SlideShare a Scribd company logo
LEMBAGA KEUANGAN
             SYARIAH : PERBANKAN
                   SYARIAH


             KELOMPOK 7 :

             ● Pelangi Anggita Putri (1211215058)
             ● Putu Novyanti         (1211215061)




11/06/2012                                          1
Materi Pembahasan
•   Perbankan Syariah
•   Sistem Operasional Perbankan Syariah
•   Produk Perbankan Syariah
•   Perbedaan Bank Syariah dengan Bank
    Konvensional




11/06/2012                             2
UU PERBANKAN SYARIAH
• Di Indonesia, praktek ekonomi Islam,
  khususnya perbankan syariah sudah ada
  sejak 1992. Diawali dengan berdirinya Bank
  Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank-bank
  Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Namun,
  pada decade hingga tahun 1998,
  perkembangan bank syariah boleh dibilang
  agak lambat. Pasalnya, sebelum terbitnya UU
  No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, tidak
  ada perangkat hukum yang mendukung
  sistem operasional bank syariah kecuali UU
  No. 7 Tahun 1992 dan PP No. 72 Tahun 1992.


11/06/2012                                      3
LANJUTAN

• diganti ke dalam undang-undang No. 10
  Tahun 1998 yang menerangkan sistem
  perbankan syariah dengan lebih jelas
  dibandingkan undang-undang sebelumnya.
  Dengan diberlakukannya undang-undang
  tersebut, perbankan di Indonesia dapat
  memberlakukan dual banking system atau
    sistem perbankan ganda, dimana bank
    konvensional dapat beroperasi berdampingan
    dengan bank syariah sebagai suatu unit usaha
    atau bank syariah yang berdiri sendiri

11/06/2012                                     4
LANJUTAN

•      Namun, hal tersebut belum
    sepenuhnya mendorong pertumbuhan
    perbankan syariah yang sebenarnya
    karena masih terpengaruh kepada
    sistem perbankan
    konvensional, sehingga masih sering
    dipersamakan dengan bank
    konvensional.

11/06/2012                                5
LANJUTAN

• Undang-undang tersebut menjadikan
  perbankan syariah sebagai landasan
  hukum yang jelas dari sisi kelembagaan
  dan sistem operasionalnya. Dengan
  kehadiran undang-undang ini memicu
  peluang yang lebih besar yang diberikan
  kepada masyarakat untuk mendapatkan
  pelayanan perbankan sepenuhnya yang
  sesuai dengan syariat islam.

11/06/2012                                  6
SKEMA UNDANG-UNDANG




11/06/2012                         7
Sistem Operasional Perbankan Syariah
 1.SISTEM PENGHIMPUNAN DANA
      a. Sumber Dana         Dana modal, Dana titipan
          masyarakat, dana dari ZIS ( Zakat Infak
          Shadaqah)
      b. Titipan (Al-Wadiah)
      c. Investasi (Mudharabah)


 2.SISTEM PENYALURAN DANA (Financing)
        a.Equity Financing (kebutuhan permodalan)
        b.Debt Financing (kebutuhan pembiayaan)

11/06/2012                                          8
1. SISTEM PENGHIMPUNAN
                  DANA
    Pada dasarnya, dana bank syariah terdiri atas:

    a. Sumber Dana
        Sumber dana yang dapat dihimpun dari
    masyarakat terdiri dari (3) tiga jenis dana, yaitu

    1) Dana modal: dana dari pendiri bank dan dari para
    pemegang saham tersebut
    2) Dana titipan masyarakat
    3) Dana dari ZIS ( Zakat Infak Shadaqah),



11/06/2012                                                9
b.Titipan (Al-Wadiah)
    Salah satu prinsip yang digunakan bank
    syariah dalam penghimpunan dana adalah
    dengan menggunakan prinsip titipan.

    Adapun akad yang sesuai dengan prinsip
    ini adalah Al-Wadiah. Al-Wadiah
    merupakan titipan murni yang setiap saat
    dapat diambil jika pemiliknya
    menghendaki.

11/06/2012                                     10
Jenis Al-Wadiah
1) Wadiah Yad Al-Amanah.             2)Wadiah Yad Adh-Dhomah.
  a.Harta atau benda yg dititipkan
  tidak boleh dimanfaatkan dan         a.Harta atau benda yang
  tdk digunakan oleh penerima          dititipkan diperbolehkan untuk
  titipan                              dimanfaatkan oleh penyimpan

  b.Penerima titipan (bank) hanya      b.Apabila ada hasil dari
  berfungsi sebagai penerima           pemanfaatan benda
  amanah yang bertugas dan             titipan, maka hasil tersebut
  berkewajiban untuk menjaga           menjadi hak dari penyimpanan
  barang yang dititipkan tanpa
  mengambil manfaatnya

  c.Sebagai kompensasi,
  penerima titipan diperkenankan
  untuk membebankan biaya
  (Fee) kepada yang menitipkan.
                                                                        11
c. Investasi (Mudharabah)

    jenis investasi :
    - Mudharabah Muthlaqah
    Dalam prinsip ini hal utama yang menjadi cirinya adalah
    pemilik dana tidak memberikan batasan-batasan atas dana
    yang diinvestasikannya atau dengan kata lain, pengelola
    dana di beri wewenang penuh mengelola tanpa terikat
    waktu, tempat, jenis, usaha, dan jenis pelayanannya.
    Aplikasi perbankan yang sesuai dengan akad ini adalah
    tabungan dan deposito berjangka.
    - Mudharabah Muqayyadah
    Pada jenis akad ini, shahibul maal memberikan batasan atas
    dana yang diinvestasikannya. Pengelola dana hanya bisa
    mengelola dana tersebut sesuai dengan batasan jenis
    usaha, tempat, dan waktu tertentu saja

11/06/2012                                                    12
22. SISTEM PENYALURAN DANA
    Penyaluran dana perbankan syariah dapat dikategorikan menjadi dua
    bentuk, yaitu;


    a.Equity Financing
    Bentuk ini terbagi pula dalam pilihan skim mudharabah
    muthalaqah/muqayyadah atau dalam bentuk musyarakah.
    1) Al-Mudharabah pada pelaksanaan deposit nasabah, maka nasabah
    sebagai penyandang dana bertindak sebagai shahibul maal dan bank
    sebagai mudharib (pengelola dana). Sedangkan pada skim
    pembiayaan, bank bertindak sebagai shahibul maal dan pengelola
    usaha bertindak sebagai mudharib.

