7H-Manajemen SDM
EVALUASI KINERJA DAN KOMPENSASI
EVALUASI KINERJA
SDM
Pengertian :
Suatu sistem dan cara penilaian
pencapaian hasil kerja individu
pegawai, unit kerja maupun
organisasi secara keseluruhan.
Fungsi :
Memperoleh data yang pasti,
sistematis, dan faktual dalam
penentuan nilai suatu pekerjaan.
Tujuan :
Untuk membantu pegawai
memperbaiki kinerja, merencanakan
pekerjaan dan mengembangkan karir
pegawai.
HUMAN RESOURCES
SCORECARD
Pengertian : Suatu sistem
pengukuran kinerja sumber daya
manusia yang berkaitan dengan
orang, strategi, dan kinerja untuk
menghasilkan perusahaan yang
unggul.
HR Scorecard terdiri dari 4 perspektif
yaitu :
- Finansial
- Customer
- Proses bisnis Internal
- Pembelajaran dan pertumbuhan.
Langkah-langkah pendekatan HR Scorecard
untuk mengembangkan sistem pengukuran
kinerja SDM :
1. Mengidentifikasi HR Deriverable
2. High Performance Work System
3. Identifikasi Penempatan sistem SDM
4. Identifikasi Pengukuran Efisiensi SDM
Motivasi dan
Kepuasan
Kerja
Motivasi dalam
dunia kerja
adalahsuatu
yang dapat
menimbulkan
semangat atau
dorongan kerja.
kepuasan kerja adalah
sikap yang umum
terhadap suatu pekerjaan
seseorang, selisih antara
banyaknya ganjaran yang
diterima seorang pekerja
dan banyaknya yang
mereka yakini seharusnya
mereka terima. Pendapat
lain bahwa kepuasan kerja
merupakan suatu sikap
yang dimiliki oleh para
individu sehubungan
dengan jabatan atau
pekerjaan mereka
Motivasi Finansial  dorongan yang
dilakukan dengan memberikan
imbalan finansial kepada karyawan.
Motivasi nonfinansial  dorongan
yang diwujudkan tidak dalam
bentuk finansial/uang, akan tetapi
berupa hal-hal seperti
penghargaan, pendekatan manusia
dan lain – lain.
Kecerdasan Emosional adalah
kemampuan seseorang untuk
menerima, menilai, mengelola,
serta mengontrol emosi dirinya
dan orang lain di sekitarnya.
5 Wilayah kecerdasan emosional
1. Ksadaran Diri (Self Awareness)
2. Pengaturan Diri (Self Management)
3. Motivasi (Self Motivation)
4. Empati (Empathy/social Awareness)
5. Ketrampilan sosial (Relationship
Management)
Faktor yang mempengaruhi Kecerdasan
Emosional :
a. Faktor Internal adalah apa yang ada dalam
diri individu yang mempengaruhi
kecerdasan emosinya.
b. Faktor Eksternal adalah Stimulasi dan
Lingkungan dimana kecerdasan emosi
berlangsung.
Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional :
1. Membaca situasi
2. Mendengarkan dan menyimak law an
bicara
3. Siap Berkomunikasi
4. Mencoba Berempati
5. Siap Mental
Pelaksanaan strategi sangat
tergantung pada personel yang
kompeten, memiliki kompetensi
memadai dan kemampuan daya
saing. Membangun organisasi
yang demikian selalu menjadi
prioritas pelaksanaan strategi.
Fungsi :
Memperoleh data yang pasti,
sistematis, dan faktual dalam
penentuan nilai suatu pekerjaan.
Kompetensi adalah keterampilan yang
diperlukan seseorang yangditunjukkan oleh
kemampuannya untuk dengan konsisten
memberikantingkat kinerja yang memadai atau
tinggi dalam suatu fungsi pekerjaanspesi)k.
Kompeten harus dibedakan dengan kompetensi,
walaupun dalampemakaian umum istilah ini
digunakan dapat dipertukarkan.
