Pembekalan un

2,324 views

Published on

Published in: Technology, Business
2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,324
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
37
Actions
Shares
0
Downloads
214
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pembekalan un

  1. 1. Pembekalan UN – IPA 2011/2012
  2. 2. Besaran, satuan dan alat ukur No Besaran Pokok Satuan Alat Ukur 1 Panjang M -Mistar -Jangka Sorong -Mikrometer 2 Massa Kg •Neraca •Neraca satu lengan •Neraca tiga lengan •Neraca Pegas 3 Waktu S Stop Wacth 4 Suhu K Termometer 5 Kuat Arus A Ampere meter 6 Intensitas Cahaya Cd - 7 Jumlah molekul mol -
  3. 3. Alat Ukur Panjang
  4. 4. Alat Ukur Massa
  5. 5. Alat Ukur Volume1 Cm3 = 1 ml
  6. 6. MASSA JENIS ZATSesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang disebutzat. Massa jenis zat didefinisikan sebagai massa benda persatuan volum. p = massa jenis (kg/m3) m = massa benda (kg) V = volum benda (m3)Satuan Masa JenisDalam SI (Satuan Internasional) adalah kg/m3Satuan yang lebih kecil adalah gr/cm31 kg/m3 = 0,001 gr/cm3 = 10-3 gr/cm31 gr/cm = 1000 kg/m = 103 kg/m
  7. 7. 1. Pemuaian Panjang Keterangan: L = Panjang akhir (m) L0 = Panjang mula-mula (m) ΔL = Pertambahan panjang (m) α = Koefisien muai panjang (/ºC) Δt = kenaikan suhu (ºC) 2. Pemuaian Luas Keterangan: A = Luas akhir (m2) Δ0 = Pertambahan luas (m2) A0 = Luas mula-mula (m2) β = Koefisien muai luas zat (/º C) Δt = Kenaikan suhu (ºC)
  8. 8. 3. Pemuaian Volume Keterangan: V = Volume akhir (m^3) V0 = Volume mula-mula (m^3) ΔV = Pertambahan volume (m^3) γ = Koefisien muai volume (/ºC) Δt = Kenaikan suhu (ºC)
  9. 9. Penerapan Konsep Pemuaian Zat dalam KehidupanSehari-Hari1. Pemasangan Kaca Jendela Pemasangan kaca jendela memperhatikan juga ruang muai bagi kaca sebab koefisien muai kaca lebih besar daripada koefisien muai kayu tempat kaca tersebut dipasang. Hal ini penting sekali untuk menghindari terjadinya pembengkokan pada bingkai.2. Pemasangan Sambungan Rel Kereta Api Penyambungan rel kereta api harus menyediakan celah antara satu batang rel dengan batang rel lain. Jika suhu meningkat, maka batang rel akan memuai hingga akan bertambah panjang. Dengan diberikannya ruang muai antar rel maka tidak akan terjadi desakan antar rel yang akan mengakibatkan rel menjadi bengkok.
  10. 10. 3. Pemasangan Bingkai Besi pada Roda Pedati Bingkai roda pedati pada keadaan normal dibuat sedikit lebih kecil daripada tempatnya sehingga tidak dimungkinkan untuk dipasang secara langsung pada tempatnya. Untuk memasang bingkai tersebut, terlebih dahulu besi harus dipanaskan hingga memuai dan ukurannya pun akan menjadi lebih besar daripada tempatnya sehingga memudahkan untuk dilakukan pemasangan bingkai tersebut. Ketika suhu mendingin, ukuran bingkai kembali mengecil dan terpasang kuat pada tempatnya.4. Pemasangan Jaringan Listrik dan Telepon Kabel jaringan listrik atau telepon dipasang kendur dari tiang satu ke tiang lainnya sehingga saat udara dingin panjang kabel akan sedikit berkurang dan mengencang. Jika kabel tidak dipasang kendur, maka saat terjadi penyusutan kabel akan terputus.
