Pengarang: Iif Khoiru Ahmadi,M.P.d
-Sofan Amri,S.Pd –Drs.Hendro Ari Setyono –Tatik Elisah,S.Pd
                       Penerbit: Prestasi Pustaka Publisher
                            Jumlah halaman: 224 halaman
                  Nama Mahasiswa:Risa Veronika 2010021187
                            Kelas: 2A Pendidikan Ekonomi
BAB 1 STRATEGI PENCAPAIAN
KOMPETENSI
 Strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari berbagai
    pertimbangan sesuai situasi,kondisi dan lingkungan yang akan
    dihadapinya.Pemilihan strategi pembelajaran pada umumnya bertolak
    dari:
   1.Rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
   2.Analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan.
   3.Jenis materi pelajaran yang akan dikomunikasikan.
   Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan
    digunakan oleh seseorang pengajar untuk menyamapaikan materi
    pelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan
    pembelajaran yang diharapkan akan dikuasainya diakhir kegiatan
    belajarnya.Strategi pembelajaran yang akan dipilih dan digunakan guru
    bertitik tolak dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sejak
    awal.Agar diperoleh tahapan kegiatan pembelajaran yang berdaya dan
    berhasil guna.guru harus mampu menentukan strategi pembelajaran apa
    yang akan digunakan sejak awal pembelajaran.
 Kriteria pemilihan strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam
  memilih strategi pembelajaran yaitu:
 A.Berorientasi pada tujuan pembelajaran
 B.Pilih teknik pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan yang
  diharapkan dimiliki peserta didik saat bekerja kelak 9dihubungkan
  dengan dunia kerja).
 C.Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan
  rangsangan pada indera peserta didik.
 Komentar:
 Ada beberapa langkah-langkah dalam pemilihan dan penyusunan
    prosedur pembelajaran terdiri dari:
   1.Perencanaan program pembelajaran meliputi perumusan tujuan,materi
    pelajaran,kegiatan belajar mengajar,media sumber belajar dan sumber
    evaluasi.
   2.Persiapan pembelajaran sebelum dimulainya pelajaran meliputi kegiatan
    membaca kembali satuan pelajaran yang telah dibuatnya,mengecek semua
    alat dan media yang digunakan.
   3.Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan dalam
    membuka pelajaran,kegiatan inti dalam menyajikan bahan pelajaran dan
    menutup pelajaran.
   4.Kegiatan memberikan penilaian meliputi kegiatan mempersiapkan
    tes,melaksanakannya dan terakhir mengolah hasil tes untuk memperoleh
    angka atau nilai yang akan dikonversikan kedalam skala nilai yang
    berlaku.
BAB 2 KURIKULUM TINGKAT
SATUAN PENDIDIKAN
 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang
  tujuan,isi,dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
  pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
  tujuan pendidikan tertentu.Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan
  Pendidikan (KTSP) yang beragam,mengacu pada standar nasional
  pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan
  nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar
  isi,proses,kompetensi lulusan,tenaga kependidikan,sarana dan
  prasarana,pengelolaan,pembiayaan dan penilaian pendidikan.Dua dari
  delapan standar nasional pendidikan tersebut adalah Standar Isi (SI)
  dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi
  satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
 Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi
    kesempatan peserta didik untuk:
   a. Belajar bermain dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
   b. Belajar memahami dan menghayati
   c. Belajar melaksanakan dan berbuat efektif
   d. Belajar hidup bersama dan bermanfaat untuk orang lain dan
   e. Belajar membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang
    aktif,kreatif,efektif,dan menyenangkan
   KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:
   1.Berpusat pada potensi,perkembangan,kebutuhan,dan kepentingan peserta didik
    dan lingkungannya.
