Jenis-Jenis Integrasi Perusahaan

38,480 views

Published on

DO NOT COPY
THX
KJBU. :-D

Published in: Education
1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
38,480
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
31
Actions
Shares
0
Downloads
578
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jenis-Jenis Integrasi Perusahaan

  1. 1. Penggabungan antara dua atau lebih perusahaan yang menjadi sebuah perusahaan besar. Berasal dari bahasa LATIN yaitu integer, yang berarti keseluruhan atauPenggabungan seluruh dan bersifatsumber-sumber utuh, adalahproduksi yang menggabungkanproduktif. beberapa bagian sehingga dapat bekerja sama atau membentuk keseluruhan. INTEGRASI
  2. 2. Jenis IntegrasiIntegrasi Integrasi Merger Vertikal Horizontal Konglomerat
  3. 3. Integrasi Vertikal• Penggabungan perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi (Hasibuan, 1995:82).• Tindakan suatu perusahaan, untuk memasuki tahap proses produksi atau tahap distribusi lanjutan baik melalui merger vertikal atau dengan membangun fasilitas produksi atau distribusi yang baru (Clarke, 1989:172).• Penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi suatu perusahaan yang aktivitasnya berhubungan secara vertikal. Hubungan vertikal meliputi pengadaan bahan baku dan sumber daya lain, proses produksi, hingga pemasaran ke konsumen pengguna barang atau jasa.
  4. 4. JENIS INTEGRASI VERTIKAL Integrasi Hulu (Backward Integrasi Hilir Integration) (Forward Integration)
  5. 5. Integrasi VertikalBackward Integration Forward Integration• Suatu kegiatan usaha, yang dikategorikan • Suatu kegiatan usaha, yang sebagai integrasi vertikal ke belakang atau dikategorikan sebagai integrasi vertikal ke hulu, yaitu apabila kegiatan tersebut ke hilir adalah apabila kegiatan tersebut mengintegrasikan beberapa kegiatan mengarah pada penyediaan bahan baku yang mengarah pada penyediaan akhir. dari produk utama. • Contoh : ketika pelaku usaha yang• Contoh : ketika pelaku usaha yang memproduksi minyak goreng tersebut memproduksi minyak goreng memperluas memutuskan untuk memperluas cakupan usahanya dengan cakupan usahanya dengan mengintegrasikan kegiatan distribusi mengintegrasikan kegiatan penyediaan minyak goreng dan toko swalayan untuk CPO (crude palm oil) yang merupakan menjual minyak goreng langsung ke bahan baku utama dari produksi minyak konsumen akhir. Perjanjian yang goreng. Perusahaan minyak goreng mengikat antara produsen minyak tersebut memutuskan untuk melakukan goreng dengan distributornya serta perjanjian yang mengikat dengan toko swalayan digolongkan sebagai integrasi vertikal ke hilir. produsen CPO. Tindakan perusahaan minyak goreng tersebut disebut sebagai integrasi vertikal ke belakang atau ke hulu.
  6. 6. Integrasi ke depan (Forward Integration)Srategi ini digunakan ketika :a. jalur distribusi yang ada sangat mahal, kualitasnya terbatas dan tidak dapat mendistribusikan dengan cepat.b. Organisasi mempunyai kemampuan modal dan sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis baru.c. bisnis distribusi atau eceran mempunyai marjin keuntungan yang tinggi.d. produk yang stabil lebih di utamakan, sehingga dapat diprediksi permintaan akan produk perusahaan melalui distributor .Contoh : Group Soempoerna mendirikan Alfamart, Perusahaan PT.Kimia Farma membangun jaringan apotiknya sendiri yaitu Apotik Kimia Farma.
