Marketing Plan For Ice Cream Industry

5,766 views
5,529 views

Published on

Chillz, One of our idea for creating coolest and ice cream, This project was made for Prasetya Mulya marketing plan competition.

Published in: Business
2 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
5,766
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
2
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Marketing Plan For Ice Cream Industry

  1. 1. Marketing Plan For CampinaChillz ice creamArian Vivaldi | aldi_tigabelas@yahoo.comDustin Wolff | wolff_dustin@yahoo.comJoshua Lumangkun | josh.lumangkun@yahoo.fr
  2. 2. are you ready to Chillz ?
  3. 3. Table of Contents Tables Of Content Executive Summary 2 Current Marketing Situation 3 market situation competitive situation product life cycle Opportunity and Issue Analysis 8 Internal Factors External Factors Marketing Objectives 10 Marketing Strategy 11 segmenting targeting positioning product strategy price and distribution strategy Strategic Marketing Plan 18 Entry Strategy Mid & Long term Strategy Control & Implication Action plan Projected Profit & Loss Statement 34 Chiilz 1
  4. 4. Executive Summary Executive Summary Pasar Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial karena memiliki jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa pada tahun 2010. Selain itu penduduk usia muda atau produktif semakin bertambah dan berkembang. Perilaku impulse serta konsumtif mulai berakar seiring berkembangnya teknologi dan globalisasi. Masyarakat menjadi lebih peka pada produk baru yang menarik dan sesuai dengan perilakunya. Hal-hal tersebut menyebabkan pertumbuhan industri secara besar-besaran serta masuknya investor asing ke dalam sistem perekonomian Indonesia. Tidak terkecuali Industri es krim. PT Campina merupakan salah satu produsen es krim terbesar di Indonesia yang telah memiliki brand awareness yang cukup kuat, serta memiliki market share di peringkat kedua untuk pasar es krim di Indonesia. Perusahaan ini menghadapi situasi persaingan yang ketat, pesaing utamanya adalah market leader produk es krim di Indonesia yaitu Wall’s, yang menguasai hampir seluruh segmen pasar terutama segmen impulse. Untuk meningkatkan penjualan dan brand quity Campina di segmen es krim impulse, maka Campina membidik target pasar yang baru, dengan mengeluarkan produk yang baru. Produk itu memiliki brand bernama Chillz. Chillz merupakan produk es krim pertama yang mengandung Ion dan Elektrolit yang menjawab kebutuhan kaum muda yang aktif dan energik. Memiliki 3 varian rasa yang belum terdapat dalam kategori es krim stik yang sangat digemari anak muda, yaitu Coffee, Green Tea, dan Mint. Memiliki konsep packaging yang menarik dengan menggunakan box, dan ice cream stick berwarna bening. Dalam memasarkan produk Chillz dilakukan aktivitas marketing communication mix yang memiliki kedekatan hubungan dengan target pasar, seperti graffiti contest, photography contest, tweetfest, dan beberapa aktivitas promosi lainnya. Dengan peluncuran produk Chillz maka telah diproyeksikan market share Campina akan meningkat sebesar 8%, TOM brand awareness dari Campina meningkat ke angka 51 poin, Meningkatkan brand equity dari Campina khususnya membentuk citra atau persepsi brand untuk teens dan young adults. Dan pada akhirnya meningkatkan penjualan perusahaan dari kategori es krim out of home atau yang lebih dikenal dengan istilah impulse ice cream sebesar 60% yang akan berdampak positif pada profit keseluruhan dan kepuasan shareholders.Chiilz 2
  5. 5. Current Marketing Situation Current Marketing Situation 2.1 Market Situation Seperti yang dikutip dalam http://www.marketresearch.com, “The market for ice cream in Indonesia increased at a compound annual growth rate of 6.7% between 2003 and 2008 and the impulse ice cream category led the ice cream market Indonesia, accounting for a share of 97.3%.” Data tersebut menunjukan bahwa ada peluang yang besar untuk produk es krim, terutama es krim segmen impulse dalam pasar di Indonesia. Dengan memanfaatkan kondisi di atas, maka Campina akan mengeluarkan produk dan varian baru untuk es krim impulse yang selama ini dikuasai oleh kompetitor utamanya. Sebelum menentukan marketing mix yang akan dibaurkan, hal pertama yang dilakukan adalah mengenal dan mempelajari kondisi pasar dan perilaku konsumen di Indonesia. Ada beberapa indikator yang menggambarkan kondisi pasar di Indonesia, diantaranya adalah : • Jumlah penduduk Indonesia dan pertumbuhan penduduk usia muda produktif yang merupakan pasar sasaran untuk produk chillz. * Data BPS menunjukan penduduk Indonesia di tahun 2010 adalah sebanyak 237.556.363 jiwa, dengan rata2 usia muda 35% dari total jumlah penduduk • Perkembangan perilaku konsumen anak muda yang impulse serta konsumtif dan mengarah kepada lifestyle tertentu.Chiilz 3
  6. 6. Current Marketing Situation • Pertumbuhan industri ritel di Indonesia yang secara langsung memberikan kontribusi positif terhadap penjualan produk es krim impulse, dan juga memperlancar jalur distribusi dari produk tersebut. Lotte Mart Hypermart Giant Carefour Superindo AlfaMart IndoMart Circle K YoMart 3%3%1% 1%1% 1% 1% 50% 41% Ritel Company Total Outlet *2010 Lotte Mart 50 Hypermart 43 Giant 55 Carefour 80 Superindo 69 Alfamart 3500 Indomart 4261 Circle K 250 Yomart 262 Total Outlet 8570Chiilz 4
