SISTEM
EKSKRESI
- Hari Satriagung – 12
- Maria Angelica Tungari – 17
- Michael Setiawan - 20
2
B. HATI (HEPAR)B. HATI (HEPAR)
3
Struktur
⦁ Kelenjar terbesar yang terletak di dalam rongga
perut sebelah kanan, lebih tepatnya di atas
lambung dan di bawah diafragma
⦁ Fungsi : alat ekskresi, karena membantu fungsi
ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa
yang bersifat racun (detoksifikasi) dan
menghasilkan ammonia, urea, serta asam urat
yang diekskresikan ke dalam urine
⦁ Beratnya sekitar 1,5 – 2,0 Kg
4
⦁ Terdiri atas dua lobus besar yang dibatasi
oleh jaringan ikat ligament falsiformis, yaitu
lobus kanan yang terbagi menjadi 3 lobus
lebih kecil, dan kiri.
⦁ Dibungkus oleh jaringan ikat padat yaitu
kapsula hepatika
5
⦁ Setiap lobus terdiri atas sejumlah lobulus (unit
hepar) yang berbentuk poligonal (limas
segilima atau segienam), dipisahkan kapsula
hepatika yang disebut kapsula glison
⦁ 80% volume hati tersusun dari sel sel
parenkimal (hepatosit). Sisanya merupakan
sel-sel nonparenkim(sekitar 6,5%), sel
intrahepatik (sel oval), hepatosit duktular, dan
sel-sel imun (sel-sel kekebalan tubuh)
6
7
FUNGSIFUNGSI
EMPEDU
⦁ Cairan berwana hijau, terasa pahit, berjumlah sekitar
0,5 liter setiap hari, serta berasal dari perombakan
hemogoblin sel-sel darah merah yang sudah tua
yang disimpan di dalam kantong empedu atau
disekresikan ke duodenum
⦁ Sekresi berfungsi untuk membantu percernaan lemak
dengan cara mengemulsikan lemak, mengaktifkan
lipase, membantu absorpsi lemak diusus dan
mengubah zat yang tidak dapat larut di dalam air
menjadi larut
8
⦁ Mengandung kolestrol, garam empedu, lesitin, serta
pigmen bilirubin dan biliverdun yang berwana hijau
kebiruan.
⦁ Pigmen tersebut akan mengalami oksidasi menjadi
urobilin yang menyebabkan warna feses dan urine
menjadi kekuningan.
⦁ Apabila saluran empedu ke usus halus tersumbat
oleh batu empedu, warna fases menjadi putih
keabuan.
⦁ Namun, apabila saluran empedu di hati tersumbat,
zat empedu akan masuk ke peredaran darah
sehingga kulit penderita menjadi kekuningan
9
⦁ Hormon glikoprotein yang mengendalikan
produksi keping darah oleh sumsum
tulang belakang.
10
TROMBOPOIETIN
ALBUMIN
⦁ Merupakan komponen plasma darah.
