Mata Kuliah : Konsep Dasar IPA 2
Dosen Pengampu : Drs. Mintohari, M.Pd
PPT disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Konsep Dasar IPA 2 (Biologi)
Kelas : D PGSD 2012-FIP-UNESA
Semester : 3
• ELGA NITA HIDAYANTI ( 121644050 )
• ROSYIDATUL MAGFIROH ( 1216440 )
• INSYAFIATUL HAMIDA ( 1216440 )
KELOMPOK 7:
Reptilia Repere
Melata
REPTILIA
CIRI-CIRI
Permukaan tubuh sangat dekat dengan tanah
atau tepatnya merayap
Tempat hidupnya di darat dan di air
Bernapas dengan paru-paru
Hewan ini tergolong berdarah dingin karena suhu
tubuhnya tergantung pada suhu lingkungannya
Cara berjalannya secara merayap atau melata
Tubuhnya terbungkus kulit yang kering
bertanduk, ditutupi oleh sisik
Tidak berkelenjar lendir maupun kelenjar
keringat
Alat gerak berupa 2 pasang kaki yang berjari-
jari dan berkuku
Ginjal bertipe metanefros
Terbagi manjadi lima bagian, yaitu
servikal, thorakal, lumbar, sacral, dan ekor
Telurnya dibungkus cangkang dari zat kapur
Suhu tubuh hewan ini poikiloterm
Reptilia bernapas dengan paru-paru
Beberapa jenis reptilia mengalami pergantian kulit/ekdisis
Sistem sirkulasi tertutup dengan jantung mempunyai empat
ruang namun belum tersekat sempurna
Pembuahan terjadi dalam tubuh induk betina (internal)
Berkembang biak dengan bertelur dan ada juga yang bertelur
dan beranak.
CIRI-CIRI
Struktur tubuh
Tubuhnya ditutupi sisik
yang tebal, mengandung
zat keratin sehingga
tidak dapat ditembus air.
Sisik ini merupakan
skeleton yang berfungsi
sebagai pelindung tubuh
Jantung mempunyai
empat ruang namun
belum tersekat
sempurna.
Ujung kloaka reptilia
jantan, termasuk uromastix
jantan, terdapat sepasang
alat kopulasi yang disebut
hemipenis, yaitu alat untuk
menyalurkan sperma ke
dalam kloaka betina
Secara umum tubuh
Reptil terbagi menjadi
empat bagian
utama, yaitu
kepala, leher, badan, d
an ekor
Reptilia memiliki
kloaka
STRUKTUR
TUBUH
REPTILIA
SISTEM PENCERNAAN
REPTIL
Saluran pencernaan reptil terdiri dari
mulut, kerongkongan, lambung, usus
, dan kloaka
Kelenjar pencernaan terdiri dari hati
dan pankreas. Hati menghasilkan
empedu.
Di dalam mulut buaya terdapat
lidah, gigi, dan kelenjar ludah.
Kelenjar ludah menghasilkan lendir
yang berfungsi untuk mempermudah
menelan makanan
Sitem Pencernaan
Makanan dari mulut
menuju kerongkongan dan
selanjutnya ke lambung
1.
Dari lambung, makanan
menuju usus
2.
Di usus, bermuara dua
saluran kelenjar
pencernaan, yaitu hati dan
pankreas
3.
Di usus terjadi pencernaan kimiawi
oleh enzim-enzim pencernaan dan
terjadi proses penyerapan sari-
sari makanan
4.
Sisa-sisa makanan yang
tidak diserap akan
dikeluarkan melalui kloaka
5.
SISTEM REPRODUKSI
REPTIL
Reptil melakukan reproduksi secara seksual
1
Reproduksi
seksual pada
Reptil diawali
dengan
perkawinan
2
Kemudian
dengan
terjadinya
fertilisasi
3
Fertilisasi
tersebut
kemudian
menghasilkan
zigot yang akan
berkembang
menjadi embrio
Reptil
Ovipar
Ovovivipar
Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang
fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil
bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar , seperti ular
garter dan kadal.
Reptil betina
menghasilkan ovum di
dalam ovarium
Ovum kemudian
bergerak di sepanjang
oviduk menuju kloaka
Reptil jantan
menghasilkan sperma
di dalam testis
Dari epididimis
sperma bergerak
menuju vas deferens
dan berakhir di
hemipenis.
Sperma bergerak di
sepanjang saluran
yang langsung
berhubungan dengan
testis, yaitu epididimis
Embrio berkembang
dalam telur dan
dilindungi oleh
cangkang yang tahan
air
Hemipenis saja
yang dimasukkan
ke dalam saluran
kelamin betina.
Menghasilkan zigot
yang akan
berkembang
menjadi embrio
Telur yang berisi
embrio dibuahi
terlebih dahulu dalam
tubuh induk dan
dikeluarkan seperti
induk sedang beranak
Telur dikeluarkan dari
tubuh induk betina lalu
dierami hingga
menetas menjadi anak
Embrio mendapat
makanan dari
cadangan makanan
yang ada di dalam
telur
OviparOvovivipar
Contoh Reptil dan Jenis
Kelahirannya
Ovipar
Kura-kura
Ovipar
Penyu
Ovovivipar
Ular garter
Ovovivipar
Kadal
SISTEM PERNAPASAN
REPTIL
Sistem
pernafasan
Reptil bernapas dengan paru-
paru. Pengambilan O2 dan
pengeluaran CO2 terjadi di
dalam paru-paru
Saluran pernapasannya terdiri
dari lubang
hidung, trakea, bronkus, dan
paru-paru.
Sistem Pernafasan
Udara masuk
melalui lubang
hidung
Udara menuju ke
rongga mulut
diteruskan ke
trakea
Kemudian udara
masuk ke bronkus
dan akhirnya
masuk ke paru-
paru
Di dalam paru-
paru O2 diambil
oleh
darah, sedangkan
CO2 dan H2O
dikeluarkan.
1 2 3 4
SISTEM EKSKRESI
REPTIL
Sistem Ekskresi
Sistem
ekskresi
pada reptil
Ginjal
(metanefros)
Paru-paru Kulit
Kloaka
Ginjal pada re ptil
dihubungkan oleh
saluran ke kantung
kemih dan
langsung bermuara
ke kloaka
Kloaka merupakan
satu-satunya
lubang untuk
mengeluarkan zat-
zat hasil
metabolisme
Reptil memiliki kelenjar kulit yang
menghasilkan asam urat tertentu
yang dikeluarkan dalam bentuk
bahan setengah padat berwarna
putih yang berguna untuk
mengusir musuh.
Pada jenis kura-kura tertentu terdapat sepasang vesika urinaria
tambahan yang juga bermuara langsung ke kloaka dan berfungsi
sebagai organ ekskresi. Anggota lainnya, seperti
ular, crocodilian, dan alligator tidak mempunyai vesika urinaria
sehingga asam urat keluar bersama feses.
Pada kura-kura betina, alat ekskresinya juga berperan
membasahi tanah yang dipersiapkan untuk pembuatan sarang
sehingga menjadikan tanah lebih lunak dan mudah digali. Hasil
ekskresi reptile adalah asam urat.
Pada beberapa anggota Reptil, seperti buaya dan kura-kura
air, selain mengekskresikan asam urat juga mengekskresikan
amonia.
Khusus pada kura-kura laut terjadi ekskresi garam dari
sepasang kelenjar garam di kepala yang bermuara di sudut
mata, sehingga sering terlihat seperti mengeluarkan air mata.
SISTEM GERAK
REPTIL
Sistem Gerak
Rangka reptilia berfungsi menopang
tubuh. Tengkorak reptilia memanjang
dan terdapat tulang yang memisahkan
lubang hidung dan rongga mulut. Dua
ruas pertama tulang belakang membuat
gerakan kepala reptilia lebih leluasa.x
Sendi pada tulang atlas memungkinkan
untuk mengangguk, sedangkan tulang
aksis memungkinkan untuk gerakan
memutar.
Rangka ular tesusun dari tualang tengkorak, tulang
badan dan tulang ekor. Tulang badan ular terdiri dari
ruas-ruas tulang belakang yang jumlahnya paling
sedikit seratus ruas. Hal ini, akan memudahkan ular
bergerak
Tulang rusuk ular tidak melekat pada tulang dada
dan tulang belakang seperti manusia. Akan
tetapi, akan dihubungkan dengan tulang belakang
dengan tulang otot yang elastis. Hal ini
memungkin ular untuk mengembangkan rongga
dadanya misalnya pada saat menelan mangsa
yang besar
KLASIFIKASI REPTIL
Klasifikasi Reptilia
Squamata
Chelonia
Crocodilia
Rhynchochephalia
KLASIFIKASI REPTILIA
Ciri-Ciri
Squamata
Tubuhnya ditutupi
oleh sisik yang
terbuat dari bahan
tanduk
Tanpa rusuk
abdominal
1. Sub Ordo Squamata
Lacertilia
Ophidia
Squamata
a. Lacertilia
Lacertilia adalah bangsa kadal
Panjang tubuhnya sekitar 30 cm
Memiliki empat kaki
kelopak mata dapat digerakkan
Lidah Lacertilia panjang dan adapula yang bercabang
Contoh: Lacerta sp (kadal), Hemidactylus turcicus (tokek), Drao sp, Chameleo chameleon
(bunglon), Varanus komodoensis (komodo)
Contoh Lacertilia
Lacerta sp (kadal) Hemidactylus
turcicus (tokek)
Drao sp
Varanus komodoensis
(komodo)
Chameleo chameleon
(bunglon)
b. Ophidia/Serpentes
Ophidia adalah bangsa ular Tubuh memanjang, tanpa
kaki
Ini tidak mempunyai kelopak
mata, tapi mata dilindungi
membran
Lidah
panjang, sempit, bercabang
Contoh Phyton
molurus, Phyton
reticulates
(ular
piton), Natrix sp
(ular air), Naja
sp
(kobra), Anacon
da sp.
