SlideShare a Scribd company logo
1 of 11
Tugas
FIQIH IBADAH
“ Puasa Pada Umumnya”
OLEH :
RINO MUHAMMAD IKSAN
DAR MAN.S MARDIAH
ASRAN IN INDRIYANI
JUFRIADI MISNAWATI
TINO MUHAMMAD RIDWAN
JURUSAN TARBIYAH ( KI I C )
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )
SULTAN QAIMUDDIN
KENDARI
2012
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji dan syukur atas Kehadirat Allah SWT, karena
dengan izin dan Rahmat-Nyalah sehingga dapat telah menyelesaikan penyusunan
laporan yang berjudul “ Puasa pada umumnya “ merupakan salah satu tugas yang
di berikan dari dosen mata kuliah Fiqhi Ibadah. Serta tidak lupa penulis
menuturkan shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada junjungan Nabi
Besar Muhammad SAW.
Keberhasilan penulis dalam penyusunan makalah ini adalah berkat
bimbingan, arahan, petunjuk serta bantuan yang penulis terima selama menempuh
pendidikan perguruan tinggi, maka patutlah kiranya saya menyampaikan ucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada
Pak Idris s.pd.Selaku Dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan
pengarahan sejak awal penulisan makalah sampai selesai.
Penulis menyadari bahwa dari makalah yang dibuat ini masih jauh dari
pada kesempurnaan, maka dari itu kami kami mengharapkan kritik dan saran dari
pihak manapun yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah kami
untuk kedepannya
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya
Amin ya Robbal alamiin…
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Konsepsi puasa dalam pemaknaan istilah seringkali dimaknai dalam
pengertian sempit sebagai suatu prosesi menahan lapar dan haus serta yang
membatalkan puasa yang dilakukan pada bulan ramadhan.Padahal hakekat puasa
yang sebenarnya adalah menahan diri untuk melakukan perbuatan yang dilarang
oleh agama.
Selain itu, puasa juga memberikan ilustrasi solidaritas muslim terhadap
umat lain yang berada pada kondisi hidup miskin. Dalam konteks ini, interaksi
sosial dapat digambarkan pada konsepsi lapar dan haus yang dampaknya akan
memberikan kemungkinan adanya tenggang rasa antar umat manusia.
Pengkajian tentang hakekat puasa ini dapat dikatakan universal dan meliputi
seluruh kehidupan manusia baik kesehatan, interaksi sosial, keagamaan, ekonomi,
budaya dan sebagainya. Begitu universal dan kompleksnya makna puasa
hendaknya menjadi acuan bagi muslim dalam mengimplementasikannya pada
kehidupan sehari-hari. Dengan pengertian lain puasa dapat dijadikan pedoman
hidup.
B. Rumusan Masalah
a.Bagaimana Pengertian puasa ?
b.Bagaimana syarat, Sunat dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa?
c.Bagaimana Hikmah berpuasa?
d. Bagaimana menentukan hilal ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengetian Puasa
Menurut bahasa (etimologis) Shyam atau puasa berarti menahan diri dan
menurut syara (ajaran agama), puasa adalah menahan diri dari segala yang
membatalkanya dari mulai terbit fajar hingga ternenam matahari karena Allah
SWT semata-mata dan disertai niat dan syarat “tertentu” Puasa adalah ibadah
pokok yang di tetapkan sebagain salah satu rukun Islam atau rukun Islam yang
ketiga. Puasa dalam bahasa arab secara arti kata bermakna menahan dan diam
dalam segala bentuknya, termasuk menahan atau diam dari berbicara .
Dan secara terminology (Istilah) para ulama mengartikan puasa adalah
menahan diri dari segala makan, minum dan berhubungan seksual mulai dari
terbit fajar sampai terbenam matahari dengan syarat-syarat yang telah
ditentukan.Kaum Muslimin diwajibkan puasa Ramadan yang lamanya sebulan
yang dilaksanakan setiap harinya dari terbit fajar pagi hingga terbenam matahari.
Berdasarkan berbagai pengertian diatas dapat dikatakan bahwa puasa pada
dasarnya mengandung pengertian menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan
yang dilarang oleh syariat agama. Dasar hukum Puasa tersebut dinyatakan
berdasarkan sabda Nabi yang dinyatakan dalam hadist bahwa Islam dai bangun
atas lima tiang (Rukun Islam) dan firman Allah dalam sura Al- Baqarah ayat 183
Artinya : Hai orang-orang yang beriman sebagaimana diwajibkan atas orang-
orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.(Albaqarah- 183)
Puasa terdiri dari dua yakni puasa wajib dan puasa sunnat. Puasa wajib terdiri dari
Puasa Ramadhan, Puasa Kafarat, Puasa Nazar dan Puasa sunnat
Menurut syara, Syarat puasa diwajibkan pada seseorang muslim (Beragama
Islam), telah mencapai usia Baligh (sampai umur) atau tidak diwajibkan anak-
anak, Aqil (berakal) tidak diwajibkan bagi orang gila, Kuasa mengerjakannya,
Suci dari haidh dan nifas bagi perempuan, Pada waktu yang diperbolehkan puasa
Rukun (Fardhu) Puasa terdiri dari :
Niat pada malamnya yaitu mengejakan dalam hati pada tiap-tiap malam puasa,
waktunya dari tenggelam matahari hingga fajar.Menahan diri dari segala yang
membatalkannya.
Islam tidak boleh berpuasa Orang sakit
1. Berpergian atau musafir
2. Berusia lanjut yang tidak kuat berpuasa
3. WanitaHamil
4. Wanita yang menyusui anaknya
Dan yang tidak berpuasa diwajibkan Qadha atau mengganti puasa sesudah bulan
Ramadan. Bila seorang muslim tidak dapat menjalankan ibdah puasa karena satu
