Program Studi Ilmu Komunikasi
Universitas Ibnu Chaldun Jakarta
2014
1
 Mempengaruhi sikap dan prilaku masyarakat
terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah
 Sarana atau media penyampaian suatu inovasi
atau pembaharuan dapat sampai kemasyarakat
 Sebagai perpanjangan dan perluasan dari
kemapuan jasmani dan rohani manusia.
 Sebagai pengamat, forum, dan guru. (Wilbur
Schram, 1973)
2
1. Sebagai medium Komunikasi yang tertua
dibanding medium lainnya
2. Sebagai lembaga kemasyarakatan atau
lembaga sosial, pers merupakan bagian
integral dari masyarakat dan bukan
merupakan unsur asing atau terpisah
(Rachmadi, 1990)
3
1. Menjadi salah satu unsur sistem komunikasi
yang penting.
2. Tujuan pers juga menjadi tujuan sistem
komunikasi itu sendiri. Ex : Jika sistem
komunikasi mempunyai tujuan mengurangi
ketidakpastian dalam pembuatan keputusan,
maka melalui pers semua itu bisa diatasi.
3. Pers dalam sistem komunikasi sebagai unsur
pengolah data, peristiwa, ide atau gabungan
ketigannya menjadi sebuah output sistem
komunikasi.
4
 Indonesia termasuk dalam sistem pers
tanggung jawab sosial (social Responsibility
Pers), dimana dalam aktualisasinya pers harus
disesuaikan dengan etika dan moralitas
masyarakat.
 Pers dan sistem hukum ada keterkaitan yang
sangat erat sekali, sistem hukum memebrikan
peluang kepada pers bertindak didalam
rambu-rambu yang sudah disepakati sehingga
pers berada dalam titik ideal.
5
 Namun hukum juga bisa digunakan sebagai
legitimasi pepemrintah untuk mengawasi pers.
Ex : SIUPP (era orde baru)
 Pada masa orde baru kebebasan pers di
indonesia disebut sebagai kebebasan “gelang
karet” (lafian, 1989), dimana pers indonesia
harus mampu menuntut kebebasan lebih ketika
pemerintah membuka kran keterbukaan, akan
tetatpi dalam posisi lain pers harus mampu
untuk mengkerut.
 Pada masa habibie, setelah orde baru runtuh
pemerintah menganggap SIUPP tidak relevan
lagi dengan jaman,sehingga pengurusan
lembaga pers tidak lagi bertele-tele, dan tidak
ada lagi konsensi dari pemerintah
6
 Tahun 1999 dibentuklah BIKN (badan informasi
dan komunikasi nasional) yang berfungsi sebagai
badan koordinasi terhadap berbagai macam
proses komunikasi nasional di Indonesia
 Tahun 2002, UU penyiaran dikeluarkan
pemerintah, sebagai dasar komunikasi bermedia
di Indonesia.
7
 Nurudin,Sistem Komunikasi Indonesia,PT.
Rajagrafindo Persada,Jakarta, 2010
 Dikta dan hand out perkuliahan.
 Redi Panuju, Sistem Komunikasi
Indonesia, Putaka Pelajar, Pustaka
Pelajar, Yogyakarta, edisi revisi, 2009
8

Sistem pers

  • 1.
    Program Studi IlmuKomunikasi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta 2014 1
  • 2.
     Mempengaruhi sikapdan prilaku masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah  Sarana atau media penyampaian suatu inovasi atau pembaharuan dapat sampai kemasyarakat  Sebagai perpanjangan dan perluasan dari kemapuan jasmani dan rohani manusia.  Sebagai pengamat, forum, dan guru. (Wilbur Schram, 1973) 2
  • 3.
    1. Sebagai mediumKomunikasi yang tertua dibanding medium lainnya 2. Sebagai lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial, pers merupakan bagian integral dari masyarakat dan bukan merupakan unsur asing atau terpisah (Rachmadi, 1990) 3
  • 4.
    1. Menjadi salahsatu unsur sistem komunikasi yang penting. 2. Tujuan pers juga menjadi tujuan sistem komunikasi itu sendiri. Ex : Jika sistem komunikasi mempunyai tujuan mengurangi ketidakpastian dalam pembuatan keputusan, maka melalui pers semua itu bisa diatasi. 3. Pers dalam sistem komunikasi sebagai unsur pengolah data, peristiwa, ide atau gabungan ketigannya menjadi sebuah output sistem komunikasi. 4
  • 5.
     Indonesia termasukdalam sistem pers tanggung jawab sosial (social Responsibility Pers), dimana dalam aktualisasinya pers harus disesuaikan dengan etika dan moralitas masyarakat.  Pers dan sistem hukum ada keterkaitan yang sangat erat sekali, sistem hukum memebrikan peluang kepada pers bertindak didalam rambu-rambu yang sudah disepakati sehingga pers berada dalam titik ideal. 5
  • 6.
     Namun hukumjuga bisa digunakan sebagai legitimasi pepemrintah untuk mengawasi pers. Ex : SIUPP (era orde baru)  Pada masa orde baru kebebasan pers di indonesia disebut sebagai kebebasan “gelang karet” (lafian, 1989), dimana pers indonesia harus mampu menuntut kebebasan lebih ketika pemerintah membuka kran keterbukaan, akan tetatpi dalam posisi lain pers harus mampu untuk mengkerut.  Pada masa habibie, setelah orde baru runtuh pemerintah menganggap SIUPP tidak relevan lagi dengan jaman,sehingga pengurusan lembaga pers tidak lagi bertele-tele, dan tidak ada lagi konsensi dari pemerintah 6
  • 7.
     Tahun 1999dibentuklah BIKN (badan informasi dan komunikasi nasional) yang berfungsi sebagai badan koordinasi terhadap berbagai macam proses komunikasi nasional di Indonesia  Tahun 2002, UU penyiaran dikeluarkan pemerintah, sebagai dasar komunikasi bermedia di Indonesia. 7
  • 8.
     Nurudin,Sistem KomunikasiIndonesia,PT. Rajagrafindo Persada,Jakarta, 2010  Dikta dan hand out perkuliahan.  Redi Panuju, Sistem Komunikasi Indonesia, Putaka Pelajar, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, edisi revisi, 2009 8