© 2013
Kampus UNNES tanpa asap klapot 
(1 Januari 2013)
Kelompok 2 
Oleh : 
Muhamad Husni Mubaraq 4101410001 
Allamul Huda 4101410003 
Zamroni 4101410010 
Dianih mahesti 4101410029 
Chandra septian budiono 4101410030 
Efi susanti 4101410113
Pengertian 
Teknik ini merupakan penyempurnaan dari uji tanda. 
Kalau dalam uji tanda besarnya selisih nilai angka 
antara positif dan negatif tidak diperhitungkan, 
sedangkan dalam uji Wilcoxon ini diperhitungkan. 
Seperti dalam uji tanda, teknik ini digunakan untuk 
menguji hipotesis komparatif dua sampel yang 
berkorelasi bila datanya berbentuk ordinal 
(berjenjang).
Wicoxon Match Pairs Test 
Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel yang 
berhubungan. 
Data berbentuk ordinal 
Penyempurnaan dari sign test
Contoh : 
Dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh 
ruangan yang diberi AC terhadap produktivitas kerja. 
Pengumpulan data terhadap produktivitas kerja 
pegawai dilakukan pada waktu AC sebelum dipasang 
dan sesudah dipasang. Data produktivitas kerja 
pegawai sebelum AC dipasang adalah X1 dan sesudah 
dipasang adalah X2.
Ho : AC tidak berpengaruh terhadap produktivitas 
kerja pegawai. 
Ha : AC berpengaruh terhadap produktivitas kerja. 
Untuk membuktikan hipotesis tersebut, maka dalam 
penelitian ini digunakan sampel 10 pegawai yang 
dipilih secara random. Data produktivitas kerja 
pegawai sebelum dan sesudah ada AC adalah disajikan 
pada tabel berikut :
Tabel 1 
DATA PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI SEBELUM DAN 
SESUDAH RUANGAN DIPASANG AC 
NO. X1 (SEBELUM) X1 (SESUDAH) 
1. 100 105 
2. 98 94 
3. 76 78 
4. 90 98 
5. 87 90 
6. 89 85 
7. 77 86 
8. 92 87 
9. 78 80 
10. 82 83
Untuk pengujian, maka data tersebut perlu disusun ke 
dalam Tabel 2 
Untuk n=10 taraf kesalahan 5 % (uji 2 pihak), maka t 
tabel = 8. oleh karena jumlah jenjang yang kecil 
nilainya adalah 18,5 dan nilai t tabel = 8, juga 18,5>8, 
maka Ho diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa 
ruangan yang diberi AC tidak mempunyai pengaruh 
yang signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai.
Bila sampel pasangan lebih dari 25, maka distribusinya 
akan mendekati distribusi normal. Untuk itu 
digunakan rumus z dalam pengujiannya. 
T μ 
T 
T 
 
σ 
z 
 
Dimana : T adalah jumlah jenjang/rangking yang 
kecil, pada contoh di atas=18,5.
Tabel bantuan
Ingat ! Cara menentukan Jenjang 
Tentukan rangking/jenjang untuk beda dari urutan 
terkecil hingga terbesar tanpa memperhatikan 
tanda dari beda tersebut. 
Jika pada kolom beda terdapat 2 beda yang sama 
atau lebih (ingat! tanda diabaikan), maka 
rangking/jenjang adalah rata-rata dari urutan 
rangkingnya. 
Beda Jenjang 
-4 3 
2,5 
+2 1 
+4 2 2,5
( 1) 
4 
 
n n 
T  
( 1)(2 1) 
24 
 
n n n 
T  
n n 
(  
1) 
4 
 
T 
( 1)(2 1) 
24 
T μ 
σ 
z 
T 
T 
  
 
 
 
n n n
 
 
 
T   
0,918 
18,5 27,5 
9,8 
10(10 1) 
4 
18,5 
10(10  1)(2.10  
1) 
24 
T  
μ 
σ 
z 
T 
 
 
 
