Balance group’s

159 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
159
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Balance group’s

  1. 1. BALANCE Group’s Presentation
  2. 2. BALANCE GROUP
  3. 3. HUBUNGAN ANTARA MANUSIA , MASYARAKAT , DAN HUKUM
  4. 4. MANUSIA SEBAGAI ZOON POLITICON Manusia sebagai makhluk monodualistik : manusia selain sebagai makhluk individu (perseorangan) mempunyai kehidupan jiwa yang menyendiri namun manusia juga sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dari masyarakat.
  5. 5. MENURUT ARISTOTELES (YUNANI, 384-322 SM) Manusia itu adalah ZOON POLITICON artinya bahwa manusia itu sebagai makhluk pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya, jadi makhluk yang suka bermasyarakat.
  6. 6.  Ikatan pertalian darah  Persamaan nasib  Persamaan agama  Persamaa bahasa  Persamaan cita-cita kebudayaan dan  Persamaan keinsyafan bahwa mereka mendiami suatu daerah yang sama. Faktor - faktor pendorong lain untuk hidup bermasyarakat, ialah :
  7. 7. Hukum diartikan sebagai produk keputusan hakim, putusan-putusan yang dikeluarkan hakim dalam menghukum sebuah perkara yang dikenal dengan jurisprudence (yurisprudensi).
  8. 8. MANUSIA DAN HUKUM ADALAH DUA ENTITAS YANG TIDAK BISA DIPISAHKAN. “Ubi societas ibi jus” (di mana ada masyarakat di situ ada hukumnya)
  9. 9. Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat, maka selalu akan dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum. “Ubi societas ibi jus” (di mana ada masyarakat di situ ada hukumnya)
  10. 10. CIRI – CIRI HUKUM Menurut C.S.T. Kansil, S.H Terdapat perintah dan/atau larangan. Perintah dan/atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
  11. 11. Untuk menjamin kelangsungan keseimbangan dalam perhubungan antara anggota masyarakat, diperlukan aturan-aturan hukum yang di adakan atas kehendak dan keinsyafan tiap-tiap anggota masyarakat. Peraturan-peraturan hukum yang bersifat mengatur dan memaksa anggota untuk patuh menaatinya, menyebabkan terdapat keseimbangan dalam tiap perhubungan anggota masyarakat. Setiap hubungan kemasyarakatan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan hukum yang ada dan berlaku dalam masyarakat. T U J U A N H U K U M B A G I M A S Y A R A K A T
  12. 12. Keamanan dalam masyarakat akan selalu kondusif , apabila setiap individu dalam masyarakat tersebut saling menghormati dan menyadari hak dan kewajiban individu lainnya. Bila keamana terganggu, maka masyarakat dengan mudah dipecah belah. Manusia - manusia yang bersifat mementingkan dirinya sendiri dan timbulah pertikaian. Jika keadaan masyarakat terus menerus demikian, maka tidak dapat di katakan, bahwa ada hukum dapat berdiri dengan adil.
  13. 13. THANK YOU FOR YOUR ATTENTION . . .

×