SURAT MENYURAT
Surat adalah media komunikasi tertulis antara seseorang atau lembaga dengan seseorang  atau lembaga lainnya. Surat memiliki banyak kelebihan yaitu memberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk berpikir dan merenungkan hal-hal yang akan disampaikan. Surat juga memiliki kelemahan yaitu keterbatasan dalam penyampaian ekspresi kejiwaan.
Fungsi Surat Media komunikasi Bukti tertulis Alat pengingat Bukti historis Pedoman kerja Duta organisasi
Pengertian Surat Dinas Surat Resmi (Dinas Pemerintah) Adalah salah satu jenis surat yang berisi informasi resmi yang dibuat oleh seorang pejabat untuk ditujukan kepada pihak lain, yang antara lain berupa pemberitahuan, permintaan, pernyataan, dan pertanyaan.
Jenis-jenis Surat Dinas.   Surat dinas Surat keputusan Surat perintah Surat Tugas Surat Instruksi Surat Pengantar Surat Kuasa Nota Dinas Surat pengumuman
Ciri-ciri Surat Dinas Dikeluarkan oleh suatu instansi atau jawatan, baik milik pemerintah maupun swasta. Berisikan kepentingan-kepentingan kedinasan, keorganisasian. Disusun dengan ragam bahasa resmi.
Tata Urutan  Bagian-bagian Surat Dinas Bagian-bagian surat
Keterangan : Kepala surat Nomor surat Tanggal surat Lampiran Hal atau perihal surat Alamat surat Salam pembuka Isi Salam penutup Status/jabatan, tanda tangan, nama jelas Tembusan Inisial 1) Logo  3) 2) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12)
1. Kepala Surat Fungsinya sebgai identitas diri bagi instansi bersangkutan. Dalam kepala surat dicantumkan identitas berikut : Nama instansi Lambang atau logo instansi Kode pos Nomor telepon Nomor faksimile atau e-mail DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Jalan Dr. Setiabudi 229 Bandung 40154  Telepon (022) 2013164 Faksimile (022) 2013651 E-mail : inter@proxi.ikip-bdg.ac.id Logo
2. Nomor Surat Penulisan nomor surat berguna untuk : Memudahkan dalam pengarsipan Memudahkan dalam mencarinya kembali Mengetahui banyaknya surat yang keluar Bahan rujukan dalam surat menyurat tahap berikutnya
Lazimnya nomor surat berisikan : Nomor urut surat Kode surat Angka bulan Angka tahun Angka tahun Angka bulan Kode surat Nomor urut Nomor : 007 / KSH-1 / IV / 2001
3. Tanggal Surat Tanggal surat ditulis sejajar dengan nomor surat. Namatempat mendahului tanggal surat. Namun apbila sudah tercantum dalam kepala surat, nama tempat tidak perlu lagi dituliskan. Contoh : Surabaya, 27 Juli 2003 17 Agustus 2001 Hal-hal lainnya yang harus diperhatikan adalah : Nama bulan ditulis dengan huruf secara lengkap Angka tahun tidak boleh disingkat Pada akhir baris tidak dibubuhi tanda titik
4. Lampiran  Melampirkan berarti menyertakan sesuatu dengan yang lain. Contoh penulisan lampiran yang benar : Lampiran : tiga helai Lampiran : satu berkas Lampiran : dua lembar Lampiran : sepuluh lembar
5. Hal Surat Hal bermakna ‘perkara’, ‘soal’, ‘urusan’, ‘ peristiwa’, dan ‘tentang hal’. Cara penulisannya : Harus ditulis dengan singkat, jelas, dan menarik Berwujud kata atau frase, bukan kalimat Huruf pertama pada setiap katanya harus ditulis dalam huruf kapital. Contoh penulisan hal yang benar : 1) Hal : Jadwal Ujian Matematika 2) Hal : Undangan Rapat Panitia
6. Alamat Surat Pada umumnya surat dinas dikirim dengan  menggunakan sampul atau amplop. Dengan  demikian, ada dua macam alamat yaitu  alamat luar dan alamat dalam. Alamat Luar pada sampul Terdiri atas : kata Kepada Yth nama jabatan unit kerja alamat lengkap
Contoh alamat luar pada sampul: a)  Kepada  Yth. Encep Syarif Nurdin, Drs., M.Pd. Jalan Gegararum Baru 20 Bandung 40153 b)  Kepada Yth. Direktur LPK Triguna Jalan Tentara Pelajar 91 Tasikmalaya c)  Kepada Yth. Kepala Biro Organisasi Sekretariat Jendral Departemen Pendidikan Nasional Jalan Jendral Sudirman, Senayan Jakarta 10270
b. Alamat Dalam pada surat  Ketentuan penulisan pada alamat surat bagian dalam: 1. Tidak didahului kata  Kepada 2. Menggunakan kata  Yth 3. Menggunakan nama jabatan 4. Mencantumkan unit kerja 5. Menggunakan alamat lengkap 6. Nama tempat pada alamat yang dituju tidak didahului kata depan  di
7. Salam Pembuka salam pembuka berfungsi sebagai  penghormatan terhadap pihak yang dituju. Hal yang perlu diperhatikan : Huruf awal pada salam pembuka ditulis dengan huruf kapital Huruf awal kata “hormat” ditulis dengan huruf kecil Penulisan salam pembuka diakhiri dengan tanda koma.