⦁ Hormon yang akan diaktifkan oleh enzim
renin ginjal dan baperan dalam peningkatan
tekanan darah
11
ANGIOTENSINOGEN
ENZIM ARGINASE
⦁ Berperan mengubah arginin menjadi ornitin
dan urea
- ENZIM GLUTAMAT-OKSALOASETAT
TRANSFERASE
- GLUTAMAT-PIRUVAT TRANSFERASE
- LAKTAT DEHIDROGENASE
12
13
FUNGSI
LAINNYA
FUNGSI
LAINNYA
⦁ Menyimpan glikogen, lemak zat besi, zat
tembaga, serta vitamin A, D, dan B12
⦁ Mengaktifkan vitamin D, yang dilakukan
bersama-sama dengan ginjal
⦁ Figosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel
Kupffer
⦁ Degradasi hormon insulin dan beberapa beberapa
hormon lainnya
⦁ Degradasi amonia menjadi urea
14
15
C. PARU - PARUC. PARU - PARU
16
⦁ Merupakan organ ekskresi, karena
mengeluarkan sisa metabolisme berupa CO₂
dan H₂O yang berbentuk uap air
⦁ CO₂ dan H₂O dihasilkan dari proses
katabolisme respirasi intraseluler yang terjadi
secara aerob (memerlukan O₂) di dalam
mitokondria, untuk menghasilkan energi
berupa ATP (adenosin trifosfat)
17
⦁ Respirasi intraseluler menggunakan
senyawa kompleks berupa karbohidrat,
protein, atau lemak
⦁ Zat sisa CO₂ dan H₂O dari sel- sel
jaringan diangkut oleh darah menuju
jantung, paru-paru, selanjutnya melalui
saluran pernapasan di buang keluar tubuh
18
19
D. KULITD. KULIT
Merupakan organ terbesar
yang menutupi area tubuh
seluas 1,67𝑚2
dan berat
sekitar 4,5kg pada laki – laki
yang berat badannya 75kg
20
21
FUNGSIFUNGSI
⦁ Ekskresi
Mengeluarkan lemak dan keringat yang
mengandung air, garam, urea, serta ion-
ion, seperti 𝑁𝑎+
⦁ Perlindungan
Melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi
sinar matahari, iritasi kimia, dan gangguan
mekanik
⦁ Pengaturan Suhu Badan
Oleh kelenjar keringat dan pembuluh darah
22
⦁ Metabolisme
Menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar
matahari dan menyimpan lemak sebagai
sumber energi cadangan
⦁ Komunikasi
Penerimaan stimulus lingkungan oleh
reseptor kulit, misalnya perubahan suhu,
sentuhan, dan tekanan, dan merupakan
media ekspresi wajah yang penting untuk
komunikasi
23
24
DiagramKulit
Kulit Tebal (Tidak Berambut) Kulit Tipis (Berambut)
Epidermis
Dermis
Subkutan/
hipodermis
Pleksus arterio
venosus permukaan
Papila kulit
Retikular kulit
Meissner’s corpuscle
Saluran keringat
Lemak subkutan
Pleksus arteriovenosus
dalam
Serat saraf kulit
Kelenjar keringat ekrin
Pacinian corpuscle
Batang rambut
Bukaan saluran keringat
Papila kulit
Otot arektor pili
Kelenjar sebaseus
Folikel rambut
Saluran keringat ekrin
Kelenjar keringat ekrin
25
STRUKTURSTRUKTUR
EPIDERMIS
⦁ Bagian terluar kulit yang tersusun dari sel
epitel pipih (skuamosa) berlapis banyak
dengan susunan yang sangat rapat
⦁ Mengalami keratinasi
Keratin adalah protein keras, antiair,
fungsinya melindungi permukaan kulit
⦁ Tidak memiliki pembuluh darah
⦁ Sangat tebal di telapak kaki dan tangan
26
LAPISAN - LAPISAN
1. Stratum korneum
 Lapisan paling atas
 Terdiri dari 25 – 30 lapisan sisik dari
sel tidak hidup
 Akan diganti oleh sel dasar setiap 15
– 30 hari
27
2. Stratum korneum
 Lapisan jernih dan transparan
 Terdiri atas 4 – 7 lapisan sel pipih tak berinti
yang mati atau hampir mati
3. Stratum lusidum
 Terdiri atas 3 – 5 lapisan sel bergranula
keratohialin yang merupakan perkusor dalam
pembentukan keratin
4. Stratum spinosum
 Lapisan sel spina (tanduk)