  11. 11. 5. Keping Bimetal Keping bimetal adalah dua buah keping logam yang memiliki koefisien muai panjang berbeda yang dikeling menjadi satu. Keping bimetal sangat peka terhadap perubahan suhu. Pada suhu normal panjang keping bimetal akan sama dan kedua keping pada posisi lurus. Jika suhu naik kedua keping akan mengalami pemuaian dengan pertambahan panjang yang berbeda. Akibatnya keping bimetal akan membengkok ke arah logam yang mempunyai koefisien muai panjang yang kecil. Keping bimetal dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan misalnya pada termometer bimetal, termostat bimetal pada seterika listrik, saklar alarm bimetal, sekring listrik bimetal. Pemanfaatan pemuaian zat yang tidak sama koefisien muainya dapat berguna bagi industri otomotif, misalnya pada bimetal yang dipasang sebagai saklar otomatis atau pada lampu reting kendaraan.
  12. 12. KalorKalor bukan zat tetapi kalor adalah suatu bentuk energi dan merupakansuatu besaran yang dilambangkan Q dengan satuan joule (J), sedangsatuan lainnya adalah kalori (kal).Hubungan satuan joule dan kalori adalah: 1 kalori = 4,2 joule 1 joule = 0,24 kaloriSuhu zat akan berubah ketika zat tersebut melepas atau menerima kalorKalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang yang diperlukan olehsuatu zat bermassa 1 kg untuk menaikkan suhu 1 °C.
  13. 13. hubungan banyaknya kalor, massa zat, kalor jenis zat, dan perubahansuhu zat dapat dinyatakan dalam persamaan. Keterangan: Q = Banyaknya kalor yang diserap atau dilepaskan (joule) m = Massa zat (kg) c = Kalor jenis zat (joule/kg °C) Δt = Perubahan suhu (°C)Kalor yang diperlukan untuk merubah fasa dari bahanbermassa m adalah Q=mLdimana L adalah kalor laten.
  14. 14. Ticker TimerGLLB diperlambat pita GLLB diperlambat tetesan oliGLLB dipercepat pita GLLB dipercepat tetesan oli
  15. 15. Gaya dan UsahaHukum I Newton berbunyi: “Benda yang dalam keadaan diam akanmempertahankan keadaannya untuk tetap diam dan benda yangsedang bergerak lurus beraturan akan cenderung mempertahankankeadaannya untuk bergerak lurus beraturan dalam arah yang samaselama tidak ada gaya yang bekerja padanya."Contoh :1. Kita terdorong ke depan ketika bus tiba- tiba direm atau terdorong ke belakang ketika bus bergerak maju secara mendadak.2. ketika kita menarik selembar kertas yang ditindih oleh tumpukan buku tebal atau gelas. Jika lembar kertas tadi ditarik dengan sangat cepat, maka tumpukan buku atau gelas tersebut tidak bergerak.
  16. 16. Gaya dan UsahaHukum II Newton berbunyi “Percepatan sebuah benda yang diberigaya adalah sebanding dengan besar gaya dan berbanding terbalikdengan massa benda.” Dalam bentuk rumushukum II Newton dapat dituliskan: F=m.a.Hukum III Newton berbunyi “Setiap ada gaya aksi, maka akan selaluada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.”Contoh:1. penyelam dapat berenang di dalam laut karena kaki dan tangan penyelam mendorong air ke belakang (gaya aksi) sehingga badan penyelam terdorong ke depan sebagai gaya reaksi.2. Tangan terasa sakit ketika menekan meja3. Tarik tambang
  17. 17. Energi mekanik (Em) adalah jumlah antara energi kinetik dan energipotensial suatu benda. Em = Ep + EkEnergi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh setiap benda yangbergerak. Energi kinetik suatu benda besarnya berbanding lurusdengan massa benda dan kuadrat kecepatannya. Ek = ½ m v2Energi potensial grafitasi adalah energi yang dimiliki oleh suatubenda karena pengaruh tempatnya (kedudukannya). Energipotensial ini juga disebut energi diam, karena benda yang diam-pun dapat memiliki tenaga potensial. Ep = ½ . k. x2 Ep = m . g . h Pada pegas
  18. 18. PESAWAT SEDERHANA1. Tuas a. Tuas golongan pertama Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa. Contoh tuas golongan pertama ini di antaranya adalah gunting, linggis, jungkat-jungkit, dan alat pencabut paku. b. Tuas golongan kedua Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titk tumpu dan kuasa. Contoh tuas golongan kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
  19. 19. c. Tuas golongan ketiga Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titk tumpu dan beban. Contoh tuas golongan ketiga ini adalah sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.Dengan menggunakan tuas semakin jauh jarak kuasa terhadap titiktumpu, maka semakin kecil gaya yang diperlukan untuk mengangkatbeban, atau dapat dirumuskan: B X Lb = F X LkKeterangan :B : Beban yang akan diangkat (satuannya Newton )Lb : Jarak antara Beban dengan titik tumpu (satuannya meter )F : Kuasa (gaya yang akan mengangkat beban)(satuannya Newton )Lk : Jarak antara Kuasa dengan titik tumpu (satuannya meter )