8. Isi Surat Alinea pembuka Alinea pembuka berfungsi sebagai pengantar isi  surat. Alinea Isi Alinea isi merupakan bagian surat yang menampung maksud penulisan surat. Alinea penutup Alinea penutup bisa berupa simpulan, harapan, ucapan terima kasih, ataupun ucapan selamat.
Beberapa contoh kesalahan dalam penulisan alinea penutup adalah sebagai berikut : Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih. Saya haturkan terima kasih atas perhatian ibu.
9. Salam Penutup Salam penutup yang lazim digunakan adalah  hormat kami, hormat saya, salam takzim,  dan wassalam. Hal-hal yang perlu diperhatikan : Huruf awal salam penutup ditulis dengan huruf kapital Penulisan salam penutup diakhiri tanda koma Contoh : Hormat kami, Wassalam,
10. Pengirim Surat Pengirim surat dalah pihak yang  bertanggung jawab atas penulisan/  penyampaian surat. Singkatan-singkatan : a. Singkatan  a.n.  ---- bukan  a/n merupakan kepanjangan dari  atas nama 1) singkatan ini digunakan pengirim jika    menandatangani surat yang mengatasnamakan    pejabat lain misalnya atasan pengirim surat. 2) Surat yang ditandatangani tidak harus dikonsultasikan    isinya kepada atasan pengirim surat.
b. Singkatan  anb.  Kepanjangan atas nama  beliau. Isi surat harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada atasan pengirim surat untuk memperoleh persetujuan. Isi surat merupakan tanggung jawab pejabat yang diatasnamakannya itu. Contoh : Kepala SMUN 1 Rajadesa anb. Wali Kelas 1A Ttd Drs. Firmansyah Nugraha NIP 121320458
c. Singkatan  u.b.  kepanjangan dari  untuk beliau  digunakan jika seseorang pejabat mendapat pendelegasian wewenang untuk menandatangani surat dari pejabat atasannya. d. Singkatan  a.p.  merupakan kepanjangan dari atas perintah digunakan jika pejabat yang berwenang menandatangani surat memberikan kuasa kepada bawahannya.
e. apb. (atas perintah beliau); digunakan jika menteri menguasakan penandatanganan surat kepada bawahannya. f. plh.(pelaksana harian); digunakan jika pejabat yang berwenang menandatangi surat berhalangan untuk waktu tertentu karena tugas dinas menguasakan penandatanganan kepada pejabat setingkat di bawahnya.
g. wks. (wakil sementara); digunakan jika pejabat yang belum ditunjuk penggantinya atau berhalangan karena tugas. h. u.p. (untuk perhatian); digunakan atau ditujukan kepada seseorang atau pejabat teknis yang menangani suatu kegiatan atau pekerjaan tanpa memerlukan kebijaksanaan langsung dari pimpinan pejabat yang bersangkutan.
11. Tembusan Surat Tembusan dibuat jika isi surat tersebut juga  perlu diketahui pihak-pihak lain. Tembusan diletakkan pada margin sebelah  kiri, lurus vertikal denga nomor, lampiran,  dan perihal surat dan sejajar dengan nama  pejabat yang  menandatangani surat.
Hal yang perlu diperhatikan dalam tembusan : Huruf awal kata  tembusan  ditulis dengan huruf kapital. Kata  tembusan  tidak perlu diberi garis bawah. Tanda titik dua (:) mengikuti kata  tembusan  jika tembusannya lebih dari satu. Penulisan  Kepada Yth.  tidak perlu dicantumkan. Yang diberi tembusan adalah pejabat atau orangnya dan kantornya Kata  arsip  atau  pertinggal  tidak perlu dicantumkan.