   2. Beragam dan terpadu
   3.Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi,dan seni
   4.Relevan dengan kebutuhan kehidupan menyeluruh dan berkesinambungan
    5.Belajar sepanjang hayat
   6.Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
 Komentar: KTSP disusun sesuai karakteristik peserta didik yang
  berbeda-beda,kondisi daerah,jenjang dan jenis pendidikan serta
  menghargai dan tidak diskriminatifterhadap perbedaan
  agama,suku,budaya,adat istiadat,status sosial ekonomi,dan
  gender.Terpadu artinya artinya ada keterkaitan antara muatan
  wajib,muatan lokal,dan pengembangan diri dalam
  KTSP.Tanggapterhadap perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi
  dan seni.Relevan dengan kebutuhan kehidupan masa kinidan masa
  datang,menyeluruh dan berkesinambungan.Menyeluruh artinya KTSP
  mencakup keseluruhan dimensi kompetensi dan bidang kajian
  keilmuan.Berkesinambungan artinya KTSP antarsemua
  jenjangpendidikan berjenjang dan berkelanjutan,belajar sepanjang
  hayat,seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
BAB 3 MACAM-MACAM METODE
PEMBELAJARAN

 Metodepembelajaran adalah cara untuk mempermudah peserta didik
    mencapai kompetensi tertentu.Hal ini berlaku baik bagi guru (dalam
    pemilihan metode mengajar) maupun bagi peserta didik (dalam memilih
    strategi belajar).Dengan demikian makin baik metode,akan makin efektif
    pula pencapaian tujuan belajar (Winarmo Surahmad,1982).Langkah
    metode pembelajaran yang dipilih memainkan peranan utama yang
    berakhir pada semakin meningkatnya prestasi belajar peserta didik.
   Prinsip-prinsip utama pembelajaran tuntas adalah:
   1.Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan
    hirarkis
   2.Evaluasi yang diguankan adalah penilaian acuan patokan dan setiap
    kompetensi harus diberikan feedback
   3.Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan
   4.Pemberian program pengayaan bagi pesrta didik yang mencapai
    ketuntasan belajar lebih awal (Gentile dan Lalley:2003)
 Belajar tuntas berasumsi bahwa didalam kondisi yang tepat semua peserta didik
    mampu belajar dengan baik dan memperolehhasil yang maksimal terhadap seluruh
    materiyang dipelajari.Agar semua pesrta didik memperolehhasil belajar secara
    maksimal,pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis.Kesistematisan akan
    tercemin dari strategi pembelajaran yang dilaksanakan terutama dalam
    mengorganisir tujuan dan bahan belajar,melaksanakan evaluasi,dan memberikan
    bimbingan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah
    ditetapkan.
   Strategi belajar tuntas dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas dalam
    hal berikut:
   1.Pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh respon terhadap bahan yang
    diajarkan sebagai alat mendiagnosa kemajuan(diagnostic progress test)
   2.Peserta didik baru dapat melangkah pada pelajaran berikutnya setelah ia benar-
    benar menguasai bahan pelajaran sebelumnya sesuai dengan patokan yang
    ditentukan,dan
   3.Pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik yang gagal mencapai
    taraf penguasaan penuh melalui pengajaran remedial(pengajaran korektif).
Komentar:Tujuan pembelajaran harus diorganisir secara spesifik untuk
  memudahkan pengecekan hasil belajar,bahan perlu dijabarkan
  menjadi stuan-satuan belajar tertentu dan penguasaan bahan yang
  lengkap untuk semua tujuansetiap satuan belajar dituntut dari para
  peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap
  berikutnya.Evaluasi yangdilaksanakan setelah peserta didik
  menyelesaikan suatu kegiatan belajartertentu merupakan dasar untuk
  memperoleh balikan(feedback).Tujuan utama evaluasi adalah
  memperolehinformasi tentang pencapaian tujuan dan penguasaan
  bahan olehpeserta didik.Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan
  dimana dan dalam hal apa para peserta didik perlu memperoleh
  bimbingan dalam mencapai tujuan,sehingga seluruh peserta didik
  dapat mencapai tujuan dan menguasai bahan belajar secara maksimal
  (belajar tuntas).
BAB 4 PERSIAPAN PEMBELAJARAN

   Dalam persiapan mengajar harus jelas kompetensi dasar yang akan
 dikuasai peserta didik,apa yang harus dilakukan,apa yang harus
 dipelajari,bagaimana mempelajarinya serta bagaimana guru
 mengetahui bahwa pesrta didik telah menguasai kompetensi
 tertentu.Aspek-aspek tersebut merupakan unsur utama yang secara
 minimal harus ada dalam setiap persiapan mengajar sebagai pedoman
 guru dalam melaksanakam pembelajaran dan membentuk kompetensi
 pesrta didik.
   Terdapat bebrapa prinsip yang harus diperhatikan dalam
 pengembangan persiapan mengajar diantaranya:
  1.Kompetensi yang harus dirumuskan dalam persiapan mengajar
 harus jelas,makin konkrit kompetensi makin mudah diamati dan
 makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk
 membentuik kompetensi tersebut.
 2.Persiapan mengajar harus sederhana dan fleksibel serta dapat
  dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan
  kompetensi pesrta didik.