  7. 7. Current Marketing Situation • Pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang setiap tahunnya meningkat, hal ini membawa dampak yang signifikan terhadap penjualan produk es krim impulse, dimana semakin meningkatnya pendapatan per kapita penduduk semakin tingginya konsumsi terhadap barang impulse dan barang kebutuhan sekunder seperti es krim. Pendapatan Per Kapita Nasional Rp30,000,000 Rp22,500,000 Rp15,000,000 Rp7,500,000 Rp0 2006 2007 2008 2009 2010 Year Income / capita 2010 30juta 2009 24.3juta 2008 21.7juta 2007 17.5juta 2006 15jutaChiilz 5
  8. 8. Current Marketing Situation 2.2 Competitive Situation Kondisi persaingan di industri es krim khususnya segmen menengah tidak banyak dimasuki pesaing baru. Pasar hanya diisi oleh sedikit pemain besar atau dapat dikatakan juga pasar oligopoli. Hal ini salah satunya disebabkan karena barrier to entry ke dalam industri ini cukup besar misalkan, perusahaan harus memiliki modal yang besar, dan saluran distribusi yang luas. Kondisi ini merupakan suatu peluang yang besar untuk PT. Campina itu sendiri, karena posisi Campina yang sudah strategis dan tidak banyaknya pesaing yang bermain di area ini. Dalam memanfaatkan peluang ini PT. Campina harus jeli melihat kebutuhan pasar dan menciptakan suatu produk yang memiliki value tinggi di mata konsumen. Untuk gambaran, berikut ini adalah peta persaingan & proporsi market share dalam industri es krim di Indonesia : 2005 2006 2007 0 37.5 75 112.5 150 Wallʼs Campina Diamond Indo Meiji Indo HoutenChiilz 6
  9. 9. Current Marketing Situation Disamping itu produk Campina memiliki pesaing tidak langsung yang bermain dalam segmen es krim premium seperti Haagen Dazs, Baskin robbins dan cold stone. Pesaing tidak langsung lainnya adalah gelato ice cream, frozen yoghurt, cake, minuman yang mengandung ion dan isotonik, dan berbagai macam produk makanan seperti cokelat, snack, kripik kentang. 2.3 Product Life Cycle Produk kami masuk ke dalam tahap Introduction karena kami baru memasuki pasar, dan produk tersebut memiliki ciri-ciri penjualan yang masih rendah. Biaya-per- konsumen yang dikeluarkan tergolong tinggi karena kami harus mengeluarkan banyak biaya promosi untuk dapat menarik perhatian konsumen, agar dapat memiliki keputusan untuk membeli produk kami. Profit masih negatif dan konsumen diketagorikan sebagai innovator karena mereka adalah pembeli pertama bagi produk yang kami keluarkan, dan diharapkan setelah membeli produk tersebut mereka akan merekomendasikan kepada orang lain. Produk kami adalah es krim yang mengandung ion atau elektrolit yang memberikan tambahan manfaat kepada kaum muda yang sibuk dengan aktivitasnya, belum ada pesaing yang menggarap pasar sasaran dengan produk sejenis kami ( blue ocean strategy ). Strategi-strategi yang cocok digunakan untuk tahap introduction ini akan dijabarkan secara mendetail di tahap selanjutnya, yakni dalam marketing strategy yang digunakan produk Chillz .Chiilz 7
  10. 10. Opportunity and Issue Analysis Opportunity and Issue Analysis 3.1 Internal Factors Analysis Strength • Brand campina yang sudah dikenal sejak tahun 1970-an. • Menduduki peringkat nomor 2 dalam industri es krim, dengan market share sebesar 32,5%. • Dalam produk take home atau literan, Campina memiliki posisi pangsa pasar yang lebih unggul dibandingkan pemimpin pasar. • Campina sudah memiliki fasilitas penunjang produksi yang baik dan tenaga kerja berkualitas. • Memiliki sistem manajemen informasi yang menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia • Campina telah banyak memenangkan berbagai macam penghargaan. • Channel distribusi yang sudah kuat di Indonesia. Weakness • Brand equity produk campina dalam segmen impulse tidak sekuat produk-produk pesaing utamanya Wall’s. • Biaya belanja media yang dimiliki Campina terbatas, tidak sebesar pesaing utamanya Wall’s. • Lemahnya brand equity dari produk-produk Campina untuk kalangan teens dan young adults 3.1 External Factors Analysis Opportunity • Indonesia merupakan negara dengan tingkat konsumsi es krim paling rendah di Asia Tenggara. • Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai angka 230 juta penduduk, merupakan pasar potensial yang besar untuk produk es krim. • Competitor yang menggarap segmen yang sama tidaklah banyak (wall’s, diamond). • Semakin meningkatnya jumlah masyarakat usia muda, sehingga memberikan kesempatan yang besar kepada Campina untuk memperkuat penetrasi brand-nya.Chiilz 8
  11. 11. Opportunity and Issue Analysis • Semakin meningkatnya jumlah retail store di Indonesia yang memberikan kontribusi dalam terhadap peningkatan penjualan es krim secara keseluruhan. • Perilaku konsumen indonesia yang impulsive dan cenderung konsumtif. Threat • Adanya persepsi negatif mengenai efek yang ditimbulkan ketika mengkonsumsi es krim, seperti kegemukan, menyebabkan penyakit batuk, dan pilek. • Infrastruktur logistik dan penyediaan listrik yang terbatas di negara Indonesia. • Produk pesaing ( Wall’s ) lebih unggul pada segmen impulse dengan brand yang kuat dari masing-masing produknya. • Pola konsumsi es krim yang hanya dilakukan disaat saat tertentu, misalnya saat musim panas, siang hari, saat berlibur atau bersantai. • Memiliki banyak pesaing tidak langsung, seperti yoghurt, susu, kue, dsb.Chiilz 9