  20. 20. 2. Bidang Miring Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miring juga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh untuk memindahkan benda menjadi lebih jauh. Contohnya kampak, pisau, pahat, obeng, dan sekrup. Keuntungan mekanis bidang miring adalah perbandingan panjang (s) dan tinggi bidang miring (h). Km = w/F = s/h
  21. 21. 3. Katrol Katrol berfungsi untuk membelokkan gaya sehingga berat beban tetap sama dengan gaya kuasanya tetapi dapat dilakukan dengan mudah. A. Katrol Tunggal Tetap == Keuntungan mekanisnya 1 B. Katrol tunggal Bergerak == Keuntungan mekanisnya 2 C. Katrol Takal == Keuntungan mekanisnya Keuntungan mekanis dari katrol majemuk bergantung pada banyaknya tali yang dipergunakan untuk mengangkat beban.
  22. 22. 4. Roda Berporos Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama- sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat- alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.
  23. 23. Tekanan HidrostatisTekanan hidrostatis adalah tekanan yang diberikan oleh gaya beratzat cair itu sendiri pada suatu luas bidang tekan. Dengan asumsibahwa zat cair dalam bentuk lapisan-lapisan sesuai dengan tingkatkedalaman yang terukur dari permukaan zat cair. Maka tekananhidrostatis zat cair adalah sama besar untuk setiap bagian zat cairyang memiliki kedalaman yang sama.
  24. 24. Hukum ArchimedesHukum Archimedes yang berbunyi “jika benda dimasukkanke dalam cairan, baik sebagian atau seluruhnya, akanmendapatkan gaya ke atas sebesar berat cairan yangdipindahkan benda itu”. Misalnya air mempunyai volumetertentu, jika sebuah benda dimasukkan ke dalam airtersebut, maka permukaan air akan terdesak atau naik.Dengan kata lain, berat benda seolah-olah menjadi lebihringan. Hal ini karena adanya gaya ke atas yang seringdisebut gaya Archimedes. F apung/F ke atas = berat di udara – berat dalam zat cair Fa = W di udara – W dalam zat cair
  25. 25. mengapung = massa jenis benda < massa jenis zat cairmelayang = massa jenis benda = massa jenis zat cairtenggelam = massa jenis benda > massa jenis zat cair
  26. 26. Getaran dan GelombangGetaran : Gerak bolak balik di sekitar titik setimbang yang periodikGelombang : Getaran yang merambat Gelomban g Mekanik Elektromagnetik Tipe Gelombang Transversal Longitudinal
  27. 27. Karakter Fisik yang menjadi ciri gelombang :  Panjang Gelombang ( )  Frekwensi (f )  Cepatrambat Gelombang (v)Panjang Gelombang : Jarak minimum antara dua titikpada gelombang yang berperilaku Frekwensi Gelombang : Jumlah pengulangan usikan identik. persatuan waktu.Cepatrambat Gelombang : Jarak penjalaran usikanyang ditempuh dalam satu satuanwaktu. V = f
  28. 28. Beberapa istilah pada getaran :Amplitudo getaran = A-B atau B-C1 getaran = A-B-C-B-A atau B-C-B-A-B1/2 getaran = A-B-C1/4 getaran = A-B atau B-C
  29. 29. Bagian-bagian gelombang transversal :amplitudo = B-B’, D-D’, F-F’, H-H’bukit gelombang = A-C atau E-Glembah gelombang = C-E atau G-I1 gelombang = A-B-C-D-E atau E-F-G-H-Ipanjang gelombang (l) =1bukit +1lembah = A-E atau E-ISatu gelombang longitudinal = 1 rapatan + 1 renggangan
  30. 30. BUNYIBunyi merupakan gelombang mekanik yang dalamperambatannya arahnya sejajar dengan arah getarnya(gelombang longitudinal).Syarat terdengarnya bunyi ada 3 macam:Ada sumber bunyiAda medium (udara)Ada pendengarSifat-sifat bunyi meliputi :Merambat membutuhkan mediumMerupakan gelombang longitudinalDapat dipantulkan
  31. 31. Karakteristik Bunyi ada beberapa macam antara lain :1. Nada adalah bunyi yang frekuensinya teratur.2. Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur.3. Warna bunyi adalah bunyi yang frekuensinya sama tetapi terdengar berbeda.4. Dentum adalah bunyi yang amplitudonya sangat besar dan terdengar mendadak.Cepat rambat bunyicepat rambat yang dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu :1. Kerapatan partikel medium yang dilalui bunyi. Semakin rapat susunan partikel medium maka semakin cepat bunyi merambat, sehingga bunyi merambat paling cepat pada zat padat.2. Suhu medium, semakin panas suhu medium yang dilalui maka semakin cepat bunyi merambat.