 3.Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam persiapan
  mengajar harus menunjang dan sesuai kompetensi dasar yang telah
  ditetapkan.
 4.Persiapan mengajar yang dikembangakan harus utuh,menyeluruh
  serta jelas pencapaiannya.
 5.Harus ada ada koordinasi antarkomponen pelaksana program di
  sekolah,terutama bila pembelajaran dilaksanakan secara tim (team
  teaching) atau moving class.
 Komentar: Dalam proses metode umum pembelajaran,dikenal
    beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna sehingga sering
    orang merasa bingung membedakannya yaitu:
   1.Pendekatan pembelajaran
   2.Strategi pembelajaran
   3.Metode pembelajaran
   4.Teknik pembelajaran
   5.Taktik pembelajaran
   6.Model pembelajaran
BAB 5 MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM
 1.MODEL TOP-DOWN
 Gagasan pengembangan kurikulum model ini datang dari para
  administrator pendidikan dan menggunakan prosedur
  administrasi.Dengan wewenang administrasinya,membentuk suatu
  komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum.Anggotanya
  terdiri dari pejabat dibawahnya,para ahli pendidikan,ahli
  kurikulum,ahli disiplin ilmu dan para tokoh dari dunia kerja dan
  perusahaan.Tugas tim ini adalah merumuskan konsep-konsep
  dasar,landasan-landasan,kebijaksanaan dan strategi utama dalam
  pengembangan kurikulum.Selanjutnya administrator membentuk tim
  kerja terdiri dari perguruan tinggi,dan guru-guru senior,yang bertugas
  menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional
  menjabarkan konsep-konsep dan kebijakan dasar yang telah digariskan
  oleh Tim pengarahseperti merumuskan tujuan-tujuan yang lebih
  operasinal,memilih sekuen materi,memilih strategi pembelajaran
 Dan evaluasi,serta menyusun pedoman-pedoman pelaksanaan
  kurikulum bagi guru.Setelah tim kerja selesai melaksanakan
  tugasnya,hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain
  yang berwenang atau pejabat yang kompeten.Setelah mendapatkan
  beberapa penyempurnaan dan dinilai telah cukup baik,administrator
  pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikum tersebut.Karena
  datangnya dari atas model ini disebut juga model TOP-DOWN.
 2.MODEL GRASS ROOTS
 Model kurikulum yang pertama,digunakan dalam sistem pengelolaan
  pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi sedangkan model
  grass roots akan berkembang bdalam sistem yang bersifat
  desentralisasi.
 Komentar: Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots
  seorang guru,sekelompok guru atau keseluruhan guru disuatu
  sekolahbmengadakan upaya pengembangan
  kurikulum.Pengembanganbatau penyempurnaan ini dapat berkenaan
  dengan suatu komponen kurikulum,satu atau beberapa bidang studi
  ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen
  kurikulum.Apabila kondisinya telah memungkinkan,baik dilihat dari
  kemapuan guru-guru,fasilitas biaya maupun bahan-bahan
  kepustakaan,pengembangan kurikulum model grass roots tampaknya
  akan lebih baik.

Tugas kurikulum dan pembelajaran

  • 1.
    Pengarang: Iif KhoiruAhmadi,M.P.d -Sofan Amri,S.Pd –Drs.Hendro Ari Setyono –Tatik Elisah,S.Pd Penerbit: Prestasi Pustaka Publisher Jumlah halaman: 224 halaman Nama Mahasiswa:Risa Veronika 2010021187 Kelas: 2A Pendidikan Ekonomi
  • 2.
    BAB 1 STRATEGIPENCAPAIAN KOMPETENSI  Strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari berbagai pertimbangan sesuai situasi,kondisi dan lingkungan yang akan dihadapinya.Pemilihan strategi pembelajaran pada umumnya bertolak dari:  1.Rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan  2.Analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan.  3.Jenis materi pelajaran yang akan dikomunikasikan.  Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seseorang pengajar untuk menyamapaikan materi pelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dikuasainya diakhir kegiatan belajarnya.Strategi pembelajaran yang akan dipilih dan digunakan guru bertitik tolak dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sejak awal.Agar diperoleh tahapan kegiatan pembelajaran yang berdaya dan berhasil guna.guru harus mampu menentukan strategi pembelajaran apa yang akan digunakan sejak awal pembelajaran.
  • 3.
