Dr. Kurniawan Sedjahtera Sp.KJ
KETEGANGAN
KEKUATIRAN
PANIK
PERASAAN TAK
NYATA
TAKUT JADI GILA
TAKUT MATI
TAKUT KEHILANGAN
KONTROL
GEMETAR
BERKERINGAT
JANTUNG BERDEBAR
KEPALA TERASA RINGAN
PUSING
KETEGANGAN OTOT
MUAL
SULIT BERNAFAS
RASA BAAL
NYERI PERUT
KESEMUTAN
MENGGANGGU PEKERJAAN, KEHIDUPAN
SOSIAL DAN KELUARGA
MENGHALANGI INDIVIDU MENGERJAKAN
SESUATU
BENTUK UTAMA:
GANGGUAN FOBIK (AGORA FOBIA, FOBIA
SOSIAL)
GANGGUAN PANIK
GANGGUAN ANSIETAS MENYELURUH (GAM)
GANGGUAN SOMATOFORM
AGORAFOBIA
 Pengertian sekarang lebih luas, bukan
hanya takut akan ruang terbuka saja tetapi
juga aspek terkait lainnya seperti orang
banyak dan kesulitan untuk menyingkir ke
tempat aman (biasanya rumahnya).
Pedoman Diagnostik
Semua kriteria di bawah ini harus dipenuhi
untuk diagnostik:
a. Gejala psikologis atau pun otonomik yang
timbul harus merupakan manifestasi primer
dari ansietas dan bukan merupakan sekunder
dari adanya gejala lain seperti waham atau
pikiran obsesif
b. Ansietas yang timbul harus terbatas pada
sekurangnya dua dari situasi berikut: banyak
orang, tempat-tempat umum, bepergian
keluar rumah, dan bepergian sendiri; dan
c. Menghindari situasi fobik harus atau sudah
merupakan gambaran yang menonjol
 Ada yang tanpa gangguan panik dan dengan
gangguan panik
FOBIA SOSIAL
 Mulai pada usia remaja. Terpusat pada
rasa takut akan diperhatikan oleh orang
lain dalam kelompok yang relatif kecil
(berlawanan dengan orang banyak), yang
menjurus kepada penghindaran terhadap
situasi sosial.
 Gambaran dapat sangat jelas, misalnya:
terbatas pada makan di tempat umum,
atau berbicara di depan umum, atau
menghindari jenis kelamin tertentu.
PEDOMAN DIAGNOSTIK
 GEJALA-GEJALA PSIKOLOGIS, PERILAKU ATAU
OTONOMIK HARUS MERUPAKAN MANIFESTASI
PRIMER DARI ANSIETAS DAN BUKAN SEKUNDER
DARI GEJALA LAIN SEPERTI WAHAM ATAU
PIKIRAN OBSESIF.
 ANSIETAS HARUS HANYA TERBATAS ATAU
MENONJOL PADA SITUASI SOSIAL TERTENTU
SAJA; DAN
 PENGHINDARAN DARI SITUASI FOBIK HARUS
MERUPAKAN GAMBARAN YANG MENONJOL
FOBIA KHAS
 TERBATAS PADA SITUASI YANG SANGAT
SPESIFIK;
• BILA BERDEKATAN DENGAN BINATANG
TERTENTU
• TEMPAT TINGGI, PETIR
• KEGELAPAN, NAIK PESAWAT
• RUANG TERTUTUP
• BUANG HAJAT DI TEMPAT UMUM,
• DOKTER GIGI, TAKUT MELIHAT DARAH.
Ps mungkin menghindar atau membatasi aktivitas
sebab rasa takut yg timbul karena objek atau
situasi tertentu
Kesulitan utk bepergian sendiri seperti berbelanja,
mengunjungi orang lain
Kadang-kadang disertai gejala fisik
Rasa takut yang sangat terhdp tempat, situasi atau objek
tertentu yg tdk beralasansering menghindari semua
situasi ini
Situasi yg umum ditakuti:
meninggalkan rumah,
tempat terbuka,
bicara didepan umum,
keramaian atau tempat umum,
bepergian dg bis, mobil atau pesawat,
kegiatan sosial
Pasien tdk mampu berada sendirian di
rumah atau meninggalkan rumah
Agorafobia sering merupakan komplikasi
dari Gangguan Panik, sedangkan Sosialfobia
berhubungan dengan gangguan kepribadian
menghindar
Jika yang menonjol ansietas Gangguan
Panik
Jika yang menonjol suasana perasaan yang
sedih gangguan depresif
Fobia spesifik misal takut ketinggian dll
 Fobia dapat diobati.
 Menghindari situasi yang ditakuti akan
menambah rasa takut.
 Seseorang dapat mengatasi rasa takut
dengan melaksanakan satu seri langkah
tertentu
Dorong pasien agar dapat mengatur pernapasan untuk
mengurangi G/ fisik dari rasa takut.
Minta pasien membuat daftar semua situasi yang
ditakuti dan dihindarinya, yang tidak dialami oleh orang
lain.
Diskusikan cara-cara untuk menghadapi rasa takut yang
berlebihan (misalnya, pasien mengingatkan dirinya,
“Saya merasa sedikit cemas karena menghadapi orang
banyak. Perasaan ini akan berlalu dalam beberapa menit’”
Rencanakan serangkaian langkah tertentu yang
memungkinkan pasien menghadapi dan terbiasa dengan
situasi yang ditakuti.
