Your SlideShare is downloading. ×

Peranan TIK dalam Pembelajaran

15,613

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
15,613
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
384
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. MAKALAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah :TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Dosen : Dr. H. Fatah Sulaiman, MT DI SUSUN OLEH: MOKHAMMAD CHIMPU SUHASNA NIM. 2321110099 KELAS : B, SEMESTER : III TEKNOLOGI PEMBELAJARAN (TPM) UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA PROGRAM PASCA SARJANA BANTEN 2012
  • 2. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR..................................................................................iDAFTAR ISI...............................................................................................iiBAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ........................................................... 1.2. Rumusan masalah ................................................................... 1.3. Maksud dan tujuan ...................................................................BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Sejarah dan Perkembangan TIK.............................................. 2.2. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi ..................... 2.3. Pengertian Pembelajaran .........................................................BAB III PEMBAHASAN 3.1. Kedudukan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran ........ 3.2. TIK sebagai solusi pemecahan permasalahan-permasalahan dalam kegiatan pembelajaran .................................................. 3.3. Permasalahan-permasalahan di Indonesia dalam mendukung dan mengembangkan TIK dalam bidang pendidikan................BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan ............................................................................... 4.2. Saran.........................................................................................DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRAN
  • 3. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang masalah Seiring dengan perkembangan zaman dan era globalisasi yangditandai dengan pesatnya produk dan pemanfaatan teknologi informasi,maka konsepsi penyelenggaraan pembelajaran telah bergeser padaupaya perwujudan pembelajaran yang modern. Pada dasarnya ciri modern di sini sebelumnya telah dicapai dalamperkembangan dunia pendidikan dan pembelajaran, tetapo hal itu masihdalam taraf software intellegence. Hal tersebut berkembang sejak paratokoh teori belajar, seperti Ivan Pavlop, B.F Skinner, Ausabel, RobertGagne, Benjamin S. Bloom, menemukan pola-pola berpikir danpengondisian belajar manusia. Meskipun demikian, sensitivisitas yang dimiliki manusia tidak selamanya menetap, dan lahirlah konsep-konseppembelejaran yang mencoba menggabungkan produk softwareintellegence tersebut dalam komponen hardware intellegence-nya yangberkembang setelah Robert Heinich, Leslie, J. Briggs, dan Rita Racheymengembangkan konsep teknologi Pembelajaran, yang pada dasarnyaKonsep Teknologi Pendidikan ini masih tertuju pada upaya melahirkanprosedur-prosedur pemecahan belajar manusia, tetapi salah satupemecahan tersebut dewasa ini, diantaranya telah ditemukan, yaituinovasi pendidikan dalam model pembelajaran berbasis Teknologiinformasi. Sebagai contoh, yaitu animation learning, games learning,tutorial computer based learning. Seiring dengan temuan dan perkembangan software dan hardwaredalam upaya mewujudkan konsep pembelajaran-pembelajaran modern,maka di era tahun 1977 – sekarangini kelompok software intellegence iniberhasil menemukan pola-pola berpikir dan pemberdayaan kemampuanotak manusia yang mampu mengimbangi kecepatan kerja produkhardware intellegence, mereka inilah yang memunculkan konsep-konsep
