MENULIS
CARA JFP
Randy R. Wrihatnolo
Pejabat Fungsional Perencanan Madya
Kementerian PPN/Bappenas



Disampaikan dalam Forum Sosialisasi Tata Cara Pengajuan Usulan
AK JFP, di Jakarta, 14 Maret 2012
Bab




      Tips Menulis
Tips 1
 Pertama, tetapkan judul yang menarik.
 • Judul adalah super kesimpulan dari makna yang
   terpendam dalam sebuah tulisan dan super intisari dari
   gagasan utama yang ingin disampaikan penulis dalam
   tulisannya.
 • Judul menunjukkan keinginan penulis yang ingin
   ditunjukkan kepada para pembacanya.

 Teladan:
 “Pengembangan Karakter Manusia Dalam Rangka Meningkatkan Jatidiri Bangsa Guna
     Mencapai Pertumbuhan Ekonomi dan Kinerja Pembangunan Daerah”.

   “Daya Saing Bangsa dan Pembangunan Ekonomi”
Tips 2
 Kedua, menyusun kerangka tulisan (format).
 • Format tulisan minimal terdiri dari 4 kerangka utama
   sebagai berikut:

     I.Latar Belakang
     II.Teori/Konsep/Kerangka Pikir dari Pihak Lain
     III.Analisis Sendiri/Pendapat Sendiri/Gagasan Sendiri
     IV.Kesimpulan


 • Penulis harus jeli menentukan materi yang akan
   dimasukkan ke dalam masing-masing kerangka utama.
   Jangan sampai terbolak-balik.
Tips 3
 Ketiga, menyusun badan tulisan (outline).
 • Badan tulisan tulisan merupakan isi dari kerangka utama.
 • Dalam setiap badan tulisan minimal harus berisi 1 pokok pikiran
    utama. Dalam 1 pokok pikiran utama dapat terdiri dari 1 atau
    beberapa pokok pikiran pembantu. Dalam 1 pokok pikiran
    pembantu dapat terdiri dari 1 atau beberapa pikiran penjelas.
 • Dengan begitu, maka pokok pikiran utama dapat berkembang
    menjadi 1 atau beberapa paragraf.
 • Untuk memperkuat argumen dalam suatu pokok pikiran utama,
    pokok pikiran pembantu, dan pikiran penjelas, maka penulis dapat
    memasukkan data pendukung dan/atau rujukan pendukung
    berupa data-data atau kutipan tulisan. Penyampaikan data-data
    dapat berupa tabel, grafik, gambar, atau bagan.
Tips 4
 Keempat, merangkai tulisan.
 • Setelah penulis menyusun outline, penulis mencari,
   memilih, dan menentukan data-data dan rujukan untuk
   mengembangkan kerangka tulisan.
 • Berdasarkan data-data dan rujukan tersebut, penulis
   mengembangkan badan tulisan.
 • Penulis harus berusaha menghemat kata dan kalimat
   ketika penulis mengembangkan kerangka tulisan ke
   dalam badan tulisan.
Tips 5
 Kelima, gaya tulisan.
 • Gaya tulisan yang baik adalah menggunakan tata
   bahasa yang baik dan selalu berusaha dalam format
   kalimat aktif  SPOK.
 • Penulisan kalimat selalu mengalir.
 • Penulisan kalimat tidak meloncat (jumping)  gunakan
   silogisme.
 • Tipsnya adalah menghindari penggunaan bullets dan
   numbering.
Tips 6
 Keenam, etika tulisan.
 • Menjaga orisinalitas tulisan.
 • Setiap kutipan dan rujukan yang bukan bersumber dari
   penulis sendiri harus diberikan keterangan asal tulisan
   dalam format footnote atau side-note.
 • Bobot isi tulisan antara tulisan yang berasal dari
   pemikiran penulis sendiri dibandingkan dengan
   kutipan/rujukan dari tulisan penulis lain sebaiknya
   sekitar 20-40% pemikiran sendiri dan 60-80%
   pemikiran/milik orang lain/pihak lain termasuk data.
Tips 7
 Ketujuh, open mind.
 • Jangan berhenti belajar.
 • Jangan berhenti mencoba.
 • Jangan malu bertanya dengan pertanyaan yang
   rasional.
 • Rendah hati.
Bab




      Format Tulisan Kegiatan
                Perencanaan
Memorandum
Pertama, buat kepala dan pengantar
Memorandum.
Memorandum
Kedua, buat badan/isi Memorandum. Dengan kisi-
kisi sebagai berikut:
I.       Pendahuluan

