MESIN PENGGERAK UTAMA
Pengertian
Mesin Penggerak Utama mempunyai
fungsi sebagai penggerak/pendorong
kapal sehingga kapal bisa bergerak
maju atau mundur sesuai dengan
pengoperasian
Jenis Penggerak Utama
1. Mesin Uap Torak
2. STEAM TURBINE
3. Gas Turbine
4. Electric Propulsion
5. Nuklir
6. Diesel Engine
DEFINISI
Mesin Konversi Energi adalah suatu alat
yang mengubah suatu energi menjadi
energi yang lain sehingga menghasilkan
suatu kerja/usaha yang dimanfaatkan
untuk kepentingan manusia.
MESIN DIESEL
Mesin diesel adalah termasuk mesin konversi
Energi, yaitu pesawat yang merubah energi
potensial menjadi usaha/energi mekanik
Klasifikasi
Mesin diesel adalah pesawat pembakaran
dalam
(Internal Combustion Engine) dimana
mendapatkan energi potensial ( berupa
panas ) untuk kerja mekaniknya diperoleh
dari pembakaran bahan bakar yang
dilaksanakan didalam pesawat itu sendiri,
yaitu didalam silindernya.
Klasifikasi Mesin
Diesel
MENURUT JUMLAH SILINDER
1. Silinder 1, tunggal
2. Silinder lebih dari 1, banyak
Menurut putaran
1. Putaran Rendah ( Low
Speed) < 1000 RPM
2. Putaran Menengah
( Intermediate Speed ) 1000
– 2500 RPM
3. Putaran Tinggi ( Hig Speed )
2500RPM keatas
Menurut susunan posisi
silinder
1. Tipe Berdiri – In Line
2. Tipe V
3. Tipe Horizontal
4. Tipe Berlawanan –
Opposed Type
5. Tipe Radial
Menurut jumlah langkah per siklus
2 Tak(Two stroke Engine)
Dimana untuk menghasilkan
sebuah tenaga memerlukan 2
proses langkah piston/torak dan
satu kali rotasi/putaran poros
engkol
4 Tak( Four Stroke Engine)
dimana untuk menghasilkan
sebuah tenaga memerlukan
empat proses langkah naik-turun
piston, dua kali rotasi/putaran
poros engkol(crankshaft), dan satu
putaran noken as (camshaft)
ISTILAH-ISTILAH DALAM MESIN DIESEL
Titik Mati Atas
1. Posisi dimana torak tertinggi
2. Posisi dimana volume silinder
terkecil
3. Posisi dimana Torak-pena
engkol-poros engkol berada
pada satu garis lurus
Titik Mati bawah
1. Posisi Torak terendah
2. Posisi dimana volume silinder
terbesar
3. Posisi dimana torak-poros
engkol-pena engkol terletak
pada garis lurus
Langkah Torak(Piston Stroke)
Lintasan yang ditempuh torak
antara titik mati atas hingga titik
mati bawah atau sebaliknya dari
titik mati bawah hingga titik mati
atas
Volume Langkah(Vs)/Piston Displacement
Adalah isi/volume silinder sepanjang jarak
dari TMA sampai TMB.Langkah Volume
dihitung dari luas penampang torak
dikalikan dengan langkah torak atau
Vs= Volume displacement/langkah
D= Diameter Silinder
L = Langkah piston dari TMA ke TMB
Untuk Mesin yang mempunyai silinder
lebih dari 1 maka rumusnya adalah
x N
N = jumlah silinder
Volume Kompresi (Vc)
Volume silinder diatas torak pada
kedudukan Titik Mati Atas disebut
volume kompresi (Vc)
Perbandingan Kompresi(compression ratio)
Perbandingan antara volume
silinder pada saat posisi torak di
TMA(titik mati atas) dengan volume
silinder pada saat posisi torak di
TMB (titik mati bawah) atau
CR =
Vs = Volume langkah/piston
Displacement
Vc = Volume clearance/volume
ruang bakar
RPM(Revolution per Minute)
Adalah banyaknya putaran yang
dihasilkan mesin tiap menitnya
dengan lambang= n
Misal Rpm = n ,berarti tiap
menitnya mesin menghasilkan
putaran sebanyak n kali
Kecepatan Torak rata-rata (Cm)
Apabila langkah torak = L meter, maka satu kali putaran poros engkol jarak yang ditempuh torak =
2.L meter.