  12. 12. Marketing Objective Marketing Objective Mengacu pada visi & misi perusahaan serta SWOT analysis, maka kami membuat beberapa objective sebagai indikator kesuksesan dalam menrealisasikan strategi dan usaha-usaha pemasaran dari PT Campina. Tujuan dari keseluruhan program marketing produk Chillz adalah untuk meningkatkan jumlah sales dan brand equity dari PT Campina itu sendiri. Adapun bauran dari Marketing Objective kami adalah sebagai berikut : • Meningkatkan market share sebesar 8% dalam satu tahun terakhir, melalui produk unggulan dalam membidik pasar teens dan young adults, yaitu tiga varian rasa dari brand Chiilz. • Meningkatkan TOM brand awareness dari Campina yang semula 41 poin menjadi 51 poin dalam satu tahun terakhir. Hal ini dikarenakan jumlah poin TOM brand awareness Campina lebih kecil 16 poin dibandingkan pesaing utamanya Wall’s. Dengan peluncuran produk Chillz diharapkan dapat menjadikan Campina sebagai Top of mind produk es krim untuk segmen teens dan young adults. • Meningkatkan volume penjualan es krim Campina sebesar 30%. • Meningkatkan brand equity dari Campina khususnya membentuk citra atau persepsi masyarakat bahwa brand campina tidak hanya memiliki produk untuk anak-anak dan take home tetapi juga merupakan brand untuk teens dan young adults. • Meningkatkan penjualan perusahaan dari kategori es krim out of home atau yang lebih dikenal dengan istilah impulse ice cream sebesar 60%.Chiilz 10
  13. 13. Marketing Strategy Marketing Strategy 5.1 Segmenting Targeting Positioning Segmenting Segmenting adalah proses membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil dan homogen. Dasar segmenting produk Chillz adalah hybrid segmentation ( hybrid segmentation adalah mengelompokkan pasar dengan mengkombinasikan beberapa dasar pengelompokkan ). Kami membagi pasar ke dalam segmen-segmen berdasarkan: • Geographic segmentation, adalah membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok homogen berdasarkan lokasi atau tempat tinggal. • Demographic segmentation, adalah membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok homogen berdasarkan variabel-variabel seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, dan lain-lain . • Psychographic segmentation, adalah membagi pasar ke dalam kelompok yang memiliki karakteristik psikologis, value, dan lifestyle yang serupa. Berdasarkan indikator diatas maka kami menyimpulkan bahwa pasar potensial di Indonesia terbagi menjadi beberapa tingkat umur mulai dari 0-4 tahun atau balita sampai diatas 75 tahun dengan berbagai variasi dari tingkat pendapatan, lifestyle, dan karakteristik masing-masing segmen. Penduduk Indonesia memiliki karakteristik yang konsumtif dan impulse, khususnya pada kalangan menengah keatas, atau dengan kata lain penduduk Indonesia mudah untuk tertarik dalam mencoba produk baru yang menarik. Selain itu jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 230 juta penduduk, sehingga merupakan pasar potensial yang sangat besar dan menyediakan banyak kesempatan untuk bisnis-bisnis yang ingin berkembang.Chiilz 11
  14. 14. Marketing Strategy Proses segmenting ini mengambil data jumlah penduduk tahun 2005 dari www.datastatistik-indonesia.com. Kami mempersentasekan setiap segmen umur dan gender lalu dikonversi ke tahun 2010 dengan mengalikan persentase segmen tersebut dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2010. Targeting Targeting adalah proses pemilihan target market yaitu sekelompok konsumen yang akan dijadikan sasaran program marketing. Karena Chillz merupakan produk baru yang belum diluncurkan ke pasar, maka kami menggunakan entry strategy dimana penjualan produk tersebut difokuskan pada 6 kota besar di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Surabaya. Kota Yogyakarta, Pulau Bali dan Kota Medan. Alasan kami memilih tempat-tempat tersebut adalah karena daerah tersebut termasuk daerah yang peradaban serta perekonomiannya maju sehingga potensi apresiasi produk yang mengandung lifestyle lebih tinggi. Berdasarkan analisa segmenting yang telah kami buat, kami memutuskan untuk masuk kedalam pasar anak muda yang berumur 15 tahun sampai 24 tahun baik laki-laki maupun perempuan di 6 kota target. Kami memilih target pasar berdasarkan segmen pasar yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu: • Geographic segmentation. Berdasarkan pengelompokkan geografis target pasar kami berada di DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Surabaya, Kota Yogyakarta, Pulau Bali dan Kota Medan. • Demographic segmentation. Berdasarkan pengelompokkan demografis kami membidik segmen pasar dengan usia sekitar 15-24 tahun dengan golongan ekonomi mengengah keatas. seperti siswa SMP dan SMA serta mahasiswa yang memiliki uang jajan bulanan sekitar Rp 2.000.000 – Rp 5.000.000. • Psychographic segmentation. Berdasarkan pengelompokkan psikografis, kami juga melihat dari gaya hidup atau hobi yang populer di kalangan remaja aktif seperti photography, skate-board, x-treme games, graffity painting, dan cycling. Jadi target market kami adalah masyarakat muda berusia 15 sampai 24 tahun, yang tinggal di kota-kota besar (urban) dan memiliki gaya hidup aktif dan energik.Chiilz 12
