Sel Prokariotik
dan
Sel Eukariotik
Oleh:
Jannisa Raska
26020216120029
Sel
Pengertian
Macam
Sel
Archaebacteria
Prokariotik
Sel tumbuhan
Sel hewan
Eubacteria
Eukariotik
Apa itu sel?
 Sel merupakan unit terkecil yang
struktural dan fungsional dari suatu
makhluk hidup.
Menu
Macam Sel
 Berdasarkan ada atau tidaknya
membran inti, sel dikelompokkan
menjadi dua macam, yaitu:
2. Sel Eukariotik
1. Sel Prokariotik
Sel Prokariotik
 Sel prokariotik mempunyai materi
genetik (DNA) yang terkonsentrasi di
nukleoid. Tetapi, di daerah nukleoid
tersebut tidak memiliki membran
pemisah dengan bagian dalam sel
lainnya.
 Prokariotik meliputi archaebakteria
(bakteri purba) dan eubakteria (bakteri
modern/bakteri sejati)
Menu
Archaebacteria
 Archaebacteri merupakan kelompok
primitif dan hidup di daerah- daerah
yang ekstrem.
 Jenis- jenis Archaebakteria:
 1. Metanogenik.
 2. Halolifik
 3. Termofilik
Menu
Eubacteria
 Eubacteria (bakteri) adalah organisme
uniseluler yang tidak memiliki membran
inti sel. Eubacteria meliputi sebagian
besar organisme prokariotik yang hidup
dimanapun (kosmolipit) dan umumnya
tidak berklorofil pada dinding selnya.
 Ciri umum: Prokariotik, Mikroskopis
dengan panjang sekitar 0,5- 10 mikron,
dinding sel tersusun oleh peptidoglikan,
dan jika lingkungan tidak menguntungka
bakteri akan membentuk endospora.
 Jenis Eubacteria Berdasarkan
Karakteristik Dinding Sel
Bakteri Gram Negatif
 Bakteri Gram Positif
 Jenis Eubacteria (Bakteri) Berdasarkan
Letak Flagela
Bakteri monotrik
 Bakteri amfitrik
 Bakteri lofotrik
 Bakteri peritrik
 Jenis Eubacteria (Bakteri) Berdasarkan
Pernapasan
Bakteri Aerob, contohnya Nitosomonas.
 Bakteri Anaerob, contohnya Clostridium
Struktur sel prokariotik
Fungsi struktur pada sel
prokariotik:
 Dinding sel tersusun dari peptidoglikan, lipid, dan protein.
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk
tubuh.
 Membran plasma tersusun dari molekul lipid dan protein.
Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel
dengan lingkungan luar.
 Sitoplasma tersusun dari air, protein, lipid, mineral, dan
enzim-enzim. Sitoplasma berfungsi untuk, ,
 .
 Mesosom berfungsi sebagai penghasil energi. Pada
membran mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang
berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan
energi.
 Ribosom berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis
protein
 Materi.
glikoli
s
penghantar
sinyal
transporta
si
Men
u
Sel Eukariotik
 Sel eukariotik merupakan penyusun
struktur makhluk hidup multi seluler. Sel
eukariotik tersusun atas membran sel,
sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum
endoplasma, ribosom, komplek golgi,
lisosom, badan mikro, dan
mitrokondria,.
 Sel eukariotik dimiliki oleh makhluk hidup
dari Kingdom Protista, Fungi, Plantae,
dan Animalia.
Struktur Sel Eukariotik
Struktur sel tumbuhan (atas) dan sel hewan (bawah)
Fungsi struktur pada sel
eukariotik
 Membran plasma tersusun dari molekul lipid dan protein.
Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel
dengan lingkungan luar.
 Sitoplasma tersusun dari air, protein, lipid, mineral, dan
enzim-enzim. Sitoplasma berfungsi untuk glikolisis, penghantar
sinyal, dan transportasi.