Definisi kecepatan adalah jarak per satuan waktu
Dengan demikian apabila suatu motor dengan RPM = n ; berarti selama 1 menit membuat n kali
putaran poros engkol, sedangkan jarak yang ditempuh torak selama itu = 2.L.n meter / menit
Atau kecepatan = L.n m/det
disebut kecepatan torak rata-rata ( Cm ) Cm = 2.L.n m/det
60
Komponen Mesin Diesel
Blok Silinder (Cylinder block)
Blok Silinder berfungsi sebagai tempat
/ bejana terjadinya pembakaran
bahan bakar dengan udara atau
tempat terjadinya konversi energ
ipanas pembakaran bahan bakar
menjadi energi potensial tekanan dan
kemudian menjadi energi mekanis.
Silinder juga berfungsi sebagai
pengarah dan bantalan untuk piston
dalam melakukan gerak translasi
naik/turun.
Blok Silinder
Ditinjau dari konstruksinya maka
silinder dapat dibedakan :
a. Tidak menggunakan lapisan
(cylinder liner)
b. Menggunakan cylinder liner
Powerpoint Templates
Ruang Bakar (Combustion Chamber)
Berfungsi sebagai tempat pembakaran campuran
bahan bakar dengan udara yang telah di
kompresikan oleh torak didalam silinder.
Powerpoint Templates
Torak (Piston)
Fungsi : memindahkan tenaga yg
diperoleh dari pembakaran, ke poros
engkol (crank shaft) melalui batang piston
(connecting rod)
Powerpoint Templates
4. Cincin Torak (Ring Piston)
Fungsi :
- Mencegah kebocoran gas saat langkah
kompresi dan usaha
- Mencegah oli masuk keruang bakar
- Memindahkan panas dari piston ke
dinding silinder
Piston pin
Fungsi menghubungkan piston
dan connecting rod melalui lubang
bushing
Batang Torak/Connecting rod
Fungsi menerima tenaga dari
piston dari proses pembakaran
dan meneruskannya ke poros
engkol
Poros engkol
Fungsi merubah gerakan naik
turun piston memjadi gerakan
berputar yang pada akhirnya
memutar baling-baling
Roda penerus(flywheel)
Fungsi menyimpan tenaga
putar(inertia) pada langkah usaha
agar poros engkol(crankshaft)
dapat berputar terus pada langkah
lainnya
Katup/Valve (kelep)
Fungsi sebagai saluran masuk
campuran udara dan bahan bakar
(bensin)/udara (diesel) (intake) dan
sebagai saluran keluar gas buang
buang(exhaust)
Pegas Katup(valve spring)
Fungsi mengembalikan katup pada
kedudukan/posisi semulamdan
memberikan tekanan pada katup
agar dapat menutup dengan rapat
Tuas Katup(Rocker Arm)
Menekan Katup masuk(intake) dan
Katup buang(exhaust)sehingga
dapat membuka
Batang Pendorong(Push rod)
Meneruskan gerak
Lifter(pengangkat katup) ke Rocker
arm
Poros nok (Camshaft)
1.Membuka dan menutup katup
masuk dan buang sesuai dengan
urutan waktu pengapian (firing
order)
2. Untuk menggerakan fuel
pump/pompa bensin
Karter(oil pan/sump tank)
Mempunyai fungsi sebagai tempat
penampungan pelumas yang akan
digunakan untuk sistem
pelumasan pada mesin
Drive Gear
Menghubungkan gerakan poros
engkol(crankshaft) ke poros
camshaft
Cylinder Head
Fungsi dari kepala silinder diantaranya :
1. Sebagai tempat pembakaran (ruang
bakar)
2. Sebagai tempat kelengkapan
mekanisme katup
3. Saluran pemasukan udara
4. Saluran pembuangan gas sisa
pembakaran
5. Tempat pemasangan busi/injektor.
6. Tempat water jacket (saluran air
pendingin)
Bed Plate/Dudukan Mesin
Fungsi
1. Menopang rangka mesin
diatasnya
2. Tempat dudukan crankshaft
3. Untuk mendistribusikan beban
statis dan dinamis yang
dihasilkan pada saat mesin
beroperasi
A-frame(Rangka-A)
Fungsi sebagai penopang
entablature/blok mesin dan
support untuk Cross head guide
Entablature/blok mesin
Fungsi sebagai dudukan silinder
liner,ruang/saluran air pendingin
dan ruang/saluran udara bilas
Tie-Bolt
Fungsi untuk menyatukan
entablatur-A-frame dan bed plate
menjadi satu kesatuan mesin
Page 32
Prinsip Kerja Motor Bakar
a. Motor Bakar Otto (Motor Bensin)
b. Motor Bakar Diesel
Powerpoint Templates
Page 33
a. Motor Bakar Otto (Motor Bensin)
Pada motor Otto/ Motor bensin, bensin dibakar
untuk memperoleh energi termal. Energi ini
selanjutnya digunakan untuk melakukan
gerakan mekanik.
