Aku tak ingin dilupakan sejarah

5,499 views

Published on

this my 1st book... note that's many wise u can find there...

Published in: Education, Technology, Sports
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
5,499
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
97
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Aku tak ingin dilupakan sejarah

  1. 1. Ahad, 31 Agustus 2008<br />“count down to die!”<br />Detik detik berlalu, berjalan cepat menjadi menit, sprint menjadi jam, menyambar cepat seperti kilat menjadi tahun tahun silam yang mengurai hilang jadi masa lalu, waktu terus berputar tanpa bisa menawar. sekian milisekon saja tak bisa dihentikan, perjalan usia, nanti akan sampai pada finish line, akan sampai pada waktu yang telah dijanjikan. Kematian…..<br />Kematian datangnya tidak ada yang tahu, tidak bisa di awalkan tidak bisa di undur, tempat dimana kita akan mati dirahasiakan. finish line itu tak diberi tanda, tahu tahu kita meregang nyawa, merasakan sakit yang tak terkira, tatapan kosong mata membelalak ke langit langit ruang kamar, atau langit biru tanpa penyangga. Atau langit apa kita tak tau nanti akan dijemput ajal dimana.<br />Mati adalah suatu yang menakutkan sebagian orang, yaitu bagi orang yang telah banyak mereguk kenikmatan dunia dan ia sangat tak ingin kehilangan semua yang ia miliki, cintai, sayangi dan semua yang mati matian ia cari. Mereka tidak yakin akan ada kehidupan yang kekal selanjutnya, mereka tidak mempersiapkannya, baginya kenikmatan dunia adalah kenikmatan yang sesungguhnya, ia tenggelam dalam cinta dunia. Dan takut akan kematian yang akan menjemput, ia tak mau diajak pulang.. bertetap mengharap keabadian.. tindakan yang sia sia, nikmat yang hanya sesaat…<br />Sebagian lainya lagi mengharapkan cepat cepat datangnya kematian, tatapan pesimisnya pada kehidupan dunia, kelaparan yang ia derita, kecewa terhadap nasib yang tak adil dan mengkhianati. Ia ingin segera mati untuk menghindari segala penderitaan dan kejamnya dunia.. ia mengutuk, mencemoohi tuhan, menyalahkan-Nya sebagai biang kerok atas yang terjadi pada dirinya. Ia pula manyalahkan nasib, manusia lainya, dirinya sendiri. Mereka membenci dunia yang darul bala’ ini. Ingin meludahi hidup, ingin lari darinya dengan menggantung leher pada seutas tali..konyol! tak peka bersyukur.<br />Orang orang yang beruntung adalah orang yang berbahagia didunia, dan tidak melupakan akhiratnya. Berbahagia di dunia karena rasa syukur, berbahagia didunia dengan keimanan dan amal shalih. Mereka tawakal atas usaha yang mereka lakukan, mereka pintar bersyukur, sekecil apapun nikmat yang mereka dapatkan mereka peka terhadapnya. mensyukuri tiap hirupan nafas walau perut keroncongan, tiap kunyahan makanan yang mereka gigit dan olah dengan lidah mereka anggap sebagai titipan rasa yang luar biasa nikmatnya. Bisa terseyum dan gembira hanya karena meminum dan merasakan betapa segarnya segelas air putih. Senang menghirup udara pagi hari yang jernih tanpa polusi. Mereka ketika ditimpa musibah mengatakan “inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun”.. mereka sadar bahwa apa yang mereka miliki sesungguhnya bukan mereka yang memiliki, semua barang titipan yang membuatnya bahagia sesaat. Mereka tak putus asa akan rahmat Allah. Percaya sesuatu yang hilang, apabila dilepas dengan rasa ikhlas akan kembali menjadi sesuatu barang titipan yang lebih berharga danlebih membahagiakan lagi. Mereka yakin akan janji Allah tentang hari akhir. Mereka tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai orientasi tunggal. Tujuan pertama ia hidup adalah untuk bersyukur dan untuk menyadari bahwa betapa pemurahnya Allah. Kehidupan dunia tidak menyilaukan orang orang yang beruntung ini. Mereka lebih mengharapkan kehidupan kekal abadi di akhirat yang penuh nikmat dari Allah sebagai balasan atas apa yang mereka perbuat. Setiap rasa syukur dibalas dengan pahal berlipat, setiap sabar kan menjadi ganjaran ganda, setiap ikhlas akan menjadi imbalan tak terhingga. Mereka tak takut mati, siap menghadapinya kapan saja. Mati dengan tersenyum..<br />Silakan akan menjalani hidup sebagai golongan orang yang mana. Tentu anda cerdas memilih. Ingat! Mati akan terjadi. Izroil pasti akan datang…<br />Seperti kisah seorang mentri nabi sulaiman AS…. <br />Suatu pagi mentri gemetar lari ketakutan dari kamarnya lalu menghadap nabi sulaiman AS. Nabi sulaiman melihat keringat dingin mentrinya tersebut dan melihat tubuh si mentri itu bergetar hebat lalu beliau bertanya “ada apa yang terjadi?”.. mentri itu menjawab “aku melihat sosok yang menakutkan, nampaknya ia itu izroil, malaikat pencabut nyawa, ia hendak mencabut nyawaku, tapi aku melihat izroil itu kebingungan.”.. Nabi sulaiman merasa aneh… <br />Nabi sulaiman punya hutang janji kepada mentri tersebut untuk mengabulkan satu permintaanya, itulah kesempatan mentri itu untuk menagih janjin nabi sulaiman AS. Ia meminta nabi sulaiman AS untuk memerintahkan angin untuk membawanya pergi ke Hindustan, agar bisa sembunyi dari malaikat izroil takut takut izroil datang kembali untuk mencarinya…<br />Nabi suliaman member nasihat. ”sudahlah, kematian itu sudah pasti, jadi lebih baik kamu disini dan berbuat baiklah selama sisa hidupmu yang ada”<br />Tapi mentri itu tetap bersikeras ingin diterbangkan ke Hindustan… maka nabi sulaiman memerintshksn sngin untuk menerbangkan mentri itu kehindustan…<br />Setelah itu karena nabi sulaiman penasaran, beliau memanggil malaikat izroil dan bertanya.<br /> “mengapa kamu wahai izroil dihadapan mentri itu tampak kebingungan??”<br />Malaikat izroil menjawab.. <br />“ Aku kebingungan karena Allah memerintahkan aku untuk mencabut nyawa mentri itu di Hindustan, tapi ditengah perjalanan menuju kesana aku melihatnya ada di istana ini, aku jadi kebingungan, bagaimana bisa ia berada di Hindustan yang jaraknya sangat jauh dari sini dia berada disana dengan sekejap. Aku tak jadi mencabut nyawanya, mungkin aku telah keliru”<br />Nabi sulaiman menjawab<br />“kamu tidak keliru wahai izroil, dia ada di hindustan, angin telah membawanya kesana, cabut nyawanya sekarang!”..<br />Ya maut tidak bisa diundur, ketika waktunya tiba ya matilah kita. Kematian selalu mengintai kita dan membuntuti kita, tiba tiba kita dipeluk olehnya dan kehilangan nyawa.. waktu yang tersisa sekarang menunjukan hitungan mundur. Semakin detik berdetak semakin sedikit jatah umur kita.. hitung mundur agar kamu berhati hati dalam hidup..<br />Count down to die!!<br />Senin, 1 September 2008<br />“pesan papah : Musa samiri”<br />Tadi pagi Ginan di telepon sama Papah, ya membicarakan masalah ginan pingin keluar dari Darul Arqam… ginan ga betah tinggal disini. dan ternyata papah menasehati ginan dengan kisah Musa Samiri.<br />Akhir-akhir ini Ginan sering ngeluhin masalah guru, guru yang ga enak ngajarnya, yang ga niat, yang ga memotivasi, ga ngebuat Ginan betah belajar, ya ginan nilai sekarang guru yang seperti itu banyak sekali. . . itulah yang buat Ginan ga betah di Darul Arqam.<br />Papah bilang, Ginan harus sabar, nyari ilmu itu ga mudah, memang siapa yang bilang mudah? Nyari ilmu butuh pengorbanan, waktu yang panjang, ga singkat, kemauan yang besar, ini nih yang ngebuat nyari ilmu tuh besar pahalanya.<br />Kalo masalah guru, jangan dipermasalahkan, jangan dikeluhkan,<br />Papah mulai bercerita<br />Dahulu, di mesir…. berkuasa seorang raja. yang kita kenal sebagai fir’aun.. fir’aun ini punya daerah kekuasaan yang makmur dan besar. nah maka dari itu fir’aun menjadi raja yang diktator dan sombang. malah dia memploklamirkan dirinya sebagai tuhan!! (masik suka berak ko mengaku tuhan?? dasar jelma lieur!!). orang yang tidak menyembah dirinya maka akan disiksa.<br />Pada suatu malam ia bermimpi, kerajaannya musnah oleh seorang anak laki – laki dari kaum bani israel.. nah, dari situlah ia khawatir dan sangat ketakutan. maka semua anak laki laki yang lahir dari rahim seorang wanita bani Israel dia bunuh…<br />Ada 2 bayi yang selamat. dua duanya bernama musa. yang satu dihanyutkan oleh ibunya ke sungai nil, lalu dipungut dan diasuh oleh istri fir’aun. dan musa yang satunya lagi dibawa oleh ayahnya ke sebuah gua untuk bersembunyi, lalu dalam gua itu bayi tersebut diasuh oleh malaikat jibril!!<br />Nah, apa yang terjadi?<br />Nabi Musa As. yang diasuh oleh Fir’aun akhirnya menjadi Rosul, tapi Musa Samiri yang diasuh oleh Jibril, setelah besar, malah jadi kufur dan ingkar kepada Allah.<br />Ginan jadi sadar, sebenernya ini kembali Ke diri kita masing masing. ya klo kita tekadnya kuat belajar yang besar, pastilah ginan bisa belajar dengan baik. selama ini ginan selalu menyalahkan orang yang mengasuh ginan disekolah(guru), padahal ga harus terlalu menggantungkan diri ke guru. Klo kita emang baik, berusaha belajar dengan keras dan mendapatkan petunjuk Allah, maka siapa lagi yang bisa menghalangi kita jadi orang berilmu yang hebat?<br />Musa As. Yang diasuh oleh Fir’aun yang kita tau bahwa Fir’aun tuh dosanya minta ampun, yang dzalimnya beak karep (ga habis pikir). Dalam asuhan fir’aun nabi Musa malah jadi Rosul, kuat imannya. Lagian kalo dipikir-pikir, masa sih nabi musa bisa sholeh seperti itu dalam asuhan orang yang sangat bertolak belakang dengan kebaikan.<br />Yups, kesimpulannya, guru itu sebenarnya ga ngaruh-ngaruh banget. Ginan rasa ini adalah pesan dari Allah buat seluruh murid didunia yang mengeluhkan siapa gurunya, orang tuanya, atau yang mengasuhnya, bahwa semua itu ga ngaruh, bersyukur aja deh. Ya mudah-mudahan kita jadi orang yang bener. Itu pelajaran yang Ginan dapet.<br />Ginan masih bingung dengan masalah terlalu banyaknya pelajaran di Darul Arqam, bayangkan brow, 30 mata pelajaran!! 30 lebih pelajaran yang harus dipelajari, pusing deh.<br />Papah berpesan, pilih aja apa yang Ginan suka, apa yang ginan ingin pelajari, ga usah semua dipelajari, maksudnya ga terlalu focus, tapi yang ginan suka n penting – penting aja seperti nahwu, sharaf, IPA, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Arab itu. Aja cukup yang lain itu nanti juga datang sendiri. yang penting kita tau n punya kuncinya, itu yang papah pesankan buat Ginan. <br />Kamis, 04 September 2008<br />“waktu yang hilang”<br />Waktu masih jadi teka teki dalam hidupku. aku kagum pada Dzat yang menciptakan waktu.waktu tidak berwujud, tp nyata dan kita rasa. setiap detiknya yang kadang seirama dengan detak jantung, seperti benar benar ada walau bentuk rupa waktu kita tak tau. Semua makhluq terperangkap olehnya, tak bisa berontak dari belenggu sang waktu, kita digiring untuk menjadi lebih tua dan meninggalkan masa sekarang , menuju masa depan.<br />Ngomong – ngomong, kemana ya perginya masa lalu? kemana perginya waktu yang telah terpakai? kemana hilangnya 3 september hari kemarin? kemana perginya masa – masa bahagia dan kenangan indah atau buruk yang kita sudah lalui? mungkinkah waktu yang terbuang sekarang menjadi tumpukan sampah disemesta ini, atau mungkin menjadi bangkai di tempat antah berantah… dimana disembunyikannya bangkai bangkai waktu itu? kok hilang ga bersisa?<br />Sabtu, 06 September 2008<br />“aturan atau Bebas”<br />Hidup tanpa diatur, hidup pun tak beraturan. jalannya oleng ga punya tujuan, akhirnya bingung gigit jari kaki. Tapi,hidup terikat peraturan itu ga enak juga, soalnya kita akan merasa hidup tidak bebas, merasa tertekan,,, dan ga nyaman. gimana dong?<br />Banyak yang bilang klo peraturan itu dibuat untuk dilanggar.. adanya peraturan ga menjamin orang yang dibebani aturan tersebut menaatinya. peraturan ada, malah banyak, dan tentu saja yang melanggarnya pun banyak juga. hahaha... Harus bagaimana dong?<br />Yaaa,,, manusia makhluk yang dinamis demokratis .kedinamisannya itu ga mau terhambat oleh peraturan. inginnya fleksibel, ga mau digusur – gusur. itulah yang membuat manusia cinta yang namanya kebebasan. Tapi, sayangnya, kebebasannya jadi kebablasan. Manusia terlarut dan terbuai oleh kebebasan yang didapat.. yah klo begitu, ga jarang manusia jadi mengganggu kepantingan orang lain. Akhirnya memikirkan kepentingan sendiri, memuaskan nafsu pribadi. Hilanglah yang namanya kebersamaan<br />Aduh jadi inget kata emha..<br />“klo memang apa yang bisa kau pahami hanyalah kemauan, kepentingan, dan nafsumu sendiri. Bukannya kerendahan hati untuk merundingkan titik temu kebersaman. maka siapkan dirimu menghadapi benturan – benturan dan luka. Hingga akhirnya orang lain akan menggali tanah untuk menguburmu!!”<br />Ya, hidup itu ada batasan batasannya, ada sesuatu yang harus kita patuhi. Ya itulah fungsi dari peraturan . Ga bisa seenaknya. Jangan maling sandal di masjid. Jangan tidur waktu dikelas. Jangan BAB waktu pelajaran matematik.jangan ngorupsi uang rakyat, Ya contohnya gitu deh<br />Hilangkan keinginan untuk terlepas dari aturan. Terlalu bebas juga ga enak lho. Nantinya kita bingung harus bagaimana dan mau apa. betul ga?<br />Minggu, 7 September 2008.pagi pagi<br />“Keburukan membawa keburukan”<br />Kacau!! kacau sekali! Ternyata yang namanya keburukan itu membawa keburukan yang lain. akan merembet.. ya seperti membakar kertas dengan setitik api. Toh akhirnya kertas itu akan hangus semuanya kan? bolos sekolah misalnya. Kita jadi tertarik berbuat yang lebih parah lagi.<br />Jadi jangan sekali kali buat keburukan, nanti jadi kebiasaan dan membawa buruk yang lain.. <br />Minggu, 7 September 2008. Siang bolong? <br />“Kambing hitam”<br />Kambing hitam… kenapa ya kita selalu menghitamkan kambing? Kasian si kambing di hitamkan terus!! pernahkah kita menghitamkan diri sendiri?. ah,, lebih mudah dan senang rasanya menghitamkan kambing. kita lepas tanggung jawab. kita bebas dari tinta kesalahaan yang hitam, aduh.. kambing malang… kita malah tertawa senang!<br />Kambing sebenarnya ga salah. kita yang salah!. tapi, yang salahkan yang hitam, ya sudah. Kita hitamkan deh si kambing. biar kita tak salah. untung saja kambingnya pasrah.<br />Kambing tak bisa balas, tapi jangan senang dulu. Karena pasti kita akan dapat balasan. selama ini kita buat alasan, alasan, dan alasan untuk menghitamkan kambing lagi.. lho? bukannya kambing sudah hitam? kita tidak bisa menghitamkannya lagi. toh dia sudah hitam legam gitu.. tiba deh saatnya kita yang disalahkan. Giliran kita, dan kita ga bisa melawan. yaaa. . . intinya kita tidak bisa lari dari kesalahan..<br />Jadilah manusia yang bertanggung jawab…..<br />Jujur kepada diri sendiri.. klo kita salah ya katakan salah. jangan takut lantas menyalahkan orang lain, atau cari objek lain untuk disalahkan..<br />Intropeksi diri. dimulai dari jujur akan kesalahan diri. semenjak kini agar kita mendapat sesuatu yang manis nanti.<br />08, September 2008 Senin 09.04<br />“Hidayah Allah”<br />Allah Memberikan hidayah kepada orang yang dikehendakiNya, Apakah Ginan adalah orang yang dikehendakiNya? Mudah-mudahan saja iya.<br />Mungkin, maksud kata “dikehendakiNya” itu adalah orang-orang yang selalu dekat dengan denganNya, karna tidak mungkin Allah Menghendaki orang yang jauh dariNya, orang yang tidak patuh padaNya, orang yang tidak meminta Allah sebagai petunjuk arah hidupnya.<br />Maka, agar mendapat hidayah dari Allah berusahalah kita untuk bisa dikehendaki Allah dengan cara :<br /><ul><li>Berdo’a dan memohon bimbingan Allah
  2. 2. Meminta ampun selalu kepada Allah, kita hamba berlumur dosa butuh pensucian diri dengan meminta maaf padaNya dan yakinlah allah Maha Pengampun dan Maha Pemaaf.
