Traumatic Brain Injury:
Intracranial Hematome
Riyan (Yanyan)
Stase Agustus 2024
Ilustrasi Kasus
Nama : Tn. HF
NRM : 2000870
Umur : 23 th
Masuk : 3 Juli 2024
Diagnosis: Cedera kepala sedang (EDH, Multiple fraktur regio os frontal)
Keluhan Utama
OS diantar polisi karna tidak sadar setelah mengalami laka lantas. Menurut
polisi, kejadian di Jl Cipete sekitar jam 2.30. OS boncengan dengan temennya,
OS ngebut lalu lompat dan terkena trotoar, mengenai pemulung. Muntah -,
kejang -. Keluar darah dari hidung dan mulut.
Pemeriksaan Fisik
Primary Survey
A: clear
B: RR 28 x/menit, SpO2 100% on NRM 8 lpm
C: TD 136/79 mmHg HR 110 x/menit tanpa topangan
D: E3M5V4
E: Suhu 36,4 -> selimut
Status lokalis: tampak vulnus laserasi di frontal dekstra
Penunjang
CT scan kepala 3/8/24
- Perdarahan epidural di regio frontal kanan dengan ketebalan maksimum 3 mm.
- Multipel fraktur komplit os frontal yang mencapai dinding lateral-posterior
sinus frontalis kanan, dinding medial-posterior orbita kanan dan lamina
papyracea yang mencapai sinus ethmoid kanan-kiri, sinus maksillaris kiri, dan
sinus sphenoid kanan, dan dinding inferior orbita kanan yang mencapai sinus
maksillaris kanan.
- Multipel pneumoencephali ekstraaksial di sekitar falx dan kedua hemisfer
cerebri terutama regio frontal bilateral.
- Subgaleal hematoma regio frontal kanan dengan ketebalan maksimum 6 mm.
- Defek dan edema jaringan lunak periorbita kanan, dan labia superior
- Panhematosinus.
- Dilatasi ruang subarachnoid di fossa temporal kiri, suspek kista arachnoid.
6
Penunjang
CXR Cervical
- Tidak tampak fraktur maupun listhesis pada vertebra cervicalis yang
tervisualisasi.
- Fraktur komplit os frontalis mencapai sinus frontalis yang tervisualisasi.-
Straight cervicalis, DD/ muscle spasm..
Penunjang
Lab 3/8/24
DPL 16.5/51.1/20.300/216.000
SGOT/SGPT 41/31
PT/APTT <1x/<1x
Ur/Cr/eGFR 23.6/1.29/77.63
Na/K/Cl 141/3.4/101
GDS 187
Planing
Pro kraniektomi
A: Clear
B: R 28 x/menit, SpO2 100% on NRM 8 lpm
C: Stabil
D: E4M6V5 ( Observasi kesadaran)
E: Cegah hipotermi ->selimut
10
FOLLOW UP 5/8/24
S/Pasien tenang on ETT
O/
A: clear
B: RR 12/menit, SaO2 100% on Ventilator PS 10
PEEP 5 FiO2 40%
C: TD 127/70 mmHg, HR 77 x/menit
D: GCS 15 dengan sedasi Propofol 30 mg/jam,
Fentanyl 12 mcg/jam
E: 36,8
P/
Ekstubasi
Neurofisiologi
1. Cerebral blood flow
2. Intracranial pressure
3. Cerebral metabolism
Cerebral blood flow
• 50ml/100gram/menit (750ml/menit)
• CBF < 20ml/100gr/menit -> iskemik
Regulasi CBF dipengaruhi oleh
1. Cerebral Perfusion Pressure (CPP)
2. Autoregulasi
3. Mekanisme Ekstrinsik
CPP
• CPP merupakan perbedaan antara Mean arterial pressure dan
Intracranial pressure (atau Central Venous Pressure, jika CVP >ICP)
• CPP = MAP – ICP
• Normalnya CPP 80-90 mmHg
• ICP normalnya kurang dari 10 mmHg ->CPP sangat bergantung dari
MAP
Autoregulasi
• CBF dipertahankan konstan pada MAP
50-150
• Bila MAP < 50 -> Iskemik
• Bila MAP > 150 -> kerusakan BBB -
>edema & perdarahan
• Autoregulasi dapat bergeser pada
penyakit tertentu
Mekanisme ekstrinsik
• CBF berubah sekitar 4% setiap mmHg perubahan
PaCO2 pada tekanan 25-80 mmHg.
• PaO2 < 50mmHg -> vasodilatasi, CBF meningkat
• PaO2 yang meningkat hanya menimbulkan sedikit
perubahan, tetapi jangan melebihi 200mmHg
Suhu
• CBF berubah 5% setiap perubahan 1o
C
• Hipotermia menurunkan CMR dan CBF sedangkan hipertermia
meningkatkan CMR dan CBF
Viskositas
• Peningkatan Ht menurunlan CBF
Intracranial pressure
• Tengkorak: 86% otak, darah 4%, CSF 10%
• Normal ICP 5-15mmHg
Cerebral metabolism
• Otak mengkonsumsi 20 % total oksigen
• Basal metabolik rata-rata untuk O2 3,3 ml/100gr/menit.