Motor bakar otto (Motor bensin) adalah jenis
yang paling banyak digunakan terutama pada
kendaraan ringan, seperti : Sepeda motor, dan
mobil.
Jenis motor bakar ini diciptakan
oleh seorang insinyur
berkebangsaan Jerman,
Nicholas Otto
ASAL MULA TENAGA
Tenaga Panas
Kalori
Motor Bakar Tenaga Gerak
Hasil pembakaran
bahan bakar.
Sarana untuk mengubah tenaga panas
menjadi tenaga gerak.
Untuk menimbulkan tenaga gerak dibutuhkan
beberapa elemen pendukung yaitu :
• Udara , bahan bakar, pembakaran
• Kompresi pada campuran udara - bahan
bakar
• Siklus mesin
Istilah-istilah baku yang harus diketahui untuk bisa memahami
prinsip kerja mesin ini:
TMA (titik mati atas) atau TDC
(top dead centre) adalah:
Posisi piston berada pada titik paling
atas dalam silinder mesin atau piston
berada pada titik paling jauh dari
poros engkol (crankshaft).
TMB (titik mati bawah) atau BDC
(bottom dead centre) adalah:
Posisi piston berada pada titik paling
bawah dalam silinder mesin atau
piston berada pada titik paling dekat
dengan poros engkol (crankshaft)
SIKLUS MESIN
1
2
3
4
Mengisi silinder dengan campuran yang
mudah terbakar
Menekan campuran tersebut sampai pada
volume tertentu
Menyalakan campuran sehingga
mengembang dan menghasilkan tenaga
Mengeluarkan gas - gas yang telah terbakar
dari dalam silinder
Urut - urutan siklus mesin tersebut dinyatakan
sebagai berikut :
1
2
3
4
Langkah Isap
Langkah Kompresi
Langkah Usaha
Langkah Buang
Siklus
Mesin 4 langkah
Mesin 2 langkah
Siklus
Satu siklus terdapat 4 kali
langkah piston , 2 ke atas
dan 2 ke bawah. Sehingga
dalam satu siklusnya
tercapai dalam 2 putaran
poros engkol.
Satu siklus terdapat 2 kali
langkah piston , 1 ke atas
dan 1 ke bawah. Sehingga
dalam satu siklusnya
tercapai dalam 1 putaran
poros engkol..
PRINSIP KERJA MOTOR BAKAR
4 LANGKAH
Langkah Isap
Langkah Kompresi
Langkah Usaha
Langkah Buang
Langkah Isap / Suction Stroke
1
• Piston bergerak dari TMA ke TMB
• Katup masuk terbuka
• Katup buang tertutup
• Campuran udara dan bensin
masuk kedalam ruang bakar
Langkah Kompresi /
Compression Stroke
2
•Piston bergerak dari TMB ke TMA
•Katup masuk tertutup
•Katup buang tertutup
•Gas dalam ruang bakar
terkompresi, beberapa saat sebelum
piston sampai pada posisi TMA,
busi menyala dan terjadi proses
pembakaran.
Langkah Usaha / Power
Stroke
3
•Katup masuk tertutup
•Katup buang tertutup
•Piston bergerak dari TMA ke TMB
•Gas yang terbakar dalam ruang
bakar akan meningkatkan tekanan
dalam ruang bakar, mengakibatkan
piston terdorong dari TMA ke
TMB. Langkah ini adalah proses
yang akan menghasilkan tenaga.
Langkah Buang / Exhaust
Stroke
4
•Katup masuk tertutup
•Katup buang terbuka
•Piston bergerak dari TMB ke TMA
•Piston mendorong sisa gas
pembakaran menuju ke katup
buang yang sedang terbuka untuk
diteruskan ke saluran pembuangan.
Powerpoint Templates
Page 45
PRINSIP KERJA MESIN 2 LANGKAH
Langkah isap & kompresi
Setengah putaran pertama atau 180°
piston bergerak dari TMB ke TMA.