    2) Al-Musyarakah adalah akad antara dua orang atau lebih dengan
    menyertakan modal dan dengan keuntungan dibagi sesama mereka
    menurut porsi yang disepakati.




11/06/2012                                                              13
b.Debt Financing
    adalah dalam teori meliputi objek-objek berupa
    pertukaran antara barang dengan barang
    (barter), barang dengan uang, uang dengan
    barang, dan uang dengan uang.

1.Barang dengan uang : transaksi barang dengan
   uang yang dapat di lakukan dengan skim jual
   beli (ba’i) atau pun sewa menyewa (ujrah)
2. Uang dengan Barang :

11/06/2012                                       14
PERBEDAAN SISTEM OPERASIONAL
Bank syariah               Bank konvesional

- Dana masyarakat          - Dana masyarakat berupa
   berupa titipan dan         simpanan yang harus
   investasi yang baru        dibayar bunganya pada
   akan mendapatkan           saat jatuh tempo
   hasil jika diusahakan   - Penyaluran pada sektor
   terlebih dahulu            yang
- Penyaluran pada sektor      menguntungkan, aspek
   usaha yang halal dan       halal tidak menjadi
   menguntungkan              pertimbangan utama


11/06/2012                                        15
PRODUK PERBANKAN SYARIAH
       Secara umum piranti yang digunakan Bank
    Syariah terdiri atas 3 kategori :

1. Produk dari penyaluran dana,
2. Produk dari penghimpunan dana,
3. Produk jasa.



11/06/2012                                   16
1. PRODUK DARI PENYALURAN
                    DANA
         Dibedakan dalam 3 (tiga) kategori yang
     dibedakan berdasar tujuan penggunaannya;

 1. transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk
    memiliki barang, dilakukan dengan prinsip jual beli
 2. transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk
    mendapatkan jasa dilakukan dengan prinsip sewa
 3. transaksi pembiayaan untuk usaha kerja sama yang
    ditujukan guna mendapat sekaligus barang dan
    jasa, dengan prinsip bagi hasil.

11/06/2012                                            17
1.1 Prinsip Jual Beli .
    3 jenis jual beli yang di jadikan dasar dalam pembiayaan modal
    kerja dan investasi dalam perbankan syariah yaitu :

 Bai’ al-Murabahah
       kegiatan jual beli pada harga pokok dengan tambahan
  keuntungan yang disepakati. Dalam hal ini penjual harus
  terlebih dulu memberitahukan harga pokok yang ia beli
  ditambah keuntungan yang diinginkannya.

 Bai’ as-Salam
       pembelian barang yang diserahkan kemudian hari,
  sedangkan pembayaran dilakukan di muka. Prinsip yang
  harus dianut adalah harus diketahui terlebih dulu jenis,
  kualitas dan jumlah barang dan hukum awal pembayaran
  harus dalam bentuk uang.
11/06/2012                                                           18
Bai’ al –Istishna

      Menyerupai salam, namun pembayaran dapat
dilakukan oleh bank dalam beberapa termin
pembayaran. Skim istishna dalam Bank Syariah, umum
dilakukan untuk pembiayaan manufaktur dan
konstruksi. Spesifikasi barang pesanan harus jelas,
seperti: jenis, ukuran, mutu dan jumlah. Harga jual
dicantumkan dalam akad istishna dan tak boleh
berubah selama berlakunya akad.



11/06/2012                                            19
1.2 Prinsip Sewa (Ijarah)
        Pengertian Al-Ijarah adalah akad
    pemindahan hak guna atas ba-rang atau
    jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa
    diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas
    barang itu sendiri. Dalam praktiknya kegiatan
    ini dilakukan oleh perusahaan leasing, baik
    untuk kegiatan operating lease maupun
    financial lease.

11/06/2012                                          20
1.3 Prinsip Bagi Hasil
Prinsip bagi hasil dibagi dua, yaitu:
 Al-Musyarakah
      kerjasama antara kedua pihak atau lebih
  untuk suatu usaha tertentu dimana masing-
  masing pihak memberikan kontribusi dana
  dengan keuntungan dan resiko dutanggung
  bersama sesuai dengan kesepakatan.

Musyarakah :     1. Musyarakah pemilikan .
                 2. Musyarakah akad (kontrak).

11/06/2012                                       21
Musyarakah Pemilikan   tercipta karena warisan, wasiat
                       atau kondisi lainnya yang berakibat
                       pemilikan suatu asset oleh dua
                       orang atau lebih.

Musyarakah Akad        tercipta dengan kesepakatan
                       dimana dua orang atau lebih
                       setuju bahwa tiap orang dari
                       mereka memberikan modal
                       musyarakah dan berbagi
                       keuntungan dan kerugian.




