BIOLOGI
SEMESTER 2
SISTEM EKSKRESI
MAN BANGKALAN
SISTEM EKSKRESI
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat – zat
sisa agar tidak menjadi racun bagi tubuh.
ALAT EKSKRESI
MANUSIA
HATI
Hati terletak pada rongga perut bagian kanan. Pada bagian kanan hati
terdapat selaput tipis yang disebut kapsula hepatis. Di dalam jaringan
hati terdapat pembuluh darah dan pembuluh empedu yang disatukan
oleh kapsul hati (Kapsul Glisson). Sel – sel hati bergabung membentuk
lobula dan antarlobula dipisahkan oleh ruang lakuna.
Sebagai alat ekskresi, hati berfungsi menghasilkan cairan empedu secara
terus – menerus. Selain menghasilkan empedu, hati juga berfungsi
menyimpan gula dalam bentuk glikogen, menetralkan racun, membentuk
dan merombak protein, serta membentuk eritrosit pada janin.
Sel – sel hati yang bertugas merombak eritrosit disebut sel histiosit.
Melalui sel tersebut, hemoglobin akan diuraikan menjadi senyawa hemin, zat besi
(Fe), dan globin.
Dalam hati, senyawa hemin diubah menjadi zat warna (bilirubin dan biliverdin) lalu
dikirim ke usus dan setelah melalui proses tertentu dibuang ke luar tubuh
bersama feses. Dalam usus, zat warna empedu (berwarna hijau biru) dioksidasi
menjadi urobilin (berwarna kuning coklat) yang berfungsi memberi warna pada
feses dan urine.
Sementara itu, zat besi tertahan dan disimpan dalam hati atau
dikembalikan ke sumsum tulang sedangkan globin digunakan lagi untuk
pembentukan eritrosit baru dan metabolisme protein.
PEROMBAKAN ERITROSIT OLEH HATI
KULIT
Kulit memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai
pelindung terhadap kerusakan fisik akibat sentuhan
mekanis, panas, penyinaran, kuman – kuman, dan zat
kimia; mengatur suhu badan; mencegah dehidrasi;
mengeluarkan zat sisa berupa keringat; dan menerima
rangsangan dari luar.
Banyak tidaknya keringat yang dikeluarkan seseorang
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu lingkungan,
emosi, aktivitas tubuh, dan psikologi.
FUNGSI KULIT
Melindungi jaringan dibawahnya (dari gesekan,
benturan, cahaya, kuman dan zat kimia)
,Mengurangi kehilangan air
Mengatur suhu tubuh, Menerima rangsangan
dari luar , Sebagai Alat ekskresi
STRUKTUR KULIT
Kulit
Epidermis
Stratum korneum: lapisan tanduk yang terdiri atas sel – sel mati
Stratum lusidum: lapisan di bawah stratum korneum yang
berwarna bening
Stratum granulosum: lapisan kulit yang mengandung pigmen
Stratum germinativum: lapisan kulit yang selalu tumbuh
membentuk sel – sel baru ke arah luar
Dermis
Akar rambut
Pembuluh darah
Kelenjar keringat (glandula sudorifera), terletak tersebar di seluruh
permukaan tubuh
Kelenjar minyak (glandula sebasea), terletak di dekat akar rambut.
Berfungsi menghasilkan minyak untuk mencegah kekeringan pada
kulit dan rambut.
Lapisan Lemak, terletak di bawah dermis. Berfungsi sebagai sumber
cadangan energi dan membantu mempertahankan suhu tubuh.
Kulit
Stratum germinativum: lapisan kulit yang selalu tumbuh membentuk
sel – sel baru ke arah luar
Akar rambut
Pembuluh darah
Kelenjar keringat (glandula sudorifera), terletak tersebar di seluruh
permukaan tubuh
MEKANISME PENGELUARAN KERINGAT
Proses pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus
(otak). Hipotalamus dapat menghasilkan enzim bradikinin
yang bekerja mempengaruhi kegiatan kelenjar keringat.