dan lain hal maka ia di wajibkan membayar Fidyah. Orang-orang yang berpuasa
yang membayar fidyah (denda) setiap harinya sebanyak 1 mud (3/4 – 1 liter
makanan) yaitu :
1. Orang-orang yang tidak kuat berpuasa
2. Sakit menahan yang tidak dapat sembuh
3. Wanita yang menyusui atau mengandung yang khawatir akan anaknya jika
wanita tersebut berpuasa bisa menggangu kesehatan anak yang di susuinya atau
yang dikandungnya
B.Sunat Puasa dan Puasa Sunat
 Sunat puasa
Adapun sunat dalam puasa yaitu sebagai berikut :
1. Jika telah terbenam matahari dengan penuh keyakinan maka disunatkan untuk
segera berbuka.
2. Berdoa ketika akan berbuka puasa dengan membaca yang artinya: Ya Allah
kepadamulah aku berpuasa dan atas rezkimu aku berbuka.
3.Melambatkan makan sahur dengan syarat sebelum fajar pagi kelihatan
4.Mengajak orang lain pada orang lain yang berpuasa
5.Meninggalkan kebohongan atau membicarakan keburukan orang lain karena
bisa merusak pahala puasanya
6.Berbuka dengan kurma dan jika tidak ada maka dengan makanan dan minuman
yang manis dan jika tidak ada cukup denganair.
7.Bersedekah, berzikir, membaca Alquran, mempelajari dan mengajarkan isi
alquran, bershalat tarawih, dan shalat-shalat sunat yang lain.
 Puasa Sunat
Adapun puasa sunat yang dianjurkan untuk kita kerjakan yaitu sebagai
berikut:
1.Puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah/ selain mereka yang berhaji)
2.Puasa 6 hari dalam bulan syawal
3.Puasa tanggal 13,14, dan 15 pada tiap-tiap bulan Qamariah
4.Puasa hari senin dan kamis
5.Puasa pada bulan Dzulhijjah, Dzulqaidah, Rajab, Sya’ban dan 10 Muharram
Hari-hari yang di haramkan berpuasa
1.Hari raya Idul Fitri
2.Berpuasa pada hari-hari tasyriq yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah
I’tikaf
I’tikaf yaitu tinggal di mesjid yang hukumnya sunat serta disyariatkan
sebagai seorang Islam, berakal, suci dari hadats besar dan harus ada niat.
Dan I’tikaf tersebuit dapat dilaksanakan pada segala waktu terutama p[ada tanggal
21 Ramadhan ke atas. Seseorang bisa dinyatakan telah melakukan I’tikaf
walaupun hanya sebentar tetapi harus diusahakan untuk tinggal sementara waktu
dalam keadaan suci dari haid, nifas ataupun junub.Dan yang membatalkan I’tikaf
adalah bersenggama atau keluar dari mesjid dengan tidak ada halangan.
C. Hikmah Puasa
Hikmah Puasa diantaranya:
 Puasa adalah suatu ibadah sebagai sarana pernyataan syukur seseorang
hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan
 Puasa merupakan sarana mendidik manusia agar menjaga/ melaksanakan
amanah Allah SWT dengan penuh disiplin sehingga ia tidak akan
menghianati amanah Allah SWT
 Puasa sebagai sarana menyehatkan jasmani dan rohani manusia.
 Puasa sebagai sarana pula menenangkan dorongan syahwat seksual
instink.
D. Ketetapan Hilal
Hilal ramadhan ditetapkan dengan cara–cara sebagai berikut:
a. Penglihatan Mata (Rukyah)
Imam shadiq berkata” jika kamu melihat hilal (ramadhan) maka berpuasalah dan
jika kamu melihatnya (hilal bulan syawal) maka berbukalah“. Sedangkan hadits,
berpuasalah kalian karma melihat bulan (hilal bulan ramadhan dan berbukalah
karena melihat bulan (hilal syawa)”, telah mencapai tingkat mutawatir dan beredar
disetiap lisan.
b. Syiya’ (Ketenaran)
Yang dimaksud dengan syiya adalah hilal dapat ditetapkan dengannya , bukanlah
berpuasanya sekelompok orang atau penduduk suatu tempat berdasarkan pada
keputusan seseorang yang baik bahwa besok masih ramadhan, atau tidak
berpuasanya mereka itu berdasarkan ketentuan itu bahwa besok sudah syawal.
Tetapi syiya adalah hendaknya hilal dilihat oleh umum, bukan satu orang saja.
c. Menyempurnakan Bilangan
Diantara cara menetapkan hilal, ialah menyempurnakan bilangan. Bulan
Qamariyah manapun, apabila awal harinya telah diketahui maka dia akan habis
dengan berlalunya 30 hari. Hari berikutnya berarti sudah masuk bulan berikutnya,
sebab jumlah hari bulan Qamariyah tidak akan lebih dari 30 dan tidak kurang dari
29 hari. Jika awal Syaban telah diketahui maka hari ke-31 nya pasti sudah masuk
satu ramadhan .Demikian pula jika telah kita ketahui awal ramadhan maka hari
ke-31 nya bisa kita pastikan sebagai tanggal 1 syawal.
d. Bayyinah Syar’iyyah(Bukti Syar’i)
Hilal bisa juga dipastikan dengan kesaksian dua orang lelaki yang adil (inilah
yang disebut bayyinah syar’iyyah), dan juga kesaksian para perempuan yang
terpisah dengan lelaki ataupun bergabung dengan mereka. Siapa saja yang yakin
akan keadilan dua orang saksi tersebut maka ia harus mengamalkannya.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Kaum muslimin diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan yakni menahan diri
Adari segala sesuatu yang membatalkannya sejak terbit fajar pagi hingga
terbenam matatahari.
melaksanakan puasa Ramadhan dapat melatih kesabaran karena bisa
mengendalikan diri, menimbulkan sikap jujur, dan berakhlak baik tanpa
pengawasan orang lain.
B. Saran
Memaknai puasa tidak saja sekedar pengertian harafiah saja tetapi lebih pada
kandungan falsafah yang ada didalamnya.
DAFTAR PUSTAKA
Majid, Nurcholis, 2003, Rukun Islam, Surabaya, Pustaka Visi Global,
Syarifuddin, Amir, 2003, Garis-Garis Besar Fiqih, Bandung, Kencana,
Diposkan oleh Amir STAIN Kendari di 19:02