Audit kinerja dalam pelaksanaannya
dapat mengidentifikasi berbagai
masalah yang menuntut adanya
pemeriksaan lebih rinci antara lain :
Audit kinerja merupakan salah satu
jenis audit yang dilakukan sebagai
pengembangan diri audit keuangan.
Audit kinerja untuk menilai tingkat
keberhasilan kinerja suatu
Kementerian/Lembaga Pemerintah,
untuk memastikan sesuai atau
tidaknya sasaran yang kegiatan yang
menggunakan anggaran. Oleh karena
audit kinerja (performence audit
merupakan perluasan dari audit
keuangan yang meliputi : ekonomi,
efisien dan efektifitas, maka auditor
yang akan melaksanakan kegiatan
harus memperoleh informasi tentan
organisasi, meliputi struktur
organisasi, prosedur kerja dan sistem
informasi dan pelaporan keuangan
dan kegiatan kepada manajemen.
a. Pengukuran standar atu penetapan penjabaran
b. Tiadanya kejelasan prosedur tertulis atau prosedur
berbelitbelit
c. Personil yang kurang cakap
d. Beberapa pekerjaan duplikasi atau tumpang tindih
e. Anggaran yang dipakai tidak tepat sasaran
f. Pola pembiyaan yang terlalu mewah kurang
bermanfaat tidak efisien.
g. Penggunaan pekerjaan tertangguh, menumpuk dan
penyelesaian terlambat.
h. Banyak pekerja terlalu besar, koordinasi buruk dan
personil banyak tidak punya tugas
i. Pengorganisasian terlau besar, koordinasi buruk
dan personil banyak tidak punya tugas
j. dll
Pengertian : suatu cara dalam
melakukan evaluasi terhadap
prestasi kerja para pegawai
dengan serangkaian tolok ukur
tertentu yang obyektif dan
berkaitan langsung dengan
tugas seseorang serta dilakukan
secara berkala
Obyek Penilaian Prestasi Kerja :
a. Hasil kerja individu
b. Sifat
c. Perilaku
Tujuan utama Penilaian Prestasi Kerja :
a. Evaluasi terhadap tujuan (goal)
organisasi
b. Pengembangan tujuan (goal) organisasi
Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja :
a. Terhadap Individu
b. Terhadap Organisasi
Metode Penilaian Prestasi Kerja :
1. Metode Penilaian Yang Berorientasi Masa Lalu : Skala
Grafik Dengan Rating, Metode Checklist, Metode Esai,
Metode Pencatatan Kejadian Kritis, Metode Wawancara
2. Metode Penilaian Yang Berorientasi Masa Depan :
Penilaian Diri (self appraisal), Tes Psikologi,
Management By Objectives (MBO), Pusat Penilaian
(Assesment Centre)
Pengertian : Kompensasi adalah
semua pendapatan yang
berbentuk uang, barang
langsung atau tidak langsung
yang diterima karyawan sebagai
imbalan atas jasa yang diberikan
kepada perusahaan (Malayu S.P.
Hasibuan, 2002:54). Kompensasi
berbentuk uang, artinya gaji
dibayar dengan sejumlah uang
kartal kepada karyawan yang
bersangkutan. Kompensasi
berbentuk barang, artinya gaji
dibayar dengan barang. Misalnya
gaji dibayar 10% dari produksi
yang dihasilkan.
Tujuan umum pemberian kompensasi adalah untuk
menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan
Kompensasi finansial secara langsung berupa; bayaran
pokok (gaji dan upah), bayaran prestasi, bayaran
insentif (bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan
dan opsi saham) dan bayaran tertangguh (program
tabungan dan anuitas pembelian saham)
Kompensasi finansial tidak langsung berupa; program-
program proteksi (asuransi kesehatan, asuransi jiwa,
pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran diluar jam
kerja (liburan, hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil)
dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran,ruang kantor dan
tempat parkir.
