BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam membentuk sebuah jaringan, baik itu bersifat LAN (Local Area
Network) maupun WAN (Wide Area Network), kita membutuhkan media
baik hardware maupun software. Beberapa media hardware yang penting
didalam membangun suatu jaringan adalah kabel, LAN card, repeater,
hub/switch, router dll. Dalam modul ini menjelaskan tentang pengkabelan
pada jaringan komputer.
1.2 Masalah
Dari uraian diatas, dapat diambil suatu masalah yaitu murid harus dapat
membuat kabel LAN jenis cross over dan straight through serta cara sharing
data antar komputer.
1.3 Tujuan
Tujuanya agar murid dapat membuat kabel LAN jenis cross over dan straight
through serta cara sharing data antar komputer.
1
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Kabel Jaringan Komputer
Ada beberapa jenis kabel yang banyak digunakan dan menjadi standar dalam
penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer. Kabel-kabel ini
sebelumnya harus lulus uji kelayakan sebelum dipasarkan dan digunakan.
Kegagalan yang terjadi pada jaringan komputer disebabkan karena adanya
kesalahan pada media yang digunakan, termasuk kabel dan kenektor serta
kualitas pemasangannya. Setiap kabel mempunyai kemampuannya dan
spesifikasi yang berbeda.
2.2. Jenis-Jenis Kabel
Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum dan sering dipakai untuk
jaringan LAN, yaitu coaxial cable dan twisted pair cable.
2.2.1. Coaxial cable
Gambar 2.1 Kabel koaksial dan konektornya
Di kenal dua jenis kabel koaksial yang dipergunakan untuk jaringan
komputer yaitu :
2.2.1.1. Thick coaxial cable (kabel coaxial “gemuk”)
2
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar
IEEE 802.3-10BASE5, dimana kabel ini mempunyai
diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning.
Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau
thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan
hanya disebut sebagai yellow cable. Kabel Coaxial ini (RG-6)
jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan
aturan sebagai berikut :
1. Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm
(dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit,
bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt,
sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup
lebar).
2. Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung
(attached devices) atau berupa populated segments.
3. Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan
(external transceiver).
4. Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan,
termasuk dalam hal ini adalah repeater.
5. Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet
(atau sekitar 500 meter).
6. Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau
sekitar 1500meter).
7. Setiap segment harus diberi ground.
3
8. Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel
utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5
meter).
9. Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
2.2.1.2. Thin coaxial cable (kabel coaxial “kurus”)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan
radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak
memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan
sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus
memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter
rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau
warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan
dengan BNC Tconnector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai
thin Ethernet atau ThinNet. Kabel coaxial jenis ini, misalnya
jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan
“T” connector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus
mengikuti aturan sebagai berikut :
1. Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
2. Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter)
per segment.
3. Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30
perangkat jaringan (devices).
4
4. Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang
onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk
repeater.
5. Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain
(populated segment).
6. Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
7. Panjang minimum antar “T” Connector adalah 1,5 feet
(0.5 meter).
8. Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah
1,818 feet (555 meter).
2.2.2. Fiber optic cable
Gambar 2.2 Kabel fiber optic
Jaringan yang menggunakan fiber optic biasanya perusahaan besar,
dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun
demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan
kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media
FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.
5
2.2.3. Twisted pair cable
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded
twisted pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah
jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan UTP
tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel
jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
Gambar 2.3 Kabel UTP
Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada
jaringan local yaitu :
2.2.3.1. Straight through cable (pemasangan lurus)
Jenis kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan
beberapa unit komputer melalui perantara hub atau switch
yang berfungsi sebagai konsentrator.Penggunaan kabel jenis
ini pada jaringan local biasanya akan membentuk topologi
yang hub atau switch adalah sebagai pusatnya, misalnya
topologi star, topologi tree, dan lain-lain.
2.2.3.2. Cross over cable (pemasangan menyilang)
Jenis kabel ini digunakan untuk komunikasi antar komputer
(langsung tanpa hub) atau jenis jaringan komputer peer to
peer.
6
BAB III
METODOLOGI
3.1. Pelaksanaan
Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok, namun dalam pengambilan nilai
dilakukan secara individual.