 Tentukan satu langkah menghadapi situasi yang
ditakuti (misalnya, ke luar rumah sebentar bersama seorang
anggota keluarga)
 Langkah ini harus dipraktekkan setiap hari selama
1 jam sampai tidak menakutkan lagi.
Jika situasi yang ditakuti masih menyebabkan
ansietas, bernafas perlahan dan santai, katakan
bahwa panik akan berlalu dalam 30 menit. Jangan
meninggalkan situasi yang ditakuti itu sebelum rasa
takut menghilang.
Lanjutkan dengan langkah yang sedikit lebih sukar
dan ulangi prosedurnya (misalnya, melewatkan waktu
yang lebih lama di luar rumah).
Jangan minum alkohol atau obat anti ansietas
paling kurang 4 jam sebelum mempraktekkan
langkah-langkah ini
Tentukan seorang teman atau anggota keluarga yang
dapat menolong mengatasi rasa takut. Kelompok tolong-
diri (self-help group) dapat membantu menghadapi
situasi yang ditakuti.
Hindari penggunaan alkohol atau obat benzodiazepin
untuk mengatasi situasi yang ditakuti, tanpa petunjuk
dokter.
Dengan konseling, banyak pasien tdk membutuhkan
medikasi, tapi bila ada depresi anti depresi dapat
menolong. Misalnya: Imipramin 50-150 mg/hr
Bagi pasien dg G/ yg terbatas dan jarang anti ansietas
dapat menolong. Penggunaan yg terus menerus 
ketergantungan dan bila dihentikan gejala muncul
kembali
Betabloker dapat mengurangi gejala fisik
Jika rasa takut menetap. Rujukan
biasanya untuk psikoterapi perilaku, jika
ada
Ps datang dengan satu atau lebih gejala fisik
(nyeri dada, pusing, nafas pendek)
Di negara-negara Barat: 1,7% dari populasi
orang dewasa. Angka kejadian sepanjang hidup
dilaporkan 1,5% sp 5 %. Serangan panik 3% sp
5%. Perempuan 2/3 dari laki-laki. Usia 25 th.
 Ggn panik baru ditegakkan sbg diagnosis utama bila tdk ditemukan
adanya ggn ansietas fobik.
 Utk diagnosis pasti, hrs ditemukan adanya bbrp kali serangan
ansietas berat dlm masa kira-kira satu bulan:
(a) pada keadaan-keadaan di masa sebenarnya secr objektif tdk ada
bahaya
(b) tdk terbatas pd situasi yg telah diketahui atau yg dpt diduga
sebelumnya
 Dgn keadaan yg relatif bebas dr gejala-gejala ansietas pd periode di
antara serangan-serangan panik (meskipun demikian, umumnya dpt
terjadi juga “ansietas antisipatorik”, yi ansietas yg terjadi setelah
embayangkan sesuatu yg mengkhawatirkan akan terjadi)
Serangan Panik atau rasa takut yang tdk dapat dijelaskan
muncul secara mendadak, berkembang dengan cepat dan
dapat berlangsung hanya beberapa menit
Serangan muncul bersama dg G/fisik seperti palpitasi,
nyeri dada terasa tercekik, rasa mual, pusing, perasaan tdk
realistik atau rasa takut akan bencana pribadi (hilang
kontrol diri atau menjadi gila, serangan jantung, mati
mendadak)
Satu serangan sering menimbulkan rasa takut akan ada
serangan lain dan penghindaran tempat dimana serangan
pernah terjadi.
GANGGUAN PANIK…….
 SEKURANG KURANGNYA TERDAPAT TIGA
SERANGAN PANIK DIDALAM WAKTU 3
MINGGU DAN TIDAK DIDALAM KEADAAN
KERJA FISIK YANG BERAT.
PERIODE JELAS DARI KECEMASAN / KETAKUTAN
ADA TERDAPAT GEJALA-GEJALA DIBAWAH INI ( 4
GEJALA):
 SESAK NAFAS
 JANTUNG BERDEBAR-DEBAR
 NYERI ATAU RASA TIDAK ENAK
 RASA TERCEKIK ATAU SESAK
 PUSING, VERTIGO
 RASA AKAN PINGSAN
 MERASA TAKUT MATI, TAKUT MENJADI GILA ATAU
KUATIR AKAN MELAKUKAN SUATU SECARA TIDAK
TERKENDALI SELAMA SERANGAN
Banyak kondisi medis bisa menyebabkan G/ = serangan
panik (aritmia, iskemia otak, tirotoksikosis, peny.jtg
koroner)
Jika serangan muncul hanya pd situasi spesifik yg
ditakuti Gangguan fobik
Jika terdapat suasana perasaan menurun atau sedih Gg
depresif
Panik adalah suatu gangguan yang lazim dan bisa diobati.
Ansietas seringkali  sensasi fisik yang menakutkan.
Nyeri dada, pusing atau napas pendek tidak selalu tanda
dari suatu peny. Fisik  berlalu bila ansietas diatasi.
Panik juga menyebabkan pikiran yang menakutkan (takut
mati, perasaan akan jadi gila atau hilang kontrol) 
berlalu bila ansietas diatasi.