Kompensasi non financial, berupa pekerjaan (tugas-tugas
yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan
dan rasa pencapaian). Lingkungan kerja (kebijakan-
kebijakan yang sehat, supervise yang kompoten, kerabat
yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman).
1. Analisis Jabatan
Hal yang paling penting adalah memastikan bahwa adanya
pemetaan terhadap beban kerja, resiko pekerjaan, serta
kompetensi yang menyertai analisis jabatan tersebut.
2. Analisis Kompetensi Karyawan/Penilaian Bobot Karyawan
Cara yang dilakukan adalah melakukan proses evaluasi
terhadap kesesuaian antara aktual kompetensi yang dimiliki
oleh karyawan dengan standar kompetensi yang
dipersyaratan.
3. Penyusutan Kelas Jabatan
Melakukan proses penyusunan kelas jabatan pada setiap
posisi dan fungsi yang ada dalam organisiasi
4. Riset dan Survey Gaji
Lakukan proses benchmarking untuk melakukan kegiatan
riset dengan melihat status aktual gaji yang ada di pasaran.
Buat pengelompokan dalam range salary gaji, sesuaikan
dengan jenis usaha yang dimiliki oleh perusahaan dan
budget yang telah di standarkan.
5. Menyusun Tabel Gaji
Melakukan proses penyusutan tabel gaji yang disesuaikan
dengan pemetaan gaji yang ada. Peta dan tabel gaji ini
menjelaskan antara kelas jabatan dan data serta informasi
gaji yang termuat.
IX. LANGKAH-LANGKAH
MERUMUSKAN KEBIJAKAN
DAN MEMBUAT SISTEM
KOMPENSASI
Benchmarking adalah
proses membandingkan
kinerja proses bisnis
dan metrik termasuk
biaya, siklus waktu,
produktivitas, atau
kualitas yang lain
secara luas dianggap
sebagai tolok ukur
standar industri atau
praktik terbaik. Pada
dasarnya, Benchmark
menyediakan sebuah
snapshot dari kinerja
bisnis Anda dan
membantu Anda
memahami di mana
Anda berada dalam
kaitannya dengan
standar tertentu.
macam-macam Benchmarking itu sendiri adalah sebagai berikut :
1. Benchmarking Internal, yaitu dengan membandingkan operasi
suatu bagian dengan bagian internal lainnya dalam suatu
organisasi.
2. Benchmarking kompetitif adalah dengan mengadakan
perbandingan dengan berbagai pesaing
3. Benchmarking Fungsional ialah dengan mengadakan
perbandingan fungsi atau proses dari perusahaan-
perusahaan yang berada di berbagai industri; dan
4. Benchmarking Generik adalah dengan proses bisnis
fundamental yang cenderung sama di setiap industri.
Untuk melakukan Benchmarking, maka dapat dilakukan dengan
empat cara sebagai berikut :
1. Riset in-house, melakukan penilaian terhadap informasi
dalam perusahaan sendiri maupun informasi yang ada di
publik
2. Riset Pihak Ketiga, membiayai kegiatan benchmarking yang
akan dilakukan oleh perusahaan surveyor
3. Pertukaran Langsung, pertukaran informasi secara langsung
dapat dilakukan melalui kuesioner, survei melalui telepon, dll
4. Kunjungan Langsung, melakukan kunjungan ke lokasi mitra
benchmarking (cara ini dianggap yang paling efektif )
Kompensasi merupakan istilah
yang berkaitan dengan imbalan-
imbalan finansial (financial
reward) yang diterima oleh
orang-orang melalui hubungan
kepegawaian mereka dengan
sebuah organisasi. Pada
umumnya bentuk kompensasi
berupa finansial karena
pengeluaran moneter yang
dilakukan oleh organisasi.