Contoh penulisan tembusan yang benar : Tembusan : Kakanwil Depdiknas Provinsi Jawa Barat Kakandep Dekdiknas Kabupaten Ciamis
12. Inisial  Pada bagian kiri bawah surat dinas sering dijumpai tanda pengenal yang berupa singkatan (inisial) dari nama pengonsep dan pengetik surat. Gunanya untuk mengetahui siapa pengonsep dan pengetik surat bersangkutan. Contoh : IH/PA  (Iin Hendriyani/Purnama Alam
Bentuk bentuk Surat Dinas a. Bentuk Lurus Penuh
b. Bentuk Lurus
c. Bentuk Setengah Lurus
d. Bentuk Resmi Indonesia Lama
e. Bentuk Resmi Indonesia Baru
f. Bentuk Lekuk
g. Bentuk Alinea Menggantung
Langkah-langkah Penyusunan  Surat Dinas  Menentukan Perihal Surat Menyusun Kerangka Surat Pengumpulan Informasi Mengembangkan Kerangka Surat dan Proses Pengetikan 1) mengembangkannya menjadi surat    yang utuh 2) memilih kertas surat 3) mengetik surat
E. Penyuntingan Surat F. Melipat dan Menyampul Surat 1) melipat surat Model 12.1 Lipatan baku Model 12.2 Model baku rendah
Model 12.3 Lipatan akordion Model 12.4 Lipatan akordion rendah Model 12.5 Lipatan ganda sejajar Model 12.6 Lipatan tunggal
Model 12.7 Lipatan model prancis Model 12.8 Lipatan baron
2) Menyampul Surat 3) Membubuhkan alamat surat Contoh : E. Kosasih, M.Pd. Jalan Gegerarum Baru 20 Bandung  Kepada Yth. Bapak Yogia S. Meliala, Direktur CV Yrama Widya, Jalan Permai 28/97 Margahayu Permai Bandung
Surat Perintah Surat yang dikeluarkan oleh suatu instansi atau pihak yang lebih tinggi dan ditujukan kepada pihak yang lebih rendah (bawahan) agar bawahan tersebut berbuat sesuatu/tidak berbuat sesuatu sebagaimana diterangkan dalam surat perintah tersebut.
Bagian-bagian dari surat perintah: Bagian kepala surat terdiri atas: Nama dan alamat unit organisasi Petunjuk surat perintah Nomor dan tahun Bagian isi surat perintah: Nama, jabatan, no. induk pegawai yang mendapat perintah Unit organisasinya Isi perintah Waktu dan tempat pelaksanaan tugas
Bagian akhir surat perintah: Nama tempat, tanggal-bulan-tahun surat perintah dibuat Jabatan pemberi perintah Nama terang dan no. induk pegawai pemberi perintah Stempel unit organisasi dan tembusan Lampiran surat perintah resmi.
Surat Tugas Adalah surat yang dikeluarkan oleh pihak yang lebih tinggi, ditujukan kepada pihak bawahan agar bawahannya melaksanakan tugas tertentu. Surat tugas bersifat singkat tapi jelas. Pada umumnya surat tugas dipandang perlu agar pengemban tugas memperoleh pengesahan formal untuk tugas yang harus dilaksanakan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan surat tugas: Perlu mencantumkan kepala surat dari instansi yang bersangkutan No. surat tugas Orang/pejabat yang memberi tugas Orang/pejabat yang diberi tugas Maksud dan tujuan surat tugas itu dibuat Mulai berlakunya surat tugas Tempat dan tanggal surat tugas dikeluarkan Ditandatangani oleh pejabat yang berwenang disertai cap/stempel dari instansi yang bersangkutan Bila perlu dibuat tembusan Lampiran surat tugas resmi
Surat Instruksi   Surat yang ditujukan kepada banyak pihak (tidak hanya kepada bawahan dalam satu unit organisasi). Surat instruksi memuat petunjuk-petunjuk secara teknis dan terinci mengenai apa yang harus dilakukan dalam rangka pelaksanaan suatu ketetapan, serta petunjuk bagaimana cara pelaksanaan ketetapan tersebut. Berikut ini contoh bentuk surat instuksi (lampiran surat instruksi resmi).
