Rafika Nur Handayani
4401416052
Pendidikan Biologi/3
Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik
A. Sel Prokariotik
Yang termasuk dalam sel prokariotik adalah bakteri dan ganggang hijau-biru atau
Cyanobacteria. Sel-sel prokariotik dikelilingi oleh dinding sel, yang biasanya bukan
berupa selulosa sehingga berbeda dengan sel tumbuhan. Tebal dinding selnya sekitar 10-
20 nm, yang terkadang diselaputi oleh kapsul sejenis jelly yang tebal atau berupa lender
dari bahan protein. pada bagian dalam dinding sel terdapat membrane plasma atau
plasmalemma. Pada bagian tertentu dari membaran plasma terjadi suatu lekukan ke arah
sitosol (infolding) membentuk suatu struktur bernama mesosom atau khondrioid, yang
setara dengan mitokondria pada sel-sel eukariotik.
Membrane plasma membentuk lipatan kearah sitosol yang berbentuk seperti
lembaran-lembaran halus sepanjang permukaan membrane dalam, disebut lamella
sitomembran. Struktur tersebut mrngandung pigmen fotosintetik sehingga disebut juga
sebagai membran fotosintetik.
Pada bagian dalam membrane plasma terdapat sitoplasma, ribosom dan nukleoid.
Sitoplasma dapat mengandung vakuola ataupun vesikel (vakuola kecil). Ribosom terdapat
bebas di sitoplasma sebagai tempat sintesis protein. Pada nukleoid terdapat kromosom
yang dibentuk dari molekul DNA satu untai yang sirkuler. Panjang DNA 1 mm, dan
mengandung informasi genetik.
B. Sel Eukariotik
Sel eukariotik memiliki struktur yang lebih maju dibandingkan sel prokariotik.
Secara umum sel tersusun atas selaput atau membrane sel, plasma sel, dan inti sel.
1. Membran Sel, berupa selaput tipis , disebut juga plasmalemma. Tebalnya kurang lebih
100 Å. Dibangun oleh fosfolipid, protein dan karbohidrat. Fosfolipid adalah molekul-
molekul amfifilik yaitu, setiap molekul mengandung ‘kepala’ yang bersifat hidrofilik
dan ‘ekor’ yang bersifat hidrofobik. Pada permukaan fosfolipid dapat ditemukan
protein yang disebut protein ekstrinsik dan protein yang menembus kedua lapisan
fosfolipid dinamakan protein intrinsik. Sedangkan molekul karbohidrat umumnya
bergabung dengan molekul protein atau lemak membentuk glikoprotein dan glikolipid.
2. Plasma Sel, disbut juga sitoplasma. Istilah tersebut untuk membedakan dengan cairan
pada inti sel yaitu nukleoplasma. Sitoplasma ini tersusun atas air yang didalamnya
terdapat molekul-molekul kecil maupun besar, ion-ion dan bahan hidup atau organela.
Organela yang terdapat dalam sitoplasma antara lain:
a. Retikulum Endoplasma (kasar dan halus)
b. Ribososm
c. Mitokondria
d. Badan Golgi
e. Lisosom
f. Sentrosom
g. Vakuola
h. Kloroplas
i. Organel lain
3. Inti Sel, berbentuk bulat atau lonjong, dibatasi membrane rangkap. Ada variasi bentuk
inti sel pada beberapa sel, misalkan pada sel darah putih ada yang berbentuk
melengkung, sedangkan pada sel darah merah mamalia tudak memiliki inti sel. Jumlah
inti sel umumnya 1 pada setiap sel namun beberapa jenis sel memiliki inti lebih dari 1,
seperti pada otot rangka. Bagian-bagian dari inti sel adalah membrane inti atau
karioteka, nukleoplasma, nukleolus dan benang-benang kromatin. Membran inti adalah
pembatas antara sitoplasma dengan nukleoplasma, membrane ini rangkap dua dan pada
bagian tertentu terdapat pori-pori. Nukleoplasma adalah cairan inti yang didalamnya
terlarut materi-materi seperti fosfat, gula ribosa dan deoksiribosa, protein, nukleotida,
dan asam inti. Selain itu juga terdapat benang benang kromatin yang terlihat jelas pada
saat akan membelah.
C. Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik
Prokariotik Eukariotik
Contoh
Organisme
Bakteri dan ganggang hijau-biru Protista, Fungi, Plantae, dan
Animalia
Ukuran Sel Umumnya 1-10 µm Umumnya 5-100 µm
Metabolisme Anaerobik dan Aerobik Aerobik
Organela Sedikit atau tidak ada Nukleus, Mitokondria, Kloroplas,
RE, dll.
DNA Sirkular dalam sitoplasma Sangat panjang terdapat dalam
inti sel
RNA dan
Protein
Disintesis pada beberapa
kompartemen
Sintesis RNA terjadi dalam
nukleus, protein disintesis dalam
sitoplama
Sitoplasma Tidak ada sitoskeleton Sitoskeleton tersusun dari
filament protein
Pembelahan
Sel
Kromosom memisahkan diri oleh
adanya pemisahan membrane
plasma
Kromosom memisah melalui
gelendong pembelahan
Ogranisasi
Seluler
Umumnya Uniseluler Umumnya Multiseluler, sel-sel
dengan tugas yang berbeda-beda

Resume bio sel 1

  • 1.