 Memiliki tonjolan penghubung intraseluler
(desmosom) 28
5. Stratum basalis (germinativum)
 Lapisan sel yang melekat pada jaringan ikat dari
lapisan kulit di bawahnya (dermis)
 Pembelahannya cepat dan sel baru didorong ke
lapisan berikutnya
 Dibawah dan di antaranya terdapat melanosit yang
menghasilkan pigmen melanin
 Fungsi melanin : pewarnaan kulit dan melindungi
kulit dari bahaya radiasi sinar ultraviolet matahari
 Produksi melanin meningkat jika kulit terpapar
cahaya matahari
29
30
Stratum korneum
Stratum lusidum
Stratum granulosum
Stratum spinosum
Stratum basalis
(germinativum)
DERMIS
⦁ Dipisahkan oleh membran dasar (lamina) yang
tersusun dari 2 lapis jaringan ikat
1. Lapisan papilar
 Jaringan ikat areolar renggang dengan
fibroblas, sel mast, dan mikrofag
 Papila kulit sds ysng menyerupai jari menonjol
kedalam lapisan epidermis
 Mengandung banyak pembuluh darah
 Reseptor sensor taktil (sentuhan)
31
2. Lapisan retikuler
 Tersusun dari jaringan ikat ireguler yang
rapat, kolagen, dan serat elastik
 Sejalan dengan bertambahnya usia,
deteriorasi (penurunan mutu) simpul
kolagen dan serat elastik menyebabkan
pengeriputan kulit
32
HIPODERMIS
(SUBKUTANEUS)
⦁ Lapisan yang mengikat kulit secara
longgar dengan organ yang terdapat
di bawahnya
⦁ Banyak mengandung sel lemak,
pembuluh darah, dan ujung saraf
33
34
KELENJARKELENJAR
A. KELENJAR KERINGAT
(SUDORIFERA)
Terdapat di lapisan dermis
35
 Ekrin
o Kelenjar keringat tubuler sederhana dan berpilin
o Tidak berhubungan dengan folikel rambut
o Tersebar meluas ke seluruh tubuh terutama
pada dahi, telapak tangan, dan kaki
o Sekresi keringatnya mengandung air yang
membantu pendinginan melalui penguapan untuk
mempertahankan suhu tubuh
36
DAPAT DIBEDAKAN
MENJADI
 Apokrin
o Kelenjar keringat besar dan bercabang
dengan penyebaran terbatas pada bagian
tertentu, misalnya aksila (ketiak),
areola, payudara, dan area genital
o Sekresi pada awalnya tidak berbau,
akan berbau apabila terkena bakteri
37
B. KELENJAR SEBASEUS
 Mengeluarkan sebum yang biasanya
dialirkan ke folikel rambut
 Sebum adalah campuran lemak, zat lilin,
minyak, dan pecahan – pecahan sel
 Fungsi sebum : pelembut kulit,
bakterisida, pertahanan terhadap
evaporasi
38
39
KULIT SEBAGAI
PENGATUR PANAS
(TERMOREGULASI)
KULIT SEBAGAI
PENGATUR PANAS
(TERMOREGULASI)
• Panas tubuh dihasilkan dari aktivitas
metabolisme dan pergerakan otot.
• Panas dapat dikeluarkan atau
dibuang melalui paru-paru , kulit ,
atau bersama feses dan urine.
40
PANAS YANG DIKELUARKAN
KULIT DAPAT MELALUI
⦁ Pemancaran
Panas dilepas ke udara di sekitarnya
⦁ Pengaliran (konveksi)
Mengalirnya udara yang telah panas karena
menyentuh permukaan tubuh, kemudian digantikan
oleh udara yang lebih dingin
⦁ Konduksi
Panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit,
misalnya pakaian
41
⦁ Penguapan (evaporasi)
Panas dikeluarkan bersama keringat, kemudian
keringat menguap. Keringat yang dikeluarkan
dapat mencapai 2.000mL perhari, bergantung
pada kebutuhan tubuh dalam pengaturan suhu.
Jika suhu lingkungan tinggi (panas), kelenjar
keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler
melebar sehingga memudahkan proses
pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya
kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya
keringat ke permukaan kulit melalui penguapan.