     Kriteria pemilihanstrategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam memilih strategi pembelajaran yaitu:  A.Berorientasi pada tujuan pembelajaran  B.Pilih teknik pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dimiliki peserta didik saat bekerja kelak 9dihubungkan dengan dunia kerja).  C.Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indera peserta didik.
  • 4.
     Komentar:  Adabeberapa langkah-langkah dalam pemilihan dan penyusunan prosedur pembelajaran terdiri dari:  1.Perencanaan program pembelajaran meliputi perumusan tujuan,materi pelajaran,kegiatan belajar mengajar,media sumber belajar dan sumber evaluasi.  2.Persiapan pembelajaran sebelum dimulainya pelajaran meliputi kegiatan membaca kembali satuan pelajaran yang telah dibuatnya,mengecek semua alat dan media yang digunakan.  3.Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan dalam membuka pelajaran,kegiatan inti dalam menyajikan bahan pelajaran dan menutup pelajaran.  4.Kegiatan memberikan penilaian meliputi kegiatan mempersiapkan tes,melaksanakannya dan terakhir mengolah hasil tes untuk memperoleh angka atau nilai yang akan dikonversikan kedalam skala nilai yang berlaku.
  • 5.
    BAB 2 KURIKULUMTINGKAT SATUAN PENDIDIKAN  Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang tujuan,isi,dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam,mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi,proses,kompetensi lulusan,tenaga kependidikan,sarana dan prasarana,pengelolaan,pembiayaan dan penilaian pendidikan.Dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut adalah Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
  • 6.
     Panduan pengembangankurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk:  a. Belajar bermain dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  b. Belajar memahami dan menghayati  c. Belajar melaksanakan dan berbuat efektif  d. Belajar hidup bersama dan bermanfaat untuk orang lain dan  e. Belajar membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif,kreatif,efektif,dan menyenangkan  KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:  1.Berpusat pada potensi,perkembangan,kebutuhan,dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.  2. Beragam dan terpadu  3.Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi,dan seni  4.Relevan dengan kebutuhan kehidupan menyeluruh dan berkesinambungan 5.Belajar sepanjang hayat  6.Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
  • 7.
     Komentar: KTSPdisusun sesuai karakteristik peserta didik yang berbeda-beda,kondisi daerah,jenjang dan jenis pendidikan serta menghargai dan tidak diskriminatifterhadap perbedaan agama,suku,budaya,adat istiadat,status sosial ekonomi,dan gender.Terpadu artinya artinya ada keterkaitan antara muatan wajib,muatan lokal,dan pengembangan diri dalam KTSP.Tanggapterhadap perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi dan seni.Relevan dengan kebutuhan kehidupan masa kinidan masa datang,menyeluruh dan berkesinambungan.Menyeluruh artinya KTSP mencakup keseluruhan dimensi kompetensi dan bidang kajian keilmuan.Berkesinambungan artinya KTSP antarsemua jenjangpendidikan berjenjang dan berkelanjutan,belajar sepanjang hayat,seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
  • 8.
    BAB 3 MACAM-MACAMMETODE PEMBELAJARAN  Metodepembelajaran adalah cara untuk mempermudah peserta didik mencapai kompetensi tertentu.Hal ini berlaku baik bagi guru (dalam pemilihan metode mengajar) maupun bagi peserta didik (dalam memilih strategi belajar).Dengan demikian makin baik metode,akan makin efektif pula pencapaian tujuan belajar (Winarmo Surahmad,1982).Langkah metode pembelajaran yang dipilih memainkan peranan utama yang berakhir pada semakin meningkatnya prestasi belajar peserta didik.  Prinsip-prinsip utama pembelajaran tuntas adalah:  1.Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan hirarkis  2.Evaluasi yang diguankan adalah penilaian acuan patokan dan setiap kompetensi harus diberikan feedback  3.Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan  4.Pemberian program pengayaan bagi pesrta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal (Gentile dan Lalley:2003)
  • 9.
     Belajar tuntasberasumsi bahwa didalam kondisi yang tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik dan memperolehhasil yang maksimal terhadap seluruh materiyang dipelajari.Agar semua pesrta didik memperolehhasil belajar secara maksimal,pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis.Kesistematisan akan tercemin dari strategi pembelajaran yang dilaksanakan terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar,melaksanakan evaluasi,dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  Strategi belajar tuntas dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas dalam hal berikut:  1.Pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh respon terhadap bahan yang diajarkan sebagai alat mendiagnosa kemajuan(diagnostic progress test)  2.Peserta didik baru dapat melangkah pada pelajaran berikutnya setelah ia benar- benar menguasai bahan pelajaran sebelumnya sesuai dengan patokan yang ditentukan,dan  3.Pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik yang gagal mencapai taraf penguasaan penuh melalui pengajaran remedial(pengajaran korektif).
