Dasar Kerja Motor
  A. Asal Mula Tenaga

Sepeda yang kita kendarai, digerakkan sendiri dengan memutar atau mengayunkan
pesal dengan menggunakan kaki. Tenaga untuk mengayun pedal tersebut diperoleh
dari tenaga panas/kalor yang terkandung dalam makanan yang kita makan.
Demikian pula dengan sepeda motor untuk menggerakkan dan mengendarainya
dijalan, diperlukan daya gerak tersendiri untuk melawan tahanan yang diperoleh
dari hambatan udara, gesekan ban dengan jalan dan sebagainya. Dan daya itu
diperoleh dari motor itu sendiri.
Pada trem kota, motor yang dipakai adalah motor listrik yang mempergunakan
tenaga listrik kota melalui troli (gambar 1). Sedangkan pada sepeda motor,
tenaga didapatkan dari hasil pembakaran bahan bakar yang bercampur dengan
udara di dalam suatu ruang bakar yang kemudian menimbulkan panas.

Panas ini kemudian diubah menjadi tenaga gerak (tenaga mekanis) didalam suatu
motor yang disebut Motor Bakar.
B. Jenis-jenis Bahan Bakar

Jenis bahan bakar menurut bentuknya dapat dibagi menjadi 3 yaitu
 Bahan Bakar Padat, contohnya Batu bara, Arang, Kayu dll.
 Bahan Bakar Cair, contohnya Bensin, Solar dan Minyak tanah
 Bahan Bakar Gas, contohnya Elpiji, Gas kota (gambar 2)

Pada kendaraan-kendaraan yang sering kita lihat dijalanan, umumnya
menggunakan bahan bakar cair yaitu bensin dan solar. Hal ini karena bensin dan
solar merupakan bahan bakar yang relatif ringan, efisien untuk menghasilkan
panas, sisa pembakaran sedikit dan tidak merusak mesin, dan mudah cara
penyimpanannya.
Belakangan ini dikota-kota maju, ada beberapa kendaraan yang sudah
menerapkan dan menggunakan bahan bakar gas tetapi penggunaannya masih
dibatasi.
C. Jenis-jenis Motor Bakar
Salah satu jenis penggerak mula yang banyak dipakai adalah mesin kalor, yaitu mesin
yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, atau yang
mengubah energi termal menjadi energi mekanis. Energi itu sendiri dapat diperoleh
dengan proses pembakaran, proses fisi bahan nuklir, atau proses lain-lain. Ditinjau
dari cara memperoleh energi termal ini mesin kalor dibagi menjadi dua golongan, yaitu
mesin pembakaran dalam dan mesin pembakaran luar.
a. Motor Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine
  Mesin pembakaran-dalam pada umunya dikenal dengan nama motor bakar. Dalam
  kelompok ini terdapat motor bakar torak, sistem turbin gas, dan propulasi pancar
  gas seperti terlihat pada Tabel 1. proses pembakaran berlangsung didalam motor
  bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai
  fluida kerja.
b. Motor Pembakaran Luar (Eksternal Combustion Engine

  Pada mesin pembakaran luar proses pembakaran terjadi di luar mesin ; energi
  termal dari gas hasil pembakaran dipindahkan ke fluida kerja mesin melalui
  beberapa dinding pemisah. Contohnya mesin uap.
D. Dasar Kerja Motor Bakar

Motor yang terdapat pada kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil,
pembakaran bahan bakarnya dilakukan langsung dalam mesin dan dirubah
menjadi tenaga penggerak. Mesin semacam ini disebut motor bakar dalam
(Internal Combution Engine).

Prinsip kerja motor merupakan suatu siklus, yaitu rangkaian peristiwa yang selalu
    berulang kembali mengikuti jejak yang sama seperti semula dan membentuk
    rangkaian tertutup. Siklus pada motor bakar mengikuti proses sebagai berikut:
1. Mengisi campuran bensin dan udara kedalam selinder.
2. Mengkomprensikan campuran tersebut didalam silinder
3. Menyalakan campuran bahan bakar dan udara pada akhir langkah kompresi
4. Mengekspangsikan gas hasil pembakaran
5. Membuang gas hasil akhir pembakaran keluar silinder melalui saluran buang.

Pada dasarnya kerja motor dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
1. Motor 4 Tak/langkah
2. Motor 2 Tak/langkah
Motor 4 Tak


Motor 4 tak adalah motor bensin yang menghasilkan satu siklus
kerja/usaha terdiri dari 4 langkah torak dan 2 kali putaran poros
engkol




Motor bensin 4 tak dilengkapi dengan mekanisme katup, yang
mengatur pemasukan bahan bakar ke dalam silinder dan mengatur
pembuangan gas sisa pembakaran keluar silinder.
Langkah Kerja Motor 4 Tak
1. Langkah Isap

Katup masuk membuka, piston bergerak dari TMA ke TMB. Gas baru terhisap
masuk kedalam selinder. Pada langkah ini katup buang menutup.
2. Langkah Kompresi

Kedua katup menutup. Piston bergerak dari TMB ke TMA. Gas dalam selinder
dikompresikan sehingga tekanan dan suhu naik dengan cepat. Beberapa derajat
sebelum TMA busi meloncatkan bunga api. Gas yang telah dikompresikan
terbakar.
 3. Langkah Usaha

Akibat pembakaran gas, tekanan pada ruang bakar naik dengan cepat sekali.
Piston terdorong dari TMA ke TMB. Kedua katup masih menutup.
 4. Langkah Buang

Katup buang membuka, sedangkan katup masuk menutup. Piston bergerak dari
TMB ke TMA mendorong gas buang/bekas keluar dari selinder.
E. Perbandingan Motor 4 Tak dan 2 Tak

1. Ciri-ciri sepeda motor 4 tak
        a. Menggunakan dua buah katup yaitu katup masuk dan katup buang.
        b. Pada tutup kepala selindernya terdapat dua buah tutup katup yang
             diulirkan.
        c. Knalpotnya tanpa sambungan (sambungan mati).
        d. Suara mesin agak kasar (terputus-putus)
        e. Pemakaian bensin tidak dicampur dengan oli (bensin murni).
        f. Gas buang tidak berasap (berjelaga)
        g. Tidak menggunakan oli samping (oli tambahan)
2. Ciri-ciri sepeda motor 2 tak
      a. Tidak menggunakan katup-katup, kecuali pada beberapa mesin saja
         yang menggunakan katup buang.
      b. Pada kepala selindernya tidak terdapat tutup katup sebagaimana pada
         sepeda motor 4 tak.
      c. Knalpotnya dengan sambungan yang dapat dilepas (dengan ulir) dengan
         tujuan agar mudah dilepas saat membersihkan knalpot karena knalpot
         sepeda motor 2 tak cepat kotor oleh jelaga.
      d. Suara meisn lebih halus dan tidak terputus-putus.
      e. Menggunkan 2 jenis minyak pelumas (oli samping dan oli mesin).
      f. Gas buang berasap putih sebagai akibat oli ikut terbakar.
F. Ukuran-ukuran Penting dari Motor Bakar

     1. Diameter silinder (D) x Panjang Langkah Gerak Torak s



      2. Isi/ Kapasitas Silinder (CC)
Yang dimaksud disini adalah volume dari silinder antara TMA – TMB. Sebagai
mana kita ketahui isi atau volume ini sama dengan isi tabung dengan diameter
lingkaran alas adalah D dan tinggi = s, dengan demikian isi silinder dapat dihitung
dengan rumus:

      Isi = 22/7 x R x R x s

      Isi = 22/7 x ½ D x ½ D x s

      Isi = 22/28 x D x D x s
F. Ukuran-ukuran Penting dari Motor Bakar

     1. Diameter silinder (D) x Panjang Langkah Gerak Torak s



      2. Isi/ Kapasitas Silinder (CC)
Yang dimaksud disini adalah volume dari silinder antara TMA – TMB. Sebagai
mana kita ketahui isi atau volume ini sama dengan isi tabung dengan diameter
lingkaran alas adalah D dan tinggi = s, dengan demikian isi silinder dapat dihitung
dengan rumus:

      Isi = 22/7 x R x R x s

      Isi = 22/7 x ½ D x ½ D x s

      Isi = 22/28 x D x D x s

1. dasar kerja motor

  • 1.
    Dasar Kerja Motor A. Asal Mula Tenaga Sepeda yang kita kendarai, digerakkan sendiri dengan memutar atau mengayunkan pesal dengan menggunakan kaki. Tenaga untuk mengayun pedal tersebut diperoleh dari tenaga panas/kalor yang terkandung dalam makanan yang kita makan. Demikian pula dengan sepeda motor untuk menggerakkan dan mengendarainya dijalan, diperlukan daya gerak tersendiri untuk melawan tahanan yang diperoleh dari hambatan udara, gesekan ban dengan jalan dan sebagainya. Dan daya itu diperoleh dari motor itu sendiri. Pada trem kota, motor yang dipakai adalah motor listrik yang mempergunakan tenaga listrik kota melalui troli (gambar 1). Sedangkan pada sepeda motor, tenaga didapatkan dari hasil pembakaran bahan bakar yang bercampur dengan udara di dalam suatu ruang bakar yang kemudian menimbulkan panas. Panas ini kemudian diubah menjadi tenaga gerak (tenaga mekanis) didalam suatu motor yang disebut Motor Bakar.
  • 2.
    B. Jenis-jenis BahanBakar Jenis bahan bakar menurut bentuknya dapat dibagi menjadi 3 yaitu Bahan Bakar Padat, contohnya Batu bara, Arang, Kayu dll. Bahan Bakar Cair, contohnya Bensin, Solar dan Minyak tanah Bahan Bakar Gas, contohnya Elpiji, Gas kota (gambar 2) Pada kendaraan-kendaraan yang sering kita lihat dijalanan, umumnya menggunakan bahan bakar cair yaitu bensin dan solar. Hal ini karena bensin dan solar merupakan bahan bakar yang relatif ringan, efisien untuk menghasilkan panas, sisa pembakaran sedikit dan tidak merusak mesin, dan mudah cara penyimpanannya. Belakangan ini dikota-kota maju, ada beberapa kendaraan yang sudah menerapkan dan menggunakan bahan bakar gas tetapi penggunaannya masih dibatasi.
  • 3.
    C. Jenis-jenis MotorBakar Salah satu jenis penggerak mula yang banyak dipakai adalah mesin kalor, yaitu mesin yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, atau yang mengubah energi termal menjadi energi mekanis. Energi itu sendiri dapat diperoleh dengan proses pembakaran, proses fisi bahan nuklir, atau proses lain-lain. Ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini mesin kalor dibagi menjadi dua golongan, yaitu mesin pembakaran dalam dan mesin pembakaran luar. a. Motor Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine Mesin pembakaran-dalam pada umunya dikenal dengan nama motor bakar. Dalam kelompok ini terdapat motor bakar torak, sistem turbin gas, dan propulasi pancar gas seperti terlihat pada Tabel 1. proses pembakaran berlangsung didalam motor bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja. b. Motor Pembakaran Luar (Eksternal Combustion Engine Pada mesin pembakaran luar proses pembakaran terjadi di luar mesin ; energi termal dari gas hasil pembakaran dipindahkan ke fluida kerja mesin melalui beberapa dinding pemisah. Contohnya mesin uap.
  • 4.
    D. Dasar KerjaMotor Bakar Motor yang terdapat pada kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil, pembakaran bahan bakarnya dilakukan langsung dalam mesin dan dirubah menjadi tenaga penggerak. Mesin semacam ini disebut motor bakar dalam (Internal Combution Engine). Prinsip kerja motor merupakan suatu siklus, yaitu rangkaian peristiwa yang selalu berulang kembali mengikuti jejak yang sama seperti semula dan membentuk rangkaian tertutup. Siklus pada motor bakar mengikuti proses sebagai berikut: 1. Mengisi campuran bensin dan udara kedalam selinder. 2. Mengkomprensikan campuran tersebut didalam silinder 3. Menyalakan campuran bahan bakar dan udara pada akhir langkah kompresi 4. Mengekspangsikan gas hasil pembakaran 5. Membuang gas hasil akhir pembakaran keluar silinder melalui saluran buang. Pada dasarnya kerja motor dibagi menjadi 2 bagian yaitu: 1. Motor 4 Tak/langkah 2. Motor 2 Tak/langkah
