Aspek Interworking dan
Aplikasi pada
Wireless ATM
Outline






Pendahuluan
Sekilas mengenai ATM dan WATM
Aspek Interworking pada WATM
Aplikasi WATM
Kesimpulan

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Pendahuluan
Wireless ATM menjadi salah satu teknologi yang
sangat diminati, karena kemampuannya mensupport
berbagai aplikasi seperti data multimedia yang realtime.
Permasalahan yang terjadi adalah bagaimana cara
untuk menggabungkan jaringan yang bukan berbasis ATM
yang telah ada dengan jaringan ATM. Oleh karena itu
diperlukan adanya suatu fungsi
interworking antara
keduanya. Fungsi interworking ini maksudnya adalah
bagian apa saja yang perlu disesuaikan dari jaringan yang
telah ada dengan jaringan ATM.
Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Sekilas Mengenai ATM
o
o
o
o

Menggunakan paket
switching point to point
ATM bersifat connection
oriented
Koneksinya sering disebut
Virtual Circuit
Paket yang dikirimkan
ukurannya kecil Sel (53
byte : 48 payload, 5
header)

Koneksi virtual circuit

Sel ATM

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Sekilas Mengenai ATM – cont’d
Model referensi ATM
o Physical layer berhubungan
dengan media fisiknya,
seperti : tegangan dan bit
timing.
o ATM layer berhubungan
dengan sel dan sel transport.
o AAL adalah layer yang akan
mensegmentasi paket
mengirimkan dan
menggabungkan kembali
pada sisi tujuan.

Model referensi ATM

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Sekilas Mengenai Wireless ATM






Wireless ATM  pengembangan dari wired ATM, dengan
tetap menjaga Quality of Service.
Wireless ATM juga menggunakan sel-sel yang sangat kecil
(mikro atau pico). Karena ukuran sel yang kecil, maka proses
handover antar sel radio akan sering dilakukan.
2 Pendekatan Wireless ATM :
 Dengan melihat wireless ATM diluar dari infrastruktur
 Dengan melihat wireless ATM sebagai bagian dari
jaringan ATM

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Aspek interworking pada WATM




Ekstensi jaringan yang mobile ditambahkan pada jaringan ATM
yang fixed
Pada aplikasinya, akan menyebabkan jaringan menjadi bagian :
 End-to-end WATM
Berhubungan dengan kemampuan untuk terhubung dengan
mobile terminal.
 WATM Inteworking
Berhubungan dengan bagaimana ATM diintegrasikan dengan
protokol lain tanpa mengubah interface protokol non-ATM
Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Arsitektur Interworking pada Wireless ATM

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Prinsip Dasar WATM








Mobile Host menggunakan frekuensi radio untuk
berkomunikasi dengan Base Station (BS)
BS menghubungkan jalur wireless ke jalur backbone
BS dihubungkan ke Mobility Enhanced ATM-Switch (MESs)
Kumpulan BS yeng terhubung ke suatu MES dinamakan
cluster
Switch yang menghubungkan Base Station (BSs) dinamakan
Cluster Switch (CLS)

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Macam-Macam Teknologi Akses Wireless

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
PCS (Personal Communicaton System)





PCS didukung oleh jaringan ISDN.
PCS ini didukung oleh kecerdasan jaringan yang berbasis
pada konsep Advanced Intelligent Network (AIN), dan sistem
signalling sehingga bisa melakukan managemen lokasi dan
kontrol panggilan berbasis pada arsitektur jaringan signalling
system 7 (SS7).
Interworking pada PCS-ATM tidak memerlukan perubahan
yang cukup signifikan. Sebab Managemen lokasi dan kontrol
panggilan telah diatur oleh jaringan PCS. ATM akan
digunakan untuk mentransfer dan menswitch user data
Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Wireless LAN









Wireless LAN adalah suatu jaringan yang telah mantap.
Berguna untuk menambah ekstensi ke tempat yang sulit jika
dibangun dengan jaringan berkabel.
Untuk menghubungkan dengan ATM digunakan suatu stasiun
yang terhubung dengan ATM switch.
Saat ini telah berkembang HIPERLAN 2 dan 3. yaitu wireless
LAN berbasis ATM.
Memiliki kemampuan end-to-end ATM sehingga tidak
memerlukan IWFs (interworking Functions)

