Manusia dan kebudayaan

518 views
461 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
518
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Manusia dan kebudayaan

  1. 1. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN Ada tiga syarat kehidupan manusia: • SYARAT ALAMIAH BIOLOGI: manusia harus makan, minum, menjaga suhu tubuh, dsb agar organ tubuhnya berfungsi secara optimal • SYARAT DASAR KEJIWAAN: manusia butuh ketenangan; jauh dari rasa takut, gelisah, keterasingan, dsb. • SYARAT DASAR SOSIAL: manusia butuh orang lain untuk melangsungkan keturunan, agar tidak terkucil, dapat belajar kebudayaannya, serta bertahan dari berbagai bahaya (PARSUDI SUPARLAN) Untuk dapat melanjutkan kehidupannya, manusia menggunakan KEBUDAYAAN yang dimilikinya sebagai kerangka sandaran.
  2. 2. MENGAPA MANUSIA MENGEMBANGKAN KEBUDAYAAN? Menurut PETER L. BERGER, manusia mengembangkan kebudayaan untuk mengisi kekosongan yang tidak diisi naluri (dibandingkan binatang, naluri manusia relatif tidak lengkap). Kebudayaan ini dipelajari manusia melalui SOSIALISASI sehingga terinternalisasi dalam diri individu sebagai anggota masyarakat
  3. 3. TRANSFORMASI KEBUDAYAAN Manusia harus belajar menggunakan kebudayaannya melalui sosialisasi. Proses belajar ini pada hakikatnya merupakan PROSES TRANSFORMASI KEBUDAYAAN, yakni meneruskan sejumlah pengetahuan yang telah dimiliki orang lain atau generasi sebelumnya dalam menanggapi keseluruhan perjalanan kehidupan.
  4. 4. DEFINISI KEBUDAYAAN (TEORETIK) KEBUDAYAAN adalah keseluruhan kelakuan manusia sebagai mahluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan guna mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan (PARSUDI SUPARLAN)  so, kebudayaan adalah pengalaman manusia yang diyakini kebenarannya, terutama oleh para pendukung kebudayaan tersebut
  5. 5. DEFINISI KEBUDAYAAN (OPERASIONAL) KEBUDAYAAN merupakan serangkaian aturan, petunjuk, resep, rencana, dan strategi yang terdiri dari serangkaian model kognitif yang digunakan secara selektif oleh manusia yang memilikinya sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya (SPRADLEY, PARSUDI S.).  Kebudayaan harus dipelajari guna memahami dan menafsirkan berbagai gejala, peristiwa, dan benda di sekitarnya  sbg pedoman
  6. 6. KEBUDAYAAN • PENGERTIAN: consist of material and non material aspects of a way of life, shared and transmitted among the members of a society, and constantly changing over time (ROGERS) • KARAKTER:  Shared  Adaptive  Changing (innovation, diffusion)  Transmitted  Coercive (norms)
  7. 7. WUJUD KEBUDAYAAN Menurut KOENTJARANINGRAT, ada tiga wujud kebudayaan: • WUJUD IDEAL: berupa ide, nilai, norma, peraturan, dsb yang berfungsi sebagai tata kelakuan yang mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat • WUJUD KELAKUAN BERPOLA: merupakan kompleks aktivitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat  sistem sosial • WUJUD FISIK: berupa benda-benda hasil kebudayaan
  8. 8. MASYARAKAT Tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan tak ada kebudayaan tanpa masyarakat. MASYARAKAT adalah suatu sistem yang terdiri atas peranan dan kelompok yang saling berkaitan dan mempengaruhi dalam mana kelakuan dan tindakan diwujudkan (PARSUDI SUPARLAN)
  9. 9. SISTEM SOSIAL SISTEM SOSIAL adalah (1) sejumlah orang dan kegiatan (2) yang berhubungan secara timbal- balik dan (3) hubungan tersebut lebih kurang bersifat konstan Setiap sistem sosial selalu mempertahankan batas-batas yang memisahkan dan membedakannya dari lingkungan, serta mempertahankan kegiatan yang memungkinkannya terus bertahan dan beroperasi
  10. 10. Sistem sosial adalah susunan individu pada suatu tempat dan waktu tertentu serta hubungan-hubungan sosial di antara mereka. Ia dapat berupa skala besar maupun kecil (WATERS & CROOK, 1990)