More Related Content

What's hot

What's hot (19)

Makalah puasa 2
Makalah puasa 2Makalah puasa 2
Makalah puasa 2
 
KAJIAN UTAMA EDISI JULI 2015
KAJIAN UTAMA EDISI JULI 2015 KAJIAN UTAMA EDISI JULI 2015
KAJIAN UTAMA EDISI JULI 2015
 
Kuliah Mingguan: Fiqh Wanita (Siri 1)
Kuliah Mingguan: Fiqh Wanita (Siri 1)Kuliah Mingguan: Fiqh Wanita (Siri 1)
Kuliah Mingguan: Fiqh Wanita (Siri 1)
 
Makalah puasa
Makalah puasaMakalah puasa
Makalah puasa
 
Syarifudin, merawat jiwa
Syarifudin, merawat jiwaSyarifudin, merawat jiwa
Syarifudin, merawat jiwa
 
Syarifudin, membersihkan jiwa dengan berkahnya al quran
Syarifudin, membersihkan jiwa dengan berkahnya al quranSyarifudin, membersihkan jiwa dengan berkahnya al quran
Syarifudin, membersihkan jiwa dengan berkahnya al quran
 
Puasa bagian dari rukun islam
Puasa bagian dari rukun islamPuasa bagian dari rukun islam
Puasa bagian dari rukun islam
 
Makalah puasa menurut pandangan hadits
Makalah puasa menurut pandangan haditsMakalah puasa menurut pandangan hadits
Makalah puasa menurut pandangan hadits
 
