FisikaKebumiandanAnatariksa<br />Riser Fahdiran, M.si<br />Sesion #12<br />JurusanFisika<br />FakultasMatematikadanIlmuPen...
Outline<br />BintangdanMatahariSebagaiBintang:<br />Bintang<br />Riwayathidupbintang<br />Mataharisebagaibintang<br />11/0...
SistemKoordinat Benda Langit<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />3<br /...
EVOLUSI BINTANG<br />Evolusibintangadalahperubahanpelahan-lahansejaksuatubintangterjadi - sampai- menjadibintang yang stab...
A. TahapawalpadatahapinibintangterbentukdaripengerutanGravitasionalkabutatau nebula, sehinggasebagianenergipotensialnyater...
Deretutama<br />(Main sequence)<br />11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                ...
Hidrogen<br />Helium<br />Bintang menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di deret utama.<br />Bintang meninggalkan der...
B. Tahapraksasa: setelah lama bintangberada di deretutama, reaksiintimenghasilkan helium cukupbanyakdipusatnyadandisebutpu...
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />9<br />
C. tahapbajangputihdandegenerasi.; suhu.dipusatraksasamerah (red giant) sangattinggi, sehinggaterjadireaksitripel alpha, y...
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />11<br />
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />12<br />
Diagram Hertzsprung Russell<br />11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                    ...
D. tahapbajanggelag; setelahmengalami- keadaandegenerasi, bajangputihmendingindanmenjadibajanggelap, yaitubajang yang tela...
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />15<br />
16<br />Perbandingan besar bintang<br />11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id             ...
Struktur bintang bermassa besar <br />(Massa > 10 M)yang sudah berevolusi lanjut<br />11/01/2011<br />©  2010 Universitas...
A. Hewish<br />Pemenang Hadiah Nobel Fisika 1974<br />Pulsar pertama:<br />PSR 0329+54<br />P = 0.7145 detik<br />11/01/20...
MATAHARI SEBAGAI SAMPEL BINTANG<br />HasilpenelitianFraunhoferpadatahun 1823 nenyatakan, bahwaspektrumbintangrnengandungga...
Struktur Matahari<br />11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />2...
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />21<br />
Subramanyan Chandrasekhar,<br />Pemenang Hadiah Nobel Fisika 1983<br />Batas Chandrasekhar<br />M = 1,44 M<br />Massa mak...
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />23<br />
Orbit bintang ganda Sirius<br />Pada tahun 1844, F.W. Bessel menemukan bahwa bintang Sirius tidak bergerak lurus,<br />mel...
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />25<br />
Sirius, bintang paling terang        Magnitudo visual = -1,58<br />11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   | ...
Sirius A: mv= -1,58<br />Sirius B: mv=  8,44<br />1. Berapa kali Sirius A lebih terang dari Sirius B?<br />m1 – m2 = -2,5 ...
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />28<br />
Diagram HR untuk Pleiades<br />Diagram HR untuk M3<br />11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac...
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />30<br />
11/01/2011<br />©  2010 Universitas Negeri Jakarta   |  www.unj.ac.id                      |<br />31<br />Terima KASIH<br />
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Fisika Bumi dan Antariksa (12)

1,671 views
1,579 views

Published on

unj fmipa-fisika

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,671
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
24
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fisika Bumi dan Antariksa (12)