  15. 15. Marketing Strategy Positioning Campina telah memiliki brand awareness yang kuat dan juga sebagai salah satu TOM dari industri ice cream di Indonesia. Meskipun dengan usaha marketing yang tidak banyak brand tersebut terus tumbuh di benak konsumen lebih cepat daripada pesaing utamanya wall’s. Fenomena ini menjadi salah satu competitive advantage yang telah dimiliki oleh perusahaan. Dengan hadirnya produk ice cream baru yang bernama Chillz ke dalam barisan lini produk, diharapkan dapat meningkatkan brand equity yang dimiliki oleh Campina. Hal ini dapat terjadi karena program marketing produk Chillz terfokus pada segmen baru yaitu kalangan muda yang sering beraktifitas dan memiliki semangat yang tinggi. Dalam membidik segmen baru maka perpaduan dari brand image Campina dan produk Chillz sangatlah penting. Kami berusaha untuk memadukan kedua elemen tersebut serta strategi marketing yang kreatif sehingga melahirkan kesan yang sporty, active, funky, and cool pada produk Chillz. Produk Chillz juga mengandung zat-zat penambah energi atau lebih dikenal dengan butir-butir ion dan electrolit dimana jika dikonsumsi akan mengganti cairan-cairan tubuh yang telah keluar lewat keringat sehingga badan terasa lebih segar dan energik. Dalam menimbulkan image chillz seperti yang diinginkan di atas maka digunakan tagline produk yaitu “ Prepare for Chillz “.Chiilz 13
  16. 16. Marketing Strategy 5.2 Product Strategy Chillz merupakan es krim pertama yang menggunakan kandungan Ion dan Elektrolit di dalamnya, hal ini merupakan inovasi dari produk Campina untuk memenuhi kebutuhan target marketnya. Untuk peluncuran perdananya Chillz menghadirkan 3 varian rasa, yaitu Mint, GreenTea, dan Coffee. Alasan pemilihan 3 varian rasa tersebut adalah dikarenakan belum adanya varian rasa tersebut di pasar untuk es krim impulse jenis stick. Selain itu juga karena ketiga rasa diatas merupakan pilihan rasa yang sedang diminati oleh banyak konsumen muda Indonesia, hal ini dapat dibuktikan dengan tersedianya rasa-rasa tersebut dalam pilihan menu minuman maupun es krim di cafe-cafe atau tempat keriaan anak muda. Terdapat kandungan yang berbeda di dalam Chillz, yaitu Ion dan Elektrolit, karena kami ingin Chillz tidak hanya jadi penganan biasa, melainkan penganan yang memberikan tambahan energi. Kebanyakan konsumen merasa haus ketika mengkonsumsi es krim, alih-alih mendapatkan kesegaran, konsumen merasakan sebaliknya karena es krim yang dikonsumsi memiliki rasa terlalu manis. Tetapi dengan adanya kandungan Ion dan Elektrolit di dalam produk Chillz maka akan memberikan kesegaran dan membuat konsumen menjadi lebih fit. Bintik Ion & Elektrolit Stick Plastik TransparanChiilz 14
  17. 17. Marketing Strategy Karena target market dari produk Chillz adalah masyarakat muda Indonesia. Dan ciri- ciri perilaku konsumen remaja Indonesia adalah menyukai barang yang unik dan premium tetapi menginginkan harga yang terjangkau, maka desain packaging produk Chillz kami buat unik dan semenarik mungkin. Packaging berbentuk box berbahan kertas karton dan menggunakan stick ice cream berbahan plastik berwarna transparan. Berikut ini adalah bentuk dan desain packaging dari produk Chillz yang telah kami buat sample dan wujud aslinya : # produk ice cream pertama di dunia dengan kandungan Ion dan Elektrolit. # produk ice cream stick pertama di Indonesia dengan varian rasa baru yaitu mint, green tea, dan coffee. # produk ice cream pertama di Indonesia dengan packaging box dan stick ice cream transparan. * asumsi : pasar es krim dengan segmen menengah, kategoti es krim impulse.Chiilz 15
  18. 18. Marketing Strategy 5.3 Price and Distribution Strategy Posisi kami di pasar adalah new entry, oleh karena itu untuk mengejar maximum market share maka kami menggunakan strategi Market Penetration. Dimana dalam strategi ini kami pertama-tama menjual produk kami dengan harga yang terjangkau untuk menarik minat konsumen yang sebesar-besarnya. Dengan demikian, konsumen akan tertarik untuk mencoba produk kami. Experience dari konsumen ini sangat dibutuhkan oleh kami selaku new entry di dalam pasar yang baru. Namun kami menyadari, kekurangan di dalam strategi market penetration ini membuat produk kami rentan terhadap masalah sensitivitas harga. Untuk mengantisipasi kekurangan ini, kami tidak mau terlalu bergantung pada penetapan harga yang murah untuk menjangkau perhatian konsumen. Kami lebih memilih untuk memberikan value yang lebih kepada konsumen daripada sekadar harga yang murah karena target market kami adalah konsumen muda Indonesia yang memilki ciri-ciri, mengedepankan citra premium tetapi menginginkan dengan harga yang terjangkau. Harga jual produk kami di pasar adalah Rp. 6000,00, sedangkan untuk retailer dapat mengambil margin keuntungan sebesar 15% dari harga jual yang sudah ditetapkan. cogs + margin Cost Plus Selling Price 6000 4500 3000 1500 0 Retailer Consumer ProdusenChiilz 16