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Perbandingan Keluarga HIPERLAN
Application
Frequency
Topology
Antenna
Range
QoS
Mobility
Interface
Data rate
Power
conservation

HIPERLAN 1
wireless LAN

HIPERLAN 2
access to ATM
fixed networks

HIPERLAN 3
wireless local
loop

HIPERLAN 4
point-to-point
wireless ATM
connections
17.2-17.3GHz
point-to-point

5.1-5.3GHz
decentralized adcellular,
point-tohoc/infrastructure
centralized
multipoint
omni-directional
directional
50 m
50-100 m
5000 m
150 m
statistical
ATM traffic classes (VBR, CBR, ABR, UBR)
<10m/s
stationary
conventional LAN
ATM networks
23.5 Mbit/s

>20 Mbit/s
yes

155 Mbit/s
not necessary

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Digital Cellular











Digital Cellular Mobile Radio menyediakan kemampuan mobilitas yang
tiggin serta jangkauan yang luas.
Salah satu contoh dari teknologi ini adalah GSM
Sistem ini, memiliki kepintaran untuk memanage mobilitas dari
pengguna.
Cellular Network dan ATM Network berkembang sendiri secara
independent sehingga diperlukan adanya IWFs untuk mengijinkan sistem
selular digital untuk menggunakan ATM transport
Jaringan cellular memiliki mekanisme untuk autentikasi dan handoff serta
mendukung untuk reroute melalui home network
Untuk mengintegrasi kedua jaringan ini diperlukan maka diperlukan
perubahan untuk skenario rerouting, location update, call control dan
autentikasi.
Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Ad Hoc






Ad Hoc network adalah jaringan yang wireless yang tidak
mempunyai dedicated terminal yang berperan sebagai base
station dan untuk menjalankan fungsi wireless resource
control.
Untuk mengintegrasi kedua jaringan ini diperlukan
interworking yang unik
fungsi managemen lokasi tidak hanya untuk mengidentifikasi
lokasi terminal tapi juga untuk mendeteksi mode operasi dari
terminal tersebut

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Mobility Management






Dalam wireless ATM ini terdapat 2 permasalahan yaitu :
 Managemen Lokasi
 Handoff
Managemen lokasi adalah bagaimana cara untuk mendeteksi
Mobile Terminal (MT) ketika berpindah dari satu MCS ke
MCS lainnya
Handoff adalah bagaimana cara menjaga keaktifan koneksi
ketika MT berpindah MCS. Handoff dikenal juga dengan
hand over

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Mobility Support in ATM
Connect (ATM Addr A)

Crossover
switch

Location Mgmt provides
mapping of A-> AL1, AL2

User Addr A (permanent)

HO (BS1->BS2)

Connection
Before Handoff

Initial Location AL1

ATM Network
Terminal
Movement

BS1

Mobile ATM
Access Network
Rerouted
Connection
After handoff

BS2

Handoff supports
Dynamic rerouting
Of active connections
User Addr A

Next Location AL2

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
WATM Handover


Handover terbagi 2, yaitu :





Intra Cluster






Inter Cluster
Intra Cluster
Mobile Host berpindah ketempat lain tetapi masih berada dalam
dalam kelompok (cluster) yang sama
Switching dilakukan hanya dengan satu CLS

Inter Cluster



Melibatkan lebih dari satu CLS
Melakukan path reestablishment
Flow Chart Perpindahan MH

START

STEP 1

Handover request
received ?

 STEP1 : Forward or backward handover
NO

YES

STEP 2
STEP 3

New segment
establishment

STEP 4

If retransmission
required ?

