PERAN PERBANKAN DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA                                         Abstrak Peran Perbankan Nasional D...
BAB I                                     PENDAHULUAN   Indonesia merupakan suatu negara yang sebenarnya adalah negara yan...
1. Penciptaan uang. Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat   pembayaran lewat mekanisme pemindahbuku...
deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank   memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuri...
Dengan penspesialifikasian jenis perbankan, diharapkan perbankan dapat menjalankankonsentrasi fungsinya masing-masing agar...
a. Bank milik negara (pemerintah), merupakan bank yang akte pendirian dan modal       bank ini sepenuhnya dimiliki oleh Pe...
a. Bank Retail           b. Bank Korporasi           c. Bank komersial           d. Bank Pedesaan           e. Bank Pemban...
4. Kantor kas, merupakan kantor bank paling kecil dimana kegiatannya hanya meliputi teller.Sekarang ini bank kantor kas ya...
BAB II                                      PEMBAHASAN    Struktur perbankan Indonesia yang terdiri dari sejumlah bank den...
seperti      fiskal     (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif),      kebijakan      pembangunaninfrastruktur, regulasi...
Tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasiyang tidak terkendali (Hiperinflasi...
berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkankarena nilai sebuah mata uang dapat b...
mendapatkan dan atau mempertahankan kepercayaan masyarakat, industri perbankan harusdiatur dan diawasi dengan ketat baik m...
Produk bank berupa pemberian kredit menggunakan sumber dana yang berasal dari simpanannasabah. Aset bank dalam bentuk pemb...
mekanisme untuk mempermudah bank bermasalah “dikeluarkan” dari industri perbankan.Alasannya adalah asuransi simpanan menye...
"The new world of financial trading can punish policy misalignments with amazing alacrity.This is a lesson repeated time a...
sekaligus mencegah pengurus bank mengambil risiko berlebihan yang pada gilirannyamenghindari kemungkinan bailout oleh peme...
Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama BankIndonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter...
kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain itu, disiplin pasar melaluikewenangan dalam pengawasan dan pe...
penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepadabank yang menghadapi masalah lik...
Sumber: Maxwell, et all. (1996). Chandavarkar (1996). BIS dalam Tri Subari SM, danAscarya (2003).Otoritas Jasa Keuangan (O...
Sejak tahun 1960-an, pemberian pinjaman difokuskan kepada negara-negara non-Eropa untuk membiayai proyek-proyek yang bisa ...
hutang pertama Bank Dunia adalah Perancis, yaitu pada tahun 1947, dengan pinjamansebesar $ 987 juta. Pinjaman itu diberika...
Hutang proyek adalah hutang dalam bentuk fasilitas berbelanja barang dan jasa secara kredit.Namun, sayangnya, hutang ini j...
   Jebakan hutang yang semakin membesar, karena mayoritas hutang diberikan dengan       konsesi pembebasan pajak bagi per...
BAB III                                       PENUTUP       Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didir...
DAFTAR PUSTAKAhttp://agroterpadu.blogspot.com/2009/02/peran-perbankan-dalam-perekonomian.html.http://id.shvoong.com/busine...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Peran perbankan dalam perekonomian di indonesia

62,979

Published on

Published in: Economy & Finance
1 Comment
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
62,979
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
900
Comments
1
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Peran perbankan dalam perekonomian di indonesia"

  1. 1. PERAN PERBANKAN DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA Abstrak Peran Perbankan Nasional Dalam Membangun Ekonomi merupakan salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam menunjang kegiatan pembangunan nasional atau regional. Peran itu diwujudkan dalam fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi atau institusiperantara antara debitor dan kreditor. Dengan demikian, pelaku ekonomi yang membutuhkan dana untuk menunjang kegiatannya dapat terpenuhi dan kemudian roda perekonomianbergerak. Untuk menciptakan perbankan sehat harus dilakukan pendekatan yang terdiri daritiga pilar, yaitu pengawasan, kepemerintahan intern dan disiplin pasar. Pendekatan ini harus dilakukan karena badan pengawasan tidak akan mampu berpacu dengan kecepatanliberalisasi, globalisasi dan kemajuan teknologi pada instrumen keuangan. Dengan demikianpengawasan yang dilakukan oleh otoritas harus dilengkapi dengan disiplin internal bank sertadisipli pasar. Melibatkan kepemerintahan intern dalam melakukan pengawasan karena bank merupakan tempat terbaik untuk mengatur dan memelihara praktik manajemen bank yang sehat. Pentingnya pengawasan juga disebabkan karakteristik usaha bank. Berbeda dengan perusahaan jasa keuangan lainnya bank menyediakan produk berupa penerimaan simpanan dan pemberian kredit. Produk dalam bentuk simpanan harus dibayar oleh bank setiap saat atau beberapa waktu setelah adanya permintaan pembayaran dari nasabah. Kata kunci: peran perbankan dalam perekonomian di indonesia
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan suatu negara yang sebenarnya adalah negara yang kaya, yangmemiliki potensi yang baik untuk maju. Namun sayangnya banyak sekali hambatan-hambatan yang menghalangi kemajuan tersebut. Salah satunya adalah faktor keuangan diIndonesia, yang sampai saat ini menjadi masalah yang dianggap cukup pelik. Pembahasan dalam materi ini memiliki hubungan dengan materi sebelumnya, yaitu“Peran UKM Terhadap Pertumbuhan Perekonomian di Indonesia”. Dalam materi tersebut,terlihat seberapa berpengaruhnya peran UKM dalam pertumbuhan di Indonesia. NamunUKM bukanlah apa-apa jika tanpa modal/dana. Seperti yang terlihat dari kata-kata UKMyang memiliki kepanjangan Usaha Kecil Menengah, bahwa usaha ini merupakan usahamikro/kecil, yang sangat sensitif akan modal. Usaha ini sangat membutuhkan dana dalammenjalankan usahanya. Untuk itu diperlukan lembaga yang bersedia memberikan suntikanmodal bagi seluruh UKM agar dapat maju dan bertahan. Salah satu lembaga yang bersediameminjamkan modal kepada UKM adalah perbankan. Perbankan sendiri merupakan perantara keuangan dari dua pihak, yakni ; pihak yangkelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana. Hal tersebut tercermin pada UU RI no. 10tahun 1998, tanggal 10 November 1998 yang menjelaskan mengenai Perbankan. MenurutUU RI no. 10 tahun 1998 yang dimaksud dengan BANK adalah “badan usaha yangmenghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana darimasyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkantaraf hidup rakyat banyak”. Seperti pada pengertiannya, yang pada intinya perbankanmerupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannyakembali. Dari pengertian tersebut dapat terlihat sekilas mengenai peranan perbankan yangdiharapkan dapat memajukan perekonomian di Indonesia. Dua hal tersebut merupakan tugasinti dari sebuah Bank Umum. Namun seiring dengan berjalannya waktu, tugas dari BankUmum kini semakin berkembang, diantaranya yaitu:
  3. 3. 1. Penciptaan uang. Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran. Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat. Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional. Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/ jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga. Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe
  4. 4. deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya. Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank. Namun pemerintah memiliki kebijakan untuk menspesialifikasikan tugas dari perbankan,agar masing-masing memiliki konsentrasi sendiri-sendiri. Untuk itu perbankan pun dibagilagi menjadi 3 jenis. Adapun jenis-jenis Bank di Indonesia adalah sebagai berikut:1. Bank Sentral Bank Sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan UU no. 13 tahun 1968 yang memiliki tiga tugas utama, yaitu diantaranya : (1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, (2) mengatur dana dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta (3) mengatur dan mengawasi Bank.2. Bank Umum Bank Umum adalah lembaga keuangan yang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, member kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing/valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dll.3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Perkreditan Rakyat adalah bank penunjang yang memiliki keterbatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula seperti memberikan kredit pinjaman dengan jumlah yang terbatas, menerima simpanan masyarakat umum, menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, penempatan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat atau surat berharga, tabungan dan lain sebagainya.