 Inti Sel (Nukleus) merupakan organel terbesar yang berada
dalam sel dengan diameter sekitar 10 µm. Nukleus berfungsi
sebagai pengatur pembelahan sel, pengendali seluruh kegiatan
sel, dan pembawa informasi genetik
 Retikulum Endoplasma berfungsi membawa protein dan materi
lainnya dari satu bagian sel ke bagian lainnya, menyintesis
lemak, dan menetralkan toksik.
 Ribosom adalah organel sel berbentuk bintik- bintik kecil dan
tidak bermembran. Ribosom berperan dalam sintesis protein.
 Kompleks Golgi merupakan organel sel berbentuk menyerupai
kumpulan kotal suara. Kompleks golgi berfungsi membentuk
glikoprotein, glikolipid, lisosom, dinsing sel, dan orang sekretori.
 Mitokondria adalah organel sel bermembran ganda yang di dalamnya
terdapat lipatan- lipatan. Mitokondria berperan dalam respirasi sel
(penghasil energi).
 Vakuola adalah organel sel berupa rongga yang dibatasi membran
selapis dan berisi cairan. Berfungsi untuk menyimpan cadangan
makanan dan sisa metabolisme.
 Badan Mikro merupakan organel bermembran, bulat, dan berisi kristal
protein. Badan mikro dibedakan menjadi peroksisom yang berada pada
sel hewan dan tumbuhan (berperan melindungi sel dari racun,
metabolisme lemak, dan fotorespirasi) dan glioksisom yang berada pada
sel tumbuhan (berperan dalam metabolisme lemak).
 Lisosom adalah organel sel bermembran yang berbentuk kantong kecil.
Berperan dalam pencernaan intrasel dan hanya terdapat pada hewan.
 Sentriol hanya terlihat ketika sel membelah dan berperan dalam
pembelahan sel. Sentriol hanya ada pada sel hewan.
 Plastida merupakan organel sel yang ada pada tumbuhan dan
ganggang. Plastida berwarna (kromoplas, contohnya kloroplas,
phaeoplas, dan rhodoplas yang berperan dalam fotosintesis) dan
plastida tidak berwarna (leukoplas yang berperan menyimpan cadangan
lemak). Plastida hanya ada pada sel tumbuhan.
 Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel tumbuhan yang tersusun
atas selulosa, lignin, dan suberin. Dinding sel menyebabkan bentuk sel
tetap.

Sel_Prokariotik_dan_Eukariotik.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Apa itu sel? Sel merupakan unit terkecil yang struktural dan fungsional dari suatu makhluk hidup. Menu
  • 4.
    Macam Sel  Berdasarkanada atau tidaknya membran inti, sel dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu: 2. Sel Eukariotik 1. Sel Prokariotik
  • 5.
    Sel Prokariotik  Selprokariotik mempunyai materi genetik (DNA) yang terkonsentrasi di nukleoid. Tetapi, di daerah nukleoid tersebut tidak memiliki membran pemisah dengan bagian dalam sel lainnya.  Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern/bakteri sejati) Menu
  • 6.
    Archaebacteria  Archaebacteri merupakankelompok primitif dan hidup di daerah- daerah yang ekstrem.  Jenis- jenis Archaebakteria:  1. Metanogenik.  2. Halolifik  3. Termofilik Menu
  • 7.
    Eubacteria  Eubacteria (bakteri)adalah organisme uniseluler yang tidak memiliki membran inti sel. Eubacteria meliputi sebagian besar organisme prokariotik yang hidup dimanapun (kosmolipit) dan umumnya tidak berklorofil pada dinding selnya.  Ciri umum: Prokariotik, Mikroskopis dengan panjang sekitar 0,5- 10 mikron, dinding sel tersusun oleh peptidoglikan, dan jika lingkungan tidak menguntungka bakteri akan membentuk endospora.
  • 8.