42
Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan
kulit menjadi turun. Sebaliknya, jika suhu
lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktif
dan pembuluh kapiler pada kulit menyempit,
serta darah tidak membuang air dan sisa
metabolisme.
Akibatnya, penguapan sangat berkurang dan
suhu tubuh tetap panas.
43
44
KONTROL
PENGELUARAN
KERINGAT
KONTROL
PENGELUARAN
KERINGAT
⦁ Proses pengeluaran keringat diatur oleh
hipotalamus di otak.
⦁ Hipotalamus menghasilkan enzim bradikinin yang
berfungsi sebagai vasodilator yang memengaruhi
pelebaran pembuluh darah dan kelenjar
keringat.
⦁ Jika darah yang melalui hipotalamus melebihi
batas normal (panas), rangsangan suhu
panas tersebut diteruskan oleh saraf simpatis
ke kulit.
45
⦁ Pembuluh darah berdilatasi (melebar), aliran
darah ke permukaan kulit meningkat, sehingga
terjadi konduksi panas di bagian permukaan dan
membuang panas.
⦁ Kelenjar keringat juga menjadi aktif untuk
menyerap air, garam, mineral, serta sedikit urea
dari kapiler darah yang kemudian
mengirimkannya ke permukaan kulit dalam bentuk
keringat, sehingga evaporasi (penguapan)
meningkat, dan suhu badan menurun.
46
47
KontrolHipotalamus
terhadappengeluaran
keringat
⦁ Sebaliknya, jika darah yang melalui
hipotalamus lebih rendah dari batas normal
(dingin), pembuluh darah berkonstriksi
(menyempit).
⦁ Penyempitan ini akan mengurangi aliran darah
ke permukaan kulit untuk mempertahankan
suhu tubuh dan kelenjar keringat menjadi tidak
aktif dalam pembentukan keringat.
⦁ Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh
beberapa faktor, yaitu suhu lingkungan,
aktivitas tubuh, emosi, dan kondisi psikis.
48
⦁ Seseorang yang bekerja keras dan terkena
pancaran sinar matahari yang sangat terik
akan mengeluarkan keringat yang banyak.
⦁ Marah menyebabkan pembuluh darah melebar
sehingga meningkatkan pengeluaran keringat.
⦁ Rasa takut akan menyempitkan pembuluh
darah sehingga wajah tampak pucat dan
pengeluaran keringat menjadi sedikit.
49
50

Sistem Ekskresi

  • 1.
    SISTEM EKSKRESI - Hari Satriagung– 12 - Maria Angelica Tungari – 17 - Michael Setiawan - 20
  • 2.
    2 B. HATI (HEPAR)B.HATI (HEPAR)
  • 3.
  • 4.
    ⦁ Kelenjar terbesaryang terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, lebih tepatnya di atas lambung dan di bawah diafragma ⦁ Fungsi : alat ekskresi, karena membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun (detoksifikasi) dan menghasilkan ammonia, urea, serta asam urat yang diekskresikan ke dalam urine ⦁ Beratnya sekitar 1,5 – 2,0 Kg 4
  • 5.
    ⦁ Terdiri atasdua lobus besar yang dibatasi oleh jaringan ikat ligament falsiformis, yaitu lobus kanan yang terbagi menjadi 3 lobus lebih kecil, dan kiri. ⦁ Dibungkus oleh jaringan ikat padat yaitu kapsula hepatika 5
  • 6.
    ⦁ Setiap lobusterdiri atas sejumlah lobulus (unit hepar) yang berbentuk poligonal (limas segilima atau segienam), dipisahkan kapsula hepatika yang disebut kapsula glison ⦁ 80% volume hati tersusun dari sel sel parenkimal (hepatosit). Sisanya merupakan sel-sel nonparenkim(sekitar 6,5%), sel intrahepatik (sel oval), hepatosit duktular, dan sel-sel imun (sel-sel kekebalan tubuh) 6
  • 7.