Kisi-kisi:
1.1.    Penyajian Latar Belakang Masalah (a.11=0,1): Disusun berdasarkan
informasi data primer yang telah diolah.
1.2.    Menentukan Jenis Permasalahan (a.16=0,1): Menentukan jenis
permasalahan yang dihadapi.
1.3.    Menentukan Tingkat Permasalahan (a.17=0,1): Menentukan tingkat
permasalahan setelah menentukan jenis permasalahan yang dihadapi
(berdasarkan a.16).
1.4.    Menentukan Faktor-faktor Penyebab Permasalahan (a.18=0,1): Setelah
diketahui jenis dan tingkat permasalahan yang dihadapi, kemudian diidentifikasi
penyebab timbulnya permasalahan tersebut.
Memorandum
II.   Studi Pustaka Singkat/Review dan Penyajian Data Sekunder

Kisi-kisi:
2.1. Menyusun Studi Pustaka Yang Memperkuat Landasan/Kerangka Logis
     (b.2=0,2): Mencari informasi yang lengkap untuk memahami permasalahan
     yang ada guna memperkuat landasan teori dan model yang sudah ditentukan,
     termasuk informasi mengenai kebijakan yang pernah dilakukan sebelumnya.
2.2. Pengumpulan Data Sekunder (a.3=0,1): Data yang dikumpulkan baik melalui
     media cetak maupun media elektronik.
2.3. Pembuatan diagram (a.10=0,1): Diperlukan untuk memudahkan analisis
     masalah.
Memorandum
III. Pembahasan
    Dapat dibagi menjadi beberapa Bab menurut Topik Bahasan Tertentu.

Kisi-kisi:
3.1. Memformulasikan sajian untuk analisis (a.12=0,2): Disusun dengan memadukan latar
     belakang masalah, fakta yang ada, serta potensi yang tersedia.
3.2. Mengevaluasi data yang sudah ada (a.14=0,2): Dilakukan terhadap data yang sudah
     ada dikaitkan dengan kebutuhan analisis pembnagunan.
3.3. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek
     sektor tunggal (b.20=0,2): Proyek sektor tunggal dimaksud adalah proyek pembangunan
     yang keterkaitan dengan sektor lain relatif kecil.
Atau
3.3. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek multi
     sektoral (b.21=0,3; 80%): Proyek multi sektoral dimaksud adalah proyek pembangunan
     yang melibatkan beberapa sektor terkait..
Memorandum
Atau
3.3. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek
     kawasan (b.22=0,4; 80%): Kawasan dimaksud dapat dibentuk untuk kepentingan
     kesatuan pembangunan ekonomi suatu wilayah, pengolahan sumberdaya alam dan
     lingkungan, kawasan kesatuan dari beberapa wilayah adminsitrasi lainnya, atau
     kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus.
Atau
3.3. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan kebijakan
     strategis regional (b.14=0,2): Regional yang dimaksud dapat merupakan kawasan yang
     dibentuk untuk kepentingan kesatuan pembangunan ekonomi suatu wilayah, pengelolan
     sumberdaya alam dan lingkungan, kesatuan dari beberapa wilayah administrasi lainnya,
     atau kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus. Kebijakan strategis regional
     dapat merupakan kebijakan strategis pembangunan nasional yang didesentralisasikan
     ke dalam lingkup spatial yang lebih kecil.
Memorandum
3.4. Menyusun perkiraan dan penentuan anggaran/pembiayaan yang diperlukan dalam
     perencanaan proyek sektor tunggal (d.14=0,2): Proyek sektor tunggal dimaksud adalah
     proyek pembangunan yang keterkaitan dengan sektor lain relatif kecil.
3.5. Merumuskan prosedur pelaksanaan (d.17=0,3): Prosedur pelaksanaan dimaksud
     adalah rumusan/konsep mekanisme dan tata cara pelaksanaan suatu rencana.
3.6. Penyusunan desain awal efektivitas pelaksanaan (f.1=0,2): Desain awal dimaksud
     dapat berupa langkah-langkah pokok yang dapat ditempuh untuk meningkatkan
     efektivitas pelaksanaan suatu rencana pembangunan.
3.7. Menulis Hasil Analisis dan Penyajian Data dan Informasi untuk penilaian pelaksanaan
     efektivitas pelaksanaan (f.10=0,3): Kegiatan dimaksud adalah menganalisis data dan
     informasi serta penyajiannya untuk penilaian pelaksanaan efektivitas pelaksanaan.
3.8. Menulis Hasil Analisis dan Penyajian Data dan Informasi untuk penilaian pelaksanaan
     efektivitas tujuan (f.11=0,3): Kegiatan dimaksud adalah menganalisis data dan
     informasi serta penyajiannya untuk penilaian pelaksanaan efektivitas pencapaian tujuan
     sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun.
Memorandum
IV. Kesimpulan dan Saran