Ansietas mental dan fisik saling memperkuat.
Pemusatan perhatian kepada G/ fisik akan
menambah rasa tukut
Seseorang yang menarik diri dari atau
menghindari situasi di mana serangan pernah
terjadi hanya akan memperkuat ansietasnya.
Nasihati pasien mengikuti langkah-langkah berikut jika
serangan panik timbul:
Diam di tempat sampai serangan panik berlalu.
Konsentrasikan diri untuk mengatasi ansietas, bukan
pada G/ fisik.
Praktekkan pernapasan yang perlahan dan rileks.
Katakan pada dirimu bahwa ini adalah suatu serangan
panik, pikiran dan sensasi yang menakutkan akan
segera berlalu. Perhatikan waktu berlalunya dengan
jam tangan anda. Rasanya seperti lama walaupun hanya
beberapa menit saja.
Identifikasi rasa takut yang berlebihan yang timbul
selama serangan panik (misalnya, takut akan serangan
jantung)
Diskusikan cara menghadapi rasa takut ini selama
serangan panik (misalnya, mengingatkan diri sendiri,
“Saya tidak mengalami serangan jantung. Ini hanya
serangan panik, dan akan berlalu dalam beberapa
menit”).
Kelompok tolong-diri (self-help group) dapat menolong
pasien menatalaksana G/ dan mengatasi rasa takut.
Banyak pasien tertolong melalui konseling dan tdk butuh
medikasi
Jika serangan sering dan berat atau pasien secara
bermakna dalam keadaan depresi antidepresan dapat
membantu ( Imipramine 25mg malam hari sampai 100-
150mg malam / 2 minggu)
Bila serangan jarang dan terbatas antiansietas jangka
pendek dpt menolong: Lorazepam 0,5-1 mg spi 3X/hari
atau alprazolam 0,25-1 mg 3x / hari
Hindari pemeriksaan penunjang atau medikasi yg tdk
perlu
Pertimbangkan konsultasi jika serangan berat berlanjut
setelah pengobatan diatas
Rujuk utk psikoterapi kognitif dan perilaku bagi pasien yg
tidak membaik
Umumnya panik menyebabkan gejala fisik . Hindari
konsultasi medis yg tdk perlu
Ps memperlihatkan G/ fisik atau sulit tidur
Anamnesis lanjut akan menampilkan G/
ansietas yang menonjol
Prevalensi 3,8%. Rasio perempuan dan laki-
laki 2:1
Gejala multipel ansietas:
Ketegangan mental (cemas, tegang, gugup,
konsentrasi buruk)
Ketegangan fisik (gelisah, tidak bisa santai, tremor)
G/ fisik (pusing, berkeringat, denyut jantung
meningkat, mulut kering, nyeri perut)
G/ bisa berlangsung berbulan-bulan dan sering timbul kembali.
Sering dicetuskan oleh peristiwa yg menegangkan pd orang
cenderung khawatir secara kronik
Jika terdapat suasana perasaan menurun atau sedih Gg
depresif
Jika ada serang ansietas mendadak Gangguan Panik
Jika terdapat ketakutan dan penghindaran pd situasi
spesifik  Gangguan fobik
Jika terdapat penggunaan berat NAPZA Ganggguan
penggunaan NAPZA
Stres dan rasa khawatir keduanya mempunyai efek fisik
dan mental.
Mempelajari keterampilan untuk mengurangi efek stres
(bukan medikasi sedatif) merupakan pertolongan yang
paling efektif.
Menghadapi dan menantang kekhawatiran yang berlebihan
dapat mengurangi gejala ansietas.
Kenali kekhawatiran yang berlebihan atau pikiran yang pesimistik
(misalnya, ketika anak gadisnya terlambat pulang 5 menit dari
sekolah, pasien mengkhawatirkan kemungkinan anaknya itu
mengalami kecelakaan).
Diskusikan cara menghadapi kekhawatiran yang berlebihan ini pada
saat munculan (misalnya, ketika PS mulai khawatir akan anaknya,
katakan kepada dirinya, “ Saya mulai terperangkap dalam
kekahawatiran lagi. Anak saya hanya terlambat beberapa menit saja
dari sekolah dan segera akan tiba di rumah. Saya tidak akan
menelpon sekolahnya untuk mencari informasi, kecuali ia terlambat
satu jam”.
Dukung motivasi pasien mempraktekkan metode relaksasi
harian untuk mengurangi gejala fisik dari ketegangan.
Dorong pasien untuk mengikuti aktivitas dan latihan yang
menyenangkan, dan mengulang aktivitas yang pernah
menolong di masa lalu.
Metode pemecahan masalah yang terstruktur (structured problem-
solving methods) bisa menolong pasien untuk menatalaksanai masalah
kehidupan atau stres saat ini yang berpengaruh terhadap gejala
ansietas.
Kenali peristiwa-peristiwa yang mencetuskan kekhawatiran yang
berlebihan (misalnya, seorang wanita muda memperlihatkan
kekhawatiran, ketegangan, nausea dan insomnia. G/ ini timbul sejak
anaknya didiagnosis mengidap asma. Ansietas ini memburuk ketika
anaknya mendapat serangan asma).
Bicarakan apa yang akan dilakukan pasien untuk mengatasi situasi
ini. Kenali dan perkuat hal-hal yang berhasil mengatasi situasi.