Materi fiqh word
Materi fiqh wordMateri fiqh word
Materi fiqh word
 
Makalah puasa
Makalah puasaMakalah puasa
Makalah puasa
 
Kelas 08 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bab 2
Kelas 08 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bab 2Kelas 08 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bab 2
Kelas 08 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bab 2
 
Kelas 08 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bab 10
Kelas 08 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bab 10Kelas 08 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bab 10
Kelas 08 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bab 10
 
Syarat,rukun,batal puasa
Syarat,rukun,batal puasaSyarat,rukun,batal puasa
Syarat,rukun,batal puasa
 
Ppt puasaaaa
Ppt puasaaaaPpt puasaaaa
Ppt puasaaaa
 
SK-KD Agama Islam SMP
SK-KD Agama Islam SMPSK-KD Agama Islam SMP
SK-KD Agama Islam SMP
 
Materi fiqih kelas MI kelas 3
Materi fiqih kelas MI kelas 3Materi fiqih kelas MI kelas 3
Materi fiqih kelas MI kelas 3
 
Bab 2 materi sholat sunnah
Bab 2 materi sholat sunnahBab 2 materi sholat sunnah
Bab 2 materi sholat sunnah
 
Makalah fiqih puasa
Makalah fiqih puasaMakalah fiqih puasa
Makalah fiqih puasa
 
Sholat sunnah
Sholat sunnahSholat sunnah
Sholat sunnah
 

Similar to PUASA

Fiqih Bab 2 Kelas 8
Fiqih Bab 2 Kelas 8Fiqih Bab 2 Kelas 8
Fiqih Bab 2 Kelas 8Jusuf AN
 
Fiqh puasa kelompok 2
Fiqh puasa kelompok 2Fiqh puasa kelompok 2
Fiqh puasa kelompok 2NavenAbsurd
 
Fiqh Ibadah Puasa
Fiqh Ibadah PuasaFiqh Ibadah Puasa
Fiqh Ibadah Puasafaqihsiroj
 
Impak Puasa Terhadap Muslim
Impak Puasa Terhadap MuslimImpak Puasa Terhadap Muslim
Impak Puasa Terhadap MuslimAnis Nabilah
 
Buku Kegiatan Ramadhan - SD.docx
Buku Kegiatan Ramadhan - SD.docxBuku Kegiatan Ramadhan - SD.docx
Buku Kegiatan Ramadhan - SD.docxssuserb565d4
 
[AGAMA] Puasa (Jenis-Jenis, Syarat, Rukun, Sunnah Puasa, dll)
[AGAMA] Puasa (Jenis-Jenis, Syarat, Rukun, Sunnah Puasa, dll)[AGAMA] Puasa (Jenis-Jenis, Syarat, Rukun, Sunnah Puasa, dll)
[AGAMA] Puasa (Jenis-Jenis, Syarat, Rukun, Sunnah Puasa, dll)Hana Medina
 
BUKU KEGIATAN BULAN RAMADHAN untuk sekolah 2.docx
BUKU KEGIATAN BULAN RAMADHAN untuk sekolah 2.docxBUKU KEGIATAN BULAN RAMADHAN untuk sekolah 2.docx
BUKU KEGIATAN BULAN RAMADHAN untuk sekolah 2.docxBarikGhofur
 
E-Book [Bekal Puasa] - Fawaed Syafi'iyyah.pdf
E-Book [Bekal Puasa] - Fawaed Syafi'iyyah.pdfE-Book [Bekal Puasa] - Fawaed Syafi'iyyah.pdf
E-Book [Bekal Puasa] - Fawaed Syafi'iyyah.pdfjarottrihatmoko1
 
Buku Kegiatan Ramadhan - Versi 2.docx
Buku Kegiatan Ramadhan - Versi 2.docxBuku Kegiatan Ramadhan - Versi 2.docx
Buku Kegiatan Ramadhan - Versi 2.docxmohfarkun
 
Id tujuh puluh_masalah_seputar_puasa
Id tujuh puluh_masalah_seputar_puasaId tujuh puluh_masalah_seputar_puasa
Id tujuh puluh_masalah_seputar_puasayanto abdulah
 
Puasa.pptx
Puasa.pptxPuasa.pptx
Puasa.pptxMeeMem
 

Similar to PUASA (20)

Pelajaran 4.pptx
Pelajaran 4.pptxPelajaran 4.pptx
Pelajaran 4.pptx
 
Fiqih Bab 2 Kelas 8
Fiqih Bab 2 Kelas 8Fiqih Bab 2 Kelas 8
Fiqih Bab 2 Kelas 8
 
Fiqh puasa kelompok 2
Fiqh puasa kelompok 2Fiqh puasa kelompok 2
Fiqh puasa kelompok 2
 