3.2. Jenis Kegiatan
Jenis-jenis kegiatan yang dapat di lakukan sebagai berikut :
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini murid mampu menjelaskan
Pembuatan Kabel Cross Dan Straight, Langkah Installasi LAN, Konfigurasi
LAN Pada Windows, Pengujian Dan Penggunaan LAN dengan benar.
3.3. Waktu dan Tempat
Hari : Senin – Jum’at
Tanggal : 6 - 10 Agustus 2012
Tempat : Laboratorium Komputer SMK Negeri 3 Metro
3.4. Petunjuk Pelaksanaan
1. Belajar dengan benar dan mandiri.
2. Mencari sumber informasi dari buku yang ada di perpustakaan atau dari
internet.
3. Memahami petunjuk yang di berikan oleh guru-guru pembimbing.
4. Tanyakan pada guru pembimbing jika ada hal-hal yang kurang dimengerti.
7
3.5. Keselamatan Kerja
1. Bekerjalah sesuai cara kerja atau petunjuk yang ditentukan.
2. Memahami cara Pembuatan Kabel Cross Dan Straight, Konfigurasi LAN
Pada Windows, Pengujian Dan Penggunaan LAN dengan baik dan benar.
3.6. Alat dan Bahan
No Alat dan bahan Jumlah
1. Kabel UTP 1 Buah
2. Konektor RJ 45 2 Buah
3. Gunting 1 Buah
4. Tang crimping 1 Buah
5. LAN tester 1 Buah
Tabel 3.1 Alat dan bahan
3.7. Langkah Kerja
3.7.1. Membuat kabel UTP jenis straight through (pemasangan lurus)
Langkah 1 :
Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
Langkah 2 :
Potong kulit luar kedua ujung kabel (ujung A dan ujung B) + 2cm
dengan menggunakan gunting, kemudian pada ujung A urutkan warna
kabel sesuai dengan warna berikut : putih-oranye, oranye, putih-hijau,
biru, putih-biru, hijau, putih –coklat, coklat. Dan urutkan juga pada
kabel ujung B sama dengan ujung A.
Langkah 3 :
8
Jika sudah diurutkan kedua ujung kabel tersebut, kemudian ratakan
kabel dengan cara potong ujung kabel menggunakan gunting,
kemudian masukan kabel ke dalam konektor RJ 45 (pastikan posisi
tembaga pada konektor RJ 45 menghadap keatas), setelah itu di crimp
menggunakan tang crimping (sehingga konektor menjepit kabel dan
konektor tidak dapat terlepas dari kabel).
3.7.2. Membuat kabel UTP jenis cross over (pemasangan menyilang)
Langkah 1 :
Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
Langkah 2 :
Potong kulit luar kedua ujung kabel (ujung A dan ujung B) + 2cm
dengan menggunakan gunting, kemudian pada ujung A urutkan warna
kabel sesuai dengan warna berikut : putih-oranye, oranye, putih-hijau,
biru, putih-biru, hijau, putih –coklat, coklat.
Gambar 3.1 Ujung kabel UTP
Langkah 3 :
Jika sudah diurutkan, kemudian ratakan kabel dengan cara potong
ujung kabel menggunakan gunting, kemudian masukan kabel ke dalam
9
konektor RJ 45 (pastikan posisi tembaga pada konektor RJ 45
menghadap keatas), setelah itu di crimp menggunakan tang crimping.
Langkah 4 :
Kemudian pada ujung B urutkan warna kabel dengan cara menyilang
sesuai dengan warna berikut : putih-hijau, hijau, putih-oranye, biru,
putih-biru, oranye, putih –coklat, coklat. Kemudian lakukanlah
langkah-langkah seperti langkah 3.
Gambar 3.2 Kabel ujung cross over
3.7.3. Pengujian koneksi jaringan antar komputer.
Langkah 1 :
Siapkan alat dan bahan yang di perlukan sesuai dengan tabel berikut :
No Alat dan Bahan Jumlah
1. Kabel LAN (cross over) 1 Buah
2. Komputer/Laptop 2 Buah
Tabel 3.2 Alat dan bahan
Langkah 2 :
Masukan kabel LAN (cross over) ke komputer/laptop, kemudian
setting IP address pada kedua komputer/laptop tersebut yaitu dengan
cara :
Klik start – pilih control panel – pilih network and internet
10
Kemudian pilih network and sharing center
Kemudian pilih dan klik Local Area Connection.