Hewan Phidir
menelan bulat-
bulat
mangsanya
Pada hewan yang
jantan terdapat
alat bantu
kopulasi yang
disebut
hemipenis (penis
palsu)
Di dalam rongga
hidungnya
terdapat organ
Jacobson yang
dapat terangsang
secara kimia
untuk membau
mangsanya
Contoh Ophidia
Phyton molurus Phyton reticulates
(ular piton)
Natrix sp (ular air)
Anaconda sp Naja sp (kobra)
2. Chelonia
Chelonia meliputi
sebangsa penyu
dan kurakura
Tubuhnya
lebar, bagian dorsal
dilindungi oleh
karapaks (perisai
dorsal), dan plastron
(perisai ventral)
Rahangnya tidak
bergigi, tapi
dilapisi zat tanduk
Pembiakan secara
Ovipar, telur diletakkan
dalam lubang-lubang
yang dibuat oleh hewan
betina
Habitat Chelonia
di darat, air
laut, dan air
tawar
Rusuk-rusuknya
bersatu dengan
perisai dorsal
Contoh: Chelonia
myotas
(penyu), Chelydr
a serpentina
(kura-kura air
tawar)
Contoh Chelonia
Chelonia myotas
(penyu)
Chelydra serpentina
(kura-kura air tawar)
Gopherus polyphemus
3. Crocodilia
Ordo ini meliputi golongan buaya
Hewan ini memiliki kulit tebal, dengan rusuk-rusuk abdominal
Tubuhnya memanjang, kepala besar dan panjang dengan rahang dan gigi-gigi yang kuat
hidup di air tawar dan laut
Jantung dengan sekat ventrikel yang sempurna
Pembiakan secara Ovipar, telur diperam dalam daun-daun yang membusuk
Crocodilia memiliki kaki sebanyak empat buah, pendek, jari-jari berkuku
Contoh: Crocodylus sp, Alligator sp
Contoh Crocodilia
Crocodylus sp Alligator sp
4. Rhynchochephalia
1
•Hanya memiliki 1 jenis
yang masih hidup
2
•Contoh: Sphenodon
punctatum
Contoh Rhynchochephalia
Sphenodon
punctatum
CIRI-CIRI AVES
Adanya bulu yang
menutupi seluruh
tubuhnya
Lengan depannya
mengalami modifikasi
sebagai sayap yang
umumnya digunakan
untuk terbang
Bernapas dengan paru-
paru, mempunyai pundi-
pundi udara yang
berfungsi untuk
menyimpan udara pada
waktu terbang
Berdarah panas
(homeoterm), mempunya
i suhu yang tetap.
Berkembang biak dengan
bertelur
Pembuahan terjadi di
dalam induk betinanya
(internal)
Contoh aves adalah
berbagai jenis burung
dan ayam
Berkaki dua dan berjari
empat
CIRI-CIRI AVES
Jantungnya memiliki
empat ruang dengan
sempurna, yaitu dua
serambi dan dua bilik
Kaki depan
termodifikasi menjadi
sayap
Hewan ovipar dengan
telur dilindungi
cangkang yang keras
Mempunyai paruh yang
keras dan tidak bergigi
Laju metabolisme tinggi
Saluran
pencernaannya
sempurna memiliki
lambung kelenjar dan
lambung berotot
Dan lambung berotot.
Ginjalnya bertipe
metanefros, Tanpa
kandung kemih.
Struktur Tubuh Aves
Bulu tampak berkilau, kuat, elastis, waterproof, dan berwarna-warni
Anggota tubuh depan mengalami modifikasi menjadi sayap
Mulut aves meluas sebagai paruh. Paruh terbentuk dari zat tanduk yang kuat, tak
memiliki gigi
Didukung oleh struktur yang disebut pundi udara yang berfungsi untuk membantu pernapasan ketika
terbang, membantu meringankan tubuh, dan memperkeras suara burung
Pada burung jantan, alat reproduksi terdiri atas testis dan vasdeferens dan Pada burung betina, alat
reproduksi terdiri atas ovarium dan oviduk
Jantung terdiri dari empat ruang yang tersekat sempurna
Burung merpati hanya memiliki satu buah ovarium dan oviduk untuk mengurangi berat badan sehingga
memudahkan untuk terbang
Mempunyai tulang yang ringan namun kuat
Bentuk Sayap Burung
Filoplumae:
Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di
seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-
cabang pendek dan halus. Jika diamati
dengan seksama akan tampak terdiri dari
shaft yang ramping dan beberapa
barbulae di puncak.
Plumulae:
Berbentuk berbentuk hampir sama dengan
filoplumae dengan perbedaan detail.pada
plumulae tidak terbentuk vexillum
Plumae:
burung yang sempurna terdapat pada
bagian sayap dan ekor burung. Bulu ini
bentuknya kaku dan memiliki tangkai bulu
yang memanjang dengan rongga di
dalamnya. Plumae sangat berguna untuk
membantu burung agar burung dapat
terbang dan menyeimbangkan tubuh
burung saat terbang.
Bentuk Paruh
Berdasarkan
Makanannya
Bentuk kaki
sesuai
dengan
habitatnya
SISTEM PENCERNAAN
AVES
Mulut Esofagus Tembolok
Lambung
kelenjar
Rektum Usus besar Usus halus
Empedal
(Ampela)
Kloaka
SISTEM REPRODUKSI
Pada burung jantan terdapat sepasang testis
yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di
kloaka.
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu
ovarium kiri. Ovarium dilekati oleh suatu corong
penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk.
Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang
bermuara pada kloaka.
Aves merupakan hewan ovipar. Fertilisasi terjadi
di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara
saling menempelkan kloaka.
Proses Festilisasi
Sperma masuk ke oviduk
Fertilisasi akan berlangsung di
daerah ujung oviduk
Ovum yang telah dibuahi akan
bergerak mendekati kloaka
Saat perjalanan menuju kloaka
di daerah oviduk, ovum yang
telah dibuahi sperma akan
dikelilingi oleh materi cangkang
berupa zat kapur
Telur dapat menetas apabila
dierami oleh induknya
Suhu tubuh induk akan
membantu pertumbuhan
embrio menjadi anak burung
Anak burung menetas dengan
memecah kulit telur dengan
menggunakan paruhnya
Anak burung yang baru
menetas masih tertutup
matanya dan belum dapat
mencari makan sendiri, serta
perlu dibesarkan dalam sarang
Cangkang telur
berfungsi sebagai
pelindung utama telur
Membran cangkang
berfungsi sebagai
selaput tipis di dalam
cangkang telur
Rongga udara berfungsi
untuk sumber oksigen
bagi embrio
Keping germinal
(zigot/sel embrio)
sebagai calon individu
baru
Putih telur (albumin)
berfungsi sebagai
pelindung embrio dari
goncangan.
Kalaza (tali kuning telur)
berfungsi untuk
menahan kuning telur
agar tetap pada
tempatnya.
Kuning telur (yolk)
berfungsi sebagai
cadangan makanan bagi
embrio
SISTEM PERNAPASAN
AVES
Sistem Pernafasan
Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-
paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga
dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.
Udara masuk ke dalam
lubang hidung
Diteruskan pada celah tekak
yang terdapat pada dasar
faring yang menghubungkan
trakea.
Trakeanya panjang berupa pipa
bertulang rawan yang berbentuk
cincin, dan bagian akhir trakea
bercabang menjadi dua bagian, yaitu
bronkus kanan dan bronkus kiri.
Dalam bronkus pada pangkal trakea
terdapat sirink yang pada bagian
dalamnya terdapat lipatan-lipatan
berupa selaput yang dapat bergetar
Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus
sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral)
dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan
dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih).
Parabronkus berupa tabung
tabung kecil. Di parabronkus
bermuara banyak kapiler
sehingga memungkinkan udara
berdifusi
Selain paru-paru, burung
memiliki 8 atau 9 perluasan
paru-paru atau pundi-pundi
hawa (sakus pneumatikus) yang
menyebar sampai ke
perut, leher, dan sayap.
Pundi-pundi hawa berhubungan
dengan paru-paru dan
berselaput tipis
Di pundi-pundi hawa tidak
terjadi difusi gas pernapasan;
pundi-pundi hawa hanya
berfungsi sebagai penyimpan
cadangan oksigen dan
meringankan tubuh.
Karena adanya pundi-pundi
hawa maka pernapasan pada
burung menjadi efisien
Letak Pundi-pundi udara
Pangkal leher (servikal)
Ruang dada bagian depan
(toraks anterior)
Antara tulang selangka
(korakoid)
Ruang dada bagian
belakang (toraks posterior)
Di rongga perut (kantong
udara abdominal)
SISTEM PEREDARAN
DARAH AVES
Peredaran darah burung
tersusun oleh jantung sebagai
pusat peredaran
darah, darah, dan pembuluh-
pembuluh darah.