  • 8.
    EMPEDU ⦁ Cairan berwanahijau, terasa pahit, berjumlah sekitar 0,5 liter setiap hari, serta berasal dari perombakan hemogoblin sel-sel darah merah yang sudah tua yang disimpan di dalam kantong empedu atau disekresikan ke duodenum ⦁ Sekresi berfungsi untuk membantu percernaan lemak dengan cara mengemulsikan lemak, mengaktifkan lipase, membantu absorpsi lemak diusus dan mengubah zat yang tidak dapat larut di dalam air menjadi larut 8
  • 9.
    ⦁ Mengandung kolestrol,garam empedu, lesitin, serta pigmen bilirubin dan biliverdun yang berwana hijau kebiruan. ⦁ Pigmen tersebut akan mengalami oksidasi menjadi urobilin yang menyebabkan warna feses dan urine menjadi kekuningan. ⦁ Apabila saluran empedu ke usus halus tersumbat oleh batu empedu, warna fases menjadi putih keabuan. ⦁ Namun, apabila saluran empedu di hati tersumbat, zat empedu akan masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan 9
  • 10.
    ⦁ Hormon glikoproteinyang mengendalikan produksi keping darah oleh sumsum tulang belakang. 10 TROMBOPOIETIN ALBUMIN ⦁ Merupakan komponen plasma darah.
  • 11.
    ⦁ Hormon yangakan diaktifkan oleh enzim renin ginjal dan baperan dalam peningkatan tekanan darah 11 ANGIOTENSINOGEN ENZIM ARGINASE ⦁ Berperan mengubah arginin menjadi ornitin dan urea
  • 12.
    - ENZIM GLUTAMAT-OKSALOASETAT TRANSFERASE -GLUTAMAT-PIRUVAT TRANSFERASE - LAKTAT DEHIDROGENASE 12
  • 13.
  • 14.
    ⦁ Menyimpan glikogen,lemak zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, dan B12 ⦁ Mengaktifkan vitamin D, yang dilakukan bersama-sama dengan ginjal ⦁ Figosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel Kupffer ⦁ Degradasi hormon insulin dan beberapa beberapa hormon lainnya ⦁ Degradasi amonia menjadi urea 14
  • 15.
    15 C. PARU -PARUC. PARU - PARU
  • 16.
  • 17.
    ⦁ Merupakan organekskresi, karena mengeluarkan sisa metabolisme berupa CO₂ dan H₂O yang berbentuk uap air ⦁ CO₂ dan H₂O dihasilkan dari proses katabolisme respirasi intraseluler yang terjadi secara aerob (memerlukan O₂) di dalam mitokondria, untuk menghasilkan energi berupa ATP (adenosin trifosfat) 17
  • 18.
    ⦁ Respirasi intraselulermenggunakan senyawa kompleks berupa karbohidrat, protein, atau lemak ⦁ Zat sisa CO₂ dan H₂O dari sel- sel jaringan diangkut oleh darah menuju jantung, paru-paru, selanjutnya melalui saluran pernapasan di buang keluar tubuh 18
  • 19.
  • 20.
    Merupakan organ terbesar yangmenutupi area tubuh seluas 1,67𝑚2 dan berat sekitar 4,5kg pada laki – laki yang berat badannya 75kg 20
  • 21.
  • 22.
    ⦁ Ekskresi Mengeluarkan lemakdan keringat yang mengandung air, garam, urea, serta ion- ion, seperti 𝑁𝑎+ ⦁ Perlindungan Melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi sinar matahari, iritasi kimia, dan gangguan mekanik ⦁ Pengaturan Suhu Badan Oleh kelenjar keringat dan pembuluh darah 22
  • 23.
    ⦁ Metabolisme Menyintesis vitaminD dengan bantuan sinar matahari dan menyimpan lemak sebagai sumber energi cadangan ⦁ Komunikasi Penerimaan stimulus lingkungan oleh reseptor kulit, misalnya perubahan suhu, sentuhan, dan tekanan, dan merupakan media ekspresi wajah yang penting untuk komunikasi 23
  • 24.