Jika hipotalamus mendapat rangsangan, misalnya berupa
perubahan suhu pada pembuluh darah, maka rangsangan
tersebut diteruskan oleh saraf simpatetik ke kelenjar
keringat. Selanjutnya kelenjar keringat akan menyerap air
garam dan sedikit urea dari kapiler darah dan kemudian
mengirimnya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat.
GINJAL Ginjal terletak di sebelah kanan dan kiri ruas - ruas tulang punggung.
Berbentuk seperti kacang ercis dan berjumlah sepasang. Ginjal Berfungsi
mengeluarkan zat sisa berupa urine.
STRUKTUR GINJAL
a. Korteks Ginjal (Korteks Renalis)
Mengandung jutaan alat penyaring yang disebut Nefron. Fungsi
Nefron ialah membentuk urine dengan cara filtrasi dan reabsopsi.
Nefron terdiri atas Badan Malpighi dan Tubulus.
Badan Malpighi tersusun dari Kapsul Bowman dan Glomerulus.
Kapsul Bowman berbentuk seperti piala yang melingkupi Glomerulus.
Glomerulus merupakan gumpalan jalinan kapiler darah pada
cekungan Kapsul Bowman. Pembuluh yang menuju Glomerulus
disebut Arteriol Aferen, sedangkan pembuluh yang meninggalkan
Glomerulus disebut Arteriol Eferen.
b. Sumsum Ginjal (Medula Renalis)
Pada sumsum ginjal terdapat suatu jaringan berbentuk kerucut yang disebut Piramid. Piramid
mengandung banyak pembiluh dan berguna untuk mengumpulkan hasil ekskresi. Cairan yang terkumpul
pada piramid akan disalurkan melalui saluran pengumpul menuju Pelvis Renalis (Rongga Ginjal). Selanjutnya
pelvis renalis berhubungan dengan uretra yaitu saluran yang mengalirkn urine ke kantong kemih.
PROSES PEMBENTUKAN
URINE
Filtrasi
Merupakan proses penyaringan zat sisa metabolisme yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Filtrasi terjadi di dalam
Glomerulus. Zat berukuran kecil seperti Glukosa, ion (Ca2+,PO4
3-) dan limbah nitrogen mengalami penyaringan dan
masuk ke Kapsul Bowman. Sedangkan molekul besar seperti protein dan sel darah tertahan di dalam plasma darah
dan mengalir meninggalkan glomerulus melalui Erteriol Eferen.
Reabsorpsi
Merupakan proses penyerapan kembali filtrat
Glomerulus yang masih mengandung zat – zat
berguna bagi tubuh. Beberapa zat yang
diserap kembali antara lain glukosa, garam –
garam, ion anorganik, dan asam amino.
Reabsorpsi terjadi dalam Tubulus Kontortus
Proksimal. Hasil Reabsorpsi disebut Filtrat
Tubulus atau Urine Sekunder.
Augmentasi
Merupakan proses pengeluaran zat sisa yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Pada proses ini, pembuluh
darah melepaskan zat – zat yang tak berguna sepeti ion hidrogen, kalium, dan amonium ke urine sekunder pada
Tubulus kontortus Distal yang kemudian dialirkan ke Tubulus Kontortus kolektivus lalu menuju Saluran Pengumpul.
Di saluran pengumpul berlangsung penyerapan air sehingga terbentuk urine sesungguhnya.
PARU - PARU
Paru – paru merupakan alat tubuh yang bertugas mengeluarkan zat
sisa berupa karbon dioksida (CO2) dan uap air dalam kaitannya
sebagai alat ekskresi. Gas karbon dioksida merupakan sisa proses
metabolisme dalam jaringan yang diangkut oleh darah ke paru – paru
dan berdifusi dalam alveolus.
Oksigen yang masuk ke paru – paru berikatan dengan hemoglobin
membentuk oksi hemoglobin dalam eritrosit yang mengalir menuju jaringan
tubuh. Setelah sampai di sel- sel tubuh, O2 dilepas dari ikatan
oksihemoglobin dan keluar menuju jaringan lalu masuk ke sel – sel tubuh.