  3. 3. Ittaqullah haitsu makunta ”Bertaqwalah pada Allah dimanapun kita berada”. Menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
  4. 4. Mengingat Allah selalu.</li></ul>09, September 2008 Selasa 16.07<br />“3 hal yang ginan dapat hari ini”<br /><ul><li>Everything I do. I do it for you. Ini adalah kata-kata hamba untuk Tuhannya. Apa yang dilakukan seorang hamba hanya untuk Tuhannya. Tentulah hamba tersebut melakukan segala sesuatu itu dengan penuh cinta tidak mengharapkan imbalan hanya mengharap cinta-Nya.</li></ul>Sabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi rezeki, senyum saat menderita, tidak lupa disaat bahagia, itulah sebenar – benarnya hamba. mudah-mudahan Ginan jadi hamba-Nya yang baik.<br /># # #<br /><ul><li>Kreativitas bukan hasil karya sekali jadi, tapi justru melalui proses yang panjang, pembelajaran, pemikiran, ide yang baru.</li></ul>Kreatif gax Cuma menciptakan hal-hal yang baru juga, asal bermanfaat, efisien dan hebat. Itu bisa dibilang kreatif.<br /># # #<br /><ul><li>Keberhasilan tidak ditentukan dengan besarnya kemampuan, tapi ditentukan oleh besarnya kemauan. orang yang berkemauan besar sedang berproses menjadi orang yang berkemampuannya besar.</li></ul>Orang yang besar kemampuannya kebanyak menganggap remeh perkara, ketika ia diterpa kesulitan, ia tinggalkan keberhasilan, karena dia sedikit kemauannya.<br />10, September 2008 Rabu<br />“Cinta harus memiliki”<br />Cinta tak harus memiliki… itu kata para pujangga Indonesia. ngomong – ngomong, bener ga ya klo cinta tidak harus memiliki? Menurut Ginan cinta itu harus memiliki, karna apa yang kita miliki pasti kita akan cintai. baik itu benda, hewan, atau pun manusia.<br />Pernahkah kita peduli atau menjaga Teman, sahabat atau orang tua orang lain? Ga pernah kan? ya jangankan menjaga atau peduli, inget aja ga pernah<br />Nah jadi cinta itu memiliki, dan setiap apa yang kita miliki kadar cinta kepada salah satunya dari yang kita miliki berbeda-beda, dan rasa kehilangannya juga berbeda beda saat barang atau orang itu sudah bukan lagi milik kita.<br />Kehilangan ibu tentulah lebih menyakitkan dari pada kehilangan teman, nah berarti kita lebih mencintai ibu kita dari pada teman.<br />Jadi rasa cinta itu sebab akibat, kalo kita memiliki berarti kita mencintai kalo kita cinta maka Allah ingin memiliki.<br />Yang jadi permasalah rasa memiliki itu brpotensi jadi rasa kehilangan dan bakal membuat menderita, maka kita harus bisa mencintai tanpa ada rasa memiliki<br />Nah ini dia<br />“innalillahi wa innailaihi raaji’un”<br />Yakinlah kita ga punya apa-apa sekarang yang kita punya itu barang titipan<br />“Cinta Itu Barang titipan Jadi wajar kalo suatu saat Akan hilang, manfaatkan dan Syukuri Ketika CINTA itu masih dititipkan pada kita. . .” <br />11 September 2008,kamis shubuh<br />“Membeli 5 oktober 2006”<br />Punya kenangan indah? Ginan punya… sedih sekali klo dipikirin.. depresi, stress, sakit hati, kecewa,menyesal klo misalkan kenangan indah itu kini tinggal kenangan…<br />Bisa ga ya memutar waktu? Ginan pingin kembali ke masa lalu… pingin memperbaiki sejarah, pingin merubah keadaan sekarang.. ingin merasakan kembali kenangan.<br />Atau mungkin, klo bisa masa lalu itu ginan beli, ginan rela menukarnya dengan segunung emas, atau dengan apalah. Ginan pasti membelinya.<br />Ginan pingin membeli kamis 5 0ktober 2006…<br /> <br />11 September 2008, kamis 10.44<br />“Neraka”<br />Tempat yang paling buruk itu neraka, dan semua orang yang beriman pasti ga mau masuk ke dalam tempat yang mengerikan itu. Disana api yang sangat panas membakar para kafir dan ingkar terhadap Allah, para pendosa disiksa!!diberi minum nanah dan timah yang mendidih. jangankan kena apinya. dekat saja sudah kena radiasi kalor yang membuat kita menjadi tulang karna kulit dan daging kita meleleh saking panasnya.. Mengerikan!!<br />Nabi Muhammad SAW Berkata ada siti Aisyah<br />“Andai kamu melihat apa yang aku lihat,tentu kamu akan lebih banyak menangis dari pada tertawa..”<br />Siti Aisyah bertanya<br />“Apa yang telah kau lihat ya rasul?”<br />“Aku telah melihat dahsyatnya siksa neraka..” ujar nabi<br />Nan! Bersiap - siaplah kau ginan… klo km lalai pasti akan masuk dirimu kedalamnya. naudzubillahi min dzalik.. kita harus benar benar menjauhi perbuatan perbatan yang menjerumuskan kita kedalam neraka. semoga Allah melindungi umat muslim dan yang beramal sholeh dari siksa neraka. amieen<br />11 September 2008, kamis 12.30<br />“Sholat”<br />Sholat itu tiang agama? Benarkah?<br />Sholat itu amalan yang paling pertama dihisab nanti saat hari perhitungan, ketika qualitas sholatnya baik maka baik seluruh amalannya, dengan sangat bahagia masuk surgalah ia,,,, dan sebaliknya, ketika sholat kita buruk dan selalu saja lalai dalam mengerjakannya, maka buruklah semua amalannya dan dengan sangat kasian deh lu ia pun masuk neraka.<br />Sebagaimana yang Al-Qur’an beritahukan pada kita, bahwa yang namanya sholat itu memiliki dampak sosial bagi diri orang yang menunaikan sholat, yaitu tanha ‘ani fahsya’I walmunkar.. nah, ketika seseorang shalat maka akan timbul dalam dirinya kemampuan untuk mencegah perbuatan keji dan perbuatan buruk, yang jadi pertanyaannya adalah, kita sudah shalat, tapi mengapa dalam hidup kita ga ada perubahan? tetap saja seenaknya, tetap saja melakukan ma’siat, tetap saja melakukan hal - hal yang lagho dan tidak berguna..<br />Pertama, mungkin kita punya niat yang salah dalam menunaikan shalat, hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. menunaikan shalat tidak dengan ikhlas untuk Allah SWT. penuh rasa berat dalam diri untuk menunaikan..<br />Kedua, kita tidak dengan khusyu menunaikannya.. tidak menghadirkan Allah dalam shalat kita. tidak berbuat ihsan dalam shalat, padahal sholat itu pertemuan Allah dengan hambanya. hingga shalat kita tidak punya ruh. hanya sekedar gerak badan saja. takbir, ruku’, sujud semuanya jadi hampa.. ga merasuk kedalam hati.<br />Ketiga, kita tidak menghayati gerakan dan bacaan dalam shalat kita, atau ga tau apa arti Doa atau ayat yang dibaca.. masa kita dialog dengan Allah tapi kita ga ngerti apa yang kita katakan padaNya? akhirnya kita banyak ngelamun dalam shalat. pikiran melayang kemana mana. karena ga ngerti apa yang imam baca. shalat jadi ga bernyawa. seperti patung ga ada artinya.<br />Shalat itu harus bener. jangan asal asalan.. karena bagi yang shalatnya asal asalan, bukannya dekat dengan Allah justru malah membuat kita semakin jauh dariNya..<br />Neraka saqor adalah neraka yang diperuntukan bagi orang yang lalai dalam shalatnya. seperti meninggalkan shalat wajib atau menunda nunda menunaikan shalat.. jangankan meninggalkan shalat, Allah juga mengancam orang orang yang melaksanakan shalatnya dengan syaahun. ga khusyu dan main main dalam shalat. shalat jangan tergesa gesa, buru – buru pingin cepet selesai, atau ga konsen dalam shalat.<br />Nabi Muhammad bersabda <br />“seburuk buruknya pencuri adalah orang yang mencuri ruku’ dan sujud dalam shalatnya.”<br />Maksudnya, jangan tergesa. dan bacaanya juga yang bener dan harus dihayati maknanya dalam dalam. ruku’ dan sujud harus dilaksanakan dengan tuma’ninah.<br />Jadi, hati - hatilah dalam melaksanakan shalat. shalat harus dijaga qualitasnya. shalat adalah persembahan untuk Allah dari kita.. masa kita memberikan shalat yang kualitasnya butut?<br />Mudah-mudahan kita bisa melaksanakan shalat dengan baik. agar terhindar dari neraka saqor. amieen<br />Sabtu, 13 September 2008<br />“Hidup sesuai kita”<br />Jalani saja hidup itu yang menurut kita indah, kadang kita terlalu banyak menyesuaikan hidup kita dengan keadaan lingkungan dan keindahan menurut pandangan orang lain. hingga akhirnya kita cape menyesuaikan diri, padahal itu bukan yang benar-benar kita inginkan, malah bertentangan dengan selera ideal kita yang sesungguhnya.<br />Hidup itu ga harus selalu seragam. ga harus semuanya sama agar kita dapat merasakan bahagia. malah klo begitu hidup jadi ga enak dan terasa monoton. betul ga?<br />Ga jarang kita terpengaruhi mode, dan apa aja yang lagi ngetren. ya tujuannya biar kita sama. kita bener bener loyal dan nurut terhadap tuntutan orang lain agar kita berlaku seperti apa. kita akhirnya hanya jadi kerbau yang dicocok hidungnya. nah kira kira, bakal bahagia ga hidup seperti itu?<br />Be your self!! jadi saja diri sendiri. jangan turuti idealisme idealisme orang lain. hidup ini bukan tentang mereka. tapi hidup ini tentang kita!! jalankan sesuai apa yang kita mau dan apa yang kita rasa. hidup sesuai kita. itu yang membuat hidup lebih hidup. tidak tergantung orang lain. hingga akhirnya kita bisa mencicipi kebahagian hasil sendiri yang khas diri kita.<br />Ahad, 14 September 2008.Pagi Buta<br />“Kekurangan diri”<br />Boleh ga ya kita merasa banyak kekurangan? hmm.. selama itu ga mengganggu keadaan mental diri kita sih ga apa apa. klo kita merasa punya kekurangan lantas membuat kita jadi ngedrop, kurang semangat, berpikiran negative dan ga percaya diri. kayaknya rasa itu mesti kita buang ketempat sampah!! Tapi lain halnya klo kita sadar akan kekurangan yang kita miliki malah membuat kita termotivasi untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi. nah ini justru bagus. <br />Yang jelas, yang namanya kekurangan itu pastilah ada, ga ada manusia yang sempurna. maka jangan sombong, semua orang pasti punya sisi baik dan kelebihannya. kita harus selalu terpacu untuk jadi yang lebih baik lagi. kita bersaing secara kompetitif, tapi tidak melupakan sifat kooperatif, membantu orang yang kekurangan. nah klo begitu hidup menjadi sempurna karena kita saling melengkapi satu sama lain, simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. apakah tidak indah hidup seperti ini?<br />Kekurangan bukan sesuatu hal yang harus ditutupi, tetapi harus kita koreksi agar hilang kekurangan tersebut dan menjadi manfaat yang besar bagi kita!! saling menasehati dan memotivasi dalam kebaikan dan kesabaran.. niscaya kita tidak akan merugi..<br />Senin, 15 September 2008 <br />“Berakhlaq dengan akhlaq Allah”<br />Allah lah yang maha Baik, dan berasal dari-Nya lah semua kebaikan. kita harus menjadi orang yang yakin akan hal itu, jangan sedikit pun ada keragu – raguan dalam hati. klo ada bencana, jangan menyalahkan Allah. jangan menuduh Allah itu dzalim. Allah berakhlaq baik, mana mungkin Allah mendzalimi hamba-Nya. Allah hanya hendak menguji sejauh mana cinta kita kepadanya, sejauh mana kualitas akhlak kita.<br />Manusialah biang kerok dari segala bencana yang ada, ya karena kita tidak berakhlaq yang baik, berakhlak pun seperti cucunya setan dan kerjaannya selalu saja merusak, mendzalimi alam, sesama, bahkan diri sendiri saja kita dzalimi, sifat rakus dan tamak kita akan materi, nafsu yang membuncah dan kita turuti selalu, nah klo begitu pantaskah kita mengharapkan datangnya rahmat? nah, tinggal tunggu saja datangnya laknat.<br />Maka berakhlaklah seperti Allah. penyayang bagi semua makhluk, adil empan mapan, menjaga dan mengatur alam dengan baik. tidak merusak dengan perbuatan perbuatan sia sia. klo kita berakhlaq seperti Allah. kita ga akan mati dilumbung padi seperti ayam. kita hidup didunia yang nyaman dan penuh dengan kenikmatan. tangan kita jangan mengotori itu semua. klo dikotori kita seperti bunuh diri.<br />Mari mendekatkan diri pada Allah. agar Allah memberikan kekuatanNya dan mewariskan akhlaq baik-Nya. hingga akhirnya kita akan menjadi khalifah fil ard yang hakiki.rahmatan lil alamiin.