Contoh analisis perjanjian internasional

21,561 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
21,561
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
214
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Contoh analisis perjanjian internasional

  1. 1. PERJANJIAN BILATERAL INDONESIA - JEPANG (IJ-EPA)LATAR BELAKANG Pada bulan Nopember 2004 disela-sela pertemuan APEC, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan mitranya Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe sepakat untuk membahas kemungkinan pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA). Hasil pembicaraan tersebut ditindaklanjuti antara Menteri Perdagangan kedua pihak pada bulan Desember 2004. Sebagai langkah awal adalah diadakannya Joint Study, melalui Joint Study Group Meeting (JSG) sebanyak 3 kali pertemuan informal (Desember 2004- Juli 2005). Hasil JSG merekomendasi manfaat perlunya EPA antara kedua negara berupa Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA), yang kemudian diikuti dengan seri perundingan/negosiasi sebanyak 6 (enam)putaran sejak Juli 2005 sampai dengan November 2006. Pada akhir negosiasi tanggal 24 Nopember 2006 di Tokyo, kedua Chief Negotiator, Ambassador Soemadi DM Brotodiningrat dan Mr. Mitoji YABUNAKA menandatangani Record of Discussion yang mencakup persetujuan prinsip atas bagian- bagian utama dari 13 kelompok negosiasi dan menyepakati untuk melakukan finalisasi dari perjanjian sesegara mungkin. Pada tanggal 21-22 Juni 2007, telah dilakukan negosiasi akhir dalam kerangka wrapup meeting. Hasil negosiasi tersebut berupa Record of Discussions yang kemudian disepakati oleh kedua Chief Negotiator, yaitu Ambassador Soemadi DM Brotodiningrat dan Mr. Masaharu KOHNO, Wakil Menteri Luar Negeri. Hasil tersebut sebagai landasan bagi langkah selanjutnya yang akan menyelesaikan pending issue dan merapikan draft teks dari sisi bahasa dan hukum. IJ-EPA memiliki tiga pilar penting yaitu liberalisasi, fasilitasi perdagangan daninvestasi, dan capacity building. Liberalisasi dilakukan dengan cara menghapuskan/mengurangi hambatan perdagangan dan investasi (bea masuk, memberi kepastian hukum). Menurut Boediono (2001), liberalisasi perdagangan memiliki lima manfaat. Pertama, akses pasar lebih luas sehingga memungkinkan terjadinya efisiensi karena liberalisasi perdagangan cenderung menciptakan pusat-pusat produksi baru yang menjadi lokasi berbagai kegiatan industri yang saling terkait dan saling menunjang sehingga biaya produksi dapat diturunkan. Kedua, iklim usaha menjadi lebih kompetitif sehingga mengurangi kegiatan yang bersifat rent seeking dan mendorong pengusaha untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, bukan bagaimana mengharapkan mendapatkan fasilitas dari pemerintah. Ketiga, arus perdagangan dan investasi yang
  2. 2. lebih bebas mempermudah proses alih teknologi untuk meningkatkan produktivitas danefisiensi. Keempat, perdagangan yang lebih bebas memberikan sinyal harga yang lebih“benar” sehingga meningkatkan efisiensi investasi. Kelima, dalam perdagangan yanglebih bebas kesejahteraan konsumen meningkat karena terbuka pilihan-pilihan baru.Namun untuk dapat berjalan dengan lancar suatu pasar yang kompetitif perlu dukunganperundang-undangan yang mengatur persaingan yang sehat dan melarang praktekmonopoli. Fasilitasi perdagangan merupakan usaha yang dilakukan untuk memperbaikiiklim investasi dan meningkatkan tingkat kepercayaan bagi investor Jepang. Hal inidilakukan melalui Kerjasama di bidang prosedur kepabeanan, pelabuhan dan jasa-jasaperdagangan, standarisasi, dan upaya-upaya fasilitasi lain. Sedangkan capacitybuilding adalah Mekanisme kerjasama untuk meningkatkan kapasitas Indonesia sehinggamampu bersaingdan memanfaatkan peluang yang ada. Ketiga pilar inilah yangmerupakan dasar bagi pelaksanaan perjanjian ini yang nantinya akan membawa banyakmanfaat bagi kedua negara.KEPENTINGAN INDONESIA Beberapa alasan yang mendasari Indonesia untuk menjalin kerjasama melalui EPAdengan Jepang, diantaranya adalah: 1. Jepang merupakan mitra dagang dan investor utama buat Indonesia, dan Indonesia adalah penerima terbesar ODA Jepang 2. Akses Pasar untuk produk Indonesia ke pasar ekspor terbesar mewakili 20% dari ekspor yang ada, sedangkan Jepang merupakan sumber impor terbesar kedua bagi Indonesia (13%) 3. Peluang untuk mengirim tenaga kerja semi terampil 4. EPA memberi kepastian akses pasar yang lebih prefensial dan luas dibandingkan dengan program seperti Generalized System of Preferences (GSP), dan menempatkan Indonesia sejajar dengan negara lain yang telah memiliki perjanjian dengan Jepang seperti Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di ASEAN; sedangkan Brunei dan Vietnam menyusul. 5. EPA dapat meningkatkan investasi dari Jepang 6. EPA akan meningkatkan kapasitas daya saing Indonesia secara umummaupun di sektor-sektor tertentu, antara lain: Peningkatan kapasitas, khususnya di area standardisasi produk dan pengujian kebersihan dan standar kesehatan untuk produk makanan dan minuman