Fiqh Ibadah Puasa
Fiqh Ibadah PuasaFiqh Ibadah Puasa
Fiqh Ibadah Puasa
 
Impak Puasa Terhadap Muslim
Impak Puasa Terhadap MuslimImpak Puasa Terhadap Muslim
Impak Puasa Terhadap Muslim
 
Makalah puasa
Makalah puasaMakalah puasa
Makalah puasa
 
Buku Kegiatan Ramadhan - SD.docx
Buku Kegiatan Ramadhan - SD.docxBuku Kegiatan Ramadhan - SD.docx
Buku Kegiatan Ramadhan - SD.docx
 
[AGAMA] Puasa (Jenis-Jenis, Syarat, Rukun, Sunnah Puasa, dll)
[AGAMA] Puasa (Jenis-Jenis, Syarat, Rukun, Sunnah Puasa, dll)[AGAMA] Puasa (Jenis-Jenis, Syarat, Rukun, Sunnah Puasa, dll)
[AGAMA] Puasa (Jenis-Jenis, Syarat, Rukun, Sunnah Puasa, dll)
 
Agama agus[1]
Agama agus[1]Agama agus[1]
Agama agus[1]
 
Buku Kegiatan Ramadhan
Buku Kegiatan Ramadhan Buku Kegiatan Ramadhan
Buku Kegiatan Ramadhan
 
BUKU KEGIATAN BULAN RAMADHAN untuk sekolah 2.docx
BUKU KEGIATAN BULAN RAMADHAN untuk sekolah 2.docxBUKU KEGIATAN BULAN RAMADHAN untuk sekolah 2.docx
BUKU KEGIATAN BULAN RAMADHAN untuk sekolah 2.docx
 
E-Book [Bekal Puasa] - Fawaed Syafi'iyyah.pdf
E-Book [Bekal Puasa] - Fawaed Syafi'iyyah.pdfE-Book [Bekal Puasa] - Fawaed Syafi'iyyah.pdf
E-Book [Bekal Puasa] - Fawaed Syafi'iyyah.pdf
 
Buku Kegiatan Ramadhan - Versi 2.docx
Buku Kegiatan Ramadhan - Versi 2.docxBuku Kegiatan Ramadhan - Versi 2.docx
Buku Kegiatan Ramadhan - Versi 2.docx
 
puasa~
puasa~puasa~
puasa~
 
Makalah puasa
Makalah puasaMakalah puasa
Makalah puasa
 
materi puasa.pdf
materi puasa.pdfmateri puasa.pdf
materi puasa.pdf
 
Puasa
PuasaPuasa
Puasa
 
Id tujuh puluh_masalah_seputar_puasa
Id tujuh puluh_masalah_seputar_puasaId tujuh puluh_masalah_seputar_puasa
Id tujuh puluh_masalah_seputar_puasa
 
Puasa.pptx
Puasa.pptxPuasa.pptx
Puasa.pptx
 
Puasa.ppt
Puasa.pptPuasa.ppt
Puasa.ppt
 

More from Rinoputra Stain

Modul proses terjadinya fotosintesi tumbuhan
Modul proses terjadinya fotosintesi tumbuhanModul proses terjadinya fotosintesi tumbuhan
Modul proses terjadinya fotosintesi tumbuhanRinoputra Stain
 
Makalah proses penyusunan modul
Makalah proses penyusunan modulMakalah proses penyusunan modul
Makalah proses penyusunan modulRinoputra Stain
 
Makalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabi
Makalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabiMakalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabi
Makalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabiRinoputra Stain
 
Makalah paham ahlussunnah waljama
Makalah paham ahlussunnah waljamaMakalah paham ahlussunnah waljama
Makalah paham ahlussunnah waljamaRinoputra Stain
 
Tgs mklh dsr dsr pendidikan kel. v
Tgs mklh dsr dsr pendidikan kel. vTgs mklh dsr dsr pendidikan kel. v
Tgs mklh dsr dsr pendidikan kel. vRinoputra Stain
 

More from Rinoputra Stain (8)

Modul proses terjadinya fotosintesi tumbuhan
Modul proses terjadinya fotosintesi tumbuhanModul proses terjadinya fotosintesi tumbuhan
Modul proses terjadinya fotosintesi tumbuhan
 
Makalah proses penyusunan modul
Makalah proses penyusunan modulMakalah proses penyusunan modul
Makalah proses penyusunan modul
 
Makalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabi
Makalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabiMakalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabi
Makalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabi
 
Sejarah buton utara
Sejarah buton utaraSejarah buton utara
Sejarah buton utara
 
Rino metode
Rino metodeRino metode
Rino metode
 
Makalah paham ahlussunnah waljama
Makalah paham ahlussunnah waljamaMakalah paham ahlussunnah waljama
Makalah paham ahlussunnah waljama
 