Pada saat yang sama, CO2 dari sel – sel tubuh masuk ke dalam darah.
Sebagian kecilnya bergabung dengan hemoglobin membentuk
karboksihemoglobin. Kebanyakan CO2 membentuk HCO3
- dengan plasma
darah. Saat darah masuk ke dalam kapiler paru – paru, HCO3
- berubah di
dalam eritrosit menjadi H2O dan CO2. CO2 meninggalkan sel eritrosit dan
kapiler.
SISTEM EKSKRESI
Invertebrata Vertebrata
SistemEkskresi Pada Hewan Invertebrata
Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan
sistem ekskresi pada vertebrata.
Invertebrata belum memiliki ginjal yang
berstruktur sempurna seperti pada
vertebrata. Pada umumnya, invertebrata
memiliki sistem ekskresi yang sangat
sederhana, dan sistem ini berbeda antara
invertebrata satu dengan invertebrata
lainnya.
Alat ekskresinya ada yang berupa saluran
Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium
adalah tipe yang umum dari struktur
ekskresi khusus pada invertebrata
Invertebrata
Protozoa
Planaria
Annelida
Insecta
SistemEkskresi pada Hewan Sel Satu
Protozoa tidak memiliki organ pengeluaran khusus sehingga
zat sisa metabolismenya dikeluarkan melalui rongga
berdenyut (vakuola kontraktil) atau melalui kulit secara difusi
melalui dinding sel dan osmosis contohnya pada amuba dan
Paramaecium. Sistem ekskresi Protozoa, misalnya pada
Paramecium, dilakukan oleh vakuola kontraktil. Vakuola ini
biasa ditemukan pada Protozoa yang hidup di air tawar.
Disebut vakuola kontraktil karena vakuola ini bisa membesar
dan mengecil. Selain untuk ekskresi, vakuola kontraktil juga
berfungsi sebagai pengatur tekanan osmosis. Itu sebabnya
sering disebut sebagai osmoregulator yaitu untuk mengatur
kadar air dalam sel.
Alat ekskresi Planaria disebut sel-sel api atau flame
cell. Cairan tubuh yang melewati sel api akan disaring,
lalu zat-zat sisa yang dikandungnya akan diserap oleh
sel api. Gerakan bulu getar di dalam saluran sel api
akan mendorong zat air ke arah saluran gabungan.
Melalui saluran gabungan inilah, akhirnya zat-zat sisa
dibuang ke luar melalui lubang ekskresi. Cacing pipih
mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai
protonefridium. Protonefridium tersusun dari tabung
dengan ujung membesar mengandung silia. Di dalam
protonefridium terdapat sel api yang dilengkapi
dengan silia.
Sistem ekskresi pada cacing tanah berupa sistem nefridium.
Setiap segmen tubuh cacing tanah mengandung sepasang
nefridium disebelah kiri dan kanan, kecuali pada tiga segmen
pertama dan satu segmen terakhir. Setiap nefridium terdiri
atas 3 bagian:
1. Nefrostoma, yaitu corong bersilia yang terdapat pada rongga
tubuh semu (pseudoselom)
2. Saluran atau pipa halus yang berliku, disebut duktus
ekskretorius. Bagian akhir dari saluran ini membesar dan
ujung akhir saluran ini berakhir pada nefridiopor (lubang
nefridia) .
3. Nefridiopor, merupakan lubang tempat muara sisa
metabolisme, terletak pada permukaan ventral tubuh
cacing.jumlahnya tiap segmen sepasang
Sistem Ekskresi pada Annelida
Cairan masuk ke
nefrosom
Mengalir di
nerfridia
Penyerapan zat
Zat diedarkan ke
seluruh kapiler
sistem ekskresi
Cairan tubuh
dikeluarkan oleh
nefridiofor
Alat Ekskresi pada Serangga
Alat ekskresi serangga, misalnya belalang, berupa
pembuluh malpighi. Pembuluh Malphigi berupa
kumpulan benang halus yang berwarna putih
kekuningan dengan jumlah banyak dan pangkalnya
melekat pada pangkal dinding usus. Pembuluh ini
melekat pada satu atau kedua ujung usus menuju
rongga tubuh ke segala arah
Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh
Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan
sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap
kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam urat
dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi,
sehinga kotoran serangga berupa butiran-butiran padat yang
mengandung kristal asam urat.
Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki
sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang
berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru
pada vertebrata.
SistemEkskresi Pada Ikan
Alat ekskresi pada ikan berupa sepasang
ginjal yang memanjang (opistonefros) dan
berwarna kemerah-merahan. Pada
beberapa jenis ikan, seperti ikan mas
saluran ginjal (kemih) menyatu dengan
saluran kelenjar kelamin yang disebut
saluran urogenital. Saluran urogenital
terletak dibelakang anus, sedangkan pada
beberapa jenis ikan yang lain memiliki
kloaka. Karena ikan hidup di air, ikan harus
selalu menjaga keseimbangan tekanan
osmotiknya.
Pada ikan yang bernafas dengan insang, urin dikeluarkan
melalui kloaka atau porus urogenitalis, dan karbon dioksida
dikeluarkan melalui insang. Pada ikan yang bernafas dengan
paru-paru, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru dan
urin dikeluarkan melalui kloaka. Mekanisme ekskresi pada ikan
yang hidup di air tawar dan air laut berbeda. Ikan yang hidup di
air tawar mengekskresikan ammonia dan aktif menyerap oksigen
melalui insang, serta mengeluarkan urin dalam jumlah yang
besar. Sebaliknya, ikan yang hidup dilaut akan mengekskresikan
ammonia melalui urin yang jumlahnya sedikit.
Mendapatkan air
dan garam dari
makanan
Air masuk secara osmosis
lewat permukaan
tubuhnya
Mineral diikat
oleh insang
Ekskresi urin banyak
dan lebih encer
Ikan Air
Tawar
Meperoleh air dan
garam mineral dengan
Banyak minum air laut
Air keluar lewat permukaan tubuh
dan lewat insang
Kelebihan garam
Dibuang lewat
insang
Ekskresi urin yang pekat
dan sedikit
Ikan Air Laut
IKAN AIR LAUT IKAN AIR TAWAR
Tubuh lebih hipotonis dari air laut sehingga air banyak yang keluar
dari tubuh.
Tubuh lebih hipertonis dari lingkungannya sehingga air banyak yang
masuk lewat permukaan tubuhnya.
Akibatnya ikan laut banyak minum air laut untuk menutupi
kehilangan air yang besar
Akibatnya ikan air tawar sedikit minum air.
Urin yang dihasilkan sedikit dan pekat Urin yang dihasilkan banyak dan encer
Ginjal memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil
metabolisme berjalan lambat.
Ginjal dilengkapi sejumlah glomelurus yang jumlahnya lebih
banyak sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan cepat
Sebalknya pada air laut mengeksresksikan sampah nitrogen berupa
trimetilamin oksida (TMO), mengekresikan ion-ion lewat insang dan
mengeluarkan urine sedikit.
Ikan air tawar mengeksreksi ammonia dan aktif menyerap ion
anorganik melalui insang serta mengeluarkan urine dalam jumlah
besar.
Tabel Perbedaan Mekanisme Ekskresi Ikan Air
Laut dan Ikan Air Tawar
Alat ekskresi utama pada katak adalah sepasang ginjal
(opistonefros) yang terletak dikanan dan kiri tulang belakang. Warnanya
merah kecoklatan, bentuknya memanjang dari depan ke belakang. Zat sisa
yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong
kemih yang berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan
dinding kloaka. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. Pada katak
jantan, saluran ginjal dan saluran kelaminnya menyatu, sedangkan pada
katak betina tidak.
Sistem Ekskresi pada Reptil
Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan
kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk
mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme. Reptil yang hidup di
darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang
dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna
putih.