Kisi-kisi:
4.1. Merumuskan kriteria untuk menilai alternatif (c.1=0,1): Kriteria dimaksud adalah ukuran
     dalam menilai berbagai alternatif yang ada. Alternatif dapat berupa alternatif
     kebijakan/program/proyek/kegiatan.

4.2. Menulis saran untuk menilai alternatif (c.2=0,1): Saran dimaksud adalah saran terhadap
     kriteria yang ada dan nantinya digunakan untuk menilai alternatif.

4.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam
     perencanaan proyek sektor tunggal (c.15=0,1): Proyek sektor tunggal dimaksud adalah
     proyek yang tidak mempunyai kaitan erat dengan sektor lain.
Memorandum
Atau
4.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam
     perencanaan proyek multi sektor (c.16=0,2; 80%): Proyek multi sektoral dimaksud
     adalah proyek pembangunan yang melibatkan beberapa sektor terkait..
Atau
4.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam
     perencanaan proyek kawasan (c.17=0,3; 80%): Kawasan dimaksud dapat dibentuk
     untuk kepentingan kesatuan pembangunan ekonomi suatu wilayah, pengolahan
     sumberdaya alam dan lingkungan, kawasan kesatuan dari beberapa wilayah
     adminsitrasi lainnya, atau kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus.
Atau
4.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam
     perencanaan program strategis regional (c.14=0,2): Regional yang dimaksud dapat
     merupakan kawasan yang dibentuk untuk kepentingan kesatuan pembangunan
     ekonomi suatu wilayah, pengelolan sumberdaya alam dan lingkungan, kesatuan dari
     beberapa wilayah administrasi lainnya, atau kawasan lain yang memerlukan perhatian
     khusus. Kebijakan strategis regional dapat merupakan kebijakan strategis
     pembangunan nasional yang didesentralisasikan ke dalam lingkup spatial yang lebih
     kecil.
Bab




      Format Tulisan Kegiatan
       Pengembangan Profesi
Artikel, Paper
 Pertama, perhatikan Tips di Bab 1.
Artikel, Paper
 Kedua, susun paper dengan kisi-kisi sebagai
 berikut:
                                      JUDUL
                                    (Sub Judul)
 I.      Pendahuluan

 •Penyajian Latar Belakang Masalag (a.11=0,1): Disusun berdasarkan informasi data primer
 yang telah diolah.
 •Pengumpulan Data Sekunder (a.3=0,1): Data yang dikumpulkan baik melalui media cetak
 maupun media elektronik

 1.1.    Menentukan Jenis Permasalahan (a.16=0,1)
         Hanya menentukan jenis permasalahan yang dihadapi.

 1.2.     Menentukan Tingkat Permasalahan (a.17=0,1)
          Menentukan tingkat permasalahan setelah menentukan jenis permasalahan yang
 dihadapi (berdasarkan a.16).
Artikel, Paper
 1.3. Menentukan Faktor-faktor Penyebab Permasalahan (a.18=0,1)
      Setelah diketahui jenis dan tingkat permasalahan yang dihadapi, kemudian diidentifikasi
      penyebab timbulnya permasalahan tersebut.

 1.4. Penyusunan Desain dan Instrumen (a.1=0,3)
      Rancang kebijakan yang perlu ditempuh untuk memecahkan permasalahan yang
      dihadapi.

 II.   Studi Pustaka

 2.1. Menyusun Landasan Kerangka Teoritis dan Model (b.1=0,3; 80%)
      Kerangka teori dimaksud adalah pemilihan landasan teori yang digunakan untuk
      mendekati permasalahan pembangunan yang dihadapi. Adapun model dimaksud
      adalah kerangka yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi yang
      dapat pula digunakan sebagai alat stimulasi tingkah laku dari suatu sistem.