• Dibawah piston
• Langkah isap/pengisian
ruang
engkol
• Diatas piston
• Langkah kompresi
1
• Diatas piston
• Langkah usaha & buang
• Dibawah piston
• Langkah pembilasan
2 Langkah Usaha dan
Buang
Setengah putaran kedua atau 360o ,
piston bergerak dari TMA ke TMB
Powerpoint Templates
Page 49
b. Motor Bakar DIESEL
Motor diesel disebut dengan Motor
Penyalaan Kompresi (Compression
Ignition Engine) karena penyalaan bahan
bakarnya diakibatkan oleh suhu kompresi
udara dalam ruang bakar.
Motor diesel
ditemukan oleh
Rudolf Diesel, pada
tahun 1872.
Powerpoint Templates
Cara pembakaran dan pengatomisasian (atomizing) bahan bakar pada
motor diesel tidak sama dengan motor bensin.
 Pada motor diesel yang diisap oleh torak dan dimasukkan ke
dalam ruang bakar hanya udara, yang selanjutnya udara
tersebut dikompresikan sampai mencapai suhu dan tekanan
yang tinggi.
 Beberapa saat sebelum torak mencapai titik mati atas (TMA)
bahan bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar.
 Dengan suhu dan tekanan udara dalam silinder yang cukup
tinggi maka partikel-partikel bahan bakar akan menyala dengan
sendirinya sehingga membentuk proses pembakaran. Agar
bahan bakar solar dapat terbakar sendiri,maka diperlukan rasio
kompresi 15-22 dan suhu udara kompresi kira-kira 600ºC
Page 50
Powerpoint Templates
Page 51
Bagian-bagian Mesin Diesel
Powerpoint Templates
PRINSIP KERJA PADA MESIN DIESEL
Page 61
Prinsip kerja pada mesin Diesel ada 2, yaitu:
1. Mesin Diesel 2 Tak
2. Mesin Diesel 4 Tak
Powerpoint Templates
1. PRINSIP KERJA MESIN DIESEL 2 TAK
Page 62
A. Langkah Hisap dan Kompresi
 Udara bersih masuk kedalam ruang silinder dengan
bantuan pompa hisap
 Piston bergerak dari TMB (titik mati bawah)
ke TMA (titik mati atas).
 Saluran masuk membuka sehingga udara
bersih masuk ke dalam ruang bakar dengan bantuan
pompa udara.
 Sesaat setelah saluran hisap menutup dan
saluran buang menutup maka mulai
dilakukan langkah kompresi hingga tekanan
udara mencapai 500-600 C.
Powerpoint Templates
 Langkah Hisap dan Kompresi
Page 63
Powerpoint Templates
B. Langkah Usaha dan Buang
Page 64
 Sebelum piston mencapai TMA (titik mati atas),
injector akan menyemprotkan bahan bakar ke
ruang bakar dan ini sebagai pembakaran awal
 Bahan bakar bercampur dengan udara bersih dan
bertekanan tinggi akan terjadi proses
pembakaran sempurna.
 Karena proses pembakaran maka akan
mendorong piston dan piston pun bergerak dari
TMA ke TMB
 Sesaat piston belum mencapai TMB (titik mati
bawah) katup buang sudah mulai membuka. Dan
bila saluran hisap membuka maka udara bersih
akan membantu mendorong gas sisa hasil
pembakaran keluar
Powerpoint Templates
 Langkah Usaha dan Buang
Page 65
Powerpoint Templates
2. PRINSIP KERJA MESIN DIESEL 4 TAK
A. Langkah Hisap
 Pada langkah ini piston
bergerak dari TMA (Titik
Mati Atas) ke TMB
(Titik Mati Bawah).
 Saat piston bergerak ke
bawah katup isap
terbuka yang
menyebabkan ruang
didalam silinder
menjadi vakum,
sehingga udara murni
langsung masuk ke
ruang silinder melalui
filter udara.
Page 66
Powerpoint Templates
B. Langkah Kompresi
 Pada langkah ini piston
bergerak dari TMB menuju
TMA dan kedua katup
tertutup.
 Karena udara yang berada di
dalam silinder didesak terus
oleh piston,menyebabkan
terjadi kenaikan tekanan
dan temperatur,sehingga
udara di dalam silinder
menjadi sangat panas.
 Beberapa derajat sebelum
piston mencapai TMA, bahan
bakar di semprotkan ke
ruang bakar oleh injector
yang berbentuk kabut.
Page 67
Powerpoint Templates
C. Langkah Usaha
 Pada langkah ini kedua katup
masih tertutup, akibat
semprotan bahan bakar di
ruang bakar akan menyebabkan
terjadi ledakan pembakaran
yang akan meningkatkan suhu
dan tekanan di ruang bakar.