   11/06/2012                                                22
Al- Mudharabah
      akad kerja sama antara dua pihak, di mana pihak
pertama menyediakan seluruh modal dan pihak lain
menjadi pengelola. Keuntungan dibagi menurut
kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Apabila rugi
maka akan ditanggung pemilik modal selama kerugian itu
bukan akibat dari kelalaian si pengelola. Apabila kerugian
diakibatkan kelalaian pengelola, maka si pengelolalah yang
bertanggung jawab.



 11/06/2012                                            23
1.4 Akad Pelengkap
       Untuk mempermudah pelaku
    pembiayaan, diperlukan akad pelengkap.
    Meski tak ditujukan mencari
    keuntungan, dalam akad pelengkap
    dibolehkan untuk meminta pengganti biaya-
    biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan
    akad ini. Besar pengganti biaya sekedar untuk
    menutupi biaya yang benar-benar timbul.

11/06/2012                                          24
Akad Pelengkap yang meliputi :
a. Al-Hiwalah (alih piutang)
        Fasilitas ini lazim untuk membantu supplier mendapatkan
   modal tunai agar dapat melanjutkan produksi. Bank
   mendapat ganti biaya atas jasa pemindahan piutang.

b. Ar-Rahn (gadai)
           kegiatan menahan salah satu harta milik si peminjam
    sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Kegiatan
    seperti ini dilakukan seperti jaminan utang atau gadai.
    Untuk memberi jaminan pembayaran kembali kepada Bank
    dalam memberikan pembiayaan. Barang yang digadaikan
    wajib memenuhi kriteria:a) Milik nasabah sendiri, b)Jelas
    ukuran, sifat dan nilainya, ditentukan berdasar nilai riil
    pasar, c) Dapat dikuasai, tapi tak boleh dimanfaatkan oleh
11/06/2012                                                       25
    bank.
c. Al-Qardh
        pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau
diminta kembali dengan kata lain meminjamkan tanpa meminta
imbalan . Atau juga dalam akad tathwawwu yang berarti saling
membantu dan bukan transaksi komersial.

d. Al-Wakalah (amanat)
         Wakalah atau wakilah artinya penyerahan atau
pendelegasian atau pemberian mandat dari satu pihak kepada pihak
lain. Mandat ini harus dilakukan sesuai dengan yang telah disepakati
oleh si pem-beri mandat.

e.Al- Kafalah (Bank Garnsi)
        Al-Kafalah merupakan jaminan yang diberikan penanggung
ke-pada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau
yang ditanggung. Dapat pula diartikan sebagai pengalihan tanggung
jawab dari satu pihak kepada pihak lain. Dalam dunia perbankan
dapat di-lakukan dalam hal pembiayaan dengan jaminan seseorang.
11/06/2012                                                        26
2. Penghimpunan Dana

        Produk penghimpunan dana dibank
    syariah dapat berupa giro, tabungan, dan
    deposito. Prinsip operasional syariah yang
    diterapkan dalam penghimpunan dana
    masyarakat adalah Al-wadi’ah dan Al-
    mudharabah.



11/06/2012                                       27
1. Al-Wadi’ah
         Dalam segi bahasa dapat diartikan sebagai
      meninggalkan atau meletakkan sesuatu pada orang lain
      untuk di pelihara atau dijaga.
         Prinsip Wadi’ah yang diterapkan dalam Perbankan
      syariah adalah Wadiah Yad Dhamanah yang diterapkan
      pada produk rekening giro. Dalam konsep Wadi’ah Yad
      Dhamanah, Bank dapat mempergunakan dana yang
      dititipkan, akan tetapi bank bertanggung jawab penuh
      atas keutuhan dari dana yang dititipkan.


11/06/2012                                            28
2. Al-Mudharabah

               a) Al-Mudarabah Mutlaqah,
               b) Al-Mudarabah Muqayadah on Balance
                  Sheet,
               c) Al-Mudarabah Muqayadah of Balance
                  Sheet.




  11/06/2012                                     29
a) Al-Mudarabah Mutlaqah

        Mudarabah Mutlaqah adalah Mudarabah yang tidak
   disertai dengan pembatasan penggunaan dana dari Sahibul
   Mal.

 b) Al-Mudarabah Muqayadah on Balance Sheet

       simpanan khusus dimana pemilik dana pemilik dana
   dapat menetapkan syarat-syarat tertentu yang harus
   dipatuhi oleh bank.

 c) Al-Mudarabah Muqayadah of Balance Sheet

           Dalam Mudarabah of Balance Sheet, Bank bertindak
       sebagai arranger (perantara) , yang mempertemukan
       nasabah pemilik modal dan nasabah yang akan menjadi
       mudharib.
11/06/2012                                                    30
3. Produk Jasa

   Bank syariah dapat melakukan berbagai
   pelayanan jasa perbankan kepada nasabah
   dengan mendapat imbalan berupa sewa atau
   keuntungan. Jasa perbankan tersebut antara
   lain berupa :




11/06/2012                                      31
a) Al-Sharf (jual beli valuta asing)

    Pada prinsipnya jual beli valuta asing sejalan dengan
    prinsip Sharf, sepanjang dilakukan pada waktu yang
    sama (spot). Bank mengambil keuntungan dari jual
    beli valuta asing ini.

b) Al-Ijarah (Sewa)

    Jenis kegiatan Ijarah antara lain penyewaan kotak
    simpanan (safe deposit box) dan jasa tata-laksana
    administrasi dokumen (custodian). Bank mendapat
    imbalan sewa dari jasa tersebut.
11/06/2012                                                  32
Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
  No            Perbedaan                Bank Syariah                 Bank Konvensional

   1         Falsafah       Tidak berdasarkan bunga,                 Berdasarkan bunga
                            spekulasi,dan ketidakjelasan.