Kenali beberapa tindakan spesifik yang dapat
dilakukan dalam beberapa minggu mendatang, seperti:
 Menemui perawat/Dr/Nakes untuk mempelajari
perjalanan dan penanganan asma.
 Membicarakan masalah tsb dgn ortu lain dari anak
yang menderita asma.
 Menuliskan rencana utk mengatasi serangan asma.
Latihan fisik yang teratur sering menolong.
Medikasi mrpk terapi sekunder, tapi dapat
digunakan jika dengan konseling gejala menetap
Medikasi ansietas: Misal Diazepam 5 mg malam
hari, tdk lebih dari 2 minggu. Buspiron dapat
digunakan pada waktu lama
Beta bloker dapat membantu G/ fisik
Antidepresan menolong bila ada depresi dan tidak
menimbulkan ketergantungan
A.GOL. BENZODIAZEPIN:
1.DIAZEPAM (VALIUM) : 4-50 MG/HR
2. LORAZEPAM (ATIVAN):2-10 MG/HR
3. BROMAZEPAM (LEXOTAN):2-18 MG
4. CLOBAZAM (FRISIUM): 20-30 MG/HR
5. ALPRAZOLAM (XANAX): 0,75-4 MG
B. GOL. NON-BENZODIAZEPINE:
BUSPIRONE (BUSPAR): 10-60 MG/HR
Bila ansietas berat dan berlangsung
> 3 bulan
 Ciri utama : keluhan-keluhan gejala fisik yang
berulang-ulang disertai dengan permintaan
pemeriksaan medik, meskipun sudah berkali-kali
hasilnya negatif dan sudah diterangkan oleh
dokternya bahwa tidak ada kelainan
 Penderita menolak dan menyangkal untuk
membahas kemungkinan kaitan keluhan fisik
dengan problem / konflik dalam kehidupannya
Gangguan somatisasi:
 Banyak keluhan-keluhan fisik yang
bermacam-macam yang tidak dapat
dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik
 Berlangsung sedikitnya 2 tahun
 Tidak mau menerima nasehat / penjelasan
dari beberapa dokter bahwa tidak ada
kelainan
 Untuk diagnosis pasti, kedua hal ini harus ada
a. keyakinan yang menetap adanya sekurang-
kurangnya satu penyakit fisik yg serius yg
melandasi keluhan-keluhannya, meskipun
pemeriksaan yg berulang-ulang tdk
menunjang adanya alasan adanya preokupasi
yg menetap kemungkinan deformitas.
b. Tidak mau menerima nasihat atau dukungan
penjelasan dr bbrp dokter bahwa tdk
ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik
yg melandasi keluhan-keluhannya
◦ Tidak ada bukti adanya gangguan fisik yang
dapat menjelaskan gejala-gejala tersebut.
◦ Bukti adanya penyebab psikologis dalam
bentuk hubungan waktu yang jelas dengan
problem dan peristiwa yang “ Stressful “ atau
hubungan interpersonal yang terganggu
(meskipun hal tersebut disangkal oleh pasien )
◦ Adanya gejala-gejala bangkitan otonomik seperti :
palpitasi, berkeringat, tremor, muka panas yang menetap
dan mengganggu
◦ Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau
organ tertentu (gejala tidak khas)
◦ Pre-okupasi dengan dan penderitaan ( distres ) mengenai
kemungkinan adanya gangguan yang serius ( sering tidak
begitu khas ) dari sistim atau organ tertentu, tidak
terpengaruh oleh hasil pemeriksaan-pemeriksaan
berulang maupun penjelasan-penjelasan dari para dokter
◦ Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada
struktur / fungsi dari sistim atau organ yang dimaksud
Tn X, 32 tahun , petani, menikah dg 3 anak. Dia mengolah lahan sendiri.
Yang menjadi masalah sekarang dia tidak dapat pergi bekerja lagi karena
takut meninggalkan rumah. Hal ini terjadi beberapa bulan yang lalu.,
terjadi ketika ia sedang berada diladang tiba-tiba merasa dirinya sesak
nafas, seakan tercekik sehingga merasa dia akan mati. Jantung berdebar
kuat sehingga merasa sakit. Dia ke dokter dan diberikan ventolin bila
diperlukan. Pengobatan ini tidak berhasil demikian dengan tindakan
medis lain yang dicoba. Ia mulai berubah, kemanapun ia pergi ia harus
ditemani, hingga sekarang ia menghindar untuk bekerja jauh dari
rumah. Mudah lelah, kurang PD, ia bertanya-tanya apakah masih bisa
menghadapi musim panen. Ia cemas, bukan hanya akan mempengaruhi
penghasilan, tetapi khawatir dengan penyakitnya yg serius “ mungkin
ada sakit jantung” dan dokter belum berhasil mendeteksinya. Dokter
merujuk ke bagian jantung dan saraf, semua hasil normal, namun belum
membuat ia tenang. Sekarang ia mendapat serangan mendadak ketika
sedang sendirian dirumah dan bahkan ketika sedang tidur. Ia mengeluh
sulit bernafas, kaki mudah goyah serta kepala pusing. Serangan semakin
sering 2-3 kali perminggu dan membuatnya tidak berdaya. Tn X
sebelumnya adalah orang yang ramah, ceria, tapi sejak serangan dia
bukan dirinya yang dulu
3.1.5.3   ansietas agorafobia unand

3.1.5.3 ansietas agorafobia unand

  • 1.