Darah pada unggas tersusun
oleh eritrosit berbentuk oval
dan berinti
Jantung terdiri dari dua
serambi yang berdinding tipis
serta dua bilik yang dindingnya
lebih tebal
Bagian kanan dan kiri jantung
telah terpisah secara sempurna
sehingga tidak ada percampuran
antara darah kaya oksigen di
bagian kiri dan darah miskin
oksigen di bagian kanan
Serambi dan bilik kanan
berisi darah kotor yang
banyak mengandung
karbondioksida
Serambi dan bilik kiri
berisi darah bersih yang
kaya oksigen
Pembuluh-pembuluh
darah dibedakan atas
arteri dan vena
Arteri yang keluar dari
bilik kiri ada tiga
buah, yaitu dua arteri
anonim dan sebuah
aorta
Cara / proses kerja jantung pada aves
Pembuluh balik tubuh
bagian atas (vena kava
superior); vena ini
membawa darah dari
kepala,anggota depan, dan
anggota otot-otot
pektoralis menuju jantung
Pembuluh balik yang
datang jari paru - paru
(pulmo) kanan dan paru –
paru kiri serta membawa
darah menuju serambi kiri
jantung
Pembuluh balik tubuh bagian bawah (vena kava
inferior); membawa darah dari bagian bawah
tubuh ke jantung.
Pembuluh balik/ vena dibagi
menjadi 3, yaitu:
Sistem Peredaran
Darah Pada AvesDarah vena dari seluruh
tubuh akan mengalir ke
atrium kanan, kemudian
ventrikel kanan
Dari ventrikel kanan darah
dipompa maenuju paru-paru
melalui arteri pulmonalis
Dari paru-paru darah
menuju ke atrium kiri
melalui vena pulmonalis
Dari atrium kiri darah akan
mengalir ke ventrikel kiri
untuk dipompa melalui aorta
menuju ke bagian-bagian
tubuh.
Darah dari kapiler jaringan
tubuh akan dialirkan lagi ke
atrium kanan jantung
SISTEM EKSKRESI
AVES
SISTEM EKSRESI
Air dalam tubuh disimpan
melalui reabpsorpsi di
tubulus
Di dalam kloaka juga
terjadi reabsorpsi air yang
menambah jumlah air
dalam tubuh
Sampah nitrogen dibuang
sebagai asam urat yang
dikeluarkan lewat kloaka
sebagai kristal putih yang
bercampur feses
Alat ekskresi berupa sepasang ginjal metanefros, kulit, dan paru-paru.
Ginjal dihubungkan oleh ureter ke kloaka karena burung tidak memiliki vesika urinaria. Tabung ginjal burung
lebih banyak dari mamalia karena kecepatan metabolisme burung sangat tinggi. Tiap 1 ml kubik jaringan
korteks burung mengandung 100 sampai dengan 500 tabung ginjal yang membentuk lengkung Henle kecil
Khusus pada burung laut, seperti camar, selain mengekskresikan asam urat juga mengekskresikan garam.
Hal ini disebabkan karena meminum air gram dan makan ikan laut yang banyak mengandung garam.
Burung laut memiliki kelenjar pengekskresi garam di atas mata.
Larutan garam
mengalir ke rongga
hidung
Kemudian keluar
lewat nares luar
Akhirnya garam
menetes dari ujung
paruh
SISTEM GERAK
AVES
SISTEM GERAK
Burung memiliki dua
otot, dan sistem yang
digunakan yaitu sistem kerja
otot yang berlawanan
Pada saat burung
mengepakkan sayapnya, bulu
bulu akan menutup dan akan
membuka ketika sayap
terangkat dengan cara inilah
burung mendapatkan kekuatan
Bentuk tubuh pada burung itu
ringan dan ramping, sehingga
dia mudah untUk terbang
burung juga mempunyai
kantung udara untuk
meringankan tubuhnya
Dan bulu ekornya juga
berperan penting dalam
membantu burung terbang.
Alat Gerak
Depan
Alat Gerak Belakang
Alat gerak belakang berupa kaki yang digunakan
untuk berjalan, bertengger, atau berenang,
KLASIFIKASI AVES
Klasifikasi Aves
Archaeornithes
Neornithes
Ordo Struthioniformes
Ordo Casuariiformes
Ordo Apterygiformes
Ordo Procellariiformes
Ordo Pelecaniformes
Ordo Ciconiiformes
Ordo Anseriformes
Ordo Falconiformes
Ordo Galliformes
Ordo Columbifomes
Ordo Psittaciiformes
Ordo Strigiformes
Burung purba dan
saat ini telah punah
Pada paruhnya
terdapat gigi-gigi
Ekornya masih
bertulang
Sayapnya masih
bercakar
Contoh
Archaeopteryx sp
• Kelompok burung sejati
• Tulang metacarpalia bersatu membentuk carpometacarpus, jari kaki
keduanya merupakan jari terpanjang
• Memiliki 13 vertebrae caudal atau kurang
• Tulang dada (sternum) dengan atau tanpa carina (ujung cabang
trakea)
• Ekornya berbulu serta berukuran pendek
Neornithes
Ordo Struthioniformes
Ordo Casuariiformes
Ordo Apterygiformes
Ordo Procellariiformes
Ordo Pelecaniformes
Ordo Ciconiiformes
Ordo Anseriformes
Ordo Falconiformes
Ordo Galliformes
Ordo Columbifomes
Ordo Psittaciiformes
Ordo Strigiformes
1.Ordo Struthioniformes
Burung unta tergolong pemakan
hewan dan tumbuhan
Ti ngginya dapat mencapai 2,5 m
Pelari ulung
Tidak dapat terbang
Contoh hewan struthioniformes
adalah struthio camelus (burung unta)
dan omnivora
• Tidak dapat terbang
• Sayap kecil
• Kepala dan leher tidak
berbulu
• Tinggi mencapai 1,7 m
• Banyak terdapat di
australia dan papua• Contoh ordo
casuariiformes adalah
dromiceius sp (burung
kasuari)
Apterygiformes adalah hewan
sejenis burung Kiwi
Paruh panjang
Lubang hidung di ujung
Paruh
Contoh apteryx sp (kiwi)
4. Ordo Procellariiformes
Hewan sejenis burung albatros
Lubang hidung tubular
Dalam hidung terdapat kelenjar
Paruh berlapis beberapa papan
Jari kaki vestigial/ mereduksi
Hidup di lautan
Contoh oceanodroma sp
(albatros kecil)
5. Ordo Pelecaniformes
Hewan sejenis
burung
pelikan, burung
ganet.
Paruh besar
Keempat jari dalam
satu membran kulit
Lubang hidung
vestigial
Hidup di laut tropis
Contoh: pelecanus
occidentalis (pelikan
putih), morus
bassana (camar).
Contoh
Pelecanus occidentalis
(pelikan putih),
Pelecanus occidentalis (pelikan
putih),
6. Ordo Ciconiiformes
Contoh: cosmerodius albus (blekok putih), ardea herodias (blekok
biru), phoeniopterus rubber (flamengo).
Makanannya ikan dan hewan air lainnya
Kaki panjang
Leher panjang
Hewan sebangsa burung blekok, flamengo
Contoh
Cosmerodius
albus (blekok
putih)
Ardea herodias Phoeniopterus
rubber (flamengo)
7. Ordo Anseriformes
Paruh lebar tertutup lapisan yang banyak
mengandung organ sensori
Mempunyai kaki pendek
Jari dengan membran kulit
Ekor pendek
Hewan muda berbulu seperti kapas
Contoh: anas sp (bebek liar), anser sp
(entok), cygnus sp (angsa).
Contoh
Anas sp (bebek
liar)
Anser sp
(entok),
cygnus sp
(angsa)
Falconiformes
merupakan burung
karnivor
Paruh kuat sekali
dengan kait di ujungnya
Sayapnya kuat
Kaki dengan kuku-kuku
tajam untuk menerkam
mangsanya
Mampu terbang dengan
cepat dan melakukan
manuver
Contoh: cathartes aura
(kepala
merah), gymnogyps sp
(burung kondor), falcon
sp (elang), buteo borealis
(ekor merah).
Contoh
Cathartes aura
(kepala merah),
Falcon sp
(elang)
Buteo borealis
(ekor merah).