  5. 5. Dengan penspesialifikasian jenis perbankan, diharapkan perbankan dapat menjalankankonsentrasi fungsinya masing-masing agar lebih maksimal. Terutama dalam halpembangunan sektor perekonomian di Indonesia. Adapun Jenis perbankan dewasa ini jika dilihat dari berbagai segi, diantaranya : 1. Dilihat dari segi fungsinya, bank dibedakan berdasarkan luasnya kegiatan atau jumlah produk yang dapat ditawarkan serta jangkauan wilayah operasinya. Menurut Undang-undang Pokok Perbankan nomor 14 tahun 1967 jenis perbankan menurut fungsinya terdiri dari :  Bank Umum - Bank pembangunan  Bank Tabungan - Bank Pasar  Bank Desa - Lumbung Desa  Bank Pegawai Menurut Undang-undang Pokok Perbankan no. 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi pada undang-undang no. 10 Tahun 1998, jenis perbankan berdasarkan fungsinya terdiri dari : - Bank Umum Æ Bank Pembangunan, Bank Tabungan - Bank Perkreditan Rakyat. Æ Bank Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Desa Bank Umum, adalah “bank yang melaksanakan kegiatan usaha secdara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran”. Bank Perkreditan Rakyat, adalah : “bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran”. 2. Dilihat dari segi kepemilikannya, bank dibedakan dari segi kepemilikkan sahamnya Ditinjau dari segi kepemilikan, maksudnya adalah siapa yang memiliki bank tersebut. Jenis bank, adalah :
  6. 6. a. Bank milik negara (pemerintah), merupakan bank yang akte pendirian dan modal bank ini sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah. Contoh : BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri Selain itu ada bank yang dimiliki Pemerintah Daerah, yang terdapat di daerah tingkat dan tingkat II masing-masing propinsi. Contoh : BPD DKI Jakarta, BPD JaBar, BPD JaTeng, BPD DI Yogyakarta dll b. Bank milik swasta nasional, merupakan bank yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional. Contoh : Bank Central Asia, Bank Danamon, Bank Internasional Indonesia, Bank Lippo dll. c. Bank milik koperasi, merupakan bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hokum koperasi, Contoh : Bank Bukopin d. Bank milik asing, merupakan cabang dari bank yang ada diluar negeri, baik milik swasta asing maupun pemerintah asing. Contoh : Bank of America, American Express Bank, Bank of Tokyo, Bangkok Bank, dll. e. Bank milik campuran, merupakan bank yang kepemilikannya sahamnya campuran antara pihak asing dan pihak swasta nasional. Contoh : BII Commonwelth, Bank Finconesia, Bank Merincorp, Mitsubishi Buana Bank, dll.3. Dilihat dari segi statusnya : Dilihat dari segi kemampuannya melayani masyarakat, bank umum dapat dibagi ke dalam 2 jenis, Jenis ini adalah : a. Bank Devisa, merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara menyeluruh. b. Bank non Devisa, merupakan bank yang mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksankan transaksi seperti halnya bank devisa.4. Dilihat dari segi kegiatannya nya :
  7. 7. a. Bank Retail b. Bank Korporasi c. Bank komersial d. Bank Pedesaan e. Bank Pembangunan 5. Dilihat dari segi statusnya : Jenis bank ini dilihat dari caranya menetukan harga, baik harga jual maupun harga beli. Jenis initerbagi dua, yaitu : a. Bank berdasarkan prinsip konvensional (Barat), b. Bank berdasarkan prinsip Syariah (Islam),JENIS KANTOR BANK Dalam pelaksanaannya dalam satu bank terdapat berbagai jenis tingkatan yangditunjukkan dari volume kegiatan, kelengkapan jasa yang ditawarkan, wewenang mengambilkeputusan, serta jangkauan wilayah operasinya.Jenis-jenis kantor suatu bank adalah :1. Kantor pusat, merupakan kantor bank dimana terdapat semua kegiatan perencanaan sampaipengawasan dan biasanya tidak melaksanakan kegiatan operasional sebagai mana kantorlainnya.2. Kantor cabang penuh, merupakan kantor bank yang memberikan jasa bank paling lengkapdan biasanya membawahi KCP.3. Kantor cabang pembantu, merupakan kantor bank yang hanya melayani sebagian darikegiatan cabang penuh.
  8. 8. 4. Kantor kas, merupakan kantor bank paling kecil dimana kegiatannya hanya meliputi teller.Sekarang ini bank kantor kas yang dilayani di mobil yang sering disebut dengan kas keliling.Pada kenyataannya beberapa kantor kas terdapat juga costumer service walau prosesnya tetapakan dilakukan di KC atau KCP.PENGGABUNGAN USAHA BANK Dalam dunia perbankan, faktor kepercayaan merupakan suatu hal yang sangatpenting. Penilaian tingkat kesehatan bank juga akan mempengaruhi penilaian calon nasabahterhadap suatu bank. Bagi bank yang dinyatakan sehat, akan sangat menguntungkan. Tapibagi yang tidak sehat disarankan untuk melaksanakan penggabungan usaha bank. Jenispenggabungan yang dapt dipilih dan yang biasa dilakukan di Indonesiaadalah:1. Merger, merupakan penggabungan dua bank atau lebih dengan cara tetap mempertahankanberdirinya salah satu dari bank yang ikut merger dan membubarkan bank-bank lainnya tanpamelikuidasi terlebh dahulu.2. Konsolidasi, merupakan penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara mendirikanbank baru dan membubarkan bank-bank yang ikut konsolidasi tanpa proses likuidasi3. Akuisisi, merupakan penggabungan dengan Akuisisi ini merupakan pengambil-alihankepemilikan suatu bank yang berakibat beralihnya pengendalian terhadap bank. Dalampenggabungan dengan bentuk akuisisi biasanya nama bank yang diakuisisi tidak berubah,yang berubah hanyalah kepemilikannya.