Surat Pengantar Adalah surat untuk mengantarkan sesuatu dengan maksud agar yang menerimanya mengetahui maksud sesuatu yang diterimanya.
syarat-syarat untuk membuat surat pengantar adalah sebagai berikut: Harus mencantumkan nama ,alamat pengirim, penerima sesuatu Perlu mencantumkan nomor surat pengantar Tempat dan tanggal surat pengantar dibuat Perlu dibuat kolom: no. urut, uraian, banyaknya, keterangan Perlu mencantumkan nama yang berhak mengantarkan barang/sesuatu itu Perlu mencantumkan kolom tanda tangan dan nama terang yang menerima barang tersebut Perlu di cap/stempel dari instansi yang mengantarkan barang tersebut Lampiran surat pengantar
Surat Kuasa Surat yang dibuat untuk memberikan kekuasaan terhadap seseorang yang dapat di percaya supaya bertindak mewakili orang yang memberi kuasa karena orang yang memberi kuasa tidak dapat melaksanakan sendiri.
Syarat-syarat untuk membuat surat kuasa: Surat kuasa untuk perorang tidak perlu mencantumkan no. surat kuasa Surat kuasa untuk mengambil gaji atau honorarium tidak perlu di bubuhi materai Surat kuasa untuk instansi (kedinasan) di tulis di atas surat segel atau di bubuhi materai secukupnya Surat kuasa diberikan kepada orang yang di percaya Orang yang memberi kuasa dan yang menerima kuasa harus sudah dewasa, sehat rohani dan jasmani Surat kuasa perlu mencantumkan tempat dan tanggal surat kuasa itu dibuat Surat kuasa di anggap sah apabila antara pemberi dan penerima kuasa telah menandatangani surat kuasa tersebut Lampiran surat kuasa.
Nota Dinas Adalah surat peringatan/penunjukan/keterangan secara resmi dengan maksud agar isi yang tercantum didalamnya mendapatkan perhatian sepenuhnya dan dilaksanakan sebaik-baiknyya dengan penuh rasa tanggung jawab.
Bentuk-bentuk Surat Bentuk Lurus Bentuk Lekuk Bentuk Setengah Lurus Bentuk Lurus Penuh Bentuk Alinea Menggantung Bentuk Offician Style
Syarat dan Ciri Surat Yang Baik: Surat ditulis dalam bentuk yang menarik dan tersusun sesuai dengan peraturan. Untuk itu penulis harus memahami berbagai bentuk surat yang akan digunakan. Kalimat sederhana, lugas dan mudah dipahami pembaca. Kata-kata yang dipakai harus jelas, tepat, tidak mendua, hemat dan benar sesuai dengan tata bahasa Indonesia. Bahasa surat harus hormat, sopan dan simpatik, agar pembaca surat merasa dihormati. Pergunakan singkatan-singkatan yang umum dipakai dalam surat-menyurat. Disusun secara sistematis, terinci, konsisten dan kronologis. Pergunakan tanda baca dan huruf besar pada tempatnya. Pergunakan istilah-istilah bisnis yang baku.
MENGURUS DAN MENGENDALIKAN SURAT Kegiatan penanganan surat masuk dan surat keluar yang meliputi: penerimaan, pencatatan, pengarahan, pendistribusian,pemrosesan lebih lanjut. agar surat dapat dengan cepat dan tepat sampai ke yang dituju.
Jenis pengurusan surat Buku agenda surat masuk dan keluar 1. Sukar untuk di file 2. Sarana penemuan kembali nomor/kode surat sukar dingat 3. Pengaturan arsip dng peralatan sukar diterapkan 4. Tidak fleksibel, tnjk silang tidak bisa diterapkan. Kartu kendali 1. Di file 2. Sarana indek mudah diingat 3. Mudah dipergunakan sesuai selera 4. Fleksibel dan diterapkan tunjuk silang
Keterangan yang diperlukan dalam buku agenda atau kartu kendali Tanggal hari diterimanya atau dikirim surat. Nomor urut surat masuk/keluar Asal surat surat masuk dan alamat yang dituju(kepada) untuk keluar Perihal surat Isi ringkas surat Tanggal surat (yang tercantum pada surat) Lampiran (sebut macam dan jumlah lamp) Nomor dan kode surat Pengolah surat Catatan atau keterangan Paraf sebagai bukti surat terima surat
TUGAS BUATLAH FORMAT BUKU AGENDA SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR URAIKAN LANGKAH-LANGKAH PENERIMAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR
 

surat menyurat

  • 1.
  • 2.
    Surat adalah mediakomunikasi tertulis antara seseorang atau lembaga dengan seseorang atau lembaga lainnya. Surat memiliki banyak kelebihan yaitu memberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk berpikir dan merenungkan hal-hal yang akan disampaikan. Surat juga memiliki kelemahan yaitu keterbatasan dalam penyampaian ekspresi kejiwaan.