  • 5.
    Motor 4 Tak Motor4 tak adalah motor bensin yang menghasilkan satu siklus kerja/usaha terdiri dari 4 langkah torak dan 2 kali putaran poros engkol Motor bensin 4 tak dilengkapi dengan mekanisme katup, yang mengatur pemasukan bahan bakar ke dalam silinder dan mengatur pembuangan gas sisa pembakaran keluar silinder.
  • 6.
    Langkah Kerja Motor4 Tak 1. Langkah Isap Katup masuk membuka, piston bergerak dari TMA ke TMB. Gas baru terhisap masuk kedalam selinder. Pada langkah ini katup buang menutup. 2. Langkah Kompresi Kedua katup menutup. Piston bergerak dari TMB ke TMA. Gas dalam selinder dikompresikan sehingga tekanan dan suhu naik dengan cepat. Beberapa derajat sebelum TMA busi meloncatkan bunga api. Gas yang telah dikompresikan terbakar. 3. Langkah Usaha Akibat pembakaran gas, tekanan pada ruang bakar naik dengan cepat sekali. Piston terdorong dari TMA ke TMB. Kedua katup masih menutup. 4. Langkah Buang Katup buang membuka, sedangkan katup masuk menutup. Piston bergerak dari TMB ke TMA mendorong gas buang/bekas keluar dari selinder.
  • 8.
    E. Perbandingan Motor4 Tak dan 2 Tak 1. Ciri-ciri sepeda motor 4 tak a. Menggunakan dua buah katup yaitu katup masuk dan katup buang. b. Pada tutup kepala selindernya terdapat dua buah tutup katup yang diulirkan. c. Knalpotnya tanpa sambungan (sambungan mati). d. Suara mesin agak kasar (terputus-putus) e. Pemakaian bensin tidak dicampur dengan oli (bensin murni). f. Gas buang tidak berasap (berjelaga) g. Tidak menggunakan oli samping (oli tambahan) 2. Ciri-ciri sepeda motor 2 tak a. Tidak menggunakan katup-katup, kecuali pada beberapa mesin saja yang menggunakan katup buang. b. Pada kepala selindernya tidak terdapat tutup katup sebagaimana pada sepeda motor 4 tak. c. Knalpotnya dengan sambungan yang dapat dilepas (dengan ulir) dengan tujuan agar mudah dilepas saat membersihkan knalpot karena knalpot sepeda motor 2 tak cepat kotor oleh jelaga. d. Suara meisn lebih halus dan tidak terputus-putus. e. Menggunkan 2 jenis minyak pelumas (oli samping dan oli mesin). f. Gas buang berasap putih sebagai akibat oli ikut terbakar.
  • 9.
    F. Ukuran-ukuran Pentingdari Motor Bakar 1. Diameter silinder (D) x Panjang Langkah Gerak Torak s 2. Isi/ Kapasitas Silinder (CC) Yang dimaksud disini adalah volume dari silinder antara TMA – TMB. Sebagai mana kita ketahui isi atau volume ini sama dengan isi tabung dengan diameter lingkaran alas adalah D dan tinggi = s, dengan demikian isi silinder dapat dihitung dengan rumus: Isi = 22/7 x R x R x s Isi = 22/7 x ½ D x ½ D x s Isi = 22/28 x D x D x s
  • 10.
    F. Ukuran-ukuran Pentingdari Motor Bakar 1. Diameter silinder (D) x Panjang Langkah Gerak Torak s 2. Isi/ Kapasitas Silinder (CC) Yang dimaksud disini adalah volume dari silinder antara TMA – TMB. Sebagai mana kita ketahui isi atau volume ini sama dengan isi tabung dengan diameter lingkaran alas adalah D dan tinggi = s, dengan demikian isi silinder dapat dihitung dengan rumus: Isi = 22/7 x R x R x s Isi = 22/7 x ½ D x ½ D x s Isi = 22/28 x D x D x s