Kompensasi bisa langsung
diberikan kepada karyawan,
ataupun tidak langsung, dimana
karyawan menerima kompensasi
dalam bentuk-bentuk non
moneter.
A. Kompensasi finansial secara langsung berupa;
bayaran pokok (gaji dan upah), bayaran prestasi,
bayaran insentif (bonus, komisi, pembagian
laba/keuntungan dan opsi saham) dan bayaran
tertangguh (program tabungan dan anuitas pembelian
saham)
B. Kompensasi finansial tidak langsung berupa;
program-program proteksi (asuransi kesehatan,
asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran
diluar jam kerja (liburan, hari besar, cuti tahunan dan
cuti hamil) dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran,ruang
kantor dan tempat parkir.
Tujuan dari kebijakan pemberian kompensasi meliputi :7)
• Menghargai prestasi karyawan
• Menjamin keadilan gaji karyawan
• Mempertahankan karyawan atau mengurangi turnover
karyawan
• Memperoleh karyawan yang bermutu
• Pengendalian biaya
• Memenuhi peraturan-peraturan.
Non-financial
compensation
(kompensasi non
finansial).
Kompensasi non-
finansial adalah
balas jasa yang
diberikan
perusahaan
kepada karyawan
bukan berbentuk
uang, tapi
berwujud fasilitas.
A. Non financial the job (kompensasi berkaitan dengan pekerjaan)
B. Non financial job environment (kompensasi berkaitan dengan
lingkungan pekerjaan)
Berikut ini pendapatan kompensasi non finansial, yaitu:
a. Tunjangan Hari Raya
Pemberian uang atau barang yang diberikan perusahaan kepada
karyawannya menjelang hari raya atau hari besar keagamaan.
b. Perumahan
Penyediaan rumah dinas, mess, atau asrama perumahan akan sangat
membantu para karyawan, terutama bagi mereka yang baru pindah
dari lokasi lain, sehingga mereka dapat bekerja dengan konsentrasi
lebih besar.
c. Kafetaria
Perusahaan menyediakan kafetaria untuk memberikan pelayanan
makan dan minum bagi karyawan, atau hanya sekedar menyediakan
ruang tempat duduk untuk makan dan minum yang dibawa oleh
karyawan sendiri.
d. Sarana olah raga
Peningkatan kesehatan karyawan yang selanjutnya secara tidak
langsung diikuti dengan kenaikan produktivitas, perbaikan semangat
korps dan terutama membuat perusahaan dipandang sebagai “Tempat
yang baik untuk bekerja”.
e. Darmawisata
Perjalanan atau kunjungan singkat dengan tujuan bersenang-senang
sambil mengenal baik objek wisata dan lingkungannya.
THANKS FOR ATTENTION

Tugas framework

  • 1.
  • 2.
    EVALUASI KINERJA SDM Pengertian : Suatusistem dan cara penilaian pencapaian hasil kerja individu pegawai, unit kerja maupun organisasi secara keseluruhan. Fungsi : Memperoleh data yang pasti, sistematis, dan faktual dalam penentuan nilai suatu pekerjaan. Tujuan : Untuk membantu pegawai memperbaiki kinerja, merencanakan pekerjaan dan mengembangkan karir pegawai.
  • 3.
    HUMAN RESOURCES SCORECARD Pengertian :Suatu sistem pengukuran kinerja sumber daya manusia yang berkaitan dengan orang, strategi, dan kinerja untuk menghasilkan perusahaan yang unggul. HR Scorecard terdiri dari 4 perspektif yaitu : - Finansial - Customer - Proses bisnis Internal - Pembelajaran dan pertumbuhan. Langkah-langkah pendekatan HR Scorecard untuk mengembangkan sistem pengukuran kinerja SDM : 1. Mengidentifikasi HR Deriverable 2. High Performance Work System 3. Identifikasi Penempatan sistem SDM 4. Identifikasi Pengukuran Efisiensi SDM
  • 4.
