Hukum islam tentang zakat, haji dan wakaf

2,352 views
2,267 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,352
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
850
Actions
Shares
0
Downloads
80
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum islam tentang zakat, haji dan wakaf

  1. 2. KOMPETENSI DASAR <ul><li>Menjelaskan tentang zakat, haji dan wakaf </li></ul><ul><li>Menyebutkan contoh-contoh pengelolaan zakat, haji dan wakaf </li></ul><ul><li>Menerapkan ketentuan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, haji dan wakaf </li></ul>
  2. 3. Pengertian <ul><li>Menurut Bahasa( lughat ), zakat berarti : tumbuh; berkembang; kesuburan atau bertambah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10) </li></ul><ul><li>Menurut Hukum Islam (istilah syara' ), zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu (Al Mawardi dalam kitab Al Hawiy) </li></ul><ul><li>Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat , sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. </li></ul>
  3. 4. 8 Golongan penerima Zakat (Asnaf) “ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. ” (QS. At Taubah: 60)
  4. 5. Macam-macam Zakat <ul><li>Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah. </li></ul><ul><li>Zakat Maal (harta). </li></ul>
  5. 6. Zakat Fitrah <ul><li>Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan ijin Allah akan kembali fitrah. </li></ul>
  6. 7. Syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah <ul><li>Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya. </li></ul><ul><li>Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadhan dan hidup selepas terbenam matahari. </li></ul><ul><li>Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan dan tetap dalam Islamnya. </li></ul><ul><li>Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadhan. </li></ul>
  7. 8. Besaran dan Waktu Pengeluaran <ul><li>Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.5 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki) [1] </li></ul><ul><li>Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadhan , paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Shalat Ied . Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa. </li></ul>
  8. 9. Zakat Maal <ul><ul><li>Menurut bahasa ( lughat ), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya </li></ul></ul><ul><ul><li>Menurut syar'a , harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan) menurut ghalibnya (lazim). sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya . Misalnya,: ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll. </li></ul></ul></ul>
  9. 10. Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati <ul><li>Milik Penuh </li></ul><ul><li>Berkembang </li></ul><ul><li>Cukup Nishab </li></ul><ul><li>Lebih Dari Kebutuhan Pokok </li></ul><ul><li>Bebas Dari hutang </li></ul><ul><li>Berlalu Satu Tahun ( Al-Haul ) </li></ul>
  10. 11. Harta( maal ) yang Wajib di Zakati No Macamnya Pengertian 1 Binatang Ternak Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil (kambing, domba) dan unggas (ayam, itik, burung). 2 Emas dan Perak Merupakan logam mulia dan mata uang yang berlaku pada waktu itu di masing-masing negara. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang seperti tabungan, deposito, cek, saham atau surat berharga lainnya, termasuk kedalam kategori emas dan perak 3 Harta Perniagaan semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau perserikatan seperti CV, PT, Koperasi
  11. 12. Harta( maal ) yang Wajib di Zakati No Macamnya Pengertian 4 Hasil Pertanian Hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll. 5 Hasil Tambang dan Kekayaan Laut Benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer, giok, minyak bumi, batu-bara, dll. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara,dll. 6 Rikaz Harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan harta karun. Termasuk didalamnya harta yang ditemukan dan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya.