  9. 9. BAB II PEMBAHASAN Struktur perbankan Indonesia yang terdiri dari sejumlah bank dengan jumlahkepemilikan aset yang berbeda dapat berdampak pada perbedaan respon yang diberikanterhadap perubahan kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral. Hal tersebut sejalandengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ruby P. Kishan & Opiela (2000) terhadapperbankan di Amerika Serikat pada tahun 1980 sampai dengan 1995 yang bertujuan untukmembuktikan berjalannya mekanisme transmisi melalui jalur kredit, dengan mengelompokanbank menurut jumlah aset yang dimiliki dan tingkat capital leverage ratio. Selanjutnyapenelitian yang dilakukan oleh Phillip Engler dan Terhi Jokipii (2007) terhadap perbankanAustria pada periode 1997 sampai dengan 2003 yang bertujuan menganalisis bagaimanakelebihan cadangan modal yang dimiliki bank dapat mempengaruhi keputusan pemberiankredit bank serta dampaknya terhadap transmisi kebijakan moneter dari bank sentral terhadapperekonomian di Austria. Kedua penelitian tersebut menunjukan hasil yang senada yaitubahwa kelompok bank yang lebih responsif terhadap perubahan kebijakan moneter. Dampakperubahan adalah kelompok bank kecil, hal ini berarti transmisi kebijakan moneter bergeraklebih efektif pada kelompok bank kecil. Peran Perbankan Nasional Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan Perbankanmerupakan salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam menunjang kegiatanpembangunan nasional atau regional. Peran itu diwujudkan dalam fungsi utamanya sebagailembaga intermediasi atau institusi perantara antara debitor dan kreditor. Dengan demikian,pelaku ekonomi yang membutuhkan dana untuk menunjang kegiatannya dapat terpenuhi dankemudian roda perekonomian bergerak. Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihanlikuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/ataudistribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnyadistribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakanmoneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negaradalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government)
  10. 10. seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunaninfrastruktur, regulasi, dll. Inflasi tarikan permintaan terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimanabiasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yangtinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar ataulikuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkanbertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnyapermintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksimeningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktuperekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebihdisebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnyalikuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunyakemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga banksentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.Inflasi desakan biaya terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasukadanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yangmeningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnyaproduksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuaidengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilaikeekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru.Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknisdi sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahanbaku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicukelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadipada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangatpenting.  Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal, yaitu : Kenaikan harga, misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji, misalnya  Kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.
  11. 11. Tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasiyang tidak terkendali (Hiperinflasi Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadidua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri.Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanjayang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat hargabahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yangterjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksibarang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jikakenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itudisebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semuabarang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation).Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terusberubah dan meningkat sehingga orang).Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan : 1. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun) 2. Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun) 3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun) 4. Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun) Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentralsuatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar.Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwakebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk pemerintah.Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurangindependen -- salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakankebijakan moneter untuk mendorong perekonomian -- akan mendorong tingkat inflasi yanglebih tinggi. Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat sukubunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga
  12. 12. berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkankarena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi)maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentraldi seluruh dunia, termasuk oleh Bank Indonesia. Fungsi bank sangat krusial bagi perekonomian suatu negara. Oleh karena itu,keberadaan aset bank dalam bentuk kepercayaan masyarakat sangat penting dijaga gunameningkatkan efisiensi penggunaan bank dan efisiensi intermediasi serta untuk mencegahterjadinya bank runs and panics. Kepercayaan masyarakat juga diperlukan karena bank tidakmemiliki uang tunai yang cukup untuk membayar kewajiban kepada seluruh nasabahnyasekaligus, Industri perbankan di Indonesia telah mengalami masalah-masalah yang apabiladiamati akar penyebabnya (root causes) adalah lemah dan tidak diterapkannya tata kelolaperusahaan yang baik (good corporate governance). Hal ini menyebabkan industri perbankantidak dapat secara berhati-hati (prudent) menyerap pertumbuhan risiko kredit dan hargadomestik yang cepat berubah. Sementara itu, tidak transparannya praktik dan pengelolaan(practices and governance) suatu bank mengakibatkan badan pengawas sulit mendeteksipraktik kecurangan yang dilakukan oleh pengurus dan pejabat bank.Tantangan lain yang dihadapi bank adalah berpalingnya nasabah tradisional bank kepadasumber pembiayaan lain. Tersedianya banyak alternatif sumber dana bagi perusahaan-perusahaan besar yaitu antara lain dari perusahaan-perusahaan modal ventura,perusahaan-perusahaan leasing, perusahaan-perusahaan hire-purchase, perusahaan-perusahaan anjakpiutang, perusahaan-perusahaan forfeiting, pasar uang, dan pasar modal dengan berbagai debtinstrumentsnya seperti promissory notes dan obligasi serta equity instrumentnyamempertajam persaingan yang dihadapi bank. Sementara itu, larangan terhadap bank untukmelakukan kegiatan di pasar modal mempersempit kemampuan bank dalam menyalurkandananya sehingga menjadi alasan bagi bank untuk melakukan kegiatan pada pemberian kredityang berisiko tinggi yang pada gilirannya berakibat pada keamanan dan kesehatan industriperbankan. Masalah paling berat yang dihadapi industri perbankan dan badan pengawas bankadalah kelalaian pengurus bank serta penipuan dan penggelapan yang mereka lakukan. Halini dapat dilihat dari praktik para bankir antara lain berupa besarnya kredit yang disalurkankepada kelompok usahanya sendiri. Pemberian kredit kepada kelompok usaha sendiritersebut sering kali tidak diiringi dengan analisis pemberian kredit yang sehat.Padahal praktik seperti ini pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai penipuan. Untuk
  13. 13. mendapatkan dan atau mempertahankan kepercayaan masyarakat, industri perbankan harusdiatur dan diawasi dengan ketat baik melalui peraturan langsung (direct regulation) maupunperaturan tidak langsung (indirect regulation). Peraturan langsung bertujuan mengurangikewenangan pengurus bank dalam menjalankan kegiatan usaha. Bank misalnya dilarangmemberikan kredit kepada suatu perusahaan melebihi prosentase tertentu dari modalnya.Sedangkan peraturan tidak langsung didasarkan pada pemberian insentif yang bertujuanmempengaruhi sikap tertentu dari pengurus bank, misalnya melalui penerapan peraturanmengenai persyaratan risk-based capital. Beberapa prinsip dapat dijadikan landasan dalam menyusun peraturan perbankanyaitu: efisiensi, keadilan sosial, pengembangan sistem, dan pemeliharaan institusi. Tujuannyaadalah untuk menciptakan perbankan yang aman dan sehat (safe and sound banking).Untuk mencapai tujuan tersebut kepada badan pengawas bank perlu diberi kewenangan luasuntuk mengatur dan mengawasi industri perbankan. Kewenangan tersebut antara lain berupakewenangan menetapkan berapa besarnya modal yang harus dimiliki, berapa besarnyapinjaman yang dapat diberikan kepada suatu perusahaan, siapa yang boleh menjadi pengurusbank dan sebagainya. Kewenangan mengawasi diberikan dengan tujuan untuk memonitorapakah bank melakukan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perlu puladikaji untuk memberikan kewenangan penyidikan kepada badan pengawas. Kewenangantersebut bertujuan untuk melindungi nasabah, melindungi perekonomian dan menjaga tidakterjadinya konsentrasi bisnis. Perlindungan terhadap nasabah merupakan alasan paling dasar untuk mengawasi bankkarena nasabah merupakan target yang mudah bagi pencurian oleh pengurus bank.Pentingnya pengawasan terhadap industri perbankan secara jelas dinyatakan olehAdam Smith sebagai berikut:“being the managers of other people’s money than of their own, it cannot well be expected,that they should wacth over it with the same anxious vigilance with which partners in aprivate copartnery frequently watch over their own… Negligence and profusion, therefore,must always prevails, more or less, in the management of the affairs of such a company.” Pentingnya pengawasan juga disebabkan karakteristik usaha bank. Berbeda denganperusahaan jasa keuangan lainnya bank menyediakan produk berupa penerimaan simpanandan pemberian kredit. Produk dalam bentuk simpanan harus dibayar oleh bank setiap saatatau beberapa waktu setelah adanya permintaan pembayaran dari nasabah.