STEP 5

 STEP2 : Dynamic COS selection

COS SELECTION

NO
Data path switching
and old path release

STEP 6 If route optimization
required ?
NO
END

 STEP3 : Path extension or rerouting
YES

Retransmission for
lossless cell transmission

 STEP4 : Cell buffering and retransmission

 STEP5 : Hard or soft handover
YES

Route optimization

 STEP6 : Route optimization between the
endpoint
(Flow Chart Perpindahan MH) Cont’d

handover
control
messages

Handover
control
messages

BSOLD

BSNEW

BSOLD

handover

(a) Backward handover

BSNEW
handover

(b) Forward handover

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
(Flow Chart Perpindahan MH) Cont’d






Hard Handover adalah Mobile Terminal hanya mempunyai
koneksi dengan satu Access Point
Soft Handover adalah mobile terminal dapat mempunyai
koneksi dengan 2 Access point ketika melakukan proses
handover
Buffering berguna untuk QoS sehingga paket akan diterima
sesuai pesanan
Aplikasi WATM
Base Station Oriented WATM LAN
o

o
o

Sebuah BS menyediakan akses
wireless ke beberapa ATM mobile
terminal ke mobile ATM switch
yang merupakan ujung node dari
hierarki jaringan
Tidak ada ATM switch pada BS
BS berhubungan dengan user 
mobile-enabled UNI

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Aplikasi WATM- cont’d
Model Base Station Oriented WATM
LAN baru : konsep terdistribusi
o
o

o

Digunakan untuk LAN berukuran
tidak terlalu besar
Ujung dari ATM Switch diganti
ganti oleh beberapa elemen ATM
switching yang disebut ATM
transceiver.
Fungsi dari ATM switch
digantikan oleh Base Station (BS)

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Aplikasi WATM- cont’d

Base Station Oriented WATM LAN tanpa ATM switch yang tersentralisasi
Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Aplikasi WATM- cont’d

Mode routing pada stasiun inlet dari ATM embedded ATM transceiver.
Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Aplikasi WATM- cont’d
Ad Hoc Wireless ATM LAN





Cocok untuk penggunaan di area
kecil
Menggunakan ATM switch yang
terintegrasi
Central controller (CC) terdapat di
dalam mobile terminal
CC-enabled MT harus berisi segala
fungsi dari mobile terminal biasa
yang digunakan untuk BS oriented
WATM

Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Aplikasi WATM- cont’d

Arsitektur protokol dari
model ad hoc WATM
Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Kesimpulan








ATM ini memiliki keunggulan dengan adanya Quality of Service
(QoS)
Dengan adanya QoS maka protokol ini dapat digunakan untuk
melakukan aplikasi yang bersifat real-time.
Interworking marupakan penggabungan jaringan protokol yang
satu dengan protokol yang lain.
Fungsi interworking direalisasikan dalam jaringan bernama
Mobility-enhanced ATM network.
Aplikasi dari Wireless ATM ini adalah WATM LAN yakni Base
station oriented dan ad hoc system.
Base station oriented menggunakan ATM switch yang terintegrasi
(embedded)
Ad hoc tidak diperlukan adanya base station tetapi ada satu mobile
terminal menjadi central controller yang menyediakan fungsifungsi yang biasa digunakan pada base station terminal.
Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Referensi















Subramanian Aswathanarayanan, “Mobile Multicasting In Wireless ATM Network”.
Jun Kyun Choi,”Wireless ATM” .
C. Chrysostomou, A. Pitsillides, F.-N. Pavlidou,”A Survey of Wireless ATM Handover
Issues”, International Symposium 3G Inrastructure and Service, Athens, July 200.
B. Rajagopalan,Mobility Management in Integrated Wreless-ATM Network, Barkeley, 1995
Stephen F. Bush, Sunil Jagannath, Ricardo Sanchez, Joseph B. Evans, Victor S. Frost, Gary
J. Minden and K. Sam Shanmugan. A Control and Management Network for Wireless ATM
Systems. IEEE Infocom 1993
Stephen F. Bush, Sunil Jagannath, Joseph B. Evans and Victor S. Frost . A Control and
Management Network forWireless ATM Systems. IEEE Journal 1993
Tae-In Hyon. Adaptive Parallel Multiple Substream CDMA Air-interface. Dissertation
submitted to the Faculty of the Virginia Polytechnic Institute and State University in partial
fulfillment of the requirements for the degree of Doctor of Philosophy in Electrical
Engineering. 2001.
Reshma Bhalla. Wireless ATM – Routing And Real Time Delivery. Paper in computer sience
University of Texas. 2002.
Yonggang Du, Christoph Herrmann, and Klaus Peter May. Wireless ATM LAN With and
Without Infrastructure. IEEE Communications Magazine. April 1998.