11
Kemudian pilih properties.
Kemudian pilih internet protocol version 4 (TCP/IPv4) dan pilih
properties.
Kemudian pilih (ceklist) pada “use the following IP address”
kemudian isikan IP address sesuai kelas yang diinginkan misalnya
kelas C seperti : 192.168.30.2 kemudian isikan juga IP address pada
komputer lainnya seperti : 192.168.30.3 (networknya harus sama).
Setelah diisi IP addressnya kemudian isikan subnet mask-nya dengan
cara : klik saja pada kolomnya maka akan otomatis terisi sendiri.
Kemudian OK.
12
Langkah 3 :
Jika setting IP address sudah, kemudian kita tes apakah terkoneksi atau
tidak dengan cara :
Buka aplikasi CMD (Command Prompt) kemudian ketik perintah
berikut : ping 192.168.30.3 (IP komputer lainnya), kemudian enter.
Jika pada CMD seperti dibawah ini, maka sudah terkoneksi.
3.7.4. Cara sharing data antar komputer menggunakan kabel cross over.
Jika sudah terkoneksi tinggal sharing data dengan cara seperti berikut :
13
Pilih data yang akan di share, klik kanan pada data tersebut, kemudian
pilih share with – kemudian pilih specific people – kemudian pilih
everyone. Kemudian pilih Add.
Kemudian pilih share.
Lalu pilih Done. Jika data sudah di share oleh komputer lain, tinggal
kita buka data yang di share dengan cara :
Buka windows explorer – pilih network - kemudian ketikan IP address
komputer yang share data tadi seperti di bawah ini:
14
Gambar 3.3 Data yang di share
15
Data yang di share
oleh komputer lain.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil yang Dicapai
Hasil yang di capai setelah melakukan kegiatan ini yaitu murid mampu
Pembuatan Kabel Cross Dan Straight, Langkah Installasi LAN, Konfigurasi
LAN Pada Windows, Pengujian Dan Penggunaan LAN dengan baik dan
benar sesuai dengan prosedur yang telah dijelaskan.
3.1.1. Faktor Pendukung
Faktor Pendukung Dalam melakukan kegiatan ini adalah sebagai
berikut :
1. Adanya buku panduan pengantar jaringan komputer yang tersedia di
perpustakaan.
2. Adanya guru pembibing atau fasilitator.
3.1.2. Masalah yang Dihadapi
1. Keterbatasan waktu praktek.
2. Terbatasnya buku pengantar jaringan komputer di perpustakaan.
3. Murid-murid pada saat guru menerangkan membuat keributan.
3.2. Pemecahan Masalah
1. Belajar di perpustakaan pada waktu istirahat.
2. Mencari informasi lebih di internet.
3. Tanyakan kepada fasilitator jika ada hal yang belum di mengerti.
4. Tanyakan kepada teman yang sudah bisa.
16
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Kasimpulan setelah melakukan kegiatan ini :
Murid mampu membuat kabel UTP jenis cross over menurut prosedur yang
telah di jelaskan dan murid dapat sharing data dari komputer satu ke
komputer lainya.
5.2. Saran
Saran bagi yang akan mempelajari Komputer :
1. Apabila ada yang kurang jelas, jangan malu bertanya kepada fasilitator
atau kepada teman yang lebih mengerti.
2. Bacalah buku pengantar jaringan komputer, yang tersedia diperpustkaan.
3. Lakukan langkah-langkahnya dengan tenang, santai, dan jangan terburu-
buru.
4. Dengarkan dan pahami penjelasan yang di berikan oleh pembimbing /
fasilitator.
17
DAFTAR PUSTAKA
Buku “Pengantar Jaringan Komputer”, karya Melwin.
