Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Media Indonesia 23 Maret 2014

2,277 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Media Indonesia 23 Maret 2014

  1. 1. Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) Halaman 28 23 MARET 2014 | NO.12025 | TAHUN XLV Harian Umum Media Indonesia @ MIdotcom Minggu El Clasico di Momen yang Pas Kontras dengan sebelum-sebelumnya, Barcelona kini diposisikan sebagai underdog dalam El Clasico di Santiago Bernabeu, dini hari nanti. El Clasico, Hlm 8 SELA InpresAntikorupsiDiobral,PelaksanaanTetapMajal KENDATI hingga kini belum terlihat jelas efektivitas dari inpres ataupun perpres pemberantasan korupsi yang sudah diterbitkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengeluarkan in- struksi serupa. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2014 yang ditandatangani pada Jumat (21/3) itu berisi Penyusunan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (PPK) Tahun 2014. Inpres tersebut sebagai tindak lan- jut dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang (2012-2015) dan Jangka Menengah (2012-2014). Dengan terbitnya inpres tersebut, sejak memerintah pada 2004, Yudhoyono telah menerbitkan tu- juh inpres pemberantasan korupsi (lihat grafik). Inpres tersebut ditujukan kepada para menteri, Sekretaris Kabinet, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, para kepala lembaga pemerintah nonkementerian, para se- kretaris jenderal pada lembaga tinggi negara, para gubernur, dan para bupati/ wali kota. Direktur Advokasi Pukat UGM Oce Madril menilai keluarnya inpres anti- korupsi tersebut patut diapresiasi. “Pertanyaannya, bagaimana efektivitas- nya? Pengalaman telah membuktikan ada banyak inpres yang diabaikan oleh bawahannya,” kata Oce saat dihubungi, kemarin. Ia menilai absennya sanksi merupakan faktor utama yang menyebabkan inpres tidak efektif dan hanya menjadi macan kertas. Selain itu, ada inkonsistensi peme- rintah dalam kebijakan antikorupsi. Di satu sisi, inpres antikorupsi diobral, tetapi di sisi lain pelemahan terhadap KPK dan pemberantasan korupsi jalan terus. “Misalnya yang terjadi pada RUU KUHAP dan KUHP, pemerintah tetap ngotot melanjutkan pembahasan,” tan- das dia. Juru bicara KPK Johan Budi menyam- but baik terbitnya inpres dengan se- mangat memberantas korupsi. Namun, menurut dia, yang perlu disoroti ialah apakah pelaksanaan inpres selama ini efektif atau tidak. “Parameter efektif itu seperti apa? Sebenarnya bagus-bagus saja, tetapi se- belum menjawab itu, perlu diketahui pelaksanaannya di lapangan seperti apa. Makanya perlu ada evaluasi. Selama ini pernah diukur atau tidak?” tanya Johan saat dihubungi, kemarin. Bagi KPK, inpres yang telah dikelu- arkan pemerintah cukup membantu lembaga antirasywah tersebut dalam bekerja. Johan mencontohkan Inpres 17/2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2012. “Sedikit banyak membantu KPK. Mung- kin dampak inpres itu lebih dirasakan oleh kejaksaan dan kepolisian, sedangkan KPK kan di luar karena kita mengguna- kan UU KPK.” (Mad/Nov/X-2) MASALAH kurang tidur perlu mendapatkan perhatian serius karena bisa merusak sel-sel otak permanen. Demikian hasil studi yang dipublikasi- kan The Journal of Neuroscience, baru-baru ini. Tim peneliti dari University of Pennsylvania School of Medicine, AS, mempelajari keterkaitan antara pola tidur yang tidak teratur dan kerugian pada sel otak, dengan menggunakan sampel tikus. Hasilnya ditemukan kehilangan 25% sel otak, juga sebagian dari batang otak, pada sampel tikus yang kurang tidur dalam waktu panjang. “Ini mungkin pada hewan sederhana, tetapi bukti itu menun- jukkan kita harus sangat hati-hati,” ujar Prof Sigrid Veasey pimpinan tim. (BBC/Hym/X-8) Kurang Tidur Rusak Sel Otak MENANG TELAK 6-0: Gelandang Chelsea Andre Schuerrle dipeluk rekan setimnya saat merayakan gol dalam duel melawan Arsenal di Stamford Bridge, kemarin. Kemenangan 6-0 membuat the Blues tetap kukuh di posisi puncak klasemen dengan 69 poin dari hasil 31 laga. RUDY POLICARPUS S ORE belum turun sempurna ke- tika dengan wajah semringah Epid melambaikan lima lembar uang pecahan sepuluh ribu rupi- ah. “Cari uang di zaman sekarang susah. Lumayan dapat Rp50 ribu. Sering-sering atuh ada kampanye,” ujarnya sembari menyalakan mesin motor tua berwarna merah yang dia gunakan untuk arak- arakan. Epid tinggal di Cimahi, Jawa Barat. Di kampungnya, banyak lelaki yang mene- rima order menjadi anggota pasukan nasi bungkus. Di mana pun kampanye digelar, di situ mereka ada. Soal warna bendera tidak menjadi masalah, yang penting perut kenyang, ada bayaran, syukur-syukur dapat rokok. Wajah gembira juga ditunjukkan Kirno dan Dirman yang sehari-hari be- kerja sebagai tukang parkir dan satpam perumahan di Yogyakarta. Keduanya bersemangat ikut kampanye dengan bayaran sekitar Rp50 ribu sampai Rp70 ribu, tergantung partai dan caleg yang mensponsori. “Selain uang, lumayan dapat makan dan kaus. Kita ini pasukan sorak, kerja- nya cuma keliling, teriak-teriak, 2 sampai 3 jam. Kampanye partai mana pun pasti kita ikuti. Kalau perlu, bolos kerja, asal jangan dipaksa nyoblos partai tertentu saja,” tukas Kirno. Pengumpul massa Jika ada massa bayaran, tentu ada pe- ngumpul massa. Sebut saja Yanto yang di masa kampanye kali ini merasa gelisah karena beberapa order ditawarkan de- ngan harga di bawah standar. “Nama saya disamarkan ya, nanti eng- gak ada yang mau pesan. Padahal sih, semua orang juga tahu bahwa semua partai pasti bayar orang kalau lagi kam- panye,” ujar ayah dua anak itu. Uang ialah magnet utama bagi Yanto. Soal visi dan misi parpol, ia tidak mau ambil pusing. “Pada 2009, total keun- tungan saya Rp40 juta. Tahun ini agak sepi. Partai maunya mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya, tapi modal terbatas. Padahal, sekarang jarang yang mau dibayar Rp50 ribu. Minimal mereka minta Rp75 ribu,” papar Yanto. Politik uang Kondisi membayar dan dibayar dalam kampanye politik, menurut Nia Elvina, sosiolog yang mengajar di Universitas Indonesia, menunjukkan masyarakat Indonesia tengah sakit. “Masyarakat dan elite politik sama- sama kehilangan pegangan nilai. Politik uang dianggap normal-normal saja. Kondisi bangsa kita memang mempriha- tinkan,” tukas Nia. Pendidikan politik di Indonesia, menu- rut Nia, tidak berjalan baik. Akibatnya, politik jadi berbiaya tinggi dan terbentuk nilai transaksional dalam masyarakat. Kampanye yang seharusnya menjadi ajang sosialisasi berubah menjadi arena hiburan. “Elite politik pun bukan lagi mengejar perwujudan nilai, melainkan untuk kepentingan pribadi dan mem- pertahankan atau mencapai kekuasaan.” (M-7) rudy@mediaindonesia.com Mereka disebut massa bayaran, pasukan nasi bungkus, pasukan sorak, dan masih banyak istilah lainnya. Masa kampanye, bagi mereka, merupakan waktu untuk mengais rezeki di tengah obral janji. Kais Rezeki di Tengah Janji AP/KIRSTY WIGGLESWORTH SEJUMLAH kalangan mengkritik sikap pemerintah yang berkeras mencairkan dana bantuan sosial (bansos) menjelang pemilihan umum. Koordinator Indonesia Corruption Watch Ade Irawan menilai sikap itu dilatari oleh kepentingan politik. Bansos, ujar Ade, selalu mudah dicairkan peme- rintah menjelang pemilu atau pemilu kada karena pemegang kebijakan di kementerian terkait meru- pakan politisi yang ikut dalam konstestasi. ‘’Dana bansos biasa digunakan oleh incumbent, baik di eksekutif maupun legislatif, dengan dua tujuan. Pertama, bansos bisa diklaim sebagai bantuan mereka, bukan bantuan pemerintah,’’ jelasnya di Jakarta, kemarin. Tujuan kedua, imbuh Ade, bansos bisa disele- wengkan untuk modal politik mereka. “Inilah yang berbahaya karena sangat berpotensi di- salahgunakan untuk kepentingan politik tertentu oleh para menteri dari parpol. Karena beberapa kementerian dipegang orang parpol, pencairannya tidak akan sulit.’’ Ade tak heran jika pemerintah ngotot mengucur- kan bansos meski sangat rawan diselewengkan. Pencairan dana itu menjelang penyelenggaraan pemilu dan pemilu kada juga bukan hal baru. “Semestinya pemerintah melakukan moratorium, bukan malah berkeras mencairkan.’’ Direktur Advokasi dan Investigasi Forum Indo- nesia untuk Transparansi Anggaran Uchok Sky Khadaffi mengatakan semestinya Badan Penga- was Pemilu bersama KPK membuat surat edaran ke kementerian agar menghentikan sementara pencairan dana bansos. “Sebetulnya KPK dan Ke- mendagri telah melakukannya, tapi itu untuk pemerintahan daerah,’’ tandasnya. Dalam Rapat Paripurna DPR ditetapkan dana bansos Rp55,9 triliun, tetapi dalam APBN digaris- kan Rp73,2 triliun. Angka itu naik lagi jadi Rp91,8 triliun dalam realisasi bujet Februari 2014. Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hasan Bisri menegaskan pihaknya akan mengaudit peng- gunaan dana bansos apakah sesuai rancangan yang disepakati. “Semuanya harus bisa dipertang- gungjawabkan. Tidak bisa fiktif.” (AI/Bow/X-8) BansosGampang CairJelangPemilu Jeda Hlm 7 Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini me- lalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com “Pendidikan politik tidak berjalan baik. Akibatnya, politik jadi berbiaya tinggi dan terbentuk nilai transaksional dalam masyarakat.” Nia Elvina Sosiolog Universitas Indonesia EBET Berita hlm 9
  2. 2. 2 MINGGU, 23 MARET 2014SELEKTA JUMLAH tersangka pembakar hutan di Provinsi Riau terus bertambah. Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah menetapkan 83 orang dan satu peru- sahaan sebagai tersangka pembakaran hutan dan lahan di Riau. “Total ada 83 tersangka. Satu dari perusahaan, PT NSP,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Riau, ke- marin. Perusahaan tersebut ialah PT Nasional Sagu Prima (NSP), anak usaha Sampoerna Group. Menurutnya, para tersangka telah ditahan di tiap polres kabupaten/kota. Adapun tersangka anggota TNI Serka Sudigdo telah ditahan polisi militer di Medan, Sumatra Utara. Pengusutan kasus para tersangka pembakaran hutan dan lahan dilaku- kan Satuan Reserse Kriminal Khusus (Satreskrimsus) Polda Riau. Dari 83 tersangka itu, polisi menyusun 49 la- poran dengan 21 berkas yang sudah dilimpahkan ke kejaksaan. “Untuk berkas yang dinyatakan lengkap oleh kejaksaan (P21) dua perkara untuk 14 tersangka,” jelas Guntur. Meski kabut asap yang disebabkan pembakaran hutan dan lahan di Riau sudah berkurang, tim satgas pene- gakan hukum terus memburu pelaku pembakar hutan. Ribuan personel tim gabungan TNI, Polri, dan instansi ter- kait akan bertugas hingga batas tang- gap darurat pada 26 Maret 2014. Namun, menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, total tersang- ka pembakaran hutan telah mencapai 85 orang dan satu perusahaan. “Tidak mudah memproses dan menuntut para tersangka dan peru- sahaan itu karena harus prosedural dan memerlukan bukti yang lengkap,” ujarnya dalam siaran pers, kemarin. Meski hujan deras mengguyur se- jumlah wilayah Riau sepanjang Jumat (21/3) malam, satelit National Oce- anic Atmospheric and Administration (NOAA) 18 masih menemukan 11 titik panas. Citra satelit itu juga menunjuk- kan hingga pukul 08.22 WIB kemarin, terdapat 28 titik api kebakaran hutan di Sumatra. Sebelumnya, pada Jumat (21/3), ter- pantau sedikitnya 261 titik api. Bara titik panas berada di gambut dengan kedalaman 5-10 meter. “Perlu hujan deras atau penggenang- an untuk memadamkan bara itu,” kata Komandan Satuan Tugas Nasional Ope- rasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap itu. Saat ini, imbuhnya, cuaca di Riau cukup cerah dengan jarak pan- dang 8-16 km serta kualitas udara cukup baik. “Penerbangan di Bandara Sutan Syarif Kasim II normal.” Upaya pemadaman melibatkan satgas udara yang mengintensifkan pengeboman air. Pada Jumat (21/3) dilakukan 207 kali water bombing. Sebanyak 94 kali pengeboman dilaku- kan di Dumai dan Rokan Hilir dengan helikopter Sikorksy. Helikopter Kamov melakukan 70 kali pengeboman di Rengat dan Bengkalis. Modifikasi cuaca juga dilakukan dengan mena- burkan 6 ton NaCl (garam). Sejumlah 4 ton disebar di angkasa Dumai, Beng- kalis, dan Siak, serta 2 ton di Indra Giri Hulu dan Pelalawan. (RK/E-5) M ANTAN Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaning- rum tengah memikirkan opsi untuk menjadi peng- ungkap kejahatan (justice collaborator) dalam kasus dugaan suap di proyek Hambalang. Menurut kuasa hukum Anas, Firman Wijaya, jika Anas tidak menjadi justice col- laborator, pengungkapan suap di proyek Hambalang hanya akan berhenti pada aktor-aktor lapangan, bukan aktor intelek- tualnya. “Bangunan kasus Hambalang bakal run- tuh bila berhenti hanya pada mantan Ketua Umum Demokrat itu. Apalagi kaitan perkara itu dengan Kongres Demokrat di Bandung pada 2010 makin jelas terlihat dari arah pertanyaan yang diajukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pemeriksaan,” kata Firman dalam perbincang- an kemarin. Ia memastikan pihaknya memiliki bukti-bukti yang menegaskan Susilo Bam- bang Yudhoyono tak bisa lepas tangan dari kasus tersebut. “Kasus sebenarnya da- lam hal ini ialah Kongres Partai Demokrat. Yang je- las, soal pembuktian itu ada,” tegas Firman. Adapun saat ditanya soal pemberian uang muka mobil Harrier dari SBY untuk Anas, Firman mengaku pihaknya tidak mengan- tongi bukti aliran dananya. “Hubungan Anas dan Pak SBY itu tertutup, tapi ada yang mengetahui,” ungkapnya se- raya menolak untuk menyebut saksi yang dimaksud. Pihaknya, sambung dia, saat ini tengah mencari tahu mekanisme perlindungan yang akan diterima Anas jika kelak men- jadi justice collaborator. Hal itu sebagai konsekuensi dari tingginya risiko buat Anas jika membongkar kejahatan sesungguhnya di proyek Hambalang. “Kita tahu persis sedang berhadapan de- ngan siapa. Karena itu, kita harus tahu per- lindungan apa saja yang diberikan kepada seorang justice collaborator,” ujarnya. Kasus Century Dalam kasus terpisah, pada pemerik- saan di KPK Jumat (21/3) lalu, Anas kem- bali menyebut dugaan keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus dugaan korupsi dalam pencairan dana talangan Bank Century. Seusai menjalani pemeriksaan yang ketu- juh kali di KPK itu, Anas menyatakan ada- nya indikasi biaya kampanye Susilo Bam- bang Yudhoyono-Boediono saat mengikuti Pemilihan Presiden 2009 juga dialiri dana talangan Bank Century. Kecurigaannya itu muncul lantaran banyak nama fiktif yang tercantum dalam laporan audit akuntan independen dana kampanye SBY. Tak cuma itu, Anas juga mengaku kerap menerima tugas khusus dari SBY saat ia duduk sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR. “SayadimintamencegahagarPanitiaKhu- susCenturytidakmengarah ke SBY dan Demokrat, baik secara hukum maupun politik,” ujarnya saat itu. Dalam menyikapi tuding- an itu, juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitom- pul menyebut keterangan Anas Urbaningrum tak masuk akal. Ia mengata- kan Anas tengah berupaya meminta perlindungan dari Demokrat dalam ka- sus hukum yang sedang dijalaninya dengan menye- ret-nyeret nama Demokrat dalam skandal Century. Pasalnya, sebagai sesama anggota Pansus Century dari Partai Demokrat di 2010 silam, Ruhut mengaku tak pernah mendengar ada- nya penugasan khusus itu. “Saya yang anggota Pansus Century saja tidak diminta, lebih masuk akal lagi karena saya orang hukum,” katanya. Hal senada juga disampaikan oleh Mar- zuki Alie yang pada 2009 lalu menjadi sek- retaris tim kampanye pemilihan presiden untuk SBY-Boediono. Kepada Media Indonesia dia mengatakan, “Anas kan tidak pernah berurusan dengan dana kampanye, baik sumber dana maupun pelaporannya.” (P-1) hera_khaerani@mediaindonesia.com Sebelum kasus Hambalang mencuat, hubungan Anas Urbaningrum dengan Susilo Bambang Yudhoyono disebut teramat dekat. IsuAirLebihFundamentalketimbangEnergi MalaysiaBerharappadaTemuanSatelitChina Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia Hishammuddin Hus- sein mengungkapkan bahwa satelit China telah menangkap objek baru yang mengambang di Samudra Hindia. Benda itu diduga bagian dari serpihan pesawat Malaysia Airlines bernomor MH 370 yang hilang sejak dua pekan lalu. Dalam keterangan persnya, kemarin, Hishammuddin me- ngatakan objek itu berukuran dengan panjang 22,5 meter dan lebar 13 meter. Lokasi benda yang dicurigai serpihan pesawat MH 370 berada wila- yah perairan yang jaraknya 120 kilometer dari dua objek yang pertama kali ditemukan atau ditangkap satelit milik Australia. “Kabar yang baru saja saya terima ialah Duta Besar China (Huang Huikang) melaporkan menerima citra satelit tentang benda yang mengambang di koridor selatan dan mereka (China) akan mengirim kapal untuk memverifikasi (objek itu),” ungkap Hishammuddin yang juga menjabat pelaksana tugas Menteri Transportasi Malaysia. “Beijing diperkirakan akan membuat pengumuman da- lam beberapa jam (ke depan),” timpal Hishammuddin pada jumpa pers di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin, yang di- hadiri sejumlah wartawan lokal dan asing. Di luar masalah temuan baru itu, Hishammuddin me- negaskan sejumlah pesawat dan kapal telah dikerahkan ke Samudra Hindia untuk mengidentifikasi dan mencari objek yang terpantau dari citra satelit dan berada sekitar 2.500 km dari Perth, Australia. Proses pencarian tersebut akan dipimpin Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA). Hishammuddin melaporkan ada enam pesawat yang te- lah dikirim ke area tersebut kemarin untuk menyisir area yang luasnya setara dengan luas wilayah negara Denmark itu. Tim pencarian juga men- dapat bantuan tambahan ka- pal dari China, Jepang, dan Inggris. “Pesawat pertama telah kem- bali tanpa berhasil menemu- kan puing-puing (apa pun),” tegas Hishammuddin. Namun sebelumnya, dia menegaskan telah berbagai cara dilakukan untuk menyisir perairan laut yang diduga sebagai lokasi jatuhnya serpihan pesawat MH 370 dan luasnya sekitar 10.500 mil persegi. Namun, dia mengakui kon- disi lokasi pencarian dan seki- tarnya saat ini tidak mudah ditembus. Pasalnya, badai tropis dilaporkan menerjang wilayah perairan tersebut se- hingga mengganggu proses pencarian. Saat menanggapi adanya dua transkrip pesan komunikasi yang aneh antara kopilot MH 370 dan menara kontrol, se- perti yang dilaporkan surat kabar Telegraph, dia mengata- kan tidak ada yang misterius dari transkrip tersebut. (BBC/ Reuters/Hym/I-3) DUNIA selama ini disibukkan oleh isu energi dan kurang serius menanggapi krisis air. Masalah air dikhawatirkan menimbulkan konflik sosial dan horizontal di masa men- datang. “Isu krisis air lebih funda- mental daripada energi. Pasalnya, energi punya ba- nyak alternatif (energi ter- barukan), sedangkan air jika terjadi kelangkaan, tidak ada alternatifnya,” kata pengamat lingkungan Sonny Keraf, saat dihubungi terkait dengan per- ingatan Hari Air Sedunia, ke- marin. Menurut mantan Menteri Lingkungan Hidup itu, ada empat persoalan pokok air, yakni masalah kelangkaan air, pencemaran, banjir, dan kekeringan. Upaya masyarakat dan pemerintah yang sinergis dinilai amat krusial lantaran isu air dewasa ini sudah fun- damental. Saat ini, memang ada teknologi inseminasi air laut agar bisa dikonsumsi, tetapi itu sangat mahal. “Nantinya cuma kalangan tertentu yang bisa mengakses air bersih.” Sony melihat, saat ini sudah mulai terjadi konflik di an- tara daerah yang berbatasan air sungai, seperti pemerin- tah DKI Jakarta, Bogor, dan Tangerang yang saling tarik- menarik perihal Kali Ciliwung dan Cisadane. Saat dihubungi secara terpisah, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Abetnego Tarigan me- ngatakan, peran pemerintah memberi andil besar terhadap perusakan alam yang mengaki- batkan krisis air. Keterlibatan pemerintah itu, lanjutnya, ter- lihat pada reklamasi daerah pesisir untuk kawasan wisata, seperti di Bali, dan deforestasi akibat alih fungsi lahan gam- but untuk perkebunan kelapa sawit dan penebangan liar. “Suplai air rumah tangga di wilayah perkotaan saat ini umumnya berasal dari air ta- nah. Itu sangat berbahaya bagi ekosistem air tanah. Untuk itu, pemerintah diharapkan menyuplai air bersih yang memadai sebagai salah satu upaya memerangi krisis air,” jelas Abetnego. Ia juga menyoroti sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan air minum ke- masan di Batu, Malang, yang mencuat baru-baru ini. Di sisi lain, sejumlah pe- cinta lingkungan dari Savilla Production membagi-bagikan flyer dan setangkai mawar putih kepada pengguna jalan yang melintasi Bundaran Hotel Indonesia, di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin pagi. Aksi damai dalam memper- ingati Hari Air Sedunia itu ber- tujuan membangun kesadaran masyarakat untuk menghargai dan menghormati air dan men- jaga kelestarian hutan. “Filosofinya, kita mau da- pat air bersih, putih, bukan air keruh, makanya diberikan mawar putih,” papar Awang Darmawan, kordinator aksi di lapangan. Menurut Awang, Savilla Production juga akan melun- curkan film berjudul Danum Baputi pada Juni menda- tang. Film itu mengisahkan perjuangan suku di Kaliman- tan dalam menyelamatkan air di desanya. (Fat/X-7) AnasMerasa JadiTumbal DIMAKAMKAN: CEO Media Group Surya Paloh menyiramkan air mawar di makam kakaknya, Rohana Jusuf Gading binti Daud Paloh, saat pemakaman di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, kemarin. Rohana berpulang di usianya yang ke-75 di RS Premier Jatinegara, pada Jumat (21/3). MI/PANCA SYURKANI PEDULI AIR: Seorang aktivis yang tergabung dalam komunitas peduli hutan dan air menggelar aksi memperingati Hari Air Sedunia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, kemarin. Mereka mengajak masyarakat untuk lebih peduli akan pentingnya air dan hutan sebagai sumber kehidupan manusia. ANTARA/ZABUR KARURU MINAT BACA: Anak-anak menyimak dongeng yang dibawakan oleh Awam Prakoso dalam acara A Day for Book di Museum Nasional, Jakarta, kemarin. Kegiatan itu digelar untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini. MI/ATET DWI PRAMADIA Kita tahu persis sedang berhadapan dengan siapa. Karena itu, kita harus tahu perlindungan apa saja yang diberikan kepada seorang justice collaborator. Firman Wijaya Kuasa Hukum HERA KHAERANI TersangkaPembakarHutanRiauTerusBertambah
  3. 3. 4 MINGGU, 23 MARET 2014UMUM LelangKaryaSeni untukPenderitaKanker PANGKALAN MILITER: Dua prajurit Ukraina berjaga di depan pangkalan militer di Krimea, kemarin. Tentara Rusia mengultimatum paramiliter Ukraina agar segera meninggalkan pangkalan militer di Kota Krimea. ART FOR CANCER: Instalasi seni dipamerkan dalam Art for Cancer di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta, kemarin. Pameran dan berbagai kegiatan amal diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia Provinsi DKI Jakarta guna mengumpulkan dana untuk membantu korban kanker. MI/ATET DWI PRAMADIA Derita Aisyah, Bukti Matinya Solidaritas YENNIZAR LUBIS D ERITA Siti Aisyah, bocah berusia 8 ta- hun yang terpaksa putus sekolah demi merawatayahnya,Muhammad Nawawi Pulungan, 54, dengan hidup menggelandang di atas becak, merupakan cerminan dari matinya rasa solidaritas warga terhadap sesamanya. “Kasus Aisyah yang harus menggelandang sembari mem- bawa ayahnya yang dibaring- kan di atas becak selama 3 tahun sebetulnya tidak perlu terjadi jika rasa gotong royong masih ada,” sebut sosiolog Emilia Hambali saat dihubu- ngi, kemarin. A i s y a h d a n ay a h ny a , Nawawi, yang terkulai lemas di atas becak, terpaksa tinggal di pinggiran toko di Kota Me- dan. Itu disebabkan Nawawi kehabisan uang untuk meng- obati penyakit komplikasi yang dideritanya dan tidak mampu membayar kontrakan rumah. Mereka tinggal dan beraktivitas di atas becak itu. Malam hari mereka memarkir- kan becaknya di depan teras rumah warga di seputar Jalan Sisingamangaraja. Jika pagi tiba, mereka pindah di sekitar Masjid Raya. Aisyah-lah yang mendayung becak itu. Secara logika, lanjut Emilia, mustahilwargayangberlalu-la- lang di seputar jalan dan Masjid Raya tidak melihat penderitaan kedua insan papa tersebut. Intinya, mereka melihat, tetapi hanya berpangku tangan. Fenomena seperti ini, sam- bung dia, terjadi di banyak tempat. Berangkat dari hal itu, Emilia berani menggaransi bahwa budaya luhur pening- galan nenek moyang, yakni rasa gotong royong, rupanya sudah luntur di tengah masya- rakat kita dan berganti dengan sikap individualisme. “Kalau masyarakat masih guyub, pasti ada Pak RT atau Pak RW yang akan membantu. Tetapi itulah kehidupan perko- taan,” ujar Emilia. Halsenadajugadiungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’amSholeh.MenurutAsrorun, rasaempatiharuslahditumbuh- kan agar setiap orang yang melihat kejadian seperti yang dialami seperti Aisyah dapat segera menolong atau minimal melapor ke pihak terkait. Ditinggal ibu Saat disambangi di Rumah Sakit (RS) Pirngadi, Medan, sembari terbaring, Nawawi mengisahkan, semenjak ber- usia 1 tahun Aisyah sudah ditinggal ibunya. “Sebelum saya meninggal, saya berharap Aisyah bisa bertemu dengan ibunya,” pesan Nawawi. Saat meninggalkan Aisyah, sang ibu membawa anak le- lakinya. “Kata ayah, ibu bawa abang pergi ketika mening- galkan kami. Sampai sekarang kami tidak tahu di mana ibu berada,” ujar Aisyah yang setia mendampingi sang ayah. Kisah penderitaan Aisyah yang hidup miskin dan setia merawat ayahnya yang men- derita penyakit komplikasi paru-paru mendapat perha- tian banyak pihak. Terlebih se- jak balita Aisyah telah terpisah dari ibu kandungnya. Teman-teman seusianya dari SD Bhayangkari Medan pun tersentuh untuk meringankan beban Aisyah. Para siswa SD itu menyisihkan uang jajan un- tuk diberikan kepada Aisyah. “Kami telah menyisihkan uang jajan untuk membantu Aisyah. Nanti kami akan serahkan ke- pada Aisyah,” ujar Vira, siswi SD Bhayangkari Medan. (Fat/ Ant/S-4) yennizar @mediandonesia.com Rasa empati haruslah ditumbuhkan agar setiap orang yang melihat kejadian seperti yang dialami Aisyah segera menolong atau minimal melapor ke pihak terkait. YAYASAN Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta menggelar lelang busana be- berapa desainer dan lukisan perupa lintas generasi di Museum Seni Rupa dan Kera- mik, Jakarta Barat, Sabtu (22/3). Hasil lelang yang akan berlangsung hingga Minggu (23/3) itu akan disumbangkan kepada sejumlah rumah sakit untuk membantu penderita kanker. “Kalau lari pagi atau sepeda santai kan sudah biasa, ini ke- betulan pihak penyelenggara ada yang mengajukan untuk melakukan lelang,” ujar Ketua YKI DKI Jakarta, Veronika Basuki, kemarin. Veronica melanjutkan se- bagian hasil lelang akan diberikan untuk pemba- ngunan Palliative Care Training Center atau Pusat Perawatan dan Pelatihan Paliatif yang tengah dirintis YKI DKI Jakarta. Saat ini pelatihan dan pe- rawatan paliatif oleh YKI DKI Jakarta sudah dimulai di Graha YKI DKI Jakarta di Sunter, Jakarta Utara, dan akan dikembangkan di enam wilayah lainnya. “Ini program kerja utama kami dalam wak- tu lima tahun mendatang,” sebutnya. Para desainer yang ikut serta menyumbangkan karya dalam lelang tersebut ialah Carmanita, Ivan Gunawan, dan desainer dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) seperti Lenny Agustin dan Jeny Tjahyawati. Selain itu, ada juga desainer dari Dekra- nasda seperti Novita Yunus, Emma Damayanti, dan Felga Weninda. Sementara itu, pameran seni rupa akan menampilkan karya lima seniman Indone- sia, yaitu Albert Jonathan, Entang Wiharso, Eko, Sria Astari, dan Tita. Lelang busana karya de- sainer dan karya seni ini me- rupakan bagian dari rangkai- an acara pameran seni rupa ‘Art for Cancer’ yang digelar YKI DKI Jakarta mulai 16 hingga 30 Maret mendatang, yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (Fat/S-5) RusiaSiapBalas SetimpalSanksiEropa KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Rusia menegas- kan bahwa Moskow berhak membalas secara setimpal sanksi kedua yang diterap- kan Uni Eropa (UE). Sanksi itu terkait dengan keputusan Rusia yang menetapkan Se- menanjung Krimea sebagai bagian wilayahnya pascarefe- rendum. UE menerapkan sanksi baru pada Jumat (21/3) dengan me- nambah 12 nama dari Rusia dan Ukraina yang dima- sukkan daftar orang-orang dengan aset dibekukan dan dilarang melakukan perjalan- an ke luar negeri. Kini daftar itu terdiri atas 33 orang dari kedua negara tersebut. Selain Putin, ada sederet nama yang masuk target sank- si, yaitu penasihat senior un- tuk Putin, Sergei Glazyev, dan Vladislav Surkov. Dua ketua majelis parlemen Rusia, Va- lentina Matviyenko dan Sergei Naryshkin, juga termasuk nama yang mendapat sanksi. “Sangatdisayangkanbahwa Dewan Eropa membuat ke- putusan yang terpisah dari kenyataan,” kata Alexan- der Lukashevich, juru bi- cara Kemenlu Rusia, dalam pernyataan yang dipubli- kasikan melalui situs resmi Kemenlu Rusia, kemarin. “Kami percaya ini saatnya kembali ke ranah kerja sama yang pragmatis yang mencer- minkan kepentingan negara kami. Bagaimanapun pasti pihak Rusia akan memberi respons seimbang terhadap tindakan yang diambil (UE),” paparnya. Sebelumnya pada Jumat (21/3), Presiden Rusia Vladi- mir Putin menandatangani undang-undang yang secara resmi dan sah menetapkan Semenanjung Krimea yang sebelumnya bagian wilayah Ukraina menjadi wilayah Federasi Rusia. Di sisi lain, Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier me- ngatakan masyarakat inter- nasional tidak akan membi- arkan krisis Ukraina-Rusia menimbulkan perpecahan baru di Eropa. Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Ukraina Arseny Yatseniuk, Steinmeier mengatakan pemantau dari OSCE (Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa) akan datang ke Ukraina untuk mendukung berbagai upaya deeskalasi dalam beberapa hari mendatang. Yatseniuk mengatakan Ukraina sangat membutuh- kan dukungan dari Eropa dalam mengatasi masalah energi dengan dihentikannya pasokan gas dari Rusia. Dia meminta bantuan militer Jer- man. (AP/Reuters/Hym/I-3) REUTERS/VASILY FEDOSENKO BENCANA yang terjadi di berbagai tempat di Indonesia, seperti Gunung Kelud, Gu- nung Sinabung, dan Gunung Merapi,mendorongkaryawan The Sunan Hotel Solo untuk membangun kepedulian. Seluruh keluarga besar kar- yawan The Sunan Hotel Solo berinisiatif untuk mengum- pulkan dana sebagai wujud kepedulian terhadap korban yang sedang tertimpa musibah. Dari aksi solidaritas yang dilakukan itu terkumpul dana sebanyak Rp10.875.000. Dana bantuan itu diserahkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo pada 13 Maret lalu untuk disalurkan kepada korban bencana yang membutuhkan. “Penyerahan bantuan ini merupakan wujud serta bentuk solidaritas dan kepedulian kepada saudara-saudara se-Tanah Air demi meringankan beban mereka,” tutur Human Resources Manager The Sunan Hotel Solo, Kristriyanto. The Sunan Hotel Solo Bantu Korban Bencana SEBAGAI maskapai berbiaya murah, Citilink di sepanjang tahun ini sedang menjalankan proses rebranding dengan tagline baru ‘Simple–On Time–Convinient’. “Kami merealisasikannya dengan strategi branding secara menyeluruh, mulai dari livery baru, logo baru, interior baru pesawat, kantor pemasaran, seragam baru pramugari, sistem pada website, dan lay out baru untuk menjangkau masyarakat secara luas,” ujar Agus Dewanta, selaku VP Sales and Distribution, beberapa waktu lalu. Saat ini, Citilink mengoperasikan 29 pesawat, terdiri dari 22 buah Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi, 6 Boeing 737-300 dengan kapasitas 148 kursi, dan 1 Boeing 737-400 dengan kapasitas 170 kursi. Citilink mulai terbang dari Bandung menuju Denpasar dan Medan setiap hari sejak 26 Januari lalu dan berharap menjadi pemain andal di kawasan Asia. PRANAYA Suites Hotel telah diresmikan pada 6 Okto- ber 2013 sebagai salah satu hotel bintang tiga di kawasan CBD BSD City Tangerang, Banten. Nama Pranaya diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti pemimpin dengan harapan menjadi hotel nomor satu di kawasan BSD City. Meski memiliki banyak kompetitor, Pranaya Suites Hotel yakin mampu bersaing karena memiliki segmen pasar yang berbeda dengan mayoritas pesaing di kawasan BSD dan sekitarnya. Tidak hanya strategi pemasaran, namun manajemen sangat menitikberatkan dan menjamin akan standar prosedur pelayanan bertaraf international. Pranaya Suites Hotel pun menyadari pentingnya Corporate Social Responsibility (CSR) dalam menunjang lingkungan di sekitar hotel dengan mengundang anak yatim piatu, pada 10 Maret lalu. Dari Bandung, Citilink ke Denpasar dan MedanCSR Perdana Pranaya Suites Hotel BSD City BERTEMPAT di Hotel Oria Jakarta, Rumah Sakit (RS) Awal Bros Group mengelar pertemuan antarperusa- haan pada 3 Maret lalu. Pertemuan itu dihadiri per- wakilan dari RS Awal Bros Group yang tersebar di Ja- bodetabek. Dalam kesem- patan itu, Direktur Corporate Awal Bros Group dr Ferdy D Tiwow menyampaikan kem- bali visi dan misi dari RS Awal Bros Group sekaligus memberikan informasi terbaru mengenai program–program RS Awal Bros Broup. Termasuk jika ada keluhan dari para pimpinan. Acara company gathering itu semakin tampak meriah dengan adanya edukasi tentang penanganan osteo artritis Genu oleh dr Deasy Erika SpRM. Di sela acara, panitia juga menggelar tanya jawab antara dokter dan para peserta. Acara company gathering tersebut ditutup dengan pembagian doorprize. Company Gathering RS Awal Bros Group PENYAKIT batu saluran kemih atau lebih dikenal dengan kencing batu bisa menyerang pria dan perem- puan. Penyakit itu ditandai dengan pengeluaran air seni yang tidak normal. Tampak pula batu-batu yang ber- ukuran kecil ketika buang air kecil seperti pasir kasar. Un- tuk mengedukasi masyarakat tentang bahayanya penyakit itu dan solusi untuk mengatasinya, Rumah Sakit (RS) Medistra Jakarta menggelar semi- nar bertemakan ‘Waspadai Penyakit Batu Saluran Kemih’. Kegiatan itu dilangsungkan di Auditorium RS Medistra, Gedung A Lantai 6, pada 8 Maret silam. Hadir sebagai pembicara dr Rochani SpB, SpUK, yang membahas seputar pengelolaan batu ginjal dan saluran kemih masa kini. Sedangkan pembicara lainnya dr Ginova Nainggolan, SpPD, KGH, mengupas penyebab dan pencegahaan penyakit batu ginjal. Seminar tentang Kencing Batu di RS Medistra GURU dan siswa kelas XI SMASantuPetrusPontianak, Kalimantan Barat, melakukan study tour ke Jakarta dan Bandung pada 9-13 Maret lalu. Selain menggunjungi tempat wisata, mereka juga mengunjungi beberapa per- guruan tinggi, salah satunya Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti. Saat mengun- jungi STP Trisakti, mereka mendapatkan materi berupa sharing profesi bidang pariwisata, kemudian melihat demo memasak dan pastry yang dilakukan oleh para alumni SMA Santu Petrus yang kuliah di STP Trisakti. Mereka pun sangat menikmati produk pastry dan kuliner yang dibuat oleh mahasiswa. “Penyambutannya mewah, acaranya juga seru. Alumni sudah membuktikan bahwa STP Trisakti berkualitas,” ujar Stepanie Silvia, salah satu siswi SMA Santu Petrus, menanggapi study tour ke kampus tersebut. Study Tour SMA Santu Petrus ke STP Trisakti LENSABISNIS HUBUNGI KAMI BAGIAN IKLAN: 021 580 1480 Teman-teman seusianya dari SD Bhayangkari Medan pun tersentuh untuk meringankan beban Aisyah.
  4. 4. MINGGU, 23 MARET 2014 5INDONESIA MEMILIH NasDem Didesain untuk Menang KekerasandiAcehMenggila SURYA SRIYANTI S EKRETARIS Jenderal Partai NasDem Pa- trice Rio Capella me- nyatakan partainya didesain untuk memenangi Pemilu 2014, bukan sekadar meramaikan pesta demo- krasi rakyat. “Partai NasDem didirikan tidak hanya ikut Pemilu tetapi didesain untuk memenangi Pemilu 2014,” kata Rio dalam kampanye nasional Partai NasDem di Palangkaraya, Ka- limantan Tengah, kemarin. Di hadapan ribuan kader Partai NasDem yang mema- dati lapangan sepak bola di Desa Banturung, Kecamataan BukitBatu,KotaPalangkaraya, Patrice mengatakan partainya telah menyiapkan sepuluh program rencana kerja seba- gai bukti keseriusan Partai NasDem ingin memenangi pemilu. Ia mengungkapkan bebera- pa program Partai NasDem jika nanti memenangi pemilu antara lain memberikan bea- siswa pelajar ke luar negeri, membebaskan biaya seko- lah dasar hingga perguruan tinggi, memberikan bantuan Rp1 juta bagi setiap keluarga miskin selama lima tahun, menaikkan gaji anggota Polri/ TNI, dan menciptakan 10 juta lapangan kerja selama lima tahun. “Perubahan itu akan diba- wa Partai NasDem jika me- nang pada 9 April mendatang. Untuk itu, kami berharap agar simpatisan dapat memenang- kan Partai NasDem di tem- pat pemungutan suara kita masing-masing dan jangan sampai suara NasDem hilang, dicuri, atau dikerjai partai lain,” kata Patrice. Ketua Umum Partai Nas- Dem Surya Paloh sedianya hadir dan memberi orasi poli- tik dalam kampanye akbar itu. Namun, karena kakak kan- dung Surya bernama Rohana Jusuf Gading binti Daud Paloh meninggal dunia pada Jumat (21/3) lalu, Surya urung me- nyampaikan orasi politiknya. Politik uang Di Malang, Jawa Timur, kemarin, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat menemukan pelang- garan politik uang di areal kampanye terbuka Partai Demokrat yang dihadiri Susilo Bambang Yudhoyono sebagai juru kampanye. Pada kampanye yang dige- lar di Stadion Kanjuruhan, Malang, tersebut, Ketua Divisi Penanganan dan Penindakan Panwaslu Malang George Da Silva menangkap tangan sa- lah seorang tim sukses calon anggota legislatif (caleg) yang tengah membagi-bagi uang pecahan Rp10.000 kepada kader Partai Demokrat yang hadir dalam kampanye itu. Petugas yang menangkap langsung memintai kete- rangan penerima uang dan anggota tim sukses itu. “Pelanggaran kampanye ini jelas pidana. Besok kita pang- gil semua,” tegas George. Ia mengungkapkan sudah mendata para penerima uang, di antaranya Chofiyah, warga RT 12/RW 2 Kedungpendaring- an, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Chofiyah menerima uang dua lembar sepuluh ribuan. Panwaslu juga memintai keterangan Inung, penyebar uang itu. Warga RT 12/RW 2, Kedungpendaringan, Keca- matan Kepanjen, Malang, itu mengaku telah membagi-bagi- kan uang kepada peserta kam- panye atas suruhan seorang calon legislatif DPRD Kabupa- ten Malang. (BN/Yah/P-1) sriyanti @mediaindonesia.com Dengan program unggulan, Partai NasDem barharap masyarakat ikut menjadi bagian dari agen perubahan. JELANG pemungutan suara 9 April 2014, eskalasi kekerasan kian meningkat di Aceh. Jumat (21/3) malam, dalam kurun waktu yang berdekatan, dua aksi kekerasan menimpa sim- patisan Partai Aceh dan Partai Nasional Aceh. Ahmad Suib, 25, simpatisan Partai Aceh, ditembak orang saat perjalanan pulang dari lokasi kampanye Partai Aceh di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Ahmad menderita luka tembak di bawah ketiak se- telah kendaraan hias yang ditumpanginya ditembaki. Pe- nembakan itu terjadi di Jalan Medan Banda Aceh, Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara, sekitar pukul 19.40 WIB. Saat ini korban masih dira- wat dan akan menjalani ope- rasi untuk mengeluarkan pe- luru di tubuhnya. “Korban tertembak di bagian rusuk sebelah kiri. Diduga ditembak mengunakan pistol jenis FN. Pelaku penembakan belum diketahui,” sebut Kapol- res Kota Lhokseumawe AKB Joko Surachmanto. Ia menambahkan penga- manan terhadap kampanye Partai Aceh di Aceh Utara sudah maksimal dilakukan. Namun, polisi tak menduga saat perjalanan pulang, konvoi kendaraan massa pendukung partai itu ditembak. Situasi kian buruk saat mas- sa Partai Aceh marah karena ditembaki. Mereka merusak sebuah posko milik partai lain karena menduga penembak- an itu dilakukan oleh salah seorang simpatisan partai dari posko tersebut. Perusakan posko tersebut tidak berlangsung lama setelah polisi membubarkan massa de- ngan tembakan peringatan. Hanya berselang beberapa jam, tepatnya Sabtu dini hari, dua anggota Satuan Tugas (Satgas) Partai Nasional Aceh, Armia dan Tauhid, harus dira- wat dalam kondisi kritis seusai dikeroyok massa simpatisan partai lainnya, di Simpang Uni- mal, Dewantara, Aceh Utara. Pengoroyokan itu masih ter- kait dengan peristiwa penem- bakan terhadap Ahmad Suib. Tak lama setelah penem- bakan tersebut, sekelompok massa menyisir lokasi penem- bakan untuk mencari pelaku. Karena pelaku tak ditemukan, mereka melampiaskan ke- marahan dengan mengeroyok dua Satgas Partai Nasional Aceh (PNA) yang sedang ber- ada di sebuah warung kopi. (HP/MI/P-1) KADER PARTAI DITEMBAK: Sejumlah warga melihat kendaraan tank hias yang ditembak orang tidak dikenal di Desa Ulee Pulo, Aceh Utara, kemarin. Akibat peristiwa itu seorang kader Partai Aceh yang berada di dalam mobil hias tertembak. ANTARA/RAHMAD S IAPKAH Anda mengendarai mobil urban dengan fitur-fitur terkini? Dengan berbagai modal yang dimiliki di bagian eksterior dan interiornya, New Mazda2 siap memukau siapa pun yang melihatnya. Dari berbagai sisi, mobil ringkas yang satu itu memang eksepsional, bahkan dari sisi pencahayaannya. New Mazda2, yang diluncurkan pada penghujung 2013, mengusung lampu depan tipe light emitting diode (LED) reflector yang pertama di kelasnya. LED reflector itu merupakan fitur standar di varian R serta RZ. New Mazda2 juga teramat trendi dengan bekal alloy wheel yang lebih berkilau pada tipe R dan RZ dengan desain bemper depan sporty, side spoilers, roof spoilers, dan lampu sen pada eksterior kaca spion sebagai fitur standar di seluruh rangkaian New Mazda2. Keunggulan yang ditawarkan bukan cuma dari ‘sampulnya’. New Mazda2 memberikan rasa aman berkat fitur- fitur yang disematkan. Di samping lampu depan LED reflector yang memberikan daya pandang lebih baik, terdapat pula speed sensitive auto door lock system, anti-lock brake system (ABS), electronic brake force distribution (EBD), dan plus emergency brake assist (EBA). Belum cukup? Tenang saja. Masih ada Dual SRS air bags, Triple-H safety construction dan Mazda advanced impact distribution, hingga struktur bodi berteknologi absorption system (Maida’s). “Mazda2 telah mendapatkan sambutan yang hangat dari pasar Indonesia semenjak pertama kali mobil ini meluncur di jalanan Ibu Kota pada November 2009. Sejak itu, Mazda2 sukses mendapatkan gelar sebagai city car terfavorit Indonesia dan upgrade terbaru ini membuat Mazda2 semakin menarik. “Style dan keamanan selalu menjadi ciri khas line-up dari Mazda, namun dengan adanya nilai tambah dari kendaraan ini, bertambah pula alasan bagi para pembeli mobil baru untuk mempertimbangkan menjadi pemilik kendaraan luar biasa ini,” ujar Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia Keizo Okue. Efisiensi energi LED reflector tersebut, seperti diaku pihak PT Mazda Motor Indonesia (MMI), menyebabkan konsumsi listrik yang lebih rendah untuk lampu depan, waktu pakai lebih panjang, plus semakin baiknya pencahayaan New Mazda2. Berdasarkan data MMI, jenis lampu depan anyar ini ‘hanya’ mengonsumsi 16 watt, sedangkan lampu dari jenis bohlam halogen menyedot 55-60 watt dan lampu bohlam xenon HID ‘memakan’ 35-60 watt. Adapun daya hidup LED reflector mencapai 10 ribu jam pemakaian, jauh dari bohlam halogen (1.500- 2.500 jam) serta bohlam xenon HID (2.500-3.500 jam). LED reflector ini juga disebut-sebut MMI menciptakan visibilitas lebih baik di malam hari. Objek-objek yang disinarinya dapat terlihat lebih jelas dan natural berkat temperatur warna yang serupa sinar matahari. Siapkah Anda memiliki New Mazda2? (Xan/S-25) Mobil Urban nan Memukau Style dan keamanan selalu menjadi ciri khas line-up dari Mazda, namun dengan adanya nilai tambah dari kendaraan ini, bertambah pula alasan bagi para pembeli mobil baru untuk mempertimbangkan menjadi pemilik kendaraan luar biasa ini.