  • 4. belajar quantum, accelerated learning, integrated learning, dansejenisnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai cirieksponensial yaitu semakin lama semakin cepat, karena hasil dari suatutahap menjadi dasar dan alasan bagi tahap selanjutnya. Ditinjau dariperan ekonominya teknologi merupakan pendorong utama bagipenciptaan nilai tambah ekonomis. Nilai tambah ini dinikmati oleh parapelaku ekonomi, sehingga menaikkan kualitas kehidupannya. Dengannaiknya kualitas kehidupan maka semakin besar pula dorongan untukpenciptaan nilai tambah agar peningkatan kualitas hidup ituberkesinambungan. Tidak mengherankan bahwa bukan sajaperkembangannya semakin cepat tapi peranan ilmu pengetahuan danteknologi dalam masyarakat modern bertambah lama bertambah penting.Pengembangan ilmu pengetahuan berjalan aktif di segala bidang yaitukesehatan, pertanian, ilmu ekonomi, ilmu sosial, ilmu pengetahuan alamdan sebagainya. Akan tetapi jika diamati lebih teliti ada empat bidang ilmupengetahuan dan teknoilogi strategis yang akan menentukan masa depandunia, dna karena itu akan berkembang dengan cepat dan denganprioritas yang tinggi bagi umat manusia, yaitu :Material, Energi,Mikroelektronik dan Bioteknologi. Secara umum teknologi deawasa initelah merambah kepada berbagai aspek di masyarakat, tidakhnya untukindustri, ekonomi, sosial maupun pendidikan dan khususnyapembelajaran. Dari uraian diatas, maka konsep-konsep pembelajaran moderndiharapkan mampu menggabungkan produk dari kelompok-kelompoksoftware intellegence dan hardware intellegence dalam duniapembelajaran.1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka rumusanmasalah dalam makalah ini adalah:
  • 5. 1. Bagimanakah kedudukan dan pemanfaatan TIK dalam proses kegiatan pembelajaran di sekolah? 2. Apakah TIK dapat memberikan solusi atau pemecahan permasalahan-permasalahan dalam proses kegiatan pembelajaran di sekolah? 3. Bagimanakah permasalahan-permasalahan di Indonesia dalam mendukung dan mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam berbagai bidang khususnya bidang pendidikan?1.3. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untukmengetahui dan mempelajari kedudukan dan pemanfaatan TIK dalamproses kegiatan pembelajaran di sekolah, pemecahan permasalahandalam proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan TIK, sertabagimanakah permasalahan-permasalahan di Indonesia dalampenggunaan dan pemanfaatan TIK khususnya bidang pendidikan.
  • 6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1. Sejarah perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bila dilacak ke belakang, terdapat beberapa tonggakperkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbanganterhadap eksistensi TIK saat ini. Pertama, adanya penemuan telepon olehAlexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penggelaran jaringan komunikasi dengan kabel yangmelilit seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian di ikuti pemasangankabel komunikasi trans-atlantik. Inilah infrastruktur masif pertama yangdibangun manusia untuk komunkasi global. Memasuki abad ke-20,tepatnya antara tahun 1910-1920, terealisasi transmisi suara tanpa kabelmelalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel segera berkembang pesat dankemudian di ikuti pula oleh transmisi audiovisual tanpa kabel, yangberwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertamaberoperasi pada tahun 1943, yang kemudian diikuti oleh tahapanminiaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor padatahun 1947, dan rangkaian terpadu pada tahun 1957. Perkembanganteknologi elektronika, yang merupakan sokoguru TIK saat ini,mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin. PersainganIPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (eks UniSovyet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upayaminiaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruangangkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik,melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkanmikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi “otak” perangkat keraskomputer, dan terus berevolusi sampai saat ini. Di lain pihak, perangkat telekomunikasi berkembang pesat saatmulai diimplementasikan teknologi digital menggantikan teknologi analogyang mulai menampakan batas-batas maksimal pengekplorasiannya.