• 2No Operasionalisasi      -Dana masyarakat berupa titipan dan      - Dana masyarakat
                            investasi yang baru akan mendapatkan     berupa simpanan
• l                         hasil jika diusahakan terlebih dahulu.   yang harus dibayar
                                                                     bunganya pada saat
                            -penyaluran pada usaha yang halal dan
                                                                     jatuh tempo.
                            menguntungkan.
                                                                     - Penyaluran pada
                                                                     sektor yang
                                                                     menguntungkan aspk
                                                                     halal tidak menjadi
                                                                     pertimbangan utama.
   3         Aspek Sosial   Dinyatakan secara eksplisit dan tegas    Tidak diketahui secara
                            yang tertuang di dalam misi dan visi.    tegas.

   4         Organisasi     Harus memiliki Dewan Pengawas            Tidak memili Dewan
                            Syariah.                                 Pengawas Syariah.

11/06/2012                                                                                33
Sekian dari kami . . .
                  Terimakasih 




11/06/2012                            34

More Related Content

What's hot

Bank syari’ah vs bank konvensional
Bank syari’ah vs bank konvensionalBank syari’ah vs bank konvensional
Bank syari’ah vs bank konvensional
Krilekz
 
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank KonvensionalPerbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Eko Mardianto
 
obligasi syariah
obligasi syariah obligasi syariah
obligasi syariah
Yaa Sheikh
 
Perbandingan mandiri dan mandiri syariah
Perbandingan mandiri dan mandiri syariahPerbandingan mandiri dan mandiri syariah
Perbandingan mandiri dan mandiri syariah
dewimita
 
Makalah Perbankan syariah
Makalah Perbankan syariahMakalah Perbankan syariah
Makalah Perbankan syariah
Hana Rosmawati
 
Bank pengkreditan rakyat syariah
Bank pengkreditan rakyat syariahBank pengkreditan rakyat syariah
Bank pengkreditan rakyat syariah
Marya Fitria
 

What's hot (20)

Pegadaian syariah ppt
Pegadaian syariah pptPegadaian syariah ppt
Pegadaian syariah ppt
 
Makalah bprs
Makalah bprsMakalah bprs
Makalah bprs
 
PPT LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
PPT LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAMPPT LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
PPT LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
 
Bank syari’ah vs bank konvensional
Bank syari’ah vs bank konvensionalBank syari’ah vs bank konvensional
Bank syari’ah vs bank konvensional
 
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank KonvensionalPerbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional
 
obligasi syariah
obligasi syariah obligasi syariah
obligasi syariah
 
Rahn (Gadai Syariah)
Rahn (Gadai Syariah)Rahn (Gadai Syariah)
Rahn (Gadai Syariah)
 
Produk Produk Perbankan Syariah
Produk Produk Perbankan SyariahProduk Produk Perbankan Syariah
Produk Produk Perbankan Syariah
 
Bab 5
Bab 5Bab 5
Bab 5
 
Kafalah dan wakalah
Kafalah dan wakalahKafalah dan wakalah
Kafalah dan wakalah
 
Investasi syariah
Investasi syariahInvestasi syariah
Investasi syariah
 
Perbandingan mandiri dan mandiri syariah
Perbandingan mandiri dan mandiri syariahPerbandingan mandiri dan mandiri syariah
Perbandingan mandiri dan mandiri syariah
 
3-Konsep Operasional Bank Syariah
3-Konsep Operasional Bank Syariah3-Konsep Operasional Bank Syariah
3-Konsep Operasional Bank Syariah
 
Mudharabah
MudharabahMudharabah
Mudharabah
 
Faktor Penyebab Pembiayaan Bermasalah Pert.12.pptx
Faktor Penyebab Pembiayaan Bermasalah Pert.12.pptxFaktor Penyebab Pembiayaan Bermasalah Pert.12.pptx
Faktor Penyebab Pembiayaan Bermasalah Pert.12.pptx
 
Makalah Perbankan syariah
Makalah Perbankan syariahMakalah Perbankan syariah
Makalah Perbankan syariah
 
Skema Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah
Skema Pembiayaan Mudharabah dan MusyarakahSkema Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah
Skema Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah
 
Fiqh Muamalah Akad kafalah
Fiqh Muamalah Akad kafalahFiqh Muamalah Akad kafalah
Fiqh Muamalah Akad kafalah
 
Perbankan syariah tugas sebelum uts
Perbankan syariah tugas sebelum uts Perbankan syariah tugas sebelum uts
Perbankan syariah tugas sebelum uts
 
Bank pengkreditan rakyat syariah
Bank pengkreditan rakyat syariahBank pengkreditan rakyat syariah
Bank pengkreditan rakyat syariah
 

Similar to Kelompok 7 perbankan syariah tugas 2

Manajemen Bank Syariah
Manajemen Bank SyariahManajemen Bank Syariah
Manajemen Bank Syariah
Dwi Anita
 
Sistem dan operasional bank syariah
Sistem dan operasional bank syariahSistem dan operasional bank syariah
Sistem dan operasional bank syariah
Jefik Zulfikar
 
Makalah perbankan syariah
Makalah perbankan syariahMakalah perbankan syariah
Makalah perbankan syariah
Iffa Tabahati
 
Analisis laporan keuangan bank syariah
Analisis laporan keuangan bank syariahAnalisis laporan keuangan bank syariah
Analisis laporan keuangan bank syariah
Imba Alfiani
 
Bank syariah ; antara teori dan realita
Bank syariah ; antara teori dan realitaBank syariah ; antara teori dan realita
Bank syariah ; antara teori dan realita
Shidiq040690
 
Bank syarie28099ah
Bank syarie28099ahBank syarie28099ah
Bank syarie28099ah
Asep Sahwani
 