• Sel otak normalnya menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama
• Konsumsi glukosa otak 4.5mg/100gr/menit.
• Peningkatan cerebral metabolic rate sejalan dengan peningkatan CBF
OSMOLALITAS
• Osmolalitas:Jumlah partikel zat terlarut per Kg
• Osmolaritas: Jumlah partikel zat terlarut per L
Plasma Osmolality
Reference value for Osmolarity: 285-295
20
22
Traumatic brain injury
• 70 juta orang mengalami TBI/tahun
• Penyebab disabilitas utama pada dewasa muda
27
Nathanson, M.H., Andrzejowski, J., Dinsmore, J., Eynon, C.A., Ferguson, K., Hooper, T., Kashyap, A., Kendall, J.,
McCormack, V., Shinde, S., Smith, A. and Thomas, E. (2020), Guidelines for safe transfer of the brain-injured
patient: trauma and stroke, 2019. Anaesthesia, 75: 234-246. https://doi.org/10.1111/anae.14866
28
Nathanson, M.H., Andrzejowski, J., Dinsmore, J., Eynon, C.A., Ferguson, K., Hooper, T., Kashyap, A., Kendall, J.,
McCormack, V., Shinde, S., Smith, A. and Thomas, E. (2020), Guidelines for safe transfer of the brain-injured
patient: trauma and stroke, 2019. Anaesthesia, 75: 234-246. https://doi.org/10.1111/anae.14866
29
Nathanson, M.H., Andrzejowski, J., Dinsmore, J., Eynon, C.A., Ferguson, K., Hooper, T., Kashyap, A., Kendall, J.,
McCormack, V., Shinde, S., Smith, A. and Thomas, E. (2020), Guidelines for safe transfer of the brain-injured
patient: trauma and stroke, 2019. Anaesthesia, 75: 234-246. https://doi.org/10.1111/anae.14866
TERIMA KASIH

Case Based Disscussion Trauma Brain Injury.pptx

  • 1.
    Traumatic Brain Injury: IntracranialHematome Riyan (Yanyan) Stase Agustus 2024
  • 2.
    Ilustrasi Kasus Nama :Tn. HF NRM : 2000870 Umur : 23 th Masuk : 3 Juli 2024 Diagnosis: Cedera kepala sedang (EDH, Multiple fraktur regio os frontal)
  • 3.
    Keluhan Utama OS diantarpolisi karna tidak sadar setelah mengalami laka lantas. Menurut polisi, kejadian di Jl Cipete sekitar jam 2.30. OS boncengan dengan temennya, OS ngebut lalu lompat dan terkena trotoar, mengenai pemulung. Muntah -, kejang -. Keluar darah dari hidung dan mulut.
  • 4.
    Pemeriksaan Fisik Primary Survey A:clear B: RR 28 x/menit, SpO2 100% on NRM 8 lpm C: TD 136/79 mmHg HR 110 x/menit tanpa topangan D: E3M5V4 E: Suhu 36,4 -> selimut Status lokalis: tampak vulnus laserasi di frontal dekstra
  • 5.
    Penunjang CT scan kepala3/8/24 - Perdarahan epidural di regio frontal kanan dengan ketebalan maksimum 3 mm. - Multipel fraktur komplit os frontal yang mencapai dinding lateral-posterior sinus frontalis kanan, dinding medial-posterior orbita kanan dan lamina papyracea yang mencapai sinus ethmoid kanan-kiri, sinus maksillaris kiri, dan sinus sphenoid kanan, dan dinding inferior orbita kanan yang mencapai sinus maksillaris kanan. - Multipel pneumoencephali ekstraaksial di sekitar falx dan kedua hemisfer cerebri terutama regio frontal bilateral. - Subgaleal hematoma regio frontal kanan dengan ketebalan maksimum 6 mm. - Defek dan edema jaringan lunak periorbita kanan, dan labia superior - Panhematosinus. - Dilatasi ruang subarachnoid di fossa temporal kiri, suspek kista arachnoid.
  • 6.
  • 7.
    Penunjang CXR Cervical - Tidaktampak fraktur maupun listhesis pada vertebra cervicalis yang tervisualisasi. - Fraktur komplit os frontalis mencapai sinus frontalis yang tervisualisasi.- Straight cervicalis, DD/ muscle spasm..
  • 8.
    Penunjang Lab 3/8/24 DPL 16.5/51.1/20.300/216.000 SGOT/SGPT41/31 PT/APTT <1x/<1x Ur/Cr/eGFR 23.6/1.29/77.63 Na/K/Cl 141/3.4/101 GDS 187
  • 9.
