TUGAS
“KURIULUM DAN PEMBELAJARAN”

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH KURIKULUM DAN
PEMBELAJARAN


DISUSUN OLEH


SITI HAMIDAH
2010021206
2B
PEND. EKONOMI

UNIVERSITAS KUNINGAN
JUDUL BUKU : KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DALAM
PARADIGMA BARU

PENGARANG : AKHMAD SUDRAJAT M.PD

PENERBIT         : PARAMITRA PUBLISHING

TAHUN TERBIT     : APRIL 2011

TEBAL BUKU : 156 HALAMAN
BAB I
  KONSEP DASAR KURIKULUM


Konsep dasar kurikulum terdiri dari pengertian kurikulm, kedudukan kurikulum,
hubungan kurikulum dengan teori pendidikan, fungsi kurikulum, dan organisasi
kurikulum.
Kurikulum adalah suatu ide atau gagasan yang dituangkan dalam bentuk rancangan
tertulis yang direfleksikan melalui kegiatan belajar mengajar serta memperoleh
hasil menuju ketercapaian tujuan kurikulum.
Kurikulum merupakan komponen penting dalam pendidikan yang dilaksanakan
oleh guru dan siswa melalui berbagai interaksi untuk mencapai tujuan pendidikan
yaitu menuju kematanga intelektual, sosial emosional, moral.
Kurikulum disusun dengan mengacu pada beberapa teori kurikulum dan teori
kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan.
Fungsi kurikulum bagi guru adalah “untuk kelancaran KBM”, bagi sekolah “untuk
menghasilkan produk yang berkualitas”, bagi masyarakat “ untuk memfasilitasi
harapan masyarakat khususnya orang tua”, bagi siswa “untuk memperoleh
kematangan”
Organisasi kurikulum terdiri atas model separated subjek (mata pelajaran yang
terpisah –pisah), model corelated (menghubungkan mata pelajaran yang satu
dengan mata pelajaran yang lain), model integrated (menyatukan semua mata
pelajaran), model core program (kegiatan belajar yang bersifat pemecahan
masalah).
BAB II
  LANDASAN DAN PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM

Pengembangan kurikulum mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi menuju kemajuan dalam implementasi kurikulum yaitu perubahan
paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk mengantisipasi
perkembangan IPTEK.
Dalam pengembangan kurikulum terdapat landasan kurikulum dan prinsip
kurikulum. Landasan kuriklum terbagi atas landasan filofosofis (dasar/patokan
dalam merumuskan tujuan pembelajaran yaitu dengan mengadopsi kepentingan
yang terkait dengan pendidikan), landasan psiklogis (pengembangan kurikulum
dengan memperhatikan aspek psikologis siswa yaitu sesuai dengan tahap
perkembangan siswa agar pengetahuan yang ditangkapnya sesuai kapasitas
daya pikirnya), landasan sosiologis (pengembangan kurikulum dengan
memperhatikan kondisi, karakteristik, budaya dan perkembangan masyarakat),
landasan IPTEK (pengembangan kurikulum dengan selalu mengikuti kemajuan
IPTEK dengan mengakomodasi dan antisipasi laju IPTEK.
Prinsip pengembangan kurikulm merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang
ada di dalam kurikulum yakni, relevan (sesuai antara komponen-komponen
kurikulm), fleksibel (adanya penyesuaian terhadap situasi dan kondisi yang
berbeda-beda) kontinuitas ( adanya kesinambungan kurikulum secara vertikal
atau horizontal), efisien (mengoptimalkan segala sumber secara cermat dan
tepat), efektif (pengembangan kurikulum tanpa ada kegiatan yang mubazir).
BAB III
   KOMPONEN-KOMPONEN KURIKUULUM
Komponen kurikulum terdiri dari tujuan, materi, metode, dan evaluasi.
Komponen tujuan yaitu perumusan tjuan pendidikan yang didasarkan atas
filosofis seprti bila pengembangan kurikulum berdasar pada fisafat klasik
maka tujan pendidikan diarahkan pada penguasaan kognitif.
Komponen materi yaitu bahan ajar berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang harus dipelajari siswa yang menghasilkan pengalaman belajar menuju
kecakapan memecahkan masalah.
Komponen metode yaitu strategi atau cara penyampaian informasi berupa
maeri atau keterampilan lain. Dengan metode diharapkan pembelajaran bia
bervariasi agar memungkinkan siswa belajar secara aktif, kreatif dan
menyenangkan. Guru hanya berkedudukan sebagai fasilitator, motivator dan
pembimbing.
Komponen evaluasi yaitu memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan
yang ingin diwujudkan melalui kurikulum dengan memperhatikan berbagai
faktor seperti latar belakang tujuan dan strategi, input (bahan, peralatan,
fasilitas) , proses, serta produk yang dihasilkan.
Komponen-komponen kurikulum tersebut disusun untuk ketercapaian tujuan
pendidikan.
BAB IV
  KONSEP DAN TEORI BELAJAR