<br />20 September 2008<br />“Tawadhu”<br />sombong, yang namanya sombong itu bathorul ha wa ghomdzu annas. menolak kebenaran yang datang dan meremehkan manusia. sombong itu dosa besar!! yang berhak untuk sombong itu hanyalah Allah, jadi ketika manusia berbuat sombong, berarti secara tidak langsung dia telah memproklamirkan dirinya sebagai tuhan. singkat kata ia musyrik!! iblis juga dilaknat dan dimurkai Allah selamnya karena sifatnya yang sombong, tidak mau mengakui kemuliaan Nabi Adam AS<br />lawan dari kata sombong adalah tawadhu, Maka tawadhu adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang makhluk. kita ga boleh merasa tinggi dari orang lain, karena hanya Allah lah yang tau siapa diantara kita yang lebik baik dan takwa.. kita ga boleh menutup telinga dari kebenaran yang dikatakan orang lain walau pun itu menyinggung kita. lalu ketika benar, kita jangan memvonis orang lain salah lalu memojokannya. bersifat tawadhu menyalematkan kita dari kemusyrikan. mengagungkan diri sendiri .semoga Allah menganugrahi kita sifat tawadhu dan menjauhkan kita dari kesombongan.. amieen <br />21 September 2008<br />“Ginan ingin jadi penulis”<br />Ginan pingin jadi penulis, tapi selalu saja bingung mau nulis apa, untuk saat ini ginan hanya bisa kagum. Emha Ainun Nadjib, wah tulisan tulisannya unik menggelitik, tapi kaya makna, hebat. suatu saat ginan pasti ngelebihin dia. Jaluludin Rahmat, Fahd Djibran, Irfan Amalee, Andrea Hirata, Dan Brown, Raditya Dika, Pidi Baiq, Mustofa Bisri. itu semua penulis top yang ginan suka.<br />Mulai sekarang ginan akan berusaha. banyak membaca, giat menulis. biar ginan dikenal sebagai penulis terbaik Indonesia yang pernah dimiliki bangsa.. amieen. <br />27 September 2008<br />“Kekesalanku pada guru!!”<br />Cerdas itu ga hanya lebih pintar dari orang lain, tapi lebih baik, sholeh, dll.<br /># # #<br />Banyak yang Ginan kecewakan dari seorang guru Indonesia dilihat dari gurunya yang menurut Ginan, mereka ga niat mengajar, ga terlihat pancaran cahaya keikhlasan. bukannya memotivasi, malahan menikam motivasi. habislah mental dan semangat kita untuk belajar, dengan kata kata negatif yang terus dilontarkan. marah keseorang tapi yang kena dampaknya semua orang dikelas. sudah berapa puluh kali aku dikatai bodoh, ginan merasa jadi orang yang ga berguna. guru sebenernya sering menilai secara subjektif. murid yang dia kenal pintar saja yang diakui. tapi yang bodoh dianggap makhluk gaib dikelas, selalu ga dianggap pendapatnya. guru terlalu gampang menyimpulkan sifat seorang murid ,satu kali saja kita buat salah. ter-cap-lah wajah ini sebagai murid yang berandal, padahal kita melakukannya tidak sengaja. sekali saja kita salah menjawab, kita dianggap bodoh. <br />Kalo dipikir-pikir, perasaan guru aja deh yang dikasih hak untuk menilai murid dan sebenarnya mereka ga tau keadaan kita yang sebenarnya, kalo murid diberi hak untuk menilai juga, tentu guru juga ada yang nilainya buruk dan ada pula yang nilanya baik, kalo guru berhak menilai kita bodoh, kita juga boleh menilai guru yang bodoh. guru ngasih nilai 5 dirapot. kita juga bisa dong menilai guru dilihat dari cara mengajarnya, bagus atau tidak. keramahannya, keikhlasannya, kasih sayangnya. dan klo dinilai. guru banyak yang jauh sekali dari nilai sempurna.<br />Seharusnya itu (Guru dan Murid) harus sama-sama belajar!! Guru belajar untuk lebih baik dalam mengajar, dan murid harus berusaha lebih baik dalam menerima pelajaran.<br />Selalu saja kita (murid) yang dipojokan dan selalu dicap salah. Merka seperti hakim yang bertingkah benar, jika kita mengeritik dikit, mereka selalu bilang “ kami berpengalaman, kalian anak kecil, diam dan dengarkan.”<br />Hei ! ! ! dewakah kamu? Bilang kita salah, bilang kita bodoh!! Bilang kita gagal, bukankah kalian yang gagal?. memangnya saya ga tau, kamu melamar kerja kemana mana ga ada yang nerima kan? guru jadi kerja pelarian, Hidup terpaksa jadi guru, hahahaha.<br />Sekarang itu, lebih baik kita belajar autodidak saja, kita ga butuh guru seperti itu. Ada dan tiada mereka ga berpengaruh buat kita. Malah kita menindukan mereka tidak ada.<br />Terkadang kita selaku murid selalu mendapatkan perlakuan yang semena-mena dari guru, seakan-akan mereka yang berkuasa di dunia pendidikan, mereka (guru) itu tidak tau apa yang seharusnya mereka lakukan malahan kata “Guru” itu menjadi sebuah arti yaitu di Gugu (turut) dan di Tiru, guru terkadang menghukum muridnya dengan seenaknya sampai mencederai, apa itu guru yang mendidik muridnya untuk menjadi lebih baik? Apakah patut di contoh? Seharusnya guru itu memfasilitasi keinginan muridnya bukannya murid yang harus memfasilitasi amarah dan keinginan guru.<br />“Bersabarlah wahai para murid yang tidak terfasilitasi oleh gurunya”.<br />Jaman kolonialisme baru disekolah. ginan berharap ini segera berakhir,,, sedih. semua kekerasan psikologis ini. realitas potensial yang terhambat realitas aktualnya. karena kekejaman guru.<br />28 September 2008<br />“ masalah pengangguran di dunia Setan”<br />Sepertinya, sekarang ini setan itu sedang ongkang-ongkang kaki, berpangku tangan deh, mereka sekarang sudah nganggur, Cuma nonton hasil kerjanya yang berhasil itu, menjerumuskan anak adam yang telah mereka kelabui hingga mereka sekarang tersenyum melihat hasil yang telah mereka lakukan.<br />Sekarang, setan udah ga perlu cape-cape menggoda manusia, sekarang mereka udah punya down line.yaitu Manusia, sekarang manusia-kebanyakan manusia- lah yang mengoda manusia lainnya. Setan pun tertawa senang, tugasnya diambil alih oleh manusia itu sendiri, hingga mereka (setan) sekarang bisa tertidur pulas karena tidak mempunyai tugas untuk menjerumuskan manusia kejenjang kemaksiatan dan kesesatan. Pengkaderan setan berjalan lancar. lulusannya cum laude semua. manusia sudah kakap dalam berbuat dosa.<br />Yang lebih parah lagi, sekarang ini manusia udah ga perlu digoda manusia lain dalam melakukan keburukan, toh sekarang mereka (manusia) sudah menjadi setan bagi dirinya sendiri. Makin mudah aja kerja setan ! ! jadi sekarang setan udah punya anak buah yang ga perlu untuk disuruh pun udah melakukan perintahnya, mungkin setan punya metode penyadaran diri terhadap manusia pada hal-hal yang buruk ya??<br />Setan sekarang banyak yang jadi pengangguran, kasian mereka ga punya pekerjaan sekarang, diganti pegawai pegawai baru. manusia<br />Ya, sekarang manusia sudah menjadi setan, sekarang orang yang berprilaku setan dibilang manusiawi, orang berbuat salah malah dibilang manusiawi, ya emang sekarang ini kesalahan dan keburukan sangat melekat pada diri manusia, mungkin aja keburukan dan kesalahan sekarang sudah menjadi kebutuhan yang harus mereka penuhi, hingga mereka menganggap apa yang mereka lakukan merupakan sebuah tindakan manusiawi, apakah bisa disebut manusia apabila melakukan tindakan keburukan dan kesalahan terus menerus dan ga tobat tobat?<br />Padahal yang namanya hal-hal manusiawi adalah kefitrahannya manusia, kesempurnaan manusia, jadi ketika manusia dalam keadaan benar, justru itulah yang disebut manusiawi.<br />Marilah kita hidup menjadi manusia, manusia yang seutuhnya, manusiawi jika hebat, manusiawi jika hidup dengan benar dan dalam kesempurnaan, kita harus merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah karena itulah sumber kesempurnaan.<br />29 September 2008<br />“Hidup untuk memberi”<br />Hidup ini emang laibun wa lahwun. permainan semata. tapi ya jangan terlalu banyak main main menjalani hidup ini. jalani hidup dengan ketekunan. hidup di dunia adalah masa bercocok tanam. waktu dan kesempatan lah lahannya. Tanam lah hal hal yang baik di setiap lahan waktu dan kesempatan yang ada.<br />Hidup kita ini untuk banyak memberi, hidup selanjutnya barulah kita menerima. Untuk saat ini berilah dan tebarkanlah kebaikan. Memberi tidak membuatmu fakir justru lebih banyak menerima membuatmu terlihat fakir.<br />Banyak memberi, tak harap kembali berupa materi, puji dan lain-lain, memberilah bagai surya menyinari dunia, tapi sebelum memberi kita harus sudah memastikan dahulu kebutuhan kita, apakah sudah tepenuhi apa belum, jangan sampai kita memberi tapi membiarkan kita tersiksa sendiri.<br />Kadang-kadang kita terasa berat untuk memberi sesuatu untuk orang lain. memberi tidak hanya memberi makanan, uang, atau harta saja. nasihat, bantuan berupa tenaga, bahkan senyuman saja rasul bilang termasuk shadaqah. jadi ga ada alasan bagi kita untuk tidak memberi.<br />sebaik-baiknya memberi adalah orang yang memberikan kail untuk memancing, bukan memberikan ikannya. Kita beri tahu cara mendapakan rezekinya, jangan mengasih langsung hasilnya. nah mudah mudahan dengan pemberian itu bermanfaat jangka panjang untuknya.<br />Hiduplah mulai sekarang untuk memberi sebanyak banyaknya. bukan meminta sebanyak banyaknya, percayalah, ketika kita melakukan kebaikan, Allah akan membalasnya berlipat lipat dari apa yang kita beri.. fastabiqul khairat!!<br />30 September 2008<br />“Ikhlas bersekolah”<br />Banyak anak yang putus sekolah, dan ingin mengenyam pendidkan biar hidupnya jadi lebih baik. mereka bener bener sangat ingin bersekolah. sedangkan ginan bosan bersekolah, trus saja banyak mengkritik, berkomentar dan mengeluh dengan keadaan sekolah. tampak sekali rasa tudak syukur ginan terhadap nikmat amat besar ini. padahal sekolah ya sekolah saja. jangan banyak cing cong, tapi mau gimana lagi dong ya. bosen!!<br />Harusnya, mungkin sekolah itu harus dinikmati, mencari ilmu dengan ikhlas, niatannya karena Allah SWT. nah klo dengan begitu sekolah jadi rada ringan. oh iya,jangan jadikan sekolah itu beban. iya iya. Siplah..<br />Rabu , 04 Oktober 2008 <br />“Talk less do more..”<br />Bicara itu merupakan hal yang paling mudah, kalo mengamalkan itu beda lagi, sulit sekali!!<br />Sepertinya kalo kita punya sebuah rencana atau niat lebih baik dipendam dalam hati, jangan sibuk menggembar-gemborkan dulu pada orang lain, akhirnya energi kita habis duluan sebelum mengerjakannya.<br />Jadi sebuah beban mental ketika apa yang diomongkan tidak terrealisasikan jangan seperti “Burung Beo” yang terus bicara tapi tak pernah terbang. Benar pepetah inggris ini “ talk less do more”.<br />Hidup harus banyak bekerja. bukan banyak bicara dan rencana. merencanakan sesuatu itu bagus, tapi klo ga pernah dilakukan apa artinya? <br />Jum’at, 6 Oktober 2008<br />“Sinisnya diri kita”<br />Orang yang baik sekali (sholeh) kalo membuat sedikit saja kesalahan, hancur sudah riwayatnya, kalo orang yang dicap buruk lalu ia mengerjakan kebaikan, eh malah ga ada yang percaya. Kata sering Ingin untuk merusak imej seseorang, mendeskriditkannya, mengolok ngoloknya ketika dia ingin berubah, Nampaknya kita semua memiki penyakit dalam hati kita.<br />Entah kenapa, kita itu greget, ingin rasanya melihat orang yang baik berbuat keburukan, ingin rasanya melihat orang yang bahagia jatuh menderita. Lalu kita sibuk mencari kesalahan kesalahan orang tersebut, tujuannya biar dia jatuh tersungkur, tergelincir dari kebahagiannya. jahat banget ya kita ini..<br />Jika Kita dalam keadaan lemah, selalu saja kita kita ingin ada orang yang menemani, biar ga kita doang yang lemah, biar kita bisa tenang bahwa kita ga jelek sendirian. Menertawakan kebodohan orang padahal itu hanya menutupi saja, sebagai tirai yang menyembunyikan kebodohan dirinya sendiri.<br />Kita suka ga percaya ketika orang yang kita anggap “buruk” melakukan sebuah kebaikan, malah kita mencacinya, tidak memberi sedikit saja kepercayaan untuk membuktikan dirinya itu baik,kita melakukan itu semua seolah-olah kita menginginkan yang buruk biarlah buruk. dan akhirnya, mental dan semangat beberbuat kebaikan orang itu kita bunuh maka sirna. <br />Alasan kenapa kita berbuat seperti itu adalah karena kita tidak mau merasa dibawah orang lain. Tidak ingin tertindas oleh perasaan bahwa kita ga bisa lebih dari yang lain. Kita takut tersaingi, dengan modal usaha kita yang seadanya, kita males untuk meningkatkan usaha, maka biar lebih mudah agar tak tersaingi, kita mengambil jalan pintas yaitu memojokan dan merusak mental saingan kita.