9. Ordo Galliformes
Berparuh pendek
Pemakan padi-padian
Kaki untuk berlari dan mengais
Contoh: gallus varius (ayam
hutan), gallus gallus (ayam
kampung), pavo cristatus
(merak), melleagris gallopavo
(kalkun)
Contoh
Gallus gallus (ayam
kampung)
Gallus varius (ayam
hutan)
Pavo cristatus (merak)
Melleagris gallopavo
(kalkun)
Paruh
pendek, ramping
dengan kulit lunak
(sera) pada pangkal
paruhnya
Tembolok
columbifomes besar
dan dapat
memuntahkan isinya
untuk memberi
makan anaknya
Contoh: columba
livia, columba
fasciata
(merpati), zenaidura
macroura (perkutut)
Contoh
Columba livia Columba fasciata
(merpati)
Zenaidura
macroura
(perkutut)
11. Ordo Psittaciiformes
Paruh
pendek, kuat, bagian
pinggir tajam dengan
kait pada ujungnya
Suaranya keras Tempat hidup di hutan
Pemakan buah-
buahan
Contoh: burung
kakatua, betet, burung
makao
Contoh
Burung
kakatua
Betet Burung
makao
12. Ordo Strigiformes
• Ordo Strigiformus meliputi burung
nocturnal, kepala besar, mata besar1
• Lubang telinganya besar, kadang-
kadang mempunyai lembaran penutup2
• Makanannya burung kecil dan
Arthropoda3
• Contoh: Tyto alba, Bubo sp (burung
hantu)4
Contoh
Tyto alba
Tyto alba
Bubo sp (burung hantu)
CIRI-CIRI MAMALIA
Tubuhnya
ditumbuhi
rambut
mamalia betina
memiliki kelenjar
susu untuk
menyusui
anaknya
Bernapas dengan
paru-paru
Suhu tubuhnya
tetap, tidak
terpengaruh oleh
perubahan suhu
di lingkungannya
Berdarah panas
(Homoiterm)
Ujung jari
berbuku
.Sebagian besar
hidup di darat
meskipun ada
juga yang hidup
di laut, seperti
ikan paus dan
lumba-lumba
Mempunyai tiga
macam gigi, yaitu
gigi seri, gigi
taring, dan gigi
geraham
Vivipar
Pembuahan
internal
Perkembangan
otak paling
sempurna
Alat geraknya
berupa
kaki, sedangkan
yang hidup di air
berupa sirip
Bernafas dengan
paru-paru dan
sistem peredaran
darahnya tertutup
Mamalia memiliki
telinga
luar, sebagian
dilengkapi dengan
daun telinga.
Kulit banyak
mengandung
kelenjar, seperti
kelenjar
keringat, kelenjar
lemak, dan
kelenjar susu.
Jantungnya
terdiri empat
ruang (dua
serambi, dua
bilik) dengan
sekat yang
sempurna
Otak berkembang
sangat
baik, terutama
bagian cerebrum
Ginjalnya bertipe
metanefros, memili
ki dua ureter yang
mengalirkan urin
ke kandung kemih
(vesica urinaria)
Struktur tubuh
Mamalia mempunyai tiga macam gigi, yaitu gigi seri, gigi
taring, dan gigi geraham
Mamalia mempunyai kelenjar susu (mammae = kelenjar susu)
Tubuh atau kulitnya ditumbuhi rambut
Kulit Mamalia dilengkapi kelenjar minyak dan kelenjar keringat
Semua Mamalia memiliki telinga luar, sebagian dilengkapi
dengan daun telinga.
Jari tangan dan jari kaki tidak pernah lebih dari lima, banyak
yang mengalami penyusutan.
Jika kita lihat struktur tubuhnya, tampak
adanya evolusi morfologi dari Aves ke
Mamalia. Evolusi ini tampak jelas pada
Mamalia yang paling sederhana, yaitu
cungur bebek (platypus). Struktur tubuh
masih berbentuk burung (bebek), tetapi
penutup tubuhnya adalah
rambut, seperti halnya Mamalia lainnya.
Platypus masih bersifat
ovipar, menetaskan telur, seperti
kelompok Aves. Penetapan Platypus
sebagai anggota Mamalia, yaitu adanya
kelenjar susu untuk memberi makan
anak-anaknya. Hewan yang satu
kelompok dengan platypus, yang ada di
Indonesia, yaitu di Papua adalah landak
semut.
SISTEM GERAK
MAMALIA
• Ada yang bergerak dengan sepasang tungkai depan dan
sepasang tungkai belakang. Ada yang bergerak dengan
sepasang tungkai depan dan sepasang tangan serta ada
juga yang bergerak dengan sepasang tungkai depan yang
menyerupai sirip.
SISTEM REPRODUKSI
MAMALIA
REPRODUKSI MAMALIA
Mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan anak (vivipar)
Proses pembuhannya berlangsung di dalam tubuh induk betina (fertilisasi
internal)
Setelah dilahirkan, anak hewan mamalia menyusu kepada induknya
Meskipun demikian, ada beberapa jenis mamalia yang tidak melahirkan
anaknya, tetapi bertelur. Contohnya adalah platipus (Ornithorynchus
anatinus)
Semua hewan Mamalia memiliki alat reproduksi yang hampir serupa.
Tikus jantan mempunyai sepasang testis yang berfungsi untuk
menghasilkan sperma
Sperma dikeluarkan melalui saluran sperma yang disebut vas
deferens.
Untuk memasukkan sperma ke dalam tubuh hewan
betina, digunakan penis.
Tikus betina mempunyai sepasang ovarium yang berfungsi untuk
menghasilkan sel telur atau ovum
Sel telur yang telah dilepaskan dari ovarium (ovulasi) keluar melalui
saluran telur dan akhirnya sampai di uterus.
Jika sel telur ini dibuahi oleh sperma, akan terbentuk zigot yang akan
tumbuh dan berkembang menjadi embrio
Tikus mampu mengandung lebih dari satu embrio. Namun tidak semua
Mamalia memiliki kemampuan seperti ini
Setiap embrio memperoleh nutrisi dan oksigen dari plasenta yang
dihubungkan melalui tali pusat.
Jika sudah tiba masa lahirnya, embrio lepas dari uterus dan dikeluarkan
melalui vagina.
SISTEM EKSKRESI
MAMALIA
Organ ekskresi pada mamalia
• Mengekskresikan urineGinjal
• Mengekskresikan sisa-sisa hasil metabolisme yang berupa
karbon dioksida dan air dalam bentuk uap air.
Paru-paru
• Mengekskresikan empedu secara terus-menerus yang
ditampung dalam kantung empedu
• Empedu mengandung air, asam empedu, garam
empedu, kolestrol, fosfolipid, zat warna empedu, dan
beberapa ion
Hati
• Mengekskresikan keringatKulit
Sistem ekskresi pada ginjal
Proses ekskresi
pada ginjal
Penyaringan
(filtrasi)
Penyerapan
kembali
(Reabsorbsi)
Augmentasi
Proses ekskresi
pada ginjal
Filtrasi terjadi pada kapiler glomerulus pada kapsul Bowman.
Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang
komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein. Pada filtrat
glomerulus masih dapat ditemukan asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan
garamgaram lainnya.
Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99%
filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus
proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus
kontortus distal. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam
amino dikembalikan ke darah. Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain
pada filtrat dikeluarkan dalam urin. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih
dari 178 liter air, 1200 g garam, dan 150 g glukosa. Sebagian besar dari zat-zat
ini direabsorbsi beberapa kali.Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan
menghasilkan urin seku Zder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin
primer. Pada urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan
ditemukan lagi.
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di
tubulus kontortus distal. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah
96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, dan sisa substansi lain, misalnya pigmen
empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin.
SISTEM RESPIRASI
MAMALIA
Respirasi
Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang
turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas
permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah
epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua
paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang
terpisah. Fase aktif dalam pernapasan adalah
inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari
diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga
(dengan gerakan melengkung keluar).
SISTEM PEREDARAN
DARAN MAMALIA
SISTEM
SIRKULASI
Jantung berbilik empat pada mammalia mempunyai dua atria dan dua ventrikel
yang terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan
pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena
tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin
oksigen, jadi lebih sempurna dari reptile. Sebgai hewan endotermik, mammalia
memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan
vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama.
SISTEM SARAF MAMALIA
SISTEM SARAF
Sistem saraf pada mamalia, secara general memiliki tingkat
perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum
berukuran lebih besar jika dibandingkan keseluruhan bagian otak.
Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus lateral 2 buah.
Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur
transversal menjadi lobus anterior dan posterior. Otak
(Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama
dengan vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus
opticus, cerebellum dan medulla oblongata.
KLASIFIKASI MAMALIA
Marsupialia
Dermoptera
Chiroptera
KLASIFIKASI KELAS
MAMALIA
Insectivora
Primata
Rodentia
Carnivora
Cetacea
Proboscidea
Laghomorpha
Perissodactyla
Artiodactyla
Ciri-Ciri Marsupialia
Marsupialia betina
memiliki kantung
(marsupium)
di bagian ventral, embrio lahir
prematur dan berkembang lebih
lanjut di dalam kantung.
Contoh Dendrolagus sp (kanguru), Phalanger sp
(kuskus), Phascolarctus sp (koala), Didelphia
marsupialia (opossum).
Yang termasuk ordo
Marsupialia
Dendrolagus
sp (kanguru)
Phalanger sp
(kuskus)
Phascolarctus
sp (koala)
Didelphia
marsupialia
(opossum)
Insektivora
Scalopus sp
Scapanus sp
Echinosorex albus
Ciri-Ciri
Insektivora
Mamalia
pemakan
serangga
Memiliki mata
tertutup Telapak kaki
depan lebar dengan
cakar-cakar besar
Contoh: Scalopus
sp, Scapanus
sp, Echinosorex albus
Mempunyai
banyak gigi
Memiliki mulut yang
panjang dan mudah
digerakkan
Tubuhnya mempunyai
kelenjar yang
menghasilkan bau tidak
sedap
Yang termasuk kelas
Insectivora
Scalopus sp Scapanus sp Echinosorex albus
Dermoptera
Ciri-Ciri
Dermoptera
Monyet terbang
Keempat kaki dan
ekornya bersama-sama
membentuk
parasut berbulu (patagium)
makanannya
daun dan buah-
buahan
Contoh
Gakopithecus sp.
Yang termasuk kelas
Dermoptera
Gakopithecus sp
Chiropt
era
Ciri-Ciri Chiroptera
mamalia bersayap yang
bisa terbang
Pandai terbang Nocturnal
Contoh Pteropus edulis (kalong Jawa),
Myotes sp, Desmodus sp (vampire), pengisap
darah kuda, sapi, bahkan manusia
Kaki belakang
lebih kecil, kaki bercakar
sayap berupa membran
interdigital pada kaki depan dan kaki
belakang.