  14. 14. Produk bank berupa pemberian kredit menggunakan sumber dana yang berasal dari simpanannasabah. Aset bank dalam bentuk pemberian kredit tersebut hanya dapat ditagih oleh banksesuai dengan jangka waktu perjanjian kredit yang disepakati bank dengan nasabahnya.Singkat kata, utang bank adalah utang yang setiap saat dapat ditagih dan wajib dibayarsedangkan piutang bank hanya dapat ditagih oleh bank berdasarkan jangka waktu tertentu.Demikian bank terekspose kepada kemungkinan terjadinya kekurangan dana apabila nasabahpenyimpan menarik simpanannya pada bank. Kondisi ini terjadi apabila mereka kehilangankepercayaan kepada bank. Itulah sebabnya bank disebut sebagai lembaga kepercayaan.Alan Greenspan mengatakan “When confidence in the integrity of a financial institutions isshaken or its commitment to the honest conduct of business is in doubt, public trust erodesand the entire system is weakened.” Sementara itu, kurang transparannya bank menyebabkan reputasi merupakan masalahsangat penting bagi kelangsungan hidup suatu bank. Rumor dapat memperlemah kepercayaannasabah terhadap bank. Untuk itu bank harus menerapkan prinsip kehatihatian dalammenjalankan kegiatan usahanya. Industri perbankan tidak saja rawan di rampok olehpengurus dan atau pemiliknya tetapi juga rawan sebagai tempat penyembunyian hasilkejahatan. Itulah sebabnya bank harus mengenal nasabahnya yaitu dengan menerapkanprinsip mengenal nasabah (know your customer Principe) dan juga menerapkan prinsipkenali karyawan (know your employee). Dengan menerapkan kedua prinsip itu maka reputasibank akan terjaga dan kepercayaan nasabah meningkat. Pengalaman menunjukan bahwa penyelesaian likuidasi bank selalu berlarut-larutsehingga merugikan nasabah dan menimbulkan ketidakpastian hukum. Hal ini dapatmembuat kepercayaan masyarakat terhadap bank menurun. Padahal untuk menyelesaian bankbermasalah telah diberlakukan ketentuan yang berbeda dengan ketentuan penyelesaianperusahaan non bank. Maksudnya adalah agar penyelesaian bank bermasalah dapat dilakukandengan cepat. Kecepatan penyelesaian bank bermasalah merupakan kunci terciptanyakepercayaan masyarakat. Berkurangnya kepercayaan terhadap suatu bank dengan mudahmenyebar ke bank lain yang pada dasarnya sehat. Ini terjadi karena nasabah mengetahuibahwa apabila terjadi rush, maka nilai aset bank akan turun dengan cepat sehingga nasabahakan berupaya menarik simpanannya sebelum nasabah yang lain. Untuk mempermudah dikeluarkannya bank bermasalah dari sistem perbankan salahsatu caranya adalah dengan mendirikan asuransi simpanan. Asuransi simpanan merupakan
  15. 15. mekanisme untuk mempermudah bank bermasalah “dikeluarkan” dari industri perbankan.Alasannya adalah asuransi simpanan menyediakan jalan agar biaya sosial dan politik akibatkebangkrutan bank dapat diminimalkan. Disamping itu asuransi simpanan juga bertujuanmenurunkan kemungkinan terjadinya rush, dan sekaligus melindungi nasabah penyimpankecil yang secara sosial dan politik tidak dapat menanggung beban kerugian akibatkebangkrutan bank. Teori keuangan modern mengajarkan bahwa pada suatu masyarakat yangcorruption-resistant sekalipun, nasabah penyimpan harus tetap khawatir tentang sikapoportunistik pengurus dan pemilik bank. Kesulitan yang dihadapi nasabah penyimpan dalam mengkordinir aksi kolektif gunamengawasi sikap oportunistik pengurus dan pemilik bank memiliki dua akar yang menjalin. Pertama, kesulitan yang dihadapi nasabah penyimpan dalam memperoleh informasiterpercaya tentang perkembangan yang tidak menguntungkan dan mengobservasi tindakanmerugikan oleh pengurus bank termasuk kesemberonoan, ketidak hati-hatian, kecurangan danself dealing. Kedua, kesulitan yang dihadapi nasabah penyimpan dalam menganalisis danmerespons setiap informasi yang diperoleh. Untuk menanggulangi kesulitan yang dihadapi oleh nasabah penyimpan setidaknyaada dua pendekatan yang dapat diambil, yaitu keterbukaan maksimal dan pencegahanmaksimal. Keterbukaan maksimal adalah suatu kerangka keterbukaan yang secara sempurnadan tanpa biaya memberikan informasi kepada nasabah penyimpan tentang perubahan kinerjabank dan kegiatan penuh risiko yang dilakukan pengurus bank. Sedangkan pencegahanmaksimal adalah suatu situasi dimana nasabah dengan segera mengerti implikasi dariinformasi yang mengalir secara sempurna dan mereka mampu melindungi dirinya sendirisecara lengkap dan tanpa biaya dari segala ancaman terhadap kekayaan mereka. Situasiseperti itu tentunya sangat sulit bahkan mustahil untuk tercipta. Untuk itu diperlukan suatukeseimbangan dimana informasi yang tersedia tidak menyebabkan biaya yang terlalu tinggibagi industri perbankan sehingga menghambat pengembangan usaha mereka.Dalam melakukan pembaruan terhadap industri perbankan, badan pengawas harus sangatberhati-hati. Pemberlakuan ketentuan dan kebijakan yang di anggap tidak tepat oleh pasarakan berpengaruh sangat buruk bagi stabilitas perbankan dan keuangan.Ketua US Federal Reserve, Alan Greenspan mengingatkan bahwa :
  16. 16. "The new world of financial trading can punish policy misalignments with amazing alacrity.This is a lesson repeated time and again, taught most recently by the breakdown of theEuropean Exchange Rate Mechanism in 1992 and the plunge in the value of Mexican Peso(in 1994). In the process of pursuing their domestic objectives, central banks cannot beindifferent to the signals coming from international financial markets. Although markets canbe harsh teachers at times, the constrains that impose discipline our policy choices andremind us every day of our longer run responsibilities." Untuk menciptakan perbankan sehat harus dilakukan pendekatan yang terdiri dari tigapilar, yaitu pengawasan, internal governance dan disiplin pasar. Pendekatan ini harusdilakukan karena badan pengawasan tidak akan mampu berpacu dengan kecepatanliberalisasi, globalisasi dan kemajuan teknologi pada instrumen keuangan. Dengan demikianpengawasan yang dilakukan oleh otoritas harus dilengkapi dengan disiplin internal bank sertadisiplin pasar. Melibatkan internal governance dalam melakukan pengawasan karena bankmerupakan tempat terbaik untuk mengatur dan memelihara praktik manajemen bank yangsehat. Pengikutsertaan