Sistem Ekskresi pada Aves
( Burung )
Alat ekskresi pada burung terdiri dari ginjal (metanefros), hati,
paru-paru, dan kulit. Saluran ginjal, saluran kelamin, dan saluran
pencernaan bermuara pada sebuah lubang yang disebut kloaka.
Saluran ekskresi terdiri dari sepasang ginjal berwarna coklat yang
menyatu dengan saluran kelamin pada bagian akhir usus (kloaka).
Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam.
Kelebihan kelarutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan
keluar melalui nares (lubang hidung). Burung hampir tidak
memiliki kelenjar kulit, tetapi memiliki kelenjar minyak yang
terdapat pada ujung ekornya. Kelenjar minyak tersebut berguna
untuk meminyaki bulu-bulunya.

Sistem ekskresi kelas 2 SMA/MA

  • 1.
  • 2.
    SISTEM EKSKRESI Ekskresi adalahproses pengeluaran zat – zat sisa agar tidak menjadi racun bagi tubuh.
  • 3.
    ALAT EKSKRESI MANUSIA HATI Hati terletakpada rongga perut bagian kanan. Pada bagian kanan hati terdapat selaput tipis yang disebut kapsula hepatis. Di dalam jaringan hati terdapat pembuluh darah dan pembuluh empedu yang disatukan oleh kapsul hati (Kapsul Glisson). Sel – sel hati bergabung membentuk lobula dan antarlobula dipisahkan oleh ruang lakuna. Sebagai alat ekskresi, hati berfungsi menghasilkan cairan empedu secara terus – menerus. Selain menghasilkan empedu, hati juga berfungsi menyimpan gula dalam bentuk glikogen, menetralkan racun, membentuk dan merombak protein, serta membentuk eritrosit pada janin.
  • 4.
    Sel – selhati yang bertugas merombak eritrosit disebut sel histiosit. Melalui sel tersebut, hemoglobin akan diuraikan menjadi senyawa hemin, zat besi (Fe), dan globin. Dalam hati, senyawa hemin diubah menjadi zat warna (bilirubin dan biliverdin) lalu dikirim ke usus dan setelah melalui proses tertentu dibuang ke luar tubuh bersama feses. Dalam usus, zat warna empedu (berwarna hijau biru) dioksidasi menjadi urobilin (berwarna kuning coklat) yang berfungsi memberi warna pada feses dan urine. Sementara itu, zat besi tertahan dan disimpan dalam hati atau dikembalikan ke sumsum tulang sedangkan globin digunakan lagi untuk pembentukan eritrosit baru dan metabolisme protein. PEROMBAKAN ERITROSIT OLEH HATI
  • 5.
    KULIT Kulit memiliki beberapafungsi, antara lain sebagai pelindung terhadap kerusakan fisik akibat sentuhan mekanis, panas, penyinaran, kuman – kuman, dan zat kimia; mengatur suhu badan; mencegah dehidrasi; mengeluarkan zat sisa berupa keringat; dan menerima rangsangan dari luar. Banyak tidaknya keringat yang dikeluarkan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu lingkungan, emosi, aktivitas tubuh, dan psikologi. FUNGSI KULIT Melindungi jaringan dibawahnya (dari gesekan, benturan, cahaya, kuman dan zat kimia) ,Mengurangi kehilangan air Mengatur suhu tubuh, Menerima rangsangan dari luar , Sebagai Alat ekskresi
  • 6.
    STRUKTUR KULIT Kulit Epidermis Stratum korneum:lapisan tanduk yang terdiri atas sel – sel mati Stratum lusidum: lapisan di bawah stratum korneum yang berwarna bening Stratum granulosum: lapisan kulit yang mengandung pigmen Stratum germinativum: lapisan kulit yang selalu tumbuh membentuk sel – sel baru ke arah luar Dermis Akar rambut Pembuluh darah Kelenjar keringat (glandula sudorifera), terletak tersebar di seluruh permukaan tubuh Kelenjar minyak (glandula sebasea), terletak di dekat akar rambut. Berfungsi menghasilkan minyak untuk mencegah kekeringan pada kulit dan rambut. Lapisan Lemak, terletak di bawah dermis. Berfungsi sebagai sumber cadangan energi dan membantu mempertahankan suhu tubuh. Kulit Stratum germinativum: lapisan kulit yang selalu tumbuh membentuk sel – sel baru ke arah luar Akar rambut Pembuluh darah Kelenjar keringat (glandula sudorifera), terletak tersebar di seluruh permukaan tubuh
  • 7.
