang
  • 40. 44 ada yang meliputi : a. Identifikasi dengan pemasangan label (labelling) pada masing-masing ujung kabel jaringan baik yang berada pada sisi client maupun pada sisi server, sehingga mempermudah pengurutan dan penanganan jika terjadi permasalahan pada infrastruktur jaringan. b. Pemasangan face plate dan modular jack dilakukan secara menyeluruh pada tiap-tiap end point kabel jaringan menuju komputer baik untuk server maupun client. Gambar II.20 Face plate dan modular jack c. Perlu sebuah standing rack atau mounting rack untuk menempatkan switch atau hub dan peralatan lain seperti modem, KVM Switch dan lain-lain serta sebuah
  • 41. 45 patch panel yang berfungsi sebagai terminal dari seluruh sistem pengkabelan jaringan LAN Gambar 2.21 Patch panel pada standing rack d. Diperlukan sebuah cable management yang berfungsi untuk mengatur dan merapihkan kabel-kabel jaringan sehingga mudah untuk melakukan penanganan jika terjadi permasalahan-permasa-lahan yang diakibatkan oleh sistem pengkabelan. Gambar II.22 Cable management pada sebuah rackmount Cable protector perlu dipasang secara menyeluruh terutama pada setiap perlintasan kabel pada area terbuka, sehingga aman dari gangguan-gangguan yang diakibatkan oleh gigitan binatang serangga maupun kerusakan-kerusakan lain yang diakibatkan oleh human error misalnya terinjak atau tersandung sepatu.
  • 42. 46 Gambar II.23 Cable Protector pada area terbuka e. Dilakukan terminasi ulang pada ujung-ujung konektor RJ45 dengan menggunakan crimpting tool, dan dilakukan pengecekan hasilnya dengan secara akurat menggunakan sebuah alat fluke meter. Gambar II.24. Proses terminasi ulang (recrimpting) pada RJ45 connector 2.6.2. E-mail.
  • 43. 47 Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul sebagaimana telah disebutkan diatas akibat kekurang sempurnaan sistem e-mail perusahaan, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Mengaktifkan fasilitas POP3 pada Microsoft Exchange Server 2003 agar masing- masing client dapat melakukan download e-mail dari mail server ke dalam PC client, sehingga proses pembacaan dan pengaksesan e-mail dapat dilakukan secara off line. 2. Dengan diaktifkannya POP3 pada Microsoft Exchange Server, maka kapasitas mailbox pada mail server menjadi lebih besar dan lebih efektif dikarenakan data pada mailbox mail server selalu di download dan dipindahkan ke komputer masing- masing client. Gambar II.25 Tampilan e-mail menggunakan fasilitas POP3
  • 44. 48 3. Untuk mengatasi pop up dan spam perlu dilakukan sosialisasi pada setiap user agar selalu menghapus serta tidak membuka terhadap e-mail yang tidak jelas sumber pengirimannya. 2.6.3. Koneksi Internet Untuk menjaga agar kelangsungan koneksi ke internet tetap dapat berlangsung meskipun terjadi gangguan pada provider ADSL PT.Telkom, maka perlu dibuatkan proxy server sebagai alternatif koneksi dengan menggunakan dial-up connection ke ISP yang lain. Gambar II.26 Koneksi internet menggunakan dial up 2.6.4. Web Server