 2.2. Menyusun Studi Pustaka Yang Memperkuat Landasan/Kerangka Logis (b.2=0,2)
      Mencari informasi yang lengkap untuk memahami permasalahan yang ada guna
      memperkuat landasan teori dan model yang sudah ditentukan, termasuk informasi
      mengenai kebijakan yang pernah dilakukan sebelumnya.
Artikel, Paper
 2.3. Menyusun Asumsi/Hipotesis Model (b.4=0,2; 80%)
      Disusun berdasarkan spesifikasi model serta pemahaman terhadap permasalahan yang
      ada.

 III. Metode Penelitian

 3.1. Penyusunan Spesifikasi Model (b.3=0,1; 80%)
      Menentukan variabel yang berpengaruh dalam model, kemudian menyusun hubungan
      antara variabel yang ada.

 3.2. Metode Pengolahan Data

 Lihat slide berikut....
Artikel, Paper
 3.2. Metode Pengolahan Data

 •   Pengumpulan Data Primer (a.2=0,4): Data yang secara langsung dikumpulkan melalui
     survei kepada responden, baik melalui wawancara maupun kuesioner. Pengumpulan
     data minimal 30 responden.
 •   Tabulasi Data (a.7=0,1): Menyusun semua data primer dalam bentuk tabel sesuai
     keperluan.
 •   Kodifikasi Data (a.5=0,1): Melakukan pemberian kode sebagai dasar untuk
     pengelompokan data sesuai kebutuhan. Jumlah data minimal 100 responden. Misal: (1)
     Pekerjaan RTM; (2) Jumlah anak; (3) Kualitas kesehatan anggota RTM yang perlu
     dibawab ke Puskesmas; (4) dll.
 •   Pemasukan Data (entry data) (a.8=0,2): Mengolah data primer menjadi informasi yang
     berguna, bervariasi dari tingkat yang sangat mudah sampai dengan yang sangat sulit
     (maksudnya pakai skala likert).
 •   Review kelengkapan data (maksudnya: tabelkan secara series) (a.9=0,2): Memeriksa
     kembali data yang diperoleh dengan kebutuhan data yang diinginkan, baik dalam hal
     kualitas maupun kuantitas.
 •   Pembuatan diagram (a.10=0,1): Diperlukan untuk memudahkan analisis masalah.
     Angka kredit dapat dinerikan apabiloa kegiatan pembuatan diagram dan tabel tersebut
     esuai yang dimaksud dalam surat penugasan (work order/disposisi).
Artikel, Paper
 IV. Hasil dan Pembahasan

 4.1. Memformulasikan Sajian Untuk Analisis (a.12=0,2)
      Disusun dengan memadukan latar belakang masalah, fakta yang ada, serta potensi
      yang tersedia.
 4.2. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek
      sektor tunggal (a.20=0,2)
      Proyek sektor tunggal dimaksud adalah proyek pembangunan yang keterkaitan dengan
      sektor lain relatif kecil.

 Atau
 4.2. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek multi sektoral
      (a.21=0,3; 80%)
      Proyek multi sektoral dimaksud adalah proyek pembangunan yang melibatkan beberapa sektor
      terkait..
 Atau
 4.2. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek kawasan
      (a.22=0,4; 80%)
      Kawasan dimaksud dapat dibentuk untuk kepentingan kesatuan pembangunan ekonomi suatu
      wilayah, pengolahan sumberdaya alam dan lingkungan, kawasan kesatuan dari beberapa wilayah
      adminsitrasi lainnya, atau kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus.
Artikel, Paper
 V.   Kesimpulan dan Saran

 5.1. Merumuskan kriteria untuk menilai alternatif (c.1=0,1)
      Kriteria dimaksud adalah ukuran dalam menilai berbagai alternatif yang ada. Alternatif
      dapat berupa alternatif kebijakan/program/proyek/kegiatan.

 5.2. Menulis saran untuk menilai alternatif (c.2=0,1)
      Saran dimaksud adalah saran terhadap kriteria yang ada dan nantinya digunakan untuk
      menilai alternatif.

 5.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam
      perencanaan proyek sektor tunggal (c.15=0,1)
      Proyek sektor tunggal dimaksud adalah proyek yang tidak mempunyai kaitan erat
      dengan sektor lain.
Bab




 Tips Penunjang Perencanaan
Penunjang Perencanaan
Kunci “5 K”

KIM   geluti pekerjaan dengan hati senang.
KEM   pekerjaan diproses secara bijak.
KUM   setiap pekerjaan harus memperoleh angka kredit.
KAM   usahakan pekerjaan tersebut memberikan efek
      samping yang positif.
KOM   mampu mendorong sejawat untuk berprestasi.
Terima kasih

Jangan kapok berprestasi, meski tidak
bergengsi dan miskin gisi...