  7. 7. Integrasi ke belakang (Backward Integration) Strategi ini digunakan ketika :• Jumlah pemasok sedikit sedangkan pesaing sangat banyak.• Perusahaan mengiginkan pasokan bahan baku yang cepat sedangkan pemasok yang ada tidak mampu menyediakan dan sangat mahal.• Kestabilan harga lebih diutamakan, karena dengan strategi ini perusahaan dapat menekan biaya bahan baku.• Pemasok yang ada memiliki marjin keuntungan yang tinggi dan perusahaan mempunyai modal dan sumber daya manusia yang berkualitas.Contoh : Group Salim mendirikan pabrik tepung Bogasari, Kelompok Kompas Gramedia memiliki banyak anak perusahaan media termasuk penerbitan, PT.Gudang Garam Internasional memiliki pabrik kertas rokok di Afrika selain juga memiliki pabrik kertas rokok di Kediri PT.Surya Zig Zag.
  8. 8. Pemasok Backward Integration Manufaktur/Operasi Distributor Forward Integration Pengecer
  9. 9. Berdasarkan skema tersebut, tampakbahwa Integrasi vertikal dapat terjadi :• Antara suatu pelaku dengan usaha pelaku usaha yang lain dan yang berperan sebagai pemasoknya.• Antara suatu pelaku usaha dengan pelaku usaha lain yang berperan sebagai pembelinya.• Bahwa pelaku-pelaku usaha yang melakukan integrasi vertikal tidak sedang saling bersaing di dalam pasar bersangkutan yang sama, sehingga perjanjian integrasi vertikal tidak memiliki pengaruh anti-persaingan secara langsung (direct anticompetitive effect).
  10. 10. Motivasi Melakukan Integrasi Vertikal• Menurut Greer (1984:383), ada dua motivasi yaitu : 1. Riset dan Pengembangan. 2. Rangka Membuka Pasar Baru.• Pandangan Umum : 1. Efisiensi 2. Kepastian Bahan Baku dan Peningkatan Akses ke Konsumen. 3. Pelaku Usaha Dapat Melakukan Transfer Pricing. 4. Mengurangi atau Menghilangkan Pesaing di Pasar.
  11. 11. Kelebihan dan Kekurangan Integrasi VertikalKelebihan Kekurangan• Mengurangi biaya penjualan • Mengurangi fleksibilitas, dan pembelian. karena perusahaan terkunci• Memperbaiki koordinasi dalam produk dan antarfungsi dan kapabilitas. teknologi.• Melindungi hak kepemilikan • Kesulitan dalam terhadap teknologi. mengintegrasikan bermacan operasi. • Beban finansial ketika memulai usaha atau akuisisi.
  12. 12. • Dalam perspektif persaingan, perusahaan yang melakukan integrasi vertikal akan lebih mudah mendapatkan kekuatan pasar (market power) karena lebih efisien serta dapat menjadikanStudi Kasus harga barang/jasa lebih murah dan adanyaINTEGRASI VERTIKAL YANG DILARANG jaminan distribusi. Oleh sebab itu perusahaan yang terintegrasi secara vertikal akan mempunyai kemampuan lebih besar untuk menciptakan hambatan bagi pesaingnya untuk masuk pasar. • Dampak anti persaingan yang muncul berasal dari penyalahgunaan market power yang meningkat dan peningkatan potensi koordinasi melalui harga ataupun output. Dampak anti persaingan yang muncul dari integrasi vertikal akan dibandingkan dengan efisiensi dan keuntungan lain yang dihasilkan. • Tindakan pengaturan akan diambil jika terbukti kegiatan integrasi vertikal menghasilkan dampak anti-persaingan yang lebih besar dibanding efisiensi dan keuntungan lainnya, sehingga menurunkan kesejahteraan konsumen akhir.
