Pokok pokok sistem sosial budaya indonesia

10,775 views

Published on

  • Be the first to comment

Pokok pokok sistem sosial budaya indonesia

  1. 1. Program Studi Ilmu Komunikasi Univ Ibnu Chaldun Jakarta 2013 1
  2. 2.   Mac Iver dan Page : “ Masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan peggolongan, dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia” Alvin L. Bertrand : “Dalam suatu sistem sosial paling tidak terdapat : 1. 2. 3. 4. Dua orang atau lebih Terjadinya Interaksi Bertujuan Memiliki struktur simbol dan harapan harapan bersama yang menjadi pedoman 2
  3. 3.  Margono Slamet : “Masyarakat sebagai sistem sosial dipengaruhi oleh : 1. 2. 3. 4. 5.  Ekologi, tempat dan geografi dimana masyarakat itu berada Demografi, menyangkut populasi, susunan, dan ciri-cirinya Kebudayaan, yaitu menyangkut nilai-nilai soaial, sistem kepercayaan dan norma-norma dalam masyarakat Kepribadian, yaitu meliputi sikap mental, semangat, temperamen dan ciri-ciri psikologis masyarakat Waktu, Sejarah, dan latar belakang masa lampau dari masyarakat tersebut Talcot Parson: “Masyarakat sebagai sistem sosial merupakan sistem bertindak secara umum” 3
  4. 4.   Membicarakan sistem sosial berarti membicarakan tentang masyarakat manusia dalam lingkup kehidupan sosial, yaitu : “ suatu keseluruhan bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan satu sama lain serta saling pengaruh-mempengaruhi dalam suatu kesatuan atau kebulatan “ Masyarakat sebagai suatu sistem sosial pada dasarnya terintegrasi diatas kata sepakat para anggotanya akan suatu nilai-nilai yang dianut, untuk mengatasi perbedaan pendapat dan kepentingan diantara anggota masyarkat 4
  5. 5.    Model sistem diatas disebut juga dengan model sistem struktural fungsional (Structural-funcional approach). Struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh karakteristik yang vertikal dan horizontal, yaitu terdapat perbedaan lapisan sosial (atas, menengah, bawah), serta terdapat perbedaan horizontal yaitu kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan suku, agama, dan kedaerahan. Furnivall dalam Nasikun, 1984 : “menyebutkan istilah kemajemukan masyarakat Indonesi ini dengan sebutan “Plural societties” 5
  6. 6.    Plural Societties : “ suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih unsur yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain dalam suatu kesatuan politik”. Konsep plural Societties dikembangkan dengan semboyan “Bineka Tunggal Ika” Selo sumarjan (dalam Sorejono soekanto dan taneko, 1983) : “ Bineka Tunggal Ika , secara konseptual berarti tidak melakukan peleburan, tetapi tetap ditandai dengan sejumlah etnik, kesatuan yang sosial yang dimaksud bagi Indonesia adalah suku bangsa, jadi suku bangsa merupakan masyarakat yang berdiri sendiri yang berada dalam suatu masyarakat keseluruhan, yaitu masyarkat Indonesia. 6
  7. 7.  Nasikun : “menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pluralisme masyarkat Indonesia” : 1. 2. 3.  Keadaan geografis Indonesia yang merupaka negara kepulauan. Letak Indonesia diantar dua samudra (Indonesia dan Pasifik), menyebakan terciptanya pluralsime agama di Indonesia malaui kebudayaan bangsa lain yang menyentuh Indonesia. Iklim dan Struktur Tanah yang berbeda, hal ini menyebakan pluralitas regional, yaitu perbedaan lingkungan ekologis. Selo sumarjan : “Struktur masyarakat indonesia secara vertikal (lapisan sosial) secara umum terdiri dari masyarakat perkotaan dan pedesaan” 7
  8. 8.  Sedangkan struktur masyarakat secara horintal koentjaranigrat, membagi menjadi 6 klasifikasi tipe-tipe sosial-budaya masyarakat Indonesia : 1. Tipe Masyarakat berkebun yang amat sederhana dan khidupan berburu dan meramu. Belum adanya deferensiasi dan stratifikasi sosial yang berarti. Tipe Masyarakat pedesaan dengan bedasarkan bercocok tanam diladang atau disawah dan padi merupakan tanaman pokok. Sudah terdapat startifikasi dan deferensiasi di masyarakat, dan sudah mulai mengenal peradaban kepegawaian, sudah masul pengaruh kebudayaan hindu, dan mulai masuknya kebudayaan Islam. Sudah mengarah kepada bentuk masyarakat perkotaan dimana, peradaban kepegawaian menjadi lebih kuat dan bercampur menjadi peradaban perdagangan yang semakin kuat yang dibawa oleh pengaruh kebudayaan Islam, kebudayaan-kebudayaan hindu mulai berkurang pada zaman ini 2. 3. 8