    24 DiagramKulit Kulit Tebal (TidakBerambut) Kulit Tipis (Berambut) Epidermis Dermis Subkutan/ hipodermis Pleksus arterio venosus permukaan Papila kulit Retikular kulit Meissner’s corpuscle Saluran keringat Lemak subkutan Pleksus arteriovenosus dalam Serat saraf kulit Kelenjar keringat ekrin Pacinian corpuscle Batang rambut Bukaan saluran keringat Papila kulit Otot arektor pili Kelenjar sebaseus Folikel rambut Saluran keringat ekrin Kelenjar keringat ekrin
  • 25.
  • 26.
    EPIDERMIS ⦁ Bagian terluarkulit yang tersusun dari sel epitel pipih (skuamosa) berlapis banyak dengan susunan yang sangat rapat ⦁ Mengalami keratinasi Keratin adalah protein keras, antiair, fungsinya melindungi permukaan kulit ⦁ Tidak memiliki pembuluh darah ⦁ Sangat tebal di telapak kaki dan tangan 26
  • 27.
    LAPISAN - LAPISAN 1.Stratum korneum  Lapisan paling atas  Terdiri dari 25 – 30 lapisan sisik dari sel tidak hidup  Akan diganti oleh sel dasar setiap 15 – 30 hari 27
  • 28.
    2. Stratum korneum Lapisan jernih dan transparan  Terdiri atas 4 – 7 lapisan sel pipih tak berinti yang mati atau hampir mati 3. Stratum lusidum  Terdiri atas 3 – 5 lapisan sel bergranula keratohialin yang merupakan perkusor dalam pembentukan keratin 4. Stratum spinosum  Lapisan sel spina (tanduk)  Memiliki tonjolan penghubung intraseluler (desmosom) 28
  • 29.
    5. Stratum basalis(germinativum)  Lapisan sel yang melekat pada jaringan ikat dari lapisan kulit di bawahnya (dermis)  Pembelahannya cepat dan sel baru didorong ke lapisan berikutnya  Dibawah dan di antaranya terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen melanin  Fungsi melanin : pewarnaan kulit dan melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar ultraviolet matahari  Produksi melanin meningkat jika kulit terpapar cahaya matahari 29
  • 30.
    30 Stratum korneum Stratum lusidum Stratumgranulosum Stratum spinosum Stratum basalis (germinativum)
  • 31.
    DERMIS ⦁ Dipisahkan olehmembran dasar (lamina) yang tersusun dari 2 lapis jaringan ikat 1. Lapisan papilar  Jaringan ikat areolar renggang dengan fibroblas, sel mast, dan mikrofag  Papila kulit sds ysng menyerupai jari menonjol kedalam lapisan epidermis  Mengandung banyak pembuluh darah  Reseptor sensor taktil (sentuhan) 31
  • 32.
    2. Lapisan retikuler Tersusun dari jaringan ikat ireguler yang rapat, kolagen, dan serat elastik  Sejalan dengan bertambahnya usia, deteriorasi (penurunan mutu) simpul kolagen dan serat elastik menyebabkan pengeriputan kulit 32
  • 33.
    HIPODERMIS (SUBKUTANEUS) ⦁ Lapisan yangmengikat kulit secara longgar dengan organ yang terdapat di bawahnya ⦁ Banyak mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf 33
  • 34.
  • 35.
  • 36.
     Ekrin o Kelenjarkeringat tubuler sederhana dan berpilin o Tidak berhubungan dengan folikel rambut o Tersebar meluas ke seluruh tubuh terutama pada dahi, telapak tangan, dan kaki o Sekresi keringatnya mengandung air yang membantu pendinginan melalui penguapan untuk mempertahankan suhu tubuh 36 DAPAT DIBEDAKAN MENJADI
  • 37.