disiplin pasar mencerminkan fakta bahwa tanpa pasar yang kompetitifdan punitive atas kegagalan bersaing di pasar, maka tidak cukup insentif bagi pemilik bank,pengurus dan nasabah untuk melakukan keputusan keuangan yang tepat. Untuk itu, perludilakukan penyempurnaan terhadap peraturan perbankan. Banyak negara sepakat bahwa salah satu pendekatan yang diperlukan untukmembangun suatu sistem perbankan yang sehat dan kuat adalah dengan memberikan jaminanyang eksplisit bagi nasabah penyimpan. Sebelum pembentukan suatu lembaga penjamin yangpermanen, diperlukan langkah-langkah pembaruan sistem perbankan sebagai prasyarat agarsistem tersebut dapat berjalan efektif. Alasan dasar (rationale) bagi pemerintah untukmemfasilitasi pendirian lembaga penjamin simpanan adalah kepercayaan pada industriperbankan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pada sistem perbankan yangdiawasi secara baik dapat meminimalkan terjadinya kebangkrutan bank, dan kebangkrutantersebut dapat diprediksi dan merupakan kejadian yang dapat dicegah. Selain itu, kesetaraansosial juga merupakan pertimbangan. Perlindungan nasabah kecil dari bankir yang tidakbertanggungjawab adalah suatu pendekatan yang adil dan tepat. Dengan demikian, bankdapat beroperasi secara konsisten dan dipercaya untuk menyediakan kredit dalam jumlahcukup untuk kesehatan perekonomian, mendukung sistem moneter yang aman dan efisien
  17. 17. sekaligus mencegah pengurus bank mengambil risiko berlebihan yang pada gilirannyamenghindari kemungkinan bailout oleh pemerintah. Pada bagian pendahuluan telah dijelaskan sekilas mengenai perbankan. Dari yangtelah dibahas diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa peranan Bank tersebut antara lainsebagai berikut:1. Peranan Bank Dalam Pembangunan Nasional Kegiatan bank dalam menghimpun atau memobilisasi dana yang menganggur dari masyarakat dan perusahaan-perusahaan kemudian disalurkan ke dalam usaha-usaha yang produktif untuk berbagai sektor ekonomi seperti pertanian, pertambangan, perindustrian, pengangkutan, perdagangan dan jasa-jasa lainnya akan meningkatkan pendapatan nasional dan pendapatan masyarakat. Demikian pula akan membuka dan memperluas lapangan atau kesempatan kerja. Sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang menganggur di dalam masyarakat. Kegiatan dalam pemberian jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang dapat membantu memperbesar dan memperlancar arus barang-barang dan jasa-jasa dalam masyarakat.2. Peranan Bank dalam Pembagian Pendapatan Masyarakat Dalam kebijakan pemberian kredit bank mempunyai peranan yang sangat penting karena turut menentukan pembagian pendapatan masyarakat. Kredit merupakan sarana yang ampuh bagi mereka yang memperolehnya, sebab dengan memperoleh kredit seseorang dapat menguasai faktor-faktor produksi untuk kegiatan usahanya. Makin besar kredit yang diperoleh, makin besar pula faktor produksi yang dikuasai, sehingga makin besar pula bagian pendapatan masyarakat yang dapat diraihnya. Sehubungan dengan itu melalui sistem perbankan yang kita miliki dan kebijakan perkreditan yang tepat bank dapat melaksanakan fungsinya dalam membantu pemerintah untuk memeratakan kesempatan berusaha dan pendapatan di dalam masyarakat. Dengan demikian kita dapat turut mewujudkan masyarakat yang kita cita-citakan, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.>>> Sekilas mengenai Peranan Bank Indonesia Dalam Stabilitas Keuangan
  18. 18. Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama BankIndonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan(perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitasmoneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya dalammendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitaskeuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memilikidampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula sebaliknya, stabilitaskeuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuanganmerupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilansistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal.Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistemkeuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakangmengapa stabilitas sistem keuangan juga masih merupakan tugas dan tanggung jawab BankIndonesia. Bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara stabilitas sistem keuangan?Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitassistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalammenjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah: Pertama, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lainmelalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untukmampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini mengingatgangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi.Kebijakan moneter melalui penerapan suku bunga yang terlalu ketat, akan cenderung bersifatmematikan kegiatan ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakanstabilitas moneter, Bank Indonesia telah menerapkan suatu kebijakan yang disebut inflationtargeting framework. Kedua, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembagakeuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan sepertiitu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi. Seperti halnya di negara-negaralain, sektor perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem keuangan. Oleh sebabitu, kegagalan di sektor ini dapat menimbulkan ketidakstabilan keuangan dan menggangguperekonomian. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut, sistem pengawasan dan