  11. 11. KARAKTER SISTEM SOSIAL: • Sistem sosial memiliki suatu struktur yang terdiferensiasi, laterally & hierarchically. • Di dalam sistem sosial, perilaku diatur sedemikian rupa (dengan cara-cara yang khusus) yang menempatkan hubungan- hubungan dapat diketahui oleh anggotanya.
  12. 12. • Sistem sosial mempunyai batas-batas yang berdampingan dengan sistem sosial yang lain dan beberapa aktivitas anggotanya diarahkan pada pemeliharaan batas-batas tersebut. • Sistem sosial memiliki orientasi berkelanjutan sehingga beberapa aktivitas diarahkan pada social reproduction (biological reproduction and recruitment new members).
  13. 13. LANJUTAN… SISTEM SOSIAL diciptakan oleh manusia, sehingga dapat dipertahankan, diubah, atau malah diganti, namun sistem sosial mempengaruhi perilaku individu Orang dan kegiatannya dalam sistem sosial disebut bagian (part) atau elemen, dan setiap elemen mempunyai fungsi. Jika hubungan timbal-balik antarelemen tepat, maka keadaan ini disebut INTEGRASI. Sebaliknya, jika hubungan antarelemen tidak tepat, kondisi ini disebut DISINTEGRASI
  14. 14. SISTEM SOSIAL BUDAYA Anggota masyarakat sepakat terhadap aturan dasar hidup bersama, dan kebudayaan adalah aturan yang membimbing kehidupan bersama tersebut  istilah SISTEM SOSIAL BUDAYA menunjuk adanya pola hubungan yang erat antara faktor sosial (manusia) dan faktor budaya (tingkah laku)
  15. 15. CIRI SISTEM SOSIAL BUDAYA Menurut FOSTER, ciri-ciri sistem sosial budaya adalah: • Bentuk-bentuk sosial budaya dipelajari melalui sosialisasi dan enkulturasi • Sistem sosial budaya secara logis terintegrasi, fungsional, dan mengandung arti keseluruhan, tapi juga kompromistik terhadap situasi tertentu  perubahan • Semua sistem sosial budaya dapat berubah, tidak ada yang statis • Setiap kebudayaan memiliki sistem nilai guna mengategorikan gejala-gejala sebagai baik-buruk, benar-salah, dikehendaki-tidak dikehendaki
  16. 16. LANJUTAN… • Tingkah laku individual dan bentuk budaya suatu masyarakat berasal dari dasar yang mendalam serta memiliki fungsi orientasi kognitif, yakni suatu pemahaman atau interpretasi tentang dunia dan lingkungannya. Tingkah laku individu dan bentuk budaya tersebut (termasuk institusi dan pranata) merupakan fungsi dan jawaban atas lingkungannya • Efisiensi dan interaksi antarwarga masyarakat merupakan syarat kehidupan sosial  menggunakan bahasa dan simbol- simbol. Kebudayaan adalah bank ingatan di mana pengalaman disimpan dengan rapi untuk digunakan dalam menghadapi situasi tertentu
  17. 17. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Kita menyadari bahwa masyarakat yang hidup di Kepulauan Nusantara ini tidak sama, namun mereka memiliki ciri-ciri serupa  Bhinneka Tunggal Ika Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa (ethnic group). KOENTJARANINGRAT mendefinisikan suku bangsa sebagai kesatuan manusia atau koletiva yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaan, dan kesadaran tersebut dikuatkan (tapi tidak selalu) oleh kesatuan bahasa.
  18. 18. LANJUTAN… Kebudayaan luar (Hindu, Budha, Islam, Barat Kristen) telah menyebabkan intensitas perbedaan antarsuku bangsa di Indonesia. Daya terima masyarakat terhadap kebudayaan luar tersebut berbeda-beda tergantung persepsi dan adaptasi kebudayaan penerimanya  intensitas dan warna pengaruh tersebut.
  19. 19. LANJUTAN… • Berdasarkan sistem lingkaran hukum adat, VAN VOLLENHOVEN membagi Indonesia ke dalam 19 daerah suku bangsa, meliputi: Aceh; Tanah Gayo, Alas, dan Batak; Nias; Tanah Minangkabau; Sumatera Selatan; Tanah Melayu; Bangka dan Belitung; Kalimantan; Gorontalo; Tana Toraja; Sulawesi Selatan; Kepulauan Ternate; Maluku Ambon; Irian; Kepulauan Timor; Bali dan Lombok; Jawa Pusat, Jawa Timur, dan Madura; Daerah Kerajaan; Jawa Barat.

×