<br />Seharusnya ada rasa saling memotivasi di antara kita dan tidak saling hancur menghancurkan. Agar tetap sama, orang lain dengan kita. ukhuwah islamiyahnya mesti ditingkatkan. saling menyayangi, memahami, bahagia ketika melihat orang lain bahagia, membangun rasa kompetitif tanpa menghilangkan rasa kooperatif tidak penuh dengan iri dengki yang menghancurkan amalan baik kita bagai api yang mengabukan kayu.<br />Hilangkan sinisnya diri kita..<br />08, Oktober 2008 Rabu 05.38<br />“Proses = kontinyu”<br />Apa berharganya waktu kalo ga ada proses, waktu ga brarti donk? Kalo semua hal serba praktis atau instan, ah ga rame klo misalkan ga ada usaha tapi tiba tiba kita ketiban penghargaan dan rezeqi, dimana nilai kepuasan bathinnya? , , <br />Bagi orang yang mau segalanya berjalan dengan mudah, percayalah klo yang namanya proses itu pasti ada, hanya Tuhan yang ga mengalami proses, ”Men proposes,god disproposes” . kita untuk mendapatkan sesuatu harus babak belur dulu, harus kerja keras dulu, mengucurkan keringat bergalon galon dulu, baru dapet hasil.klo Allah tinggal bilang . “Kun! Fa yakun!!”. jadi! maka jadilah!!”…<br />Kita harus usaha, dan jangan terlalu cepat merasa lelah karena belum menerima hasil, usaha itu harus dilakukan secara continu dan emang butuh waktu. jadi yang sabar aja. terus berusaha. Kenapa kita harus melakukan usaha secara kontinu?<br />Jawabannya adalah, ibaratkan air yang menetesi batu. Air menetes pada batu, yang secara continu akan bisa membuat batu berlubang, tetapi batu yang menimpa tembok ga ngejamin batu itu bisa membuat tembok berlubang klo ga dilempar terus menerus. bener ga? emang sih contohnya amat sederhana, tapi salahnya kita sering lupa, bahwa kebiasaan atau kegiatan yang sering dilakukan bisa mengalahkan kuantitas dan kualitas suatu pekerjaan.<br />Kadang kita bangga udah banyak membaca dan belajar hari ini, tapi apa artinya kalo besok kita berhenti membaca, yang penting itu sering melakukan bukan sering berhenti, seperti mandi lebih baik sering dari pada wangi!! Sekarang mandi tapi besok ga mandi, ya. . . .percuma.<br />Nabi pernah bersabda seperti ini<br />“barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia rugi, dan hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia celaka, dan hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, berarti orang yang beruntung”<br />Ya maksudnya, kita harus bisa mengulang kebaikan dihari kemarin, malah klo sama aja dengan hari kemaren, nabi bilang itu rugi, kita harus melakukan yang lebih baik lagi dari hari kemarin, dan seterusnya diulang-ulang secara kontinu.<br />18, Oktober 2008 Minggu<br />“Janji,kata, dan marah”<br />Ginan kemaren kebingungan, kenapa banyak orang yang ngambek sama Ginan, terlintas dipikiran ginan saat itu untuk segera mengakhiri hidup, rinso udah ada ditangan, tinggal dicampur dengan susu,,, mati deh<br /> Ginan pusing, terus didera masalah, tapi Ginan ga mau dong kalo Ginan dilanda masalah tapi ga dapet keuntungan dari masalah itu, eh malah dapet pusingnya doang. dan jangan sampai kita terjerumus ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.<br />Ginan belajar tentang janji, ternyata jangan sembarang bilang janji, malah jangan bilang apa-apa aja deh, karena janji itu berat, berat banget buat dipenuhi, dan fatal apabila diigkari.<br />Kalo diingkari, maka pusing bertubi-tubi dikemudian hari, terus nempel diotak, susah diusir, dan bakal terus terpikir, belum lagi kalo orang yang dijanji oleh kita ngamuk, komplit sudah rasa pusing dikepala. janji menghasilkan permusuhan tanpa sebab, hati hati!!klo ga ditepati, hancur sudahlah rasa kepercayaan orang terhadap kita, inget lho. rasa percaya itu mahal harganya!! sekali saja khianat, maka hilang, sirna.. dan untuk mendapatkan kembali sebuah kepercayaan itu suliiiiiiiiit sekali..<br />Masalah kata-kata juga berbahaya, emang lebih baik ga usah deh kalo ga penting-penting banget, jangan bilang yang belum pasti terjadi, jangan bilang sesuatu yang momentumnya kurang tepat, jangan lontarkan kata kata yang menyakiti. Mulut mu harimau mu.. tanpa sadar kita keceplosan bicara lalu menyinggung hati orang, matilah kita dicabik cabik harimau. ”salamatul insan fii hifdzil lisan”. selamatnya seseorang ditentukan oleh sejauh mana ia bias menjaga lisannya, itu yang kata mahfudzot. dan nabi pun bersabda. ”ma kanna yu’minu billahi wal yaumil akhiri fal yaqul khairan au liasmutt!! .barangsiapa yang iman pada Allah dan hari akhir, maka bicaralah yang baik. atau diam!!<br />Allhammdulillah, Dinda ga ngambek ma Ginan, kemaren sih di SMS, dia kayak yang ngambek gitu deh, kata-katanya itu bikin pusing, dan ternyata dia teh lagi ngantuk, dan katanya kalo lagi ngantuk dia emang seperti itu.<br />Nda… nda. klo ngantuk ya jangan marahin orang dong. kan gw jadi shock. hampir aja gagal jantung. <br />Marah itu sering banget kita lakuin, ya biasanya klo kita lagi bad mood, bawaannya pingin marah melulu, pingin banting lemari, pingin nonjok tembok, pingin nendang tiang listrik, dll. klo dipikir pikir, ngapain ya kita marah? buang buang energi. lagian marah kan ga enak. lebih baik senyum simetris sendirian ditengah jalan. lebih menyenangkan.<br />Marah! ketika orang lain menyinggung perasaan kita. Marah, klo kita terganggu kenyamanannya., sabar aja… menurut Ginan ngambek atau marah itu lebih baik ditahan, atau ga usah aja soalnya kita tau, kalo dimarahi itu ga enak. Ya maka kita jangan ngambek, apalagi ga jelas sebabnya. bikin diri ga bahagia..<br />Ciri ciri orang taqwa salah satunya adalah sanggup menahan amarahnya dan<br /> memaafkan orang lain. Sebagaimana firman Allah surat ali- imron 134<br /> <br />Nah lho… jangan marah.. klo marah berarti ga taqwa..<br />Cara untuk memberhentikan marah menurut rasul. jika kita marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah, jika kita marah dalam keadaan duduk, maka berbaringlah. nah klo masih kesel dan belum hilang marahnya, maka berwudhulah karena marah itu datangnya dari setan, dan setan tercipta dari api. jadi air wudhu itu memadamkan amarah tersebut. begitu menurut rasul.<br />Sabtu, 01 November 2008<br />“Antara ilmu dan moral”<br />Khoirul ilmi ma ksyan ma’uhu…<br />Sebaik baiknya ilmu adalah ilmu yang mengandung kasyan bersamanya. Kasyan itu adalah sesuatu yang membuat kita taqwa dan semakin takut kepada Allah..<br />Banyak saat ini yang cerdas, pinter dan intelek, tapi kelakuannya busuk seperti koruptor n sebagian pejabat-pejabat kita. Aneh ya, ilmu mumpuni tidak membuatnya semakin ngerti. Pinter malah membodohi. Bukannya menularkan kecerdasaannya buat anak anak bangsa. Malah mencuri harta orang banyak. <br />Semakin banyak ilmu bukan semakin membuatnya lebih bermoral , malah jadi iblis.<br />Ada apa nih? apa yang terjadi dikalangan orang berilmu? sepertinya dalam ilmu mereka tidak terdapat kasyan, dan ketika mencari ilmu, mereka tidak meniatkannya untuk dijalan Allah, dan terdapat ke-ujub-an didalamnya.<br />Mungkin itu yang membuat orang yang berilmu. semakin pintar. semakin ga bermoral, ga takut kepada Allah. <br /> <br />Ahad, 02 November 2008<br />“gengsi sebagai kebutuhan primer ”<br />Ada pergeseran kebutuhan zaman sekarang ini, kebutuhan primer, yang kita ketahui yaitu sandang, pangan, papan ternyata masih belum cukup, sandang ga sekedar sandang, sandang zaman sekarang selain harus menutupi dan menjaga tubuh, tapi harus juga dapat melejitkan gengsi.<br />Pangan, ga harus sekedar hanya bisa dimakan, tapi harus bisa dibanggakan ketika kita memakannya.<br />Papan, selain harus ditempati, tetapi kudu bisa juga membuat iri orang lain dan dapat membuat diri terangkat derajatnya.<br />Selain itu dengan begini kebutuhan primer semakain sulit diraih, itu yang primer! Belum lagi yang sekunder mendadak memposisikan dirinya menjadi primer.<br />Sekolah, sekarang ga mementingkan pendidikan dan ilmunya, tapi bagaimana bergengsinya sekolah.bangunan yang megah, labolatorium yang komplit, dll. Sekarang dengan cara nyogok pun, orang tua rela mengeluarkan banyak uang agar anaknya bisa dibanggakan karena belajar di sekolah yang elit, hanya demi gengsi. ga peduli otaknya kosong. Bahkan dengan cara itu jadi pemuas kebutuhan, padahal kebobrokan karena ketidak jujuran selalu menghantui.<br />Yang tersier, barang yang sebenarnya ga dibutuhin banget, tanpa itu pun sebenarnya manusia masih bisa hidup, sekarang dijadiin ajang pamer dan adu gengsi. mobil mewah dimana mana ngabisin jalan. handphone ingin selalu up to date, setiap ada keluaran baru langsung dibeli.<br />Apa pungsi HP? Fungsi yang paling urgen adalah nelpon dan sms, tapi kalo ukurannya gengsi, ga bisa cukup dengan itu, banyak fitur pendongkrak gengsi! !<br />Kasian orang yang kurang berada, terpojokan karena lemah ekonominya. maka ’akan timbul kecemburuan sosial. akhirnya banyak merebak tindak kriminal.. klo semuanya berjalan seperti ini. bentar lagi kiamat terjadi<br />Ya, Untuk saat ini,Kebutuhan primer kita bukanlah sandang, pangan dan papan lagi. tapi GENGSI!!<br />Makan tuh gengsi!!!!<br />Selasa, 4 November 2008<br />“Hati – hati menasehati”<br />Kemaren malam, Ginan dapet kritikan yang amat pedas, dan sangat menyengat kehati..<br />Apa yang Ginan lakuin selama ini salah, atau mungkin caranya yang salah.. Ginan niatnya sih berbagi ilmu atau menasehati tapi jadinya malah terkesan menggurui. ya cara penyampaiannya mungkin salah, terlalu menghakimi. jadi merasa ga nyaman orang yang diberi nasehatnya.dan sebaiknya memberi nasehat itu lebih baik kepada seseorang yang memang dia itu meminta nasehat pada kita, jangan tiba tiba kita menasehati orang, nantinya orang yang dinasehati tersebut. ya sih bahwa menasehati itu perbuatan yang baik, berarti kita telah mengamalkan amar ma’ruf nahyi munkar, tapi caranya itu lho, jangan menyudutkan, karena orang lain tidak mau disalahkan. ,jangan sampai seperti merendahkan orang lain, nantinya orang itu sakit hati dan jangan pula menggurui. belajar menasehati dengan hati, tau situasi dan kondisi. supaya nasihat kita mengena pada orang tersebut.. dan orang itu merasa tetap nyaman walau dinasehati malah dia berterima kasih pada kita karena menasehatinya<br />Hati – hatilah menasehati…. <br />Rabu 5 November 2008<br />“Dunia sendiri”<br />Tulis menulis…. Inilah dunia ginan yang hanya ada ginan didalamnya,bebas ginan menyatakan apa saja, bilang apa saja, ga ada yang melarang!! ga ada yang membantah!! Ginan sendiri disini, sebagai raja kata kata. bebas membuat scenario sendiri, bebas berimajinasi, bebas berpikir. mencurahkan sampah sampah yang mengganjal dihati. memuntahkan segala rasa, yang pahit, yang manis, semuanya!!<br />Ini dunia rahasia, hanya aku, tinta dan kertas yang tau. dunia yang aman untuk merekam kejadian kejadian didunia nyata, aman menyimpan memori. hanya kita yang punya. ga ada campur tangan orang lain. ginan membangun dunia sendiri dengan menulis.. ginan nyaman bertempat tinggal disini. Di dunia sendiri… Menulislah! <br />Jum’at 7 November 2008<br />“Tidak sadar untuk sabar”<br />Kadang orang suka tidak sabar dan ini memang karakter manusia.. baru sedikit belajar, tapi mengharapkan ilmu yang tinggi, baru sedikit mengeluarkan tenaga,tapi pingin dapet hasil yang banyak, pingin cepat kaya tapi ga mau keras berusaha.. pingin cepet nikah tapi umur baru 16 tahun… hehehe <br />Inilah ketidak sabaran kita… harusnya kita sadar bahwa masih banyak yang harus dilalui prosesnya sebelum menuju hasil yang memuaskan, manusia sering banyak mengeluh karena ga segera mendapatkan hasil padahal usahanya pun belum maksimal, sabar dong cuy.