    MEKANISME PENGELUARAN KERINGAT Prosespengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus (otak). Hipotalamus dapat menghasilkan enzim bradikinin yang bekerja mempengaruhi kegiatan kelenjar keringat. Jika hipotalamus mendapat rangsangan, misalnya berupa perubahan suhu pada pembuluh darah, maka rangsangan tersebut diteruskan oleh saraf simpatetik ke kelenjar keringat. Selanjutnya kelenjar keringat akan menyerap air garam dan sedikit urea dari kapiler darah dan kemudian mengirimnya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat.
  • 8.
    GINJAL Ginjal terletakdi sebelah kanan dan kiri ruas - ruas tulang punggung. Berbentuk seperti kacang ercis dan berjumlah sepasang. Ginjal Berfungsi mengeluarkan zat sisa berupa urine. STRUKTUR GINJAL a. Korteks Ginjal (Korteks Renalis) Mengandung jutaan alat penyaring yang disebut Nefron. Fungsi Nefron ialah membentuk urine dengan cara filtrasi dan reabsopsi. Nefron terdiri atas Badan Malpighi dan Tubulus. Badan Malpighi tersusun dari Kapsul Bowman dan Glomerulus. Kapsul Bowman berbentuk seperti piala yang melingkupi Glomerulus. Glomerulus merupakan gumpalan jalinan kapiler darah pada cekungan Kapsul Bowman. Pembuluh yang menuju Glomerulus disebut Arteriol Aferen, sedangkan pembuluh yang meninggalkan Glomerulus disebut Arteriol Eferen. b. Sumsum Ginjal (Medula Renalis) Pada sumsum ginjal terdapat suatu jaringan berbentuk kerucut yang disebut Piramid. Piramid mengandung banyak pembiluh dan berguna untuk mengumpulkan hasil ekskresi. Cairan yang terkumpul pada piramid akan disalurkan melalui saluran pengumpul menuju Pelvis Renalis (Rongga Ginjal). Selanjutnya pelvis renalis berhubungan dengan uretra yaitu saluran yang mengalirkn urine ke kantong kemih.
  • 9.
    PROSES PEMBENTUKAN URINE Filtrasi Merupakan prosespenyaringan zat sisa metabolisme yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Filtrasi terjadi di dalam Glomerulus. Zat berukuran kecil seperti Glukosa, ion (Ca2+,PO4 3-) dan limbah nitrogen mengalami penyaringan dan masuk ke Kapsul Bowman. Sedangkan molekul besar seperti protein dan sel darah tertahan di dalam plasma darah dan mengalir meninggalkan glomerulus melalui Erteriol Eferen.
  • 10.
    Reabsorpsi Merupakan proses penyerapankembali filtrat Glomerulus yang masih mengandung zat – zat berguna bagi tubuh. Beberapa zat yang diserap kembali antara lain glukosa, garam – garam, ion anorganik, dan asam amino. Reabsorpsi terjadi dalam Tubulus Kontortus Proksimal. Hasil Reabsorpsi disebut Filtrat Tubulus atau Urine Sekunder. Augmentasi Merupakan proses pengeluaran zat sisa yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Pada proses ini, pembuluh darah melepaskan zat – zat yang tak berguna sepeti ion hidrogen, kalium, dan amonium ke urine sekunder pada Tubulus kontortus Distal yang kemudian dialirkan ke Tubulus Kontortus kolektivus lalu menuju Saluran Pengumpul. Di saluran pengumpul berlangsung penyerapan air sehingga terbentuk urine sesungguhnya.
  • 11.