  • 3.
    Fungsi Surat Mediakomunikasi Bukti tertulis Alat pengingat Bukti historis Pedoman kerja Duta organisasi
  • 4.
    Pengertian Surat DinasSurat Resmi (Dinas Pemerintah) Adalah salah satu jenis surat yang berisi informasi resmi yang dibuat oleh seorang pejabat untuk ditujukan kepada pihak lain, yang antara lain berupa pemberitahuan, permintaan, pernyataan, dan pertanyaan.
  • 5.
    Jenis-jenis Surat Dinas. Surat dinas Surat keputusan Surat perintah Surat Tugas Surat Instruksi Surat Pengantar Surat Kuasa Nota Dinas Surat pengumuman
  • 6.
    Ciri-ciri Surat DinasDikeluarkan oleh suatu instansi atau jawatan, baik milik pemerintah maupun swasta. Berisikan kepentingan-kepentingan kedinasan, keorganisasian. Disusun dengan ragam bahasa resmi.
  • 7.
    Tata Urutan Bagian-bagian Surat Dinas Bagian-bagian surat
  • 8.
    Keterangan : Kepalasurat Nomor surat Tanggal surat Lampiran Hal atau perihal surat Alamat surat Salam pembuka Isi Salam penutup Status/jabatan, tanda tangan, nama jelas Tembusan Inisial 1) Logo 3) 2) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12)
  • 9.
    1. Kepala SuratFungsinya sebgai identitas diri bagi instansi bersangkutan. Dalam kepala surat dicantumkan identitas berikut : Nama instansi Lambang atau logo instansi Kode pos Nomor telepon Nomor faksimile atau e-mail DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Jalan Dr. Setiabudi 229 Bandung 40154 Telepon (022) 2013164 Faksimile (022) 2013651 E-mail : inter@proxi.ikip-bdg.ac.id Logo
  • 10.
    2. Nomor SuratPenulisan nomor surat berguna untuk : Memudahkan dalam pengarsipan Memudahkan dalam mencarinya kembali Mengetahui banyaknya surat yang keluar Bahan rujukan dalam surat menyurat tahap berikutnya
  • 11.
    Lazimnya nomor suratberisikan : Nomor urut surat Kode surat Angka bulan Angka tahun Angka tahun Angka bulan Kode surat Nomor urut Nomor : 007 / KSH-1 / IV / 2001
  • 12.
    3. Tanggal SuratTanggal surat ditulis sejajar dengan nomor surat. Namatempat mendahului tanggal surat. Namun apbila sudah tercantum dalam kepala surat, nama tempat tidak perlu lagi dituliskan. Contoh : Surabaya, 27 Juli 2003 17 Agustus 2001 Hal-hal lainnya yang harus diperhatikan adalah : Nama bulan ditulis dengan huruf secara lengkap Angka tahun tidak boleh disingkat Pada akhir baris tidak dibubuhi tanda titik
  • 13.
    4. Lampiran Melampirkan berarti menyertakan sesuatu dengan yang lain. Contoh penulisan lampiran yang benar : Lampiran : tiga helai Lampiran : satu berkas Lampiran : dua lembar Lampiran : sepuluh lembar
  • 14.
    5. Hal SuratHal bermakna ‘perkara’, ‘soal’, ‘urusan’, ‘ peristiwa’, dan ‘tentang hal’. Cara penulisannya : Harus ditulis dengan singkat, jelas, dan menarik Berwujud kata atau frase, bukan kalimat Huruf pertama pada setiap katanya harus ditulis dalam huruf kapital. Contoh penulisan hal yang benar : 1) Hal : Jadwal Ujian Matematika 2) Hal : Undangan Rapat Panitia
  • 15.
    6. Alamat SuratPada umumnya surat dinas dikirim dengan menggunakan sampul atau amplop. Dengan demikian, ada dua macam alamat yaitu alamat luar dan alamat dalam. Alamat Luar pada sampul Terdiri atas : kata Kepada Yth nama jabatan unit kerja alamat lengkap
  • 16.
    Contoh alamat luarpada sampul: a) Kepada Yth. Encep Syarif Nurdin, Drs., M.Pd. Jalan Gegararum Baru 20 Bandung 40153 b) Kepada Yth. Direktur LPK Triguna Jalan Tentara Pelajar 91 Tasikmalaya c) Kepada Yth. Kepala Biro Organisasi Sekretariat Jendral Departemen Pendidikan Nasional Jalan Jendral Sudirman, Senayan Jakarta 10270
  • 17.
    b. Alamat Dalampada surat Ketentuan penulisan pada alamat surat bagian dalam: 1. Tidak didahului kata Kepada 2. Menggunakan kata Yth 3. Menggunakan nama jabatan 4. Mencantumkan unit kerja 5. Menggunakan alamat lengkap 6. Nama tempat pada alamat yang dituju tidak didahului kata depan di
  • 18.
