PULPITIS IRREVERSIBEL
Pembimbing:
Drg. Wan Fajriatul M, Sp.KG
KEPANITERAAN KLINIK
COMMUNITY ORIENTED MEDICAL EDUCATION (COME)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
PUSKESMAS SIAK HULU II
KAMPAR
2015
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. Y
Umur : 31 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Desa Teratak Buluh
Agama : Islam
RM : 002213
ANAMNESIS
• Nyeri pada gigi geraham kiri atas
• Sejak 2 minggu yang lalu, pasien
mengeluhkan gigi geraham kiri atas terasa
nyeri, nyeri dirasakan berdenyut dan
menjalar sampai ke kepala bagian kiri
• Nyeri dirasakan hilang timbul. Nyeri
bertambah saat terkena makanan dingin
dan masuk makanan
Chief complaint:
• Nyeri hilang jika pasien mengkonsumsi obat penghilang
nyeri
• Pasien memiliki kebiasaan
membersihkan gigi dan mulut tidak
teratur, namun minimal membersihkan
mulut 1 kali yaitu di pagi hari
• Pasien memiliki kebiasaan memakan
makanan manis dan dingin, tetapi
setelah makan tidak ada kumur-
kumur
ANAMNESIS
Wajah, Bibir, TMJ dan Kelenjar
Lymphonodi : Dalam batas normal
Keadaan Umum : Compos Mentis
Pupil Mata : Normal (Isokor)
Vital Sign
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 84x/menit
Nafas : 20x/menit
Suhu : Afebris
PEMERIKSAAN OBJEKTIF
Debris : Terdapat pada regio 1, 2, 3, dan 4
Kalkulus : tabel…..
OHI-S : Buruk
Perdarahan Interdental : -
Gingiva : Edema pada gigi 31, 32, 33, 34,
41,42,43
Status
Pasien
Ekstra
Oral
Intra
oral
KALKULUS
11 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 21
12 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 22
13 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 23
14 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 24
15 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 25
16 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 26
17 Kalkulus (+) - 27
18 - Karies (+) 28
41 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 31
42 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 32
43 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 33
44 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 34
45 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 35
46 - - 36
47 - Kalkulus (+) 37
Wajah, Bibir, TMJ dan Kelenjar
Lymphonodi : Dalam batas normal
Keadaan Umum : Compos Mentis
Pupil Mata : Normal (Isokor)
Vital Sign
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 84x/menit
Nafas : 20x/menit
Suhu : Afebris
Mukosa : Dalam batas normal
Palatum : Dalam batas normal
Lidah : Dalam batas normal
Dasar Mulut : Dalam batas normal
Hubungan Rahang : Dalam batas normal
Status
Pasien
Ekstra
Oral
Intra
oral
PEMERIKSAAN OBJEKTIF
PEMERIKSAAN OBJEKTIF
• Perkusi : (-)
• Palpasi : (-)
• Sondasi : (+), adanya kavitas gigi 28,
pulpa (+)
• Chlor etil : (+)
ODONTOGRAM
Keterangan :
O : Karies
DIAGNOSIS
• Diagnosis Puskesmas :
Periodontitis 8
• Diagnosis Seharusnya :
– Pulpitis irreversibel 28
– Ginggivitis 31, 32, 33, 34, 41,42, 43
– Karies 28 ICDAS D6
– Kalkulus
11,12,13,14,15,16,17,21,22,23,24,25,26,28,31,32,33,
34,35,37,41,42,43,44,45,48.
RENCANA PERAWATAN
• Tatalaksana yang diberikan di
puskesmas:
–Premedikasi
–Asam mefenamat 3x500 mg
–Ranitidin 2x150mg
–Amoxicilin 3 x 500 mg
–Rencana pencabutan gigi 28 setelah obat
habis (3 hari)
RENCANA PERAWATAN
• Rencana perawatan yang seharusnya:
– Promotif
Memberikan penjelasan tentang bahan-
bahan yang dapat menyebabkan
pembentukan karies (minuman asam yang
berkarbonat, makan dan minuman yang
mengandung gula).