  12. 13. Nishab dan Kadar Zakat No Macamnya Nishab 1 <ul><li>HARTA PETERNAKAN </li></ul><ul><li>Sapi, Kerbau dan Kuda </li></ul><ul><li>Kambing/domba </li></ul><ul><li>Ternak Unggas(ayam,bebek,burung,dll) dan Perikanan </li></ul><ul><li>Unta </li></ul>30 Ekor 40 Ekor setara dengan 20 Dinar/85 Gram Emas murni 5 Ekor 2 EMAS DAN PERAK 20 dinar (85 gram emas murni) 3 PERNIAGAAN 20 Dinar/85 Gram Emas murni 4 HASIL PERTANIAN 750 Kg 5 ZAKAT PROFESI Sesuai dengan Nishab
  13. 14. Perbedaan Zakat dengan Pajak No Zakat Pajak 1 hak yang wajib pada harta tertentu, untuk orang-orang tertentu, dikeluarkan pada masa tertentu beban yang ditetapkan pemerintah, yang dikumpulkan sebagai keharusan dan dipergunakan untuk menutupi anggaran umum pada suatu segi 2 ditunaikan dengan maksud ibadah (taqarrub) kepada Allah bersifat keharusan yang ditetapkan oleh negara 3 kewajiban yang ditetapkan langsung kadar ukurannya oleh syari’at, tanpa memberi peluang bagi hawa nafsu dan keinginan pribadi manusia untuk ikut dalam menetapkannya ditetapkan oleh pemerintah, yang kadarnya dapat ditambah kapan saja, manakala pemerintah menginginkannya sesuai kepentingan maslahat pribadi dan masyarakat 4 telah ditetapkan tempat penyalurannya oleh syari’at. Bahwa golongan yang berhak menerima zakat telah ditetapkan langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya dikumpulkan dalam kas negara, dan dibelanjakan menurut kepentingan yang berbeda-beda.
  14. 15. HAJI DAN UMRAH
  15. 16. Pengertian Haji dan Umrah Pengertian Haji Umrah Bahasa Haji secara bahasa adalah pergi ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah yang telah ditetapkan atau di tentukan Allah. Umrah secara bahasa adalah berkunjung Istilah Haji secara istilah pergi beribadah ke tanah suci (Mekkah), melakukan tawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah serta melaksanakan semua ketentuan-ketentuan haji di bulan Zulhijah Umrah secara istilah berkunjung ke Baitullah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dengan memenuhi syarat tertentunya yang waktunya tidak ditentukan seperti halnya haji
  16. 17. Hukum Haji dan Umrah Ibadah Hukumnya Keterangan Haji Wajib QS. Ali Imran 97 “ Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” Umrah Mutahabah Baik untuk dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melakukannya lebih utama daripada meninggalkannya dan tidak diwajibkan
  17. 18. Syarat Haji dan Umrah Ibadah Syaratnya Haji <ul><li>Islam : iman adalah syarat keabsahan dan diterimanya amal perbuatan </li></ul><ul><li>Berakal </li></ul><ul><li>Baligh : Anak kecil tidak mendapatkan perintah ibadah </li></ul><ul><li>Mampu: mempunyai bekal baik untuk perjalanan maupun untuk orang-orang yang ditinggalkan </li></ul>Umrah <ul><li>Islam : iman adalah syarat keabsahan dan diterimanya amal perbuatan </li></ul><ul><li>Berakal </li></ul><ul><li>Baligh : Anak kecil tidak mendapatkan perintah ibadah </li></ul><ul><li>Mampu: mempunyai bekal baik untuk perjalanan maupun untuk orang-orang yang ditinggalkan </li></ul>