    Motivasi dan Kepuasan Kerja Motivasi dalam duniakerja adalahsuatu yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan kerja. kepuasan kerja adalah sikap yang umum terhadap suatu pekerjaan seseorang, selisih antara banyaknya ganjaran yang diterima seorang pekerja dan banyaknya yang mereka yakini seharusnya mereka terima. Pendapat lain bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap yang dimiliki oleh para individu sehubungan dengan jabatan atau pekerjaan mereka Motivasi Finansial  dorongan yang dilakukan dengan memberikan imbalan finansial kepada karyawan. Motivasi nonfinansial  dorongan yang diwujudkan tidak dalam bentuk finansial/uang, akan tetapi berupa hal-hal seperti penghargaan, pendekatan manusia dan lain – lain.
  • 5.
    Kecerdasan Emosional adalah kemampuanseseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. 5 Wilayah kecerdasan emosional 1. Ksadaran Diri (Self Awareness) 2. Pengaturan Diri (Self Management) 3. Motivasi (Self Motivation) 4. Empati (Empathy/social Awareness) 5. Ketrampilan sosial (Relationship Management) Faktor yang mempengaruhi Kecerdasan Emosional : a. Faktor Internal adalah apa yang ada dalam diri individu yang mempengaruhi kecerdasan emosinya. b. Faktor Eksternal adalah Stimulasi dan Lingkungan dimana kecerdasan emosi berlangsung. Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional : 1. Membaca situasi 2. Mendengarkan dan menyimak law an bicara 3. Siap Berkomunikasi 4. Mencoba Berempati 5. Siap Mental
  • 6.
    Pelaksanaan strategi sangat tergantungpada personel yang kompeten, memiliki kompetensi memadai dan kemampuan daya saing. Membangun organisasi yang demikian selalu menjadi prioritas pelaksanaan strategi. Fungsi : Memperoleh data yang pasti, sistematis, dan faktual dalam penentuan nilai suatu pekerjaan. Kompetensi adalah keterampilan yang diperlukan seseorang yangditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikantingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaanspesi)k. Kompeten harus dibedakan dengan kompetensi, walaupun dalampemakaian umum istilah ini digunakan dapat dipertukarkan.
  • 7.
    Audit kinerja dalampelaksanaannya dapat mengidentifikasi berbagai masalah yang menuntut adanya pemeriksaan lebih rinci antara lain : Audit kinerja merupakan salah satu jenis audit yang dilakukan sebagai pengembangan diri audit keuangan. Audit kinerja untuk menilai tingkat keberhasilan kinerja suatu Kementerian/Lembaga Pemerintah, untuk memastikan sesuai atau tidaknya sasaran yang kegiatan yang menggunakan anggaran. Oleh karena audit kinerja (performence audit merupakan perluasan dari audit keuangan yang meliputi : ekonomi, efisien dan efektifitas, maka auditor yang akan melaksanakan kegiatan harus memperoleh informasi tentan organisasi, meliputi struktur organisasi, prosedur kerja dan sistem informasi dan pelaporan keuangan dan kegiatan kepada manajemen. a. Pengukuran standar atu penetapan penjabaran b. Tiadanya kejelasan prosedur tertulis atau prosedur berbelitbelit c. Personil yang kurang cakap d. Beberapa pekerjaan duplikasi atau tumpang tindih e. Anggaran yang dipakai tidak tepat sasaran f. Pola pembiyaan yang terlalu mewah kurang bermanfaat tidak efisien. g. Penggunaan pekerjaan tertangguh, menumpuk dan penyelesaian terlambat. h. Banyak pekerja terlalu besar, koordinasi buruk dan personil banyak tidak punya tugas i. Pengorganisasian terlau besar, koordinasi buruk dan personil banyak tidak punya tugas j. dll
  • 8.