     Apokrin o Kelenjarkeringat besar dan bercabang dengan penyebaran terbatas pada bagian tertentu, misalnya aksila (ketiak), areola, payudara, dan area genital o Sekresi pada awalnya tidak berbau, akan berbau apabila terkena bakteri 37
  • 38.
    B. KELENJAR SEBASEUS Mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel rambut  Sebum adalah campuran lemak, zat lilin, minyak, dan pecahan – pecahan sel  Fungsi sebum : pelembut kulit, bakterisida, pertahanan terhadap evaporasi 38
  • 39.
    39 KULIT SEBAGAI PENGATUR PANAS (TERMOREGULASI) KULITSEBAGAI PENGATUR PANAS (TERMOREGULASI)
  • 40.
    • Panas tubuhdihasilkan dari aktivitas metabolisme dan pergerakan otot. • Panas dapat dikeluarkan atau dibuang melalui paru-paru , kulit , atau bersama feses dan urine. 40
  • 41.
    PANAS YANG DIKELUARKAN KULITDAPAT MELALUI ⦁ Pemancaran Panas dilepas ke udara di sekitarnya ⦁ Pengaliran (konveksi) Mengalirnya udara yang telah panas karena menyentuh permukaan tubuh, kemudian digantikan oleh udara yang lebih dingin ⦁ Konduksi Panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit, misalnya pakaian 41
  • 42.
    ⦁ Penguapan (evaporasi) Panasdikeluarkan bersama keringat, kemudian keringat menguap. Keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2.000mL perhari, bergantung pada kebutuhan tubuh dalam pengaturan suhu. Jika suhu lingkungan tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler melebar sehingga memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit melalui penguapan. 42
  • 43.
    Penguapan mengakibatkan suhudi permukaan kulit menjadi turun. Sebaliknya, jika suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktif dan pembuluh kapiler pada kulit menyempit, serta darah tidak membuang air dan sisa metabolisme. Akibatnya, penguapan sangat berkurang dan suhu tubuh tetap panas. 43
  • 44.
  • 45.
    ⦁ Proses pengeluarankeringat diatur oleh hipotalamus di otak. ⦁ Hipotalamus menghasilkan enzim bradikinin yang berfungsi sebagai vasodilator yang memengaruhi pelebaran pembuluh darah dan kelenjar keringat. ⦁ Jika darah yang melalui hipotalamus melebihi batas normal (panas), rangsangan suhu panas tersebut diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit. 45
  • 46.
    ⦁ Pembuluh darahberdilatasi (melebar), aliran darah ke permukaan kulit meningkat, sehingga terjadi konduksi panas di bagian permukaan dan membuang panas. ⦁ Kelenjar keringat juga menjadi aktif untuk menyerap air, garam, mineral, serta sedikit urea dari kapiler darah yang kemudian mengirimkannya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat, sehingga evaporasi (penguapan) meningkat, dan suhu badan menurun. 46
  • 47.
  • 48.
    ⦁ Sebaliknya, jikadarah yang melalui hipotalamus lebih rendah dari batas normal (dingin), pembuluh darah berkonstriksi (menyempit). ⦁ Penyempitan ini akan mengurangi aliran darah ke permukaan kulit untuk mempertahankan suhu tubuh dan kelenjar keringat menjadi tidak aktif dalam pembentukan keringat. ⦁ Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu lingkungan, aktivitas tubuh, emosi, dan kondisi psikis. 48
  • 49.
    ⦁ Seseorang yangbekerja keras dan terkena pancaran sinar matahari yang sangat terik akan mengeluarkan keringat yang banyak. ⦁ Marah menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga meningkatkan pengeluaran keringat. ⦁ Rasa takut akan menyempitkan pembuluh darah sehingga wajah tampak pucat dan pengeluaran keringat menjadi sedikit. 49
  • 50.