  • 7. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi denganperangkat komputer yang dari awal merupakan perangkat yangmengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat inimuncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasidan komputerisasi inilah kandungan isi (content) berupa multimediamendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensitelekomunikasi-komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21,sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi Industri. Jika revolusiindustri menjadikan mesin-mesin sebagi pengganti “otot” manusia,revolusi digital menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atausetidaknya meningkatkan kemampuan) “otak” manusia. Selanjutnya bagaimanakah sejarah perkembangan TIK diIndonesia? Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dariIlmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara umum adalah semuateknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan(akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajianinformasi (Kementrian Negara Riset dan Teknologi, 2006:6). Semuaperangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi dan infrastrukturkomputer maupun telekomunikasi. Tercakup dalam definisi tersebut istilahTIK atau ICT (Information and Communication Technology), atau yangdikalangan negara Asia berbahasa Inggris disebut Infocom, munculsetalah berpadunya teknologi teknologi komputer (baik perangkat kerasmaupun perangkat lunak) dan teknologi informasi sebagai saranapenyebaran informasi pada paruh kedua abad ke-20. Perpaduan keduateknologi tersebut berkembang sangat pesat, jauh melampaui bidang-bidang teknologi lainnya. Menyadari pentingnya TIK sebagai bidang yang berperan dalampembangunan nasional, Kementrian Negara Riset dan Teknologimemberikan arahan sektor-sektor yang mana revolusi digital. Indonesiapernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk maksud yangkurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionarymendeskripsikan telematics sebagai telecommunication+informatics
  • 8. (telekomunikasi+informatika), meskipun sebelumnya kata itu bermaknascience of data transmission.2.2. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, technologia, techneyang berarti ‘keahlian’ dan logia yang berarti ‘pengetahuan’. Dalampengertian yang sempit, teknologi mengacu pada objek benda yangdipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin,perkakas, atau perangkat keras. Dalam pengertian yang lebih luas, teknologi dapat meliputipengertian sistem, organisasi, juga teknik. Akan tetapi, seiring denganperkembangan dan kemajuan zaman, pengertian teknologi menjadisemakin meluas, sehingga saat ini teknologi merupakan sebuah konsepyang berkaitan dengan jenis penggunaan dan pengetahuan tentang alatdan keahlian, dan bagaimana ia dapat memberi pengaruh padakemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengubah sesuatu yangada di sekitarnya. Jadi teknologi adalah semacam perpanjangan tangan manusiauntuk dapat memanfaatkan alam dan sesuatu yang ada di sekelilingnyasecara lebih maksimal. Dengan demikian, secara sederhana teknologibertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan manusia,Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salahsatunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material danproses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagaiaktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Katateknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakanprinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi,penemuan yang sangat lama seperti roda da pat disebut teknologi. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagiandari ilmupengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua yangteknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi),
  • 9. pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi(Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Teknologi informasi juga adalah suatu teknologi yang digunakanuntuk mengolah data termasuk memproses, mendapatkan, menyusun,menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkaninformasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepatwaktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,dan pemerintahandan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.2.3. Pengertian pembelajaran Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asaspendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilanpendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah,mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajardilakukan oleh peserta didik atau murid. (DR. H Syaiful Sagala,M.Pd.,2008). Pembelajaran juga bisa diartikan sebagai upaya untuk menciptakankondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar. Menurut Degeng (1984)pembelajaran merupakan upaya untuk membelajarkan siswa.Sehubungan dengan pelajaran Matematika, Nikson (1992)mengemukakan bahwa pembelajaran Matematika adalah suatu upayadalam membantu siswa untuk mengkontruksi (membangun) konsep-konsep atau prinsip-prinsip Matematika dengan kemampuannya sendirimelalui proses internalisasi sehingga konsep atau prinsip itu terbangunkembali. Dengan demikian pembelajaran dapat didefinisikan sebagaiupaya proses membangun pemahaman siswa. Pembelajaran disini lebihmenekankan pada bagaimana upaya guru untuk mendorong ataumemfasilitasi siswa dalam belajar. Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatanseseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dannilai-nilai positif dengan memendaatkan berbagai sumber untuk belajar.Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak, yaitu siswa sebagai
  • 10. pembelajar dan guru sebagai fasilitator. Yang terpenting dalam kegiatanpembelajaran adalah terjadinya proses belajar (learning process). Sebabsesuatu dikatakan hasil belajar kalau memenuhi beberapa ciri berikut (1)belajar sifatnya disadari, dalam hal ini siswa merasa bahwa bahwa dirinyasedang belajar, timbul dalam dirinya motivasi-motivasi untuk memilikipengetahuan yang dihaeapkan sehinggga tahapan-tahapan dalam belajarsampai pengetahuan itu dimiliki secara permanen (retensi) betul-betuldisadari sepenuhnya. (2). Hasil belaja diperoleh dengan adanya proses,dalam hal ini pengetahuan tidak diperoleh secara instan, namun bertahap.(3). Belajar membutuhkan interaksi, khususnya interaksi yang sifatnyamanusiawi. Kaitanyya bahwa belajar membutuhkan interaksi, hal inimenunjukan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi,artinya didalamnya terjadi proses penyampaian pesan dari seseorang(sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang (penerimapesan), Kemp(1975:15) menggambarkan proses komunikasi sebagaiberikut : Source of Message Message Destination Massage Encode received and of Message decoded
  • 11. BAB III PEMBAHASAN3.1. Kedudukan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran Sudah selayaknya lembaga-lembaga pendidikan yang ada segeramemperkenalkan dan emmulai penggunaan Teknologi Informasi dankomunikasi (TIK) sebagai basis pembelajaran yang lebih mutakhir. Hal inipenting, mengingat penggunaan TIK merupakajn salah satu faktor pentingyang memungkinkan kecepatan transformasi ilmu pengetahuan kepadapara peserta didik, generasi bangsa ini secara lebih luas. Dalam konteksyang lebih spesifik, dapat dikatakan bahwa kebijakan penyelenggaraanpendidikan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintahdaerah, maupun masyarakat harus mampu memeberikan askespemahaman dan penguasaan teknologi mutakhir yang luas kepada parapeserta didik (pembelajar). Program pembangunan pendidikan yang terpadu, terarah danberbasis teknologi paling tidak akan memberikan multiplier effect dannurturing effect teerhadap hampir semua sisi pembangunan pendidikansehinga TIK berfunmgsi untuk meperkecil kesenjangan penguasaanteknologi mutakhir, khususnya dalam dunia pendidikan. Pembangunanpendidikan berbasis TIK setidaknya memberikan dua keuntungan.Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan (termasuk guru)untuk lebih apresiatif dan praktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan.Kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik dalammemanfaatkan setiap potensi yang ada, yang dapat diperoleh darisumber-sumber yang tidak terbatas. Adapun kedudukan lain TIK dalam pendidikan, yaitu : a. Mempermudah kerja sama antara pakar dan pembelajar, menghilangkan batasan ruang, jarak dan waktu. b. Sharing Information, sehingga hasil penelitian dapat digunakan bersama-sama dan mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan.
  • 12. c. Virtual Universty, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh banyak orang. Pesatnya perkembangan TIK khususnya Internet, memungkinkanpengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusipendidikan. Di lingkungan perguruan tinggi misalnya, pemanfaatan TIKlainya, yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronicuniversty. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melaluiinternet yaitu dengan menyediakan materi kuliah di dalam jaringan (online)dan materi kuliah tersebut dapat di akses oleh siapa saja yangmembutuhkan. Hal ini mepermudah pemberian informasi bagi siapapunkesulitan informasi karena masalah ruang dan waktu. Pengembangan dan penerapan TIK juga bermanfaat untukpendidikan kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasionalIndonesia. Salah satu aspeknya adalah kondisi geografis Indonesiadengan sekian banyaknya pulau yang berpencar-pencar dan konturpermukaan buminya yang sering kali tidak bersahabat, biasanya diajukanuntuk menjagokan pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan.TIK sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama untukmeretakan pendidikan di bumi Nusantara sebab TIK mengandalkankemampuan pembelajaran jarak jauh tidak ter[isah oleh ruang, jarak danwaktu. Demi penggapaian daerah-daerah yang sulit, tentunya penerapanini dapat dilakukan segera mungkin di Indonesia. Berbicara tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi dalampendidikan, agar penggunaanya bisa lebih terarah dan terperinci, makadiperlukan Media Pembelajaran sebagai alat/bahan dalam penyampaianinformasi pembelajaran dengan menggunakan Teknologi Informasi danKomunikasi tersebut. Kata media berasal dari kata latin, merupakanbentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebutmempunyai arti perantara atau pengantar. Akan tetapi sekarang katatersebut digunakan, baik untuk bentuk jamak maupun mufrad. MenurutNational Education Association (NEA) memberikan batasan bahwa mediamerupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual
  • 13. termasuk teknologi perangkat kerasnya. Briggs berpendapat bahwa mediamerupakan alat untuk meberikan perangsang bagi siswa supaya terjadiproses belajar. Media pembelajaran selalu terdiri atas dua unsur penting, yaituunsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan yangdibawanya (message/software). Dengan demikian bahwa, mediapembelajaran memerlukan peralatan untuk menyajikan pesan, namunyang terpenting bukanlah peralatan itu, tetapi pesan atau informasi belajaryang dibawakan oleh media tersebut. Dari berbagai pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa (a)media pembelajran merupakan wadah dari pesan, (b) materi yang ingindisampaikan adalah pesan pembelajaran, (c) tujuan yang ingin dicapaiialah proses pembelajaran. Selanjutnya penggunaan media secara kreatifakan memperbesar kemungkinan bagi siswa untuk belajar lebih baik,mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkanpenampilan salam melakukan keterampilan sesuai dengan yang menjaditujuan pembelajaran. Dengan konsepsi yang makin mantap, fungsi media dalam kegiatanpembelajaran tidak hanya sekedar alat bantu guru, melainkan sebagaipembawa informasi atau pesan pembelajaran yang sesuai dengankebutuhan siswa. Menurut teori Kerucut Pengalaman oleh Edgar Dale bahwapengetahuan akan semakin abstrak apabila pesan hanya disampaikanmelalui kata verbal. Artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpamemahami dan mengerti makna yang terkandung didalamnya. Halsemacam ini akan menimbulkan kesalahan persepsi siswa. Adapaun manfaat Media Pembelajaran dengan penggunaan TIKdalam pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verlbalistis 2. Mengatasi keterbatasan ruang, jarak dan waktu 3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi labih langsung antara murid dengan sumber belajar
  • 14. 4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya, 5. Memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.3.2. TIK sebagai salah satu solusi pemecahan permasalahan- permasalahan dalam kegiatan pembelajaran Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mampumengolah, mengemas dan menampilkan serta menyebarkan informasipembelajaran baik secara audio, visual, audiovisual bahkan multimedia,dewasa ini telah mampu mewujudkan apa yang disebut dengan VirtualLearning. Konsep ini berkembang sehingga mampu mengemas settingdan realitas pembelajaran sebelumnya menjadi lebih menarik danmemberikan pengondisian secara psikologi adaptif kepada si pembelajardi manapun mereka berada. Pemanfaatan informasi elektronik untukproses pembelajaran tidak hanya berlaku bagi individu pembelajar (siswa)dalam proses belajar. Dalam posisi kita sebagai guru dapatmemanfaatkan fasilitas ini untuk kepentingan memperkaya kemampuanmengajar sehari-hari. Beberapa manfaat yang dapat digunakan, antaralain : a. Memperluas “background knowladge” guru b. Pembelajaran yang dinamis dan fleksibel c. Mengatasi keterbatasan Bahan ajar d. Kontribusi dan pengayaan bahan ajar e. Implementasi Sal – CBSA3.3. Permasalahan-permasalahan di Indonesia dalam mendukung dan mengembangkan TIK dalam bidang pendidikan
  • 15. DAFTAR PUSTAKAhttp://rinakarlinarina.blogspot.com/2009/01/pengertian-tik.htmlhttp://sainsmatika.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-tujuan-dari-belajar-dan.html1. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si, Teknologi pembelajaran, Cet. Pertama, Agustus-2011, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung2. _____________________, Inovasi Pendidikan¸ Cet. Pertama, Mei 2012, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung3. Prof. Dr. H. Yatim Riyanto, M.Pd, Paradigma Baru Pembelajaran, cet. Ke-tiga, Februari 2012, Kencana Prenada Media Group, Jakarta4. Drs. Rudi Susilana, M.Pd, Media pembelajaran, Cetakan 2009, CV. Wahana Prima, Bandung

×