<br />Sadar akan adanya proses itu kuncinya untuk sabar menunggu hasil, semua ga berlangsung secara instan, bahkan bikin mie instan juga ga instan instan banget kan?mesti ngisi panci pake air dulu, trus buka kemasan mie, nunggu airnya mendidih dulu baru masukin mienya, masukin bumbu kepiring. angkat panci dari kompor gas, masukin mie kedalam piring, trus nyampurin mie dengan bumbu. nunggu dulu biar dingin. baru dimakan deh. tuh kan, mau makan mie aja panjang banget prosesnya. Jadi bisa ga kita sedikit sabar untuk meraih hasil?<br />Kita harus ingat klo setiap usaha kita itu dicatat dibuku rapot kita oleh malaikat rokib, usaha kita dapat pahala, apalagi klo ikhlas dan sabar mengerjakannya, berlipatlah pahala kita. tenang aja, innAllaha la ‘udi’u amala minkum. Allah ga akan menyia nyiakan apa yang kita perbuat, sekecil apapun usaha kita pasti kita akan melihat balasannya. klo masalah hasil, ga akan semua langsung tampak diberikan sebagai imbalan tunai, tapi ada yang disisakan oleh Allah sebagai imbalan cadangan yang sesuatu saat ketika kita benar benar membutuhkannya maka datang imbalan dari Allah atas perbuatan baik dan usaha yang kita lakukan tersebut. percayalah. innallaha la tuhliful mi’aad, Allah pasti ga akan mengingkari janjinya. Maka bekerja yang hebat, bersabar yang kuat, sadar akan proses, dan tuai imbalan yang dijanjikan Allah. itulah kawan..<br />Ahad, 9 November 2008 07.43<br />“Hantu yang bernama ‘nilai’.”<br />Kita sekolah udah ga lurus lagi niatnya untuk mencari ilmu, sekarang kita sekolah hanya untuk mengejar nilai semata, hanya ingin mengisi rapot dengan nilai yang bagus, tidak ada angka ‘merah’ dirapot, nilai rata – rata rapot diatas 7,5 biar masuk PMDK ke Perguruan tinggi Negara yang favorit yang kita damba damba. ya tujuan kita bersekolah sekarang jadi amat rendah sekali!<br />Ini gara si hantu yang bernama ‘nilai’. Nilai menjadi momok yang sangat menakutkan dikepala Siswa, membayang bayangi otak, terus gentayangan di alam pikiran, terngiang ngiang ditelinga. Mengganggu ketentraman hidup. Kualitas otak, pintar atau bodohnya seseorang dan evaluasi hasil blajar kita di ukur oleh si nilai yang amat keji!..<br />Padahal nilai itu bisu, ga bisa bicara, tapi anehnya, dia lah yang berkuasa dikelas untuk berkata siapa siswa yang bodoh dan siapa siswa yang pintar. Nilai amat kejam mencemarkan nama baik seorang siswa, ada siswa yang baik dan sholeh tapi karena salah satu nilai mata pelajarannya jelek, ya dia dianggap bodoh. kasian sekali….<br />Apalagi klo nilai hasil ulangan dipajang didepan kelas, wah beban mental!!<br />Nilai itu datang dari guru,dan guru sering subjektif memberi nilai, anaknya sendiri pasti nilainya besar, atau murid yang dia kenal juga dikasih nilai yang lumayan, murid penjilat yang sok sok deket ma gurunya dapet nilai bagus juga.<br />Kadang juga sudut pandang penilaiannya itu ga menyeluruh, hanya dilihat dari hasil ulangan aja! Ga melihat prosesnya, karena kan ga sedikit juga siswa yang mati matian belajar tapi dia mengerjakan ulangan dengan jujur tapi dia ga dapet hasil yang maksimal. Dan ada pula yang ga ngapalin n belajar sama sekali tapi dapet nilai yang bagus tapi hasil nyonyek!. Jadi klo memang mau menilai dengan baik, lihatlah prosesnya. Jangan liat hasilnya doang!!!<br />Guru juga sering mengancam muridnya dengan nilai, katanya bakal memberi nilai yang jelek di rapot atau mengurangi nilai yang murid punya. kejam sekali..<br />Segala sesuatu dalam dunia pendidikan sekarang dilihat dari nilai, lulus UAN dilihat dari nilai, naik kelas juga, daftar sekolah, dll. Nilai jadi dewa penolong yang disembah para murid.<br />Lihat akibatnya gara ada si hantu nilai itu. Siswa sekarang udah ga mentingin belajar, yang penting nilai bagus, ilmu ga penting! tinggal nyontek aja, nilainya nanti bagus, ngapain cape cape belajar, ya ga?. Terus ada masalah sogok menyogok karena nilainya jelek biar dikatrol jadi bagus. Pokoknya dengan adanya system nilai ini kejujuran itu diabaikan. Kita membohongi diri sendiri dengan menyontek, membohongi public dengan nilai rapot yang direkayasa. Klo memang seperti ini terus, gimana mau maju bangsa kita?? Pantesan sekarang banyak orang yang ga jujur saat ini, banyak yang korupsi mungkin karena masalh ini. Nilai yang ga sehat pemberiannya, ketidak jujuran yang dulu mereka lakuin semasa mereka sekolah.<br />Nilai menjadi yang terus menghantui dunia pendidikan!!<br />Basmi hantu hantu itu!!<br />Senin 10 November 2008<br />“Turning point of life 17”<br />Ga kerasa Ginan udah menghirup oxygen dan menghembuskan karbon dioksida selama 17 tahun ini.. tepat hari ini Ginan genap berumur 17 tahun hitungan tahun masehi. Singkat kata, hari ini Ginan ulang tahun yang ketujuh belas. Senang? Tentu. Diberi kesempatan untuk hidup selama 6205 hari ini merupakan nikmat yang amat besar dari Allah, berjuta juta liter oxygen dan air yang masuk dalam tubuh ini gratis, klo misalkan Allah menjadikan kebaikan-Nya itu sebagai hutang, niscaya ga akan terbayar oleh amal seratus tahun yang Ginan lakukan, atas kemurahan-Nya itu. Ginan hanya bisa berterimakasih, memuji, dan berharap, mudah mudahan, hidup yang sudah berlalu 17 tahun ini ga berjalan sia sia. <br />17 tahun berlalu dengan cepat, ga kerasa, dulu tubuh ini kecil, sekarang udah besar. ya ini namanya pertumbuhan,itu kata buku IPA kls 4 SD dulu. Gede prama dalam bukunya yang berjudul “jejak jejak makna”. katanya, klo tambah besar dan dewasa kita jadi jauh dengan rumah kebahagiaan. Ya memang seperti itu adanya, klo semakin besar kita bakal sulit untuk tertawa dan gampang untuk mengeluh, hidup juga berkembang seiring dengan berkembangnya tubuh dan daya pikir kita, hidup jadi semakin sulit, pikiran jadi semakin rumit, dan klo dewasa, sudah pasti kita harus siap menghadapi masalah yang berbelit belit, makan pake sumpit, pacaran ma perempuan sipit, hehehe..<br />Sekarang pikiran ga hanya terpaku dengan keadaan saat ini aja, sekarang Ginan udah mulai memikirkan masa depan yang nanti ginan sendirilah yang akan menanggungnya.. ini yang buat hidup semakin sulit, ginan seolah olah punya beban yang amat besar, gimana nih masa depan saya? Apakah madesu(masa depan suram)?atau madecer(masa depan cerah)?<br />Pikiran jadi semakin rumit, daya kritis udah mulai nonjok nonjok kepala, ginan udah mulai mikir, sebenarnya tujuan hidup Ginan itu apa? Mau dibawa kemana nama ‘Ginan Aulia Rahman’ ini? Dan hawa hawa pemikiran eksistensialisme udah mulai tercium, pertanyaan pertanyaan seperti, mau jadi apa? Sudahkah aku mengada? to be? To have? pertanyaan itu Ginan sudah berusaha untuk menjawabnya, tapi ya mungkin karena Ginan masih dalam masa transisi, Ginan masih bingung untuk menjawab, sering hati ini malah jadi galau, gelisah, bimbang dan ga enak. Ada apa ini? Aduh, betapa rumitnya hidup ini, Ginan merasa apa yang Ginan mimpikan selama ini sepele banget perkaranya. Pingin kaya, alah nanti juga mati dan semua harta yang Ginan punya akan sia sia dan ga akan dibawa bersama jasad ini ke alam kubur nanti, pingin sukses dan terkenal tapi nanti juga pengsiun dan habis masa tenarnya, sungguh pencapaian yang sepele. Jadi harus gimana hidup ini?<br />Hidup ke depannya sudah bisa di prediksi, Habis lulus kuliah, melamar kerja, melamar wanita, mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istri. Setelah itu bagaimana lagi? Tinggal menunggu waktu di jemput oleh Izroil, selasai deh. Hidup serasa sederhana dan hampa. Ginan rasa begitu.<br />Klo dipikir pikir, proses pendewasaan Ginan berjalan lambat deh. Banyak orang yang berumur 17 tahun tapi pemikirannya udah kaya professor, udah punya arah dan orientasi yang benar dalam hidupnya, udah bersikap seperti orang dewasa dan ga kekanak kanakan lagi.. ilmunya sudah tinggi, wawasanya luas. mungkin Ginan harus lebih banyak membaca, menjelajahi semesta hikmah kehidupan, menelusuri jejak jejak makna.biar bisa mengejar ketertinggalan Ginan.<br />Oh iya, Ginan juga sebenernya punya cita cita yang ga sederhana, punya idealisme yang keren dan mahal seperti daging rendang . tapi sayang semangat dan usahanya kayak tempe bacem. Ginan pingin jadi ketua PP Muhammadiyah (mustahil sih melihat usaha ginan dalam belajar yang males banget), pingin jadi men of the century, pingin juga jadi men of the year time magazines, punya toko buku terbesar di dunia, menjadi benar benar khalifah fil ardh, mengukir nama Ginan Aulia Rahman dengan tinta emas dalam sejarah, menjadi pembaharu dan membangkitkan kembali islam, tentu intinya cita cita yang paling tinggi Ginan adalah menjadi hamba-Nya yang taqwa.<br />Cita cita yang melangit ini, ga akan bisa tercapai klo Ginan usahanya mendarat aja, leha leha, terus diam di zona nyaman yang menina bobokan, malas belajar dengan keras dan serius, punya umur beribu ribu tahun pun insya Allah ga akan pernah tercapai cita cita ini klo tetap berjalan seperti itu. Panjangnya umur siapa yang tau, mungkin sisa hidup Ginan 20 tahun lagi, atau 15 tahun lagi, 5 tahun lagi mungkin, malah besok, ga menutup kemungkinan klo ginan sudah saatnya untuk ditimbuni tanah. Tapi perjuangan harus tetap dilanjutkan!!! 17 tahun ini adalah turning poin of life seorang Ginan. Ginan akan melakukan perubahan secara radikal dan sungguh sungguh, menuju arah yang lebih baik lagi. Ginan harus meninggalkan hal hal lagho yang ga berguna.. Ginan udah terlanjut hidup, maka harus benar benar hidup!! Hidup abadi dengan karya karya ginan yang fenomenal, dikenal dan dikenang semua orang diseluruh penjuru dunia, hahahaha. Muluk muluk banget ya? Ga apa, dari pada ga kepikiran semangat perjuangan sama sekali.<br />Ya pada permulaan umur 17 tahun ini, Ginan akan mulai dengan do’a.<br />Bismillah Ar-rahman Ar-rahim,,,<br />Ya Allah Yang Maha Kuasa, Terima kasih sebesar besarnya aku ucapkan, atas semua milikMu yang telah kau titipkan selama ini, Allhamdulillah itu semua telah membuatku hidup dengan bahagia, mudah mudahan aku termasuk orang orang yang bersyukur akan nikmatMu. Dan lindungilah, aku mohon, dari kekufuran akan ni’mat yang membuat aku sesaat dan mendapat siksaMu…<br />Ya Allah yang Maha cerdas dan Maha mengetahui, aku mohon untuk dicurahkan olehMu ilmu yang bermanfaat, yang membawaku mendekat padaMu. Kuatkan aku dalam belajar. Rasukan semangat keilmuan dan daya kritis ke dalam hati ini.. agar aku memiliki semangat belajar yang tinggi, hingga aku bisa mengemban amanat besar sebagai khalifah dimuka bumi. Karena hanya dengan Ilmu dariMu aku bisa mengembannya..<br />Ya Allah yang maha perkasa, beri aku hidayah dan bimbingan, aku lemah aku jahil tanpa bimbingan dariMu….<br />Semoga Engkau mendengar hamba hambaMu yang selalu memujimu, amieen.<br />Rabu, 12 November 2008<br />“pesimis dan optimis buta”<br />Kenapa ya akhir akhir ini Ginan pusing? Tidak seperti biasanya. Ginan akhir akhir ini merasa banyak beban, banyak hal yang lalu lalang dipikiran Ginan. Ginan memikirkan betapa banyaknya pelajaran yang belum Ginan kuasai, padahal buat apa dipikirkan? Tinggal belajarnya saja yang ditingkatkan, susah susah amat!<br />Orang beriman itu ga mungkin stress, itulah yang diucapkan mang olih (tukang mie ayam di pesantren). orang beriman dia serahkan segala urusan kepada Allah, orang beriman selalu senyum setiap saat, tak pernah mengeluh,tidak putus asa akan rahmat Allah, ga pernah berburuk sangka kepada keadaan, diri sendiri dan orang lain. Itu yang membuat orang beriman bahagia dan bebas stress.