  • 10.
    Komentar:Tujuan pembelajaran harusdiorganisir secara spesifik untuk memudahkan pengecekan hasil belajar,bahan perlu dijabarkan menjadi stuan-satuan belajar tertentu dan penguasaan bahan yang lengkap untuk semua tujuansetiap satuan belajar dituntut dari para peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap berikutnya.Evaluasi yangdilaksanakan setelah peserta didik menyelesaikan suatu kegiatan belajartertentu merupakan dasar untuk memperoleh balikan(feedback).Tujuan utama evaluasi adalah memperolehinformasi tentang pencapaian tujuan dan penguasaan bahan olehpeserta didik.Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan dimana dan dalam hal apa para peserta didik perlu memperoleh bimbingan dalam mencapai tujuan,sehingga seluruh peserta didik dapat mencapai tujuan dan menguasai bahan belajar secara maksimal (belajar tuntas).
  • 11.
    BAB 4 PERSIAPANPEMBELAJARAN Dalam persiapan mengajar harus jelas kompetensi dasar yang akan dikuasai peserta didik,apa yang harus dilakukan,apa yang harus dipelajari,bagaimana mempelajarinya serta bagaimana guru mengetahui bahwa pesrta didik telah menguasai kompetensi tertentu.Aspek-aspek tersebut merupakan unsur utama yang secara minimal harus ada dalam setiap persiapan mengajar sebagai pedoman guru dalam melaksanakam pembelajaran dan membentuk kompetensi pesrta didik. Terdapat bebrapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan persiapan mengajar diantaranya: 1.Kompetensi yang harus dirumuskan dalam persiapan mengajar harus jelas,makin konkrit kompetensi makin mudah diamati dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuik kompetensi tersebut.
  • 12.
     2.Persiapan mengajarharus sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi pesrta didik.  3.Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam persiapan mengajar harus menunjang dan sesuai kompetensi dasar yang telah ditetapkan.  4.Persiapan mengajar yang dikembangakan harus utuh,menyeluruh serta jelas pencapaiannya.  5.Harus ada ada koordinasi antarkomponen pelaksana program di sekolah,terutama bila pembelajaran dilaksanakan secara tim (team teaching) atau moving class.
  • 13.
     Komentar: Dalamproses metode umum pembelajaran,dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna sehingga sering orang merasa bingung membedakannya yaitu:  1.Pendekatan pembelajaran  2.Strategi pembelajaran  3.Metode pembelajaran  4.Teknik pembelajaran  5.Taktik pembelajaran  6.Model pembelajaran
  • 14.
    BAB 5 MODELPENGEMBANGAN KURIKULUM  1.MODEL TOP-DOWN  Gagasan pengembangan kurikulum model ini datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi.Dengan wewenang administrasinya,membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum.Anggotanya terdiri dari pejabat dibawahnya,para ahli pendidikan,ahli kurikulum,ahli disiplin ilmu dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan.Tugas tim ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar,landasan-landasan,kebijaksanaan dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum.Selanjutnya administrator membentuk tim kerja terdiri dari perguruan tinggi,dan guru-guru senior,yang bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional menjabarkan konsep-konsep dan kebijakan dasar yang telah digariskan oleh Tim pengarahseperti merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasinal,memilih sekuen materi,memilih strategi pembelajaran
  • 15.
     Dan evaluasi,sertamenyusun pedoman-pedoman pelaksanaan kurikulum bagi guru.Setelah tim kerja selesai melaksanakan tugasnya,hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten.Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan dan dinilai telah cukup baik,administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikum tersebut.Karena datangnya dari atas model ini disebut juga model TOP-DOWN.  2.MODEL GRASS ROOTS  Model kurikulum yang pertama,digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi sedangkan model grass roots akan berkembang bdalam sistem yang bersifat desentralisasi.
  • 16.
     Komentar: Dalammodel pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru,sekelompok guru atau keseluruhan guru disuatu sekolahbmengadakan upaya pengembangan kurikulum.Pengembanganbatau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum,satu atau beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum.Apabila kondisinya telah memungkinkan,baik dilihat dari kemapuan guru-guru,fasilitas biaya maupun bahan-bahan kepustakaan,pengembangan kurikulum model grass roots tampaknya akan lebih baik.