Konsep dan teori belajar mencakup hakikat belajar, pilar belajar, dan teori
belajar.
Hakikat belajar merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran sampai tercapai
hasil belajar yaitu perubahan prilaku ke arah yang lebih baik.
Pilar belajar terdiri dari belajar mengetahui (kegiatan memperoleh informasi,
menguasai informasi dan memanfaatkan informasi), belajar berkarya (melatih
keterampilan), belajar hidup bersama ( belajar berinteraksi, berkomunikasi dan
bekerja sama dengan orang lain), belajar berkembang secara utuh ( belajar
berkembang secara utuh untuk mencapai kematangan intelaktual, sosial
emosional, dan moral).
Teori belajar terdiri dari teori belajar behaviorisme (teori yang berpusat pada
guru), teori belajar kognitivisme (kegiatan belajar yang terdiri dari menangkap
rangsangan, meniru, berfikir konkrit, dan belajar berfikir abstrak), teori belajar
gestalt (pengembangan belajar kognitivisme yaitu belajar yang bersifat
pemecahan masalah)
BAB V
  KONSEP DASAR DAN RAGAM PEMBELAJARAN



Komponen pembelajaran terdiri dari siswa beserta karakteristiknya, sarana dan
prasarana, serta lingkungan.
Pembelajaran merupakan interaksi antara guru dengan siswa untuk memperluas
pengetahuan menuju tujuan pendidikan.
Prinsip pembelajaran : interaksi antara guru dengan siswa, kerja sama antar
siswa,aktif dalam belajar, adanya umpan balik (feedback) memanfaatkan waktu
dengan sebaik-baiknya, mempunyai harapan yang tinggi, menghargai perbedaan
bakat dan cara belajar siswa.
Ragam pembelajaran terbagi atas pembelajaran konstruktif (pembelajaran bersifat
dinamis dan berpusat pada siswa), pembelajaran kontekstual (pembelajaran bersifat
statis dan berpusat pada guru), pembelajaran aktif (pembelajaran yang berpusat
pada siswa dan guru hanya sebagai pembimbing), pembelajaran kooperatif
(pembelajaran yang terdiri dari beberapa siswa yang memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang berbeda, bekerja sama untuk saling bertukar pikiran),
pembelajaran tuntas (pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan terorganisir
dengan bahan ajar/materi yang harus dituntaskan), pembelajaran remedial (
knsekuensi atas pembelajaran tuntas dan diberikan bagi siswa yang belum mencapai
kriteria ketuntasan minmal dengan cara mendiagnosis kesulitan belajar),
pembelajaran pengayaan (belajar tambahan yang diberikan bagi siswa yang telah
melebihi persyaratan minimal untuk mengembangkan kemampuan                    dan
keterampilan dengan cara mendiagnosis kelebihan siswa.
BAB VI
  PERAN DAN KOMPETENSI GURU