  • 2.
    KETEGANGAN KEKUATIRAN PANIK PERASAAN TAK NYATA TAKUT JADIGILA TAKUT MATI TAKUT KEHILANGAN KONTROL GEMETAR BERKERINGAT JANTUNG BERDEBAR KEPALA TERASA RINGAN PUSING KETEGANGAN OTOT MUAL SULIT BERNAFAS RASA BAAL NYERI PERUT KESEMUTAN
  • 3.
    MENGGANGGU PEKERJAAN, KEHIDUPAN SOSIALDAN KELUARGA MENGHALANGI INDIVIDU MENGERJAKAN SESUATU
  • 4.
    BENTUK UTAMA: GANGGUAN FOBIK(AGORA FOBIA, FOBIA SOSIAL) GANGGUAN PANIK GANGGUAN ANSIETAS MENYELURUH (GAM) GANGGUAN SOMATOFORM
  • 5.
    AGORAFOBIA  Pengertian sekaranglebih luas, bukan hanya takut akan ruang terbuka saja tetapi juga aspek terkait lainnya seperti orang banyak dan kesulitan untuk menyingkir ke tempat aman (biasanya rumahnya).
  • 6.
    Pedoman Diagnostik Semua kriteriadi bawah ini harus dipenuhi untuk diagnostik: a. Gejala psikologis atau pun otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari ansietas dan bukan merupakan sekunder dari adanya gejala lain seperti waham atau pikiran obsesif b. Ansietas yang timbul harus terbatas pada sekurangnya dua dari situasi berikut: banyak orang, tempat-tempat umum, bepergian keluar rumah, dan bepergian sendiri; dan c. Menghindari situasi fobik harus atau sudah merupakan gambaran yang menonjol  Ada yang tanpa gangguan panik dan dengan gangguan panik
  • 7.
    FOBIA SOSIAL  Mulaipada usia remaja. Terpusat pada rasa takut akan diperhatikan oleh orang lain dalam kelompok yang relatif kecil (berlawanan dengan orang banyak), yang menjurus kepada penghindaran terhadap situasi sosial.  Gambaran dapat sangat jelas, misalnya: terbatas pada makan di tempat umum, atau berbicara di depan umum, atau menghindari jenis kelamin tertentu.
  • 8.
    PEDOMAN DIAGNOSTIK  GEJALA-GEJALAPSIKOLOGIS, PERILAKU ATAU OTONOMIK HARUS MERUPAKAN MANIFESTASI PRIMER DARI ANSIETAS DAN BUKAN SEKUNDER DARI GEJALA LAIN SEPERTI WAHAM ATAU PIKIRAN OBSESIF.  ANSIETAS HARUS HANYA TERBATAS ATAU MENONJOL PADA SITUASI SOSIAL TERTENTU SAJA; DAN  PENGHINDARAN DARI SITUASI FOBIK HARUS MERUPAKAN GAMBARAN YANG MENONJOL
  • 9.
    FOBIA KHAS  TERBATASPADA SITUASI YANG SANGAT SPESIFIK; • BILA BERDEKATAN DENGAN BINATANG TERTENTU • TEMPAT TINGGI, PETIR • KEGELAPAN, NAIK PESAWAT • RUANG TERTUTUP • BUANG HAJAT DI TEMPAT UMUM, • DOKTER GIGI, TAKUT MELIHAT DARAH.
  • 10.
    Ps mungkin menghindaratau membatasi aktivitas sebab rasa takut yg timbul karena objek atau situasi tertentu Kesulitan utk bepergian sendiri seperti berbelanja, mengunjungi orang lain Kadang-kadang disertai gejala fisik
  • 11.
    Rasa takut yangsangat terhdp tempat, situasi atau objek tertentu yg tdk beralasansering menghindari semua situasi ini Situasi yg umum ditakuti: meninggalkan rumah, tempat terbuka, bicara didepan umum, keramaian atau tempat umum, bepergian dg bis, mobil atau pesawat, kegiatan sosial
  • 12.
    Pasien tdk mampuberada sendirian di rumah atau meninggalkan rumah Agorafobia sering merupakan komplikasi dari Gangguan Panik, sedangkan Sosialfobia berhubungan dengan gangguan kepribadian menghindar
  • 13.
    Jika yang menonjolansietas Gangguan Panik Jika yang menonjol suasana perasaan yang sedih gangguan depresif Fobia spesifik misal takut ketinggian dll
  • 14.
     Fobia dapatdiobati.  Menghindari situasi yang ditakuti akan menambah rasa takut.  Seseorang dapat mengatasi rasa takut dengan melaksanakan satu seri langkah tertentu
  • 15.
    Dorong pasien agardapat mengatur pernapasan untuk mengurangi G/ fisik dari rasa takut. Minta pasien membuat daftar semua situasi yang ditakuti dan dihindarinya, yang tidak dialami oleh orang lain. Diskusikan cara-cara untuk menghadapi rasa takut yang berlebihan (misalnya, pasien mengingatkan dirinya, “Saya merasa sedikit cemas karena menghadapi orang banyak. Perasaan ini akan berlalu dalam beberapa menit’”
  • 16.