<br />Akhir akhir ini Ginan jadi orang yang pesimis, ga pede dengan kemampuan diri sendiri. Ini membuat minder dan malas melakukan banyak hal. Orang yang pesimis sebenarnya adalah orang yang ga pantes untuk eksis di dunia. Karena mentalnya yang jelek itu akan menjajah dirinya sendiri, jangankan bersaing dengan orang lain, untuk percaya akan kemapuan dirinya pun ragu, terkalahkan oleh kelemahan diri yang seharusnya ga ada. Akan terus tertindas dengan beban fiktif, buatan pikirannya sendiri. Orang yang pesimis menganggap peluang itu sebagai malapetaka, keindahan itu kebobrokan, pokonya pikiran negatifnya itu meracuni kehidupan.<br />Orang pesimis menganggap dirinya rendah, sehingga dirinya benar benar menjadi rendah!<br />Pesimis itu lebih baik kita buanng aja ketempat sampah!!ga layak mengendap di diri kita. Karena pesismis itu racun yang amat berbahaya!!<br />Hidup harus dijalani dengan hawa ke-optimisan, dengan keimanan dan kepercayaan bahwa Allah akan membantu hambanya yang beramal kebaikan, dengan itu semua kita jadi punya power untuk berusaha mencapai target yang kita tetapkan. Tapi ya apa gunanya juga optimis klo kitanya ga usaha, ga mau susah, cita cita yang tinggi tapi berpangku tangan dari halangan rintangan.Percuma! itu namanya optimis buta.<br />Seperti kata Barack obama<br />“jika kamu punya sebuah impian dan cita cita tapi kamu tidak mau menghadapi rintangan dan tantangan resiko dari impian tersebut, maka klo bukan bodoh, kamu terserang optimis buta!!”<br />Hindari pesimis dan optimis yang buta!!<br />Kamis, 13 November 2008<br />“Kucing”<br />Kucing loncat dari atap. Mau apa dia? Mau bunuh diri?. Aduh manusia, lihat tuh! Tingkah lakumu ditiru kucing. Pingin cepet cepet mati, cari cari mati, padahal mati ga usah dicari, nanti juga datang sendiri.<br />Kucing juga makhluk Allah, tapi kita ga tau gimana caranya kucing menyembah Allah Ta’ala, apakah kucing juga suka shalat? Atau kucing juga suka puasa? Ah entahlah.. mungkin kucing yang mengeong itu sedang bertasbih tahmid takbir kepada Allah. Kita ga tau bahasa kucing.. yang masuk kedalam telinga kita hanya suara fals si kucing, meong meong, hampa makna. Satu satunya manusia yang bisa berbahasa kucing hanyalah Nabi Sulaiman AS, atau kata orang Kristen namanya Salomo. Ya beliau bisa karena itu salah satu mu’zijat yang Allah berikan padanya. <br />Meow… meong… kucing dimandiin mati. Berarti dia ga beriman. Allah kan cinta kebersihan. Kok dimandiin mati sih? Kucing jorok!! Suka jilat – jilat badan sendiri, bodohnya dia! Allah sudah menurunkan air melalui hujan dari atas langit, dia ga bersyukur. Sudah ada air bersih. Eh malah jilat, kan bau!<br />Oh iya, kucing kan sebangsa dengan singa, macan dan harimau. tapi untungnya, atas rahmat Allah yang maha kuasa, tabiat singa dan harimau tidak seperti tabiat kucing. Bayangkan klo singa yang lapar ada diatas atap rumah tetangga kita. Matilah orang se- RT. Hendaknya kita bersyukur. Kucing tidak singa .<br />Kucing itu jahat!! Percaya?... <br />Apa? …<br />Kamu ga percaya? …<br />Kucing itu jahat tau!!.. contohnya kucing garong.. suka curi – curi ikan didapur rumah saya, suka makan tikus sembarangan, kasian tikusnya kan. Kucing garong memang selaulu merenggut hak asasi manusia dan hak asasi tikus. Hak asasi manusialah untuk punya ikan didapur, eh malah dicuri. Hak asasi tikuslah untuk menghirup udara bebas kehidupan, eh malah di makan. <br />Kucing itu matanya selalu sehat. Seumur hidup saya belum pernah lihat kucing pake kacamata. atau mungkin dia pake lensa kontak. Matanya biru.. tapi kasian juga klo diapake lensa kontak, bisa ke tojos dia sama cakarnya sendiri.<br />Konon katanya kucing itu suka makan ikan, tapi pernahkah kamu melihat kucing pergi ke pasar lalu membeli ikan?... belum?... oh berarti kucing makan ikan itu hanya mitos belaka.<br />josh bush melawan sadam husein, musa VS fir’aun, rhoma irama berseteru dengan inul, Ginan membunuh kiki. Josh bush melawan sadam husein ya karena bush mengira sadam husein sebagai dictator dan akan menyelamatkan warga irak dari jeratan sadam husein (padahal yang goblok tuh si bush nya!!). Musa AS melawan fir’aun ya karena fir’aun mengaku sebagai tuhan. Rhoma irama berseteru dengan inul yak arena inul goyang ngebor dan menghasilkan lumpu lapindo di porong sidoarjo. Ginan membunuh kiki ya karena mau aja. Nah, lalu kenapa kucing menjajah tikus?<br />Sepertinya kucing itu betina semua. Mereka tidak jantan! Badannya besar tapi beraninya sama makhluq kecil yang imut amit amit.<br />Tikus di intimidasi, dipalak, dimintai duit, dikejar – kejar, lalu ditangkap, digigit terus dimakan. Gimana ya rasanya tikus?<br />Kucing dan tikus musuh abadi, sama kayak Viking dan the jack, saking akurnya mereka saling cakar, saling kejar, aduh ga ada bedanya kucing dengan Viking, the jack dengan tikus. Sama sama ga cinta damai..<br />Entah sejak kapan mereka bermusuhan, saya tidak tau. Saya kurang membaca buku, kenapa bisa kucing dan tikus berseteru?. Sepertinya dewan keamanan PBB harus turun tangan.<br />kucing adalah hewan pemalu.malu – malu kucing. Dilihat pendiem , tidak dilihat menjadi liarlah<br />dia. Lagi lagi mirip manusia, manusia juga suka malu malu. Jaim dilihat, beringas tak diawasi..<br />adakah yang lebih tidak bemoral dan tidak sopan daripa kucing? Kucing itu bejad! Ibu kucing dihamili anak kucing, sudah begitu mereka bersetubuh di depan umum pula! Kemana perginya si ayah? Ko mau sih dengan anak sendiri? Apa dia ga malu sama manusia? Ibu dan anak itu muhrim! Bacalah Al Qur’an cing! La taqrabuu jinna!!! Disitu ada atura aturan hidup. Trus giman klo ketauan si ayah, bisa talak tiga lho bu kucing……<br />manusia seperti kucing, apa sebaliknya?<br />Sabtu, 15 November 2008<br />“legenda pribadi”<br />Masing masing manusia terlahir hidup di dunia pasti punya takdir yang sangat luar biasa nantinya, punya misi yang sama, yaitu akan mencari tuhannya melaui pengembaraan panjang dalam hidup, masing masing punya jalan sendiri untuk sampai pada-Nya. Punya cara tersendiri. Punya garis start sendiri.<br />Lahir di latar belakang lingkungan yang berbeda, manusia ada yang dilahirkan di rahim seorang ibu bersuamikan pengembala domba, pedagang, dokter, ilmuwan, guru, pengemis etc. tapi ya masing-masing hati manusia itu semua nantinya punya suara-suara yang menunjukan kepada hal yang telah di maktub-kan. Takdir, atau legenda pribadi.. ada yang tumbuh sangat jauh berbeda dengan keadaan awalnya. Ada yang sama saja tanpa perubahan dan hidup biasa biasa saja.<br />Untuk menjalani hidup, sebenarnya Allah telah mengilhamkan kepada kita melalui desir desir suara hati, sinyal sinyal keinginan fitrah, idealism suci menuju ketauhidan dan menuju kesejatian manusia, tapi sayangnya manusia lupa dan tidak mendengar apa kata hatinya, tidak memahami dirinya sendiri, tidak berusaha mencari dan memahami ayat ayat-Nya. semua menjadikan manusia tumbuh tidak semestinya, hidup dalam kebiasaan tidak melalui pengembaraan yang dahsyat penuh tantangan yang ketika selesai pengembaraan tersebut, kita bisa mencicipi kebahagian yang datang dari Allah<br />takdir atau legenda pribadi, manusia menghampiri takdirnya yang telah ter-maktub-kan, yang ditulis oleh yang Maha, scenario hidup yang indah, Allah penulis naskah kehidupan, dan semua itu dirahasiakan. Mengapa dirahasiakan? Mengapa masa depan itu begitu gelap bagi kita? Karena Allah sangat cinta dan sayang pada hambanya, Allah menginginkan, ketika hambanya mendapatkan kebaikan, itu menjadi sebuah kejutan. Apabila akan dapat kemalangan dan keburukan, sebelumnya kita tidak memikirkannya, tidak menjadikannya beban pikiran,, sehingga penderitaanya hanya terasa hanya saat itu saja.. dengan tidak diberi tahu akan masa depan, manusia di izinkan memiliki impian untuk dicapai, cita cita untuk diraih.. manusia diberikan kesempatan untuk memilih taqdir, optimis menatap masa depan, berusaha, memilih jalan, mengembara… kita hanya tau apa yang terjadi sekarang, itu adalah kesempatan yang dititipkan oleh Allah, kita tak punya masa lalu,kita tak tahu masa depan. Maka berbuat lah, baca tanda tanda yang ada pada saat itu. Pahami hati, Bergerak menuju takdir yang telah dituliskan.<br />Pahlawan kehidupan bukanlah sebutan bagi dia atau mereka, tapi untuk aku, kamu, kita. Berjuanglah menuju taqdir kepahlawan kita, Allah bersama orang orang yang sungguh sungguh menjalan tugasnya.<br />Kita hidup menuntaskan legenda pribadi kita, menjadikan mimpi kita sebagai tujuan, tapi tentu juga harus ada niatan yang ikhlas karena Allah, manusia ga terlahir untuk hidup biasa biasa saja, tapi untuk menjalani sebuah perjuangan yang luar biasa, tapi banyak orang yang terlalu gampang puas dengan keadaannya, ada pula yang tahu legenda pribadinya dan apa kata hatinya tapi tidak mau menjalankannya..<br />Semua ditulis oleh tangan yang sama, Allah SWT.. mari gapai taqdir yang baik, rintis dari sekarang…<br />3 Februari 2009, Selasa. Malam hari..<br />“Dnd”<br />Apa yang tadinya milikmu lalu itu hilang, maka biarkanlah untuk hilang, biarkanlah itu tak lagi terbilang.<br />Yang ingin pergi, jangan kau sapa untuk kembali, atau jangan berusaha kau untuk mencari.<br />Kadang kenangan yang indah, memang lebih indah untuk hilang.<br />Kadang yang pergi, lebih membahagiakan untuk pergi, walau rindu ingin berjumpa lagi.<br />Perpisahan, tidak selalu membuat sesuatu itu lebih jauh. Karena, kita lebih teringat saat berpisah, daripada saat bersama. Justru, perpisahan inilah yang selalu mengingatkanku kepadamu, berharganya kamu, adanya kamu, senyum cemberutnya kamu. Aku jadi lebih paham arti hadirmu.<br />Selamat jalan Dinda… semoga keajaiban mempertemukan kembali..<br />###<br />Aku belajar mulai saat ini, untuk menghirup racun di udara bebas. Setiap tarikan nafas. Aku terbatuk batuk. Tiap ku hembuskan nafas, aku lemas.<br />Melupakanmu, seperti aku disuruh untuk berhenti bernafas. Pengap!<br />Mengingatmu yang telah pergi. Seperti di suruh menelan knalpot mobil jip.<br />Paru paru bolong, kosong melompong. Tak ada oksigen disana. Darah yang selama ini mengikat oksigen dan mengedarkannya keseluruh tubuh. Cuti, kepala pun pening.<br />Aaaaah, pingin mati aja,atau hidup, tapi sakit jiwa, biar aku tak selalu ingat. Biarku tak berusaha untuk lupa. Biar aku bisa bernafas dengan normal.<br />Nda,,, tolong pukul kepala Ginan dengan batu bata biar Ginan amnesia dan lupa segalanya….<br />###<br /> Keajaiban itu pasti ada… ya Allah biar aku menunggu berapa lama pun itu… aku sabar, insya Allah.<br />Mustahil tidak ada bagi-Mu. Untuk menyatukan timur dengan barat saja engkau pasti bisa, menyatukan dua kutub magnet yang tolak menolak itu mudah bagiMu.<br />Ya Allah, bukan sesuatu hal mustahil engkau menjadikan Ginan dan Dinda kembali bersatu, aku serahkan semuanya kepadaMu.. mohoooon..<br />Selasa, 18 November 2008<br />“Terima kasih”<br />Berterima kasihlah kau pada pohon, karena dia taat pada Allah, maka pohon hasilkan oksigen melalui perjuangan panjang fotosintesis. Berkat itulah kau bisa merasakan segarnya udara pagi, teduhnya bawah pohon, udara yang kau hirup untuk menyambung hidup<br />Berterima kasihlah pada awan, karena ia takut kepada Allah, maka ia turunkan hujan melaui proses panjang siklus hidrologi, berkat itulah kita bisa minum saat dahaga, tak perlu lelah menyirami tanaman, dan bisa melihat indahnya rintik hujan.<br />Berterima kasihlah kau pada ayam, karena ia patuh kepada Allah, ia rela mendapat penderitaan untuk dipenggal manusia, berkat itu, kita bisa merasakan lezatnya opor ayam, crispy nya fried chiken, dan nikmatnya ayam bakar chiko pengkolan garut.<br />Berterima kasihlah kau kepada gunung, karena ia se-iya sekata dengan Allah, maka ia pancangkan tubuhnya membenam di bumi yang dalam,, ia tenangkan bumi yang selalu menggoncang goncang dari perutnya, berkat itulah, kita berjalan dipermukaannya denganaman dan bermukim dengan nyaman.