  5. 5. 6 MINGGU, 23 MARET 2014JENDELA BUKU MASTODON DAN BURUNG KONDOR IWAN KURNIAWAN S EBAGAI tokoh yang terke- nal dengan pemimpin kaum ‘urakan’, WS Rendra bukanlah sastrawan atau dramawan yang suci. Dia bukan pula seorang nabi ataupun malaikat. Namun, da- lam karya-karya Rendra tersuarakan sifat-sifat kenabian dan kesucian yang masih terasa dekat untuk dibaca, ditelaah, dan direnungkan secara mendalam. Kini, sudah hampir setengah dekade Rendra berpulang ke pangkuan Sang Khalik. Kuburannya masih kerap dikun- jungi orang-orang di kompleks Kampus Bengkel Teater Rendra Cipayung, Depok, Jawa Barat. Ada sebuah magnet sehingga harum namanya terus dikenang hingga hari ini. Pada beberapa pementasan pemba- caan puisi di Kota Bandung di era 2000 awal, misalnya, Rendra yang kala itu masih terlihat sehat dan bugar begitu tegas menyuarakan kegelisahan rakyat. Pembacaan puisi terkadang datar dan terkadang lantang. Itu menunjukkan ada sebuah semangat yang hendak dia sampaikan lewat puisi- puisinya. Tak hanya itu, sahabat dekatnya, rohaniwan sekaligus bu- dayawan Mudji Sutrisno punya kenangan manis saat melihat Mas Willy, sapaan akrap Rendra, tampil membacakan puisi di University of Melbourn, Australia, pada 28 September 2005 silam. Tentu saja, kehadiran Willy dalam du- nia kebudayaan tak bisa disepelekan. Ja- sadnya sudah dikebumikan, tetapi karya- karyanya tetap hidup. Itulah mengapa nama Willy tak akan habis-habisnya dibicarakan, dibedah, dan ‘dipanggang hingga membara’. Dalam dunia teater, karya-karya Willy cukup menyita perhatian publik. Terlahir dengan nama Willibrordus Surendra Broto pada 7 November 1935 di Solo, Jawa Tengah, Willy tumbuh dalam keluarga Katolik yang taat. Namun, setelah memeluk Islam pada 1970, namanya pun diganti menjadi Wahyu Sulaiman Rendra. D i m a t a Mudji, agama Rendra, menurutnya, ialah ‘kehidupan’. Bagaimana Rendra seperti tidak habis-habisnya menga- lirkan kehidupan itu. Pasalnya, tiap kali hadir, dia menggugat, mengkritik, menyapa lembut sampai membuat mata berlinang pedih atau bernada keras lan- tang penuh protes. Dalam puisi Pamflet Pembangunan, misalnya. Memang, Willy tidak masuk dalam suatu angkatan sastra--penahbisan Paus Sastra HB Jassin--tertentu. Namun, dia punya keberanian dan kekuatan ber- beda yang jarang dipunyai penyair atau dramawan sezamannya. Itu bisa kita lihat lewat karya Sajak Burung Kondor yang kontro- versial--ditulis pada 1973--sehingga diperbincangkan hingga sekarang. Konon, sajak itu disita dan dilarang untuk diterbitkan pada zamannya. Secuplik puisi itu berbunyi; Angin gunung turun merembes ke hutan/ lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas/ dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau/ kemudian hatinya pilu/ meli- hat jejak-jejak sedih para petani-buruh yang terpacak di atas tanah gembur/ namun tidak memberi kemakmuran lagi penduduknya....// Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu/ mematuki batu-batu, mematuki udara/ dan di kotaorang-orang bersiap me- nembaknya//. 15 sajak Tak mengherankan jika karena Sajak Burung Kon- dor yang kemudian diracik menjadi naskah drama Mastodon dan Burung Kon- dor itulah, Willy diperiksa oleh Laksusda Jaya pada 1978 sehingga dia meminta salin- an fotokopi sa- jak-sajaknya k e H B Jassin (alm). Dalam surat (doku- men) aslinya, W i l l y m e - minta salinan 15 sajak. Ke-15 sajak itu ialah Sajak Mata, Aku Tulis Pamflet Ini, Pertemuan Mahasiswa, Seonggok Jagung di Kamar, Sajak Sebotol Bir, Sajak Tangan, dan Sajak Burung Kondor. Lalu, Renungan, Nota Bene: Aku Kangen, Sajak Ibunda, Pamflet Cinta, Sajak Orang-orang Miskin, Sajak Peperangan Abimanyu, Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon, serta Sajak Sebatang Lisong. Membaca sajak-sajak Willy membuat kita mudah menyelisik perjalanan yang sangat memiriskan. Dia ingin menyuara- kan hak rakyat, tetapi di lain sisi pihak keamanan menentangnya. “Ada perspek- tif sosial-politik yang Rendra tuangkan se- cara kritis lewat naskah teaternya,” nilai Max Lane, pemerhati sastra Indonesia asal Ausralia di Jakarta, belum lama ini. Sejarah mencatat bahwa pada Agustus 1970, Willy ditahan oleh mereka yang bertanggung jawab terhadap ketertiban dan keamanan. Di lain sisi, saat itu ma- hasiswa gencar melakukan demontrasi. Mereka menentang Orde Lama karena Soekarno ikut dalam penandatanganan Manifesto Kebudayaan yang legendaris itu. Willy seakan berdiri di antara mana lawan dan mana musuh. Sebagai penyair, dia pun punya cara tersendiri yang apik. Dia memasukkan kejadian pada Agustus 1970 lewat pentas teaternya. Tepatnya, pada 6 Oktober 1973, Willy mementaskan lakon Mastodon dan Burung Kondor pertama kali di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Mung- kin itu merupakan puncak kegelisahan Willy sehingga aksi pada Agustus 1970 dicerminkan lewat teater. Tak hanya itu, lakon itu pun dipen- taskan kembali pada 11-12 Oktober 1973 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan pada 24 November 1973 di Sporthall Kridosono (Yogyakarta). Puncaknya, lakon Mastodon dan Burung Kondor dipentaskan di Senayan, Jakarta, pada 15 Desember 1973. Dosen sekaligus penulis Bakdi Soe- manto yang pernah menulis proses krea- tif Rendra pun mengatakan, “Drama ini dengan sangat persis melukiskan peris- tiwa yang terjadi di Jalan Thamrin pada Agustus 1970.” Dalam lakon Mastodon dan Burung Kondor, ada unsur-unsur yang begitu kuat. Ada kekuasaan yang dilaksanakan oleh tentara, ada kaum revolusioner (ma- hasiswa), dan seorang penyair. Pada Agustus 1970 penyair yang tampil ialah Willy, sedangkan dalam peristiwa Mastodon dan Burung Kondor penyair yang tampil ialah Jose Karosta. Naskah Mastodon dan Burung Kondor tidak sempat dibukukan sebagaimana buku-buku kumpulan puisi Willy lain- nya. Namun, naskah itu bisa ditemukan lewat Antologi Drama Indonesia: Jilid 4 1969-2000 (Lontar, Jakarta, Edisi 2009), misalnya, atau naskah asli di Pusat Doku- mentasi Sastra HB Jassin bertahun 1978. Buah pemikiran kebudayaan Willy seakan menjadi penerapan secara simb- olis atas antropologi jiwa-badan (matter- mind anthropology). Jiwa (roh) dan tubuh yang dia kemas lewat puisi dan teater. Si Burung Merak sudah selesai bersaksi menyatukan persoalan sosial dan puisi yang autentik.(M-2) miweekend@mediaindonesia.com TOKOH WS Rendra (1935-2009) tak akan terlepas dari kesusastraan. Karya-kary- anya selalu menjadi salah satu rujukan mahasiswa yang hendak mengupas ten- tang masa-masa perkembangan dunia kepenyairan di Indonesia. Banyak karya-karya menawan Rendra yang terlahir. Salah satu karya puisi, yaitu Burung Kondor (terkadang ditulis: Burung-burung Kondor) yang sangat bergeming. Puisi itu kemudian dikem- bangkan Rendra lewat pentas teater dengan lakon Mastodon dan Burung Kondor untuk pertama kalinya pada 1973. Hal itu menjadi satu titik sejarah Rendra dalam menunjukkan reaksi dan aksi atas ketimpangan dan ketidakadilan di negeri ini. Pascareformasi, istri mendiang Rendra, Ken Zuraida, telah mementaskan kembali Mastodon dan Burung Kondor di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 10-14 Agus- tus 2011 lalu. Dalam naskah drama Mastodon dan Burung Kondor, Rendra menghadirkan tokoh-tokoh dengan nama Amerika Latin dan Spanyol. Sebut saja, ada Emmanuel Valdes, Pedro Aros, Gloria Del Bianco, Don Carvallo, Kolonel Max Carlos, dan Fabiola Andrez. Mas Willy, sapaan Rendra, tak asing dengan nama-nama itu. Apalagi, sebelum mementaskan lakon itu, selama tiga tahun (1964-1967) belajar di American Academy of Dramatic Arts di Amerika Serikat. Tokoh utama dalam naskah itu adalah Jose. Ucapan-ucapannya selalu bernada puitis dan filosofis. Jelas sekali tokoh Jose merupakan prototipe Willy sendiri. Gagasan dan ide selalu dikumandangkan Jose secara sendu, tegas, dan kritis. Naskah itu memiliki pesan untuk menca- pai sebuah perubahan. Terlihat dari kaum revolusioner--mahasiswa---yang tak genting melawan penguasa. Terlepas dari persoalan itu, Willy menun- jukkan diri sebagai seorang penyair yang juga seorang pejuang demokrasi. Itu bisa terlihat pada naskah drama lainnya, seperti Orang-orang di Tikungan Jalanan (1956) dan Penembahan Reso (1988). Lalu, kumpulan sajak seperti Balada Orang-orang Tercinta (1957), Empat Kumpulan Sajak (1961), dan Blues untuk Bonnie (1971). Willy meninggalkan sederet karya berkualitas. Perjalanan hidup seseorang di bumi memang singkat, tetapi sebuah karya memiliki masa yang abadi (eeuwigdurend). Dia telah selesai bersaksi lewat Mastodon dan Burung Kondor. Ada pesan mendalam untuk menyuarakan kebenaran (waarheid) lewat panggung. (Iwa/M-2) SuaraRendra Suara Kaum Urakan Pergerakan batin membawa ‘si Burung Merak’ itu menelurkan naskah drama realis Mastodon dan Burung Kondor pada 1973. Ada perspektif sosial-politik yang dia tuangkan secara kritis. OBROLAN Pembaca Media Indone- sia (OPMI) memilih buku berjudul Kokoronotomo karya Monica Tedja & Anggabegood yang diterbitkan oleh Penerbit Andi untuk dibedah. Buku ini menceritakan persahabatan antara Tomo yang berasal dari Indonesia dan Kokoro dari Jepang yang berawal dari fan page penyanyi idola mereka. Berbagai keseruan karena perbe- daan budaya dan bahasa mewarnai buku ini. Selain itu, pem- baca diajak untuk meli- hat kebiasaan-kebiasaan warga Jepang yang disa- jikan dengan cara yang santai. Bagi pembaca yang berkeinginan ikut me- ngupas buku tersebut lewat OPMI, silakan me- ngirimkan data diri ke miweekend@mediain- donesia.com, paling lambat 28 Maret 2014, dengan subjek OPMI April. Kami akan me- ngirimkan buku un- tuk Anda baca sebe- lum mendiskusikannya. Terima kasih atas perha- tiannya. Salam. Kokoronotomo : I Heart Tokyo Monica Tedja & Anggabegood OPMI APRIL m d l d A n tu lu Te tia S ProteslewatPanggung PENGANTAR Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia, redaksi akan mengupas 44 buku yang membawa perubahan dan meng- ubah Indonesia. Buku Mastodon dan Burung Kondor karya WS Rendra menjadi buku ke-10 yang dibahas secara mendalam. Nama Buku: Mastodon dan Burung Kondor Penulis: WS Rendra Penerbit: Burung Merak Press 2011 pp k,k, tata nn-- eett mm usus NaNamama BBukuku:u: MM tt dd dd