  19. 19. Marketing Strategy Di dalam hal distribusi perusahaan menggunakan beberapa intermediaries, dalam hal ini retialer. Hal ini kami lakukan karena kami memiliki target konsumen yang terbatas, hanya kalangan remaja dan dewasa saja, dan kami tidak berharap mendapatkan market coverage yang terlalu luas karena kami hanya berfokus pada segmen teens & youth market di kota-kota besar. Oleh karena itu, jika kami menggunakan intensive distribution, tentu saja hal tersebut akan memakan biaya yang mahal dalam menjangkau semua retailer yang ada di pasar dan akan menurunkan image produk Chillz yang dikhususkan untuk anak muda. Kota-kota yang menjadi tujuan distribusi Chillz adalah kota-kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Medan. Hal ini dikarenakan tingkat konsumsi di kota-kota tersebut dapat terbilang cukup besar dan juga Campina sudah memiliki jaringan distribusi di kota-kota tersebut. Berkaitan dengan pemilihan retailer yang cocok untuk menjadi saluran distribusi kami, di bawah ini terdapat kriteria-kriteria, yakni: • Location, lokasi yang cocok adalah posisi retailer terletak di sekitar sekolah, universitas, dan tempat keriaan anak muda seperti distro, skatepark, mall, cafe, dsb. Dengan pemilihan lokasi dapat menimbulkan image yang positif dan hal ini juga memudahkan target pasar utama kami, yakni anak muda dan para remaja untuk menemukan produk kami di lingkungan mereka beraktivitas. • Kedekatan image retailer dengan Target market. Misalnya Circle K, dari sekian banyak retailer, Circle K merupakan salah satu retailer yang dianggap memiliki kedekatan image dengan kaum muda, karena selalu menjadi tujuan kaum muda jika ingin berbelanja atau sekedar nongkrong. Selain itu juga produk chillz melakukan Direct Distribution melalui pembinaan kerjasama dengan outlet-outlet makanan tertentu, seperti cafe, yang merupakan tempat yang sering dikujungi target market, dan menyediakan ice cream display skala kecil khusus produk Chiilz di tempat tersebut. sehingga dapat menimbulkan impulse pada saat mereka nongkrong di tempat tersebut dan meningkatkan brand equity produk Chillz.Chiilz 17
  20. 20. Strategic Marketing Plan " " " " " " " " Entry Strategy Mid & Long Control ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! term Strategy Strategic Marketing Plan 6.1 Entry Marketing Strategy Entry marketing strategy dari Chillz dibagi menjadi 2 kategori, yaitu main activities dan supporting activiteis. Main activities itu sendiri terdiri dari kampanye anti-rokok, Chillz school competition, Cycling track, BMX & Skateboard Competition, Graffiti contest, Photograhy Contest, dan Ambient Marketing. Dan supporting activities terdiri dari Buzz Marketing & Social Networking, Media Advertising, Tweetfest, dan I scream for Ice Cream Maksud dari entry marketing strategy ini adalah untuk membuat masyarakat aware dengan Chillz melalui acara-acara/kegiatan-kegiatan yang diadakan dan disponsori oleh kami dan pada akhirnya mengkonsumsi produk tersebut. Pengenalan produk kami memang tidak menekankan pada tv commercial ataupun advertising besar- besaran di media massa, tetapi kami lebih menekankan pada pembuatan atau pensponsoran sebuah acara dan kegiatan untuk membentuk komunitas dan menjalin hubungan baik dengan mereka, melalui database yang dikumpulkan dari setiap acara yang berlangsung.Chiilz 18
  21. 21. Anti-rokokRokok telah menjadi bendakecil yang paling banyakdigemari. Merokok telahmenjadi gaya hidup bagibanyak pria dan wanita,bahkan termasuk anak-anakdan kaum remaja. Mulai darisitulah, kami inginmengkampayekan anti-rokok,terutama untuk kaum muda,untuk memulai healthy life,dan tetap gaul tanpamerokok, maka dari itu kamiingin mengkampayekanhidup sehat tanpa merokok,stay young, stay ‘gaul’, stayhealthy without smoke.Kampanye anti-rokok,rencananya akan kamilakukan road-show from mallto mall. Kenapa mall ? karenamall saat ini merupakantempat tujuan kaum mudamulai dari shopping, makan,hingga sekedar hang-out.Disini kami akan membuka stand dan mensosialisasikan anti-rokok bagi kaum muda, dengancara patahkan 1 batang rokok untuk 1 Chillz dan juga kami akan membuat Tweetfest, yaitusiapapun yang dapat nge-Tweet di Tweeter tentang acara kami ini, maka akan mendapatkanes krim gratis. Tujuan yang lainnya adalah Kami akan membuat Chillz menjadi substitusi darirokok. Dan melalui acara ini kami mempromosikan produk kami dan mendapatkan publisitasdari media dan kami akan mengumpulkan customer database pada saat itu. Acara ini akandilakukan setiap weekend (jumat-minggu) selama 2 bulan pertama dan 1 bulan sekalisesudahnya.
  22. 22. Cycling TrackJalur sepeda adalah jalur yang khusus diperuntukkan untuk lalu lintas untuk penggunasepeda, dipisah dari lalu lintas kendaraan bermotor untuk meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. Penggunaan sepeda memang perlu diberi fasilitas untukmeningkatkan keselamatan para pengguna sepeda dan bisa meningkatkan kecepatanberlalu lintas bagi para pengguna sepeda. Di samping itu penggunaan sepeda perlu didorongkarena hemat energi dan tidak mengeluarkan polusi udara yang signifikan.Kami melihat adanya opportunity yang dapat dimanfaatkan dari jalur sepeda ini, yaitu kamidapat memasangkan iklan produk kami disepanjang jalur sepeda, bekerja sama denganPemda, kami turut serta dalam pembuatan jalur sepeda (maksudnya kami yang membuatjalur sepeda tsb menjadi lebih indah, cth dengan cat warna dan gambar2). Denganmenempatkan logo produk kami di jalur sepeda, maka banyak masyarakat yang akansemakin aware dengan produk kami dan juga hal ini dapat menjadi publisitas yang dapatdiliput oleh media massa.Rencananya kami akan merealisasikan strategi ini di 3 kota, yaitu Jakarta, Bandung, danYogyakarta, karena baru di 3 kota tersebut terdapat jalur sepeda.
  23. 23. Chillz College & High School CompetitionChillz college & high school competition merupakan acara yang mempertandingkan berbagaimacam kegiatan ekstakulikuler antar SMA dan antar universitas. Kegiatan-kegiatan tersebutmencakup basketball, cheerleaders, dance, dan band. Acara ini akan diselenggarakanselama 2 hari di 1 tempat yang dapat mencakup semua kegiatan tersebut, contohnyaSasana Budaya Ganesha ITB, Bandung atau GOR Bulungan, Jakarta. Dan kami juga akanmembuka stand menjual Chillz di acara tersbut. Di hari pertama, semua kegiatan diatastersebut akan dipertandingkan antar sekolah dan penggumuman pemenangnya akandilaksanakan di hari kedua bersamaan dengan acara utama nya, yaitu kami akanmendatangkan Band yang menjadi favorit remaja saat itu.Kami percaya bahwa melalui kompetisi olahraga semacam ini anak-anak Indonesia dapatbelajar nilai-nilai kehidupan seperti pantang menyerah, percaya diri, kerjasama dan sportifitasyang dapat menjadi bekal anak Indonesia untuk menjadi juara sejati, baik di dalampertandingan maupun di kehidupan sehari-sehari.
  24. 24. BMX & SkateboardCompetitionBMX dan skateboard contest yang kami rencanakan ini akan cukup menarik banyakperhatian, karena banyak nya peminat BMX dan skateboard dan masih minim nya contestBMX dan skateboard yang diadakan di indonesia. Rencananya kami akan mengadakan BMXdan skateboard contest ini di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali, karena peminat dikota-kota tersebut lah yang terbesar. Dan kami juga akan membuka stand pada saat acaratersebut berlangsung.Dengan membidik kaum muda yang aktif dan energik, kami mengharapkan mereka yangmerupakan target market kami aware dengan produk kami dan menjadi konsumen kami.Dan juga kami bermaksud untuk menjalin hubungan baik dan membentuk komunitas denganpara skateboarder yang nantinya dapat mendukung produk kami. Acara ini akandilaksanakan setiap 3 bulan sekali.
  25. 25. Graffiti ContestKami disini, ingin menggaet kaum muda yang aktif dan ekspresif dengan cara mengadakangraffiti contest yang dapat dilakukan di legal public space (dinding jln. Siliwangi), di bawah flyover atau kita dapat menyediakan space berupa papan besar yang dilakukan di open publicspace (lapangan monas, lapangan gasibu).Tujuan mengadakan graffiti contest ini, selain mengusung kreatifitas kaum muda, kamimenggunakan ini sebagai salah satu sarana promosi dan publisitas, agar menarik perhatian /awareness dari banyak orang sehingga kegiatan ini dapat diliput oleh media dan kamisebagai sponsor dapat dikenal oleh masyarakat, terutama produk kami, karena adanyaketentuan bahwa di dalam graffiti tersebut harus terdapat produk kami dan kami jugamembuka stand di acara tersebut sehingga masyarakat dapat langsung mencoba Chillz.Graffiti contest ini diadakan setiap 3 bulan sekali.Selain itu, dengan contest ini, kami juga berusaha membangun relationship dan membangunkomunitas dengan para “bomber”, yang mana banyak dari mereka adalah target marketkami, yaitu youth n young adult.
  26. 26. Photography ContestFotografi saat ini menjadi hobi anak muda di indonesia. Dengan fotografi contest inidiharapkan banyak anak muda yang merupakan target market kami, yang ikut berpartisipasisehingga mereka jg aware dengan produk kami dan juga meningkatkan kreativitas anakmuda.Ketentuan fotografi contest ini adalah bahwa peserta dapat mengekspresikan dirinya saatmengkonsumsi chillz atau juga dapat dengan sesuatu objek yang menggambarkan Chillz.Fotografi contest ini akan diadakan secara reguler 3 bulan sekali.
  27. 27. A m bi e nt MarketingIklan biasa ? sudah biasa. Dengan menggunakan ambient marketing, kami akan membuat iklan promosi yang lain daripada lain, yang akan menarik banyak perhatian masyarakat. Dengan begitu, iklan promosi yang kami buat tidak akan dapat terduplikasi oleh competitor. Banyak tempat yang dapat dimanfaatkan untuk menempatkan iklan promosi kami dengan ambient marketing ini, antara lain lift di pusat-pusat perbelanjaan (mall), tembok (tembok sekolah, tembok di jl. Braga), baligho di pinggir jalan utama yang ramai (jl. Sudirman / thamrin, pondok indah), pilar-pilar basement, dan juga berupa tempat sampah berbentuk packaging Chillz. Dengan begitu kami mengharapkan masyarakat menjadi aware terhadap Chillz dan memberikan word-of-mouth yang positif kepada orang lain.
  28. 28. Buzz Marketing & S o c i a l NetworkingBanyak dari anak muda pada jaman sekarang ini menggunakan situs social networkingsebagai sarana informasi maupun komunikasi, seperti facebook, myspace, dan tweeter. Kamimelihat adanya peluang untuk menggunakan sarana tersebut untuk mempromosikan produkkami dan penggunaan sarana diatas terbilang murah, malahan gratis.contohnya, pembuatan Chillz Fan Page Account di Facebook, membuat thread di Kaskusyang mengenalkan dan membahas khusus produk Chillz dan Tweeter akan kami manfaatkanmelalui public figure terkemuka indonesia. Knp public figure ? karena merekalah yangmemiliki paling banyak follower sehingga Tweet nya dapat tersebar luas dengan cepat.Melalui Tweet yang positif mengenai produk kami oleh para public figure tsb, akan membuatmasyarakat menjadi impulsif dan penasaran akan produk kami sehingga akan membeliproduk kami tsb.
  29. 29. Media AdvertisingUntuk mendukung semua kegiatan diatas, kami juga menggunakan berbagai macam mediaadvertising untuk mempromosikan acara kami diatas. Media yang akan kami gunakan antaralain radio broadcast, teen & free magazine, poster.