  9. 9. 4. 5. 6. Sistem Sosial masyarakat sudah semakin kompleks, dengan stratifikasi dan difresiasi sosial yang semakin kompleks. Tipe Masyarakat perkotaan, yang mempunyai ciri pusat pemerintahan dengan sektor perdagangan dan industri yang lemah. Tipe Masyarakat Metropolitan, yang mulai mengembangkan suatu sektor perdagangan dan industri yang agak berarti, tetapi masih didminasi oleh aktivitas kehidupan pemerintahan dengan suatu sektor kepegawaian yang luas dan dengan kesibukan politik ditingakt daerah dan nasional 9
  10. 10.  Selo Soemardjan : “tiga bentuk masyarakat Indonesia berdasarkan ciri struktur sosial dan kebudayaan : 1. Masyarakat dengan struktur sosial dan kebudayaan yang sederhana, cirinya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kekeluargaan dalam masyarakat setempat sangat kuat Organisasi sosial dibentuk atas dasar tradisi Kepercayan kuat terhadap dunia gaib Tidak ada lembaga khusus untuk memebrikan pendidikan dalam bidang teknologi. Hukum tidak tertulis Ekonominya hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan lingkungannya mereka sendiri Kegiatan ekonomi dan osisal dilakukan secara gotong royong tanpa ada hubungan kerja. 10
  11. 11. 2. Masyarakat dengan struktur sosial dan kebudayaan Madya, cirinya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kekeluargaan dalam masyarakat setempat tetap kuat, akan tetapi mulai timbul gejala-gejala hubungan atas dasar perhitungan ekonomi Adat Itiadat tetap dihormati, tapi sikap masyarakat mulai terbuka dengan pengaruh luar daerahnya. Rasionalitas berpikir mulai berkembang, kepercayaan terhadap gaib tetap ada apabila orang sudah kehabisan akal untuk menangulangi masalah. Mulai timbul lembaga-lembaga pendidikan formal, tapi masih jarang pendidikan keterampilan yang bersifat kejuruan. Hukum tertulis mulai dikembangkan, mendapingi hukum tidak tertulis Ekonomi masyarakat memebri kesempatan banyak kepada produksi buat pasar, hal ini menimbulkan diferensiasi dalam struktur masyarakat, diikuti dengan peranan uang yang meningkat. Gotong royong hanya untuk keperluan sosial dikalangan keluarga besar dan tetangga 11
  12. 12. 3. Masyarakat dengan struktur sosial dan kebudayaan pra modern atau modern, cirinya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hubungan sosial atas kepentingan pribadi. Hubungan dengan masyarakat lainnya dilakukan secara terbuka dan saling mempengaruhi, kecuali alam penjagaan rahasia penemuan baru dalam industri Kepercayaan kuat kepada manfaat IP dan teknologi sebagai sarana untuk senantiasa menigkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat tergolong menurut macam-macam profesi secara keahlian yang masing-masing daat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga-lembaga pendidikan dan keterampilan dan kejuruan Tingkat pendidikan formal tinggi dan merata Hukum yang berlaku pada pokoknya adalah hukum tertulis yang amat kompleks adanya. Ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat pembayaran lainnya. 12
  13. 13.  Indonesia secara umum memiliki empat (4) sistem budaya, (Harsya. W. Bachtiar, 1987) : 1. 2. 3. 4. Sistem budaya dari kelompok “kelompok etnik pribumi”, yang masing-masing beranggapan bahwa kebudayaan mereka itu diwariskan kepada mereka secara turun-temurun, sejak nenek moyang yang hidup di zaman dongeng. Sistem budaya ini biasanya disebut sebagai “sistem adat atau adat”. Sistem budaya yang terdiri atas “Sistem-sistem budaya agama besar”, yang berasal dari luar kepulauan Indonesia. Sistem budaya asli Indonesia (Sistem budaya nasional) Sistem budaya Majemuk, yaitu : “ sistem budaya perpaduan antara budaya asli indonesia, sistem budaya agama, dan sistem budaya asing lain yang masuk ke Indonesia.(ex : budaya peradaban kepagawaian) 13