    Rencanakan serangkaian langkahtertentu yang memungkinkan pasien menghadapi dan terbiasa dengan situasi yang ditakuti.  Tentukan satu langkah menghadapi situasi yang ditakuti (misalnya, ke luar rumah sebentar bersama seorang anggota keluarga)  Langkah ini harus dipraktekkan setiap hari selama 1 jam sampai tidak menakutkan lagi.
  • 17.
    Jika situasi yangditakuti masih menyebabkan ansietas, bernafas perlahan dan santai, katakan bahwa panik akan berlalu dalam 30 menit. Jangan meninggalkan situasi yang ditakuti itu sebelum rasa takut menghilang. Lanjutkan dengan langkah yang sedikit lebih sukar dan ulangi prosedurnya (misalnya, melewatkan waktu yang lebih lama di luar rumah). Jangan minum alkohol atau obat anti ansietas paling kurang 4 jam sebelum mempraktekkan langkah-langkah ini
  • 18.
    Tentukan seorang temanatau anggota keluarga yang dapat menolong mengatasi rasa takut. Kelompok tolong- diri (self-help group) dapat membantu menghadapi situasi yang ditakuti. Hindari penggunaan alkohol atau obat benzodiazepin untuk mengatasi situasi yang ditakuti, tanpa petunjuk dokter.
  • 19.
    Dengan konseling, banyakpasien tdk membutuhkan medikasi, tapi bila ada depresi anti depresi dapat menolong. Misalnya: Imipramin 50-150 mg/hr Bagi pasien dg G/ yg terbatas dan jarang anti ansietas dapat menolong. Penggunaan yg terus menerus  ketergantungan dan bila dihentikan gejala muncul kembali Betabloker dapat mengurangi gejala fisik
  • 20.
    Jika rasa takutmenetap. Rujukan biasanya untuk psikoterapi perilaku, jika ada
  • 21.
    Ps datang dengansatu atau lebih gejala fisik (nyeri dada, pusing, nafas pendek) Di negara-negara Barat: 1,7% dari populasi orang dewasa. Angka kejadian sepanjang hidup dilaporkan 1,5% sp 5 %. Serangan panik 3% sp 5%. Perempuan 2/3 dari laki-laki. Usia 25 th.
  • 22.
     Ggn panikbaru ditegakkan sbg diagnosis utama bila tdk ditemukan adanya ggn ansietas fobik.  Utk diagnosis pasti, hrs ditemukan adanya bbrp kali serangan ansietas berat dlm masa kira-kira satu bulan: (a) pada keadaan-keadaan di masa sebenarnya secr objektif tdk ada bahaya (b) tdk terbatas pd situasi yg telah diketahui atau yg dpt diduga sebelumnya  Dgn keadaan yg relatif bebas dr gejala-gejala ansietas pd periode di antara serangan-serangan panik (meskipun demikian, umumnya dpt terjadi juga “ansietas antisipatorik”, yi ansietas yg terjadi setelah embayangkan sesuatu yg mengkhawatirkan akan terjadi)
  • 23.
    Serangan Panik ataurasa takut yang tdk dapat dijelaskan muncul secara mendadak, berkembang dengan cepat dan dapat berlangsung hanya beberapa menit Serangan muncul bersama dg G/fisik seperti palpitasi, nyeri dada terasa tercekik, rasa mual, pusing, perasaan tdk realistik atau rasa takut akan bencana pribadi (hilang kontrol diri atau menjadi gila, serangan jantung, mati mendadak) Satu serangan sering menimbulkan rasa takut akan ada serangan lain dan penghindaran tempat dimana serangan pernah terjadi.
  • 24.
    GANGGUAN PANIK…….  SEKURANGKURANGNYA TERDAPAT TIGA SERANGAN PANIK DIDALAM WAKTU 3 MINGGU DAN TIDAK DIDALAM KEADAAN KERJA FISIK YANG BERAT.
  • 25.
    PERIODE JELAS DARIKECEMASAN / KETAKUTAN ADA TERDAPAT GEJALA-GEJALA DIBAWAH INI ( 4 GEJALA):  SESAK NAFAS  JANTUNG BERDEBAR-DEBAR  NYERI ATAU RASA TIDAK ENAK  RASA TERCEKIK ATAU SESAK  PUSING, VERTIGO  RASA AKAN PINGSAN  MERASA TAKUT MATI, TAKUT MENJADI GILA ATAU KUATIR AKAN MELAKUKAN SUATU SECARA TIDAK TERKENDALI SELAMA SERANGAN
  • 26.
    Banyak kondisi medisbisa menyebabkan G/ = serangan panik (aritmia, iskemia otak, tirotoksikosis, peny.jtg koroner) Jika serangan muncul hanya pd situasi spesifik yg ditakuti Gangguan fobik Jika terdapat suasana perasaan menurun atau sedih Gg depresif
  • 27.
    Panik adalah suatugangguan yang lazim dan bisa diobati. Ansietas seringkali  sensasi fisik yang menakutkan. Nyeri dada, pusing atau napas pendek tidak selalu tanda dari suatu peny. Fisik  berlalu bila ansietas diatasi. Panik juga menyebabkan pikiran yang menakutkan (takut mati, perasaan akan jadi gila atau hilang kontrol)  berlalu bila ansietas diatasi.