Tips Menulis Cara JFP

  • 1.
    MENULIS CARA JFP Randy R.Wrihatnolo Pejabat Fungsional Perencanan Madya Kementerian PPN/Bappenas Disampaikan dalam Forum Sosialisasi Tata Cara Pengajuan Usulan AK JFP, di Jakarta, 14 Maret 2012
  • 2.
    Bab Tips Menulis
  • 3.
    Tips 1 Pertama,tetapkan judul yang menarik. • Judul adalah super kesimpulan dari makna yang terpendam dalam sebuah tulisan dan super intisari dari gagasan utama yang ingin disampaikan penulis dalam tulisannya. • Judul menunjukkan keinginan penulis yang ingin ditunjukkan kepada para pembacanya. Teladan: “Pengembangan Karakter Manusia Dalam Rangka Meningkatkan Jatidiri Bangsa Guna Mencapai Pertumbuhan Ekonomi dan Kinerja Pembangunan Daerah”. “Daya Saing Bangsa dan Pembangunan Ekonomi”
  • 4.
    Tips 2 Kedua,menyusun kerangka tulisan (format). • Format tulisan minimal terdiri dari 4 kerangka utama sebagai berikut: I.Latar Belakang II.Teori/Konsep/Kerangka Pikir dari Pihak Lain III.Analisis Sendiri/Pendapat Sendiri/Gagasan Sendiri IV.Kesimpulan • Penulis harus jeli menentukan materi yang akan dimasukkan ke dalam masing-masing kerangka utama. Jangan sampai terbolak-balik.
  • 5.
    Tips 3 Ketiga,menyusun badan tulisan (outline). • Badan tulisan tulisan merupakan isi dari kerangka utama. • Dalam setiap badan tulisan minimal harus berisi 1 pokok pikiran utama. Dalam 1 pokok pikiran utama dapat terdiri dari 1 atau beberapa pokok pikiran pembantu. Dalam 1 pokok pikiran pembantu dapat terdiri dari 1 atau beberapa pikiran penjelas. • Dengan begitu, maka pokok pikiran utama dapat berkembang menjadi 1 atau beberapa paragraf. • Untuk memperkuat argumen dalam suatu pokok pikiran utama, pokok pikiran pembantu, dan pikiran penjelas, maka penulis dapat memasukkan data pendukung dan/atau rujukan pendukung berupa data-data atau kutipan tulisan. Penyampaikan data-data dapat berupa tabel, grafik, gambar, atau bagan.
  • 6.
    Tips 4 Keempat,merangkai tulisan. • Setelah penulis menyusun outline, penulis mencari, memilih, dan menentukan data-data dan rujukan untuk mengembangkan kerangka tulisan. • Berdasarkan data-data dan rujukan tersebut, penulis mengembangkan badan tulisan. • Penulis harus berusaha menghemat kata dan kalimat ketika penulis mengembangkan kerangka tulisan ke dalam badan tulisan.
  • 7.
    Tips 5 Kelima,gaya tulisan. • Gaya tulisan yang baik adalah menggunakan tata bahasa yang baik dan selalu berusaha dalam format kalimat aktif SPOK. • Penulisan kalimat selalu mengalir. • Penulisan kalimat tidak meloncat (jumping) gunakan silogisme. • Tipsnya adalah menghindari penggunaan bullets dan numbering.
  • 8.
    Tips 6 Keenam,etika tulisan. • Menjaga orisinalitas tulisan. • Setiap kutipan dan rujukan yang bukan bersumber dari penulis sendiri harus diberikan keterangan asal tulisan dalam format footnote atau side-note. • Bobot isi tulisan antara tulisan yang berasal dari pemikiran penulis sendiri dibandingkan dengan kutipan/rujukan dari tulisan penulis lain sebaiknya sekitar 20-40% pemikiran sendiri dan 60-80% pemikiran/milik orang lain/pihak lain termasuk data.
  • 9.
    Tips 7 Ketujuh,open mind. • Jangan berhenti belajar. • Jangan berhenti mencoba. • Jangan malu bertanya dengan pertanyaan yang rasional. • Rendah hati.
  • 10.
    Bab Format Tulisan Kegiatan Perencanaan
  • 11.
    Memorandum Pertama, buat kepaladan pengantar Memorandum.
  • 12.