Pemakan buah
Yang termasuk
ordo Chiroptera
Pteropus edulis Desmodus sp (vampire),
Primat
a
Ciri-Ciri
Primata
Primata termasuk
pemakan tumbuhan, hewan, atau
pemakan segala.
Termasuk nocturnal
atau diurnal
Tangan dan kakinya
besar, dengan jari
untuk memanjat atau
memegang
Primata mencakup
lemur, monyet,, orang
utan, gorila
Yang termasuk kelas Primata
lemur Monyet Gorila
Ciri-Ciri
Rodentia
Rodentia hidup pada
segala habitat.
Contoh: Sciurus sp (tupai
pohon), Marmota sp (marmut), Rattus sp
(tikus), Mus musculus
(mencit), Erethyson sp (landak).
Taring dan beberapa geraham depan
tidak tumbuh.
Rodentia termasuk dalam kelompok
mamalia pengerat.
Gigi seri tumbuh pada rahang bawah dan
berbentuk seperti pahat.
Yang termasuk kelas
Rodentia
Sciurus sp (tupai
pohon)
Marmota sp (marmut) Rattus sp (tikus) Mus musculus
(mencit),
Carnivora
Ciri-Ciri Carnivora
Pemakan daging Gigi seri kecil, tetapi gigi taring
berkembang biak. Geraham depan
bentuknya sesuai untuk memotong
makanan
Jari-jarinya bercakar tajam
Contoh: Canis lupus (serigala), Canis familiaris (anjing), Felis leo
(singa), Felis tigris (harimau), Felis catus (kucing
rumah), Zalophus sp (singa laut), Eumetopias jubata (anjing laut).
Yang termasuk ordo
Carnivora
Canis lupus
(serigala)
Zalophus sp
(singa laut)
Felis catus
(Kucing rumah)
Eumetopias
jubata(anjing
laut)
Ciri-Ciri
Laghomorpha
hewan pemakan tumbuhan
Contoh:
Oryctologus cuniculus
(kelinci).
Yang termasuk kelas
Laghomorpha
Oryctologus cuniculus (kelinci)
Cetacea
Yang termasuk kelas
Cetacea
Dolphinus delvis (dolpin laut), Phalenoptera musculus (paus
biru
Proboscidea
Ciri-Ciri
Probosc
idea
Gigi serinya termodifikasi menjadi
gading
Bibir atas dan
hidungnya berubah
menjadi belalai
Contoh: Elephas maximus
(gajah di India dan
Indonesia), Loxodonta
africana (gajah Afrika).
Yang termasuk kelas
Prioboscidea
Elephas maximus (gajah di India dan
Indonesia)
Loxodonta africana (gajah Afrika).
Perissodactyla
Ciri-Ciri
Peridissoda
ctyla
Jari kakinya berjumlah
ganjil
Contoh: Equus caballus
(kuda), Equus asinus
(keledai), Tapirus indicus
(tapir)
Yang termasuk kelas
Perissodactyla
Equus caballus
(kuda)
Equus asinus
(keledai)
Tapirus indicus
(tapir)
Artiodactyla
Ciri-Ciri
Artiodactyla
Jari kaki hewan itu
berjumlah genap
Contoh: Antilocarpa sp (antelope), Camelus
sp (unta), Cervus sp (kijang), Aries sp (kambing),
Bos sondaicus (banteng), Bos indicus
(sapi putih), Giraffa sp (jerapah)
Yang termasuk
ortiodactyla
Antilocarpa sp
(antelope)
Camelus
sp (unta)
Cervus sp
(kijang)
Bos sondaicus
(banteng)
Reptil, aves, mamalia

Reptil, aves, mamalia

  • 1.
    Mata Kuliah :Konsep Dasar IPA 2 Dosen Pengampu : Drs. Mintohari, M.Pd PPT disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 2 (Biologi)
  • 2.
    Kelas : DPGSD 2012-FIP-UNESA Semester : 3 • ELGA NITA HIDAYANTI ( 121644050 ) • ROSYIDATUL MAGFIROH ( 1216440 ) • INSYAFIATUL HAMIDA ( 1216440 ) KELOMPOK 7:
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    CIRI-CIRI Permukaan tubuh sangatdekat dengan tanah atau tepatnya merayap Tempat hidupnya di darat dan di air Bernapas dengan paru-paru Hewan ini tergolong berdarah dingin karena suhu tubuhnya tergantung pada suhu lingkungannya Cara berjalannya secara merayap atau melata Tubuhnya terbungkus kulit yang kering bertanduk, ditutupi oleh sisik Tidak berkelenjar lendir maupun kelenjar keringat Alat gerak berupa 2 pasang kaki yang berjari- jari dan berkuku
  • 9.
    Ginjal bertipe metanefros Terbagimanjadi lima bagian, yaitu servikal, thorakal, lumbar, sacral, dan ekor Telurnya dibungkus cangkang dari zat kapur Suhu tubuh hewan ini poikiloterm Reptilia bernapas dengan paru-paru Beberapa jenis reptilia mengalami pergantian kulit/ekdisis Sistem sirkulasi tertutup dengan jantung mempunyai empat ruang namun belum tersekat sempurna Pembuahan terjadi dalam tubuh induk betina (internal) Berkembang biak dengan bertelur dan ada juga yang bertelur dan beranak. CIRI-CIRI
  • 10.
  • 11.
    Tubuhnya ditutupi sisik yangtebal, mengandung zat keratin sehingga tidak dapat ditembus air. Sisik ini merupakan skeleton yang berfungsi sebagai pelindung tubuh Jantung mempunyai empat ruang namun belum tersekat sempurna. Ujung kloaka reptilia jantan, termasuk uromastix jantan, terdapat sepasang alat kopulasi yang disebut hemipenis, yaitu alat untuk menyalurkan sperma ke dalam kloaka betina Secara umum tubuh Reptil terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu kepala, leher, badan, d an ekor Reptilia memiliki kloaka STRUKTUR TUBUH REPTILIA
  • 13.
  • 14.
    Saluran pencernaan reptilterdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus , dan kloaka Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Hati menghasilkan empedu. Di dalam mulut buaya terdapat lidah, gigi, dan kelenjar ludah. Kelenjar ludah menghasilkan lendir yang berfungsi untuk mempermudah menelan makanan
  • 15.
    Sitem Pencernaan Makanan darimulut menuju kerongkongan dan selanjutnya ke lambung 1. Dari lambung, makanan menuju usus 2. Di usus, bermuara dua saluran kelenjar pencernaan, yaitu hati dan pankreas 3. Di usus terjadi pencernaan kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan dan terjadi proses penyerapan sari- sari makanan 4. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap akan dikeluarkan melalui kloaka 5.
  • 16.
  • 17.
    Reptil melakukan reproduksisecara seksual 1 Reproduksi seksual pada Reptil diawali dengan perkawinan 2 Kemudian dengan terjadinya fertilisasi 3 Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio
  • 18.
  • 19.
    Kelompok reptil sepertikadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar , seperti ular garter dan kadal. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis Embrio berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang yang tahan air Hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio
  • 20.
    Telur yang berisi embriodibuahi terlebih dahulu dalam tubuh induk dan dikeluarkan seperti induk sedang beranak Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur OviparOvovivipar
  • 21.
    Contoh Reptil danJenis Kelahirannya Ovipar Kura-kura Ovipar Penyu Ovovivipar Ular garter Ovovivipar Kadal
  • 22.
  • 23.
    Sistem pernafasan Reptil bernapas denganparu- paru. Pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 terjadi di dalam paru-paru Saluran pernapasannya terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus, dan paru-paru.
  • 24.
    Sistem Pernafasan Udara masuk melaluilubang hidung Udara menuju ke rongga mulut diteruskan ke trakea Kemudian udara masuk ke bronkus dan akhirnya masuk ke paru- paru Di dalam paru- paru O2 diambil oleh darah, sedangkan CO2 dan H2O dikeluarkan. 1 2 3 4
  • 25.
  • 26.
    Sistem Ekskresi Sistem ekskresi pada reptil Ginjal (metanefros) Paru-paruKulit Kloaka Ginjal pada re ptil dihubungkan oleh saluran ke kantung kemih dan langsung bermuara ke kloaka Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat- zat hasil metabolisme Reptil memiliki kelenjar kulit yang menghasilkan asam urat tertentu yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih yang berguna untuk mengusir musuh.
  • 27.
    Pada jenis kura-kuratertentu terdapat sepasang vesika urinaria tambahan yang juga bermuara langsung ke kloaka dan berfungsi sebagai organ ekskresi. Anggota lainnya, seperti ular, crocodilian, dan alligator tidak mempunyai vesika urinaria sehingga asam urat keluar bersama feses. Pada kura-kura betina, alat ekskresinya juga berperan membasahi tanah yang dipersiapkan untuk pembuatan sarang sehingga menjadikan tanah lebih lunak dan mudah digali. Hasil ekskresi reptile adalah asam urat. Pada beberapa anggota Reptil, seperti buaya dan kura-kura air, selain mengekskresikan asam urat juga mengekskresikan amonia. Khusus pada kura-kura laut terjadi ekskresi garam dari sepasang kelenjar garam di kepala yang bermuara di sudut mata, sehingga sering terlihat seperti mengeluarkan air mata.