  • 28.
    Ansietas mental danfisik saling memperkuat. Pemusatan perhatian kepada G/ fisik akan menambah rasa tukut Seseorang yang menarik diri dari atau menghindari situasi di mana serangan pernah terjadi hanya akan memperkuat ansietasnya.
  • 29.
    Nasihati pasien mengikutilangkah-langkah berikut jika serangan panik timbul: Diam di tempat sampai serangan panik berlalu. Konsentrasikan diri untuk mengatasi ansietas, bukan pada G/ fisik. Praktekkan pernapasan yang perlahan dan rileks.
  • 30.
    Katakan pada dirimubahwa ini adalah suatu serangan panik, pikiran dan sensasi yang menakutkan akan segera berlalu. Perhatikan waktu berlalunya dengan jam tangan anda. Rasanya seperti lama walaupun hanya beberapa menit saja. Identifikasi rasa takut yang berlebihan yang timbul selama serangan panik (misalnya, takut akan serangan jantung)
  • 31.
    Diskusikan cara menghadapirasa takut ini selama serangan panik (misalnya, mengingatkan diri sendiri, “Saya tidak mengalami serangan jantung. Ini hanya serangan panik, dan akan berlalu dalam beberapa menit”). Kelompok tolong-diri (self-help group) dapat menolong pasien menatalaksana G/ dan mengatasi rasa takut.
  • 32.
    Banyak pasien tertolongmelalui konseling dan tdk butuh medikasi Jika serangan sering dan berat atau pasien secara bermakna dalam keadaan depresi antidepresan dapat membantu ( Imipramine 25mg malam hari sampai 100- 150mg malam / 2 minggu) Bila serangan jarang dan terbatas antiansietas jangka pendek dpt menolong: Lorazepam 0,5-1 mg spi 3X/hari atau alprazolam 0,25-1 mg 3x / hari Hindari pemeriksaan penunjang atau medikasi yg tdk perlu
  • 33.
    Pertimbangkan konsultasi jikaserangan berat berlanjut setelah pengobatan diatas Rujuk utk psikoterapi kognitif dan perilaku bagi pasien yg tidak membaik Umumnya panik menyebabkan gejala fisik . Hindari konsultasi medis yg tdk perlu
  • 34.
    Ps memperlihatkan G/fisik atau sulit tidur Anamnesis lanjut akan menampilkan G/ ansietas yang menonjol Prevalensi 3,8%. Rasio perempuan dan laki- laki 2:1
  • 35.
    Gejala multipel ansietas: Keteganganmental (cemas, tegang, gugup, konsentrasi buruk) Ketegangan fisik (gelisah, tidak bisa santai, tremor) G/ fisik (pusing, berkeringat, denyut jantung meningkat, mulut kering, nyeri perut) G/ bisa berlangsung berbulan-bulan dan sering timbul kembali. Sering dicetuskan oleh peristiwa yg menegangkan pd orang cenderung khawatir secara kronik
  • 36.
    Jika terdapat suasanaperasaan menurun atau sedih Gg depresif Jika ada serang ansietas mendadak Gangguan Panik Jika terdapat ketakutan dan penghindaran pd situasi spesifik  Gangguan fobik Jika terdapat penggunaan berat NAPZA Ganggguan penggunaan NAPZA
  • 37.
    Stres dan rasakhawatir keduanya mempunyai efek fisik dan mental. Mempelajari keterampilan untuk mengurangi efek stres (bukan medikasi sedatif) merupakan pertolongan yang paling efektif.
  • 38.
    Menghadapi dan menantangkekhawatiran yang berlebihan dapat mengurangi gejala ansietas. Kenali kekhawatiran yang berlebihan atau pikiran yang pesimistik (misalnya, ketika anak gadisnya terlambat pulang 5 menit dari sekolah, pasien mengkhawatirkan kemungkinan anaknya itu mengalami kecelakaan). Diskusikan cara menghadapi kekhawatiran yang berlebihan ini pada saat munculan (misalnya, ketika PS mulai khawatir akan anaknya, katakan kepada dirinya, “ Saya mulai terperangkap dalam kekahawatiran lagi. Anak saya hanya terlambat beberapa menit saja dari sekolah dan segera akan tiba di rumah. Saya tidak akan menelpon sekolahnya untuk mencari informasi, kecuali ia terlambat satu jam”.
  • 39.
    Dukung motivasi pasienmempraktekkan metode relaksasi harian untuk mengurangi gejala fisik dari ketegangan. Dorong pasien untuk mengikuti aktivitas dan latihan yang menyenangkan, dan mengulang aktivitas yang pernah menolong di masa lalu.
  • 40.
    Metode pemecahan masalahyang terstruktur (structured problem- solving methods) bisa menolong pasien untuk menatalaksanai masalah kehidupan atau stres saat ini yang berpengaruh terhadap gejala ansietas. Kenali peristiwa-peristiwa yang mencetuskan kekhawatiran yang berlebihan (misalnya, seorang wanita muda memperlihatkan kekhawatiran, ketegangan, nausea dan insomnia. G/ ini timbul sejak anaknya didiagnosis mengidap asma. Ansietas ini memburuk ketika anaknya mendapat serangan asma). Bicarakan apa yang akan dilakukan pasien untuk mengatasi situasi ini. Kenali dan perkuat hal-hal yang berhasil mengatasi situasi.