    PARU - PARU Paru– paru merupakan alat tubuh yang bertugas mengeluarkan zat sisa berupa karbon dioksida (CO2) dan uap air dalam kaitannya sebagai alat ekskresi. Gas karbon dioksida merupakan sisa proses metabolisme dalam jaringan yang diangkut oleh darah ke paru – paru dan berdifusi dalam alveolus. Oksigen yang masuk ke paru – paru berikatan dengan hemoglobin membentuk oksi hemoglobin dalam eritrosit yang mengalir menuju jaringan tubuh. Setelah sampai di sel- sel tubuh, O2 dilepas dari ikatan oksihemoglobin dan keluar menuju jaringan lalu masuk ke sel – sel tubuh. Pada saat yang sama, CO2 dari sel – sel tubuh masuk ke dalam darah. Sebagian kecilnya bergabung dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin. Kebanyakan CO2 membentuk HCO3 - dengan plasma darah. Saat darah masuk ke dalam kapiler paru – paru, HCO3 - berubah di dalam eritrosit menjadi H2O dan CO2. CO2 meninggalkan sel eritrosit dan kapiler.
  • 12.
  • 13.
    SistemEkskresi Pada HewanInvertebrata Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya. Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium adalah tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata Invertebrata Protozoa Planaria Annelida Insecta
  • 14.
    SistemEkskresi pada HewanSel Satu Protozoa tidak memiliki organ pengeluaran khusus sehingga zat sisa metabolismenya dikeluarkan melalui rongga berdenyut (vakuola kontraktil) atau melalui kulit secara difusi melalui dinding sel dan osmosis contohnya pada amuba dan Paramaecium. Sistem ekskresi Protozoa, misalnya pada Paramecium, dilakukan oleh vakuola kontraktil. Vakuola ini biasa ditemukan pada Protozoa yang hidup di air tawar. Disebut vakuola kontraktil karena vakuola ini bisa membesar dan mengecil. Selain untuk ekskresi, vakuola kontraktil juga berfungsi sebagai pengatur tekanan osmosis. Itu sebabnya sering disebut sebagai osmoregulator yaitu untuk mengatur kadar air dalam sel.
  • 15.
    Alat ekskresi Planariadisebut sel-sel api atau flame cell. Cairan tubuh yang melewati sel api akan disaring, lalu zat-zat sisa yang dikandungnya akan diserap oleh sel api. Gerakan bulu getar di dalam saluran sel api akan mendorong zat air ke arah saluran gabungan. Melalui saluran gabungan inilah, akhirnya zat-zat sisa dibuang ke luar melalui lubang ekskresi. Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium. Protonefridium tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. Di dalam protonefridium terdapat sel api yang dilengkapi dengan silia.
  • 16.
    Sistem ekskresi padacacing tanah berupa sistem nefridium. Setiap segmen tubuh cacing tanah mengandung sepasang nefridium disebelah kiri dan kanan, kecuali pada tiga segmen pertama dan satu segmen terakhir. Setiap nefridium terdiri atas 3 bagian: 1. Nefrostoma, yaitu corong bersilia yang terdapat pada rongga tubuh semu (pseudoselom) 2. Saluran atau pipa halus yang berliku, disebut duktus ekskretorius. Bagian akhir dari saluran ini membesar dan ujung akhir saluran ini berakhir pada nefridiopor (lubang nefridia) . 3. Nefridiopor, merupakan lubang tempat muara sisa metabolisme, terletak pada permukaan ventral tubuh cacing.jumlahnya tiap segmen sepasang Sistem Ekskresi pada Annelida
  • 17.
    Cairan masuk ke nefrosom Mengalirdi nerfridia Penyerapan zat Zat diedarkan ke seluruh kapiler sistem ekskresi Cairan tubuh dikeluarkan oleh nefridiofor
  • 18.
    Alat Ekskresi padaSerangga Alat ekskresi serangga, misalnya belalang, berupa pembuluh malpighi. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dengan jumlah banyak dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Pembuluh ini melekat pada satu atau kedua ujung usus menuju rongga tubuh ke segala arah
  • 19.