  6. 6. BisnisPengerahanMassa di Jakarta Utara MINGGU, 23 MARET 2014 7JEDA RUDY POLICARPUS D I Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara, berkibar deretan bendera dari beragam partai politik (parpol). Ukurannya bisa mencapai 1 meter. Tidak ketinggalan poster-poster caleg DPR/ DPRD. Hampir di setiap rumah penduduk dipenuhi berbagai atribut partai. Bahkan, tidak jarang satu rumah ‘dikotori’ beragam bendera partai. Juleha mengaku tidak keberatan apabila bendera dan tempelan brosur parpol mera- maikan rumahnya. Semakin banyak bendera parpol dikibarkan, katanya, semakin banyak rezeki yang didapat. “Satu tiang bendera tarif- nya bisa sampai cepek (seratus ribu rupiah). Ya, lumayanlah buat beli susu anak,” kata Juleha sembari menggendong anaknya yang berusia 1,5 tahun. Perempuan yang sehari-hari menjaga warung kecil di depan rumahnya itu meng- aku tidak tertarik menjadi massa kampanye bayaran. “Di sini massa bayaran itu peker- jaan laki-laki. Jarang ibu-ibu yang ikut. Kan kampanye enggak boleh bawa anak kecil,” papar Juleha yang segera diamini Yenny, te- tangganya. Andi yang kebetulan datang ke warung ikut aktif dalam percakapan. Dia mengaku sejak 2009 tertarik menjadi massa bayaran. “Penghasilannya lumayan. Kalau Rp75 ribu sekali kampanye sih ada. Itu minimal. Kalau panitianya sedang baik, kadang dikasih rokok juga,” ujar pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. Pada 2009, Andi mengaku bisa ikut 12 kam- panye dengan total penghasilan Rp500 ribu. Untuk 2014, dia baru ikut dua kampanye de- ngan penghasilan Rp175.000. “Lumayan kan?,” katanya sembari tertawa. Menanti order Di sebuah warung berbeda, di Tanah Merah, Jakarta Utara, seorang lelaki tampak gelisah menanti panggilan order lewat telepon. Berkali-kali ia mengembuskan gumpalan asap rokok. Ketika dering telepon yang ditunggu datang, dia langsung menyahut. “Iya bos, bagaimana jadinya?,” ujar Yanto sembari berjalan men- jauh. Selang 20 menit kemudian, ia kembali sembari memesan kopi ketiganya. Raut wa- jahnya jauh dari riang. “Payah, kasih order Rp25 juta, tapi minta massa 300. Mana orang mau, mana ada sisa buat saya? Pasti rugi, mending pikir-pikir dulu,” gerutu seorang lelaki, sebut saja Yanto. Dia sudah sejak lama dikenal sebagai pengum- pul atau makelar massa bayaran. Berdasarkan kalkulasi yang sudah dia buat, setiap orang saat ini minimal mematok harga Rp75 ribu. Total untuk 300 orang dibutuhkan minimal Rp22,5 juta. Jumlah tersebut, terang Yanto, belum termasuk biaya sewa bus dan uang rokok sopir. Singkat kata, Rp25 juta dianggap terlalu minim. “Tapi ini belum deal. Saya minta ditambah Rp2,5 juta lagi.” Selama sepekan terakhir, Yanto mengaku su- dah empat kali adu urat dengan klien. “Hitung- hitungannya masih belum masuk, belum lagi uang bensin dan pulsa untuk menghubungi orang-orang. Kampanye kali ini agak seret,” ujarnya. Mekanisme pembayaran Ketika ditanya tentang sistem pembayaran, Yanto menjelaskan, sehari sebelum kampanye tim sukses sudah harus menggelontorkan sege- pok duit sesuai kesepakatan. Minimal Yanto meminta 50% dari harga yang sudah disetujui. Sisa pembayaran harus dilakukan beberapa saat sebelum kampanye dimulai. “Saya enggak mau kalau belum lunas. Nanti saya yang gempor kalau ternyata bodong. Bisa dibakar orang saya,” tukas lelaki yang meng- aku tidak pernah mendekati tim sukses. Sekali sukses menjadi makelar massa, order datang sendiri. Klien mendapat informasi dan nomor teleponnya dari mulut ke mulut. (M-7) rudy@mediaindonesia.com Beberapa kampung di Jakarta Utara dikenal sebagai kantong massa bayaran. Mereka juga ‘menyewakan’ halaman rumah untuk dipasangi bendera dan atribut partai lainnya. 23 Tahun Menjadi Pengumpul SUDAH 23 tahun Fitri menjalani profesi sebagai pe- ngumpul massa. Awalnya hanya sekadar iseng, lama- lama menjadi hobi dan terus berlanjut sampai seka- rang. Usia tidak menjadi penghalang. Fitri yang sudah pensiun dan kini berusia 58 tahun, tetap energik. Dia memiliki pengikut setia, ikut ke mana pun ketika Fitri pindah partai. Pindah partai Pada pemilu lima tahun lalu, Fitri ‘disewa’ salah satu partai baru. Pada pemilu kali ini, dia kembali menjadi pengumpul massa untuk caleg dari partai yang pernah lama berkuasa. Bagi ibu yang tinggal di Kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, uang bukan segalanya. Sebelum memutuskan masuk ke tim sukses dan memprak- tikkan keahliannya sebagai pengumpul massa, dia terlebih dahulu menilai plus-minus caleg yang akan dia ‘jual’. Itu juga yang dia lakukan ketika tahun ini diminta untuk mencari massa oleh salah satu caleg. Repu- tasi Fitri agaknya sudah banyak dikenal. Pada 2009 dia berhasil membantu caleg dari salah satu partai baru. Fitri menghimpun 600 massa dari 10 RW di sekitar ru- mahnya. Pemilu kali ini, dia ditargetkan menggalang 1.500 orang. “Alhamdulillah, sudah terkumpul 1.400 orang,” katanya. Metode pengumpulan Untuk mengumpulkan massa, Fitri terlebih dahulu mendekati tokoh masya- rakat, forum RW, ibu PKK, karang taruna, dan lain-lain. Kemudian ia melakukan berbagai kegiatan, mulai pengajian, membentuk kelompok kasidah, paduan suara, dan kegiatan lain. Intinya adalah memberdayakan masyarakat. Cara itu ternyata ampuh. Pada pemilu 2014, Fitri yang menjabat sebagai sekre- taris tim sukses diberi tugas mengumpul- kan 1.500 pemilik suara. Pengumpulan itu disertai dengan data fotokopi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda pendu- duk (KTP). Hingga tulisan ini diturunkan, ia telah mengantongi 500 KK dan sekitar 1.400 suara. “Mereka ikut kampanye mendapat sembako dan program lain,” tukasnya. Apa imbalan yang didapat jika target tercapai? Jika 1.500 suara bisa dikumpulkan, caleg yang dijagokan berjanji akan memberi- kan mobil ambulans untuk warga di tempat Fitri bernaung. Terstruktur Fitri bersama teman-temannya serius menjalani tugas mengumpulkan suara. Itu sebabnya, struktur organisasi dibentuk, mulai pembina, ketua, sekretaris, bendahara, dan sebagainya. Panitia inti, terang Fitri, mendapat gaji sebesar Rp250 ribu/bulan terhitung sejak Februari hingga April 2014. Selain itu, dana operasional sebesar Rp3 juta juga diberikan. Begitulah kisah Fitri yang setia mengumpul- kan massa sejak 23 tahun lalu. (Sis/M-7) SENO
  7. 7. 8 MINGGU, 23 MARET 2014EL CLASICO ASNI HARISMI D UEL dua raksasa Spanyol antara Real Madrid dan Barce- lona memang men- jadi salah satu laga yang paling ditunggu para penggila bola seantero jagat. Apalagi da- lam El Clasico episode ke-227 yang akan digelar di Stadion Santiago Bernabeu, dini hari nanti, berpotensi menentukan nasib mereka musim ini. Tidak seperti musim-musim sebelumnya, bukan hanya Ma- drid atau Barca yang akan ter- pengaruh dengan hasil malam nanti. Runner-up sementara Atletico Madrid yang hanya akan menjajal juru kunci Real Betis di pekan yang sama juga bisa diuntungkan seandainya El Clasico berakhir imbang atau Los Blancos kalah. Kini, Madrid masih memim- pin klasemen dengan nilai 70, sedangkan Atletico menguntit dengan 67 poin. Barcelona yang tercecer di posisi tiga dengan 66 angka bisa kembali merekatkan diri dengan dua tim di atasnya jika mampu mencuri poin penuh. Arsitek Los Merengues Carlo Ancelotti pun antusias dengan pertemuan kontra Barca kali ini. Ia menyebut waktunya amat pas, baik dari atmosfer persaingan di tabel maupun kondisi timnya yang saat ini berada di puncak motivasi. “Momen ini sangat pas, kami akan melawan tim besar di waktu yang penting dan kami yakin bisa menampilkan permainan 100%,” tandas Ancelotti. Pernyataan Don Carlo me- mang tidak berlebihan. Me- reka sukses lolos ke perempat final Liga Champions dengan kemenangan agregat 9-2 atas Schalke 04. Anak-anak ibu kota pun hanya kalah sekali dari Atletico 0-1, tetapi itu terjadi September lalu dan setelahnya mereka tak pernah lagi tumbang di Bernabeu, ter- masuk di ajang Copa del Rey dan Liga Champions. Kali ini, Cristiano Ronaldo tetap akan diandalkan untuk mendobrak jala Blaugrana. Ia kembali bisa bekerja sama dengan Karim Benzema yang sempat menepi akibat cedera El Clasico di Momen yang Pas Kontras dengan sebelum-sebelumnya, Barcelona kini hanya diposisikan sebagai underdog dalam El Clasico di Santiago Bernabeu, dini hari nanti. ANDALAN: Pemain Barcelona Lionel Messi (kanan) berebut bola dengan pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo dalam pertandingan di Nou Camp pada 26 Oktober tahun lalu. Dini hari nanti, kedua pemain itu akan kembali menjadi andalan tim masing-masing dalam duel El Clasico di Stadion Santiago Bernabeu. di dua laga, yaitu leg II kontra Schalke dan kontra Malaga, akhir pekan lalu. Tidak diunggulkan Meski digdaya belakangan ini, Madrid sejatinya punya catatan buruk di mata Barca. Mereka kalah 1-2 di Nou Camp lewat gol si anak baru Neymar dan Alexis Sanchez serta ha- nya bisa menyamakan lewat Jesse Rodriguez jelang peluit akhir berbunyi. Namun, jika setelah itu pe- nampilan pasukan Tata Mar- tino turun-naik, Madrid justru melesat cepat. Mereka bahkan belum pernah kalah di semua kompetisi sejak awal tahun. Sebaliknya dengan Barca. Hingga pekan ke-28 Los Cules- bahkan sudah mengantongi empat kekalahan. Satu dari tiga kekalahan itu bahkan terjadi di kandang sendiri. Tidak mengherankan jika tim ‘Biru-Merah’ itu kini hanya diposisikan sebagai underdog dalam laga nanti. Bek Jordi Alba sadar betul laga kali ini akan menjadi vital bagi timnya jika masih ingin bersaing di jalur juara. Apalagi anak-anak Catalan itu menjadi tim terendah di antara dua pesaingnya. “Sangat vital untuk bisa me- nang di Madrid karena itulah satu-satunya cara bagi kami untuk tetap berkompetisi di jalur juara,” tandas Alba. Untungnya, Barca baru saja mengirim sinyal kebangkitan dengan membantai Osasuna 7-0, akhir pekan lalu. Lionel Messi dkk pun meraih hasil positif di 16 besar Liga Cham- pions dengan selalu menang dalam dua laga kontra Man- chester City dan mengumpul- kan agregat 4-1. Barisan belakang Barca juga sudah kembali diperkuat bek Gerard Pique. “Saya pikir itu akan menjadi laga yang buat kami. Kami benar-benar harus tampil sempurna jika ingin menga- lahkan Madrid di Bernabeu,” tukas gelandang Andres Ini- esta. (Rtr/AP/R-4) asni@mediaindonesia.com OPENS TODAY BLITZ NEWS VISIT OURWEBSITE MORE INFO : www.blitzmegaplex.com Advertise your product on the big screen with us. Contact: marketing@blitzmegaplex.com @blitzmegaplex 021-293.64.800 Available at blitz Grand Indonesia & Mall Of Indonesia D KOREAN / ACTIOND D ENGLISH / ACTION INDONESIAN / DRAMARENGLISH / DRAMAINDONESIAN / HORROR R D ENGLISH / ACTIOND SCHEDULE SUBJECTTO CHANGE AT ANYTIME REMAJA[R] DEWASA[D] SEMUA UMUR[SU] Buy 1 get 1 Free tickets Reguler Class and 3D only. * BRI Prioritas, Gold & Platinum Debit Card Holder Sunday only. Buy 1 Get 1 Free ticket Regular Class (non 3D & Hindi Movie) * CIMB Credit Card (Platinum, World Card & Visa Infinite Card) Saturday - Sunday. 50% Velvet Class : * CIMB Niaga Credit Card (World Card), Saturday - Sunday. Buy 1 Get 1 Free Regular class with Mandiri Power Point Redemption * Mandiri Silver, Gold & Platinum credit card. All days. INFO & INSIGHT DD KOREAN / COMEDY 50% O FF ENGLISH / ACTIONHIINDI / DRAMAD 300: RISE OF AN EMPIRE THE MONUMENTS CPVELVET: 15:15 20:45 PPVELVET: 12:00 14:30 17:00 19:30 22:00 MOIVELVET: 11:30 16:35 19:05 CPVELVET: 12:30 18:00 PPVELVET: 12:25 15:00 17:35 20:10 MOIVELVET: 14:00 CPVELVET: 13:15 16:00 18:45 21:30 NEED FOR SPEED QUEEN MOIVELVET: 21:35 NEED FOR SPEED GI 4DX: 10:30 13:05 19:25 22:00 MOI 4DX: 10:30 13:05 15:40 18:15 20:50 REUTERS/GUSTAU NACARINO