    Pengertian : suatucara dalam melakukan evaluasi terhadap prestasi kerja para pegawai dengan serangkaian tolok ukur tertentu yang obyektif dan berkaitan langsung dengan tugas seseorang serta dilakukan secara berkala Obyek Penilaian Prestasi Kerja : a. Hasil kerja individu b. Sifat c. Perilaku Tujuan utama Penilaian Prestasi Kerja : a. Evaluasi terhadap tujuan (goal) organisasi b. Pengembangan tujuan (goal) organisasi Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja : a. Terhadap Individu b. Terhadap Organisasi Metode Penilaian Prestasi Kerja : 1. Metode Penilaian Yang Berorientasi Masa Lalu : Skala Grafik Dengan Rating, Metode Checklist, Metode Esai, Metode Pencatatan Kejadian Kritis, Metode Wawancara 2. Metode Penilaian Yang Berorientasi Masa Depan : Penilaian Diri (self appraisal), Tes Psikologi, Management By Objectives (MBO), Pusat Penilaian (Assesment Centre)
  • 9.
    Pengertian : Kompensasiadalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan (Malayu S.P. Hasibuan, 2002:54). Kompensasi berbentuk uang, artinya gaji dibayar dengan sejumlah uang kartal kepada karyawan yang bersangkutan. Kompensasi berbentuk barang, artinya gaji dibayar dengan barang. Misalnya gaji dibayar 10% dari produksi yang dihasilkan. Tujuan umum pemberian kompensasi adalah untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan Kompensasi finansial secara langsung berupa; bayaran pokok (gaji dan upah), bayaran prestasi, bayaran insentif (bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan dan opsi saham) dan bayaran tertangguh (program tabungan dan anuitas pembelian saham) Kompensasi finansial tidak langsung berupa; program- program proteksi (asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran diluar jam kerja (liburan, hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil) dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran,ruang kantor dan tempat parkir. Kompensasi non financial, berupa pekerjaan (tugas-tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan dan rasa pencapaian). Lingkungan kerja (kebijakan- kebijakan yang sehat, supervise yang kompoten, kerabat yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman).
  • 10.
    1. Analisis Jabatan Halyang paling penting adalah memastikan bahwa adanya pemetaan terhadap beban kerja, resiko pekerjaan, serta kompetensi yang menyertai analisis jabatan tersebut. 2. Analisis Kompetensi Karyawan/Penilaian Bobot Karyawan Cara yang dilakukan adalah melakukan proses evaluasi terhadap kesesuaian antara aktual kompetensi yang dimiliki oleh karyawan dengan standar kompetensi yang dipersyaratan. 3. Penyusutan Kelas Jabatan Melakukan proses penyusunan kelas jabatan pada setiap posisi dan fungsi yang ada dalam organisiasi 4. Riset dan Survey Gaji Lakukan proses benchmarking untuk melakukan kegiatan riset dengan melihat status aktual gaji yang ada di pasaran. Buat pengelompokan dalam range salary gaji, sesuaikan dengan jenis usaha yang dimiliki oleh perusahaan dan budget yang telah di standarkan. 5. Menyusun Tabel Gaji Melakukan proses penyusutan tabel gaji yang disesuaikan dengan pemetaan gaji yang ada. Peta dan tabel gaji ini menjelaskan antara kelas jabatan dan data serta informasi gaji yang termuat. IX. LANGKAH-LANGKAH MERUMUSKAN KEBIJAKAN DAN MEMBUAT SISTEM KOMPENSASI
  • 11.