PERBANKAN ISLAM DAN ASURANSI SYARIAH
PERBANKAN ISLAM DAN ASURANSI SYARIAHPERBANKAN ISLAM DAN ASURANSI SYARIAH
PERBANKAN ISLAM DAN ASURANSI SYARIAH
Helda Delicia
 
Pendahuluan
PendahuluanPendahuluan
Pendahuluan
liliws
 
Perbankan syariah
Perbankan syariahPerbankan syariah
Perbankan syariah
Qiqi Aw
 
6. Manajemen Bank Berdasarkan Prinsip Syariah.pptx
6. Manajemen Bank Berdasarkan Prinsip Syariah.pptx6. Manajemen Bank Berdasarkan Prinsip Syariah.pptx
6. Manajemen Bank Berdasarkan Prinsip Syariah.pptx
AdiyathRandy
 
3. Kegiatan-Kegiatan Bank.pptx
3. Kegiatan-Kegiatan Bank.pptx3. Kegiatan-Kegiatan Bank.pptx
3. Kegiatan-Kegiatan Bank.pptx
AdiyathRandy
 

Similar to Kelompok 7 perbankan syariah tugas 2 (20)

Manajemen Bank Syariah
Manajemen Bank SyariahManajemen Bank Syariah
Manajemen Bank Syariah
 
Sistem dan operasional bank syariah
Sistem dan operasional bank syariahSistem dan operasional bank syariah
Sistem dan operasional bank syariah
 
Makalah perbankan syariah
Makalah perbankan syariahMakalah perbankan syariah
Makalah perbankan syariah
 
Materi 05
Materi 05Materi 05
Materi 05
 
Analisis laporan keuangan bank syariah
Analisis laporan keuangan bank syariahAnalisis laporan keuangan bank syariah
Analisis laporan keuangan bank syariah
 
Bab 4
Bab 4Bab 4
Bab 4
 
Bab 4
Bab 4Bab 4
Bab 4
 
Bank syariah ; antara teori dan realita
Bank syariah ; antara teori dan realitaBank syariah ; antara teori dan realita
Bank syariah ; antara teori dan realita
 
Alokasi Penggunaan Dana Yang Dihimpun Dari Pihak Ketiga _Pelatihan "Effective...
Alokasi Penggunaan Dana Yang Dihimpun Dari Pihak Ketiga _Pelatihan "Effective...Alokasi Penggunaan Dana Yang Dihimpun Dari Pihak Ketiga _Pelatihan "Effective...
Alokasi Penggunaan Dana Yang Dihimpun Dari Pihak Ketiga _Pelatihan "Effective...
 
Kajian ekonomi dan keuangan
Kajian ekonomi dan keuanganKajian ekonomi dan keuangan
Kajian ekonomi dan keuangan
 
Bank syarie28099ah
Bank syarie28099ahBank syarie28099ah
Bank syarie28099ah
 
PERBANKAN ISLAM DAN ASURANSI SYARIAH
PERBANKAN ISLAM DAN ASURANSI SYARIAHPERBANKAN ISLAM DAN ASURANSI SYARIAH
PERBANKAN ISLAM DAN ASURANSI SYARIAH
 
Pendahuluan
PendahuluanPendahuluan
Pendahuluan
 
Perbankan syariah
Perbankan syariahPerbankan syariah
Perbankan syariah
 
Syariah
SyariahSyariah
Syariah
 
6. Manajemen Bank Berdasarkan Prinsip Syariah.pptx
6. Manajemen Bank Berdasarkan Prinsip Syariah.pptx6. Manajemen Bank Berdasarkan Prinsip Syariah.pptx
6. Manajemen Bank Berdasarkan Prinsip Syariah.pptx
 
3. Kegiatan-Kegiatan Bank.pptx
3. Kegiatan-Kegiatan Bank.pptx3. Kegiatan-Kegiatan Bank.pptx
3. Kegiatan-Kegiatan Bank.pptx
 
Tugas perbankan syariah
Tugas perbankan syariahTugas perbankan syariah
Tugas perbankan syariah
 
Karakteristik dan Produk-produk bank syariah.ppt
Karakteristik dan Produk-produk bank syariah.pptKarakteristik dan Produk-produk bank syariah.ppt
Karakteristik dan Produk-produk bank syariah.ppt
 
Syariah Islamic Bank
Syariah Islamic BankSyariah Islamic Bank
Syariah Islamic Bank
 

More from PELANGI ANGGITA

Tugas mata kuliah pengantar manajemen
Tugas mata kuliah pengantar manajemenTugas mata kuliah pengantar manajemen
Tugas mata kuliah pengantar manajemen
PELANGI ANGGITA
 
Modul payroll myob v13 full
Modul payroll myob v13 fullModul payroll myob v13 full
Modul payroll myob v13 full
PELANGI ANGGITA
 
Monitoring gbpp ekonomi syariah
Monitoring gbpp ekonomi syariahMonitoring gbpp ekonomi syariah
Monitoring gbpp ekonomi syariah
PELANGI ANGGITA
 

More from PELANGI ANGGITA (12)

MAKALAH AKUNTANSI PERPAJAKAN - PPH 21
MAKALAH AKUNTANSI PERPAJAKAN - PPH 21MAKALAH AKUNTANSI PERPAJAKAN - PPH 21
MAKALAH AKUNTANSI PERPAJAKAN - PPH 21
 
MAKALAH SIKLUS BESAR DAN PELAPORAN
MAKALAH SIKLUS BESAR DAN PELAPORANMAKALAH SIKLUS BESAR DAN PELAPORAN
MAKALAH SIKLUS BESAR DAN PELAPORAN
 
SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN
SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORANSIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN
SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN
 