  14. 14.    Geerzt, 1973 : “Kebudayaan, yaitu : Perangkat pengendali berupa rencana, aturan, resep, dan instruksi yang digunakannya untuk mengatur terwujudnya tingkah laku dan tindakan tertentu.” Kebudayaan diperoleh melalui proses belajar dari lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kebudayaan bermula pada adannya respons terhadap situasi limgkungan yang secara berpola dilkukan berulang-ulang sehingga menjadi pola kelakuan bersama. 14
  15. 15.   Masyarakat manusia yang beraneka-ragam masing-masing memiliki cara-cara penyesuaian yang berbeda terhadap suatu keadaan yang sama. Kondisi inilah yang akan menyebakan timbulnya keanekaragaman budaya. Kluckhohn, 1950 : “Kebudayaan adalah :” 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Cara menyeluruh kehidupan suatu masyarakat, Legalitas sosial yang diperlukan individu dari kelompoknya, Suatu cara berpikir , merasakan dan mempercayai sesuatu, Abstraksi dari tingkah laku, Suatu teori tentang cara bagaimana dalam kenyataan suatu kelompok manusia bertingkah laku, Suatu simpanan dari tingkah laku yang dipelajarinya, Suatu perangkat orientasi yang distandarisasi guna penanggulangan masalah, 15
  16. 16.  Kluckhohn, 1950 : “Kebudayaan adalah :” 8. Tingkah laku yang dipelajari 9. Suatu mekanisme bagi pengaturan normatif dari tingkah laku, 10. Sejumlah satuan atau perangkat teknis untuk menyesuaikan dengan lingkungan luar orang lain, 11. Suatu percepatan sejarah atau pengulangan sebagai suatu matriks, peta, dengan manpis atau membandingkan.  Koentjaranigrat, “kebudayaan memiliki paling sedikit tiga wujud”, yaitu : 1. 2. 3. Sebagi suatu kompleks dari ide-ide, gaggasan-gagasan, nilainilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya Sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat Sebagai benda-benda hasil karya manusia. 16
  17. 17.        Peralatan dan perlengkapan Hidup Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup Sistem kemasyarakatn Bahasa Kesenian Sistem Pengetahuan Sistem Kepercayaan 17
  18. 18.   Indonesia memiliki suku bangsa yang beragam, sehingga akan ditemui keanekargaman kebudayaan bangsa Indonesia. Keanekaragaman ini bukan terletak pada ketujuh unsur-unsur kebudayaan ( Human Universal, Koenjaranigrat), akan tetapi terletak pada raga kebudayaan itu. (ex : semua uku bangsa di Indonesia memiliki unsur kebudayaan umum bahasa, akan tetapi dalam raganya memiliki perbedaan ada Bahasa sunda, Minangkabau, Jawa, dsb. 18
  19. 19.  Dari keanekaragaman itu di Indonesia timbul tiga golongan kebudayaan yang masingmasing memiliki coranya sendiri : a. b. c. Kebudayaan Suku bangsa (kebudayaan khusus daerahdaerah di Indonesia yang berdiri sendir dan hanya ada didaerah tersebut) Kebudayaan umum lokal (Kebudayaan dikota-kota besar diIndonesia yang merupakan masyarakat majemuk, yang telah disepakatai bersama, melalui pranata-pranata sosial) Kebudayaan nasional (Kebudayaan berdasarkan atas pranata-pranata sosial yang telah disepakati bersama dimasyarakat bangsa Indonesia). 19
  20. 20.  Dari keanekaragaman itu di Indonesia timbul tiga golongan kebudayaan yang masingmasing memiliki coraknya sendiri : a. b. c. Kebudayaan Suku bangsa (kebudayaan khusus daerahdaerah di Indonesia yang berdiri sendir dan hanya ada didaerah tersebut) Kebudayaan umum lokal (Kebudayaan dikota-kota besar diIndonesia yang merupakan masyarakat majemuk, yang telah disepakatai bersama, melalui pranata-pranata sosial) Kebudayaan nasional (Kebudayaan berdasarkan atas pranata-pranata sosial yang telah disepakati bersama dimasyarakat bangsa Indonesia). 20
  21. 21.   Setiap kebudayaan itu menjadi corak suasana kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang dapat igolongkan menjadi suasana suku bangsa, suasana lokal umum, dan suasana nasional. Koenjaranigrat, “agar suatu kebudayaan nasional dapat didukung oleh sebagaian besar dari warga sesuatu negara , maka sebagai syarat mutlak , yaitu sifatnya harus khas dan harus dapat dibanggakan oleh warga negara yang mendukungnya.Suatu kebudaaan nasional harus dapat memberikan suatu identitas kepada warga (individu/kelompok) tersebut 21