    Memorandum Kedua, buat badan/isiMemorandum. Dengan kisi- kisi sebagai berikut: I. Pendahuluan Kisi-kisi: 1.1. Penyajian Latar Belakang Masalah (a.11=0,1): Disusun berdasarkan informasi data primer yang telah diolah. 1.2. Menentukan Jenis Permasalahan (a.16=0,1): Menentukan jenis permasalahan yang dihadapi. 1.3. Menentukan Tingkat Permasalahan (a.17=0,1): Menentukan tingkat permasalahan setelah menentukan jenis permasalahan yang dihadapi (berdasarkan a.16). 1.4. Menentukan Faktor-faktor Penyebab Permasalahan (a.18=0,1): Setelah diketahui jenis dan tingkat permasalahan yang dihadapi, kemudian diidentifikasi penyebab timbulnya permasalahan tersebut.
  • 13.
    Memorandum II. Studi Pustaka Singkat/Review dan Penyajian Data Sekunder Kisi-kisi: 2.1. Menyusun Studi Pustaka Yang Memperkuat Landasan/Kerangka Logis (b.2=0,2): Mencari informasi yang lengkap untuk memahami permasalahan yang ada guna memperkuat landasan teori dan model yang sudah ditentukan, termasuk informasi mengenai kebijakan yang pernah dilakukan sebelumnya. 2.2. Pengumpulan Data Sekunder (a.3=0,1): Data yang dikumpulkan baik melalui media cetak maupun media elektronik. 2.3. Pembuatan diagram (a.10=0,1): Diperlukan untuk memudahkan analisis masalah.
  • 14.
    Memorandum III. Pembahasan Dapat dibagi menjadi beberapa Bab menurut Topik Bahasan Tertentu. Kisi-kisi: 3.1. Memformulasikan sajian untuk analisis (a.12=0,2): Disusun dengan memadukan latar belakang masalah, fakta yang ada, serta potensi yang tersedia. 3.2. Mengevaluasi data yang sudah ada (a.14=0,2): Dilakukan terhadap data yang sudah ada dikaitkan dengan kebutuhan analisis pembnagunan. 3.3. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek sektor tunggal (b.20=0,2): Proyek sektor tunggal dimaksud adalah proyek pembangunan yang keterkaitan dengan sektor lain relatif kecil. Atau 3.3. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek multi sektoral (b.21=0,3; 80%): Proyek multi sektoral dimaksud adalah proyek pembangunan yang melibatkan beberapa sektor terkait..
  • 15.
    Memorandum Atau 3.3. Merumuskan tujuan-tujuanrealistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek kawasan (b.22=0,4; 80%): Kawasan dimaksud dapat dibentuk untuk kepentingan kesatuan pembangunan ekonomi suatu wilayah, pengolahan sumberdaya alam dan lingkungan, kawasan kesatuan dari beberapa wilayah adminsitrasi lainnya, atau kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus. Atau 3.3. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan kebijakan strategis regional (b.14=0,2): Regional yang dimaksud dapat merupakan kawasan yang dibentuk untuk kepentingan kesatuan pembangunan ekonomi suatu wilayah, pengelolan sumberdaya alam dan lingkungan, kesatuan dari beberapa wilayah administrasi lainnya, atau kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus. Kebijakan strategis regional dapat merupakan kebijakan strategis pembangunan nasional yang didesentralisasikan ke dalam lingkup spatial yang lebih kecil.
  • 16.
    Memorandum 3.4. Menyusun perkiraandan penentuan anggaran/pembiayaan yang diperlukan dalam perencanaan proyek sektor tunggal (d.14=0,2): Proyek sektor tunggal dimaksud adalah proyek pembangunan yang keterkaitan dengan sektor lain relatif kecil. 3.5. Merumuskan prosedur pelaksanaan (d.17=0,3): Prosedur pelaksanaan dimaksud adalah rumusan/konsep mekanisme dan tata cara pelaksanaan suatu rencana. 3.6. Penyusunan desain awal efektivitas pelaksanaan (f.1=0,2): Desain awal dimaksud dapat berupa langkah-langkah pokok yang dapat ditempuh untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan suatu rencana pembangunan. 3.7. Menulis Hasil Analisis dan Penyajian Data dan Informasi untuk penilaian pelaksanaan efektivitas pelaksanaan (f.10=0,3): Kegiatan dimaksud adalah menganalisis data dan informasi serta penyajiannya untuk penilaian pelaksanaan efektivitas pelaksanaan. 3.8. Menulis Hasil Analisis dan Penyajian Data dan Informasi untuk penilaian pelaksanaan efektivitas tujuan (f.11=0,3): Kegiatan dimaksud adalah menganalisis data dan informasi serta penyajiannya untuk penilaian pelaksanaan efektivitas pencapaian tujuan sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun.