  32. 32. Bunyi bedasarkan frekuensinya dibedakan menjadi 3 macam yaitu1. Infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz. Makhluk yang bisa mendengan bunyii infrasonik adalah jangkrik.2. Audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz. atau bunyi yang dapat didengar manusia.3. Ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya lebihdari 20 kHz. makhluk yang dapat mendengar ultrasonik adalah lumba- lumba.
  33. 33. BUNYI PANTULBunyi pantul dibedakan menjadi 3 macam yaitu :Bunyi pantul memperkuat bunyi asli yaitu bunyi pantul yang dapatmemperkuat bunyi asli.Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaandengan bunyi asli.Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli.Beberapa manfaat gelombang bunyi dalam hal ini adalah dapatdigunakan untuk mengukur kedalaman lautmendeteksi janin dalam rahimmendeteksi keretakan suatu logam dan lain-lain.Persamaan yang digunakan dalam bunyi sama dengan dalamgelombang yaitu v = s/t.Untuk bunyi pantul digunakan persamaan v = 2.s/t
  34. 34. Sinar – sinar istimewa pada cermin cekung1. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama di pantulkan melalui fokus.2. Sinar datang melalui fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.Yang dimaksud dengan sumbu utama adalah garis yang melalui titik pusatkelengkungan cermin dengan titik fokus.
  35. 35. Sinar – sinar istimewa pada cermin cekung3. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan akan dipantulkan melalui titik pusat cermin
  36. 36. Sinar – sinar istimewa pada cermin cembung1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus2. Sinar datang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama
  37. 37. Sinar – sinar istimewa pada cermin cembung3. Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan akan dipantulkan seolah-olah datang dari titik pusat cermin
  38. 38. Tiga Sinar Utama pada Lensa Cembung + R1 f1 f2 R2 + R1 f1 f2 R2 + R1 f1 f2 R2
  39. 39. Tiga Sinar Utama pada Lensa Cekung _R2 f2 f1 R1 _R2 f2 f1 R1 _R2 f2 f1 R1
  40. 40. Muatan ListrikAda dua jenis muatan listrik yaitu muatan positif dan negatif.Suatu benda dikatakan bermuatan positif jika kelebihanproton atau kekurangan elektron, dan sebaliknya bendaakan bermuatan negatif jika kelebihan elektron ataukekurangan proton.
  41. 41. Benda netral dapat dibuat menjadi bermuatan listrik dengancara menggosok, contoh :1. Plastik maupun ebonit jika digosok-gosokkan dengan kain wol akan menjadi bermuatan negatif karena elektron dari wol berpindah ke plastik atau ebonit. Maka, plastik atau ebonit akan kelebihan elektron. Sebaliknya wol kekurangan elektron, maka wol bermuatan positif.2. Kaca yang digosok-gosokkan dengan kain sutera akan menjadi positif karena elektron dari kaca berpindah ke sutera. Maka, kaca akan kekurangan elektron. Sebaliknya kain sutera menjadi kelebihan elektron, maka kain sutera menjadi bermuatan negatif.