    7. Salam Pembukasalam pembuka berfungsi sebagai penghormatan terhadap pihak yang dituju. Hal yang perlu diperhatikan : Huruf awal pada salam pembuka ditulis dengan huruf kapital Huruf awal kata “hormat” ditulis dengan huruf kecil Penulisan salam pembuka diakhiri dengan tanda koma.
  • 19.
    8. Isi SuratAlinea pembuka Alinea pembuka berfungsi sebagai pengantar isi surat. Alinea Isi Alinea isi merupakan bagian surat yang menampung maksud penulisan surat. Alinea penutup Alinea penutup bisa berupa simpulan, harapan, ucapan terima kasih, ataupun ucapan selamat.
  • 20.
    Beberapa contoh kesalahandalam penulisan alinea penutup adalah sebagai berikut : Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih. Saya haturkan terima kasih atas perhatian ibu.
  • 21.
    9. Salam PenutupSalam penutup yang lazim digunakan adalah hormat kami, hormat saya, salam takzim, dan wassalam. Hal-hal yang perlu diperhatikan : Huruf awal salam penutup ditulis dengan huruf kapital Penulisan salam penutup diakhiri tanda koma Contoh : Hormat kami, Wassalam,
  • 22.
    10. Pengirim SuratPengirim surat dalah pihak yang bertanggung jawab atas penulisan/ penyampaian surat. Singkatan-singkatan : a. Singkatan a.n. ---- bukan a/n merupakan kepanjangan dari atas nama 1) singkatan ini digunakan pengirim jika menandatangani surat yang mengatasnamakan pejabat lain misalnya atasan pengirim surat. 2) Surat yang ditandatangani tidak harus dikonsultasikan isinya kepada atasan pengirim surat.
  • 23.
    b. Singkatan anb. Kepanjangan atas nama beliau. Isi surat harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada atasan pengirim surat untuk memperoleh persetujuan. Isi surat merupakan tanggung jawab pejabat yang diatasnamakannya itu. Contoh : Kepala SMUN 1 Rajadesa anb. Wali Kelas 1A Ttd Drs. Firmansyah Nugraha NIP 121320458
  • 24.
    c. Singkatan u.b. kepanjangan dari untuk beliau digunakan jika seseorang pejabat mendapat pendelegasian wewenang untuk menandatangani surat dari pejabat atasannya. d. Singkatan a.p. merupakan kepanjangan dari atas perintah digunakan jika pejabat yang berwenang menandatangani surat memberikan kuasa kepada bawahannya.
  • 25.
    e. apb. (atasperintah beliau); digunakan jika menteri menguasakan penandatanganan surat kepada bawahannya. f. plh.(pelaksana harian); digunakan jika pejabat yang berwenang menandatangi surat berhalangan untuk waktu tertentu karena tugas dinas menguasakan penandatanganan kepada pejabat setingkat di bawahnya.
  • 26.
    g. wks. (wakilsementara); digunakan jika pejabat yang belum ditunjuk penggantinya atau berhalangan karena tugas. h. u.p. (untuk perhatian); digunakan atau ditujukan kepada seseorang atau pejabat teknis yang menangani suatu kegiatan atau pekerjaan tanpa memerlukan kebijaksanaan langsung dari pimpinan pejabat yang bersangkutan.
  • 27.
    11. Tembusan SuratTembusan dibuat jika isi surat tersebut juga perlu diketahui pihak-pihak lain. Tembusan diletakkan pada margin sebelah kiri, lurus vertikal denga nomor, lampiran, dan perihal surat dan sejajar dengan nama pejabat yang menandatangani surat.
  • 28.
    Hal yang perludiperhatikan dalam tembusan : Huruf awal kata tembusan ditulis dengan huruf kapital. Kata tembusan tidak perlu diberi garis bawah. Tanda titik dua (:) mengikuti kata tembusan jika tembusannya lebih dari satu. Penulisan Kepada Yth. tidak perlu dicantumkan. Yang diberi tembusan adalah pejabat atau orangnya dan kantornya Kata arsip atau pertinggal tidak perlu dicantumkan.
  • 29.