MACAM-MACAM SIKLUS SIA
MACAM-MACAM SIKLUS SIAMACAM-MACAM SIKLUS SIA
MACAM-MACAM SIKLUS SIA
 
Tugas mata kuliah pengantar manajemen
Tugas mata kuliah pengantar manajemenTugas mata kuliah pengantar manajemen
Tugas mata kuliah pengantar manajemen
 
Modul payroll myob v13 full
Modul payroll myob v13 fullModul payroll myob v13 full
Modul payroll myob v13 full
 
Modul payroll myob v13 full
Modul payroll myob v13 fullModul payroll myob v13 full
Modul payroll myob v13 full
 
Modul payroll myob v13 full
Modul payroll myob v13 fullModul payroll myob v13 full
Modul payroll myob v13 full
 
Modul payroll myob v13
Modul payroll myob v13 Modul payroll myob v13
Modul payroll myob v13
 
Contoh bussines plan yang menguntungkan
Contoh bussines plan yang menguntungkanContoh bussines plan yang menguntungkan
Contoh bussines plan yang menguntungkan
 
Contoh bussines plan
Contoh bussines planContoh bussines plan
Contoh bussines plan
 
Monitoring gbpp ekonomi syariah
Monitoring gbpp ekonomi syariahMonitoring gbpp ekonomi syariah
Monitoring gbpp ekonomi syariah
 