  42. 42. Interaksi Muatan Listrik1. muatan yang tidak sejenis akan tarik-menarik2. muatan yang sejenis akan tolak menolak
  43. 43. 1. Jika benda bermuatan positif didekatkan pada sebuah elektroskop netral maka di bagian kepala elektroskop itu berkumpul muatan negatif dan di bagian daunnya berkumpul muatan positif. Ini menyebabkan daun elektroskop akan mengembang. 2. Jika benda bermuatan positif didekatkan pada sebuah negatif maka di bagian kepala elektroskop berkumpul muatan negatif dan di bagian daunnya itu tidak ada muatan. Ini menyebabkan daun elektroskop akan menguncup.3. Jika.benda bermuatan positif didekatkan pada sebuah elektroskop positif maka di bagian kepala elektroskop tidak ada muatan dan di bagian daunnya berkumpul muatan positif. Ini menyebabkan daun elektroskop akan mengembang.
  44. 44. Listrik DinamisHukum Ohm yang berbunyi :Besar kuat arus listrik dalam suatu penghantar berbanding langsungdengan beda potensial (V) antara ujung-ujung penghantar asalkansuhu penghantar tetap.Arah arus listrik mengalir dari potensial tinggi (+) menuju ke potensialrendah (–). Arah arus elektron dari potensial rendah menuju kepotensial tinggi.
  45. 45. hukum I Kirchhoff yang berbunyi:Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul samadengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpultersebut.Hukum II Kirchhoff :Di dalam sebuah rangkaian tertutup, jumlah aljabar gaya geraklistrik (ε) dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan nol.Besar energi W yang terjadi pada hambatan R yang dialiri arus Iselama t adalah:Besar daya listrik
  46. 46. ARUS LISTRIK TETAP VAB = VCD + VDEE D C RTotal = R1 +R2 Baterai ABG AB
  47. 47. VAB = VCD ITotal = IR1 + IR2 + IR3D C 1 1 1 1 RTotal R1 R2 R3 Baterai ABG B A
  48. 48. hukum I Kirchhoff yang berbunyi:Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul samadengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpultersebut.Hukum II Kirchhoff :Di dalam sebuah rangkaian tertutup, jumlah aljabar gaya geraklistrik (ε) dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan nol.Besar energi W yang terjadi pada hambatan R yang dialiri arus Iselama t adalah:Besar daya listrik
  49. 49. Cara Membuat MagnetAda tiga cara membuat magnet :Pertama : digosok dengan magnetUjung terakhir yang kena gosokan menjadi kutub magnet yangberlawanan dengan kutub magnet yang meninggalkannya.
  50. 50. Kedua : diinduksi dengan magnetUjung besi yang berdekatan dengan kutubmagnet batang, akan terbentuk kutub yangselalu berlawanan dengan kutub magnetpenginduksi. Apabila kutub utara magnetbatang berdekatan dengan ujung A besi,maka ujung A besi menjadi kutub selatandan ujung B besi menjadi kutub utara atausebaliknya.
  51. 51. Ketiga : dengan menggunakan arus listrik DC Besi yang berujung A dan B dililiti kawat berarus listrik. Kutub magnet yang terbentuk bergantung pada arah arus ujung kumparan. Jika arah arus berlawanan jarum jam maka ujung besi tersebut menjadi kutub utara. Sebaliknya, jika arah arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut terbentuk kutub selatan.Dengan demikian, ujung A kutub utara dan B kutub selatan atausebaliknya.
  52. 52. TransformatorTransformator (trafo) adalah alat yang digunakan untukmenaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC).Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu:kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input,kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagaioutput, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuatmedan magnet yang dihasilkan.