    Contoh penulisan tembusanyang benar : Tembusan : Kakanwil Depdiknas Provinsi Jawa Barat Kakandep Dekdiknas Kabupaten Ciamis
  • 30.
    12. Inisial Pada bagian kiri bawah surat dinas sering dijumpai tanda pengenal yang berupa singkatan (inisial) dari nama pengonsep dan pengetik surat. Gunanya untuk mengetahui siapa pengonsep dan pengetik surat bersangkutan. Contoh : IH/PA (Iin Hendriyani/Purnama Alam
  • 31.
    Bentuk bentuk SuratDinas a. Bentuk Lurus Penuh
  • 32.
  • 33.
  • 34.
    d. Bentuk ResmiIndonesia Lama
  • 35.
    e. Bentuk ResmiIndonesia Baru
  • 36.
  • 37.
    g. Bentuk AlineaMenggantung
  • 38.
    Langkah-langkah Penyusunan Surat Dinas Menentukan Perihal Surat Menyusun Kerangka Surat Pengumpulan Informasi Mengembangkan Kerangka Surat dan Proses Pengetikan 1) mengembangkannya menjadi surat yang utuh 2) memilih kertas surat 3) mengetik surat
  • 39.
    E. Penyuntingan SuratF. Melipat dan Menyampul Surat 1) melipat surat Model 12.1 Lipatan baku Model 12.2 Model baku rendah
  • 40.
    Model 12.3 Lipatanakordion Model 12.4 Lipatan akordion rendah Model 12.5 Lipatan ganda sejajar Model 12.6 Lipatan tunggal
  • 41.
    Model 12.7 Lipatanmodel prancis Model 12.8 Lipatan baron
  • 42.
    2) Menyampul Surat3) Membubuhkan alamat surat Contoh : E. Kosasih, M.Pd. Jalan Gegerarum Baru 20 Bandung Kepada Yth. Bapak Yogia S. Meliala, Direktur CV Yrama Widya, Jalan Permai 28/97 Margahayu Permai Bandung
  • 43.
    Surat Perintah Suratyang dikeluarkan oleh suatu instansi atau pihak yang lebih tinggi dan ditujukan kepada pihak yang lebih rendah (bawahan) agar bawahan tersebut berbuat sesuatu/tidak berbuat sesuatu sebagaimana diterangkan dalam surat perintah tersebut.
  • 44.
    Bagian-bagian dari suratperintah: Bagian kepala surat terdiri atas: Nama dan alamat unit organisasi Petunjuk surat perintah Nomor dan tahun Bagian isi surat perintah: Nama, jabatan, no. induk pegawai yang mendapat perintah Unit organisasinya Isi perintah Waktu dan tempat pelaksanaan tugas
  • 45.
    Bagian akhir suratperintah: Nama tempat, tanggal-bulan-tahun surat perintah dibuat Jabatan pemberi perintah Nama terang dan no. induk pegawai pemberi perintah Stempel unit organisasi dan tembusan Lampiran surat perintah resmi.
  • 46.
    Surat Tugas Adalahsurat yang dikeluarkan oleh pihak yang lebih tinggi, ditujukan kepada pihak bawahan agar bawahannya melaksanakan tugas tertentu. Surat tugas bersifat singkat tapi jelas. Pada umumnya surat tugas dipandang perlu agar pengemban tugas memperoleh pengesahan formal untuk tugas yang harus dilaksanakan.
  • 47.
    Hal-hal yang perludiperhatikan dalam penyusunan surat tugas: Perlu mencantumkan kepala surat dari instansi yang bersangkutan No. surat tugas Orang/pejabat yang memberi tugas Orang/pejabat yang diberi tugas Maksud dan tujuan surat tugas itu dibuat Mulai berlakunya surat tugas Tempat dan tanggal surat tugas dikeluarkan Ditandatangani oleh pejabat yang berwenang disertai cap/stempel dari instansi yang bersangkutan Bila perlu dibuat tembusan Lampiran surat tugas resmi
  • 48.
    Surat Instruksi Surat yang ditujukan kepada banyak pihak (tidak hanya kepada bawahan dalam satu unit organisasi). Surat instruksi memuat petunjuk-petunjuk secara teknis dan terinci mengenai apa yang harus dilakukan dalam rangka pelaksanaan suatu ketetapan, serta petunjuk bagaimana cara pelaksanaan ketetapan tersebut. Berikut ini contoh bentuk surat instuksi (lampiran surat instruksi resmi).
  • 49.
    Surat Pengantar Adalahsurat untuk mengantarkan sesuatu dengan maksud agar yang menerimanya mengetahui maksud sesuatu yang diterimanya.