Kelompok 7 perbankan syariah tugas 2

  • 1. LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH : PERBANKAN SYARIAH KELOMPOK 7 : ● Pelangi Anggita Putri (1211215058) ● Putu Novyanti (1211215061) 11/06/2012 1
  • 2. Materi Pembahasan • Perbankan Syariah • Sistem Operasional Perbankan Syariah • Produk Perbankan Syariah • Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional 11/06/2012 2
  • 3. UU PERBANKAN SYARIAH • Di Indonesia, praktek ekonomi Islam, khususnya perbankan syariah sudah ada sejak 1992. Diawali dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank-bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Namun, pada decade hingga tahun 1998, perkembangan bank syariah boleh dibilang agak lambat. Pasalnya, sebelum terbitnya UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, tidak ada perangkat hukum yang mendukung sistem operasional bank syariah kecuali UU No. 7 Tahun 1992 dan PP No. 72 Tahun 1992. 11/06/2012 3
  • 4. LANJUTAN • diganti ke dalam undang-undang No. 10 Tahun 1998 yang menerangkan sistem perbankan syariah dengan lebih jelas dibandingkan undang-undang sebelumnya. Dengan diberlakukannya undang-undang tersebut, perbankan di Indonesia dapat memberlakukan dual banking system atau sistem perbankan ganda, dimana bank konvensional dapat beroperasi berdampingan dengan bank syariah sebagai suatu unit usaha atau bank syariah yang berdiri sendiri 11/06/2012 4
  • 5. LANJUTAN • Namun, hal tersebut belum sepenuhnya mendorong pertumbuhan perbankan syariah yang sebenarnya karena masih terpengaruh kepada sistem perbankan konvensional, sehingga masih sering dipersamakan dengan bank konvensional. 11/06/2012 5
  • 6. LANJUTAN • Undang-undang tersebut menjadikan perbankan syariah sebagai landasan hukum yang jelas dari sisi kelembagaan dan sistem operasionalnya. Dengan kehadiran undang-undang ini memicu peluang yang lebih besar yang diberikan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan perbankan sepenuhnya yang sesuai dengan syariat islam. 11/06/2012 6
  • 8. Sistem Operasional Perbankan Syariah 1.SISTEM PENGHIMPUNAN DANA a. Sumber Dana Dana modal, Dana titipan masyarakat, dana dari ZIS ( Zakat Infak Shadaqah) b. Titipan (Al-Wadiah) c. Investasi (Mudharabah) 2.SISTEM PENYALURAN DANA (Financing) a.Equity Financing (kebutuhan permodalan) b.Debt Financing (kebutuhan pembiayaan) 11/06/2012 8
  • 9. 1. SISTEM PENGHIMPUNAN DANA Pada dasarnya, dana bank syariah terdiri atas: a. Sumber Dana Sumber dana yang dapat dihimpun dari masyarakat terdiri dari (3) tiga jenis dana, yaitu 1) Dana modal: dana dari pendiri bank dan dari para pemegang saham tersebut 2) Dana titipan masyarakat 3) Dana dari ZIS ( Zakat Infak Shadaqah), 11/06/2012 9
  • 10. b.Titipan (Al-Wadiah) Salah satu prinsip yang digunakan bank syariah dalam penghimpunan dana adalah dengan menggunakan prinsip titipan. Adapun akad yang sesuai dengan prinsip ini adalah Al-Wadiah. Al-Wadiah merupakan titipan murni yang setiap saat dapat diambil jika pemiliknya menghendaki. 11/06/2012 10
  • 11. Jenis Al-Wadiah 1) Wadiah Yad Al-Amanah. 2)Wadiah Yad Adh-Dhomah. a.Harta atau benda yg dititipkan tidak boleh dimanfaatkan dan a.Harta atau benda yang tdk digunakan oleh penerima dititipkan diperbolehkan untuk titipan dimanfaatkan oleh penyimpan b.Penerima titipan (bank) hanya b.Apabila ada hasil dari berfungsi sebagai penerima pemanfaatan benda amanah yang bertugas dan titipan, maka hasil tersebut berkewajiban untuk menjaga menjadi hak dari penyimpanan barang yang dititipkan tanpa mengambil manfaatnya c.Sebagai kompensasi, penerima titipan diperkenankan untuk membebankan biaya (Fee) kepada yang menitipkan. 11
  • 12. c. Investasi (Mudharabah) jenis investasi : - Mudharabah Muthlaqah Dalam prinsip ini hal utama yang menjadi cirinya adalah pemilik dana tidak memberikan batasan-batasan atas dana yang diinvestasikannya atau dengan kata lain, pengelola dana di beri wewenang penuh mengelola tanpa terikat waktu, tempat, jenis, usaha, dan jenis pelayanannya. Aplikasi perbankan yang sesuai dengan akad ini adalah tabungan dan deposito berjangka. - Mudharabah Muqayyadah Pada jenis akad ini, shahibul maal memberikan batasan atas dana yang diinvestasikannya. Pengelola dana hanya bisa mengelola dana tersebut sesuai dengan batasan jenis usaha, tempat, dan waktu tertentu saja 11/06/2012 12
  • 13. 22. SISTEM PENYALURAN DANA Penyaluran dana perbankan syariah dapat dikategorikan menjadi dua bentuk, yaitu; a.Equity Financing Bentuk ini terbagi pula dalam pilihan skim mudharabah muthalaqah/muqayyadah atau dalam bentuk musyarakah. 1) Al-Mudharabah pada pelaksanaan deposit nasabah, maka nasabah sebagai penyandang dana bertindak sebagai shahibul maal dan bank sebagai mudharib (pengelola dana). Sedangkan pada skim pembiayaan, bank bertindak sebagai shahibul maal dan pengelola usaha bertindak sebagai mudharib. 2) Al-Musyarakah adalah akad antara dua orang atau lebih dengan menyertakan modal dan dengan keuntungan dibagi sesama mereka menurut porsi yang disepakati. 11/06/2012 13
  • 14. b.Debt Financing adalah dalam teori meliputi objek-objek berupa pertukaran antara barang dengan barang (barter), barang dengan uang, uang dengan barang, dan uang dengan uang. 1.Barang dengan uang : transaksi barang dengan uang yang dapat di lakukan dengan skim jual beli (ba’i) atau pun sewa menyewa (ujrah) 2. Uang dengan Barang : 11/06/2012 14
  • 15. PERBEDAAN SISTEM OPERASIONAL Bank syariah Bank konvesional - Dana masyarakat - Dana masyarakat berupa berupa titipan dan simpanan yang harus investasi yang baru dibayar bunganya pada akan mendapatkan saat jatuh tempo hasil jika diusahakan - Penyaluran pada sektor terlebih dahulu yang - Penyaluran pada sektor menguntungkan, aspek usaha yang halal dan halal tidak menjadi menguntungkan pertimbangan utama 11/06/2012 15
  • 16. PRODUK PERBANKAN SYARIAH Secara umum piranti yang digunakan Bank Syariah terdiri atas 3 kategori : 1. Produk dari penyaluran dana, 2. Produk dari penghimpunan dana, 3. Produk jasa. 11/06/2012 16
  • 17. 1. PRODUK DARI PENYALURAN DANA Dibedakan dalam 3 (tiga) kategori yang dibedakan berdasar tujuan penggunaannya; 1. transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk memiliki barang, dilakukan dengan prinsip jual beli 2. transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk mendapatkan jasa dilakukan dengan prinsip sewa 3. transaksi pembiayaan untuk usaha kerja sama yang ditujukan guna mendapat sekaligus barang dan jasa, dengan prinsip bagi hasil. 11/06/2012 17
  • 18. 1.1 Prinsip Jual Beli . 3 jenis jual beli yang di jadikan dasar dalam pembiayaan modal kerja dan investasi dalam perbankan syariah yaitu :  Bai’ al-Murabahah kegiatan jual beli pada harga pokok dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam hal ini penjual harus terlebih dulu memberitahukan harga pokok yang ia beli ditambah keuntungan yang diinginkannya.  Bai’ as-Salam pembelian barang yang diserahkan kemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka. Prinsip yang harus dianut adalah harus diketahui terlebih dulu jenis, kualitas dan jumlah barang dan hukum awal pembayaran harus dalam bentuk uang. 11/06/2012 18