  • 17.
    Memorandum IV. Kesimpulan danSaran Kisi-kisi: 4.1. Merumuskan kriteria untuk menilai alternatif (c.1=0,1): Kriteria dimaksud adalah ukuran dalam menilai berbagai alternatif yang ada. Alternatif dapat berupa alternatif kebijakan/program/proyek/kegiatan. 4.2. Menulis saran untuk menilai alternatif (c.2=0,1): Saran dimaksud adalah saran terhadap kriteria yang ada dan nantinya digunakan untuk menilai alternatif. 4.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam perencanaan proyek sektor tunggal (c.15=0,1): Proyek sektor tunggal dimaksud adalah proyek yang tidak mempunyai kaitan erat dengan sektor lain.
  • 18.
    Memorandum Atau 4.3. Mengkaji alternatif-alternatifberdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam perencanaan proyek multi sektor (c.16=0,2; 80%): Proyek multi sektoral dimaksud adalah proyek pembangunan yang melibatkan beberapa sektor terkait.. Atau 4.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam perencanaan proyek kawasan (c.17=0,3; 80%): Kawasan dimaksud dapat dibentuk untuk kepentingan kesatuan pembangunan ekonomi suatu wilayah, pengolahan sumberdaya alam dan lingkungan, kawasan kesatuan dari beberapa wilayah adminsitrasi lainnya, atau kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus. Atau 4.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam perencanaan program strategis regional (c.14=0,2): Regional yang dimaksud dapat merupakan kawasan yang dibentuk untuk kepentingan kesatuan pembangunan ekonomi suatu wilayah, pengelolan sumberdaya alam dan lingkungan, kesatuan dari beberapa wilayah administrasi lainnya, atau kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus. Kebijakan strategis regional dapat merupakan kebijakan strategis pembangunan nasional yang didesentralisasikan ke dalam lingkup spatial yang lebih kecil.
  • 19.
    Bab Format Tulisan Kegiatan Pengembangan Profesi
  • 20.
    Artikel, Paper Pertama,perhatikan Tips di Bab 1.
  • 21.
    Artikel, Paper Kedua,susun paper dengan kisi-kisi sebagai berikut: JUDUL (Sub Judul) I. Pendahuluan •Penyajian Latar Belakang Masalag (a.11=0,1): Disusun berdasarkan informasi data primer yang telah diolah. •Pengumpulan Data Sekunder (a.3=0,1): Data yang dikumpulkan baik melalui media cetak maupun media elektronik 1.1. Menentukan Jenis Permasalahan (a.16=0,1) Hanya menentukan jenis permasalahan yang dihadapi. 1.2. Menentukan Tingkat Permasalahan (a.17=0,1) Menentukan tingkat permasalahan setelah menentukan jenis permasalahan yang dihadapi (berdasarkan a.16).
  • 22.
    Artikel, Paper 1.3.Menentukan Faktor-faktor Penyebab Permasalahan (a.18=0,1) Setelah diketahui jenis dan tingkat permasalahan yang dihadapi, kemudian diidentifikasi penyebab timbulnya permasalahan tersebut. 1.4. Penyusunan Desain dan Instrumen (a.1=0,3) Rancang kebijakan yang perlu ditempuh untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. II. Studi Pustaka 2.1. Menyusun Landasan Kerangka Teoritis dan Model (b.1=0,3; 80%) Kerangka teori dimaksud adalah pemilihan landasan teori yang digunakan untuk mendekati permasalahan pembangunan yang dihadapi. Adapun model dimaksud adalah kerangka yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi yang dapat pula digunakan sebagai alat stimulasi tingkah laku dari suatu sistem. 2.2. Menyusun Studi Pustaka Yang Memperkuat Landasan/Kerangka Logis (b.2=0,2) Mencari informasi yang lengkap untuk memahami permasalahan yang ada guna memperkuat landasan teori dan model yang sudah ditentukan, termasuk informasi mengenai kebijakan yang pernah dilakukan sebelumnya.