  • 28.
  • 29.
    Sistem Gerak Rangka reptiliaberfungsi menopang tubuh. Tengkorak reptilia memanjang dan terdapat tulang yang memisahkan lubang hidung dan rongga mulut. Dua ruas pertama tulang belakang membuat gerakan kepala reptilia lebih leluasa.x Sendi pada tulang atlas memungkinkan untuk mengangguk, sedangkan tulang aksis memungkinkan untuk gerakan memutar. Rangka ular tesusun dari tualang tengkorak, tulang badan dan tulang ekor. Tulang badan ular terdiri dari ruas-ruas tulang belakang yang jumlahnya paling sedikit seratus ruas. Hal ini, akan memudahkan ular bergerak Tulang rusuk ular tidak melekat pada tulang dada dan tulang belakang seperti manusia. Akan tetapi, akan dihubungkan dengan tulang belakang dengan tulang otot yang elastis. Hal ini memungkin ular untuk mengembangkan rongga dadanya misalnya pada saat menelan mangsa yang besar
  • 30.
  • 31.
  • 32.
  • 33.
    Ciri-Ciri Squamata Tubuhnya ditutupi oleh sisikyang terbuat dari bahan tanduk Tanpa rusuk abdominal
  • 34.
    1. Sub OrdoSquamata Lacertilia Ophidia Squamata
  • 35.
    a. Lacertilia Lacertilia adalahbangsa kadal Panjang tubuhnya sekitar 30 cm Memiliki empat kaki kelopak mata dapat digerakkan Lidah Lacertilia panjang dan adapula yang bercabang Contoh: Lacerta sp (kadal), Hemidactylus turcicus (tokek), Drao sp, Chameleo chameleon (bunglon), Varanus komodoensis (komodo)
  • 36.
    Contoh Lacertilia Lacerta sp(kadal) Hemidactylus turcicus (tokek) Drao sp Varanus komodoensis (komodo) Chameleo chameleon (bunglon)
  • 37.
    b. Ophidia/Serpentes Ophidia adalahbangsa ular Tubuh memanjang, tanpa kaki Ini tidak mempunyai kelopak mata, tapi mata dilindungi membran Lidah panjang, sempit, bercabang Contoh Phyton molurus, Phyton reticulates (ular piton), Natrix sp (ular air), Naja sp (kobra), Anacon da sp. Hewan Phidir menelan bulat- bulat mangsanya Pada hewan yang jantan terdapat alat bantu kopulasi yang disebut hemipenis (penis palsu) Di dalam rongga hidungnya terdapat organ Jacobson yang dapat terangsang secara kimia untuk membau mangsanya
  • 38.
    Contoh Ophidia Phyton molurusPhyton reticulates (ular piton) Natrix sp (ular air) Anaconda sp Naja sp (kobra)
  • 39.
    2. Chelonia Chelonia meliputi sebangsapenyu dan kurakura Tubuhnya lebar, bagian dorsal dilindungi oleh karapaks (perisai dorsal), dan plastron (perisai ventral) Rahangnya tidak bergigi, tapi dilapisi zat tanduk Pembiakan secara Ovipar, telur diletakkan dalam lubang-lubang yang dibuat oleh hewan betina Habitat Chelonia di darat, air laut, dan air tawar Rusuk-rusuknya bersatu dengan perisai dorsal Contoh: Chelonia myotas (penyu), Chelydr a serpentina (kura-kura air tawar)
  • 40.
    Contoh Chelonia Chelonia myotas (penyu) Chelydraserpentina (kura-kura air tawar) Gopherus polyphemus
  • 41.
    3. Crocodilia Ordo inimeliputi golongan buaya Hewan ini memiliki kulit tebal, dengan rusuk-rusuk abdominal Tubuhnya memanjang, kepala besar dan panjang dengan rahang dan gigi-gigi yang kuat hidup di air tawar dan laut Jantung dengan sekat ventrikel yang sempurna Pembiakan secara Ovipar, telur diperam dalam daun-daun yang membusuk Crocodilia memiliki kaki sebanyak empat buah, pendek, jari-jari berkuku Contoh: Crocodylus sp, Alligator sp
  • 42.
  • 43.
    4. Rhynchochephalia 1 •Hanya memiliki1 jenis yang masih hidup 2 •Contoh: Sphenodon punctatum
  • 44.
  • 46.
    CIRI-CIRI AVES Adanya buluyang menutupi seluruh tubuhnya Lengan depannya mengalami modifikasi sebagai sayap yang umumnya digunakan untuk terbang Bernapas dengan paru- paru, mempunyai pundi- pundi udara yang berfungsi untuk menyimpan udara pada waktu terbang Berdarah panas (homeoterm), mempunya i suhu yang tetap. Berkembang biak dengan bertelur Pembuahan terjadi di dalam induk betinanya (internal) Contoh aves adalah berbagai jenis burung dan ayam Berkaki dua dan berjari empat
  • 47.
    CIRI-CIRI AVES Jantungnya memiliki empatruang dengan sempurna, yaitu dua serambi dan dua bilik Kaki depan termodifikasi menjadi sayap Hewan ovipar dengan telur dilindungi cangkang yang keras Mempunyai paruh yang keras dan tidak bergigi Laju metabolisme tinggi Saluran pencernaannya sempurna memiliki lambung kelenjar dan lambung berotot Dan lambung berotot. Ginjalnya bertipe metanefros, Tanpa kandung kemih.
  • 48.
  • 49.
    Bulu tampak berkilau,kuat, elastis, waterproof, dan berwarna-warni Anggota tubuh depan mengalami modifikasi menjadi sayap Mulut aves meluas sebagai paruh. Paruh terbentuk dari zat tanduk yang kuat, tak memiliki gigi Didukung oleh struktur yang disebut pundi udara yang berfungsi untuk membantu pernapasan ketika terbang, membantu meringankan tubuh, dan memperkeras suara burung Pada burung jantan, alat reproduksi terdiri atas testis dan vasdeferens dan Pada burung betina, alat reproduksi terdiri atas ovarium dan oviduk Jantung terdiri dari empat ruang yang tersekat sempurna Burung merpati hanya memiliki satu buah ovarium dan oviduk untuk mengurangi berat badan sehingga memudahkan untuk terbang Mempunyai tulang yang ringan namun kuat
  • 50.
    Bentuk Sayap Burung Filoplumae: Bulu-bulukecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang- cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak. Plumulae: Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail.pada plumulae tidak terbentuk vexillum Plumae: burung yang sempurna terdapat pada bagian sayap dan ekor burung. Bulu ini bentuknya kaku dan memiliki tangkai bulu yang memanjang dengan rongga di dalamnya. Plumae sangat berguna untuk membantu burung agar burung dapat terbang dan menyeimbangkan tubuh burung saat terbang.
  • 51.
  • 52.
  • 54.
  • 55.
    Mulut Esofagus Tembolok Lambung kelenjar RektumUsus besar Usus halus Empedal (Ampela) Kloaka
  • 56.
    SISTEM REPRODUKSI Pada burungjantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka. Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Aves merupakan hewan ovipar. Fertilisasi terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.
  • 57.
    Proses Festilisasi Sperma masukke oviduk Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang
  • 58.
    Cangkang telur berfungsi sebagai pelindungutama telur Membran cangkang berfungsi sebagai selaput tipis di dalam cangkang telur Rongga udara berfungsi untuk sumber oksigen bagi embrio Keping germinal (zigot/sel embrio) sebagai calon individu baru Putih telur (albumin) berfungsi sebagai pelindung embrio dari goncangan. Kalaza (tali kuning telur) berfungsi untuk menahan kuning telur agar tetap pada tempatnya. Kuning telur (yolk) berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio
  • 59.
  • 60.
    Sistem Pernafasan Pada burung,tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru- paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Udara masuk ke dalam lubang hidung Diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih).
  • 61.
    Parabronkus berupa tabung tabungkecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan; pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien
  • 62.
    Letak Pundi-pundi udara Pangkalleher (servikal) Ruang dada bagian depan (toraks anterior) Antara tulang selangka (korakoid) Ruang dada bagian belakang (toraks posterior) Di rongga perut (kantong udara abdominal)
  • 63.
  • 64.
    Peredaran darah burung tersusunoleh jantung sebagai pusat peredaran darah, darah, dan pembuluh- pembuluh darah. Darah pada unggas tersusun oleh eritrosit berbentuk oval dan berinti Jantung terdiri dari dua serambi yang berdinding tipis serta dua bilik yang dindingnya lebih tebal Bagian kanan dan kiri jantung telah terpisah secara sempurna sehingga tidak ada percampuran antara darah kaya oksigen di bagian kiri dan darah miskin oksigen di bagian kanan Serambi dan bilik kanan berisi darah kotor yang banyak mengandung karbondioksida Serambi dan bilik kiri berisi darah bersih yang kaya oksigen Pembuluh-pembuluh darah dibedakan atas arteri dan vena Arteri yang keluar dari bilik kiri ada tiga buah, yaitu dua arteri anonim dan sebuah aorta
  • 65.
    Cara / proseskerja jantung pada aves Pembuluh balik tubuh bagian atas (vena kava superior); vena ini membawa darah dari kepala,anggota depan, dan anggota otot-otot pektoralis menuju jantung Pembuluh balik yang datang jari paru - paru (pulmo) kanan dan paru – paru kiri serta membawa darah menuju serambi kiri jantung Pembuluh balik tubuh bagian bawah (vena kava inferior); membawa darah dari bagian bawah tubuh ke jantung. Pembuluh balik/ vena dibagi menjadi 3, yaitu:
  • 66.