Tekanan yang besar tersebut
akan mendorong piston ke
bawah yang menyebkan terjadi
gaya aksial. Gaya aksial ini
dirubah dan diteruskan oleh
poros engkol menjadi gaya
radial (putar)
Page 68
Powerpoint Templates
D. Langkah Buang
 Pada langkah ini, gaya
yang masih terjadi di
flywhell akan
menaikkan kembali
piston dari TMB ke
TMA.
 Bersamaan itu juga
katup buang terbuka
sehingga udara sisa
pembakaran akan di
dorong keluar dari
ruang silinder menuju
exhaust manifold
dan langsung
menuju knalpot.
Page 69

5143324145873-MESIN-PENGGERAK-UTAMA.pptx

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Mesin Penggerak Utamamempunyai fungsi sebagai penggerak/pendorong kapal sehingga kapal bisa bergerak maju atau mundur sesuai dengan pengoperasian
  • 3.
    Jenis Penggerak Utama 1.Mesin Uap Torak 2. STEAM TURBINE 3. Gas Turbine 4. Electric Propulsion 5. Nuklir 6. Diesel Engine
  • 4.
    DEFINISI Mesin Konversi Energiadalah suatu alat yang mengubah suatu energi menjadi energi yang lain sehingga menghasilkan suatu kerja/usaha yang dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.
  • 5.
    MESIN DIESEL Mesin dieseladalah termasuk mesin konversi Energi, yaitu pesawat yang merubah energi potensial menjadi usaha/energi mekanik
  • 6.
  • 7.
    Mesin diesel adalahpesawat pembakaran dalam (Internal Combustion Engine) dimana mendapatkan energi potensial ( berupa panas ) untuk kerja mekaniknya diperoleh dari pembakaran bahan bakar yang dilaksanakan didalam pesawat itu sendiri, yaitu didalam silindernya.
  • 8.
    Klasifikasi Mesin Diesel MENURUT JUMLAHSILINDER 1. Silinder 1, tunggal 2. Silinder lebih dari 1, banyak
  • 9.
    Menurut putaran 1. PutaranRendah ( Low Speed) < 1000 RPM 2. Putaran Menengah ( Intermediate Speed ) 1000 – 2500 RPM 3. Putaran Tinggi ( Hig Speed ) 2500RPM keatas
  • 10.
    Menurut susunan posisi silinder 1.Tipe Berdiri – In Line 2. Tipe V 3. Tipe Horizontal 4. Tipe Berlawanan – Opposed Type 5. Tipe Radial
  • 11.
    Menurut jumlah langkahper siklus 2 Tak(Two stroke Engine) Dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan 2 proses langkah piston/torak dan satu kali rotasi/putaran poros engkol 4 Tak( Four Stroke Engine) dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi/putaran poros engkol(crankshaft), dan satu putaran noken as (camshaft)
  • 12.
  • 13.
    Titik Mati Atas 1.Posisi dimana torak tertinggi 2. Posisi dimana volume silinder terkecil 3. Posisi dimana Torak-pena engkol-poros engkol berada pada satu garis lurus
  • 14.
    Titik Mati bawah 1.Posisi Torak terendah 2. Posisi dimana volume silinder terbesar 3. Posisi dimana torak-poros engkol-pena engkol terletak pada garis lurus
  • 15.
    Langkah Torak(Piston Stroke) Lintasanyang ditempuh torak antara titik mati atas hingga titik mati bawah atau sebaliknya dari titik mati bawah hingga titik mati atas
  • 16.
    Volume Langkah(Vs)/Piston Displacement Adalahisi/volume silinder sepanjang jarak dari TMA sampai TMB.Langkah Volume dihitung dari luas penampang torak dikalikan dengan langkah torak atau Vs= Volume displacement/langkah D= Diameter Silinder L = Langkah piston dari TMA ke TMB Untuk Mesin yang mempunyai silinder lebih dari 1 maka rumusnya adalah x N N = jumlah silinder
  • 17.
    Volume Kompresi (Vc) Volumesilinder diatas torak pada kedudukan Titik Mati Atas disebut volume kompresi (Vc)
  • 18.
    Perbandingan Kompresi(compression ratio) Perbandinganantara volume silinder pada saat posisi torak di TMA(titik mati atas) dengan volume silinder pada saat posisi torak di TMB (titik mati bawah) atau CR = Vs = Volume langkah/piston Displacement Vc = Volume clearance/volume ruang bakar
  • 19.
    RPM(Revolution per Minute) Adalahbanyaknya putaran yang dihasilkan mesin tiap menitnya dengan lambang= n Misal Rpm = n ,berarti tiap menitnya mesin menghasilkan putaran sebanyak n kali
  • 20.