  30. 30. Tweet-festTweetfest adalah sebuah ajang untuk nge- tweet di tweeter tentang acara yang sedangdilangsungkan oleh Chillz. Acara-acara tersebut antara lain, School Competition, KampanyeAnti Rokok, BMX & Skateboard Competition dan Graffiti contest. Peserta yang nge-Tweet halyang bersifat informatif dan berkesan tentang acara Chillz maupun produk Chillz itu sendiri,berhak mendapatkan Chillz gratis di tempat acara tersebut berlangsung.I scream for ice creamI scream for ice cream adalah sebuah ajang atau tepatnya adalah tantangan yang ditujukankepada para konsumen, pada saat Chillz membuka stand di setiap acara, seperti SchoolCompetition, Anti-rokok di mall, Campus event.Disini kami menantang konsumen untuk meneriakan ‘I scream for ice cream’ sekeras-kerasnya di tengah keramaian dan berhak mendapatkan Chillz. Dengan begitu maka akanmenarik perhatian pengunjung lainnya dan membuat mereka ingin mencoba tantangantersebut.
  31. 31. Strategic Marketing Plan Mid & Long Term Strategy 6.2 Mid and long term strategy Setelah memperkenalkan produk Chillz kepada target market dan konsumen telah mengkonsumsi produk tersebut, maka dibutuhkan strategi untuk memelihara konsumen agar melakukan repeat buying, dan loyal terhadap produk Chillz. Hal tersebut dilakukan diantaranya dengan cara : • Re-launch produk Chillz dengan packaging dan desain yang baru, karena packaging yang selalu menarik merupakan suatu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian barang impulse khususnya es krim. • Menambah varian rasa atau mengganti varian rasa, untuk jangka panjang produk Chillz akan mengeluarkan varian rasa baru seperti blackberry, oreo, dan yoghurt. • Menggencarkan reminder advertising, seperti penggunaan tv commercial untuk menstimulasi konsumen melakukan pembelian ulang. • Penambahan saluran distribusi untuk produk Chiilz, melakukan perluasan pasar ke daerah-daerah potensial yang belum tergarap seperti bogor, makasar, palembang, semarang, dsb. • Memelihara komunitas dengan mengadakan event-event rutin yang merupakan aktivitas dari target market produk Chiilz. • Pembaharuan website menjadi lebih menarik dan interaktif.Chiilz 29
  32. 32. Strategic Marketing Plan Control 6.3 Control and implication Agar seluruh program-program yang telah dirancang dalam marketing plan ini berjalan dengan optimal. Maka dibutuhkan sebuah proses kontrol, untuk mengevaluasi program-program tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam mengevaluasi kinerja pemasaran produk Chiilz, perlu dilakukan internal control yang terbagi menjadi empat fokus utama. Berikut penjelasan secara rincinya. 1. Annual-plan control. Tipe kontrol ini dilaksanakan setiap tahun untuk memastikan bahwa hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Dalam hal ini faktor yang paling diperhatikan adalah tingkat penjualan, market share, dan rasio penjualan terhadap biaya. Tiga faktor tersebut akan dijelaskan secara rinci, sebagai berikut : • Tingkat Penjualan Setiap akhir tahun fiskal atau periode akuntansi, laporan penjualan produk selama waktu berjalan akan diperiksa apakah sesuai dengan sales target yang telah ditentukan. Dari hal tersebut bisa di analisa apakah program-program yang telah kami jalankan sudah efektif atau tidak, dalam rangka mendongkrak penjualan produk perusahaan. Data penjualan ini juga berguna untuk menetapkan target penjualan di tahun yang akan datang. • Market Share Setiap tahunnya kami juga akan melakukan penelitian kepada konsumen untuk melihat market share produk kami. Hal ini digunakan untuk menilai apakah produk kami berada sesuai dengan yang kami harapkan yaitu peningkatan market share sebesar target, atau tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Selanjutnya kami akanChiilz 30
  33. 33. Strategic Marketing Plan memutuskan strategi-strategi marketing apa yang cocok dipergunakan di tahun berikutnya dalam rangka mempertahankan atau memperluas market share kami. • Rasio penjualan terhadap biaya Analisis rasio ini penting dilakukan setiap tahunnya untuk memeriksa seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan produk Chillz. Hal ini harus senantiasa dievaluasi setiap tahunnya untuk membuat perusahaan tetap mengetahui margin keuntungannya. Selain itu juga dapat dipergunakan dalam melihat apakah harga penjualan dan total biaya pemasaran yang dikeluarkan perusahaan masih kompetitif untuk bersaing atau tidak. 2. Profitability Control Tipe kontrol ini bertujuan untuk memeriksa apakah produk Chiilz mendapatkan keuntungan atau justru mengalami kerugian. Kontrol profitabilitas perlu dilakukan oleh departemen pemasaran agar dapat mengetahui seberapa besar margin keuntungan yang diperoleh dari usaha pemasarannya. Tingkat profitabilitas dapat dilihat dari sisi produk, teritori, segmen pasar, konsumen, channel, dan lain sebagainya. Sedangkan tingkat profitabiltas yang dicari dari Chillz adalah yang berfokus pada produk, karena marketing plan yang disusun untuk Chillz berorientasi pada produk Chillz itu sendiri. 3. Efficiency Control Tingkat kontrol dari efisiensi bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi dan meningkatkan produktifitas dari usaha-usaha pemasaran yang dilakukan. Tingkat efisiensi dalam pemasaran Chillz terfokus pada event & experience, sales promotion dan distribution channel. Kinerja strategi harus senantiasa dievaluasi agar menjaga performanya tidak menurun. Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan adalah inovasi dari pemasaran yang digunakan sudah efisien dan memberikan value added pada konsumen atau tidak.Chiilz 31