<br />Berterima kasihlah kau pada matahari, karena ia makhluk-Nya yang baik, maka dengan sangat perhatian dia datang membawa siang, dan pergi meninggalkan malam. Menghangati bumi, memberi energy dari proses thermonuklirnya, hingga kita bisa bekerja disiang hari, bercocock tanam dan menjemur pakaian.<br />Berterima kasihlah kau pada bulan, karena ia mencintai Allah, maka ia pun pasrah menerangi malam yang gelap dan kelam, hingga kita terkesima melihat cahaya perak sang rembulan.<br />Pohon, awan, ayam, gunung, matahari, bulan…. Terima kasih. Segala puji bagi Allah yang menjinakkan alam…. <br /> <br />Rabu, 16 November 2008<br />“Kata”<br />Kata, <br />ketika ku rangkai kau jadi sebuah kalimat<br />kadang kau melukai orang<br />kadang kau buat orang lain senang<br />kata, <br />ketika ku rangkai kau jadi beberapa bait puisi<br />kadang kau indah bermakna<br />kadang kau ambigu dan rancu<br />kata,<br />ketika kau di gubah menjadi lirik lagu<br />kadang kau merdu<br />tak jarang pula sumbang<br />ah, tapi<br />yang paling ajaib<br />ketika kau kurangkai kau menjadi untaian do’a untuk-Nya<br />kau membuat yang mustahil menjadi nyata<br />Kamis, 17 November 2008<br />“”<br />Ilmu yang bermanfaat harus menghasilkan perpindahan ke arah yang lebih baik lagi, maksud saya, membawa kita kepada kesucian dan keimanan, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa kita kej alan yang lurus dan meng-istiqomah-kan kita di jalan-Nya. Ke-tidak-tahu-an kita terhadap ilmu, membuat iman kita hanya dengan menaksir dan mengira ngira, tidak bulat, tanpa kesadaran rasional, tdk teguh, potensiuntukmelencengnya pun besar sekali. Orang yang takut kepada Allah adalah para ulama.bisa dikatakan dengan ilmu lah kita ta’jub atas kebesaran Tuhan, sehingga kita takut. Orang yang tidak takut bisa disimpulkan bahwa ia tidak berilmu.<br />###<br />Ilmu memberikan sarana. Agama memberikan tujuan dan arah. Ilmu yang tidak digunakan untuk mencapai tujuan mulia agama nantinya akan buta, atau seperti pedang yang dipegang orang mabuk, dipakai untuk perbuatan fasad , pemenuhan nafsu dan kepentingan pribadi yang pada akhirnya orang lain kita bodohi.<br />Tujuan tujuan yang agama suguhkan kepada kita harus menjadi motif kita. Karena dengan tujuan itu manusia akan hidup penuh makna, tidak hampa.<br />Kegelisahan kegelisahan selama ini timbul atas ke-tidak tentunya arah.kita memperturutkan nafsu misalnya, padahal nafsu tidak mempunyai arah dan tujuan, nafsu membiarkan kita untuk jalan ditempat, bahkan membuat kita berjalan mundur dari tujuan asli kita.<br />Nafsu yang tidak pernah puas membutakan kita sehingga tidak bisa mencapai sasaran mulia agama.<br />Agama tanpa ilmu pincang, natinya akan taqlid buta, fanatisme yang dilandasi ketidak tahuan, agama akan terasa mistis, agama akan di pegang oleh dukun dukun yang paham dengan hal hal gaib. Agama akan kesulitan untuk bisa mengiringi perkembangan jaman. <br />Senin, 23 juni 2008..nafako art irm fair<br />" harus siap lupa" <br />hati itu ga bisa bohong, memang bener sih, sekeras apa pun ginan coba untuk menafikan klo ginan itu masih suka ma dinda. hasilnya nihil..<br />udah berjuta juta alasan otak ginan buat, tapi ditolak mentah mentah sama hati...<br />sekarang Ginan lagi duduk, ngeliat dinda dari belakang, dia pake baju pink n krudung item sambil megang camdig(pasti camdig punya orang)<br /> renghat hati ginan, seperti ditoreh toreh oleh pisau lipat, ci ndo ngobrol ma kiki. otak ginan coba buat penawarnya seribu pikiran positif, tapi tetep aja jealous!!<br />hmmm. begini, kalau dibaratkan, mungkin seperti papan tulis yang ditulis pake spidol permanen. ga bisa dihapus...<br />munggkin nda juga sudah tertulis dihati ginan dengan spidol pemanen. ga bisa dihapus. bisa dihapus dengan minum tineer.. sekalian aja mati..<br />Ginan mau coba untuk benci sama dinda. tapi ga bisa....<br />Ginan sayang ma dinda, ginan pingin dinda bahagia. Ginan harus rela n siap jauh dari dinda supaya dia bahagia.. susah..<br />jadi inget lagu naif<br />aku tak tau apa yang terjadi, <br />antara aku dan kau... <br />yang ku tau pasti ku benci untuk mencintaimu..<br />17 April 2009, jum'at<br />" tak ada waktu untuk tertawa" <br />tak ada waktu untuk tertawa , kalau saja kita selalu mengingat penderitaan warga palestina, orang muslim tak berdosa mati bergelimpangan disepanjang jalan, anak kecil yang belum tau apa apa dan masih suci juga jadi korban. ketakutan dimana mana, jerit tangis mereka sampai terdengar di dinding dinding semua bangunan palestina..... kita sebagai muslim, saudara kita dalam keadaan seperti ini apa yang kita perbuat?<br />tak ada waktu untuk bercanda, jika kita sadar, betapa kemunkaran sekarang merajalela, kelakuan hanya ma'siyat, ma'siyat, dan ma'siyat. kejujuran sekarat di instalasi gawat darurat, dusta merebak, dusta keyakinan, dusta kata, dusta perbuatan. kita semua terjajah oleh tirani dzalim penuh dusta.. nafsu pribadi jadi berhala portable yang. bisa dibawa kemana mana, kemana pun pergi, kapanpun, nafsu jadi sembahan. kita sebagai mu'min, melihat kebobrokan ini apa yang bisa kita perbuat?<br />leha leha umat muslim saat ini, mungkin dihati kita ini, sedikit demi sedikit, nilai nilai kemuliaan Al - Qur'an mulai fade out, hadis rasulullah, amanat yang beliau berikan, mulai terkikis bagai pantai diabrasi ombak.... naudzubillah...<br />tak ada waktu untuk bermalas ria. saat agama Allah ini terinjak, tak jadi semestinya kita yang khairu ummah dipecundangi. dari aspek militer, politik, iptek, sains dll..<br />saatnya bangkit!!!<br />jihad fisabilillah!!!!<br />banyak waktu untuk berjuang, ini belum berakhir....<br />15 April 2009, Rabu....<br />" Mencari Tuhan" <br />mencari tuhan, mencoba untuk mengenal-Nya melihat makhluq makhluq ciptaan-Nya. karena kita bisa mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya.<br />mencoba berteman dengan hening malam, ingin mendengar suara suara yang hilang karena tertimpa kebisingan. denting denting suara hati. desir desir bisikan jiwa... mendengar Tuhan yang membisik di hati dan jiwa, konon katanya, Allah berada dihati manusia yang ingin dan berharap untuk menemui-Nya.<br />mata ini harus jeli melihat dan membaca ayat ayat Allah yang tersirat dan tersurat di alam semesta. <br />telinga ini harus seksama mendengar lantunan Ayat ayat Allah yang mengalun pada setiap suara peristiwa. <br />lidah ini juga harus mengecap dengan menikmati ayat ayat Allah dalam setiap rasa... <br />Hidung ini mencium aroma aroma ayat ayat Allah dalam setiap semilir udara yang masuk kedalam dada.. <br />kulit ini harus meraba ayat ayat Allah melalui sentuhan sentuhan kehangatan kasih sayang, pemberian, erat pelukan dan jabat tangan....<br />mungkin kita bisa melihat Allah ketika kita melihat langit cerah yang betapa mengejutkan ada di atas tanpa tiang penyangga., <br />mungkin Allah terasa dalam tegukan segelas susu saat dahaga yang betapa aneh, susu berada diperut sapi tepatnya diantara kotoran dan darah tapi nikmat bukan buatan rasanya. <br />mungkin Allah terdengar lewat kicauan merdu burung yang bertengger di dahan pohon, makhluq sekecil itu ternyata atas kuasa-Nya bisa bernyanyi sangat indah.. subhanallah..<br />Allah dekat... sebenarnya Dia selalu bersama kita, setiap saat, kapan pun,dimana pun. tapi kelam berdebunya hati ini membuat hati kehilangan sinyal sinyal pertanda kehadiran Allah.<br />Allah bersama aliran darah, diurat nadi leher, didalam hati orang shalih... di sejuk semilir angin yang mengelus wajah...<br />aku merindukan,aku ingin bertemu..Ya Allah, dengan-Mu. ingin mencinta-Mu. ingin dekat tanpa hijab. ingin melihat. penasaran. siapakah pencipta ku? pemyayang seluruh makhluq-Nya, pemelihara alam semesta..<br />apakah keramaian ini menjauhakan aku dengan-Mu?<br />kesibukan ini, kekotorann prilaku ini, keacuhan, kekhilafan......<br />maaf ya Allah..<br />sebenarnya aku pula yang rugi jauh dari-Mu.<br />ya Allah<br /> <br />Senin, 21 juli 2008<br />" Mencintai VS ingin dicintai" <br />hmmm.. erich fromm menjelaskan dalam bukunya yang berjudul the art of love, seni dalam cinta(judulnya bikin muntah, gombal), katanya manusia modern (kita kita ini) adalah makhluk yang penuh dengan derita.. kenapa banyak derita?<br />kita banyak menderita karena haus untuk dicintai, remaja yang haus dicintai pada akhirnya hancur karena pergaulan bebas, ngelangsingin badan dengan diet ketat karena pingin dicinta, terus ketelan sama mode biar di cinta pada akhirnya remaja menderita..<br />pemimpin ingin dicintai oleh rakyatnya, pemimpin itu jadi rela membuat janji janji palsu, berbohong, menghalalkan segala cara, akhirnya pemimpin pun menderita..<br />seharusnya manusia itu harus berusaha dan belajar untuk bagaimana caranya mencintai, bukan untuk dicintai. pemimpin harus berusaha mencintai rakyatnya, supaya bisa memakmurkan rakyatnya, remaja harus berusa untuk bisa mencintai temannya.. saling mengasihi dan menyayangi..<br />yap! Ginan sadar. ternyata selama ini Ginan sukanya dicintai bukan berusaha untuk mencintai. menderita deh akhirnya.. ginan melakukan segalanya buat dicintai, bukan untuk mencintai..<br />berharap untuk bisa dicintai oleh orang lain itu seperti berharap masuk kedalam lubang sumur.. jadi menderitakan diri sendiri..cinta seseorang itu ga statis, berubah ubah, cinta bisa datang bisa pergi, yang hasilnya derita klo kita terus mengharapkannya..<br />yang ginan harus lakukan adalah berusaha untuk mencintai,bukan berusaha untuk dicintai. mencintai siapa saja semuanya... lagian cinta itu aslinya indah. kita memberi tapi tak harap kembali, jadi tenang..<br />mungkin mencintai yang patut dicontoh itu seperti cinta orang tua terhadap anaknya. yang mereka lakukan penuh dengan cinta dan hanya mengharapkan kebahagiaan anaknya. who know?<br />Selasa, 13 Januari 2009<br />" Ginan vs Ginan" <br />duel maut tiada akhir, sampai mati, sampai nafas yang dihirup hembus saat sekarat nanti...<br />melawan semua keterbatasan diri sendiri.<br />menghapus goresan-goresan tinta tabiat buruk manusia.<br />menaklukan nafsu pribadi dibawah pengendalian akal dan hati..<br />melawan diri sendiri,keluar dari margin margin yang mengurung diri untuk meledak, melampaui batas potensi menjadi pribadi yang dahsyat luar biasa.. <br />Senin, 12 januari 2009<br />" bahagiaku ada diselembar uang lima puluh ribu" <br />oh bahagia!!!<br />kenapa dikau sangat sulit untuk ku raih??<br />dimana kamu bersembunyi?<br />dibalik tawa ku kah?<br />dibalik senyum dinda kah?<br />hmmm.. kenapa selalu saudara tiri mu si derita itu yang mampir pada ku?<br />bahagia!!<br />kau kemana?<br />aku terengah engah mencarimu.<br />kukejar kamu<br />kamu tak menunjukan batang hidungmu<br />Bahagia!!<br />kemarilah... jadi sahabatku...<br />###<br />every body happy in his own way...<br />setiap orang punya jalan masing masing untuk mendapatkan kebahagiaan..<br />letak sebuah kebahagiaan, berbeda pada setiap orang.<br />ada yang mencari lewat poligami, jangan terkejut! ini ada...<br />ada yang mencari bahagia lewat menelepon orang yang mereka cintai..<br />ada yang bahagia dengan makanan... hiburan...harta...jabatan..wah banyak...<br />banyak jalan menuju bahagia, tapi ironisnya banyak orang yang ga bahagia...<br />kenapa banyak orang yang ga bahagia?<br />ya itu karena hatinya yang mempersulit dirinya sendiri untuk bahagia..<br />sebisa mungkin, kita punya kebahagian yang jalan untuk mencapainya sederhanaaa sekali..<br />contoh:<br />-senyum senyum sendiri, jangan hiraukan orang bilang gila, karena sebenanya kita lagi bahagia. mereka iri saja pada kita..