    Kecepatan Torak rata-rata(Cm) Apabila langkah torak = L meter, maka satu kali putaran poros engkol jarak yang ditempuh torak = 2.L meter. Definisi kecepatan adalah jarak per satuan waktu Dengan demikian apabila suatu motor dengan RPM = n ; berarti selama 1 menit membuat n kali putaran poros engkol, sedangkan jarak yang ditempuh torak selama itu = 2.L.n meter / menit Atau kecepatan = L.n m/det disebut kecepatan torak rata-rata ( Cm ) Cm = 2.L.n m/det 60
  • 21.
    Komponen Mesin Diesel BlokSilinder (Cylinder block) Blok Silinder berfungsi sebagai tempat / bejana terjadinya pembakaran bahan bakar dengan udara atau tempat terjadinya konversi energ ipanas pembakaran bahan bakar menjadi energi potensial tekanan dan kemudian menjadi energi mekanis. Silinder juga berfungsi sebagai pengarah dan bantalan untuk piston dalam melakukan gerak translasi naik/turun.
  • 22.
    Blok Silinder Ditinjau darikonstruksinya maka silinder dapat dibedakan : a. Tidak menggunakan lapisan (cylinder liner) b. Menggunakan cylinder liner
  • 23.
    Powerpoint Templates Ruang Bakar(Combustion Chamber) Berfungsi sebagai tempat pembakaran campuran bahan bakar dengan udara yang telah di kompresikan oleh torak didalam silinder.
  • 24.
    Powerpoint Templates Torak (Piston) Fungsi: memindahkan tenaga yg diperoleh dari pembakaran, ke poros engkol (crank shaft) melalui batang piston (connecting rod)
  • 25.
    Powerpoint Templates 4. CincinTorak (Ring Piston) Fungsi : - Mencegah kebocoran gas saat langkah kompresi dan usaha - Mencegah oli masuk keruang bakar - Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder
  • 26.
    Piston pin Fungsi menghubungkanpiston dan connecting rod melalui lubang bushing
  • 27.
    Batang Torak/Connecting rod Fungsimenerima tenaga dari piston dari proses pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol
  • 28.
    Poros engkol Fungsi merubahgerakan naik turun piston memjadi gerakan berputar yang pada akhirnya memutar baling-baling
  • 29.
    Roda penerus(flywheel) Fungsi menyimpantenaga putar(inertia) pada langkah usaha agar poros engkol(crankshaft) dapat berputar terus pada langkah lainnya
  • 30.
    Katup/Valve (kelep) Fungsi sebagaisaluran masuk campuran udara dan bahan bakar (bensin)/udara (diesel) (intake) dan sebagai saluran keluar gas buang buang(exhaust)
  • 31.
    Pegas Katup(valve spring) Fungsimengembalikan katup pada kedudukan/posisi semulamdan memberikan tekanan pada katup agar dapat menutup dengan rapat
  • 32.
    Tuas Katup(Rocker Arm) MenekanKatup masuk(intake) dan Katup buang(exhaust)sehingga dapat membuka
  • 33.
    Batang Pendorong(Push rod) Meneruskangerak Lifter(pengangkat katup) ke Rocker arm
  • 34.
    Poros nok (Camshaft) 1.Membukadan menutup katup masuk dan buang sesuai dengan urutan waktu pengapian (firing order) 2. Untuk menggerakan fuel pump/pompa bensin
  • 35.
    Karter(oil pan/sump tank) Mempunyaifungsi sebagai tempat penampungan pelumas yang akan digunakan untuk sistem pelumasan pada mesin
  • 36.
    Drive Gear Menghubungkan gerakanporos engkol(crankshaft) ke poros camshaft
  • 37.
    Cylinder Head Fungsi darikepala silinder diantaranya : 1. Sebagai tempat pembakaran (ruang bakar) 2. Sebagai tempat kelengkapan mekanisme katup 3. Saluran pemasukan udara 4. Saluran pembuangan gas sisa pembakaran 5. Tempat pemasangan busi/injektor. 6. Tempat water jacket (saluran air pendingin)
  • 38.
    Bed Plate/Dudukan Mesin Fungsi 1.Menopang rangka mesin diatasnya 2. Tempat dudukan crankshaft 3. Untuk mendistribusikan beban statis dan dinamis yang dihasilkan pada saat mesin beroperasi
  • 39.
    A-frame(Rangka-A) Fungsi sebagai penopang entablature/blokmesin dan support untuk Cross head guide
  • 40.