    Sistem Peredaran Darah PadaAvesDarah vena dari seluruh tubuh akan mengalir ke atrium kanan, kemudian ventrikel kanan Dari ventrikel kanan darah dipompa maenuju paru-paru melalui arteri pulmonalis Dari paru-paru darah menuju ke atrium kiri melalui vena pulmonalis Dari atrium kiri darah akan mengalir ke ventrikel kiri untuk dipompa melalui aorta menuju ke bagian-bagian tubuh. Darah dari kapiler jaringan tubuh akan dialirkan lagi ke atrium kanan jantung
  • 68.
  • 69.
    SISTEM EKSRESI Air dalamtubuh disimpan melalui reabpsorpsi di tubulus Di dalam kloaka juga terjadi reabsorpsi air yang menambah jumlah air dalam tubuh Sampah nitrogen dibuang sebagai asam urat yang dikeluarkan lewat kloaka sebagai kristal putih yang bercampur feses Alat ekskresi berupa sepasang ginjal metanefros, kulit, dan paru-paru. Ginjal dihubungkan oleh ureter ke kloaka karena burung tidak memiliki vesika urinaria. Tabung ginjal burung lebih banyak dari mamalia karena kecepatan metabolisme burung sangat tinggi. Tiap 1 ml kubik jaringan korteks burung mengandung 100 sampai dengan 500 tabung ginjal yang membentuk lengkung Henle kecil Khusus pada burung laut, seperti camar, selain mengekskresikan asam urat juga mengekskresikan garam. Hal ini disebabkan karena meminum air gram dan makan ikan laut yang banyak mengandung garam. Burung laut memiliki kelenjar pengekskresi garam di atas mata. Larutan garam mengalir ke rongga hidung Kemudian keluar lewat nares luar Akhirnya garam menetes dari ujung paruh
  • 70.
  • 71.
    SISTEM GERAK Burung memilikidua otot, dan sistem yang digunakan yaitu sistem kerja otot yang berlawanan Pada saat burung mengepakkan sayapnya, bulu bulu akan menutup dan akan membuka ketika sayap terangkat dengan cara inilah burung mendapatkan kekuatan Bentuk tubuh pada burung itu ringan dan ramping, sehingga dia mudah untUk terbang burung juga mempunyai kantung udara untuk meringankan tubuhnya Dan bulu ekornya juga berperan penting dalam membantu burung terbang. Alat Gerak Depan
  • 72.
    Alat Gerak Belakang Alatgerak belakang berupa kaki yang digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang,
  • 73.
  • 74.
    Klasifikasi Aves Archaeornithes Neornithes Ordo Struthioniformes OrdoCasuariiformes Ordo Apterygiformes Ordo Procellariiformes Ordo Pelecaniformes Ordo Ciconiiformes Ordo Anseriformes Ordo Falconiformes Ordo Galliformes Ordo Columbifomes Ordo Psittaciiformes Ordo Strigiformes
  • 75.
    Burung purba dan saatini telah punah Pada paruhnya terdapat gigi-gigi Ekornya masih bertulang Sayapnya masih bercakar
  • 76.
  • 77.
    • Kelompok burungsejati • Tulang metacarpalia bersatu membentuk carpometacarpus, jari kaki keduanya merupakan jari terpanjang • Memiliki 13 vertebrae caudal atau kurang • Tulang dada (sternum) dengan atau tanpa carina (ujung cabang trakea) • Ekornya berbulu serta berukuran pendek
  • 78.
    Neornithes Ordo Struthioniformes Ordo Casuariiformes OrdoApterygiformes Ordo Procellariiformes Ordo Pelecaniformes Ordo Ciconiiformes Ordo Anseriformes Ordo Falconiformes Ordo Galliformes Ordo Columbifomes Ordo Psittaciiformes Ordo Strigiformes
  • 79.
    1.Ordo Struthioniformes Burung untatergolong pemakan hewan dan tumbuhan Ti ngginya dapat mencapai 2,5 m Pelari ulung Tidak dapat terbang Contoh hewan struthioniformes adalah struthio camelus (burung unta) dan omnivora
  • 80.
    • Tidak dapatterbang • Sayap kecil • Kepala dan leher tidak berbulu • Tinggi mencapai 1,7 m • Banyak terdapat di australia dan papua• Contoh ordo casuariiformes adalah dromiceius sp (burung kasuari)
  • 81.
    Apterygiformes adalah hewan sejenisburung Kiwi Paruh panjang Lubang hidung di ujung Paruh Contoh apteryx sp (kiwi)
  • 82.
    4. Ordo Procellariiformes Hewansejenis burung albatros Lubang hidung tubular Dalam hidung terdapat kelenjar Paruh berlapis beberapa papan Jari kaki vestigial/ mereduksi Hidup di lautan Contoh oceanodroma sp (albatros kecil)
  • 83.
    5. Ordo Pelecaniformes Hewansejenis burung pelikan, burung ganet. Paruh besar Keempat jari dalam satu membran kulit Lubang hidung vestigial Hidup di laut tropis Contoh: pelecanus occidentalis (pelikan putih), morus bassana (camar).
  • 84.
  • 85.
    6. Ordo Ciconiiformes Contoh:cosmerodius albus (blekok putih), ardea herodias (blekok biru), phoeniopterus rubber (flamengo). Makanannya ikan dan hewan air lainnya Kaki panjang Leher panjang Hewan sebangsa burung blekok, flamengo
  • 86.
  • 87.
    7. Ordo Anseriformes Paruhlebar tertutup lapisan yang banyak mengandung organ sensori Mempunyai kaki pendek Jari dengan membran kulit Ekor pendek Hewan muda berbulu seperti kapas Contoh: anas sp (bebek liar), anser sp (entok), cygnus sp (angsa).
  • 88.
    Contoh Anas sp (bebek liar) Ansersp (entok), cygnus sp (angsa)
  • 89.
    Falconiformes merupakan burung karnivor Paruh kuatsekali dengan kait di ujungnya Sayapnya kuat Kaki dengan kuku-kuku tajam untuk menerkam mangsanya Mampu terbang dengan cepat dan melakukan manuver Contoh: cathartes aura (kepala merah), gymnogyps sp (burung kondor), falcon sp (elang), buteo borealis (ekor merah).
  • 90.
    Contoh Cathartes aura (kepala merah), Falconsp (elang) Buteo borealis (ekor merah).
  • 91.
    9. Ordo Galliformes Berparuhpendek Pemakan padi-padian Kaki untuk berlari dan mengais Contoh: gallus varius (ayam hutan), gallus gallus (ayam kampung), pavo cristatus (merak), melleagris gallopavo (kalkun)
  • 92.
    Contoh Gallus gallus (ayam kampung) Gallusvarius (ayam hutan) Pavo cristatus (merak) Melleagris gallopavo (kalkun)
  • 93.
    Paruh pendek, ramping dengan kulitlunak (sera) pada pangkal paruhnya Tembolok columbifomes besar dan dapat memuntahkan isinya untuk memberi makan anaknya Contoh: columba livia, columba fasciata (merpati), zenaidura macroura (perkutut)
  • 94.
    Contoh Columba livia Columbafasciata (merpati) Zenaidura macroura (perkutut)
  • 95.
    11. Ordo Psittaciiformes Paruh pendek,kuat, bagian pinggir tajam dengan kait pada ujungnya Suaranya keras Tempat hidup di hutan Pemakan buah- buahan Contoh: burung kakatua, betet, burung makao
  • 96.
  • 97.
    12. Ordo Strigiformes •Ordo Strigiformus meliputi burung nocturnal, kepala besar, mata besar1 • Lubang telinganya besar, kadang- kadang mempunyai lembaran penutup2 • Makanannya burung kecil dan Arthropoda3 • Contoh: Tyto alba, Bubo sp (burung hantu)4
  • 98.
  • 100.
  • 101.
    Tubuhnya ditumbuhi rambut mamalia betina memiliki kelenjar susuuntuk menyusui anaknya Bernapas dengan paru-paru Suhu tubuhnya tetap, tidak terpengaruh oleh perubahan suhu di lingkungannya Berdarah panas (Homoiterm)
  • 102.
    Ujung jari berbuku .Sebagian besar hidupdi darat meskipun ada juga yang hidup di laut, seperti ikan paus dan lumba-lumba Mempunyai tiga macam gigi, yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham Vivipar Pembuahan internal
  • 103.
    Perkembangan otak paling sempurna Alat geraknya berupa kaki,sedangkan yang hidup di air berupa sirip Bernafas dengan paru-paru dan sistem peredaran darahnya tertutup Mamalia memiliki telinga luar, sebagian dilengkapi dengan daun telinga. Kulit banyak mengandung kelenjar, seperti kelenjar keringat, kelenjar lemak, dan kelenjar susu.
  • 104.
    Jantungnya terdiri empat ruang (dua serambi,dua bilik) dengan sekat yang sempurna Otak berkembang sangat baik, terutama bagian cerebrum Ginjalnya bertipe metanefros, memili ki dua ureter yang mengalirkan urin ke kandung kemih (vesica urinaria)
  • 105.
  • 106.