<br />-makan dinikmati, dikunyah 1000 kali makanannya,<br />-ngobrol dengan teman..<br />-tidur<br />yah, saya sarankan punya bahagia itu yang sederhana saja, ga usah muluk muluk.<br />seperti aku..<br />bahagiaku ada diselembar uang lima puluh ribu..<br />Rabu, 14 januari 2009<br />" generasi gombal" <br />sepertinya lagu lagu cinta yang bejibun itu akhirnya berpengaruh juga terhadap psikologis bangsa kita. bangsa kita tumbuh sebagai individu individu yang gombal!!<br />dengan sangat romantis dan penuh perasaan, kita ucapkan kata kata manis kepada diri kita, dan dengan sangat sadis kita ingkari mentah mentah. gombalnya calon calon pejabat kita, bilangnya rakyat! tapi malah membela perut sendiri..<br />gombalnya seorang suami pada istrinya, yang ia bilang pada istrinya klo dia hanya cinta pada istri,padahal diam diam kawin siri dengan yang lain..<br />gombalnya kiat terhadap diri sendiri, gombal dengan angan angan yang akan kita capai, ideal ideal, cita cita yang tinggi, tapi kosong tanpa usaha dan bukti..<br />bahkan, sama Tuhan pun kita gombal. setiap sholat kita bilang iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iiin. hanya pada kamu aku menyembah dan hanya padaMu kami meminta pertolongan..<br />Bullshit!!<br />pada kenyataannya kita menuhankan materi, menuhankan orang yang kita cintai, dan meminta tolong untuk mendapatkan itu semua pada nafsu!!<br />wah, kita puji puji Allah saat kita menderita.<br />tapi lupa saat bahagia dan senang dunia..<br />sudah sangat parah gombalnya diri kita..<br />Ya Allah tunjukan kami jalan yang lurus..<br />maafkan kami..<br />generasi gombal...<br />Sabtu, 10 April 2009<br />" Nafsu" <br />kita harus terus berpikir dan melakukan hal hal yang berguna, jangan hanya memikirkan dan berbuat untuk bagaimana caranya menuntaskan keinginan dan hawa nafsu belaka, tapi harus melampaui kerendahan itu. kehidupan seperti itu adalah kehidupan seekor hewan. manusia lebih mulia lagi pencapaiannya. tidak hanya makan ketika lapar, haus ketika minum, ingin sesutau dengan lawan jenis ketika mau.. tidak hanya sesepele itu. manusia dalam hidupnya meniti jalan pulang menuju Tuhannya dengan membawa oleh oleh berupa amal sholeh..<br />hidup tujuannya bukan untuk menjadi orang kaya yang banyak harta, bukan untuk mencapai tingginya jabatan, bukan pula untuk memiliki pasangan hidup yang cantik, bukan untuk terkenal dan banyak pengikut, tapi tujuan kita hanya satu, yaitu untuk meraih ridho Allah subhanahu wa ta'ala..<br />tujuan kita itu kalah oleh nafsu diri sendiri, tujuan kita jadi buyar gara gara fokus memenuhi nafsu. membiaskan kita, melencengkan kita. nafsu adalah kendaraanya setan untuk menggoda manusia. pantas saja rasul bilang sepulang dari perang badar bahwa jihad yang terbesar adalah memerangi hawa nafsu diri..<br />dorongan nafsu itu ada untuk mempertahankan hidup, seperti nafsu makan yang mendorong manusia untuk makan dan mengisi energi,.nafsu syahwat untuk kelestarian kehidupan dan regenerasi, kita membutuhkan nafsu untuk itu, tapi jika nafsu begitu saja dibiarkan, ia akan merajai dan menguasai jalan hidup kita. jika nafsu tak dikontrol ibaratkan raja yang diktator dan menyengsarakan hidup, sekali tergelincir oleh nafsu hidup akan sulit diatur tak tentu, sulit untuk diajak kembali kejalan yang benar.semakin jauhlah kita dari jalan pulang yang lurus<br />perang melawan nafsu bukan berarti kita membunuhnya, tapi ya hanya menjadikannya sebagai tawanan, jangan biarkan ia punya kekuatan. berpuasa adalah cara yang tepat untuk melatih diri melawan nafsu. dengan berusaha menjaga perut tidak terisi dengan mekanan, tidak mengeluarkan kata kata kasar dari mulut, tidah mendengarkan ghibah dan pembicaraan pembicaraan yang banyak mengandung fitnah, menahan nafsu farji, menjaga pandangan mata dari aurat aurat lingkungan. dengan begitu manusia menawan nafsunya..<br />jika nafsu kita atasi, segera manusia akan berlari pulang kepangkuan Tuhan dengan baik dan lancartanpa borgol serta belenggu nafsu yang mengunci langkah kaki sebelumnya..<br />Sabtu, 18 April 2009<br />" sakit hati" <br />hati ini sedang sakit, sepertinya lagi flu, atau mungkin lagi ga enak badan. rasa rasa yang keluar dari hatiini buat kericuhan kecil tapilumayan kerasa banget dalam hidup, ingin rasanya saat ini dapat setetes ketentraman. tenang seperti permukaan air di bak mandi dimalam hari..<br />apa ini lagi krisis spiritual?atau memang butuh sedikit refreshing? alah! dari dulu juga refreshing terus. memang Ginan sudah lelah ngapain?<br />apa yang Ginan butuhkan saat ini? mungkin segelas air untuk menjernihkan pikiran. ya, Ginan ingin minum kedamaian..<br />Ya Allah.. bingung ini sakit, ragu ini enyahkan diri. aku disini tak seperti disini.maya , sirnan, ledis habis.<br />hati gonjlang gonjleng butuh penenang.<br />Ya Allah, aku ingin ilmu, dan sebenarnay aku ini bingung,ilmu itu apa?<br />harus bagaiman aku menjalani hidup ini? ap biarkan saja biar mengalir seperti solokan? kenapa bingung ini selalu bertubi tubi.<br />afirmatif, tujuan dibayangkan ada didepan mata supaya kita bisa meraih lebih cepat dan menangkap itu tujuan..<br />alah! apa itu tujuan duniawi? jika sudah tercapai, lalu mau apa? menunggu mati..<br />perjuangan, perjuangan itu mengasyikan. tujuan yang hendak diraih, finishline yang kita injak oleh langkah kaki, sebenarnya tidak itu tak berarti.lebih berarti langkah langkah ditengah jalan sebelum sampai.<br />gonjlang gonjleng hati, hati dan jasmani tidak akur, dengan pikiran pula begitu, dengan jiwa pula sama. memerlukan titik temu. tafakur dengan diri.<br />mengobrol dengan diri sendiri, hati, buth banyak perhatian. jangan selalu memorsir hati untuk banyak membenci, dan untuk mencintai yang tak perlu. hati butuh dicintai, bukan oleh siapa siapa, tapi oleh diri sendiri..<br />hati yang jablai,alias jarang dibelai, harus dielus dengan lembut, jaga dari prasangka, jaga dari cinta buta, jaga dari rasa tak guna.. <br /> November 26 2008<br />" lapangkan hati" <br />laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha..<br />Allah tidak akan membebani seseorang kecuali dalam batas kemampuannya..<br />yang harus kita pahami dan yakini, Allah tidaklah dzalim,sepelik apapun masalah yang ditimpakan kepada kita, pastilah bisa kita atasi, bisa kita lewati, dan dibalik masalah itu semua pasti menunggu hikmah hikmah dan nikmat tiada tara. tentu saja itusemua didapat jika kita jantan menghadapi masalah dengan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal pada Allah ta'ala..<br />ada sebuah pesan , jangan kau teguk sekantong garam yang terlarut dalam segelas air. itu bakal asin sekalidan menambah rasa dahaga,. minumlah sekantung garam yang terlarut dalam kolam yang besar..itu akan tak terasa sam sekali garamnya.<br /> kita analogikan garam itu adalah masalah yang kita hadapi. masalah jangan kita larutkan dalam hati yang sempit. itu akan sangat sangatv menyakitkan dan membuat depresi yang gil. ketika masalah tiba maka lapangkanlah dada, lapangkanlah hati seluas luasnya. larutkan setiap masalah dalam kolam hati yang besar, agar tidak terasa menyakitkan.<br />kita harus bersifat qana'ah, menerima apa adanya. menghadapi masalah tanpa mengeluh, karena mengeluh itu menyempitkan hati, masalagh makin kecut rasanya dengan mengelu. maka jauh jauhlah dari mengeluh.<br />sifat lapang dada, dan meluaskan hati. sebenarnya bukan kemapuan kita secara utuh, ini muyskil dilakukan jika tanpa bantuan Allah, sebab Dialah yang Mahaluas dan meluaskan. ketiak kita dekat dengan Allah, Allah akan meluaskan hati kita. seharusnyalah kita dekat dengan Allah agar hati kita menjadi tenang..<br />alaa bi dzikrillah tathmainul qulub..<br />dengan mengingat Allah hati menjadi tenang..<br />rumus mengatasi masalah tanpa masalah<br />masalah + ingat Allahi + hati yang lapang = hati tenang masalah pun beres dengan mudah dan ringan<br />27 november 2008<br />" tiada tuhan selain Allah " <br />yang harus selalu kita sadari, klo sebenarnya kita itu lemah tak berdaya. malah tanpa kekuatan sedikit pun, dan kadang kita lupa bahwa tidak hanya kita yang lemah, makhluq lai pun lemah. jadi suatu tindakan yang sia sia ketika kita mencari suplai kekuatan kepada makhluq lain yang lemah seperti kita.<br />jika kita sadar ternyata yang tersedia dan ada diri kita hanyalah kelemahan dan kelemahan.. maka dengan sendirinya kita mencari Dzat yang kuat untuk bisa dimintai pertolongan. tang maha perkasa dan berdaya. inilah konsep lailaha yang terdapat pada kalimat syahadat kaum muslim. yang berarti tiada tuhan. sebelum kita mengucapkan illa Allah. kita harus terlebih dahulu sadar bahwa sebenarnya tidak ada tuhan yang bisa dijadikan tempat bergantung oleh kita. tiada satupun yang benar benar berdaya. nah setelah kita menyadari hal itu. maka kita ucapkan illa Allah. kita harus tau mengapa kita harus menomor satukan Allah. ya karena memang tidak ada yang pantas dinomor satukan selain Dia..<br />Ahad, 2 Februari 2009<br />" Astagfirullah" <br />AstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullahAstagfirullah.<br />Ya Allah,<br />pasti dosa ku yang telah tertulis lebih banyak dari pada maafku yang aku tulis..<br />maafkanku ya Allah.<br />Selasa, 3 Februari 2009<br />" kita berbeda" <br />Dinda, aku, kamu, berbeda. itu bukan suatu yang membuat kita tidak harmonis, tapi justru itulah yang membuat hubungan yang kita jalin menjadi manis. dengan perbedaan, aku, kamu, saling memahami. menyatukan diri lewat interaksi.mengobrol, bercerita, monologku padamu. ku tak tahu kau mendengar atau tidak. lewat cara itu lah aku mendeskripsikan diriku kepadamu, mengatakan inilah aku lewat untaian kata kata yang khas diriku..<br />ah, tak perlu kau panjang bahasa, aku bisa mengenalmu melalui senyum mu yang selalu kau suguhkan saat kita mengobrol, tertawa, bercanda.. kau cantik! itu yang aku kenal dari dirimu..<br />bagi kita berdua, perbedaan bukanlah masalah, walau kadang beda itu buat masalah. jika kita berdebat, sebisa mungkin aku akan mengalah. perdebatan biasanya membuat perbedaan menjadi musibah, tidak menjadi indah, betul begitu Dinda?<br />Dinda, tau kah kamu? bahwa dunia ini dibangun diatas perbedaan. binary opposition. tapi semuanya itu saling melengkapi, sun complementa. jadi manusia harus sanggup menghargai perbedaan bahkan mungkin manusia itu sendirilah yang membutuhkan perbedaan tersebut untuk melengkapi dirinya yang serba kekurangan..<br />perbedaan adalah bahan bakunya cinta, perbedaan yang ada padamu, padaku, diolah melalui interaksi. makamelahirkan cinta.<br />tapi dinda, perbedaan menjadi jurang pemisah, pengakhir kisah, bagi orang yang sebenarnya tidak paham arti perbedaan dan tidak memaknainya. jangan sampai ini terjadi pada kita dinda. aku mencintai segala perbedaan yang ada di dirimu. aku tak memaksakanmu untuk mencintaiku, itu terserahmu..<br />Rabu, 4 Februari 2009<br />" kiamat" <br />langit yang indah suatu saat akan terbelah..<br />gunung yang kokoh nantinya akan roboh.<br />bumi yang selama ini berisi memuntahkan inti bumi<br />angin sepoi berubag jadi badai<br />tak ada lagi tempat berlindung.<br />tawa menjadi tangis. senyum akan hilang tertelan rasa takut.<br />" inilah kiamat!! inilah saat yang dijanjikan!!<br />orang orang semua berteriak!! semua kalut, gemetar..<br />" Tuhan inikah saatnya? inikah akhir Dunia?" " <br />setan bicara<br />" hahaha. terlambat , sesal, taubat, insaf. terlambat!! pintu maaf telah tertutup. silakan menangis walau sampai air matamu membanjiri bumi seluruhnya. kamu pengikutku, sesat bersamaku, sekarang aku melepas diri dari mu,sesungguhnya aku takut p

×