    Entablature/blok mesin Fungsi sebagaidudukan silinder liner,ruang/saluran air pendingin dan ruang/saluran udara bilas
  • 41.
    Tie-Bolt Fungsi untuk menyatukan entablatur-A-framedan bed plate menjadi satu kesatuan mesin
  • 42.
    Page 32 Prinsip KerjaMotor Bakar a. Motor Bakar Otto (Motor Bensin) b. Motor Bakar Diesel
  • 43.
    Powerpoint Templates Page 33 a.Motor Bakar Otto (Motor Bensin) Pada motor Otto/ Motor bensin, bensin dibakar untuk memperoleh energi termal. Energi ini selanjutnya digunakan untuk melakukan gerakan mekanik. Motor bakar otto (Motor bensin) adalah jenis yang paling banyak digunakan terutama pada kendaraan ringan, seperti : Sepeda motor, dan mobil. Jenis motor bakar ini diciptakan oleh seorang insinyur berkebangsaan Jerman, Nicholas Otto
  • 44.
    ASAL MULA TENAGA TenagaPanas Kalori Motor Bakar Tenaga Gerak Hasil pembakaran bahan bakar. Sarana untuk mengubah tenaga panas menjadi tenaga gerak.
  • 45.
    Untuk menimbulkan tenagagerak dibutuhkan beberapa elemen pendukung yaitu : • Udara , bahan bakar, pembakaran • Kompresi pada campuran udara - bahan bakar • Siklus mesin
  • 46.
    Istilah-istilah baku yangharus diketahui untuk bisa memahami prinsip kerja mesin ini: TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre) adalah: Posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft). TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre) adalah: Posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft)
  • 47.
    SIKLUS MESIN 1 2 3 4 Mengisi silinderdengan campuran yang mudah terbakar Menekan campuran tersebut sampai pada volume tertentu Menyalakan campuran sehingga mengembang dan menghasilkan tenaga Mengeluarkan gas - gas yang telah terbakar dari dalam silinder
  • 48.
    Urut - urutansiklus mesin tersebut dinyatakan sebagai berikut : 1 2 3 4 Langkah Isap Langkah Kompresi Langkah Usaha Langkah Buang Siklus
  • 49.
    Mesin 4 langkah Mesin2 langkah Siklus Satu siklus terdapat 4 kali langkah piston , 2 ke atas dan 2 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol. Satu siklus terdapat 2 kali langkah piston , 1 ke atas dan 1 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 1 putaran poros engkol..
  • 50.
    PRINSIP KERJA MOTORBAKAR 4 LANGKAH Langkah Isap Langkah Kompresi Langkah Usaha Langkah Buang
  • 51.
    Langkah Isap /Suction Stroke 1 • Piston bergerak dari TMA ke TMB • Katup masuk terbuka • Katup buang tertutup • Campuran udara dan bensin masuk kedalam ruang bakar
  • 52.
    Langkah Kompresi / CompressionStroke 2 •Piston bergerak dari TMB ke TMA •Katup masuk tertutup •Katup buang tertutup •Gas dalam ruang bakar terkompresi, beberapa saat sebelum piston sampai pada posisi TMA, busi menyala dan terjadi proses pembakaran.
  • 53.
    Langkah Usaha /Power Stroke 3 •Katup masuk tertutup •Katup buang tertutup •Piston bergerak dari TMA ke TMB •Gas yang terbakar dalam ruang bakar akan meningkatkan tekanan dalam ruang bakar, mengakibatkan piston terdorong dari TMA ke TMB. Langkah ini adalah proses yang akan menghasilkan tenaga.
  • 54.
    Langkah Buang /Exhaust Stroke 4 •Katup masuk tertutup •Katup buang terbuka •Piston bergerak dari TMB ke TMA •Piston mendorong sisa gas pembakaran menuju ke katup buang yang sedang terbuka untuk diteruskan ke saluran pembuangan.
  • 55.
  • 56.
    Langkah isap &kompresi Setengah putaran pertama atau 180° piston bergerak dari TMB ke TMA. • Dibawah piston • Langkah isap/pengisian ruang engkol • Diatas piston • Langkah kompresi 1
  • 57.
    • Diatas piston •Langkah usaha & buang • Dibawah piston • Langkah pembilasan 2 Langkah Usaha dan Buang Setengah putaran kedua atau 360o , piston bergerak dari TMA ke TMB
  • 58.