Tgs mklh dsr dsr pendidikan kel. v
Tgs mklh dsr dsr pendidikan kel. vTgs mklh dsr dsr pendidikan kel. v
Tgs mklh dsr dsr pendidikan kel. v
 
Makalah bimkol
Makalah bimkolMakalah bimkol
Makalah bimkol
 

Recently uploaded

Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdfMateri Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdfKamboja16
 
Tidak ada abstraksi dalam memori sistem operasi .pdf
Tidak ada abstraksi dalam memori sistem operasi .pdfTidak ada abstraksi dalam memori sistem operasi .pdf
Tidak ada abstraksi dalam memori sistem operasi .pdfAnggaaBaraat
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Abdiera
 
Hakikat Penciptaan Manusia - Al-Quran Hadits
Hakikat Penciptaan Manusia - Al-Quran HaditsHakikat Penciptaan Manusia - Al-Quran Hadits
Hakikat Penciptaan Manusia - Al-Quran HaditsBismaAdinata
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxHeriyantoHeriyanto44
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiOviLarassaty1
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptTaufikFadhilah
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxFardanassegaf
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...NiswatuzZahroh
 
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxhentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxKalpanaMoorthy3
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfHeriyantoHeriyanto44
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024MALISAAININOORBINTIA
 
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimAsi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimNodd Nittong
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdfWahyudinST
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Abdiera
 

Recently uploaded (20)

Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdfMateri Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
 
Tidak ada abstraksi dalam memori sistem operasi .pdf
Tidak ada abstraksi dalam memori sistem operasi .pdfTidak ada abstraksi dalam memori sistem operasi .pdf
Tidak ada abstraksi dalam memori sistem operasi .pdf
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
 
Hakikat Penciptaan Manusia - Al-Quran Hadits
Hakikat Penciptaan Manusia - Al-Quran HaditsHakikat Penciptaan Manusia - Al-Quran Hadits
Hakikat Penciptaan Manusia - Al-Quran Hadits
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
 
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxhentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
 
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimAsi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
 