Bila taraf kesalahan 0,025 (p), maka z tabel = 1,96. Harga 
z hitung -0,918 ternyata lebih kecil dari -1,96, dengan 
demikian Ho diterima. Jadi AC tidak berpengaruh 
signifikasi dalam meningkatkan produktivitas kerja 
pegawai.
Wilcoxon

Wilcoxon

  • 1.
  • 2.
    Kampus UNNES tanpaasap klapot (1 Januari 2013)
  • 4.
    Kelompok 2 Oleh: Muhamad Husni Mubaraq 4101410001 Allamul Huda 4101410003 Zamroni 4101410010 Dianih mahesti 4101410029 Chandra septian budiono 4101410030 Efi susanti 4101410113
  • 5.
    Pengertian Teknik inimerupakan penyempurnaan dari uji tanda. Kalau dalam uji tanda besarnya selisih nilai angka antara positif dan negatif tidak diperhitungkan, sedangkan dalam uji Wilcoxon ini diperhitungkan. Seperti dalam uji tanda, teknik ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel yang berkorelasi bila datanya berbentuk ordinal (berjenjang).
  • 6.
    Wicoxon Match PairsTest Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel yang berhubungan. Data berbentuk ordinal Penyempurnaan dari sign test
  • 7.
    Contoh : Dilakukanpenelitian untuk mengetahui pengaruh ruangan yang diberi AC terhadap produktivitas kerja. Pengumpulan data terhadap produktivitas kerja pegawai dilakukan pada waktu AC sebelum dipasang dan sesudah dipasang. Data produktivitas kerja pegawai sebelum AC dipasang adalah X1 dan sesudah dipasang adalah X2.
  • 8.
    Ho : ACtidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai. Ha : AC berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Untuk membuktikan hipotesis tersebut, maka dalam penelitian ini digunakan sampel 10 pegawai yang dipilih secara random. Data produktivitas kerja pegawai sebelum dan sesudah ada AC adalah disajikan pada tabel berikut :
  • 9.
    Tabel 1 DATAPRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI SEBELUM DAN SESUDAH RUANGAN DIPASANG AC NO. X1 (SEBELUM) X1 (SESUDAH) 1. 100 105 2. 98 94 3. 76 78 4. 90 98 5. 87 90 6. 89 85 7. 77 86 8. 92 87 9. 78 80 10. 82 83
  • 10.
    Untuk pengujian, makadata tersebut perlu disusun ke dalam Tabel 2 Untuk n=10 taraf kesalahan 5 % (uji 2 pihak), maka t tabel = 8. oleh karena jumlah jenjang yang kecil nilainya adalah 18,5 dan nilai t tabel = 8, juga 18,5>8, maka Ho diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ruangan yang diberi AC tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai.
  • 11.
    Bila sampel pasanganlebih dari 25, maka distribusinya akan mendekati distribusi normal. Untuk itu digunakan rumus z dalam pengujiannya. T μ T T  σ z  Dimana : T adalah jumlah jenjang/rangking yang kecil, pada contoh di atas=18,5.
  • 12.
  • 13.
    Ingat ! Caramenentukan Jenjang Tentukan rangking/jenjang untuk beda dari urutan terkecil hingga terbesar tanpa memperhatikan tanda dari beda tersebut. Jika pada kolom beda terdapat 2 beda yang sama atau lebih (ingat! tanda diabaikan), maka rangking/jenjang adalah rata-rata dari urutan rangkingnya. Beda Jenjang -4 3 2,5 +2 1 +4 2 2,5
  • 14.
    ( 1) 4  n n T  ( 1)(2 1) 24  n n n T  n n (  1) 4  T ( 1)(2 1) 24 T μ σ z T T      n n n
  • 15.
       T   0,918 18,5 27,5 9,8 10(10 1) 4 18,5 10(10  1)(2.10  1) 24 T  μ σ z T    Bila taraf kesalahan 0,025 (p), maka z tabel = 1,96. Harga z hitung -0,918 ternyata lebih kecil dari -1,96, dengan demikian Ho diterima. Jadi AC tidak berpengaruh signifikasi dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai.