Information Perspective on
      Decision Usefulness
             Rahmat Febrianto
                Maksi Unraml
 Perspektif info pada PK adalah sebuah
  pendekatan yang
    Memandang bahwa individu bertanggung-
     jawab terhadap pemrediksian kinerja masa
     depan perusahaan dan
    Mengkonsentrasikan pada penyediaan info
     yang berguna untuk tujuan di atas.
    Memandang bahwa pasar akan bereaksi
     terhadap info yang bermanfaat dari
     sumber manapun, termasuk LK.
                  Disusun oleh Rahmat Febrianto
Jika info akuntansi tidak punya kandungan
  info 
Tidak akan ada revisi keyakinan ketika info
  diterima 
Tidak akan memicu keputusan jual/beli 
Tidak akan ada perubahan harga




                  Disusun oleh Rahmat Febrianto
Prediksi tentang perilaku investor
         merespon info LK
 Investor memiliki prior belief tentang return
  ekspektasian dan risiko saham sebuah
  perusahaan.
   Prior belief ini berdasarkan info LK yang
    tersedia bagi umum tepat sebelum
    penerbitan laba bersih perusahaan perioda
    ini.
   Prior belief tidak mesti sama walaupun
    didasarkan pada info yang sama karena
      Perbedaan jumlah info yang didapat
      Kemampuan menginterpretasi info
                    Disusun oleh Rahmat Febrianto
 Setelah penerbitan info laba tahun ini,
    Investor tertentu akan memutuskan untuk
     mendapatkan dan memproses info dengan lebih
     baik.
 Investor yang telah merevisi keyakinannya (belief)
  tentang profitabilitas dan return masa depan yang
  akan lebih tinggi akan bersedia membeli saham
  dengan harga pasarnya sekarang, dan sebaliknya.
 Jika perusahaan melaporkan laba bersih, maka
  volume saham yang diperdagangkan akan
  diekspektasi menaik.
    Jika investor yang menginterpretasikan info
     sebagai GN lebih banyak daripada BN, maka
     harga pasar saham akan menaik.
                     Disusun oleh Rahmat Febrianto
Penelitian Beaver 1968
 Menguji reaksi volume perdagangan.
 Kelemahan:
   Reaksi harga pasar lebih baik untuk menguji
    kegunaan keputusan dibandingkan dengan
    reaksi volume.
 Kim dan Verechia (1997):
   Volume lebih berderau (noisier) dibandingkan
    dengan perubahan harga sebagai ukuran
    kegunaan keputusan dari info LK.

                   Disusun oleh Rahmat Febrianto
Temuan-temuan respon pasar
 Pasar akan bereaksi dengan cepat terhadap info
  baru  penting untuk tahu kapan info laba tahun
  ini diterbitkan ke publik.
 GN dan BN di dalam laba bersih terlaporkan
  biasanya dievaluasi relatif terhadap apa ang
  diekspektasi oleh investor.
    Peneliti harus mendapatkan proksi tentang apa
     yang diekspektasi pasar tentang laba
     perusahaan.
 Selalu ada peristiwa lain yang berlaku yang
  mempengaruhi volume dan harga saham
  perusahaan.
                     Disusun oleh Rahmat Febrianto
Pemisahan faktor pasar dengan
       spesifik perusahaan
 Tentukan kapan (berupa tanggal) sebuah
  berita dilepas ke publik.
 Tentukan return ekspektasian atas saham
  perusahaan tersebut.
 Tentukan return aktual saham perusahaan
 Selisih antara return aktual dengan return
  ekspektasian adalah return abnormal.



                  Disusun oleh Rahmat Febrianto
Masalah metodologis
 Berhati-hati perioda di sekitar tanggal
  pengumuman
 Bagaimana kalau ada info lain yang terbit
  bersamaan dengan info laba yang sedang
  diteliti?
 Apakah beta estimasian = beta aktual?




                  Disusun oleh Rahmat Febrianto
Sebab-akibat dan asosiasi
 Jika jendela pengamatan pendek (narrow
  window):
   Menguji reaksi pasar atas pengumuman info
    akuntansi
   Studi tentang sebab-akibat! Mengapa?
 Jika jendela pengamatan panjang (wide
  window):
   Tidak bisa dikatakan bahwa laba menyebabkan
    return abnormal.
   Hubungan keduanya adalah asosiasi.
                    Disusun oleh Rahmat Febrianto
Level vs. Perubahan Laba
 Mana yang lebih kuat mempengaruhi harga saham:
   Laba yang tinggi? atau
   Laba yang lebih tinggi daripada yang diekspektasi?
 Ohlson (1991):
   Pengaruh level laba dengan laba abnormal terhadap
    return saham tidak berbeda.
 Easton & Harris (1991)
   Menganalisis return sekuritas satu tahun.
   Menemukan bukti asosiasi antara return sekuritas
    dengan perubahan laba bersih.
   Asosiasi return dengan level laba bersih lebih kuat
    daripada dengan perubahan laba bersih.

                       Disusun oleh Rahmat Febrianto
Koefisien respon laba (ERC)
 Mengukur sejuah mana return pasar
  abnormal dari sebuah sekuritas merespon
  komponen tak-ekspektasian dari laba
  terlaporkan dari sebuah perusahaan yang
  menerbitkan sekuritas tersebut.




                 Disusun oleh Rahmat Febrianto
Alasan respon pasar yang berbeda
 Beta
   Makin berisiko urutan return ekspektasian
    masa depan perusahaan, makin rendah
    nilainya bagi investor penghindar risiko.
 Struktur modal
   Bagi perusahaan yang memiliki struktur
    hutang yang tinggi, laba akan lebih banyak
    kembali ke pemegang surat hutang
    daripada kepada pemegang saham.



                   Disusun oleh Rahmat Febrianto
Alasan respon pasar yang berbeda
 Persistensi
    ERC lebih tinggi jika GN atau BN di laba
     sekarang diekspektasi untuk persisten di
     masa depan.
    Jenis peristiwa laba:
      Permanen
      Transitori
      Tak-relevan harga
   Persistensi bisa disebabkan oleh pilihan
    kebijakan akuntansi.

                   Disusun oleh Rahmat Febrianto
Alasan respon pasar yang berbeda
 Kualitas laba
   Laba yang berkualitas adalah laba yang
    berasal sistem info yang bisa
    menginformasikan bahwa
      Perusahaan yang menyampaikan GN
       memang ada di dalam kondisi yang baik,
       atau
      Perusahaan yang menyampaikan BN
       memang ada di dalam kondisi yang buruk.



                   Disusun oleh Rahmat Febrianto
Alasan respon pasar yang berbeda
 Peluang tumbuh
    GN atau BN di dalam laba masa ini mungkin
     menyiratkan prospek pertumbuhan masa depan.
    Laba masa depan akan meningkatkan aset
     perusahaan.
 Keinformatifan harga
    Harga pasar sendiri bisa mencerminkan nilai
     masa depan perusahaan.
    Makin informatif harga saham sebuah
     perusahaan, makin rendah kandungan info laba
     akuntansi masa ini, ceteris paribus.

                    Disusun oleh Rahmat Febrianto
Implikasi dari riset ERC
 Pengungkapan info lebih luas oleh
  perusahaan kecil.
 Pengungkapan sifat dan besaran instrumen
  keuangan, termasuk yang lepas-neraca oleh
  perusahaan dengan hutang yang tinggi.
 Pengungkapan info segmen usaha agar
  pertumbuhan perusahaan terlihat.
 Pengungkapan komponen laba agar
  persistensi dan kualitas laba bisa terlihat.


                   Disusun oleh Rahmat Febrianto
Keberatan terhadap kebijakan akuntansi
 LK adalah barang publik atau privat?
 Jika pengungkapan harus dilakukan seluas-luasnya,
  siapa yang harus menanggung biaya pengumpulan
  hingga penerbitannya?
    Investor?
    Perusahaan?
 Apakah secara sosial pengungkapan yang luas oleh
  perusahaan tidak akan merugikan?
 Apakah ada kekuatan permintaan—penawaran yang
  bisa mengatur barang publik?


                     Disusun oleh Rahmat Febrianto

Scott chapter 5

  • 1.
    Information Perspective on Decision Usefulness Rahmat Febrianto Maksi Unraml
  • 2.
     Perspektif infopada PK adalah sebuah pendekatan yang  Memandang bahwa individu bertanggung- jawab terhadap pemrediksian kinerja masa depan perusahaan dan  Mengkonsentrasikan pada penyediaan info yang berguna untuk tujuan di atas.  Memandang bahwa pasar akan bereaksi terhadap info yang bermanfaat dari sumber manapun, termasuk LK. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 3.
    Jika info akuntansitidak punya kandungan info  Tidak akan ada revisi keyakinan ketika info diterima  Tidak akan memicu keputusan jual/beli  Tidak akan ada perubahan harga Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 4.
    Prediksi tentang perilakuinvestor merespon info LK  Investor memiliki prior belief tentang return ekspektasian dan risiko saham sebuah perusahaan.  Prior belief ini berdasarkan info LK yang tersedia bagi umum tepat sebelum penerbitan laba bersih perusahaan perioda ini.  Prior belief tidak mesti sama walaupun didasarkan pada info yang sama karena  Perbedaan jumlah info yang didapat  Kemampuan menginterpretasi info Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 5.
     Setelah penerbitaninfo laba tahun ini,  Investor tertentu akan memutuskan untuk mendapatkan dan memproses info dengan lebih baik.  Investor yang telah merevisi keyakinannya (belief) tentang profitabilitas dan return masa depan yang akan lebih tinggi akan bersedia membeli saham dengan harga pasarnya sekarang, dan sebaliknya.  Jika perusahaan melaporkan laba bersih, maka volume saham yang diperdagangkan akan diekspektasi menaik.  Jika investor yang menginterpretasikan info sebagai GN lebih banyak daripada BN, maka harga pasar saham akan menaik. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 6.
    Penelitian Beaver 1968 Menguji reaksi volume perdagangan.  Kelemahan:  Reaksi harga pasar lebih baik untuk menguji kegunaan keputusan dibandingkan dengan reaksi volume.  Kim dan Verechia (1997):  Volume lebih berderau (noisier) dibandingkan dengan perubahan harga sebagai ukuran kegunaan keputusan dari info LK. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 7.
    Temuan-temuan respon pasar Pasar akan bereaksi dengan cepat terhadap info baru  penting untuk tahu kapan info laba tahun ini diterbitkan ke publik.  GN dan BN di dalam laba bersih terlaporkan biasanya dievaluasi relatif terhadap apa ang diekspektasi oleh investor.  Peneliti harus mendapatkan proksi tentang apa yang diekspektasi pasar tentang laba perusahaan.  Selalu ada peristiwa lain yang berlaku yang mempengaruhi volume dan harga saham perusahaan. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 8.
    Pemisahan faktor pasardengan spesifik perusahaan  Tentukan kapan (berupa tanggal) sebuah berita dilepas ke publik.  Tentukan return ekspektasian atas saham perusahaan tersebut.  Tentukan return aktual saham perusahaan  Selisih antara return aktual dengan return ekspektasian adalah return abnormal. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 9.
    Masalah metodologis  Berhati-hatiperioda di sekitar tanggal pengumuman  Bagaimana kalau ada info lain yang terbit bersamaan dengan info laba yang sedang diteliti?  Apakah beta estimasian = beta aktual? Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 10.
    Sebab-akibat dan asosiasi Jika jendela pengamatan pendek (narrow window):  Menguji reaksi pasar atas pengumuman info akuntansi  Studi tentang sebab-akibat! Mengapa?  Jika jendela pengamatan panjang (wide window):  Tidak bisa dikatakan bahwa laba menyebabkan return abnormal.  Hubungan keduanya adalah asosiasi. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 11.
    Level vs. PerubahanLaba  Mana yang lebih kuat mempengaruhi harga saham:  Laba yang tinggi? atau  Laba yang lebih tinggi daripada yang diekspektasi?  Ohlson (1991):  Pengaruh level laba dengan laba abnormal terhadap return saham tidak berbeda.  Easton & Harris (1991)  Menganalisis return sekuritas satu tahun.  Menemukan bukti asosiasi antara return sekuritas dengan perubahan laba bersih.  Asosiasi return dengan level laba bersih lebih kuat daripada dengan perubahan laba bersih. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 12.
    Koefisien respon laba(ERC)  Mengukur sejuah mana return pasar abnormal dari sebuah sekuritas merespon komponen tak-ekspektasian dari laba terlaporkan dari sebuah perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 13.
    Alasan respon pasaryang berbeda  Beta  Makin berisiko urutan return ekspektasian masa depan perusahaan, makin rendah nilainya bagi investor penghindar risiko.  Struktur modal  Bagi perusahaan yang memiliki struktur hutang yang tinggi, laba akan lebih banyak kembali ke pemegang surat hutang daripada kepada pemegang saham. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 14.
    Alasan respon pasaryang berbeda  Persistensi  ERC lebih tinggi jika GN atau BN di laba sekarang diekspektasi untuk persisten di masa depan.  Jenis peristiwa laba:  Permanen  Transitori  Tak-relevan harga  Persistensi bisa disebabkan oleh pilihan kebijakan akuntansi. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 15.
    Alasan respon pasaryang berbeda  Kualitas laba  Laba yang berkualitas adalah laba yang berasal sistem info yang bisa menginformasikan bahwa  Perusahaan yang menyampaikan GN memang ada di dalam kondisi yang baik, atau  Perusahaan yang menyampaikan BN memang ada di dalam kondisi yang buruk. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 16.
    Alasan respon pasaryang berbeda  Peluang tumbuh  GN atau BN di dalam laba masa ini mungkin menyiratkan prospek pertumbuhan masa depan.  Laba masa depan akan meningkatkan aset perusahaan.  Keinformatifan harga  Harga pasar sendiri bisa mencerminkan nilai masa depan perusahaan.  Makin informatif harga saham sebuah perusahaan, makin rendah kandungan info laba akuntansi masa ini, ceteris paribus. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 17.
    Implikasi dari risetERC  Pengungkapan info lebih luas oleh perusahaan kecil.  Pengungkapan sifat dan besaran instrumen keuangan, termasuk yang lepas-neraca oleh perusahaan dengan hutang yang tinggi.  Pengungkapan info segmen usaha agar pertumbuhan perusahaan terlihat.  Pengungkapan komponen laba agar persistensi dan kualitas laba bisa terlihat. Disusun oleh Rahmat Febrianto
  • 18.
    Keberatan terhadap kebijakanakuntansi  LK adalah barang publik atau privat?  Jika pengungkapan harus dilakukan seluas-luasnya, siapa yang harus menanggung biaya pengumpulan hingga penerbitannya?  Investor?  Perusahaan?  Apakah secara sosial pengungkapan yang luas oleh perusahaan tidak akan merugikan?  Apakah ada kekuatan permintaan—penawaran yang bisa mengatur barang publik? Disusun oleh Rahmat Febrianto