  • 41.
    Kenali beberapa tindakanspesifik yang dapat dilakukan dalam beberapa minggu mendatang, seperti:  Menemui perawat/Dr/Nakes untuk mempelajari perjalanan dan penanganan asma.  Membicarakan masalah tsb dgn ortu lain dari anak yang menderita asma.  Menuliskan rencana utk mengatasi serangan asma. Latihan fisik yang teratur sering menolong.
  • 42.
    Medikasi mrpk terapisekunder, tapi dapat digunakan jika dengan konseling gejala menetap Medikasi ansietas: Misal Diazepam 5 mg malam hari, tdk lebih dari 2 minggu. Buspiron dapat digunakan pada waktu lama Beta bloker dapat membantu G/ fisik Antidepresan menolong bila ada depresi dan tidak menimbulkan ketergantungan
  • 43.
    A.GOL. BENZODIAZEPIN: 1.DIAZEPAM (VALIUM): 4-50 MG/HR 2. LORAZEPAM (ATIVAN):2-10 MG/HR 3. BROMAZEPAM (LEXOTAN):2-18 MG 4. CLOBAZAM (FRISIUM): 20-30 MG/HR 5. ALPRAZOLAM (XANAX): 0,75-4 MG B. GOL. NON-BENZODIAZEPINE: BUSPIRONE (BUSPAR): 10-60 MG/HR
  • 44.
    Bila ansietas beratdan berlangsung > 3 bulan
  • 45.
     Ciri utama: keluhan-keluhan gejala fisik yang berulang-ulang disertai dengan permintaan pemeriksaan medik, meskipun sudah berkali-kali hasilnya negatif dan sudah diterangkan oleh dokternya bahwa tidak ada kelainan  Penderita menolak dan menyangkal untuk membahas kemungkinan kaitan keluhan fisik dengan problem / konflik dalam kehidupannya
  • 46.
    Gangguan somatisasi:  Banyakkeluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik  Berlangsung sedikitnya 2 tahun  Tidak mau menerima nasehat / penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan
  • 47.
     Untuk diagnosispasti, kedua hal ini harus ada a. keyakinan yang menetap adanya sekurang- kurangnya satu penyakit fisik yg serius yg melandasi keluhan-keluhannya, meskipun pemeriksaan yg berulang-ulang tdk menunjang adanya alasan adanya preokupasi yg menetap kemungkinan deformitas. b. Tidak mau menerima nasihat atau dukungan penjelasan dr bbrp dokter bahwa tdk ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yg melandasi keluhan-keluhannya
  • 48.
    ◦ Tidak adabukti adanya gangguan fisik yang dapat menjelaskan gejala-gejala tersebut. ◦ Bukti adanya penyebab psikologis dalam bentuk hubungan waktu yang jelas dengan problem dan peristiwa yang “ Stressful “ atau hubungan interpersonal yang terganggu (meskipun hal tersebut disangkal oleh pasien )
  • 49.
    ◦ Adanya gejala-gejalabangkitan otonomik seperti : palpitasi, berkeringat, tremor, muka panas yang menetap dan mengganggu ◦ Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu (gejala tidak khas) ◦ Pre-okupasi dengan dan penderitaan ( distres ) mengenai kemungkinan adanya gangguan yang serius ( sering tidak begitu khas ) dari sistim atau organ tertentu, tidak terpengaruh oleh hasil pemeriksaan-pemeriksaan berulang maupun penjelasan-penjelasan dari para dokter ◦ Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada struktur / fungsi dari sistim atau organ yang dimaksud
  • 50.
    Tn X, 32tahun , petani, menikah dg 3 anak. Dia mengolah lahan sendiri. Yang menjadi masalah sekarang dia tidak dapat pergi bekerja lagi karena takut meninggalkan rumah. Hal ini terjadi beberapa bulan yang lalu., terjadi ketika ia sedang berada diladang tiba-tiba merasa dirinya sesak nafas, seakan tercekik sehingga merasa dia akan mati. Jantung berdebar kuat sehingga merasa sakit. Dia ke dokter dan diberikan ventolin bila diperlukan. Pengobatan ini tidak berhasil demikian dengan tindakan medis lain yang dicoba. Ia mulai berubah, kemanapun ia pergi ia harus ditemani, hingga sekarang ia menghindar untuk bekerja jauh dari rumah. Mudah lelah, kurang PD, ia bertanya-tanya apakah masih bisa menghadapi musim panen. Ia cemas, bukan hanya akan mempengaruhi penghasilan, tetapi khawatir dengan penyakitnya yg serius “ mungkin ada sakit jantung” dan dokter belum berhasil mendeteksinya. Dokter merujuk ke bagian jantung dan saraf, semua hasil normal, namun belum membuat ia tenang. Sekarang ia mendapat serangan mendadak ketika sedang sendirian dirumah dan bahkan ketika sedang tidur. Ia mengeluh sulit bernafas, kaki mudah goyah serta kepala pusing. Serangan semakin sering 2-3 kali perminggu dan membuatnya tidak berdaya. Tn X sebelumnya adalah orang yang ramah, ceria, tapi sejak serangan dia bukan dirinya yang dulu