Watm interworking 1314

  • 1.
  • 2.
    Outline      Pendahuluan Sekilas mengenai ATMdan WATM Aspek Interworking pada WATM Aplikasi WATM Kesimpulan Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 3.
    Pendahuluan Wireless ATM menjadisalah satu teknologi yang sangat diminati, karena kemampuannya mensupport berbagai aplikasi seperti data multimedia yang realtime. Permasalahan yang terjadi adalah bagaimana cara untuk menggabungkan jaringan yang bukan berbasis ATM yang telah ada dengan jaringan ATM. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu fungsi interworking antara keduanya. Fungsi interworking ini maksudnya adalah bagian apa saja yang perlu disesuaikan dari jaringan yang telah ada dengan jaringan ATM. Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 4.
    Sekilas Mengenai ATM o o o o Menggunakanpaket switching point to point ATM bersifat connection oriented Koneksinya sering disebut Virtual Circuit Paket yang dikirimkan ukurannya kecil Sel (53 byte : 48 payload, 5 header) Koneksi virtual circuit Sel ATM Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 5.
    Sekilas Mengenai ATM– cont’d Model referensi ATM o Physical layer berhubungan dengan media fisiknya, seperti : tegangan dan bit timing. o ATM layer berhubungan dengan sel dan sel transport. o AAL adalah layer yang akan mensegmentasi paket mengirimkan dan menggabungkan kembali pada sisi tujuan. Model referensi ATM Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 6.
    Sekilas Mengenai WirelessATM    Wireless ATM  pengembangan dari wired ATM, dengan tetap menjaga Quality of Service. Wireless ATM juga menggunakan sel-sel yang sangat kecil (mikro atau pico). Karena ukuran sel yang kecil, maka proses handover antar sel radio akan sering dilakukan. 2 Pendekatan Wireless ATM :  Dengan melihat wireless ATM diluar dari infrastruktur  Dengan melihat wireless ATM sebagai bagian dari jaringan ATM Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 7.
    Aspek interworking padaWATM   Ekstensi jaringan yang mobile ditambahkan pada jaringan ATM yang fixed Pada aplikasinya, akan menyebabkan jaringan menjadi bagian :  End-to-end WATM Berhubungan dengan kemampuan untuk terhubung dengan mobile terminal.  WATM Inteworking Berhubungan dengan bagaimana ATM diintegrasikan dengan protokol lain tanpa mengubah interface protokol non-ATM Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 8.
    Arsitektur Interworking padaWireless ATM Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 9.
    Prinsip Dasar WATM      MobileHost menggunakan frekuensi radio untuk berkomunikasi dengan Base Station (BS) BS menghubungkan jalur wireless ke jalur backbone BS dihubungkan ke Mobility Enhanced ATM-Switch (MESs) Kumpulan BS yeng terhubung ke suatu MES dinamakan cluster Switch yang menghubungkan Base Station (BSs) dinamakan Cluster Switch (CLS) Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 10.
    Macam-Macam Teknologi AksesWireless Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 11.
    PCS (Personal CommunicatonSystem)    PCS didukung oleh jaringan ISDN. PCS ini didukung oleh kecerdasan jaringan yang berbasis pada konsep Advanced Intelligent Network (AIN), dan sistem signalling sehingga bisa melakukan managemen lokasi dan kontrol panggilan berbasis pada arsitektur jaringan signalling system 7 (SS7). Interworking pada PCS-ATM tidak memerlukan perubahan yang cukup signifikan. Sebab Managemen lokasi dan kontrol panggilan telah diatur oleh jaringan PCS. ATM akan digunakan untuk mentransfer dan menswitch user data Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 12.
    Wireless LAN      Wireless LANadalah suatu jaringan yang telah mantap. Berguna untuk menambah ekstensi ke tempat yang sulit jika dibangun dengan jaringan berkabel. Untuk menghubungkan dengan ATM digunakan suatu stasiun yang terhubung dengan ATM switch. Saat ini telah berkembang HIPERLAN 2 dan 3. yaitu wireless LAN berbasis ATM. Memiliki kemampuan end-to-end ATM sehingga tidak memerlukan IWFs (interworking Functions) Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 13.