    Saat cairan bergeraklewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi, sehinga kotoran serangga berupa butiran-butiran padat yang mengandung kristal asam urat. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata.
  • 20.
    SistemEkskresi Pada Ikan Alatekskresi pada ikan berupa sepasang ginjal yang memanjang (opistonefros) dan berwarna kemerah-merahan. Pada beberapa jenis ikan, seperti ikan mas saluran ginjal (kemih) menyatu dengan saluran kelenjar kelamin yang disebut saluran urogenital. Saluran urogenital terletak dibelakang anus, sedangkan pada beberapa jenis ikan yang lain memiliki kloaka. Karena ikan hidup di air, ikan harus selalu menjaga keseimbangan tekanan osmotiknya. Pada ikan yang bernafas dengan insang, urin dikeluarkan melalui kloaka atau porus urogenitalis, dan karbon dioksida dikeluarkan melalui insang. Pada ikan yang bernafas dengan paru-paru, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru dan urin dikeluarkan melalui kloaka. Mekanisme ekskresi pada ikan yang hidup di air tawar dan air laut berbeda. Ikan yang hidup di air tawar mengekskresikan ammonia dan aktif menyerap oksigen melalui insang, serta mengeluarkan urin dalam jumlah yang besar. Sebaliknya, ikan yang hidup dilaut akan mengekskresikan ammonia melalui urin yang jumlahnya sedikit. Mendapatkan air dan garam dari makanan Air masuk secara osmosis lewat permukaan tubuhnya Mineral diikat oleh insang Ekskresi urin banyak dan lebih encer Ikan Air Tawar Meperoleh air dan garam mineral dengan Banyak minum air laut Air keluar lewat permukaan tubuh dan lewat insang Kelebihan garam Dibuang lewat insang Ekskresi urin yang pekat dan sedikit Ikan Air Laut
  • 21.
    IKAN AIR LAUTIKAN AIR TAWAR Tubuh lebih hipotonis dari air laut sehingga air banyak yang keluar dari tubuh. Tubuh lebih hipertonis dari lingkungannya sehingga air banyak yang masuk lewat permukaan tubuhnya. Akibatnya ikan laut banyak minum air laut untuk menutupi kehilangan air yang besar Akibatnya ikan air tawar sedikit minum air. Urin yang dihasilkan sedikit dan pekat Urin yang dihasilkan banyak dan encer Ginjal memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan lambat. Ginjal dilengkapi sejumlah glomelurus yang jumlahnya lebih banyak sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan cepat Sebalknya pada air laut mengeksresksikan sampah nitrogen berupa trimetilamin oksida (TMO), mengekresikan ion-ion lewat insang dan mengeluarkan urine sedikit. Ikan air tawar mengeksreksi ammonia dan aktif menyerap ion anorganik melalui insang serta mengeluarkan urine dalam jumlah besar. Tabel Perbedaan Mekanisme Ekskresi Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar
  • 22.
    Alat ekskresi utamapada katak adalah sepasang ginjal (opistonefros) yang terletak dikanan dan kiri tulang belakang. Warnanya merah kecoklatan, bentuknya memanjang dari depan ke belakang. Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih yang berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. Pada katak jantan, saluran ginjal dan saluran kelaminnya menyatu, sedangkan pada katak betina tidak.
  • 23.
    Sistem Ekskresi padaReptil Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme. Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih.
  • 24.
    Sistem Ekskresi padaAves ( Burung ) Alat ekskresi pada burung terdiri dari ginjal (metanefros), hati, paru-paru, dan kulit. Saluran ginjal, saluran kelamin, dan saluran pencernaan bermuara pada sebuah lubang yang disebut kloaka. Saluran ekskresi terdiri dari sepasang ginjal berwarna coklat yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian akhir usus (kloaka). Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam. Kelebihan kelarutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares (lubang hidung). Burung hampir tidak memiliki kelenjar kulit, tetapi memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada ujung ekornya. Kelenjar minyak tersebut berguna untuk meminyaki bulu-bulunya.