    Rafika Nur Handayani 4401416052 PendidikanBiologi/3 Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik A. Sel Prokariotik Yang termasuk dalam sel prokariotik adalah bakteri dan ganggang hijau-biru atau Cyanobacteria. Sel-sel prokariotik dikelilingi oleh dinding sel, yang biasanya bukan berupa selulosa sehingga berbeda dengan sel tumbuhan. Tebal dinding selnya sekitar 10- 20 nm, yang terkadang diselaputi oleh kapsul sejenis jelly yang tebal atau berupa lender dari bahan protein. pada bagian dalam dinding sel terdapat membrane plasma atau plasmalemma. Pada bagian tertentu dari membaran plasma terjadi suatu lekukan ke arah sitosol (infolding) membentuk suatu struktur bernama mesosom atau khondrioid, yang setara dengan mitokondria pada sel-sel eukariotik. Membrane plasma membentuk lipatan kearah sitosol yang berbentuk seperti lembaran-lembaran halus sepanjang permukaan membrane dalam, disebut lamella sitomembran. Struktur tersebut mrngandung pigmen fotosintetik sehingga disebut juga sebagai membran fotosintetik. Pada bagian dalam membrane plasma terdapat sitoplasma, ribosom dan nukleoid. Sitoplasma dapat mengandung vakuola ataupun vesikel (vakuola kecil). Ribosom terdapat bebas di sitoplasma sebagai tempat sintesis protein. Pada nukleoid terdapat kromosom yang dibentuk dari molekul DNA satu untai yang sirkuler. Panjang DNA 1 mm, dan mengandung informasi genetik. B. Sel Eukariotik Sel eukariotik memiliki struktur yang lebih maju dibandingkan sel prokariotik. Secara umum sel tersusun atas selaput atau membrane sel, plasma sel, dan inti sel. 1. Membran Sel, berupa selaput tipis , disebut juga plasmalemma. Tebalnya kurang lebih 100 Å. Dibangun oleh fosfolipid, protein dan karbohidrat. Fosfolipid adalah molekul- molekul amfifilik yaitu, setiap molekul mengandung ‘kepala’ yang bersifat hidrofilik dan ‘ekor’ yang bersifat hidrofobik. Pada permukaan fosfolipid dapat ditemukan protein yang disebut protein ekstrinsik dan protein yang menembus kedua lapisan fosfolipid dinamakan protein intrinsik. Sedangkan molekul karbohidrat umumnya bergabung dengan molekul protein atau lemak membentuk glikoprotein dan glikolipid. 2. Plasma Sel, disbut juga sitoplasma. Istilah tersebut untuk membedakan dengan cairan pada inti sel yaitu nukleoplasma. Sitoplasma ini tersusun atas air yang didalamnya terdapat molekul-molekul kecil maupun besar, ion-ion dan bahan hidup atau organela. Organela yang terdapat dalam sitoplasma antara lain: a. Retikulum Endoplasma (kasar dan halus) b. Ribososm
  • 2.
    c. Mitokondria d. BadanGolgi e. Lisosom f. Sentrosom g. Vakuola h. Kloroplas i. Organel lain 3. Inti Sel, berbentuk bulat atau lonjong, dibatasi membrane rangkap. Ada variasi bentuk inti sel pada beberapa sel, misalkan pada sel darah putih ada yang berbentuk melengkung, sedangkan pada sel darah merah mamalia tudak memiliki inti sel. Jumlah inti sel umumnya 1 pada setiap sel namun beberapa jenis sel memiliki inti lebih dari 1, seperti pada otot rangka. Bagian-bagian dari inti sel adalah membrane inti atau karioteka, nukleoplasma, nukleolus dan benang-benang kromatin. Membran inti adalah pembatas antara sitoplasma dengan nukleoplasma, membrane ini rangkap dua dan pada bagian tertentu terdapat pori-pori. Nukleoplasma adalah cairan inti yang didalamnya terlarut materi-materi seperti fosfat, gula ribosa dan deoksiribosa, protein, nukleotida, dan asam inti. Selain itu juga terdapat benang benang kromatin yang terlihat jelas pada saat akan membelah. C. Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik Prokariotik Eukariotik Contoh Organisme Bakteri dan ganggang hijau-biru Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia Ukuran Sel Umumnya 1-10 µm Umumnya 5-100 µm Metabolisme Anaerobik dan Aerobik Aerobik Organela Sedikit atau tidak ada Nukleus, Mitokondria, Kloroplas, RE, dll. DNA Sirkular dalam sitoplasma Sangat panjang terdapat dalam inti sel RNA dan Protein Disintesis pada beberapa kompartemen Sintesis RNA terjadi dalam nukleus, protein disintesis dalam sitoplama Sitoplasma Tidak ada sitoskeleton Sitoskeleton tersusun dari filament protein Pembelahan Sel Kromosom memisahkan diri oleh adanya pemisahan membrane plasma Kromosom memisah melalui gelendong pembelahan Ogranisasi Seluler Umumnya Uniseluler Umumnya Multiseluler, sel-sel dengan tugas yang berbeda-beda