  19. 19. kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain itu, disiplin pasar melaluikewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan serta penegakan hukum (lawenforcement) harus dijalankan. Bukti yang ada menunjukkan bahwa negara-negara yangmenerapkan disiplin pasar, memiliki stabilitas sistem keuangan yang kokoh. Sementara itu,upaya penegakan hukum (law enforcement) dimaksudkan untuk melindungi perbankan danstakeholder serta sekaligus mendorong kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untukmenciptakan stabilitas di sektor perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telahmenyusun Arsitektur Perbankan Indonesia dan rencana implementasi Basel II. Ketiga, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaransistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalamsistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius danmengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risikoyang bersifat menular (contagion risk) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifatsistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangirisiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain denganmenerapkan sistem pembayaran yang bersifat real time atau dikenal dengan nama sistemRTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dankecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem pembayaran, Bank Indonesiamemiliki informasi dan keahlian untuk mengidentifikasi risiko potensial dalam sistempembayaran. Keempat, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapatmengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melaluipemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektorkeuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak pada stabilitassistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen danindikator macroprudential untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Hasil riset danpemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalammengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan. Kelima, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuanganmelalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakanperan tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis gunamenghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup
  20. 20. penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepadabank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yangbersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yangmengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untukmembayar kembali. Dalam menjalankan fungsinya sebagai LoLR, Bank Indonesia harusmenghindari terjadinya moral hazard. Oleh karena itu, pertimbangan risiko sistemik danpersyaratan yang ketat harus diterapkan dalam penyediaan likuiditas tersebut.>>>Peranan Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran Bank Indonesia sebagai bank sentral mempunyai peranan penting dalam sistempembayaran. Ada beberapa pihak yang terlibat di dalam sistem pembayaran yaitu pihak yangmenyelenggarakan sistem pembayaran, pihak yang mendukung sistem pembayaran, pihakyang memberikan jasa dalam sistem pembayaran, dan pihak yang mengatur serta mengawasisistem pembayaran. Peranan Bank Indonesia dalam sistem pembayaran sangat luas, karena sebagaioperator, regulator, dan sekaligus sebagai pengawas. Hubungan bank sentral dengan sistempembayaran setiap Negara memiliki kadar yang berbeda, ada yang memiliki keterlibatantinggi (Indonesia), dan ada yang sedikit (Hongkong).Peranan bank sentral dalam sistem pembayaran dapat dilihat pada tabel 1.Tabel 1: Peran Bank Sentral Dalam Sistem PembayaranNegara Keterlibatan Hubungan Dengan Sistem PembayaranHongkong Sedikit Memberi saran dalam regulasiPerancis Sedikit PengawasBrunei Sedikit Dilakukan oleh Brunei Association of BanksUSA Sebagian Pengawas dan OperatorInggris Sebagian Pengawas dan Operator RTGSBelanda Sebagian Pengawas dan OperatorIndonesia Ya Operator, Regulator, dan PengawasJepang Ya Operator dan PengawasMalaysia Ya Kliring dan Transfer ElektroSaudi Arabia Ya Operator dan Pengawas
  21. 21. Sumber: Maxwell, et all. (1996). Chandavarkar (1996). BIS dalam Tri Subari SM, danAscarya (2003).Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Berdasarkan UU. No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, wewenang mengatur,mengawasi, dan memberi atau mencabut izin berdirinya bank mutlak menjadi wewenangBank Indonesia. Luasnya cakupan tugas dan wewenang BankIndonesia menimbulkankerentanan akan keefektifan khususnya tugas pengawasan. Mengingat begitu banyaknyabank-bank umum dan Bank Prekreditan Rakyat yang harus diawasi. Maraknya kasusperbankan seperti kasus Bank Century, City Bank, dan pembobolan bank oleh orang dalammenunjukkan lemahnya system intern bank itu sendiri dan pengawasan oleh Bank Indonesia. Oleh sebab itu, timbul gagasan tugas pengawasan perbankan diserahkan ke lembagakhusus. Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawas sektor jasa keuanganyang independen, dan dibentuk dengan undang-undang yang pembentukannya dilaksanakanselambat-lambatnya 31 Desember 2010. Tetapi sampai dengan akhir tahun 2010, lembagayang rencananya akan diberi nama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum terbentuk. Tarik menarik kepentingan antara Bank Indonesia dengan pihak-pihak lain terusterjadi, sehingga terbentuknya OJK berjalan dengan alot. Rencanana OJK tidak hanyabertugas mengawasi sektor perbankan, tetapi juga jasa keuangan lainnya seperti: asuransi,dana pensiun, bursa efek, bursa berjangka, dan badan penyelenggara program jaminan sosial. Hiruk-pikuk di kalangan pemerintah seputar pencalonan GubernurBankIndonesia selaku pimpinan otoritas moneter di Indonesia menggantikan pimpinansebelumnya yang terganjal kasus aliran dana ke DPR RI beberapa waktu lalu. Mengapabegitu genting hingga akhirnya memunculkan nama Boedionon yang ketika itu menjabatMenko Perekonomian sebagai calon kuat menggantikan Burhanuddin. Apa danbagaimanakah sesungguhnya lembaga yang disebut BankIndonesia? Apa pula peranannyajika dikaitkan dengan konteks perekonomian? Bagaimanakah politik yang mungkindimainkan dalam kekuasaan moneter?Peran Bank Dunia dalam Kemunduran Perekonomian IndonesiaSejarah Bank Dunia Bank Dunia adalah sebuah lembaga keuangan global yang secara struktural berada dibawah PBB dan diistilahkan sebagai “specialized agency”. Bank Dunia dibentuk tahun 1944sebagai hasil dari Konferensi Bretton Woods yang berlangsung di AS. Konferensi itu diikutioleh delegasi dari 44 negara, namun yang paling berperan dalam negosiasi pembentukanBank Dunia adalah AS dan Inggris. Tujuan awal dari dibentuknya Bank Dunia adalah untukmengatur keuangan dunia pasca PD II dan membantu negara-negara korban perang untukmembangun kembali perekonomiannya.