    Planing Pro kraniektomi A: Clear B:R 28 x/menit, SpO2 100% on NRM 8 lpm C: Stabil D: E4M6V5 ( Observasi kesadaran) E: Cegah hipotermi ->selimut
  • 10.
    10 FOLLOW UP 5/8/24 S/Pasientenang on ETT O/ A: clear B: RR 12/menit, SaO2 100% on Ventilator PS 10 PEEP 5 FiO2 40% C: TD 127/70 mmHg, HR 77 x/menit D: GCS 15 dengan sedasi Propofol 30 mg/jam, Fentanyl 12 mcg/jam E: 36,8 P/ Ekstubasi
  • 11.
    Neurofisiologi 1. Cerebral bloodflow 2. Intracranial pressure 3. Cerebral metabolism
  • 12.
    Cerebral blood flow •50ml/100gram/menit (750ml/menit) • CBF < 20ml/100gr/menit -> iskemik Regulasi CBF dipengaruhi oleh 1. Cerebral Perfusion Pressure (CPP) 2. Autoregulasi 3. Mekanisme Ekstrinsik
  • 13.
    CPP • CPP merupakanperbedaan antara Mean arterial pressure dan Intracranial pressure (atau Central Venous Pressure, jika CVP >ICP) • CPP = MAP – ICP • Normalnya CPP 80-90 mmHg • ICP normalnya kurang dari 10 mmHg ->CPP sangat bergantung dari MAP
  • 14.
    Autoregulasi • CBF dipertahankankonstan pada MAP 50-150 • Bila MAP < 50 -> Iskemik • Bila MAP > 150 -> kerusakan BBB - >edema & perdarahan • Autoregulasi dapat bergeser pada penyakit tertentu
  • 15.
    Mekanisme ekstrinsik • CBFberubah sekitar 4% setiap mmHg perubahan PaCO2 pada tekanan 25-80 mmHg. • PaO2 < 50mmHg -> vasodilatasi, CBF meningkat • PaO2 yang meningkat hanya menimbulkan sedikit perubahan, tetapi jangan melebihi 200mmHg Suhu • CBF berubah 5% setiap perubahan 1o C • Hipotermia menurunkan CMR dan CBF sedangkan hipertermia meningkatkan CMR dan CBF Viskositas • Peningkatan Ht menurunlan CBF
  • 16.
    Intracranial pressure • Tengkorak:86% otak, darah 4%, CSF 10% • Normal ICP 5-15mmHg
  • 17.
    Cerebral metabolism • Otakmengkonsumsi 20 % total oksigen • Basal metabolik rata-rata untuk O2 3,3 ml/100gr/menit. • Sel otak normalnya menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama • Konsumsi glukosa otak 4.5mg/100gr/menit. • Peningkatan cerebral metabolic rate sejalan dengan peningkatan CBF
  • 18.
    OSMOLALITAS • Osmolalitas:Jumlah partikelzat terlarut per Kg • Osmolaritas: Jumlah partikel zat terlarut per L
  • 19.
    Plasma Osmolality Reference valuefor Osmolarity: 285-295
  • 20.
  • 22.
  • 23.
    Traumatic brain injury •70 juta orang mengalami TBI/tahun • Penyebab disabilitas utama pada dewasa muda
  • 27.
    27 Nathanson, M.H., Andrzejowski,J., Dinsmore, J., Eynon, C.A., Ferguson, K., Hooper, T., Kashyap, A., Kendall, J., McCormack, V., Shinde, S., Smith, A. and Thomas, E. (2020), Guidelines for safe transfer of the brain-injured patient: trauma and stroke, 2019. Anaesthesia, 75: 234-246. https://doi.org/10.1111/anae.14866
  • 28.
    28 Nathanson, M.H., Andrzejowski,J., Dinsmore, J., Eynon, C.A., Ferguson, K., Hooper, T., Kashyap, A., Kendall, J., McCormack, V., Shinde, S., Smith, A. and Thomas, E. (2020), Guidelines for safe transfer of the brain-injured patient: trauma and stroke, 2019. Anaesthesia, 75: 234-246. https://doi.org/10.1111/anae.14866
  • 29.
    29 Nathanson, M.H., Andrzejowski,J., Dinsmore, J., Eynon, C.A., Ferguson, K., Hooper, T., Kashyap, A., Kendall, J., McCormack, V., Shinde, S., Smith, A. and Thomas, E. (2020), Guidelines for safe transfer of the brain-injured patient: trauma and stroke, 2019. Anaesthesia, 75: 234-246. https://doi.org/10.1111/anae.14866
  • 30.

Editor's Notes

  • #19 Osmolal gap: bisa terjadi ethanol intoxication