    Mamalia mempunyai tigamacam gigi, yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham Mamalia mempunyai kelenjar susu (mammae = kelenjar susu) Tubuh atau kulitnya ditumbuhi rambut Kulit Mamalia dilengkapi kelenjar minyak dan kelenjar keringat Semua Mamalia memiliki telinga luar, sebagian dilengkapi dengan daun telinga. Jari tangan dan jari kaki tidak pernah lebih dari lima, banyak yang mengalami penyusutan.
  • 107.
    Jika kita lihatstruktur tubuhnya, tampak adanya evolusi morfologi dari Aves ke Mamalia. Evolusi ini tampak jelas pada Mamalia yang paling sederhana, yaitu cungur bebek (platypus). Struktur tubuh masih berbentuk burung (bebek), tetapi penutup tubuhnya adalah rambut, seperti halnya Mamalia lainnya. Platypus masih bersifat ovipar, menetaskan telur, seperti kelompok Aves. Penetapan Platypus sebagai anggota Mamalia, yaitu adanya kelenjar susu untuk memberi makan anak-anaknya. Hewan yang satu kelompok dengan platypus, yang ada di Indonesia, yaitu di Papua adalah landak semut.
  • 108.
  • 109.
    • Ada yangbergerak dengan sepasang tungkai depan dan sepasang tungkai belakang. Ada yang bergerak dengan sepasang tungkai depan dan sepasang tangan serta ada juga yang bergerak dengan sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip.
  • 110.
  • 111.
    REPRODUKSI MAMALIA Mamalia berkembangbiak dengan cara melahirkan anak (vivipar) Proses pembuhannya berlangsung di dalam tubuh induk betina (fertilisasi internal) Setelah dilahirkan, anak hewan mamalia menyusu kepada induknya Meskipun demikian, ada beberapa jenis mamalia yang tidak melahirkan anaknya, tetapi bertelur. Contohnya adalah platipus (Ornithorynchus anatinus) Semua hewan Mamalia memiliki alat reproduksi yang hampir serupa.
  • 112.
    Tikus jantan mempunyaisepasang testis yang berfungsi untuk menghasilkan sperma Sperma dikeluarkan melalui saluran sperma yang disebut vas deferens. Untuk memasukkan sperma ke dalam tubuh hewan betina, digunakan penis.
  • 113.
    Tikus betina mempunyaisepasang ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur atau ovum Sel telur yang telah dilepaskan dari ovarium (ovulasi) keluar melalui saluran telur dan akhirnya sampai di uterus. Jika sel telur ini dibuahi oleh sperma, akan terbentuk zigot yang akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio Tikus mampu mengandung lebih dari satu embrio. Namun tidak semua Mamalia memiliki kemampuan seperti ini Setiap embrio memperoleh nutrisi dan oksigen dari plasenta yang dihubungkan melalui tali pusat. Jika sudah tiba masa lahirnya, embrio lepas dari uterus dan dikeluarkan melalui vagina.
  • 114.
  • 115.
    Organ ekskresi padamamalia • Mengekskresikan urineGinjal • Mengekskresikan sisa-sisa hasil metabolisme yang berupa karbon dioksida dan air dalam bentuk uap air. Paru-paru • Mengekskresikan empedu secara terus-menerus yang ditampung dalam kantung empedu • Empedu mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolestrol, fosfolipid, zat warna empedu, dan beberapa ion Hati • Mengekskresikan keringatKulit
  • 116.
    Sistem ekskresi padaginjal Proses ekskresi pada ginjal Penyaringan (filtrasi) Penyerapan kembali (Reabsorbsi) Augmentasi
  • 117.
    Proses ekskresi pada ginjal Filtrasiterjadi pada kapiler glomerulus pada kapsul Bowman. Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein. Pada filtrat glomerulus masih dapat ditemukan asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garamgaram lainnya. Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan dalam urin. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air, 1200 g garam, dan 150 g glukosa. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali.Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin seku Zder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. Pada urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin.
  • 118.
  • 120.
    Respirasi Alur-alur hidung mengandungtulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang terpisah. Fase aktif dalam pernapasan adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga (dengan gerakan melengkung keluar).
  • 121.
  • 122.
    SISTEM SIRKULASI Jantung berbilik empatpada mammalia mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen, jadi lebih sempurna dari reptile. Sebgai hewan endotermik, mammalia memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama.
  • 123.
  • 124.
    SISTEM SARAF Sistem sarafpada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata.
  • 125.
  • 126.
  • 128.
    Ciri-Ciri Marsupialia Marsupialia betina memilikikantung (marsupium) di bagian ventral, embrio lahir prematur dan berkembang lebih lanjut di dalam kantung. Contoh Dendrolagus sp (kanguru), Phalanger sp (kuskus), Phascolarctus sp (koala), Didelphia marsupialia (opossum).
  • 129.
    Yang termasuk ordo Marsupialia Dendrolagus sp(kanguru) Phalanger sp (kuskus) Phascolarctus sp (koala) Didelphia marsupialia (opossum)
  • 130.
  • 131.
    Ciri-Ciri Insektivora Mamalia pemakan serangga Memiliki mata tertutup Telapakkaki depan lebar dengan cakar-cakar besar Contoh: Scalopus sp, Scapanus sp, Echinosorex albus Mempunyai banyak gigi Memiliki mulut yang panjang dan mudah digerakkan Tubuhnya mempunyai kelenjar yang menghasilkan bau tidak sedap
  • 132.
    Yang termasuk kelas Insectivora Scalopussp Scapanus sp Echinosorex albus
  • 133.
  • 134.
    Ciri-Ciri Dermoptera Monyet terbang Keempat kakidan ekornya bersama-sama membentuk parasut berbulu (patagium) makanannya daun dan buah- buahan Contoh Gakopithecus sp.
  • 135.
  • 136.
  • 137.
    Ciri-Ciri Chiroptera mamalia bersayapyang bisa terbang Pandai terbang Nocturnal Contoh Pteropus edulis (kalong Jawa), Myotes sp, Desmodus sp (vampire), pengisap darah kuda, sapi, bahkan manusia Kaki belakang lebih kecil, kaki bercakar sayap berupa membran interdigital pada kaki depan dan kaki belakang. Pemakan buah
  • 138.
    Yang termasuk ordo Chiroptera Pteropusedulis Desmodus sp (vampire),
  • 139.
  • 140.
    Ciri-Ciri Primata Primata termasuk pemakan tumbuhan,hewan, atau pemakan segala. Termasuk nocturnal atau diurnal Tangan dan kakinya besar, dengan jari untuk memanjat atau memegang Primata mencakup lemur, monyet,, orang utan, gorila
  • 141.
    Yang termasuk kelasPrimata lemur Monyet Gorila
  • 143.
    Ciri-Ciri Rodentia Rodentia hidup pada segalahabitat. Contoh: Sciurus sp (tupai pohon), Marmota sp (marmut), Rattus sp (tikus), Mus musculus (mencit), Erethyson sp (landak). Taring dan beberapa geraham depan tidak tumbuh. Rodentia termasuk dalam kelompok mamalia pengerat. Gigi seri tumbuh pada rahang bawah dan berbentuk seperti pahat.
  • 144.
    Yang termasuk kelas Rodentia Sciurussp (tupai pohon) Marmota sp (marmut) Rattus sp (tikus) Mus musculus (mencit),
  • 145.
  • 146.
    Ciri-Ciri Carnivora Pemakan dagingGigi seri kecil, tetapi gigi taring berkembang biak. Geraham depan bentuknya sesuai untuk memotong makanan Jari-jarinya bercakar tajam Contoh: Canis lupus (serigala), Canis familiaris (anjing), Felis leo (singa), Felis tigris (harimau), Felis catus (kucing rumah), Zalophus sp (singa laut), Eumetopias jubata (anjing laut).
  • 147.
    Yang termasuk ordo Carnivora Canislupus (serigala) Zalophus sp (singa laut) Felis catus (Kucing rumah) Eumetopias jubata(anjing laut)
  • 149.
  • 150.
  • 151.
  • 152.
    Yang termasuk kelas Cetacea Dolphinusdelvis (dolpin laut), Phalenoptera musculus (paus biru
  • 153.
  • 154.
    Ciri-Ciri Probosc idea Gigi serinya termodifikasimenjadi gading Bibir atas dan hidungnya berubah menjadi belalai Contoh: Elephas maximus (gajah di India dan Indonesia), Loxodonta africana (gajah Afrika).
  • 155.
    Yang termasuk kelas Prioboscidea Elephasmaximus (gajah di India dan Indonesia) Loxodonta africana (gajah Afrika).
  • 156.
  • 157.
    Ciri-Ciri Peridissoda ctyla Jari kakinya berjumlah ganjil Contoh:Equus caballus (kuda), Equus asinus (keledai), Tapirus indicus (tapir)
  • 158.
    Yang termasuk kelas Perissodactyla Equuscaballus (kuda) Equus asinus (keledai) Tapirus indicus (tapir)
  • 159.
  • 160.
    Ciri-Ciri Artiodactyla Jari kaki hewanitu berjumlah genap Contoh: Antilocarpa sp (antelope), Camelus sp (unta), Cervus sp (kijang), Aries sp (kambing), Bos sondaicus (banteng), Bos indicus (sapi putih), Giraffa sp (jerapah)
  • 161.
    Yang termasuk ortiodactyla Antilocarpa sp (antelope) Camelus sp(unta) Cervus sp (kijang) Bos sondaicus (banteng)