  8. 8. MINGGU, 23 MARET 2014 9OLAHRAGA Petaka di Laga ke-1.000 Arsene Wenger ASNI HARISMI I MPIAN Arsene Wenger untuk melewati laga ke- 1.000-nya bersama Ar- senal dengan gemilang di Stamford Bridge pupus su- dah. Alih-alih menutup laga dengan pesta kemenangan, malah rasa malu yang harus dia tuai. Jose Mourinho-lah yang la- gi-lagi menjadi momok bagi Wenger. Juru taktik asal Por- tugal itu bukan saja merusak pesta yang sudah dipersiap- kan Wenger. Lebih dari itu, the Happy One juga menjegal ambisi Arsenal untuk ikut ber- saing dalam perburuan gelar musim ini. Dalam duel di Stamford Bridge itu, the Gunners bahkan boleh dibilang menjadi bulan- bulanan Chelsea. Betapa tidak? Mereka dipaksa takluk 6-0. Kedigdayaan the Blues bah- kan sudah terlihat sejak awal laga. Mereka langsung me- mimpin 2-0 di 10 menit per- tama pertandingan lewat gol Samuel Eto’o (5’) dan Andre Schürrle (7’). Setelah itu, keran gol the Blues seperti tak terbendung. Dua gol lainnya dicetak Eden Hazard (17’) melalui tendang- an penalti dan Oscar (42’). Di babak kedua, the Blues belum puas mencetak gol. Mereka berhasil menambah dua gol lewat Oscar (66’) dan Mohamed Salah (71’). Skor pun berubah menjadi 6-0 untuk ke- unggulan pasukan Mourinho. Dengan hasil itu, Chelsea tetap kukuh di posisi puncak klasemen dengan 69 poin dari hasil 31 laga. Sebaliknya, Ar- senal yang ada di posisi ketiga dengan 62 poin dari 30 laga amat mungkin akan digeser Menchester City yang hingga berita ini diturunkan masih menghadapi Fulham. Seedorf diultimatum Pada bagian lain, meski belum genap tiga bulan me- nangani AC Milan, Clarence Seedorf sudah menerima ulti- matum pemecatan dari CEO Adriano Galliani. Jika dalam dua pertandingan Seri A beri- kutnya tidak mampu meng- hadirkan kemenangan, Seedorf bakal dipecat dari jabatannya sebagai arsitek Rossoneri. Dengan kata lain, pelatih yang pernah satu dekade berseragam Milan itu harus menang kala bertandang ke kandang Lazio, dini hari nanti. Masa depan pria berusia 37 ta- hun itu pun bakal ditentukan kala mempimpin laga di Arte- mio Franchi kontra Fiorentina, pekan depan. Ancaman tersebut menge- muka setelah pesepak bola yang pensiun di Botafogo akhir musim lalu itu dinilai gagal mengangkat performa Mario Balotelli dkk. Tim ‘Merah-Hi- tam’ kini masih terdampar di peringkat 11 Seri A dan tersisih dari Coppa Italia ataupun Liga Champions. Belakangan, penampilan Milan amat buruk dengan se- lalu kalah dalam empat laga beruntun, tiga di antaranya di Seri A. Pekan ini, Lazio pun bukan tim yang bakal mudah dikalahkan, apalagi mereka te- ngah berada di peringkat tujuh dan mengincar tiket Eropa. Apalagi, tim tamu akan tampil tanpa kiper Cristian Abbiati yang diganjar kartu merah saat Milan dihempas- kan Parma 2-4 di San Siro, akhir pekan lalu. Kondisi itu membuat mantan pungga- wa Rossoneri Kevin-Prince Boateng merasa miris. “Sangat menyakitkan meli- hat Milan terpuruk seperti saat ini. Saya rasa Clarence Seedorf lebih hebat ketika menjadi pemain. Ia mungkin masih bu- tuh lebih banyak waktu untuk menjadi pelatih hebat,” kata pemain Schalke 04 itu. Selain Milan dan Lazio, Na- poli dan Fiorentina juga akan saling sikut untuk meraih poin penuh pekan ini. (AP/Ash/R-4) asni@mediaindonesia.com DIKAWAL KETAT: Meski dikawal ketat dua pemain lawan, forward Oklahoma City Thunder Kevin Durant (kanan) tetap mampu memasukkan bola ke keranjang lawan. Dalam duel lanjutan kompetisi bola basket NBA di Air Canada Centre, kemarin, Thunder menundukkan tuan rumah Toronto Raptors 119-118. REUTERS/TOM SZCZERBOWSKI Kebersamaan Seedorf di Milan sepertinya tinggal menghitung hari. Masa depan dia bakal ditentukan kala berlaga di Artemio Franchi, pekan depan. JudoBisatidakDikirimkeAsianGames PELUANG cabang olahraga judo untuk dikirim ke multi- ajang Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, meni- pis. Pasalnya, peluang cabang olahraga bela diri itu untuk merebut medali di pesta o- lahraga negara-negara Asia dinilai sangat kecil. Padahal, Kemenpora dan KONI semufakat bahwa hanya cabang-cabang yang berpelu- ang merebut medali saja yang akan dikirim ke Asian Games. “Judo yang diturunkan tiga orang, dan dari tiga itu di- targetkan satu medali emas. Tapi kalau merasa berat untuk mendapatkan itu, saya saran- kan tidak usah ikut,” tegas Ketua Satlak Prima Sarwono seusai acara pembukaan Ke- jurnas Judo Kartika Cup 2014 di Jakarta, kemarin. Menurut dia, dengan tidak dikirim ke Asian Games, ca- bang judo sebenarnya lebih fokus ke SEA Games Singa- pura 2015. Namun, ia masih memberi kesempatan PB PJSI untuk menunjukkan progres para pejudo mereka sampai akhir Mei mendatang. “Terus terang peluang judo ke Asian Games berat. Tapi de- ngan waktu yang tersisa kita akan lihat nanti.” Saat menanggapi ancaman Satlak Prima tersebut, manajer tim judo untuk Asian Games Brigjen Zaidun menegaskan ti- dakakanmenyerahbegitusaja. Ia mengaku akan berusaha meningkatkan fisik para atlet binaannyasehinggapantasun- tuk mengikuti Asian Games. “Saya harus punya target. Target saya itu target fisik dan teknik tentunya akan kita evaluasi,” ungkap Zaidun. Namun, jika dalam usaha- nya tidak mencapai target, Zaidun akan berbesar hati merelakan judo tidak ikut ke Korea Selatan. “Jika memang target itu tidak tercapai. Saya akan laporkan jika judo tidak usah diberangkatkan.” Hingga seleksi kedua, ca- bang Judo sudah memilih tiga atlet yang akan dikirim ke Asian Games. Mereka ialah Ikhan Apriadi, Adesta Putu, dan Horas Manurung. Sayangnya, dalam tes selek- si kedua, ketiga pejudo itu memiliki rapor yang kurang baik dalam kondisi fisik dan stamina. Fakta tersebut tidak disanggah Zaidun. “Setelah SEA Games, kita memasuki masa konsolidasi.” (Sat/R-4) MurraybelumBisaMoveOndariLendl PETENIS peringkat enam du- nia Andy Murray mengaku masih patah hati sejak diting- gal pelatihnya, Ivan Lendl. Ia benar-benar belum menerima kenyataan bahwa mantan petenis nomor satu dunia itu sudah tidak lagi melatihnya. Alhasil, kondisi itu meme- ngaruhi penampilannya. Mes- ki melaju ke putaran ketiga turnamen Sony Open, petenis asal Skotlandia itu memang harus bekerja keras. Murray bahkan harus ber- main tiga set untuk bisa me- naklukkan petenis nonung- gulan asal Australia Matthew Ebden, 3-6, 6-0, 6-1. “Sangat sulit mencari pelatih sekelas Ivan. Sering para mantan pemain tidak berminat pada sesuatu untuk jangka waktu lama, sebab mereka punya keluarga,” ujar Murray. “Mungkin setelah perempat final Piala Davis saya akan duduk sejenak untuk me- mikirkan pengganti dia. Saya tidak tahu apakah dia mantan petenis hebat lainnya atau bukan. Yang pasti saya ingin yang berbeda dan berharap sebelum Prancis Open, saya sudah mendapat pengganti- nya,” lanjut Murray. Soal penampilan di turna- men ini, aku Murray, itu bu- kan penampilan terbaiknya. Ia hanya berusaha menang tanpa memikirkan yang lain. “Anda melakukan apa yang harus Anda lakukan untuk memenangi pertandingan,” cetus Murray. “Tidak selalu bagaimana Anda bermain atau seberapa tenang Anda di lapangan, ini soal keme- nangan di lapangan.” “Saya bisa memenangi enam laga selanjutnya dalam kondisi itu atau mungkin tidak sama sekali. Jadi saya hanya berusaha memenangi laga,” tandasnya. Kontras dengan Murray, dua petenis papan atas lainnya, Novak Djokovic dan Roger Federer, belum menemui ke- sulitan berarti. Djokovic me- ngalahkan Jeremy Chardy, 6-4, 6-3,sedangkanFederermelibas petenis Kroasia Ivo Karlovic 6-4, 7-6(4). (AP/Rtr/Mln/X-8)
  9. 9. ONO SARWONO N ILAI apa yang bisa dipetik dari keputusan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indo- nesia Perjuangan (PDIP), mengeluarkan perintah Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden? Setidaknya, itu meru- pakan cermin kebesaran hatinya, yang lebih mementingkan rakyat daripada nafsu kekuasaan pribadi. Langkah politiknya itu juga membuktikan bahwa PDIP bukan partai milik keluarga walau kita bisa merasakan denyut Megawati mengelola partai bercita rasa keluarga. Yakni, kepemimpinan yang penuh kasih sayang tak ubahnya seorang ibu nggulawentah anak-anaknya. Sebagai kepala keluarga (pemimpin) sekaligus ibu PDIP, Megawati telah menunjukkan perannya sebagai orangtua tunggal (single parent) yang sukses. Ia berhasil mendidik dan membesarkan anak-anaknya (kader) hingga menjadi generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Sebutlah nama Pramono Anung, Jokowi, Ganjar Pranowo, Arif Budimanta, Eva Kusuma Sundari, Rieke Diah Pitaloka, Maruarar Sirait, Effendi MS Simbolon, Budiman Sudjatmiko, Hasto Kristianto, dan lainnya. Memang kita tidak bisa menutup mata ada sebagian anaknya yang lain yang nakal. Megawati bukan hanya mampu melahirkan kaum muda andal, ia juga mulus membimbing anak-anaknya untuk selalu rukun, jauh dari cekcok secara terbuka yang dilatarbelakangi kepentingan individu. Mereka tampak sebagai keluarga utuh dan kompak. Jadi, poin penting dari peran Megawati dalam keluarga PDIP ialah cerita tentang kesuksesan seorang kepala keluarga sekaligus ibu dalam ngopeni anak- anaknya. Ia contoh orangtua tunggal yang tekun, sabar, ulet, berdedikasi, dan tegas mengelola rumah tangganya (PDIP) hingga menjadi keluarga terkemuka dan disegani di negeri ini. Terimpit penderitaan Kalau kita menilik dunia pakeliran, salah satu potret kepala keluarga sekaligus ibu (single parent) yang sukses mengantarkan anak-anaknya menjadi kesatria-kesatria pinunjul ialah Kunti Talibrata. Dalam keteduhan belaiannya, kelima anaknya, dua di antaranya anak tiri, menjadi insan-insan berbudi luhur nan pilih tandhing. Padahal, mereka hidup dalam keterbatasan dan ancaman. Hampir lebih dari separuh usia mereka, Kunti dan anak-anaknya (Pandawa) menapaki hidup dalam kesengsaraan. Namun, inilah kuncinya, Kunti piawai mengolah alam kepahitan tersebut menjadi gelanggang mesu budi sekaligus pendadaran jiwa anak- anaknya. Kalau umumnya titah akan gampang mengumpat dan ngundat-ngundat kodrat (mengeluh) karena nasib yang dirasakan sulit, Kunti bersikap sebaliknya. Ia tawakal dan sabar. Situasi dan kondisi yang mengimpitnya justru ia jadikan jalan terbaik guna menggayuh kemuliaan hidup sejati. Dalam khazanah budaya kita, sikap itu disebut manjing dadi laku. Praktis sejak ditinggal mati suaminya, Raja Astina Pandudewanata, Kunti dan kelima anaknya terlunta-lunta. Kunti harus menghidupi, mendidik, dan membesarkan anak-anaknya itu. Jadi, statusnya bukan hanya sebagai ibu, melainkan juga kepala keluarga. Kunti memilih mengurus sendirian buah hatinya meski banyak pinangan dari banyak jejaka kesatria dan raja binathara. Drama penderitaan mereka bukan disebabkan perilaku satru (musuh). Akan tetapi, itu akibat pokal gawe (tindakan) keluarga Kurawa, yang diotaki Tri Gantalpati alias Sengkuni. Mereka semata- mata ingin menguasai takhta Astina sepeninggal Pandu. Padahal, mereka-- Pandawa dan Kurawa--sama-sama trah Begawan Abiyasa. Sadar akan perilaku asor para keponakannya, Kunti memilih mengalah. Ia tidak ingin mencak-mencak kepada para Kurawa yang merupakan anak-anak kakak iparnya sendiri, Destarastra-Gendari. Kunti menyingkir, keluar dari istana Astina bersama anak-anaknya, menjadi ‘oposisi’. Padahal, berdasarkan konstitusi negara, keluarga Pandawa itulah sejatinya ahli waris kekuasaan Astina. Dalam kamus Kurawa, jika Pandawa masih ada, kekuasaannya atas Astina tidak akan langgeng. Karenanya, satu-satunya jalan harus membinasakan keluarga keturunan Pandu tersebut. Untuk itu, Kurawa menerapkan politik bumi hangus terhadap Pandawa. Itu mulai dari lakon Bale Sigala-gala, Babad Alas Wanamarta, hingga menghukum Pandawa hidup di belantara selama 12 tahun dan satu tahun menyamar. Pada masa-masa sulit itu sesekali Bratasena, anak nomor dua, geram dan berontak ingin menggasak Kurawa. Namun, setiap kali amarahnya membakar, Kunti memadamkan dengan kelembutan. Dibisikinya Bratasena, kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi, budi dayane manungsa tan kuwawa ngungkuli garising kang Kuwasa (gejolak jiwa dan upaya maksimal manusia tidak bisa mengubah takdir). Singkat cerita, Kunti lulus mendidik anaknya menjadi para kesatria yang paling bersinar di jagat dan menjadi titah kekasih dewa. Pada akhirnya pula, Kunti dan anak-anaknya mendapatkan kembali hak mereka atas tahta Astina serta Indraprastha yang sempat dirampas Kurawa. Tulus dan lempeng Dari sikap dan perilakunya, Kunti layak disebut sebagai seorang ibu yang berhati kumala (indah berkemilau). Tiada pikiran, hati, ucapan, dan tindakan yang melenceng dari kaidah keluhuran budi meski terdera penderitaan. Apa pun yang terjadi, Kunti tulus dan lempeng mendarmakan jiwa raganya untuk peradaban mulia. Kunti sangat memahami tidak selamanya perbuatan baik itu linier terkonversikan dengan kenikmatan duniawi. Baginya, itu tidak menjadi masalah karena ia yakin kenikmatan di dunia lamis dan fana. Keyakinannya, ada kehidupan hakiki yang mesti diesti (dituju). (M-3) YUDHISTIRA ANM MASSARDI S ATU demi satu temanku jatuh sakit. Ada yang sakit berkepan- jangan, sakit sebentar, lalu menemui ajal. Ada yang harus dioperasi, sembuh, lalu meninggal juga. Ada yang sekarat, namun tetap bersemangat untuk terus eksis sebagai manusia, sebagai profesional. Aku sendiri, memasuki usia 60, tak terlalu ingin ini-itu. Hanya ingin hidupku