Peran guru dalam pembelajaran yaitu sebagai manajer (perencana,pelaksana,
dan penilai), sebagai fasilitator (memberikan pelayanan bagi siswa dengan
menjalankan hubungan kemitraan serta sistem pembelajaran yang demokratis),
sebagai pembimbing (membantu mengembangkan potensi siswa untuk menjadi
individu yang mandiri dan produktif agar berkembang sesuai potensi dan bakat
yang dimiliki), sebagai motivator (perangsang motivasi agar siswa mampu
belajar secara efektif).
Kompetensi yang harus dimliki seorang guru diantaranya, kompetensi
pedagogik (kemampuan mengelola pembelajaran) merupakan kemampuan
dasar dalam mengajar seperti : keterampilan membuka pembelajaran,
keterampilan memberikan stimulus, keterampilan bertanya,keterampilan
memberi isyarat, keteampilan memberikan ilustrasi, keterampilan
berkomunikasi, keterampilan menutup pembelajaran, keterampilan mengelola
kelas. Kompetensi kepribadian (guru harus memiliki pribadi yang unggul)
seperti: dewasa, stabil, arif, bijaksana, berwibawa, berakhlak mulia.
Kompetensi sosial (cakap dalam berinteraksi dan berkomunikasi). Kompetensi
profesional (menguasai bidang garapan yang akan diajarkan).
BAB VII
  PROSES PEMBELAJARAN




Dalam pembelajaran yang pertamakali dirumuskan adalah pendekatan (sudut
pandang)apakah pembelajaran akan berpusat pada guru atau berpusat pada
siswa. Kemudian diturunkan ke dalam sebuah strategi dalam bentuk kerangka
pembelajaran yang bersifat kontekstual. strategi diimplementasikan menjadi
sebuah metode yang akan direfleksikan dalam kegiatan nyata (KBM).
Pelaksanaan metode dengan menggunakan skill yang terdiri dari teknik dan
taktik. Dari mulai penerapan pendekatan, strategi dengan penerapan metode,
serta skill yang mencakup teknik dan taktik merupakan model pembelajaran
yaitu proses pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang
disajikan secara khas oleh guru.
KOMENTAR




Buku kurikulum dan pembelajaran dalam paradigma baru
merupakan buku yang sangat bagus di pelajari bagi calon guru
karena materi yang berbobot yang menyangkut bidang
pembelajaran dari mulai pembahasan kurikulum sampai
kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki seorang guru. Selain
itu, bahasa yang digunakan pun sederhana tidak banyak
menggunakan istilah asing sehingga mudah untuk di mengerti,
dipahami dan dicerna. Dengan mempelajari buku ini, kita
mendapat banyak pengetahuan dan dasar-dasar sebagai pegangan
untuk bisa menjadi seorang guru yang baik yang dapat membawa
perubahan menuju kemajuan paradigma pembelajaran yang
berpusat pada siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu
memperoleh kematangan intelektual, sosial emosional, dan moral.