  3. 3. Pelatihan ketrampilan dan teknologi di sektor manufaktur yang akan meningkatkan mutu produk Indonesia di pasar domestik dan internasional; Program-program peningkatan kapasitas di bidang energi, industri, pertanian, promosi ekspor dan investasi dan pengembangan UKM; Sebaliknya, Jepang juga memiliki beberapa kepentingan dengan adanya EPA, antara lain karena: Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dan secara ekonomi, politik dan geografi adalah penting dan strategis; Transparansi dan kepastian hukum untuk investasi, termasuk untuk investasi yang sudah adaGARIS BESAR KEUNTUNGAN EPA BAGI INDONESIADengan adanya perjanjian kerjasama IJ-EPA, Indonesia akan memperoleh beberapakeuntungan dan manfaat, antara lain: 1. Kemitraan dalam EPA menggambarkan kepentingan dari kedua negara yang mengikatkan diri; 2. Manfaat dari EPA di bidang perdagangan: barang dan jasa di bidang investasi dan bisnis peningkatan kapasitas bagi Indonesia 3. Elemen Utama EPA yang penting bagi Indonesia: Peningkatan akses pasar produk ekspor Indonesia ke Jepang; Kerjasama dalam peningkatan kapasitas untuk memperbaiki daya saing Indonesia sehingga: i. Keuntungan dari EPA optimal bagi Indonesia; ii. Keuntungan dapat diraih oleh sebanyak mungkin lapisan masyarakat, termasuk UKM; EPA dengan Jepang merupakan perjanjian komprehensif yang pertama; EPA konsisten dan komplementer dengan komitmen dan perjanjian perdagangan lain, yaitu dalam lingkup WTO, lingkup regional: ASEAN ataupun ASEAN + 1, dan dalam forum bilateral; i. EPA konsisten dengan program reformasi dalam negeri: Strategi Ofensif untuk meraih pasar untuk produk yang kita dapat bersaingdanmeningkatkaninvestasi;
  4. 4. ii. strategi defensif untuk melindungi yang belum siap (yaitu jangka waktu yang lebih lama atau tidak masuk dalam komitmen)MANFAAT SEKTOR BARANG DARI EPA 1. Kesepakatan liberalisasi pasar oleh Jepang mencakup lebih dari 90% barang yang diekspor Ind ke Jepang, termasuk produk industri dan agri-bisnis; 2. Komitmen ini akan memberikan peluang yang setara kepada Indonesia di pasar Jepang dalam menghadapi negara pesaing tertentu yang sudah mengadakan perjanjian EPA dengan Jepang (a.l. Thailand, Filipina, Malaysia, Meksiko). Uraian berikut sebagai gambaran beberapa produk yang memperoleh keuntungan dengan dibentuknya IJ-EPA, antara lain produk sektor industri yang padat karya: Produk kayu i. Penghapusan bea masuk ke pasar Jepang sebagian produk kayu; ii. Penghapusan eskalasi tarif (semakin tinggi tingkat prosesing, semakin tinggi tarif impor yang dikenakan misalnya bahan baku = 0% tarif, olahan tarif lebih tinggi), contoh: mebel, produk dari kayu yang lain; iii. Hal ini diharapkan meningkatkan industri perkayuan di Indonesia Produk lainnya Makanan dan minuman; buah-buahan (antara lain nanas, pisang), teh dan kopi serta produk TPT; dengan adanya EPA dapat memberi peluang peningkatan pangsa pasar ekspor indonesia ke pasar Jepang karena tarif bea masuknya turun atau dihapuskan (misalnya tekstil dan pakaian diturunkan menjadi 0%).MANFAAT SEKTOR JASA 1. Komitmen di bidang jasa tenaga kerja (mode 4- movement of natural persons) yang diperoleh Indonesia dari Jepang akan memberikan peluang untuk pengiriman tenaga kerja terampil seperti juru rawat, pekerja di sektor hotel dan pariwisata, dan pelaut; 2. Penyediaan jasa yang lebih efisien diharapkan akan meningkatkan daya saing produk Indonesia; Manfaat Investasi dari EPA Indonesia merupakan salah satu negara tujuan penting bagi investasi Jepang, walaupun peringkatnya sebagai negara tujuan menurun sejak krisis ekonomi. 3. Di bidang manufaktur aliran terbesar adalah ke sektor otomotif/suku cadang,elektrik/elektronik dan sektor kimia serta peralatan kantor; Memperdalam struktur industri dengan investasi industri pendukung (components, parts, mould and dies), di mana supplier Indonesia dapat juga berkembang dengan fasilitasi dari Manufacturing Industry Development Center (MIDEC);