  22. 22. Sejak tahun 1960-an, pemberian pinjaman difokuskan kepada negara-negara non-Eropa untuk membiayai proyek-proyek yang bisa menghasilkan uang, supaya negara yangbersangkutan bisa membayar kembali hutangnya, misalnya proyek pembangunan pelabuhan,jalan tol, atau pembangkit listrik. Era 1968-1980, pinjaman Bank Dunia banyak dikucurkankepada negara-negara Dunia Ketiga, dengan tujuan ideal untuk mengentaskan kemiskinan dinegara-negara tersebut. Pada era itu, pinjaman negara-negara Dunia Ketiga kepada BankDunia meningkat 20% setiap tahunnya.Peran Bank Dunia dalam Ekonomi dan Politik Global Rittberger dan Zangl (2006: 172) menulis, sejak tahun 1970-an Bank Duniamengubah konsentrasinya karena situasi semakin meningkatnya jurang perekonomian antaranegara berkembang dan negara maju. Pada era itu, seiring dengan merdekanya negara-negarayang semula terjajah, jumlah negara berkembang semakin meningkat. Negara-negaraberkembang menuntut distribusi kemakmuran (distribution of welfare) yang lebih merata dannegara-negara maju memenuhi tuntutan ini dengan cara menyuplai dana pembangunan dinegara-negara berkembang. Basis keuangan Bank Dunia adalah modal yang diinvestasikan oleh negara anggotabank ini yang berjumlah 186 negara. Lima pemegang saham terbesar di Bank Dunia adalahAS, Perancis, Jerman, Inggris, dan Jepang. Kelima negara itu berhak menempatkan masing-masing satu Direktur Eksekutif dan merekalah yang akan memilih Presiden Bank Dunia.Secara tradisi, Presiden Bank Dunia adalah orang AS karena AS adalah pemegang sahamterbesar. Sementara itu, 181 negara lain diwakili oleh 19 Direktur Eksekutif (satu DirekturEksekutif akan menjadi wakil dari beberapa negara). Bank Dunia berperan besar dalam membangun kembali tatanan ekonomi liberal pascaPerang Dunia II (Rittberger dan Zangl, 2006: 41). Pembangunan kembali tatanan ekonomiliberal itu dipimpin oleh AS dengan rancangan utama mendirikan sebuah tatananperdagangan dunia liberal. Untuk mencapai tujuan ini, perlu dibentuk tatanan moneter yangberlandaskan mata uang yang bebas untuk dikonversi. Rittberger dan Zangl (2006: 43)menulis, “Perjanjian Bretton Woods mewajibkan negara-negara untuk menjamin kebebasanmata uang mereka untuk dikonversi dan mempertahankan standar pertukaran yang stabilterhadap DollarAS.” Lembaga yang bertugas untuk menjaga kestabilan moneter itu adalah IMF(International Monetary Funds) dan IBRD (International Bank for Reconstruction danDevelopment). IBRD inilah yang kemudian sering disebut “Bank Dunia”. Pendirian BankDunia dan IMF tahun 1944 diikuti oleh pembentukan tatanan perdagangan dunia melaluilembaga bernama GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) pada tahun 1947. Padatahun 1995, GATT berevolusi menjadi WTO (World Trade Organization). Meskipun tugas Bank Dunia adalah mengatur kestabilan moneter, namun dalamprakteknya, Bank Dunia sangat mempengaruhi politik global karena hampir semua negara didunia menjadi penerima hutang dari Bank Dunia. Sejak awal beroperasinya, Bank Duniasudah mempengaruhi politik dalam negeri negara yang menjadi penghutangnya. Penerima
  23. 23. hutang pertama Bank Dunia adalah Perancis, yaitu pada tahun 1947, dengan pinjamansebesar $ 987 juta. Pinjaman itu diberikan dengan syarat yang ketat, antara lain staf dari BankDunia mengawasi penggunaan dana itu dan menjaga agar Perancis mendahulukan membayarhutang kepada Bank Dunia daripada hutangnya kepada negara lain. AS juga ikut campurdalam proses pencairan hutang ini. Kementerian Dalam Negeri AS meminta Perancis agarmengeluarkan kelompok komunis dari koalisi pemerintahan. Hanya beberapa jam setelahPerancis menuruti permintaan itu, pinjaman pun cair. Kebijakan yang diterapkan Bank Dunia yang mempengaruhi kebijakan politik danekonomi suatu negara, disebut SAP (Structural Adjustment Program). Bila negara-negaraingin meminta tambahan hutang, Bank Dunia memerintahkan agar negera penerima hutangmelakukan “perubahan kebijakan” (yang diatur dalam SAP). Bila negara tersebut gagalmenerapkan SAP, Bank Dunia akan memberi sanksi fiskal. Perubahan kebijakan yang diaturdalam SAP antara lain, program pasar bebas, privatisasi, dan deregulasi. Karena adanya SAP ini, tak dapat dipungkiri, pengaruh Bank Dunia terhadap politikdan ekonomi dalam negeri Indonesia juga sangat besar, sebagaimana akan diuraikan berikutini.Kinerja Bank Dunia di Indonesia Bank Dunia telah aktif di Indonesia sejak 1967. Sejak saat itu hingga saat ini, BankDunia telah membiayai lebih dari 280 proyek dan program pembangunan senilai 26,2 milyardollar atau setara dengan Rp243,725 triliun (dengan kurs Rp9.302 per USD). MenurutManaging Director The World Bank Group, Ngozi Okonjo (30/1/2008), pinjaman tersebuttelah digunakan pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan energi, industri, danpertanian. Sementara yang sektor yang paling mendominasi selama 20 tahun pertama yakniinfrastruktur yang pemberiannya kepada masyarakat miskin. Total hutang Indonesia kepadaBank Dunia adalah 243,7 Trilyun rupiah dan total hutang pemerintah Indonesia kepadaberbagai pihak mencapai 1600 Trilyun rupiah. Anggoro (2008) menulis, ada beberapa tugasBank Dunia di Indonesia. Pertama, memimpin Forum CGI. Aggota CGI (Consultative Groupmeeting on Indonesia) adalah 33 negara dan lembaga-lembaga donor yang dikoordinasikanoleh Bank Dunia. CGI “membantu” pembangunan di Indonesia dengan cara memberikanpinjaman uang serta bantuan teknik untuk menciptakan aturan-aturan pasar dan aktivitasekonomi liberal. Dalam hal ini, Bank Dunia bertugas menciptakan pasar yang kuat bagikepentingan negara-negara dan lembaga donor. Tugas kedua Bank Dunia adalah menyediakan hutang dalam jumlah besar,bekerjasama dengan Jepang dan ADB (Asian Development Bank). Tugas Bank Dunia yanglain adalah mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan privatisasi dan kebijakan yangmemihak pada perusahaan-perusahaan besar. Dana hutang yang diberikan kepada Indonesia,antara lain dalam bentuk hutang proyek dan hutang dana segar.a. Hutang Proyek