  13. 13. • kegiatan integrasi vertikal yang dapat dilarang • menurut pasal 14 UU No.5 Tahun 1999 adalah: a. Integrasi vertikal yang menutup akses terhadap pasokan penting, atau;Studi Kasus b. Integrasi vertikal yang menutup aksesINTEGRASI VERTIKAL YANG DILARANG terhadap pembeli utama, atau; c. Integrasi vertikal yang digunakan sebagai sarana untuk koordinasi kolusi. • Sesuai dengan bunyi pasal 14, bahwa perjanjian integrasi vertikal yang dilarang adalah yang bertujuan untuk menguasai produksi sejumlah produk.Penguasaan produksi sejumlah produk diartikan sebagai usaha dari pelaku usaha untuk menguasai pasar. Kegiatan untuk menguasai pasar merupakan termasuk kegiatan yang dilarang sesuai dengan pasal 19 tentang penguasaan pasar. Terdapat dua kegiatan penguasaan pasar yang paling terkait dengan perjanjian integrasi vertikal, yaitu: i) menolak dan atau menghalangi pelaku usaha tertentu untuk melakukan kegiatan usaha yang sama pada pasar bersangkutan, dan ii) melakukan praktek diskriminasi terhadap pelaku usaha tertentu
  14. 14. Kasus Integrasi Vertikal PT. GarudaIndonesia dan PT. Abacus Indonesia Kasus Akuisisi Ingram Book Group oleh Barners & Noble, IncContoh Kasusnya
  15. 15. Integrasi Horizontal• Integrasi vertikal melibatkan satu perusahaan yang bergerak dalam industri yang sama, tetapi memasok input atau mendistribusikan outputnya sendiri. Sebaliknya, integrasi horizontal memperluas operasi perusahaan dengan mengkombinasikan perusahaannya dengan perusahaan lain dalam industri yang sama dan melakukan hal yang sama dengannya.• integrasi horisontal mengarah pada strategi yang memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali ats perusahaan pesaing. Merupakan strategi yang paling tren digunakan secara signifikan dalam strategi pertumbuhan.
  16. 16. • ArahnyaIntegrasi adalah hulu Vertikal dan hilir. • Arahnya fokus Integrasi pada pesaingHorizontal dalam industri.
  17. 17. Contoh• Dalam Industri, terdapat beberapa perusahaan, misalnya saja perusahaan A, B, C, D dan E.• Bila salah satu dari perusahaan, yaitu perusahaan A membeli atau mempunyai kepemilikan yang signifikan di salah satu atau beberapa perusahaanB, C, D, dan E maka perusahaan A dapat disebut telah melaksanakan Integrasi Horizontal.
  18. 18. • PT.Indofood membeli PT. Coca-Cola Botling Indonesia merk supermi mengakuisisi merk dagang air minum merk lokal Ades Supermi Ades PT.Indofood PT.Coca-Cola Botling
  19. 19. Pada praktiknya dilakukan melalui merjerIntegrasi Horizontal antara perusahaan dalam industri yang sama.
  20. 20. MergerMerger Merger KonglomeratVertikal Horizontal
  21. 21. Merger • Merger yang dilakukan usahaHorizontal sejenis • Merger yang terjadi antara Merger perusahaan-perusahaan yang Vertikal saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi
  22. 22. Merger Konglomerat• Usaha diversifikasi operasional perusahaan yang tengah dilakukan ke industri yang sama sekali berbeda.• Proses Integrasi mencakup integrasi dua atau lebih perusahaan dengan lini bisnis berbeda.
  23. 23. Tujuan Utama Merger KonglomeratTujuan utama konglomerat ialah untuk mencapai pertumbuhan BadanUsaha dengan cepat dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Caranya ialahdengan saling bertukar saham antara kedua perusahaan yang disatukan.
  24. 24. Alasan MelakukanMerger Meningkatkan dana, dengan menggabungkan diri dengan perusahaan Pertumbuhan dan Menambah yang memiliki likuiditasdiversifikasi, dengan keterampilan tinggi, sehingga merger semakin manajemen dan meningkatkan daya bertumbuh teknologi pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan.
  25. 25. Contoh• Perusahaan bakrie yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dengan merek dagang esia, kemudian dalam pertambangan yakni Perusahaan KTM, dalam bidang kuliner mereka menyediakan Holland bakrie, dalam industry pertelevisian dengan nama TV One.

×