  • 23.
    Artikel, Paper 2.3.Menyusun Asumsi/Hipotesis Model (b.4=0,2; 80%) Disusun berdasarkan spesifikasi model serta pemahaman terhadap permasalahan yang ada. III. Metode Penelitian 3.1. Penyusunan Spesifikasi Model (b.3=0,1; 80%) Menentukan variabel yang berpengaruh dalam model, kemudian menyusun hubungan antara variabel yang ada. 3.2. Metode Pengolahan Data Lihat slide berikut....
  • 24.
    Artikel, Paper 3.2.Metode Pengolahan Data • Pengumpulan Data Primer (a.2=0,4): Data yang secara langsung dikumpulkan melalui survei kepada responden, baik melalui wawancara maupun kuesioner. Pengumpulan data minimal 30 responden. • Tabulasi Data (a.7=0,1): Menyusun semua data primer dalam bentuk tabel sesuai keperluan. • Kodifikasi Data (a.5=0,1): Melakukan pemberian kode sebagai dasar untuk pengelompokan data sesuai kebutuhan. Jumlah data minimal 100 responden. Misal: (1) Pekerjaan RTM; (2) Jumlah anak; (3) Kualitas kesehatan anggota RTM yang perlu dibawab ke Puskesmas; (4) dll. • Pemasukan Data (entry data) (a.8=0,2): Mengolah data primer menjadi informasi yang berguna, bervariasi dari tingkat yang sangat mudah sampai dengan yang sangat sulit (maksudnya pakai skala likert). • Review kelengkapan data (maksudnya: tabelkan secara series) (a.9=0,2): Memeriksa kembali data yang diperoleh dengan kebutuhan data yang diinginkan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. • Pembuatan diagram (a.10=0,1): Diperlukan untuk memudahkan analisis masalah. Angka kredit dapat dinerikan apabiloa kegiatan pembuatan diagram dan tabel tersebut esuai yang dimaksud dalam surat penugasan (work order/disposisi).
  • 25.
    Artikel, Paper IV.Hasil dan Pembahasan 4.1. Memformulasikan Sajian Untuk Analisis (a.12=0,2) Disusun dengan memadukan latar belakang masalah, fakta yang ada, serta potensi yang tersedia. 4.2. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek sektor tunggal (a.20=0,2) Proyek sektor tunggal dimaksud adalah proyek pembangunan yang keterkaitan dengan sektor lain relatif kecil. Atau 4.2. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek multi sektoral (a.21=0,3; 80%) Proyek multi sektoral dimaksud adalah proyek pembangunan yang melibatkan beberapa sektor terkait.. Atau 4.2. Merumuskan tujuan-tujuan realistis yang dapat dicapai dalam perencanaan proyek kawasan (a.22=0,4; 80%) Kawasan dimaksud dapat dibentuk untuk kepentingan kesatuan pembangunan ekonomi suatu wilayah, pengolahan sumberdaya alam dan lingkungan, kawasan kesatuan dari beberapa wilayah adminsitrasi lainnya, atau kawasan lain yang memerlukan perhatian khusus.
  • 26.
    Artikel, Paper V. Kesimpulan dan Saran 5.1. Merumuskan kriteria untuk menilai alternatif (c.1=0,1) Kriteria dimaksud adalah ukuran dalam menilai berbagai alternatif yang ada. Alternatif dapat berupa alternatif kebijakan/program/proyek/kegiatan. 5.2. Menulis saran untuk menilai alternatif (c.2=0,1) Saran dimaksud adalah saran terhadap kriteria yang ada dan nantinya digunakan untuk menilai alternatif. 5.3. Mengkaji alternatif-alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam perencanaan proyek sektor tunggal (c.15=0,1) Proyek sektor tunggal dimaksud adalah proyek yang tidak mempunyai kaitan erat dengan sektor lain.
  • 27.
    Bab Tips PenunjangPerencanaan
  • 28.
    Penunjang Perencanaan Kunci “5K” KIM geluti pekerjaan dengan hati senang. KEM pekerjaan diproses secara bijak. KUM setiap pekerjaan harus memperoleh angka kredit. KAM usahakan pekerjaan tersebut memberikan efek samping yang positif. KOM mampu mendorong sejawat untuk berprestasi.
  • 29.
    Terima kasih Jangan kapokberprestasi, meski tidak bergengsi dan miskin gisi...