Midah

  • 1.
    TUGAS “KURIULUM DAN PEMBELAJARAN” DIAJUKANUNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DISUSUN OLEH SITI HAMIDAH 2010021206 2B PEND. EKONOMI UNIVERSITAS KUNINGAN
  • 2.
    JUDUL BUKU :KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DALAM PARADIGMA BARU PENGARANG : AKHMAD SUDRAJAT M.PD PENERBIT : PARAMITRA PUBLISHING TAHUN TERBIT : APRIL 2011 TEBAL BUKU : 156 HALAMAN
  • 4.
    BAB I KONSEP DASAR KURIKULUM Konsep dasar kurikulum terdiri dari pengertian kurikulm, kedudukan kurikulum, hubungan kurikulum dengan teori pendidikan, fungsi kurikulum, dan organisasi kurikulum. Kurikulum adalah suatu ide atau gagasan yang dituangkan dalam bentuk rancangan tertulis yang direfleksikan melalui kegiatan belajar mengajar serta memperoleh hasil menuju ketercapaian tujuan kurikulum. Kurikulum merupakan komponen penting dalam pendidikan yang dilaksanakan oleh guru dan siswa melalui berbagai interaksi untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu menuju kematanga intelektual, sosial emosional, moral. Kurikulum disusun dengan mengacu pada beberapa teori kurikulum dan teori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan. Fungsi kurikulum bagi guru adalah “untuk kelancaran KBM”, bagi sekolah “untuk menghasilkan produk yang berkualitas”, bagi masyarakat “ untuk memfasilitasi harapan masyarakat khususnya orang tua”, bagi siswa “untuk memperoleh kematangan” Organisasi kurikulum terdiri atas model separated subjek (mata pelajaran yang terpisah –pisah), model corelated (menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain), model integrated (menyatukan semua mata pelajaran), model core program (kegiatan belajar yang bersifat pemecahan masalah).
  • 6.
    BAB II LANDASAN DAN PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM Pengembangan kurikulum mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi menuju kemajuan dalam implementasi kurikulum yaitu perubahan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk mengantisipasi perkembangan IPTEK. Dalam pengembangan kurikulum terdapat landasan kurikulum dan prinsip kurikulum. Landasan kuriklum terbagi atas landasan filofosofis (dasar/patokan dalam merumuskan tujuan pembelajaran yaitu dengan mengadopsi kepentingan yang terkait dengan pendidikan), landasan psiklogis (pengembangan kurikulum dengan memperhatikan aspek psikologis siswa yaitu sesuai dengan tahap perkembangan siswa agar pengetahuan yang ditangkapnya sesuai kapasitas daya pikirnya), landasan sosiologis (pengembangan kurikulum dengan memperhatikan kondisi, karakteristik, budaya dan perkembangan masyarakat), landasan IPTEK (pengembangan kurikulum dengan selalu mengikuti kemajuan IPTEK dengan mengakomodasi dan antisipasi laju IPTEK. Prinsip pengembangan kurikulm merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang ada di dalam kurikulum yakni, relevan (sesuai antara komponen-komponen kurikulm), fleksibel (adanya penyesuaian terhadap situasi dan kondisi yang berbeda-beda) kontinuitas ( adanya kesinambungan kurikulum secara vertikal atau horizontal), efisien (mengoptimalkan segala sumber secara cermat dan tepat), efektif (pengembangan kurikulum tanpa ada kegiatan yang mubazir).
  • 8.
    BAB III KOMPONEN-KOMPONEN KURIKUULUM Komponen kurikulum terdiri dari tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Komponen tujuan yaitu perumusan tjuan pendidikan yang didasarkan atas filosofis seprti bila pengembangan kurikulum berdasar pada fisafat klasik maka tujan pendidikan diarahkan pada penguasaan kognitif. Komponen materi yaitu bahan ajar berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dipelajari siswa yang menghasilkan pengalaman belajar menuju kecakapan memecahkan masalah. Komponen metode yaitu strategi atau cara penyampaian informasi berupa maeri atau keterampilan lain. Dengan metode diharapkan pembelajaran bia bervariasi agar memungkinkan siswa belajar secara aktif, kreatif dan menyenangkan. Guru hanya berkedudukan sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing. Komponen evaluasi yaitu memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum dengan memperhatikan berbagai faktor seperti latar belakang tujuan dan strategi, input (bahan, peralatan, fasilitas) , proses, serta produk yang dihasilkan. Komponen-komponen kurikulum tersebut disusun untuk ketercapaian tujuan pendidikan.
  • 10.