Modul installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN).
http://www.riffrizz.com/download-modul-smk-tkj-kelas-x-xi-xii.html
http://www.google.co.id
http://www.wikipedia.org
http://www.jaringankomputer.org
18
LEMBAR KONSULTASI
Nama : Anca Septiawan
Kelas : XI Teknik Komputer dan Jaringan B
NIS :1916
NO Hari/Tanggal Keterangan TTD
19

Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) (pembuatan kabel cross dan straight, langkah installasi lan, konfigurasi lan pada windows, pengujian dan penggunaan lan)

  • 1.
    BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Dalam membentuk sebuah jaringan, baik itu bersifat LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide Area Network), kita membutuhkan media baik hardware maupun software. Beberapa media hardware yang penting didalam membangun suatu jaringan adalah kabel, LAN card, repeater, hub/switch, router dll. Dalam modul ini menjelaskan tentang pengkabelan pada jaringan komputer. 1.2 Masalah Dari uraian diatas, dapat diambil suatu masalah yaitu murid harus dapat membuat kabel LAN jenis cross over dan straight through serta cara sharing data antar komputer. 1.3 Tujuan Tujuanya agar murid dapat membuat kabel LAN jenis cross over dan straight through serta cara sharing data antar komputer. 1
  • 2.
    BAB II LANDASAN TEORI 2.1.Kabel Jaringan Komputer Ada beberapa jenis kabel yang banyak digunakan dan menjadi standar dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer. Kabel-kabel ini sebelumnya harus lulus uji kelayakan sebelum dipasarkan dan digunakan. Kegagalan yang terjadi pada jaringan komputer disebabkan karena adanya kesalahan pada media yang digunakan, termasuk kabel dan kenektor serta kualitas pemasangannya. Setiap kabel mempunyai kemampuannya dan spesifikasi yang berbeda. 2.2. Jenis-Jenis Kabel Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum dan sering dipakai untuk jaringan LAN, yaitu coaxial cable dan twisted pair cable. 2.2.1. Coaxial cable Gambar 2.1 Kabel koaksial dan konektornya Di kenal dua jenis kabel koaksial yang dipergunakan untuk jaringan komputer yaitu : 2.2.1.1. Thick coaxial cable (kabel coaxial “gemuk”) 2
  • 3.
    Kabel coaxial jenisini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3-10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan hanya disebut sebagai yellow cable. Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut : 1. Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar). 2. Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments. 3. Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver). 4. Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini adalah repeater. 5. Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter). 6. Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500meter). 7. Setiap segment harus diberi ground. 3
  • 4.
    8. Jarak maksimumantara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter). 9. Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter). 2.2.1.2. Thin coaxial cable (kabel coaxial “kurus”) Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC Tconnector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet. Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan “T” connector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut : 1. Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm. 2. Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment. 3. Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices). 4
  • 5.
    4. Kartu jaringancukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater. 5. Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment). 6. Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground. 7. Panjang minimum antar “T” Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter). 8. Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter). 2.2.2. Fiber optic cable Gambar 2.2 Kabel fiber optic Jaringan yang menggunakan fiber optic biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan. 5
  • 6.
    2.2.3. Twisted paircable Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan UTP tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Gambar 2.3 Kabel UTP Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan local yaitu : 2.2.3.1. Straight through cable (pemasangan lurus) Jenis kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan beberapa unit komputer melalui perantara hub atau switch yang berfungsi sebagai konsentrator.Penggunaan kabel jenis ini pada jaringan local biasanya akan membentuk topologi yang hub atau switch adalah sebagai pusatnya, misalnya topologi star, topologi tree, dan lain-lain. 2.2.3.2. Cross over cable (pemasangan menyilang) Jenis kabel ini digunakan untuk komunikasi antar komputer (langsung tanpa hub) atau jenis jaringan komputer peer to peer. 6
  • 7.