  22. 22.  Koenjaranigrat, “agar suatu kebudayaan nasional dapat didukung oleh sebagaian besar dari warga sesuatu negara , maka sebagai syarat mutlak lainnya , yaitu kebudayaan itu harus mempunyai mutu yang tinggi. Ex : pakaian adat wanita Indonesia dengan bangga kita mempertontonankannya karena mutu tinggi baik dari segi keindahanmcorak maupun kualitas bahan pakaian, sehingga persoalan pakain itu berasal dari suku mana di Indonesia menjadi tidak penting lagi. (Batik, Ada batik pekalongan, yogya, bali, dsb) 22
  23. 23.   Mattulada, 1987 : “Sikap mental seorang individu biasanya ditentukan oleh tiga unsur, yaitu : keadaan fisik individu, keadaan jiwa, dan norma serta konsep nilai budaya yang dianutnya. Kluckhohn dan strodbeck, 1961 : “ secara umum terdapat lima konsep sikap mental tentang konsep kebudayaan yang ada pada semua bangsa dan semua zaman yang menjadi sumber nilai budaya dan terhadapnya orang akan menyatakan sikapnya, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Tanggapan terhadap hakikat hidup (tujuan hidup, arti hidup, dan bagaimana menjalankannya) Tanggapan terhadap karya (kerja sebagai budaya kehidupan) Tanggapan terhadap alam (Konsep perlunya mengolah alam, konsep menerima saja dari alam tanpa mengolahnya) Tanggapan terhadap Waktu (anggapan oranga akan waktu terbentuk dalam kebudayaan yang membinanya) Tanggapan atas sesama manusia (pandangan-pandangan bahwa saling mengenal akan sesama adalah baik) 23
  24. 24.  Mattulada, 1987 : “Apabila kita gunakan kelima konsep diatas untuk Indonesia, maka kita akan dapat menyimpulkan secara garis besar umum sebagai berikut “: 1. 2. 3. Hakekat hidup : “Konsespsi sikap pasif terhadap konsep ini masih luas terdapat di Indonesia, dimana sikap mental hidup hidup dan segala aspeknya harus diterima sebagai nasib hidup, tanpa ada usaha untuk memperbaikinya”. Karya : “Karya guna untuk dapat menghasilkan karya lebih banyak dan lebih bermutu belum menjadi unsur yang terpenting dalam mental masyarakat Indonesia”. Sikap terhadap alam : “konsep mental untuk mengolah alam agar lebih banyak bermanfaat bagi kehidupan belum menjadi sikap mental penting dimasyarakat Indonesia, masyarakat Indonesia masih banyak memilih untuk berkarya dibelakang meja, daria pada berkarya untuk mengolah alam dilapangan. Padahal dengan mengolah alam merupakan sumber dari kemajuan IPTEK. 24
  25. 25. 4. 5. Persepsi terhadap waktu : “sikap mental sebagian masyarakat Indonesia saat ini masih berputar pada kebutuhan hidup untuk saat ini belum mempunyai sikap mental yang berorientasi masa depan, padahal sikap mental yang berprinetasi pada masa depan akan bisa mengembangkan suatu masyarakat menjadi masyarakat yang maju.” Hubungan sesama manusia : “ sikap mental demikian memamng sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia dengan sikap gotong royongnya, artinya sikap mental yang menjunjung tinggi kerjsam dengan orang lain sudah terdapat disebagian besar masyarakat Indonesia. 25
  26. 26.  Pancasila : “Pancasila merupakan nilai-nilai fundamental masyarakat Indonesia, dengan rincican uraian sebagai berikut “: 1. 2. 3. 4. 5.  Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara Indonesia. Sebagai pandangan hiudp bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan dan memebrikan petunjuk dalam mencapai kesejahteraan serta kebahagian lahir dan batindalam masyarakat Indonesia yang beranekargam sifatnya Jiwa dan keprobadian bangsa Indonesia Tujuan yang dicapai oleh masyarakat Indonesia, yaitu menjadai masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan pancasila dalam wadah NKRI. Perjanjian luhur bangasa Indonesia. Nilai fundamenal ini menjadi norma dalam sistem sosial budaya masyarakat Indonesia. 26
  27. 27.    Sosiologi Suatu Pengantar, Prof, DR, Soerjono soekanto, Rajawali Pers, Jakarta, 2004. Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan, Abdul Syani, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2004 Sistem Sosial Budaya Indonesia, Jacobus Ranjabar, SH, M.Si, Gahlia, Ciawi Bogor, 2006 27

×