    BAB IV KONSEP DAN TEORI BELAJAR Konsep dan teori belajar mencakup hakikat belajar, pilar belajar, dan teori belajar. Hakikat belajar merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran sampai tercapai hasil belajar yaitu perubahan prilaku ke arah yang lebih baik. Pilar belajar terdiri dari belajar mengetahui (kegiatan memperoleh informasi, menguasai informasi dan memanfaatkan informasi), belajar berkarya (melatih keterampilan), belajar hidup bersama ( belajar berinteraksi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain), belajar berkembang secara utuh ( belajar berkembang secara utuh untuk mencapai kematangan intelaktual, sosial emosional, dan moral). Teori belajar terdiri dari teori belajar behaviorisme (teori yang berpusat pada guru), teori belajar kognitivisme (kegiatan belajar yang terdiri dari menangkap rangsangan, meniru, berfikir konkrit, dan belajar berfikir abstrak), teori belajar gestalt (pengembangan belajar kognitivisme yaitu belajar yang bersifat pemecahan masalah)
  • 12.
    BAB V KONSEP DASAR DAN RAGAM PEMBELAJARAN Komponen pembelajaran terdiri dari siswa beserta karakteristiknya, sarana dan prasarana, serta lingkungan. Pembelajaran merupakan interaksi antara guru dengan siswa untuk memperluas pengetahuan menuju tujuan pendidikan. Prinsip pembelajaran : interaksi antara guru dengan siswa, kerja sama antar siswa,aktif dalam belajar, adanya umpan balik (feedback) memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, mempunyai harapan yang tinggi, menghargai perbedaan bakat dan cara belajar siswa. Ragam pembelajaran terbagi atas pembelajaran konstruktif (pembelajaran bersifat dinamis dan berpusat pada siswa), pembelajaran kontekstual (pembelajaran bersifat statis dan berpusat pada guru), pembelajaran aktif (pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai pembimbing), pembelajaran kooperatif (pembelajaran yang terdiri dari beberapa siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berbeda, bekerja sama untuk saling bertukar pikiran), pembelajaran tuntas (pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan terorganisir dengan bahan ajar/materi yang harus dituntaskan), pembelajaran remedial ( knsekuensi atas pembelajaran tuntas dan diberikan bagi siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minmal dengan cara mendiagnosis kesulitan belajar), pembelajaran pengayaan (belajar tambahan yang diberikan bagi siswa yang telah melebihi persyaratan minimal untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan dengan cara mendiagnosis kelebihan siswa.
  • 14.
    BAB VI PERAN DAN KOMPETENSI GURU Peran guru dalam pembelajaran yaitu sebagai manajer (perencana,pelaksana, dan penilai), sebagai fasilitator (memberikan pelayanan bagi siswa dengan menjalankan hubungan kemitraan serta sistem pembelajaran yang demokratis), sebagai pembimbing (membantu mengembangkan potensi siswa untuk menjadi individu yang mandiri dan produktif agar berkembang sesuai potensi dan bakat yang dimiliki), sebagai motivator (perangsang motivasi agar siswa mampu belajar secara efektif). Kompetensi yang harus dimliki seorang guru diantaranya, kompetensi pedagogik (kemampuan mengelola pembelajaran) merupakan kemampuan dasar dalam mengajar seperti : keterampilan membuka pembelajaran, keterampilan memberikan stimulus, keterampilan bertanya,keterampilan memberi isyarat, keteampilan memberikan ilustrasi, keterampilan berkomunikasi, keterampilan menutup pembelajaran, keterampilan mengelola kelas. Kompetensi kepribadian (guru harus memiliki pribadi yang unggul) seperti: dewasa, stabil, arif, bijaksana, berwibawa, berakhlak mulia. Kompetensi sosial (cakap dalam berinteraksi dan berkomunikasi). Kompetensi profesional (menguasai bidang garapan yang akan diajarkan).
  • 16.
    BAB VII PROSES PEMBELAJARAN Dalam pembelajaran yang pertamakali dirumuskan adalah pendekatan (sudut pandang)apakah pembelajaran akan berpusat pada guru atau berpusat pada siswa. Kemudian diturunkan ke dalam sebuah strategi dalam bentuk kerangka pembelajaran yang bersifat kontekstual. strategi diimplementasikan menjadi sebuah metode yang akan direfleksikan dalam kegiatan nyata (KBM). Pelaksanaan metode dengan menggunakan skill yang terdiri dari teknik dan taktik. Dari mulai penerapan pendekatan, strategi dengan penerapan metode, serta skill yang mencakup teknik dan taktik merupakan model pembelajaran yaitu proses pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.
  • 17.
    KOMENTAR Buku kurikulum danpembelajaran dalam paradigma baru merupakan buku yang sangat bagus di pelajari bagi calon guru karena materi yang berbobot yang menyangkut bidang pembelajaran dari mulai pembahasan kurikulum sampai kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki seorang guru. Selain itu, bahasa yang digunakan pun sederhana tidak banyak menggunakan istilah asing sehingga mudah untuk di mengerti, dipahami dan dicerna. Dengan mempelajari buku ini, kita mendapat banyak pengetahuan dan dasar-dasar sebagai pegangan untuk bisa menjadi seorang guru yang baik yang dapat membawa perubahan menuju kemajuan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu memperoleh kematangan intelektual, sosial emosional, dan moral.