    Perbandingan Keluarga HIPERLAN Application Frequency Topology Antenna Range QoS Mobility Interface Datarate Power conservation HIPERLAN 1 wireless LAN HIPERLAN 2 access to ATM fixed networks HIPERLAN 3 wireless local loop HIPERLAN 4 point-to-point wireless ATM connections 17.2-17.3GHz point-to-point 5.1-5.3GHz decentralized adcellular, point-tohoc/infrastructure centralized multipoint omni-directional directional 50 m 50-100 m 5000 m 150 m statistical ATM traffic classes (VBR, CBR, ABR, UBR) <10m/s stationary conventional LAN ATM networks 23.5 Mbit/s >20 Mbit/s yes 155 Mbit/s not necessary Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 14.
    Digital Cellular       Digital CellularMobile Radio menyediakan kemampuan mobilitas yang tiggin serta jangkauan yang luas. Salah satu contoh dari teknologi ini adalah GSM Sistem ini, memiliki kepintaran untuk memanage mobilitas dari pengguna. Cellular Network dan ATM Network berkembang sendiri secara independent sehingga diperlukan adanya IWFs untuk mengijinkan sistem selular digital untuk menggunakan ATM transport Jaringan cellular memiliki mekanisme untuk autentikasi dan handoff serta mendukung untuk reroute melalui home network Untuk mengintegrasi kedua jaringan ini diperlukan maka diperlukan perubahan untuk skenario rerouting, location update, call control dan autentikasi. Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 15.
    Ad Hoc    Ad Hocnetwork adalah jaringan yang wireless yang tidak mempunyai dedicated terminal yang berperan sebagai base station dan untuk menjalankan fungsi wireless resource control. Untuk mengintegrasi kedua jaringan ini diperlukan interworking yang unik fungsi managemen lokasi tidak hanya untuk mengidentifikasi lokasi terminal tapi juga untuk mendeteksi mode operasi dari terminal tersebut Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 16.
    Mobility Management    Dalam wirelessATM ini terdapat 2 permasalahan yaitu :  Managemen Lokasi  Handoff Managemen lokasi adalah bagaimana cara untuk mendeteksi Mobile Terminal (MT) ketika berpindah dari satu MCS ke MCS lainnya Handoff adalah bagaimana cara menjaga keaktifan koneksi ketika MT berpindah MCS. Handoff dikenal juga dengan hand over Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 17.
    Mobility Support inATM Connect (ATM Addr A) Crossover switch Location Mgmt provides mapping of A-> AL1, AL2 User Addr A (permanent) HO (BS1->BS2) Connection Before Handoff Initial Location AL1 ATM Network Terminal Movement BS1 Mobile ATM Access Network Rerouted Connection After handoff BS2 Handoff supports Dynamic rerouting Of active connections User Addr A Next Location AL2 Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 18.
    WATM Handover  Handover terbagi2, yaitu :    Intra Cluster    Inter Cluster Intra Cluster Mobile Host berpindah ketempat lain tetapi masih berada dalam dalam kelompok (cluster) yang sama Switching dilakukan hanya dengan satu CLS Inter Cluster   Melibatkan lebih dari satu CLS Melakukan path reestablishment
  • 19.
    Flow Chart PerpindahanMH START STEP 1 Handover request received ?  STEP1 : Forward or backward handover NO YES STEP 2 STEP 3 New segment establishment STEP 4 If retransmission required ? STEP 5  STEP2 : Dynamic COS selection COS SELECTION NO Data path switching and old path release STEP 6 If route optimization required ? NO END  STEP3 : Path extension or rerouting YES Retransmission for lossless cell transmission  STEP4 : Cell buffering and retransmission  STEP5 : Hard or soft handover YES Route optimization  STEP6 : Route optimization between the endpoint
  • 20.
    (Flow Chart PerpindahanMH) Cont’d handover control messages Handover control messages BSOLD BSNEW BSOLD handover (a) Backward handover BSNEW handover (b) Forward handover Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 21.