    Benchmarking adalah proses membandingkan kinerjaproses bisnis dan metrik termasuk biaya, siklus waktu, produktivitas, atau kualitas yang lain secara luas dianggap sebagai tolok ukur standar industri atau praktik terbaik. Pada dasarnya, Benchmark menyediakan sebuah snapshot dari kinerja bisnis Anda dan membantu Anda memahami di mana Anda berada dalam kaitannya dengan standar tertentu. macam-macam Benchmarking itu sendiri adalah sebagai berikut : 1. Benchmarking Internal, yaitu dengan membandingkan operasi suatu bagian dengan bagian internal lainnya dalam suatu organisasi. 2. Benchmarking kompetitif adalah dengan mengadakan perbandingan dengan berbagai pesaing 3. Benchmarking Fungsional ialah dengan mengadakan perbandingan fungsi atau proses dari perusahaan- perusahaan yang berada di berbagai industri; dan 4. Benchmarking Generik adalah dengan proses bisnis fundamental yang cenderung sama di setiap industri. Untuk melakukan Benchmarking, maka dapat dilakukan dengan empat cara sebagai berikut : 1. Riset in-house, melakukan penilaian terhadap informasi dalam perusahaan sendiri maupun informasi yang ada di publik 2. Riset Pihak Ketiga, membiayai kegiatan benchmarking yang akan dilakukan oleh perusahaan surveyor 3. Pertukaran Langsung, pertukaran informasi secara langsung dapat dilakukan melalui kuesioner, survei melalui telepon, dll 4. Kunjungan Langsung, melakukan kunjungan ke lokasi mitra benchmarking (cara ini dianggap yang paling efektif )
  • 12.
    Kompensasi merupakan istilah yangberkaitan dengan imbalan- imbalan finansial (financial reward) yang diterima oleh orang-orang melalui hubungan kepegawaian mereka dengan sebuah organisasi. Pada umumnya bentuk kompensasi berupa finansial karena pengeluaran moneter yang dilakukan oleh organisasi. Kompensasi bisa langsung diberikan kepada karyawan, ataupun tidak langsung, dimana karyawan menerima kompensasi dalam bentuk-bentuk non moneter. A. Kompensasi finansial secara langsung berupa; bayaran pokok (gaji dan upah), bayaran prestasi, bayaran insentif (bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan dan opsi saham) dan bayaran tertangguh (program tabungan dan anuitas pembelian saham) B. Kompensasi finansial tidak langsung berupa; program-program proteksi (asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran diluar jam kerja (liburan, hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil) dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran,ruang kantor dan tempat parkir. Tujuan dari kebijakan pemberian kompensasi meliputi :7) • Menghargai prestasi karyawan • Menjamin keadilan gaji karyawan • Mempertahankan karyawan atau mengurangi turnover karyawan • Memperoleh karyawan yang bermutu • Pengendalian biaya • Memenuhi peraturan-peraturan.
  • 13.
    Non-financial compensation (kompensasi non finansial). Kompensasi non- finansialadalah balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawan bukan berbentuk uang, tapi berwujud fasilitas. A. Non financial the job (kompensasi berkaitan dengan pekerjaan) B. Non financial job environment (kompensasi berkaitan dengan lingkungan pekerjaan) Berikut ini pendapatan kompensasi non finansial, yaitu: a. Tunjangan Hari Raya Pemberian uang atau barang yang diberikan perusahaan kepada karyawannya menjelang hari raya atau hari besar keagamaan. b. Perumahan Penyediaan rumah dinas, mess, atau asrama perumahan akan sangat membantu para karyawan, terutama bagi mereka yang baru pindah dari lokasi lain, sehingga mereka dapat bekerja dengan konsentrasi lebih besar. c. Kafetaria Perusahaan menyediakan kafetaria untuk memberikan pelayanan makan dan minum bagi karyawan, atau hanya sekedar menyediakan ruang tempat duduk untuk makan dan minum yang dibawa oleh karyawan sendiri. d. Sarana olah raga Peningkatan kesehatan karyawan yang selanjutnya secara tidak langsung diikuti dengan kenaikan produktivitas, perbaikan semangat korps dan terutama membuat perusahaan dipandang sebagai “Tempat yang baik untuk bekerja”. e. Darmawisata Perjalanan atau kunjungan singkat dengan tujuan bersenang-senang sambil mengenal baik objek wisata dan lingkungannya.
  • 14.