punya sedikit arti, dan di hari-hari menuju akhir ini bisa bernapas dengan lancar dan benar. Seumur hidup, baru sekarang aku diberi kesadaran, betapa pentingnya bisa bernapas. Sebelum ini, aku bernapas seolah-olah itu kegiatan rutin yang membosankan dan terpaksa harus dilakukan, karena aku diberi umur untuk hidup? Itu bukan tanggung jawabku, tapi tanggung jawab Sang Pemberi Hidup. Tanggung jawab jantung dan paru-paruku, gen, dan kromosomku. Aku sekadar mengikuti. Tak ubahnya sebuah mesin eksistensial, hanya menjalaninya sesuai sistem yang sudah tersedia untukku, tanpa boleh memilih atau mengoreksinya. Semuanya sudah terprogram sedemikian canggihnya. Ketika tiba-tiba, pada suatu malam, aku merasa sulit bernapas, dan sepanjang malam hingga pagi dibuat tak bisa tidur, aku sungguh-sungguh tak habis pikir: bagaimana mungkin itu bisa terjadi pada diriku, hidupku, napasku, jantung dan paru-paruku? Aku terhenyak. Aku merasa dizalimi. Tanpa izinku, tiba-tiba aku dibikin sesak napas. Berkeringat. Gelisah. Tak bisa tidur. Mimpi buruk! Apalagi hal itu terus berlanjut hingga esok hari. Berulang lagi malam harinya. Hidupku amat tersiksa. Kamar dan tempat tidurku yang empuk dan sejuk pun seolah- olah berubah menjadi sarang hantu yang dipenuhi tangan-tangan setan pencekik. Aku takut! Untuk pertama kalinya, aku dibikin begitu takut menghadapi malam! Aku takut menghadapi waktu tidur! Maka, aku lebih memilih tidur pagi dan siang hari, supaya kalau malam bisa melotot dan melewatinya tanpa ketakutan. Aku bawa laptopku ke tempat tidur. Juga buku-bukuku. Kubeli lampu baca supaya lebih nyaman membaca sambil berbaring. Televisi, mesin pemutar cakram video, koleksi film, kubawa semua ke lantai atas, ke kamar tidurku. Semuanya disiagakan agar aku bisa selamat melewati malam tanpa harus terperangkap mimpi buruk. Gagang tombol kanal televisi selalu ditempatkan di sebelah bantalku. Dan baru sebulan ini aku menjadi penggila siaran sepak bola. Aku jadi penggila Lionel Messi dari Barcelona, sekaligus penggila Cristiano Ronaldo dan Real Madrid. Aku berharap setiap dini hari ada siaran langsung pertandingan bola, berharap laga-laga Piala Dunia segera dimainkan! Aku segera konsultasi ke dokter spesialis jantung karena pertama-tama gejala yang kurasakan adalah jantungku berdetak tak beraturan. Aku mendapatkan obat pengatur detak jantung dan pelega pernapasan. Tapi, itu tidak terlalu menolong. Maka, aku pun pergi ke dokter spesialis paru. Aku dirontgen. Hasilnya, paruku mengalami infeksi dengan banyak bercak lendir. Jantungku membengkak karena harus bekerja terlalu keras memompa darah ke dalam paru yang kembang-kempis dengan berat akibat saluran oksigen yang menyempit. Dokter paru itu memberiku obat pelega pernapasan yang manjur. Menenggak beberapa obatnya sekali saja, aku bisa bernapas lebih baik dan jatuh tertidur. Bahkan, kata istriku, aku sudah bisa mengorok lagi. Satu hal yang sebenarnya tak ingin kuungkapkan di sini adalah fakta ini: aku sudah menjadi perokok berat sejak remaja. Bahkan, aku menjadi pecandu beberapa jenis dan merek rokok sekaligus: rokok keretek ringan, rokok keretek berat, dan rokok putih. Setiap hari aku mengisap tiga jenis rokok secara bergantian, tergantung suasana mulut dan suasana hati, hingga datangnya hari-hari aku tercekik setan pernapasan. Oleh karena itu, aku lalu dipaksa berhenti merokok! Pekan lalu itu, ketika sedang antre menunggu di depan pintu kamar praktik dokter jantung, dokter Ma’mun, di rumah sakit, aku dan istriku sempat bertemu dokter anak-anak kami yang sudah begitu karib, dokter Heru. Melihat dia berjalan ke arah kami, kelihatannya dia baru saja selesai dinas, aku menyapanya. Melihat kami dengan riang dan hangat seperti biasanya, dia langsung bertanya: “Lo, ngapain di sini, Mas? Siapa yang sakit?” “Aku sesak napas, Dok. Mau periksa jantung,” kataku. Dokter Heru langsung duduk dan bertanya penuh perhatian. Kami jelaskan duduk soalnya. Dia tertawa. “Kalau enggak mau mati konyol, ya berhentilah merokok!” katanya. “Selain itu, jangan lupa, setiap siang usahakan bisa tidur sekitar satu atau dua jam. Olahraga lakukan secara teratur. Aku saja tiap hari olahraga boxing,” katanya lagi. *** “Ya, ada bocor kecil di jantung,” kata dokter Ma’mun setelah dengan teliti memeriksaku dengan bantuan alat rekam detak jantung. “Tapi, tenang saja. Itu tidak akan bikin mati!” katanya. Kami tertawa. “Dia merokoknya harus berhenti kan ya, Dok?!” kata istriku yang begitu benci melihatku tak kunjung berhenti merokok. Padahal, lebih dari lima tahun lalu kami berjanji berhenti merokok. Istriku berhasil berhenti merokok, tapi aku terus berlanjut. Istriku berhenti merokok setelah mengalami sesak napas dan bertemu dokter Ma’mun yang juga menemukan kebocoran pada jantungnya. “Memangnya harus ya merokok?” tanya dokter Ma’mun. “Ya, enggak harus sih, Dok,” sahutku sambil menyeringai. “Lah, kalau enggak harus, kenapa merokok?” Aku cuma bisa tertawa bodoh. Ya, ya, ya aku tahu dan aku sadar, sebagai perokok, aku memang bodoh. Merokok memang bukan suatu keharusan. Hanya orang-orang bodoh yang sepenuh kesadaran terus merokok dan sengaja tidak mau berhenti! Padahal, sekarang peringatan di setiap bungkus rokok sudah lebih langsung memvonis: ‘Merokok Membunuhmu!’ Tapi, begitu banyak lelucon yang membela para perokok: Tak pernah ada orang mati sambil merokok. Banyak orang mati yang seumur hidupnya tidak merokok. Banyak orang yang berhenti merokok dan malah mati. Banyak nenek- nenek dan kakek-kakek yang masih hidup karena terus merokok. Banyak bayi yang baru lahir mati, padahal mereka belum sempat merokok. Yang membunuhmu bukan rokok, tapi tsunami, banjir, longsor, bus malam, kereta api, pesawat terbang, sepeda motor, demam berdarah, HIV, gula, duren, satai kambing! Tapi, setelah bertemu dokter Heru dan dokter Ma’mun, dan aku berhasil tidak merokok selama seminggu–itu membuatku merasa jauh lebih bodoh!--aku heran juga. Ternyata begitu mudah berhenti merokok. Aku berhasil tidak merokok! Aku kagum juga pada diriku. Kagum campur tolol. Aku tertawa. (Jadi, serius nih, tidak mau merokok lagi?) Diam-diam, tanpa setahu istri dan ketiga anak kami–yang semuanya sudah menjadi komplotan petugas antirokok yang galak di rumah–aku coba merokok lagi. Malam itu aku sukses menghabiskan tiga batang rokok dalam isapan cepat-cepat. Setiap kali berhasil menghabiskan satu batang, segera aku semprotkan pengharum ruangan. Sebelum naik ke tempat tidur, aku sikat gigi, cuci muka dengan sabun wangi dan berganti baju tidur. Malam itu, aku dengan bahagia menyongsong tidurku. Dan, benar! Malam itu dadaku serasa terbakar! Dadaku terasa mengeras dan memberat. Aku tercekik lagi. Napasku sesak lagi. Tidurku jadi mimpi buruk lagi! Sepanjang malam itu, aku berjuang sendirian. Sebab, untuk meminta tolong kepada istriku, aku malu. Aku memasuki pagi dengan wajah pucat pasi, napas tersengal-sengal, berkeringat dingin, mata berkunang-kunang, pusing. Karena tak tahan menderita lebih lama, aku segera membuat pengakuan dosa dan memohon bantuan istriku untuk segera membawaku ke dokter spesialis paru, di rumah sakit baru, yang lebih dekat dengan rumah kami. Maka, bertemulah aku dengan dokter Etty, dokter paru yang merontgen dan memberiku obat pelega pernapasan yang sangat manjur itu. Seminggu kemudian, aku memilih menjadi manusia bodoh lagi. Aku uji nyali dan uji paru lagi. Kali ini di pagi hari. Aku coba kebiasaan lama, setiap hendak nongkrong di kamar mandi, aku bawa sebatang rokok. Aku menyalakannya sambil berjongkok. Hfffhhh... ternyata memang.... Sekali lagi, seperti yang kalian duga, tujuh jam kemudian aku terbangun dari tidur siangku dengan basah keringat. Jantungku berdegup tak beraturan lagi. “Kamu kenapa, sesak lagi?” istriku bertanya tanpa curiga. Penuh cinta. “Sesak sih, enggak. Cuma detak jantungnya kacau lagi,” kataku. Aku segera ambil alat deteksi tekanan darah digital. Hasilnya: tensi tinggi dan denyut nadi melebihi normal. “Aku juga dulu begitu,” katanya menghibur. “Tidak apa-apa. Yang penting jangan cemas. Kondisi seperti itu akan berulang lagi.” “Oke. Terima kasih, darling,” kataku. Aku diam-diam menggunakan penyemprot pelega pernapasan melalui mulut agar mendapatkan pemulihan segera. Beberapa waktu kemudian, begitu istriku masuk lagi ke kamar, dan berdandan di depan cermin, aku memeluknya dari belakang sambil berbisik, “Kita jadi makan malam di luar, sayangku?” “Enggak usah, deh. Papa istirahat saja dulu,” katanya. ”Mama takut nanti ada apa-apa.” “Yo wis... Besok aja ya,” kataku. “Sekalian malam mingguan. Makan di restoran Korea, ya.” Aku lega dan selamat dari bencana. Malam itu aku naik ke tempat tidur lebih awal. Aku membawa biografi Einstein, fisikawan perokok yang bisa hidup hingga 76 tahun. Ia menolak dioperasi akibat sakit menahun di perutnya. “Tak ada gunanya memperpanjang hidup dalam kepalsuan,” katanya. “Aku sudah menyelesaikan bagianku. Sekarang saatnya untuk pergi. Aku akan melakukannya dengan elegan.” Tapi, sungguh, aku cemas napasku tersengal lagi! Bekasi, 2014 Yudhistira ANM Massardi adalah sastrawan yang telah berkarya sejak 1977. Kini ia mengelola sekolah gratis untuk kaum duafa. Berhati Kumala EKSIS 10 MINGGU, 23 MARET 2014CERPEN PIGURA Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, ketik sebanyak 9.000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media massa lain. Kirim e-mail ke cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id @Cerpen_Mi
  10. 10. LIMA jalur membujur dan melengkung mem- bawa sebuah imajinasi liar yang Sudita Nashar, 52, hadirkan. Dia tak sekadar menyiratkan sebuah tapsiran atas simbol jalan tol (bebas hambatan), tetapi kehadiran garis putus-putus seperti yang ada di lintasan jalan menunjukkan ada sebuah titik yang ingin ia sampaikan. Di bawah jalan itu, seakan ada jalur rel keret melintas. Ada aliran sungai menghiasi peman- dangan sehingga membuat dekorasi begitu kuat Sudita hadirkan lewat suguhan karya terbarunya. Nuansa itu terlihat jelas pada karya Keluar Garis (140x140 cm, 2014) pada pameran tung- galnya di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki (PKJ), Jakarta, 20-28 Maret. Pameran tersebut menghadirkan 22 karya yang dia buat dalam tiga tahun terakhir. Memperhatikan karya Sudita yang sehari- hari berprofesi sebagai pengojek motor di kawasan Jakarta Pusat itu, ada sebuah benang merah yang begitu kuat. Unsur gitar yang lebih kepada deformasi begitu kuat. Tak ayal, karya- karyanya tampak dekoratif. Tengok saja karya lainnya berjudul Menem- bus Batas (140x140 cm) yang begitu kuat dengan deformasi itu. Perubahan bentuk yang ada, yaitu dua gitar yang Sudita hadirkan tampak melengkung tungkainya. Tidak terlihat gitar secara utuh, tetapi itulah Sudita yang mencoba untuk nakal lewat karya-karyanya. Aliran sungai yang sering membanjir di kala hujan deras dia simbolkan lewat bentuk dan ruang meliuk-liuk. Namun, sesungguhnya itu hanya sekadar pemanis yang menjadi ciri khas Sudita. Sudita Nashar, 52, sendiri merupakan putra dari pelukis legendaris dari Jakarta, almarhum Nashar (1928-1995). Sudita belajar melukis sejak 1980, sering mengadakan pameran bersama sejak tahun 1982 - di antaranya TIM, Pasar Seni Jaya Ancol, dan Museum Keramik. Kehadiran Sudita itu memang memiliki corak dekoratif tersendiri. Tak mengherankan, ba- nyak pandangan tentang dirinya yang meru- pakan epigon sang ayah. Nashar merupakan pendiri Pusat Kesenian Jakarta TIM, bersama Osman Effendy, Umat Khayam, dan Ayip Ro- sidi. Dia melukis dengan rasa dan perenungan atas kota yang menjadi tempat tinggalnya sehingga berbeda bentuk dengan ayahnya. “Saya me- mang belajar dari