    (Flow Chart PerpindahanMH) Cont’d    Hard Handover adalah Mobile Terminal hanya mempunyai koneksi dengan satu Access Point Soft Handover adalah mobile terminal dapat mempunyai koneksi dengan 2 Access point ketika melakukan proses handover Buffering berguna untuk QoS sehingga paket akan diterima sesuai pesanan
  • 22.
    Aplikasi WATM Base StationOriented WATM LAN o o o Sebuah BS menyediakan akses wireless ke beberapa ATM mobile terminal ke mobile ATM switch yang merupakan ujung node dari hierarki jaringan Tidak ada ATM switch pada BS BS berhubungan dengan user  mobile-enabled UNI Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 23.
    Aplikasi WATM- cont’d ModelBase Station Oriented WATM LAN baru : konsep terdistribusi o o o Digunakan untuk LAN berukuran tidak terlalu besar Ujung dari ATM Switch diganti ganti oleh beberapa elemen ATM switching yang disebut ATM transceiver. Fungsi dari ATM switch digantikan oleh Base Station (BS) Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 24.
    Aplikasi WATM- cont’d BaseStation Oriented WATM LAN tanpa ATM switch yang tersentralisasi Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 25.
    Aplikasi WATM- cont’d Moderouting pada stasiun inlet dari ATM embedded ATM transceiver. Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 26.
    Aplikasi WATM- cont’d AdHoc Wireless ATM LAN     Cocok untuk penggunaan di area kecil Menggunakan ATM switch yang terintegrasi Central controller (CC) terdapat di dalam mobile terminal CC-enabled MT harus berisi segala fungsi dari mobile terminal biasa yang digunakan untuk BS oriented WATM Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 27.
    Aplikasi WATM- cont’d Arsitekturprotokol dari model ad hoc WATM Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 28.
    Kesimpulan        ATM ini memilikikeunggulan dengan adanya Quality of Service (QoS) Dengan adanya QoS maka protokol ini dapat digunakan untuk melakukan aplikasi yang bersifat real-time. Interworking marupakan penggabungan jaringan protokol yang satu dengan protokol yang lain. Fungsi interworking direalisasikan dalam jaringan bernama Mobility-enhanced ATM network. Aplikasi dari Wireless ATM ini adalah WATM LAN yakni Base station oriented dan ad hoc system. Base station oriented menggunakan ATM switch yang terintegrasi (embedded) Ad hoc tidak diperlukan adanya base station tetapi ada satu mobile terminal menjadi central controller yang menyediakan fungsifungsi yang biasa digunakan pada base station terminal. Departemen Elektro – Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • 29.
    Referensi          Subramanian Aswathanarayanan, “MobileMulticasting In Wireless ATM Network”. Jun Kyun Choi,”Wireless ATM” . C. Chrysostomou, A. Pitsillides, F.-N. Pavlidou,”A Survey of Wireless ATM Handover Issues”, International Symposium 3G Inrastructure and Service, Athens, July 200. B. Rajagopalan,Mobility Management in Integrated Wreless-ATM Network, Barkeley, 1995 Stephen F. Bush, Sunil Jagannath, Ricardo Sanchez, Joseph B. Evans, Victor S. Frost, Gary J. Minden and K. Sam Shanmugan. A Control and Management Network for Wireless ATM Systems. IEEE Infocom 1993 Stephen F. Bush, Sunil Jagannath, Joseph B. Evans and Victor S. Frost . A Control and Management Network forWireless ATM Systems. IEEE Journal 1993 Tae-In Hyon. Adaptive Parallel Multiple Substream CDMA Air-interface. Dissertation submitted to the Faculty of the Virginia Polytechnic Institute and State University in partial fulfillment of the requirements for the degree of Doctor of Philosophy in Electrical Engineering. 2001. Reshma Bhalla. Wireless ATM – Routing And Real Time Delivery. Paper in computer sience University of Texas. 2002. Yonggang Du, Christoph Herrmann, and Klaus Peter May. Wireless ATM LAN With and Without Infrastructure. IEEE Communications Magazine. April 1998.