  • 19. Bai’ al –Istishna Menyerupai salam, namun pembayaran dapat dilakukan oleh bank dalam beberapa termin pembayaran. Skim istishna dalam Bank Syariah, umum dilakukan untuk pembiayaan manufaktur dan konstruksi. Spesifikasi barang pesanan harus jelas, seperti: jenis, ukuran, mutu dan jumlah. Harga jual dicantumkan dalam akad istishna dan tak boleh berubah selama berlakunya akad. 11/06/2012 19
  • 20. 1.2 Prinsip Sewa (Ijarah) Pengertian Al-Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas ba-rang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri. Dalam praktiknya kegiatan ini dilakukan oleh perusahaan leasing, baik untuk kegiatan operating lease maupun financial lease. 11/06/2012 20
  • 21. 1.3 Prinsip Bagi Hasil Prinsip bagi hasil dibagi dua, yaitu:  Al-Musyarakah kerjasama antara kedua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing- masing pihak memberikan kontribusi dana dengan keuntungan dan resiko dutanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Musyarakah : 1. Musyarakah pemilikan . 2. Musyarakah akad (kontrak). 11/06/2012 21
  • 22. Musyarakah Pemilikan tercipta karena warisan, wasiat atau kondisi lainnya yang berakibat pemilikan suatu asset oleh dua orang atau lebih. Musyarakah Akad tercipta dengan kesepakatan dimana dua orang atau lebih setuju bahwa tiap orang dari mereka memberikan modal musyarakah dan berbagi keuntungan dan kerugian. 11/06/2012 22
  • 23. Al- Mudharabah akad kerja sama antara dua pihak, di mana pihak pertama menyediakan seluruh modal dan pihak lain menjadi pengelola. Keuntungan dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Apabila rugi maka akan ditanggung pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat dari kelalaian si pengelola. Apabila kerugian diakibatkan kelalaian pengelola, maka si pengelolalah yang bertanggung jawab. 11/06/2012 23
  • 24. 1.4 Akad Pelengkap Untuk mempermudah pelaku pembiayaan, diperlukan akad pelengkap. Meski tak ditujukan mencari keuntungan, dalam akad pelengkap dibolehkan untuk meminta pengganti biaya- biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan akad ini. Besar pengganti biaya sekedar untuk menutupi biaya yang benar-benar timbul. 11/06/2012 24
  • 25. Akad Pelengkap yang meliputi : a. Al-Hiwalah (alih piutang) Fasilitas ini lazim untuk membantu supplier mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksi. Bank mendapat ganti biaya atas jasa pemindahan piutang. b. Ar-Rahn (gadai) kegiatan menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Kegiatan seperti ini dilakukan seperti jaminan utang atau gadai. Untuk memberi jaminan pembayaran kembali kepada Bank dalam memberikan pembiayaan. Barang yang digadaikan wajib memenuhi kriteria:a) Milik nasabah sendiri, b)Jelas ukuran, sifat dan nilainya, ditentukan berdasar nilai riil pasar, c) Dapat dikuasai, tapi tak boleh dimanfaatkan oleh 11/06/2012 25 bank.
  • 26. c. Al-Qardh pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali dengan kata lain meminjamkan tanpa meminta imbalan . Atau juga dalam akad tathwawwu yang berarti saling membantu dan bukan transaksi komersial. d. Al-Wakalah (amanat) Wakalah atau wakilah artinya penyerahan atau pendelegasian atau pemberian mandat dari satu pihak kepada pihak lain. Mandat ini harus dilakukan sesuai dengan yang telah disepakati oleh si pem-beri mandat. e.Al- Kafalah (Bank Garnsi) Al-Kafalah merupakan jaminan yang diberikan penanggung ke-pada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Dapat pula diartikan sebagai pengalihan tanggung jawab dari satu pihak kepada pihak lain. Dalam dunia perbankan dapat di-lakukan dalam hal pembiayaan dengan jaminan seseorang. 11/06/2012 26
  • 27. 2. Penghimpunan Dana Produk penghimpunan dana dibank syariah dapat berupa giro, tabungan, dan deposito. Prinsip operasional syariah yang diterapkan dalam penghimpunan dana masyarakat adalah Al-wadi’ah dan Al- mudharabah. 11/06/2012 27
  • 28. 1. Al-Wadi’ah Dalam segi bahasa dapat diartikan sebagai meninggalkan atau meletakkan sesuatu pada orang lain untuk di pelihara atau dijaga. Prinsip Wadi’ah yang diterapkan dalam Perbankan syariah adalah Wadiah Yad Dhamanah yang diterapkan pada produk rekening giro. Dalam konsep Wadi’ah Yad Dhamanah, Bank dapat mempergunakan dana yang dititipkan, akan tetapi bank bertanggung jawab penuh atas keutuhan dari dana yang dititipkan. 11/06/2012 28
  • 29. 2. Al-Mudharabah a) Al-Mudarabah Mutlaqah, b) Al-Mudarabah Muqayadah on Balance Sheet, c) Al-Mudarabah Muqayadah of Balance Sheet. 11/06/2012 29
  • 30. a) Al-Mudarabah Mutlaqah Mudarabah Mutlaqah adalah Mudarabah yang tidak disertai dengan pembatasan penggunaan dana dari Sahibul Mal. b) Al-Mudarabah Muqayadah on Balance Sheet simpanan khusus dimana pemilik dana pemilik dana dapat menetapkan syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi oleh bank. c) Al-Mudarabah Muqayadah of Balance Sheet Dalam Mudarabah of Balance Sheet, Bank bertindak sebagai arranger (perantara) , yang mempertemukan nasabah pemilik modal dan nasabah yang akan menjadi mudharib. 11/06/2012 30
  • 31. 3. Produk Jasa Bank syariah dapat melakukan berbagai pelayanan jasa perbankan kepada nasabah dengan mendapat imbalan berupa sewa atau keuntungan. Jasa perbankan tersebut antara lain berupa : 11/06/2012 31
  • 32. a) Al-Sharf (jual beli valuta asing) Pada prinsipnya jual beli valuta asing sejalan dengan prinsip Sharf, sepanjang dilakukan pada waktu yang sama (spot). Bank mengambil keuntungan dari jual beli valuta asing ini. b) Al-Ijarah (Sewa) Jenis kegiatan Ijarah antara lain penyewaan kotak simpanan (safe deposit box) dan jasa tata-laksana administrasi dokumen (custodian). Bank mendapat imbalan sewa dari jasa tersebut. 11/06/2012 32
  • 33. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional No Perbedaan Bank Syariah Bank Konvensional 1 Falsafah Tidak berdasarkan bunga, Berdasarkan bunga spekulasi,dan ketidakjelasan. • 2No Operasionalisasi -Dana masyarakat berupa titipan dan - Dana masyarakat investasi yang baru akan mendapatkan berupa simpanan • l hasil jika diusahakan terlebih dahulu. yang harus dibayar bunganya pada saat -penyaluran pada usaha yang halal dan jatuh tempo. menguntungkan. - Penyaluran pada sektor yang menguntungkan aspk halal tidak menjadi pertimbangan utama. 3 Aspek Sosial Dinyatakan secara eksplisit dan tegas Tidak diketahui secara yang tertuang di dalam misi dan visi. tegas. 4 Organisasi Harus memiliki Dewan Pengawas Tidak memili Dewan Syariah. Pengawas Syariah. 11/06/2012 33
  • 34. Sekian dari kami . . . Terimakasih  11/06/2012 34

Editor's Notes

  1. aja