    Powerpoint Templates Page 49 b.Motor Bakar DIESEL Motor diesel disebut dengan Motor Penyalaan Kompresi (Compression Ignition Engine) karena penyalaan bahan bakarnya diakibatkan oleh suhu kompresi udara dalam ruang bakar. Motor diesel ditemukan oleh Rudolf Diesel, pada tahun 1872.
  • 59.
    Powerpoint Templates Cara pembakarandan pengatomisasian (atomizing) bahan bakar pada motor diesel tidak sama dengan motor bensin.  Pada motor diesel yang diisap oleh torak dan dimasukkan ke dalam ruang bakar hanya udara, yang selanjutnya udara tersebut dikompresikan sampai mencapai suhu dan tekanan yang tinggi.  Beberapa saat sebelum torak mencapai titik mati atas (TMA) bahan bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar.  Dengan suhu dan tekanan udara dalam silinder yang cukup tinggi maka partikel-partikel bahan bakar akan menyala dengan sendirinya sehingga membentuk proses pembakaran. Agar bahan bakar solar dapat terbakar sendiri,maka diperlukan rasio kompresi 15-22 dan suhu udara kompresi kira-kira 600ºC Page 50
  • 60.
  • 61.
    Powerpoint Templates PRINSIP KERJAPADA MESIN DIESEL Page 61 Prinsip kerja pada mesin Diesel ada 2, yaitu: 1. Mesin Diesel 2 Tak 2. Mesin Diesel 4 Tak
  • 62.
    Powerpoint Templates 1. PRINSIPKERJA MESIN DIESEL 2 TAK Page 62 A. Langkah Hisap dan Kompresi  Udara bersih masuk kedalam ruang silinder dengan bantuan pompa hisap  Piston bergerak dari TMB (titik mati bawah) ke TMA (titik mati atas).  Saluran masuk membuka sehingga udara bersih masuk ke dalam ruang bakar dengan bantuan pompa udara.  Sesaat setelah saluran hisap menutup dan saluran buang menutup maka mulai dilakukan langkah kompresi hingga tekanan udara mencapai 500-600 C.
  • 63.
    Powerpoint Templates  LangkahHisap dan Kompresi Page 63
  • 64.
    Powerpoint Templates B. LangkahUsaha dan Buang Page 64  Sebelum piston mencapai TMA (titik mati atas), injector akan menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar dan ini sebagai pembakaran awal  Bahan bakar bercampur dengan udara bersih dan bertekanan tinggi akan terjadi proses pembakaran sempurna.  Karena proses pembakaran maka akan mendorong piston dan piston pun bergerak dari TMA ke TMB  Sesaat piston belum mencapai TMB (titik mati bawah) katup buang sudah mulai membuka. Dan bila saluran hisap membuka maka udara bersih akan membantu mendorong gas sisa hasil pembakaran keluar
  • 65.
    Powerpoint Templates  LangkahUsaha dan Buang Page 65
  • 66.
    Powerpoint Templates 2. PRINSIPKERJA MESIN DIESEL 4 TAK A. Langkah Hisap  Pada langkah ini piston bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah).  Saat piston bergerak ke bawah katup isap terbuka yang menyebabkan ruang didalam silinder menjadi vakum, sehingga udara murni langsung masuk ke ruang silinder melalui filter udara. Page 66
  • 67.
    Powerpoint Templates B. LangkahKompresi  Pada langkah ini piston bergerak dari TMB menuju TMA dan kedua katup tertutup.  Karena udara yang berada di dalam silinder didesak terus oleh piston,menyebabkan terjadi kenaikan tekanan dan temperatur,sehingga udara di dalam silinder menjadi sangat panas.  Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA, bahan bakar di semprotkan ke ruang bakar oleh injector yang berbentuk kabut. Page 67
  • 68.
    Powerpoint Templates C. LangkahUsaha  Pada langkah ini kedua katup masih tertutup, akibat semprotan bahan bakar di ruang bakar akan menyebabkan terjadi ledakan pembakaran yang akan meningkatkan suhu dan tekanan di ruang bakar. Tekanan yang besar tersebut akan mendorong piston ke bawah yang menyebkan terjadi gaya aksial. Gaya aksial ini dirubah dan diteruskan oleh poros engkol menjadi gaya radial (putar) Page 68
  • 69.
    Powerpoint Templates D. LangkahBuang  Pada langkah ini, gaya yang masih terjadi di flywhell akan menaikkan kembali piston dari TMB ke TMA.  Bersamaan itu juga katup buang terbuka sehingga udara sisa pembakaran akan di dorong keluar dari ruang silinder menuju exhaust manifold dan langsung menuju knalpot. Page 69