  53. 53. Transformator IdealPada transformator ideal, tidak ada energi yang diubah menjadibentuk energi lain di dalam transformator sehingga daya listrikpada kumparan skunder sama dengan daya listrik pada kumparanprimer. Atau dapat dikatakan efisiensi pada transformator idealadalah 100 persen. untuk transformator ideal berlaku persamaansebagai berikut:
  54. 54. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besar GGLinduksi yaitu:1. Kecepatan perubahan medan magnet. Semakin cepat perubahan medan magnet, maka GGL induksi yang timbul semakin besar.2. Banyaknya lilitan Semakin banyak lilitannya, maka GGL induksi yang timbul juga semakin besar.3. Kekuatan magnet Semakin kuat gejala kemagnetannya, maka GGL induksi yang timbul juga semakin besar. Untuk memperkuat gejala kemagnetan pada kumparan dapat dengan jalan memasukkan inti besi lunak.
  55. 55. Efisiensi TransformatorEfisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandinganantara daya listrik keluaran dengan daya listrik yangmasuk pada transformator. Pada transformator idealefisiensinya 100 %, tetapi pada kenyataannya efisiensitranformator selalu kurang dari 100%, hal ini karenasebagian energi terbuang menjadi panas atau energibunyi.Efisiensi transformator dapat dihitung dengan :
  56. 56. Rotasi bumi menyebabkan hal-hal berikut: 1. Gerak semu harian matahari 2. Terjadinya siang dan malam 3. Pembelokan arah angin 4. Pembelokan arah arus laut 5. Bentuk bumi tidak bulat sempurna, tetapi agak lonjong (elips). 6. Perbedaan waktu antara belahan bumi satu dengan yang lain 7. Penggembungan bumi pada khatulistiwa dan pemepatan bumi pada kutub-kutubnya
  57. 57. Revolusi bumi menyebabkan hal-hal berikut :1. Terjadi gerak semu tahunan matahari2. Terjadi perbedaan lamanya siang dan malam3. Terlihat rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan4. Pergantian musimDampak negatif penipisan lapisan ozon :1. Bagi kesehatan : kekebalan tubuh menurun, penyakit katarak, kanker kulit, mengubah struktur genetika makhluk hidup.2. Bagi lingkungan : peningkatan efek rumah kaca, merusak karang laut, menurunnya populasi plankton, merusak struktur bangunan, produktifitas tumbuhan menurun.
  58. 58. Pembekalan UN – IPA 2011/2012
  59. 59. Penerapan Hukum Fisika dalam kehidupan sehari – hari :1. Hukum Archimedes Contoh : Kapal Selam, Galangan Kapal dll2. Hukum Pascal Dongkrak Hidrolik, pompa Sepeda3. Massa Jenis Zat Balon Udara, Kapal Phinisi, Pesawat terbang dan Geologi
  60. 60. Unsur, molekul dan senyawa Unsur : Sesuatu yang tidak dapat dibagi – bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Contoh : Emas (Au), Perak (Ag), Platina (Pt), Air Raksa (Hg), Carbon (C) dll Molekul : gabungan dari dua atom atau lebih. Contoh : Oksigen (O2), Hidrogen (H2), Nitrogen (N2)Senyawa : Zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait mengait. Contoh : air (H2O), Alkohol (C2H5OH), Garam dapur (NaCl), Glukosa (C6H12O6), Air Kapur (CaCO3), Soda Kue (NaHCO3), Asam Karbonat (H2CO3) Campuran : Zat yang tersusun dari beberapa zat lain jenis dan yang tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa. Contoh : Udara, Tanah
  61. 61. Sifat Fisik dan sifat kimia suatu zatSifat Fisik adalah sifat yang dapat diukur dan diteliti tanpamengubah kompisisi atau susunan dari zat tersebut.Contoh : wujud zat, warna zat, kelarutan, daya hantar, daya magnettitik didih dan titik leleh, dsb.Sifat Kimia adalah sifat yang untuk mengukurnya diperlukanperubahan kimia.Contoh : mudah terbakar, mudah berkarat, mudah membusuk,mudah meledak, beracun, berbau, dsb.
  62. 62. Perubahan Fisik dan perubahan kimiaPerubahan Fisik adalah perubahan yang tidak menghasilkan zatbaru hanya berubah bentuk, wujud dan ukuran.Contoh : es mencair, raksa menguap, kapur menyublim, gandumdigiling menjadi tepung dsb.Perubahan Kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru .Contoh : kertas terbakar, besi berkarat. Ciri – ciri perubahan kimia : -Terjadi endapan -Perubahan suhu -Perubahan warna -Terbentuk gelembung gas

×