    BAB III METODOLOGI 3.1. Pelaksanaan Kegiatanini dilakukan secara berkelompok, namun dalam pengambilan nilai dilakukan secara individual. 3.2. Jenis Kegiatan Jenis-jenis kegiatan yang dapat di lakukan sebagai berikut : Setelah mempelajari kegiatan belajar ini murid mampu menjelaskan Pembuatan Kabel Cross Dan Straight, Langkah Installasi LAN, Konfigurasi LAN Pada Windows, Pengujian Dan Penggunaan LAN dengan benar. 3.3. Waktu dan Tempat Hari : Senin – Jum’at Tanggal : 6 - 10 Agustus 2012 Tempat : Laboratorium Komputer SMK Negeri 3 Metro 3.4. Petunjuk Pelaksanaan 1. Belajar dengan benar dan mandiri. 2. Mencari sumber informasi dari buku yang ada di perpustakaan atau dari internet. 3. Memahami petunjuk yang di berikan oleh guru-guru pembimbing. 4. Tanyakan pada guru pembimbing jika ada hal-hal yang kurang dimengerti. 7
  • 8.
    3.5. Keselamatan Kerja 1.Bekerjalah sesuai cara kerja atau petunjuk yang ditentukan. 2. Memahami cara Pembuatan Kabel Cross Dan Straight, Konfigurasi LAN Pada Windows, Pengujian Dan Penggunaan LAN dengan baik dan benar. 3.6. Alat dan Bahan No Alat dan bahan Jumlah 1. Kabel UTP 1 Buah 2. Konektor RJ 45 2 Buah 3. Gunting 1 Buah 4. Tang crimping 1 Buah 5. LAN tester 1 Buah Tabel 3.1 Alat dan bahan 3.7. Langkah Kerja 3.7.1. Membuat kabel UTP jenis straight through (pemasangan lurus) Langkah 1 : Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Langkah 2 : Potong kulit luar kedua ujung kabel (ujung A dan ujung B) + 2cm dengan menggunakan gunting, kemudian pada ujung A urutkan warna kabel sesuai dengan warna berikut : putih-oranye, oranye, putih-hijau, biru, putih-biru, hijau, putih –coklat, coklat. Dan urutkan juga pada kabel ujung B sama dengan ujung A. Langkah 3 : 8
  • 9.
    Jika sudah diurutkankedua ujung kabel tersebut, kemudian ratakan kabel dengan cara potong ujung kabel menggunakan gunting, kemudian masukan kabel ke dalam konektor RJ 45 (pastikan posisi tembaga pada konektor RJ 45 menghadap keatas), setelah itu di crimp menggunakan tang crimping (sehingga konektor menjepit kabel dan konektor tidak dapat terlepas dari kabel). 3.7.2. Membuat kabel UTP jenis cross over (pemasangan menyilang) Langkah 1 : Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Langkah 2 : Potong kulit luar kedua ujung kabel (ujung A dan ujung B) + 2cm dengan menggunakan gunting, kemudian pada ujung A urutkan warna kabel sesuai dengan warna berikut : putih-oranye, oranye, putih-hijau, biru, putih-biru, hijau, putih –coklat, coklat. Gambar 3.1 Ujung kabel UTP Langkah 3 : Jika sudah diurutkan, kemudian ratakan kabel dengan cara potong ujung kabel menggunakan gunting, kemudian masukan kabel ke dalam 9
  • 10.
    konektor RJ 45(pastikan posisi tembaga pada konektor RJ 45 menghadap keatas), setelah itu di crimp menggunakan tang crimping. Langkah 4 : Kemudian pada ujung B urutkan warna kabel dengan cara menyilang sesuai dengan warna berikut : putih-hijau, hijau, putih-oranye, biru, putih-biru, oranye, putih –coklat, coklat. Kemudian lakukanlah langkah-langkah seperti langkah 3. Gambar 3.2 Kabel ujung cross over 3.7.3. Pengujian koneksi jaringan antar komputer. Langkah 1 : Siapkan alat dan bahan yang di perlukan sesuai dengan tabel berikut : No Alat dan Bahan Jumlah 1. Kabel LAN (cross over) 1 Buah 2. Komputer/Laptop 2 Buah Tabel 3.2 Alat dan bahan Langkah 2 : Masukan kabel LAN (cross over) ke komputer/laptop, kemudian setting IP address pada kedua komputer/laptop tersebut yaitu dengan cara : Klik start – pilih control panel – pilih network and internet 10
  • 11.
    Kemudian pilih networkand sharing center Kemudian pilih dan klik Local Area Connection. 11
  • 12.