  • 50.
    syarat-syarat untuk membuatsurat pengantar adalah sebagai berikut: Harus mencantumkan nama ,alamat pengirim, penerima sesuatu Perlu mencantumkan nomor surat pengantar Tempat dan tanggal surat pengantar dibuat Perlu dibuat kolom: no. urut, uraian, banyaknya, keterangan Perlu mencantumkan nama yang berhak mengantarkan barang/sesuatu itu Perlu mencantumkan kolom tanda tangan dan nama terang yang menerima barang tersebut Perlu di cap/stempel dari instansi yang mengantarkan barang tersebut Lampiran surat pengantar
  • 51.
    Surat Kuasa Suratyang dibuat untuk memberikan kekuasaan terhadap seseorang yang dapat di percaya supaya bertindak mewakili orang yang memberi kuasa karena orang yang memberi kuasa tidak dapat melaksanakan sendiri.
  • 52.
    Syarat-syarat untuk membuatsurat kuasa: Surat kuasa untuk perorang tidak perlu mencantumkan no. surat kuasa Surat kuasa untuk mengambil gaji atau honorarium tidak perlu di bubuhi materai Surat kuasa untuk instansi (kedinasan) di tulis di atas surat segel atau di bubuhi materai secukupnya Surat kuasa diberikan kepada orang yang di percaya Orang yang memberi kuasa dan yang menerima kuasa harus sudah dewasa, sehat rohani dan jasmani Surat kuasa perlu mencantumkan tempat dan tanggal surat kuasa itu dibuat Surat kuasa di anggap sah apabila antara pemberi dan penerima kuasa telah menandatangani surat kuasa tersebut Lampiran surat kuasa.
  • 53.
    Nota Dinas Adalahsurat peringatan/penunjukan/keterangan secara resmi dengan maksud agar isi yang tercantum didalamnya mendapatkan perhatian sepenuhnya dan dilaksanakan sebaik-baiknyya dengan penuh rasa tanggung jawab.
  • 54.
    Bentuk-bentuk Surat BentukLurus Bentuk Lekuk Bentuk Setengah Lurus Bentuk Lurus Penuh Bentuk Alinea Menggantung Bentuk Offician Style
  • 55.
    Syarat dan CiriSurat Yang Baik: Surat ditulis dalam bentuk yang menarik dan tersusun sesuai dengan peraturan. Untuk itu penulis harus memahami berbagai bentuk surat yang akan digunakan. Kalimat sederhana, lugas dan mudah dipahami pembaca. Kata-kata yang dipakai harus jelas, tepat, tidak mendua, hemat dan benar sesuai dengan tata bahasa Indonesia. Bahasa surat harus hormat, sopan dan simpatik, agar pembaca surat merasa dihormati. Pergunakan singkatan-singkatan yang umum dipakai dalam surat-menyurat. Disusun secara sistematis, terinci, konsisten dan kronologis. Pergunakan tanda baca dan huruf besar pada tempatnya. Pergunakan istilah-istilah bisnis yang baku.
  • 56.
    MENGURUS DAN MENGENDALIKANSURAT Kegiatan penanganan surat masuk dan surat keluar yang meliputi: penerimaan, pencatatan, pengarahan, pendistribusian,pemrosesan lebih lanjut. agar surat dapat dengan cepat dan tepat sampai ke yang dituju.
  • 57.
    Jenis pengurusan suratBuku agenda surat masuk dan keluar 1. Sukar untuk di file 2. Sarana penemuan kembali nomor/kode surat sukar dingat 3. Pengaturan arsip dng peralatan sukar diterapkan 4. Tidak fleksibel, tnjk silang tidak bisa diterapkan. Kartu kendali 1. Di file 2. Sarana indek mudah diingat 3. Mudah dipergunakan sesuai selera 4. Fleksibel dan diterapkan tunjuk silang
  • 58.
    Keterangan yang diperlukandalam buku agenda atau kartu kendali Tanggal hari diterimanya atau dikirim surat. Nomor urut surat masuk/keluar Asal surat surat masuk dan alamat yang dituju(kepada) untuk keluar Perihal surat Isi ringkas surat Tanggal surat (yang tercantum pada surat) Lampiran (sebut macam dan jumlah lamp) Nomor dan kode surat Pengolah surat Catatan atau keterangan Paraf sebagai bukti surat terima surat
  • 59.
    TUGAS BUATLAH FORMATBUKU AGENDA SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR URAIKAN LANGKAH-LANGKAH PENERIMAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR
  • 60.