  24. 24. Hutang proyek adalah hutang dalam bentuk fasilitas berbelanja barang dan jasa secara kredit.Namun, sayangnya, hutang ini justru menjadi alat bagi Bank Dunia untuk memasarkanbarang dan jasa dari negara-negara pemegang saham utama, seperti Amerika, Inggris, Jepangdan lainnya kepada Indonesia.b. Hutang Dana SegarHutang dana segar bisa dicairkan bila Indonesia menerima Program Penyesuaian Struktural(SAP). SAP mensyaratkan pemerintah untuk melakukan perubahan kebijakan yangbentuknya, antara lain:1. swastanisasi (Privatisasi) BUMN dan lembaga-lembaga pendidikan2. deregulasi dan pembukaan peluang bagi investor asing untuk memasuki semua sektor3. pengurangan subsidi kebutuhan-kebutuhan pokok, seperti: beras, listrik, pupuk4. menaikkan tarif telepon dan pos5. menaikkan harga bahan bakar (BBM) Besarnya jumlah hutang (yang terus bertambah) membuat pemerintah juga harus terusmengalokasikan dana APBN untuk membayar hutng dan bunganya. Sebagai illustrasi, dapatkita lihat data APBN 2004 dimana pemerintah mengalokasikan Rp 114.8 trilyun (28% daritotal anggaran) untuk belanja daerah, Rp 113.3 trilyun untuk pembayaran utang dalam danluar negeri (27% dari total anggaran), dan subsidi hanya Rp 23.3 trilyun (5% dari totalanggaran). Dari ketiga komponen anggaran belanja tersebut, anggaran belanja daerah dansubsidi masing-masing mengalami penurunan sebesar Rp 2 trilyun dan Rp 2.1 trilyun.Sedangkan alokasi untuk pembayaran utang mengalami kenaikan sebesar Rp 14.1 trilyun. Komposisi dalam anggaran belanja negara tersebut mencerminkan besarnya bebanutang tidak saja menguras sumber-sumber pendapatan negara, tetapi juga mengorbankankepentingan rakyat berupa pemotongan subsidi dan belanja daerah. Karena itu, meski BankDunia memiliki semboyan “working for a world free of poverty”, namun meski telah lebihdari 60 tahun beroperasi diIndonesia, angka kemiskinan masih tetap tinggi. Data dari BadanPusat Statistik tahun 2009, ada 31,5 juta penduduk miskin di Indonesia. Anggoro (2008), peneliti dari Institute of Global Justice, menulis, kerugian yangdiderita Indonesia karena menerima pinjaman dari Bank Dunia adalah sebagai berikut.1. Kerugian dalam bidang ekonomi  Indonesia kehilangan hasil dari pengilangan minyak dan penambangan mineral (karena diberikan untuk membayar hutang dan karena proses pengilangan dan penambangan itu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan transnational partner Bank Dunia)
  25. 25.  Jebakan hutang yang semakin membesar, karena mayoritas hutang diberikan dengan konsesi pembebasan pajak bagi perusahaan-perusahaan AS dan negara donor lainnya.  Hutang yang diberikan akhirnya kembali dinikmati negara donor karena Indonesia harus membayar “biaya konsultasi” kepada para pakar asing, yang sebenarnya bisa dilakukan oleh para ahli Indonesia sendiri.  Hutang juga dipakai untuk membiayai penelitian-penelitian yang tidak bermanfaat bagi Indonesia melalui kerjasama-kerjasama dengan lembaga penelitian dan universitas-universitas.  Bahkan, sebagian hutang dipakai untuk membangun infrastuktur demi kepentingan perusahaan-perusahaan asing, seperti membangun fasilitas pengeboran di ladang minyak Caltex atau Exxon Mobil. Pembangunan infrastruktur itu dilakukan bukan di bawah kontrol pemerintah Indonesia, tetapi langsung dilakukan oleh Caltex dan Exxon.2. Kerugian dalam bidang politik  Keterikatan pada hutang membuat pemerintah menjadi sangat bergantung kepada Bank Dunia dan mempengaruhi keputusan-keputusan politik yang dibuat pemerintah. Pemerintah harus berkali-kali membuat reformasi hukum yang sesuai dengan kepentingan Bank Dunia.  Hal ini juga diungkapkan ekonom Rizal Ramli (2009), ”Lembaga-lembaga keuangan internasional, seperti Bank Dunia, IMF, ADB, dan sebagainya dalam memberikan pinjaman, biasanya memesan dan menuntut UU ataupun peraturan pemerintah negara yang menerima pinjaman, tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga di bidang sosial. Misalnya, pinjaman sebesar 300 juta dolar AS dari ADB yang ditukar dengan UU Privatisasi BUMN, sejalan dengan kebijakan Neoliberal. UU Migas ditukar dengan pinjaman 400 juta dolar AS dari Bank Dunia.” Cara kerja Bank Dunia (dan lembaga-lembaga donor lainnya) dalammenyeretIndonesia (dan negara-negara berkembang lain) ke dalam jebakan hutang,diceritakan secara detil oleh John Perkins dalam bukunya, “Economic Hit Men”. Perkinsadalah mantan konsultan keuangan yang bekerja pada perusahaan bernama Chas T. Main,yaitu perusahaan konsultan teknik. Perusahaan ini memberikan konsultasi pembangunanproyek-proyek insfrastruktur di negara-negara berkembang yang dananya berasal dari hutangkepada Bank Dunia, IMF, dll. Bank Dunia sesungguhnya telah melanggar Piagam PBB yang menyebutkan, “toemploy international machinery for the promotion of the economic and social advancementof all peoples”. Dengan kata lain, Bank Dunia sebagai salah satu organ PBB mendapatkanmandat untuk membantu meningkatkan kesejahteraan bangsa-bangsa. Bank Dunia malahmemfokuskan operasinya pada penguatan pasar dan keuangan melalui ekspansi ekonomiperusahaan multinasional, dan membiarkan Indonesia selalu berada dalam jeratan hutang takberkesudahan.
  26. 26. BAB III PENUTUP Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengankewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promesatau yang dikenal sebagai Banknote. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupaBank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syariah, dan juga BankPembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Fungsi bank sangat krusial bagi perekonomian suatunegara. Oleh karena itu, keberadaan aset bank dalam bentuk kepercayaan masyarakat sangatpenting dijaga guna meningkatkan efisiensi penggunaan bank dan efisiensi intermediasi sertauntuk mencegah terjadinya bank runs and panics. Peran Perbankan Nasional Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan Perbankanmerupakan salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam menunjang kegiatanpembangunan nasional atau regional. Peran itu diwujudkan dalam fungsi utamanya sebagailembaga intermediasi atau institusi perantara antara debitor dan kreditor. Dengan demikian,pelaku ekonomi yang membutuhkan dana untuk menunjang kegiatannya dapat terpenuhi dankemudian roda perekonomian bergerak. Pentingnya pengawasan juga disebabkan karakteristik usaha Bank. Berbeda denganperusahaan jasa keuangan lainnya bank menyediakan produk berupa penerimaan simpanandan pemberian kredit. Produk dalam bentuk simpanan harus dibayar oleh bank setiap saatatau beberapa waktu setelah adanya permintaan pembayaran dari nasabah.
  27. 27. DAFTAR PUSTAKAhttp://agroterpadu.blogspot.com/2009/02/peran-perbankan-dalam-perekonomian.html.http://id.shvoong.com/business-management/1999272-fungsi-dan-tujuan-perbankanindonesia/#ixzz1qBiSqpYzhttp://id.wikipedia.org/wiki/Bankhttp://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Kebijakan+Moneter/Tinjauan+Kebijakan+Moneter/tkm_0112.htmTitin Susbiantini Soekasno, FE UI, 2010.staffsite.gunadarma.ac.id/kartika/index.php?http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Indonesiahttp://www.bi.go.id/web/id/http://id.wikipedia.org/wiki/Boedionohttp://kolom.pacific.net.id/ind/prof_m._sadli/artikel_prof_m._sadli/menteri_keuangan_berkampanye.html

×