    Kemudian pilih properties. Kemudianpilih internet protocol version 4 (TCP/IPv4) dan pilih properties. Kemudian pilih (ceklist) pada “use the following IP address” kemudian isikan IP address sesuai kelas yang diinginkan misalnya kelas C seperti : 192.168.30.2 kemudian isikan juga IP address pada komputer lainnya seperti : 192.168.30.3 (networknya harus sama). Setelah diisi IP addressnya kemudian isikan subnet mask-nya dengan cara : klik saja pada kolomnya maka akan otomatis terisi sendiri. Kemudian OK. 12
  • 13.
    Langkah 3 : Jikasetting IP address sudah, kemudian kita tes apakah terkoneksi atau tidak dengan cara : Buka aplikasi CMD (Command Prompt) kemudian ketik perintah berikut : ping 192.168.30.3 (IP komputer lainnya), kemudian enter. Jika pada CMD seperti dibawah ini, maka sudah terkoneksi. 3.7.4. Cara sharing data antar komputer menggunakan kabel cross over. Jika sudah terkoneksi tinggal sharing data dengan cara seperti berikut : 13
  • 14.
    Pilih data yangakan di share, klik kanan pada data tersebut, kemudian pilih share with – kemudian pilih specific people – kemudian pilih everyone. Kemudian pilih Add. Kemudian pilih share. Lalu pilih Done. Jika data sudah di share oleh komputer lain, tinggal kita buka data yang di share dengan cara : Buka windows explorer – pilih network - kemudian ketikan IP address komputer yang share data tadi seperti di bawah ini: 14
  • 15.
    Gambar 3.3 Datayang di share 15 Data yang di share oleh komputer lain.
  • 16.
    BAB IV HASIL DANPEMBAHASAN 3.1. Hasil yang Dicapai Hasil yang di capai setelah melakukan kegiatan ini yaitu murid mampu Pembuatan Kabel Cross Dan Straight, Langkah Installasi LAN, Konfigurasi LAN Pada Windows, Pengujian Dan Penggunaan LAN dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur yang telah dijelaskan. 3.1.1. Faktor Pendukung Faktor Pendukung Dalam melakukan kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1. Adanya buku panduan pengantar jaringan komputer yang tersedia di perpustakaan. 2. Adanya guru pembibing atau fasilitator. 3.1.2. Masalah yang Dihadapi 1. Keterbatasan waktu praktek. 2. Terbatasnya buku pengantar jaringan komputer di perpustakaan. 3. Murid-murid pada saat guru menerangkan membuat keributan. 3.2. Pemecahan Masalah 1. Belajar di perpustakaan pada waktu istirahat. 2. Mencari informasi lebih di internet. 3. Tanyakan kepada fasilitator jika ada hal yang belum di mengerti. 4. Tanyakan kepada teman yang sudah bisa. 16
  • 17.
    BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Kasimpulansetelah melakukan kegiatan ini : Murid mampu membuat kabel UTP jenis cross over menurut prosedur yang telah di jelaskan dan murid dapat sharing data dari komputer satu ke komputer lainya. 5.2. Saran Saran bagi yang akan mempelajari Komputer : 1. Apabila ada yang kurang jelas, jangan malu bertanya kepada fasilitator atau kepada teman yang lebih mengerti. 2. Bacalah buku pengantar jaringan komputer, yang tersedia diperpustkaan. 3. Lakukan langkah-langkahnya dengan tenang, santai, dan jangan terburu- buru. 4. Dengarkan dan pahami penjelasan yang di berikan oleh pembimbing / fasilitator. 17
  • 18.
    DAFTAR PUSTAKA Buku “PengantarJaringan Komputer”, karya Melwin. Modul installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN). http://www.riffrizz.com/download-modul-smk-tkj-kelas-x-xi-xii.html http://www.google.co.id http://www.wikipedia.org http://www.jaringankomputer.org 18
  • 19.
    LEMBAR KONSULTASI Nama :Anca Septiawan Kelas : XI Teknik Komputer dan Jaringan B NIS :1916 NO Hari/Tanggal Keterangan TTD 19