     Jenis EubacteriaBerdasarkan Karakteristik Dinding Sel Bakteri Gram Negatif  Bakteri Gram Positif  Jenis Eubacteria (Bakteri) Berdasarkan Letak Flagela Bakteri monotrik  Bakteri amfitrik  Bakteri lofotrik  Bakteri peritrik  Jenis Eubacteria (Bakteri) Berdasarkan Pernapasan Bakteri Aerob, contohnya Nitosomonas.  Bakteri Anaerob, contohnya Clostridium
  • 9.
  • 10.
    Fungsi struktur padasel prokariotik:  Dinding sel tersusun dari peptidoglikan, lipid, dan protein. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh.  Membran plasma tersusun dari molekul lipid dan protein. Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar.  Sitoplasma tersusun dari air, protein, lipid, mineral, dan enzim-enzim. Sitoplasma berfungsi untuk, ,  .  Mesosom berfungsi sebagai penghasil energi. Pada membran mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi.  Ribosom berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein  Materi. glikoli s penghantar sinyal transporta si Men u
  • 11.
    Sel Eukariotik  Seleukariotik merupakan penyusun struktur makhluk hidup multi seluler. Sel eukariotik tersusun atas membran sel, sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum endoplasma, ribosom, komplek golgi, lisosom, badan mikro, dan mitrokondria,.  Sel eukariotik dimiliki oleh makhluk hidup dari Kingdom Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
  • 12.
  • 13.
    Struktur sel tumbuhan(atas) dan sel hewan (bawah)
  • 14.
    Fungsi struktur padasel eukariotik  Membran plasma tersusun dari molekul lipid dan protein. Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar.  Sitoplasma tersusun dari air, protein, lipid, mineral, dan enzim-enzim. Sitoplasma berfungsi untuk glikolisis, penghantar sinyal, dan transportasi.  Inti Sel (Nukleus) merupakan organel terbesar yang berada dalam sel dengan diameter sekitar 10 µm. Nukleus berfungsi sebagai pengatur pembelahan sel, pengendali seluruh kegiatan sel, dan pembawa informasi genetik  Retikulum Endoplasma berfungsi membawa protein dan materi lainnya dari satu bagian sel ke bagian lainnya, menyintesis lemak, dan menetralkan toksik.  Ribosom adalah organel sel berbentuk bintik- bintik kecil dan tidak bermembran. Ribosom berperan dalam sintesis protein.  Kompleks Golgi merupakan organel sel berbentuk menyerupai kumpulan kotal suara. Kompleks golgi berfungsi membentuk glikoprotein, glikolipid, lisosom, dinsing sel, dan orang sekretori.
  • 15.
     Mitokondria adalahorganel sel bermembran ganda yang di dalamnya terdapat lipatan- lipatan. Mitokondria berperan dalam respirasi sel (penghasil energi).  Vakuola adalah organel sel berupa rongga yang dibatasi membran selapis dan berisi cairan. Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan sisa metabolisme.  Badan Mikro merupakan organel bermembran, bulat, dan berisi kristal protein. Badan mikro dibedakan menjadi peroksisom yang berada pada sel hewan dan tumbuhan (berperan melindungi sel dari racun, metabolisme lemak, dan fotorespirasi) dan glioksisom yang berada pada sel tumbuhan (berperan dalam metabolisme lemak).  Lisosom adalah organel sel bermembran yang berbentuk kantong kecil. Berperan dalam pencernaan intrasel dan hanya terdapat pada hewan.  Sentriol hanya terlihat ketika sel membelah dan berperan dalam pembelahan sel. Sentriol hanya ada pada sel hewan.  Plastida merupakan organel sel yang ada pada tumbuhan dan ganggang. Plastida berwarna (kromoplas, contohnya kloroplas, phaeoplas, dan rhodoplas yang berperan dalam fotosintesis) dan plastida tidak berwarna (leukoplas yang berperan menyimpan cadangan lemak). Plastida hanya ada pada sel tumbuhan.  Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel tumbuhan yang tersusun atas selulosa, lignin, dan suberin. Dinding sel menyebabkan bentuk sel tetap.