  5. 5. Investasi untuk mengembangkan pertanian, perikanan dan kehutanan, di mana kemitraan dan keikutsertaan UKM dapat difasilitasi dengan berbagai proyek kerjasama; Investasi di bidang energi, termasuk bio-fuel yang juga akan di fasilitasi melalui proyek kerjasama;4. Di bidang jasa, aliran terbesar adalah ke sektor keuangan dan asuransi, perdagangan, transportasi dan real estate;5. EPA akan meningkatkan iklim usaha dan mendorong kepercayaan bisnis melalui perbaikan/kepastian hukum bagi investor;6. Hasil EPA dan paket kebijakan investasi lain yang sedang dilakukan Pemerintah RI diharapkan akan menjadi kerangka hukum baru dan penting dalam meningkatkan kepercayaan dan memberikan perlakuan lebih baik dan pasti (UU Penanaman Modal, Revisi UU Pajak dan Bea Cukai);7. Keuntungan EPA diharapkan akan memberikan daya tarik bagi investor asing berinvestasi di Indonesia. Manfaat Kerjasama di Bidang Peningkatan Kapasitas (Cooperation in Capacity Building)8. Selain sepakat untuk menghapuskan/mengurangi bea masuk, kedua Negara juga menyepakati kerjasama dalam rangka peningkatan kapasitas produsen penghasil produk industri pertanian, perikanan dan kehutanan;9. Aspek Kerjasama di bidang akses pasar merupakan hal penting dari EPA, dan inilah alasan mengapa disebut WTO plus: Kerjasama tersebut meliputi: Pembangunan Pusat Industri Manufaktur yang berfokus pada Otomotif, Mould and Dyes, dan Welding, promosi ekspor dan bantuan untuk UKM; Kerjasama untuk menjamin ketersediaan Sumber Perikanan secara berkesinambungan (Sustained Marine Resources) merupakan hal penting dalam kerjasama dan membantu Indonesia memelihara sumber bahari dalam jangka panjang; Agribisnis akan diuntungkan dari beberapa proyek seperti Pengembangan Pusat Makanan dan Minuman dan juga program lain untuk para petani kecil dan nelayan;10. Jepang akan memperpanjang bantuan teknis di sejumlah sektor lain yang penting (antara lain energi, pelatihan tenaga kerja dan ketrampilan, industri manufaktur, agribisnis, perikanan, promosi ekspor dan UKM);11. Pemanfaatan kayu (ukuran kecil) untuk industri guna membantu industri sektor kehutanan;12. Kerjasama ekonomi dan teknis di bidang pelatihan dan penelitian yang akan dibahas lebih lanjut;
  6. 6. PENUTUP Meskipun EPA Indonesia-Jepang adalah Kemitraan Ekonomi yang diharapkan akan menguntungkan kedua belah pihak secara berimbang, namun EPA ini juga memperhatikan adanya tingkat pembangunan ekonomi yang tidak seimbang antara kedua negara. Hal ini tercermin dalam (i) ruang lingkup (coverage) dari fast-track (Pihak Jepang akan melakukan pembebasan bea masuk bagi sekitar 80% tariff lines atau sekitar 91% value ekspor Indonesia ke Jepang, sementara Indonesia sekitar 35% untuk ekspor Jepang ke Indonesia), dan (ii) Indonesia akan memperoleh bantuan Jepang dalam Kerjasama Peningkatan Kapasitas di berbagai bidang. EPA merupakan komplementer untuk kerjasama regional lebih luas seperti ASEAN plus, APEC dan WTO Putaran Pembagunan Doha;1. Istilah yang digunakan Traktat (treaty) karena perjanjian ini adalah perjanjian di bidang ekonomi. Traktat (treaty) artinya perjanjian paling formal merupakan persetujuan dua Negara atau lebih mencakup perjanjian bidang politik dan ekonomi2. Bentuk perjanjian Menurut jumlah pihak yang mengadakan : Tertulis dan Bilateral karena perjanjian ini adalah antara dua Negara yaitu antara Indonesia dan Jepang untuk mengatur kepentingan kedua belah pihak. Menurut Proses Pembentukannya : Perjanjian bersifat penting yang dibuat melalui proses perundingan , penandatanganan dan ratifikasi. Karena perjanjian ini diawali dengan perundingan antara kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan dan juga dilakukan penandatanganan sebagai tanda disahkannya perjanjian yang sudah disepakati dan telah diratifikasi atau dijalankan sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat Menurut Isinya : Perjanjian Ekonomi, seperti bantuan ekonomi, keuangan, dan perdagangan. Karena isi perjanjian mengatur tentang komoditi pasar yang telah disepakati dan juga memuat tentang ekspor dan impor komoditi tersebut serta investasi dalam bidang tertentu Menurut Fungsinya : Treaty contract karena perjanjian ini hanya menimbulkan hak dan kewajiban bagi Indonesia dan Jepang. Menimbulkan hak sesuai dengan yang disepakati yaitu hal-hal yang diperbolehkan dan menjadi keuntungan bagi masing-masing negara. Dan kewajiban untuk menaati aturan dan kesepakatan yang telah disepakati bersama.

×