PUASA

  • 1. Tugas FIQIH IBADAH “ Puasa Pada Umumnya” OLEH : RINO MUHAMMAD IKSAN DAR MAN.S MARDIAH ASRAN IN INDRIYANI JUFRIADI MISNAWATI TINO MUHAMMAD RIDWAN JURUSAN TARBIYAH ( KI I C ) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN ) SULTAN QAIMUDDIN KENDARI 2012
  • 2. KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji dan syukur atas Kehadirat Allah SWT, karena dengan izin dan Rahmat-Nyalah sehingga dapat telah menyelesaikan penyusunan laporan yang berjudul “ Puasa pada umumnya “ merupakan salah satu tugas yang di berikan dari dosen mata kuliah Fiqhi Ibadah. Serta tidak lupa penulis menuturkan shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Keberhasilan penulis dalam penyusunan makalah ini adalah berkat bimbingan, arahan, petunjuk serta bantuan yang penulis terima selama menempuh pendidikan perguruan tinggi, maka patutlah kiranya saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Idris s.pd.Selaku Dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan sejak awal penulisan makalah sampai selesai. Penulis menyadari bahwa dari makalah yang dibuat ini masih jauh dari pada kesempurnaan, maka dari itu kami kami mengharapkan kritik dan saran dari pihak manapun yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah kami untuk kedepannya Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya Amin ya Robbal alamiin… Penyusun
  • 3. BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Konsepsi puasa dalam pemaknaan istilah seringkali dimaknai dalam pengertian sempit sebagai suatu prosesi menahan lapar dan haus serta yang membatalkan puasa yang dilakukan pada bulan ramadhan.Padahal hakekat puasa yang sebenarnya adalah menahan diri untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Selain itu, puasa juga memberikan ilustrasi solidaritas muslim terhadap umat lain yang berada pada kondisi hidup miskin. Dalam konteks ini, interaksi sosial dapat digambarkan pada konsepsi lapar dan haus yang dampaknya akan memberikan kemungkinan adanya tenggang rasa antar umat manusia. Pengkajian tentang hakekat puasa ini dapat dikatakan universal dan meliputi seluruh kehidupan manusia baik kesehatan, interaksi sosial, keagamaan, ekonomi, budaya dan sebagainya. Begitu universal dan kompleksnya makna puasa hendaknya menjadi acuan bagi muslim dalam mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari. Dengan pengertian lain puasa dapat dijadikan pedoman hidup. B. Rumusan Masalah a.Bagaimana Pengertian puasa ? b.Bagaimana syarat, Sunat dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa? c.Bagaimana Hikmah berpuasa? d. Bagaimana menentukan hilal ?
  • 4. BAB II PEMBAHASAN A.Pengetian Puasa Menurut bahasa (etimologis) Shyam atau puasa berarti menahan diri dan menurut syara (ajaran agama), puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkanya dari mulai terbit fajar hingga ternenam matahari karena Allah SWT semata-mata dan disertai niat dan syarat “tertentu” Puasa adalah ibadah pokok yang di tetapkan sebagain salah satu rukun Islam atau rukun Islam yang ketiga. Puasa dalam bahasa arab secara arti kata bermakna menahan dan diam dalam segala bentuknya, termasuk menahan atau diam dari berbicara . Dan secara terminology (Istilah) para ulama mengartikan puasa adalah menahan diri dari segala makan, minum dan berhubungan seksual mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.Kaum Muslimin diwajibkan puasa Ramadan yang lamanya sebulan yang dilaksanakan setiap harinya dari terbit fajar pagi hingga terbenam matahari. Berdasarkan berbagai pengertian diatas dapat dikatakan bahwa puasa pada dasarnya mengandung pengertian menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh syariat agama. Dasar hukum Puasa tersebut dinyatakan berdasarkan sabda Nabi yang dinyatakan dalam hadist bahwa Islam dai bangun atas lima tiang (Rukun Islam) dan firman Allah dalam sura Al- Baqarah ayat 183 Artinya : Hai orang-orang yang beriman sebagaimana diwajibkan atas orang- orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.(Albaqarah- 183) Puasa terdiri dari dua yakni puasa wajib dan puasa sunnat. Puasa wajib terdiri dari Puasa Ramadhan, Puasa Kafarat, Puasa Nazar dan Puasa sunnat Menurut syara, Syarat puasa diwajibkan pada seseorang muslim (Beragama Islam), telah mencapai usia Baligh (sampai umur) atau tidak diwajibkan anak- anak, Aqil (berakal) tidak diwajibkan bagi orang gila, Kuasa mengerjakannya,
  • 5. Suci dari haidh dan nifas bagi perempuan, Pada waktu yang diperbolehkan puasa Rukun (Fardhu) Puasa terdiri dari : Niat pada malamnya yaitu mengejakan dalam hati pada tiap-tiap malam puasa, waktunya dari tenggelam matahari hingga fajar.Menahan diri dari segala yang membatalkannya. Islam tidak boleh berpuasa Orang sakit 1. Berpergian atau musafir 2. Berusia lanjut yang tidak kuat berpuasa 3. WanitaHamil 4. Wanita yang menyusui anaknya Dan yang tidak berpuasa diwajibkan Qadha atau mengganti puasa sesudah bulan Ramadan. Bila seorang muslim tidak dapat menjalankan ibdah puasa karena satu dan lain hal maka ia di wajibkan membayar Fidyah. Orang-orang yang berpuasa yang membayar fidyah (denda) setiap harinya sebanyak 1 mud (3/4 – 1 liter makanan) yaitu : 1. Orang-orang yang tidak kuat berpuasa 2. Sakit menahan yang tidak dapat sembuh 3. Wanita yang menyusui atau mengandung yang khawatir akan anaknya jika wanita tersebut berpuasa bisa menggangu kesehatan anak yang di susuinya atau yang dikandungnya