  18. 19. Rukun Haji dan Umrah Ibadah Rukunnya Haji <ul><li>Ihram : berniat untuk mulai mengerjakan ibadah haji dengan memakai kain putih yang tidak dijahit. Ibadah ini dimulai sampai di miqat (batas-batas yang telah ditetapkan) </li></ul><ul><li>Wukuf : dilaksanakan di padang Arafah sejak tergelincirnya matahari tanggal 9 Zulhijah s.d terbit fajar tanggal 10 zulhijah </li></ul><ul><li>Tawaf </li></ul><ul><li>a. Qudum : tawaf yang dilakukan ketika baru sampai Mekkah </li></ul><ul><li>b. Ifadah : tawaf yang menjadi rukun haji, mengelilingi kabah sebanyak 7 kali. </li></ul><ul><li>c. Wada : tawaf yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Mekkah </li></ul><ul><li>Sa’i : Lari-lari kecil atau jalan cepat antara Safa dan Marwa </li></ul><ul><li>Tahalul : mencukur atau menggunting rambut sedikitnya tiga helai. </li></ul><ul><li>Tertib </li></ul>Umrah <ul><li>Ihram </li></ul><ul><li>Tawaf </li></ul><ul><li>Sa’i </li></ul><ul><li>Bercukur atau memotong rambut </li></ul>
  19. 20. Wajib Haji dan Umrah Ibadah Keterangan Haji <ul><li>Ihram mulai dari miqat </li></ul><ul><li>Bermalam di Muzdalifah pada malam hari raya haji </li></ul><ul><li>Melempar Jumratul Aqabah </li></ul><ul><li>Melempar tiga jumrah, yakni jumrah ula, jumrah wusto, dan jumrah aqabah yang dilakukan setiap hari pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah </li></ul><ul><li>Bermalam di Mina </li></ul><ul><li>Tawaf wada </li></ul><ul><li>Menjauhkan diri dari larangan atau perbuatan yang diharamkan dalam haji dan umrah </li></ul>Umrah <ul><li>Ihram dari miqat </li></ul><ul><li>Menjaga diri dari larangan ihram yang jumlahnya sama dengan larangan haji </li></ul>
  20. 21. Sunnah Haji dan Umrah <ul><li>Cara mengerjakan haji dan umrah ada 3 macam: </li></ul><ul><li>a. Ifrad : Melakukan haji dahulu, kemudian baru umrah </li></ul><ul><li>b. Tamattu: Mendahulukan umrah kemudian haji </li></ul><ul><li>c. Qiran : Ibadah haji dan umrah dilakukan bersama-sama </li></ul><ul><li>Membaca Talbiyah selama dalam ihram sampai melempar jumrah Aqabah </li></ul><ul><li>Berdoa setelah membaca talbiyah </li></ul><ul><li>Berzikir sewaktu tawaf </li></ul><ul><li>Shalat 2 rakaat setelah tawaf. </li></ul>
  21. 22. Kewajiban, Sunnah, dan Larangan Ihram Hukumnya Uraian Wajib <ul><li>Ihram dari miqat (tempat-tempat yang ditentukan untuk melakukan ihram </li></ul><ul><li>Tidak menggunakan pakaian berjahit </li></ul><ul><li>Talbiyah </li></ul>Sunnah <ul><li>Mandi untuk melaksanakan Ihram </li></ul><ul><li>Ihram dengan kain atau sarung berwarna putih </li></ul><ul><li>Mengerjakan Ihram setelah melaksanakan shalat wajib atau shalat sunnah </li></ul><ul><li>Memotong kuku. Mencukur kumis, mencukur rambut di ketiak, mencukur rambut di sekitar kemaluan </li></ul><ul><li>Mengulang-ulang talbiyah dan mengucapkannya pada setiap kesempatan </li></ul><ul><li>Berdoa dan bershalawat kepada Rasulullah SAW setelah talbiyah </li></ul>Larangan <ul><li>Menutup kepala dengan penutup apapun </li></ul><ul><li>Mencukur rambut kendati sedikit </li></ul><ul><li>Memotong kuku </li></ul><ul><li>Menyentuh wewangian </li></ul><ul><li>Mengenakan pakaian berjahit </li></ul><ul><li>Membunuh hewan daratan </li></ul><ul><li>Melakukan hubungan suami istri </li></ul>
  22. 23. Syarat-syarat, Sunnah, dan Etika Tawaf Hukumnya Uraian Syarat-syarat <ul><li>Niat hendak melakukan tawaf </li></ul><ul><li>Suci dari hadats dan kotoran </li></ul><ul><li>Menutup aurat </li></ul><ul><li>Tawaf di baitullah harus di Masjidil Haram </li></ul><ul><li>Baitullah harus berada di samping kiri orang yang tawaf </li></ul><ul><li>Tawaf dilakukan sebanyak 7 kali </li></ul><ul><li>Ketujuh putaran harus dilakukan seketika itu juga tanpa jeda di antara putaran tawaf. </li></ul>Sunnah <ul><li>Sunnah bagi laki-laki berjalan dengan cepat diputaran ketiga pertama saja </li></ul><ul><li>Membuka ketiak kanan bagi laki-laki </li></ul><ul><li>Mencium Hajar Aswad ketika memulai tawaf </li></ul><ul><li>Berdoa dengan doa apa saja ketika sedang melakukan tawaf </li></ul><ul><li>Mengusap rukun yamani dengan tangan dan mencium Hajar Aswad setiap kali melewatinya </li></ul><ul><li>Berdoa di Multazim usai tawaf. Multazim ialah tempat di antara pintu baitullah dengan Hajar Aswad </li></ul><ul><li>Shalat dua raka’at usai tawaf di belakang makam ibrahim </li></ul><ul><li>Meminum air dari sumur Zamzam </li></ul>Etika <ul><li>Dilakukan dengan khusyu </li></ul><ul><li>Orang yang tawaf tidak boleh bicara kecuali diperlukan dan jika bicara maka bicara dengan baik </li></ul><ul><li>Tidak menyakiti orang lain dengan perbuatan atau perkataan </li></ul><ul><li>Memperbanyak zikir dan doa, dan bershalawat kepada Rasulullah </li></ul>
  23. 24. Syarat-syarat, Sunnah, dan Etika Sa’i Hukumnya Uraian Syarat-syarat <ul><li>Sa’i harus diniatkan ibadah karena taat kepada Allah </li></ul><ul><li>Sa’i dan tawaf dilakukan secara berurutan, artinya tawaf didahulukan daripada sa’i </li></ul><ul><li>Seluruh babak sa’Iidilakukan secara sekaligus </li></ul><ul><li>Sa’i dilakukan sebanyak tujuh babak </li></ul><ul><li>Sa’i dilakukan setelah tawaf yang benar. </li></ul>Sunnah <ul><li>Berjalan cepat di antara dua batu tanda berwarna hijau khusus bagi laki-laki </li></ul><ul><li>Berhenti di Safa dan Marwa untuk berdoa </li></ul><ul><li>Berdoa di Safa dan Marwa di setiap babak sa’I </li></ul><ul><li>Mengatakan Allahu akbar tiga kali di Safa dan Marwa setiap babak sa’I </li></ul><ul><li>Sa’I dan tawaf dilakukan secara sekaligus dalam arti tidak memisahkan antara keduanya tanpa uzur syar’i </li></ul>Etika <ul><li>Keluar untuk melakukan sa’I dari pintu Safa dengan membaca QS. AL Baqarah: 158 </li></ul><ul><li>Dalam keadaan suci </li></ul><ul><li>Memperbanyak doa dan zikir </li></ul><ul><li>Menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan dan menahan lisan dari perkataan dosa </li></ul><ul><li>Tidak menyakiti siapapun </li></ul><ul><li>Menampakan kehinaan diri dan permintaannya kepada Allah untuk memberi petunjuk kepada hatinya. </li></ul>
  24. 26. PENGERTIAN WAKAF <ul><li>Bahasa: Menahan </li></ul><ul><li>Istilah: Menahan harta yang bisa dimanfaatkan untuk umum tanpa mengurangi nilai harta ini untuk mendekatkan diri kepada Allah </li></ul>
  25. 27. Syarat-syarat Wakaf <ul><li>Barang yang diwakafkan harus bisa diambil manfaatnya dan keadaan masih tetap </li></ul><ul><li>Barang tersebut adalah miliknya sendiri </li></ul><ul><li>Barang tersebut dapat digunakan untuk tujuan baik </li></ul>
  26. 28. Rukun Wakaf <ul><li>Orang yang mewakafkan (Wakif) </li></ul><ul><li>a. Baligh dan Rasyid </li></ul><ul><li>b. Tidak punya hutang </li></ul><ul><li>c. Dengan kemauan sendiri </li></ul><ul><li>d. Wakaf tidak boleh dibatalkan </li></ul><ul><li>Harta yang diwakafkan </li></ul><ul><li>a. Zat benda yang diwakafkan adalah tetap, tidak cepat habis </li></ul><ul><li>b. Batas-batasnya harus jelas </li></ul><ul><li>c. Milik sendiri/bukan milik orang lain </li></ul><ul><li>Penerima Wakaf (Mauquf ‘alaih) </li></ul><ul><li>a. Dewasa </li></ul><ul><li>b. Sangat membutuhkan (bisa diberikan kepada personal maupun lembaga) </li></ul><ul><li>Penyataan wakaf </li></ul><ul><li>Pernyataan orang yang mewakafkan dan merupakan tanda penyerahan barang atau benda yang diwakafkan. </li></ul>

×