  • 45. 49 Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang menyangkut tentang optimalisasi website, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Perlu dibuatkan Web Server dengan mengaktifkan fasilitas IIS (Internet Information Services) sehingga seluruh informasi yang diperuntukkan bagi seluruh cabang cukup diletakkan dalam sebuah website pada web server di kantor pusat dan cabang dapat mengaksesnya melalui sebuah alamat website. 2. Dengan diaktifkannya Web Server maka posisi website perusahaan dapat diletakkan pada web server dikantor pusat dan tidak perlu lagi di hosting ditempat lain, dengan demikian pengelolaan website perusahaan menjadi lebih efektif serta dapat berjalan secara terus menerus. Gambar II.27 Tampilan Website PT.Bhanda Ghara Reksa 2.6.5. Backup Data Server
  • 46. 50 Untuk menjaga kemungkinan terjadi gangguan atau kerusakan pada mail server yang sekaligus berfungsi sebagai backup server, maka perlu difikirkan untuk dibuatkan sebuah backup server secara tersendiri (khusus) yang terpisah dari mail server, sehingga fungsi dari backup server dan mail server dapat berjalan lebih maksimal. Network Printer PC Client 192.168.1.14 192.168.1.27 – 192.168.1.32 ` ` SWITCH 100Mbps 192.168.1.2 2.6.6. Skema Jaringan Usulan Lantai 4 INTERNET Cisco Router (DHCP) SWITCH 100Mbps 192.168.1.1 192.168.1.11 SD 192.168.1.10 GIGABIT SWITCH 8 Port Antivirus Proxy Backup File & Print Server Server EMAIL & WEB Database DC/DNS/WINS Server Server Server 192.168.1.5 192.168.1.12 Server 192.168.1.9 192.168.1.8 192.168.1.7 IP 192.168.1.6 Network Printer 192.168.1.13 PC Client ` 192.168.1.33 – 192.168.1.38 ` Lantai 3 SWITCH 100Mbps 192.168.1.3 PC Client ` ` 192.168.1.53 – 192.168.1.38 Network Printer 192.168.1.15 Lantai 2 SWITCH 100Mbps 192.168.1.4 PC Client ` ` 192.168.1.39 – 192.168.1.44 Network Printer 192.168.1.16 Lantai 1
  • 47. 51 Gambar II.8 Rangkaian Jaringan LAN PT. BGR Kantor Pusat 2.6.7. Analisa Biaya Setelah jaringan dirancang, penulis memberikan analisa biaya sebagai berikut : 1. Penyediaan Perangkat Jaringan Tabel II.6 Analisa biaya perangkat jaringan Hardware Tipe Perkiraan Harga Router Cisco Catalyst 851W-G-A-K9 Rp. 4.603.275,- Switch Gigabit Cisco Catalyst WS-C3560G-48TS-S Rp. 44.233.875,- UTP Kabel AMP Cat 6 @ Rp. 900.000,- x 5 Roll Rp. 5.400.000,- UTP Kabel AMP Cat 5e @ Rp. 600.000,- x 3 Roll Rp. 1.800.000,- Total Biaya perangkat jaringan dan jetdirect Rp. 56.037.150,- 2. Penyediaan Komputer Server dan Printer Tabel II.7 Analisa biaya pengadaan komputer server dan printer Hardware Tipe Perkiraan Harga
  • 48. 52 ASUS P5RD1VM (ATI X200+PCI- MainBoard EX) Rp. 1.000.000,- PIV LGA 775, 3.0E GHz cache 1 Prosessor MB Rp. 2.155.000,- Memory DDRAM 1 GB PC-3200 VGEN Rp. 500.000,- Rp. 1.245.000,- Seagate CC3200822A Barracuda 200GB, 7200rpm, Serial ATA 150, Hard disk 8 MB Cache Gecube X1300 256MB Hyper Rp. 800.000,- Video Graphic Card memory To 512MB Pci Express External JetDirect for HP J7988G Jetdirect en1700 @ Network Printer Rp 2.075.625,- x 2 Pcs Rp. 4.151.250,- Network Color Printer Fuji Xerox Phaser 7760GX Rp. 75.635.775,- Network Mono Printer HP Laser Jet 4250 DTN Rp. 22.831.875,- Ms Windows 2003 Server standard Server Operating System R2 w/SP2 32Bit Rp. 9.234.225,- Total Biaya Penyediaan Komputer Server dan Printer Rp. 117.553.125,- Dengan memperhatikan perincian biaya yang penulis usulkan diatas pada penambahan–penambahan piranti tersebut maka diperlukan biaya atau dana kurang lebih Rp. 173.590.275,- penulis mengusulkan rincian biaya ini dengan harapan dapat mengatasi permasalahan pada PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) Jakarta dimana tempat penulis melakukan riset.