  • 6. B.Sunat Puasa dan Puasa Sunat  Sunat puasa Adapun sunat dalam puasa yaitu sebagai berikut : 1. Jika telah terbenam matahari dengan penuh keyakinan maka disunatkan untuk segera berbuka. 2. Berdoa ketika akan berbuka puasa dengan membaca yang artinya: Ya Allah kepadamulah aku berpuasa dan atas rezkimu aku berbuka. 3.Melambatkan makan sahur dengan syarat sebelum fajar pagi kelihatan 4.Mengajak orang lain pada orang lain yang berpuasa 5.Meninggalkan kebohongan atau membicarakan keburukan orang lain karena bisa merusak pahala puasanya 6.Berbuka dengan kurma dan jika tidak ada maka dengan makanan dan minuman yang manis dan jika tidak ada cukup denganair. 7.Bersedekah, berzikir, membaca Alquran, mempelajari dan mengajarkan isi alquran, bershalat tarawih, dan shalat-shalat sunat yang lain.  Puasa Sunat Adapun puasa sunat yang dianjurkan untuk kita kerjakan yaitu sebagai berikut: 1.Puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah/ selain mereka yang berhaji) 2.Puasa 6 hari dalam bulan syawal 3.Puasa tanggal 13,14, dan 15 pada tiap-tiap bulan Qamariah 4.Puasa hari senin dan kamis
  • 7. 5.Puasa pada bulan Dzulhijjah, Dzulqaidah, Rajab, Sya’ban dan 10 Muharram Hari-hari yang di haramkan berpuasa 1.Hari raya Idul Fitri 2.Berpuasa pada hari-hari tasyriq yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah I’tikaf I’tikaf yaitu tinggal di mesjid yang hukumnya sunat serta disyariatkan sebagai seorang Islam, berakal, suci dari hadats besar dan harus ada niat. Dan I’tikaf tersebuit dapat dilaksanakan pada segala waktu terutama p[ada tanggal 21 Ramadhan ke atas. Seseorang bisa dinyatakan telah melakukan I’tikaf walaupun hanya sebentar tetapi harus diusahakan untuk tinggal sementara waktu dalam keadaan suci dari haid, nifas ataupun junub.Dan yang membatalkan I’tikaf adalah bersenggama atau keluar dari mesjid dengan tidak ada halangan. C. Hikmah Puasa Hikmah Puasa diantaranya:  Puasa adalah suatu ibadah sebagai sarana pernyataan syukur seseorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan  Puasa merupakan sarana mendidik manusia agar menjaga/ melaksanakan amanah Allah SWT dengan penuh disiplin sehingga ia tidak akan menghianati amanah Allah SWT  Puasa sebagai sarana menyehatkan jasmani dan rohani manusia.  Puasa sebagai sarana pula menenangkan dorongan syahwat seksual instink.
  • 8. D. Ketetapan Hilal Hilal ramadhan ditetapkan dengan cara–cara sebagai berikut: a. Penglihatan Mata (Rukyah) Imam shadiq berkata” jika kamu melihat hilal (ramadhan) maka berpuasalah dan jika kamu melihatnya (hilal bulan syawal) maka berbukalah“. Sedangkan hadits, berpuasalah kalian karma melihat bulan (hilal bulan ramadhan dan berbukalah karena melihat bulan (hilal syawa)”, telah mencapai tingkat mutawatir dan beredar disetiap lisan. b. Syiya’ (Ketenaran) Yang dimaksud dengan syiya adalah hilal dapat ditetapkan dengannya , bukanlah berpuasanya sekelompok orang atau penduduk suatu tempat berdasarkan pada keputusan seseorang yang baik bahwa besok masih ramadhan, atau tidak berpuasanya mereka itu berdasarkan ketentuan itu bahwa besok sudah syawal. Tetapi syiya adalah hendaknya hilal dilihat oleh umum, bukan satu orang saja. c. Menyempurnakan Bilangan Diantara cara menetapkan hilal, ialah menyempurnakan bilangan. Bulan Qamariyah manapun, apabila awal harinya telah diketahui maka dia akan habis dengan berlalunya 30 hari. Hari berikutnya berarti sudah masuk bulan berikutnya, sebab jumlah hari bulan Qamariyah tidak akan lebih dari 30 dan tidak kurang dari 29 hari. Jika awal Syaban telah diketahui maka hari ke-31 nya pasti sudah masuk satu ramadhan .Demikian pula jika telah kita ketahui awal ramadhan maka hari ke-31 nya bisa kita pastikan sebagai tanggal 1 syawal. d. Bayyinah Syar’iyyah(Bukti Syar’i) Hilal bisa juga dipastikan dengan kesaksian dua orang lelaki yang adil (inilah yang disebut bayyinah syar’iyyah), dan juga kesaksian para perempuan yang
  • 9. terpisah dengan lelaki ataupun bergabung dengan mereka. Siapa saja yang yakin akan keadilan dua orang saksi tersebut maka ia harus mengamalkannya.
  • 10. BAB III PENUTUP A.Kesimpulan Kaum muslimin diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan yakni menahan diri Adari segala sesuatu yang membatalkannya sejak terbit fajar pagi hingga terbenam matatahari. melaksanakan puasa Ramadhan dapat melatih kesabaran karena bisa mengendalikan diri, menimbulkan sikap jujur, dan berakhlak baik tanpa pengawasan orang lain. B. Saran Memaknai puasa tidak saja sekedar pengertian harafiah saja tetapi lebih pada kandungan falsafah yang ada didalamnya.
  • 11. DAFTAR PUSTAKA Majid, Nurcholis, 2003, Rukun Islam, Surabaya, Pustaka Visi Global, Syarifuddin, Amir, 2003, Garis-Garis Besar Fiqih, Bandung, Kencana, Diposkan oleh Amir STAIN Kendari di 19:02