  34. 34. Strategic Marketing Plan 4. Strategic Control Alat pengukur kinerja pemasaran terakhir yang digunakan Chiilz adalah strategic control, fungsi dari tools ini adalah memeriksa apakah program-program pemasaran yang dibuat sesuai dengan strategi awal yang ditetapkan. Di dalam melakukan proses kontrol stratejik, kami berpatokan kepada tujuan awal dan strategi generik yang perusahaan tetapkan, sehingga jika ada kesalahan dapat segera dikoreksi. Tetapi tidak menutup kemungkinan perusahaan mengubah strategi jangka pendek yang digunakan karena dinilai strategi sebelumnya tidak berhasil atau sudah usang. Tetapi secara umum strategi generik yang dilakukan Chiilz yaitu diferensiasi, menanamkan image es krim untuk segmen teens & young adults di benak konsumen harus tetap konsisten dijaga dan setiap program-program yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan strategi awal yang telah disepakati.Chiilz 32
  35. 35. 6.4 Action Plan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov DesResearch & Development xDistribusi ke Retailer xLaunching Product xMarketing Campaign: anti-smoking campaign x x cycling track x x x college & school competition x x x BMX & Skateboard Competition graffiti contest x x x photograhy contest x x x ambient marketing xDirect Chillz Ice Box x x x
  36. 36. Projected profit & loss satement Projected Profit & Loss Statement Berikut ini adalah angka estimasi market potential dari produk es krim di Indonesia. Terdiri dari 6 kota utama, yang menjadi target market dari produk Chillz. Data di bawah ini berasal dari sumber-sumber pemerintahan dan biro pusat statistik Indonesia. Market Assumption Jumlah Growth / 2011 Jumlah Youth Market Penduduk / Penduduk / 2010 2011 Jakarta 9,580,000 jiwa 5% 10,059,000 30% Bandung 2,417,584 jiwa 5% 2,538,463.2 35% Surabaya 2,765,908 jiwa 5% 2,904,203.4 30% Yogyakarta 3,452,390 jiwa 5% 3,625,009.5 30% Bali 3,891,428 jiwa 5% 4,085,999.4 30% Medan 2,109,330 jiwa 5% 2,214,796.5 30% Target Market Size Youth Market / jakarta 2011 bandung surabaya Jakarta 3,017,700 yogyakarta Bandung 888,462 bali medan 9% Surabaya 871,261 16% Yogyakarta 1,087,503 Bali 1,225,800 39% Medan 664,439 14% 11% 11%Chiilz 34
  37. 37. Projected profit & loss satement Sales Projection Setelah mengetahui jumlah penduduk golongan muda produktif (15-24 tahun) pada 6 kota yang menjadi target market produk chillz kami memiliki asumsi bahwa dari jumlah tersebut, anak muda yang mengkonsumsi es krim adalah sebesar 70% yaitu 5,428,616 orang, dari jumlah tersebut dikalikan lagi dengan market share campina sebesar 35% dan mendapatkan market size 1,900,015 orang. Produk Chillz menggarap kira-kira 30% dari market size campina yaitu 570,004 orang. Dengan harga Rp 6,000.00 per produk dan asumsi bahwa setiap orang mengkonsumsi Chillz 2 kali dalam satu bulan maka revenue dari penjualan Chillz adalah Rp 82,080,666,360.-. Youth Market / Jumlah Campina Chiilz Market Annual 2011 Konsumen Market Size ( 30% Chiilz es krim Size from consumpti ( 70% ) ( 35% ) campina) on Jakarta 3,017,700 2,112,390 739,336.5 221,800.95 5,323,223 Bandung 888,462 621,923.4 217,673.2 65,301.957 1,567,247 Surabaya 871,261 609,882.7 213,458.9 64,037.6835 1,536,904 Yogyakarta 1,087,503 761,252.1 266,438.2 79,931.4705 1,918,355 Bali 1,225,800 858,060 300,321 90,096.3 2,162,311 Medan 664,439 465,107.3 162,787.6 48,836.2665 1,172,070 Total 7,755,165 5,428,616 1,900,015 570,004.6275 171,001.39 Chiilz Market Sales 2011 Jakarta 31,939,336,800 Bandung 9,403,481,808 Surabaya 9,221,426,424 Yogyakarta 11,510,131,752 Bali 12,973,867,200 prepare to Chillz Medan 7,032,422,376 Total 82,080,666,360Chiilz 35
  38. 38. Projected profit & loss satement Chillz Income Statement Fiscal Year End 12/31 (in Thousands) 2011 % Revenues Rp82,080,666,360 100.00% Profit for Retailer Rp12,312,099,954 15% Cost of Goods Sold Rp49,248,399,816 60.00% Gross Profit Rp20,520,166,590 25.00% Distribution cost Rp3,283,226,654 4.00% General and Administrative Expenses Rp4,104,033,318 5.00% Chillz R&D Rp500,000,000 0.61% Total General Cost Rp7,887,259,972 9.61% Marketing Expense Anti-Smoking Campaign Rp200,000,000 0.24% Cycling Track Rp400,000,000 0.49% College & High School Competition Rp800,000,000 0.97% BMX & Skateborad Competition Rp100,000,000 0.12% Graffiti Contest Rp200,000,000 0.24% Photography Contest Rp350,000,000 0.43% Ambient Marketing Rp600,000,000 0.73% Buzz Marketing Rp200,000,000 0.24% Media Advertising Rp300,000,000 0.37% Direct Chillz Ice Box Rp150,000,000 0.18% Tweetfest & i scream for ice cream program Rp350,000,000 0.43% Total Marketing Cost Rp3,650,000,000 4.45% Operating Profit Rp8,982,906,618 10.94% Income Taxes Rp898,290,662 10.00% Net Income Rp8,084,615,956 9.85%Chiilz 36
  39. 39. " " " " " "" " " " " " Thank you for Chillin.

×