  1. 1. FisikaKebumiandanAnatariksa<br />Riser Fahdiran, M.si<br />Sesion #12<br />JurusanFisika<br />FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam<br />
  2. 2. Outline<br />BintangdanMatahariSebagaiBintang:<br />Bintang<br />Riwayathidupbintang<br />Mataharisebagaibintang<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />2<br />
  3. 3. SistemKoordinat Benda Langit<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />3<br />11/01/2011<br />
  4. 4. EVOLUSI BINTANG<br />Evolusibintangadalahperubahanpelahan-lahansejaksuatubintangterjadi - sampai- menjadibintang yang stabil, kemudian me masukideretutamadalamwaktu yang lama, kemudianmenjadibintangraksasa, lalumengalamikeadaandegenerasi, seterusnyamelontarkansebagianmasanyabagianluardanmembentukmasakecildengankerapatan yang besar. sampaimenjadibintangnetrondan black hole, melaluitahapan-tahapanberikut:<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />4<br />
  5. 5. A. TahapawalpadatahapinibintangterbentukdaripengerutanGravitasionalkabutatau nebula, sehinggasebagianenergipotensialnyaterpancarkanmenjadienergitermaldanenergiradiasi. Gumpalanmembesar, suhupusatnyacukuptinggiuntukberlangsungnyareaksiinti; dan -tekanannyacukupbesaruntuknenghenti-kanpengerutan, sehinggabintangmenjadistabildankemudianmasukkederetutama (Main sequence).<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />5<br />
  6. 6. Deretutama<br />(Main sequence)<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />6<br />
  7. 7. Hidrogen<br />Helium<br />Bintang menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di deret utama.<br />Bintang meninggalkan deret utama bila massa pusat helium telah mencapai 10 – 15% massa bintang (batas Schonberg-Chandrasekhar).<br />Umur bintang<br />M/M t (tahun)<br />15 1.0 x 107<br /> 9 2,2 x 107<br /> 5 6,8 x 107<br /> 2,25 5,0 x 108<br /> 1,0 8,2 x 109<br />Makin besar massa bintang, makin singkat umurnya di deret utama.<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />7<br />
  8. 8. B. Tahapraksasa: setelah lama bintangberada di deretutama, reaksiintimenghasilkan helium cukupbanyakdipusatnyadandisebutpusat helium denganreaksiintihidrogentetap. berlangsung di sekitarnya. Setelah 10% darihidrogenberubahmenjadi helium, bintangmenjadiraksasamerah (red giant).<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />8<br />
  9. 9. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />9<br />
  10. 10. C. tahapbajangputihdandegenerasi.; suhu.dipusatraksasamerah (red giant) sangattinggi, sehinggaterjadireaksitripel alpha, yaitutigainti helium rnembentuksatuintikarbon, di sampingmasihberlangsungnyareaksiintihidrogen. Bintangmengerutterusdanmasanyamenjadibesar, akhirnyamenjadibajangputihatau kata – putih (white dwarf) yang rapatmassanyamencapai 10 pangkat 9 Kg/m kubikdanelektronbebasmengalamikeadaandegenerasi.<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />10<br />
  11. 11. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />11<br />
  12. 12. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />12<br />
  13. 13. Diagram Hertzsprung Russell<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />13<br />
  14. 14. D. tahapbajanggelag; setelahmengalami- keadaandegenerasi, bajangputihmendingindanmenjadibajanggelap, yaitubajang yang telahkehilangansumberenergi.<br />E. tahappelontaran, bintangnetrondan black hole setelahbintangmenangkapelektrondanmamancarkannetron, tekanandipusatbintangmenuruntajamsekali, sehinggamenimbulkanledakandahsyatdenganenergisekitar 1O pangkat 42 sampai 10 pangkat 44 Joules terkenaldengansebutan supernova, sehinggaterlontarseluruhmassanya yang dibagianluardantinggalintinya yang menjadi massif dengankerapatan 10 pangkat 18 Kg/m kubik, yang dinamakanbintangnetronatau pulsar dan black hole atauloronggelap. Disebutloronggelap, karenasarnpaisaatinimasihbelumbanyakdiketahui orang keadaan area ini..<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />14<br />
  15. 15. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />15<br />
  16. 16. 16<br />Perbandingan besar bintang<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />
  17. 17. Struktur bintang bermassa besar <br />(Massa > 10 M)yang sudah berevolusi lanjut<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />17<br />
  18. 18. A. Hewish<br />Pemenang Hadiah Nobel Fisika 1974<br />Pulsar pertama:<br />PSR 0329+54<br />P = 0.7145 detik<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />18<br />
  19. 19. MATAHARI SEBAGAI SAMPEL BINTANG<br />HasilpenelitianFraunhoferpadatahun 1823 nenyatakan, bahwaspektrumbintangrnengandunggaris-garisgelapserupadenganspektrurnmatahari. Simpulandarikeadaanini, matahariadalahbintang.<br /> Da1am penyelidikanseterusnyaterhadapbintang, mataharibisadipergunakansebagai waki1 bintang.<br />dikatakanmataharisebagaisampelbintang. ,<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />19<br />
  20. 20. Struktur Matahari<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />20<br />
  21. 21. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />21<br />
  22. 22. Subramanyan Chandrasekhar,<br />Pemenang Hadiah Nobel Fisika 1983<br />Batas Chandrasekhar<br />M = 1,44 M<br />Massa maksimum bintang katai putih.<br />Bintang dengan massa lebih besar tidak dapat didukung oleh tekanan degenerasi elektron Runtuh (Collapse)<br />Makin besar massa bintang katai putih, makin kecil radiusnya<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />22<br />
  23. 23. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />23<br />
  24. 24. Orbit bintang ganda Sirius<br />Pada tahun 1844, F.W. Bessel menemukan bahwa bintang Sirius tidak bergerak lurus,<br />melainkan berkelok-kelok. Kesimpulan: Sirius adalah sebuah bintang ganda. Sirius A <br />dan B.<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />24<br />
  25. 25. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />25<br />
  26. 26. Sirius, bintang paling terang Magnitudo visual = -1,58<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />26<br />
  27. 27. Sirius A: mv= -1,58<br />Sirius B: mv= 8,44<br />1. Berapa kali Sirius A lebih terang dari Sirius B?<br />m1 – m2 = -2,5 log E1/E2<br />Jawab: 10000 kali<br />2. Berapakah L/L?<br />m – M = -5 + 5 log d<br />M - M = -2,5 log(L/L)<br />Diketahui M=4,8<br />Jawab: L/L=1/400<br />------------------------------<br />Te ditentukan secara spektroskopi.<br />Massa ditentukan dari orbit bintang ganda<br />Jarak = 2,7 pc = 8,8 tahun cahaya <br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />27<br />
  28. 28. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />28<br />
  29. 29. Diagram HR untuk Pleiades<br />Diagram HR untuk M3<br />11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />29<br />
  30. 30. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />30<br />
  31. 31. 11/01/2011<br />© 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |<br />31<br />Terima KASIH<br />

×