ayah. Namun, saya pastikan lukisan saya berbeda dengan ayah,” tuturnya Sudita di sela-sela pameran. Memang pada beberapa karya, kita bisa me- nemukan karya Sudira yang tampak abstrak dengan corak karya sang ayahnya. Namun lagi- lagi dia enggan mau disebut sebagai peniru. Dia punya rasa tersendiri sehingga bisa mem- bedakan karyanya dengan karya sang ayah. Karya Pemberontakan dalam Diam (140x140 cm), begitu kuat dengan bidang mengisi bidang. Perubahan bentuk itulah yang membuat kriti- kus seni rupa Merwan Yusuf sebagai sebuah pemaksaan bidang. Begitu pula dengan Tertidur (145x145 cm) dan Matahari Tenggelam (140x140 cm). “Objek yang dihadirkan menunjukkan ada perubahan bentuk. Ini saya lihat sebagai karya dekoratif,” nilainya. Sebagai pelukis dan juga pengojek, Sudira menunjukkan diri sebagai sosok pekerja keras. Dia berkarya karena dara seni begitu kuat mengalir di dalam darahnya. Bukan sebagai pengaruh kuat sang ayah, tetapi ada tanggung jawab dan kerja keras yang ingin ia buktikan. Pekerja ngojek sebagai mata pencarian dan melukis sebagai panggilan nurani. (Iwan Kurniawan/M-2) MINGGU, 23 MARET 2014 11TIFA IWAN KURNIAWAN P ERJALANAN sebuah bangsa tak akan lepas dari peranan para pemikir, ilmuwan, sastrawan, hingga seniman. Mereka memiliki ide masing-masing untuk menyuarakan kegundahan dan kritik sosial atas kondisi bangsa. Pembelajaran lewat sastra, misalnya, ma- sih menjadi persoalan yang tak bisa dimung- kiri. Keberadaan sastra tanpa disadari telah memacu perguruan tinggi, terutama untuk menghasilkan alumnus yang kompeten seka- ligus memberikan ruang bagi pecinta sastra mengembangkan profesionalismenya. Lewat Tur Diskusi Kebudayaan yang me- ngupas dunia kesusastraan di Learning Media Center Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, awal pekan ini, ada sebuah kecemasan terha- dap sastrawan-sastrawan tertentu yang masih dilabeli sebagai ‘dewa’ sastra Indonesia. “Pengetahuan mendasar tentang sastra sangat penting. Produktivitas penyair Indonesia sangat luar biasa, termasuk yang plagiasi-plagiasi. Un- tuk memahami puisi secara hakikat dan peta puisi, butuh pengetahuan lebih,” ujar pengajar sastra dari Universitas Indonesia Ibnu Wahyudi di sela-sela acara yang diinisiasi Forum Diskusi Jurnalis Kebudayaan (FDJK) itu. Hadir sebagai pembicara lainnya dalam dis- kusi tersebut, yaitu sastrawan Yudhistira ANM Massardi, ilustrator cerpen Ruddy Pata Areadi, dan dimoderatori Damhuri Muhammad. Acara selama tiga jam itu dibuka oleh Direktur Pem- beritaan Media Indonesia Usman Kansong. Menurut Ibnu, banyak penyair dan prosais yang terlahir dari bakat alam. Namun, terka- dang mereka tak mendapatkan tempat bersas- tra dan berkarya di daerah-daerah tertentu. Tak ayal, bakat itu sering kali tak diimbangi dengan ilmu pengetahuan sehingga terkesan ‘mati sebelum berkembang’. “Mendekatkan sastra kepada penikmat bu- kan saja melalui teori-teori. Namun, langsung bersentuhan dengan karya. Bergaul dengan ba- nyak karya sastra sangat penting. Seberapa pun sumbangan karya sastra melalui media massa, sumbangannya sangat penting bagi dunia pen- didikan,” papar Ibnu. Ibnu mengatakan media se- harusnya bisa memberi ruang untuk sastra dan budaya di dalam rubriknya. Menurutnya, hal ini kelak akan menjadi sumbangan be- sar di dunia pendidikan, khu- susnya bagi mahasiswa sastra. “Selama ini mahasiswa ter- batas pada karya sastra yang itu-itu saja. Penyebabnya, minimnya media yang menyediakan rubrik cerpen atau puisi di halamannya. Jadi ketika mahasiswa disuruh membuat tugas puisi atau cerpen yang diambil dari media, me- reka hanya terbatas pada media yang itu-itu,” terangnya. Selain itu, pentingnya ruang kebudayaan di sebuah media, ditambahkan Ibnu akan mampu memberi peluang bagi para penyair dan cer- penis, yang akan merawat iklim sastra dan melahirkan penulis-penulis baru Pengalaman Tak dapat dimungkiri, keberadaan sastra di tengah masyarakat masih dirasakan hambar. Sebagai negara ketiga alias negara berkem- bang, karya sastra Indonesia terkadang belum bisa menandingi karya sastra di negara-negara maju, semisal Inggris, Rusia, Jerman, China, dan Jepang. Kendati demikian, bukan berarti sastra Indonesia kehi- langan taji dalam kedudukan- nya. Bahasa Indonesia pun telah dipelajari sebagai sebuah kajian khusus di beberapa ne- gara seperti Belanda, Australia, dan Selandia Baru. Terbukti, beberapa sastrawan pernah me- netap dan mengajar hingga meninggal di negeri seberang. Salah satunya, sebut saja sastrawan Achdiat Karta Mihardja yang selama pelarian di ‘Negeri Kanguru’ dilabeli subversif. Sastra sebagai bagian dari pengalaman batin seseorang tak bisa dilepaskan dalam kehidupan ini. Bahkan, karya sastra, berupa puisi kerap disebut sebagai ‘doa’. Begitu pula dengan prosa yang terkadang disebut sebagai ‘sabda’. Semuanya menyimpan pesan atas kebenaran sejati sesungguhnya. “Keberagaman dalam sastra sangat penting sehingga sastra kita akan terasa kuat. Muncul- nya konco(isme) harus disikapi dengan arif sehingga dapat memberikan (pendewasaan),” jelas Yudhistira. Keberadaan sastra memang masih menjadi sebuah momok bagi segelintir orang. Namun, sastra juga menjadi sebuah nilai positif bagi sebagian lainnya. Tak mengherankan, puisi dan cerpen tak bisa berdiri sendiri tanpa adanya ilustrasi sebagai jembatan. “Ilustrasi itu sebagai inti untuk menghubung- kan pembaca awam. Ini yang membuat saya harus membaca baik-baik suatu karya sebelum divisualkan lewat gambar,” timpal Ruddy. Meski sastra telah mengalami kemajuan. Na- mun dalam literasi dunia, belum ada sastrawan Indonesia yang meraih Penghargaan Nobel Ke- susastraan. Di Asia, ada nama-nama seperti Mo Yan (China, 2012), Kawabata Yasunari (Jepang, 1968), dan Rabindranath Tagore (India, 1913). Sudah bukan waktunya kita menabur benih di semak belukar. (M-2) miweekend@mediaindonesia.com Ruang, Sabda, dan RohSastra Karya sastra sejatinya menjadi bagian perubahan dalam perjalanan bangsa. Ada imajinasi mendalam atas pengalaman yang selalu disuarakan dari masa ke masa. PengojekdanDekoratifnya Keberadaan sastra tanpa disadari telah memacu perguruan tinggi, terutama untuk menghasilkan alumnus yang kompeten. DISKUSI KEBUDAYAAN: Penyair Hanna Fransisca membuka Diskusi Kebudayaan dengan puisi berjudul Air Mata Tanah Air di Gedung MI Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (18/3). Diskusi yang digagas Forum Diskusi Jurnalis Kebudayaan membahas tema Sastra dan Dunianya. MI/ADAM DWI LUKISAN ABSTRAK: Pengunjung mengamati lukisan tunggal karya Sudita Nashar di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, (21/3). Pameran ini menampilkan karya abstrak dan semi abstrak . MI/ATET DWI PRAMADIA Pendiri: Drs. H. Teuku Yousli Syah MSi (Alm) Direktur Utama: Lestari Moerdijat Direktur Pemberitaan/Penanggung Jawab: Usman Kan- song Dewan Redaksi Media Group: Saur M. Hutabarat (Ketua), Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Elman Saragih, Lau- rens Tato, Lestari Moerdijat, Rahni Lowhur Schad, Suryoprato- mo, Toeti P. Adhitama, Usman Kansong Redaktur Senior: Elman Saragih, Gaudensius Suhardi, Lau- rens Tato Kepala Divisi Pemberitaan: Abdul Kohar Kepala Divisi Content Enrichment: Teguh Nirwahyudi Kepala Divisi Artistik & Foto: Hariyanto Asisten Kepala Divisi Pemberitaan: Ade Alawi, Haryo Prase- tyo, Jaka Budisantosa, Ono Sarwono, Rosmery C. Sihombing, Tjahyo Utomo Kepala Sekretariat Redaksi: Sadyo Kristiarto Kebon Jeruk: 117-009-500-9098; BCA - Cab. Sudirman: 035- 306-5014, Diterbitkan oleh: PT Citra Media Nusa Purnama, Jakarta, Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan/Sirkulasi: Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11520, Telepon: (021) 5812088 (Hunting), Fax: (021) 5812105 (Redaksi) e-mail: redaksi@ mediaindonesia.com, Percetakan: Media Indonesia, Jakarta, ISSN: 0215-4935, Website: www.mediaindonesia.com, DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, WAR- TAWAN MEDIA INDONESIA DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU ME- MINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN Redaktur: Agus Mulyawan, Ahmad Punto, Anton Kustedja, Aries Wijaksena, Cri Qanon Ria Dewi, Denny Parsaulian Sinaga, Eko Rah- mawanto, Eko Suprihatno, Hapsoro Poetro, Ida Farida, Iis Zatnika, Irana Shalindra, Jerome E. Wirawan, M. Soleh, Mathias S. Brahmana, Mirza Andreas, Patna Budi Utami, Santhy M. Sibarani, Soelistijono, Sitria Hamid, Wendy Mehari Utami, Widhoroso, Windy Dyah Indri- antari Staf Redaksi: Adam Dwi Putra, Agung Wibowo, Ahmad Maulana, Akhmad Mustain, Anata Syah Fitri, Anshar Dwi Wibowo, Arief Hul- wan Muzayyin, Asep Toha, Asni Harismi, Bintang Krisanti, Corne- lius Eko, Daniel Wesly Rudolf, Deri Dahuri, Dian Palupi, Dika Dania Kardi, Dinny Mutiah, Dwi Tupani Gunarwati, Emir Chairullah, Eni Kartinah, Fardiansah Noor, Gayatri Suroyo, Ghani Nurcahyadi, Gino F. Hadi, Hafizd Mukti Ahmad, Heni Rahayu, Heryadi, Hillarius U. Gani, Iwan Kurniawan, Jajang Sumantri, Jonggi Pangihutan M, Mo- hamad Irfan, Muhamad Fauzi, Nurulia Juwita, Panca Syurkani, Per- mana Pandega Jaya, Raja Suhud V.H.M, Ramdani, Rommy Pujianto, Rudy Polycarpus, Sabam Sinaga, Selamat Saragih, Sidik Pramono, Siswantini Suryandari, Siska Nurifah, Sugeng Sumariyadi, Sulaiman Basri, Sumaryanto, Susanto, Syarief Oebaidillah, Thalatie Yani, Us- man Iskandar, Zubaedah Hanum Biro Redaksi: Dede Susianti (Bogor) Eriez M. Rizal (Bandung); Kisar Rajagukguk (Depok); Firman Saragih (Karawang); Sumantri Handoyo (Tangerang); Yusuf Riaman (NTB); Baharman (Palem- bang); Parulian Manulang (Padang); Haryanto (Semarang); Wi- djajadi (Solo); Faishol Taselan (Surabaya) METROTVNEWS.COM News: Khudori Redaksi: Agus Triwibowo, Asnawi Khaddaf, Basuki Eka P, Deni Fauzan, Henri Salomo, Irvan Sihombing, Laila B, Rizky Yanuardi, Sjaichul, Wily Haryono, Wisnu AS, Retno Hemawati, Nurtjahyadi, Afwan A, Andrie, Donny Andhika, Fario Untung, Prita Daneswari, Rita Ayuningtyas, Torie Natallova DIVISI TABLOID, MAJALAH, DAN BUKU (PUBLISHING) Kepala Divisi: Budiana Indrastuti Asisten Kepala Divisi: Mochamad Anwar Surahman, Victor JP Nababan Redaktur: Agus Wahyu Kristianto, Lintang Rowe, Sri Purwandhari CONTENT ENRICHMENT Periset: Heru Prasetyo (Redaktur), Desi Yasmini S, Gurit Adi Suryo Bahasa: Dony Tjiptonugroho (Redaktur), Aam Firdaus, Adang Iskandar, Henry Bachtiar, Ni Nyoman Dwi Astarini, Riko Alfonso, Suprianto ARTISTIK Asisten Kepala Divisi: Rio Okto Waas Redaktur: Annette Natalia, Donatus Ola Pereda, Gatot Purnomo, Marjuki, Prayogi, Ruddy Pata Areadi Staf Redaksi: Ali Firdaus, Ami Luhur, Ananto Prabowo, Andi Nursandi, Bayu Aditya Ramadhani, Bayu Wicaksono, Briyan Bodo Hendro, Budi Setyo Widodo, Catherine Siahaan, Dedy, Dharma Soleh, Endang Mawardi, Fredy Wijaya, Gugun Permana, Hari Syahri- ar, Haris Imron Armani, Haryadi, Marionsandez G, M. Rusli, Muhamad Nasir, Muhamad Yunus, Nana Sutisna, Novi Hernando, Nurkania Ismono, Putra Adji, Rugadi Tjahjono, Seno Aditya, Tutik Sunarsih, Warta Santosi Olah Foto: Saut Budiman Marpaung, Sutarman PENGEMBANGAN BISNIS Kepala Divisi Marketing Communication: Fitriana Saiful Bachri Kepala Divisi Iklan: Gustaf Bernhard R Asisten Kepala Divisi Iklan: Wendy Rizanto Perwakilan Bandung: Aji Sukaryo (022) 4210500; Surabaya: Tri Febrianto (031) 5667359; Yogyakarta: Andi Yudhanto (0274) 523167. Telepon/Fax Layanan Pembaca: (021) 5821303, Telepon/ Fax Iklan: (021) 5812107, 5812113, Telepon Sirkulasi: (021) 5812095, Telepon Distribusi: (021) 5812077, Telepon Per- cetakan: (021) 5812086, Harga Langganan: Rp67.000 per bu- lan (Jabodetabek), di luar P. Jawa + ongkos kirim, No. Rekening Bank: a.n. PT Citra Media Nusa Purnama Bank Mandiri - Cab. Taman

×