• Rencana perawatan yang seharusnya:
– Promotif
• Menjelaskan perlunya tindakan pembersihan gigi
dan mulut secara rutin (menyikat gigi minimal 2 kali
sehari, yaitu sebelum atau sesudah sarapan dan
sebelum beristirahat di malam hari).
• Kumur-kumur setelah makan atau minum makanan
yang manis.
–Preventif
• Mengurangi mengkonsumsi makanan atau
minuman yang manis.
• Mengurangi konsumsi minuman yang
mengandung karbonat
• menyikat gigi minimal 2 kali sehari (1 kali
sebelum atau sesudah sarapan dan sebelum
istirahat di malam hari).
–Kuratif
•Rongent gigi
•Penambalan sementara dengan
pemberian ogenol
•Pencabutan gigi 28
–Rehabilitatif
•Pembuatan prothesa pada gigi 18, 27, 36,
38, 46, 47
EDUKASI
• Kurangi makan makanan yang merangsang seperti
manis, asam dan dingin.
• Sikat gigi minimal 2 kali sehari setelah sarapan pagi
dan sebelum tidur dengan cara yang benar.
• Kembali kontrol ke puskesmas setelah obat habis
• Rencana dirujuk ke rumah sakit untuk pencabutan
gigi
• Periksa gigi rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali
ANATOMI
• ANATOMI DENTIS
Setiap gigi memiliki mahkota dan akar gigi.
Mahkota gigi dilapisi oleh enamel dan akar gigi dilapisi
sementum.
Mahkota dan akar gigi dihubungkan oleh cementoenamel
junction (CEJ).
Komponen utama gigi adalah dentin.
Pada potongan melintang, tampak rongga pulpa dan
saluran pulpa yang normalnya berisi jaringan pulpa.
Rongga pulpa terdapat di mahkota gigi dan saluran pulpa
terdapat di akar gigi. Rongga pulpa dan saluran pulpa
bersambung membentuk kavitas pulpa.
ANATOMI DAN FISIOLOGI PULPA
• Pulpa adalah jaringan lunak yang terletak di
tengah-tengah gigi yang di dalamnya terdapat
pembuluh darah, limfe dan saraf
• Pulpa berasal dari jaringan mesenkim dan
memiliki fungsi formatik, nutritif, sensorik dan
protektif
• Di dalam pulpa terdapat berbagai jenis sel,
yaitu:
– Odontoblas
– Preodontoblas
– Fibroblast
– Sel cadangan
– Sel-sel sistem imun
KARIES
• Karies gigi adalah sebuah proses penyakit
bakteri yang disebabkan oleh asam dari
metabolisme bakteri yang berdifusi ke dalam
email dan dentin dan menyebabkan
meleburnya mineral gigi
Symposium Report. Dental caries : A dynamic disease
process. Autrsalian Dental Journal. 2008
ETIOLOGI
4 KOMPONEN YANG SALING BERINTERAKSI
• Komponen dari gigi dan air ludah (saliva) yang
meliputi: Komposisi gigi, morphologi gigi, posisi gigi, Ph
Saliva, Kuantitas saliva, kekentalan saliva
• Komponen mikroorganisme; Streptococcus, Laktobasil
• Komponen makanan, yang sangat berperan adalah
makanan yang mengandung karbohidrat misalnya
sukrosa dan glukosa yang dapat diragikan oleh bakteri
tertentu dan membentuk asam
• Komponen waktu
KLASIFIKASI KARIES
Klasifikasi Karies Berdasarkan ICDAS (International
Caries Detection And Assesment System)
• D1, terlihat lesi putih pada permukaan gigi saat
kering
• D2, terlihat lesi putih pada permukaan gigi saat
basah
• D3, karies mencapai email
• D4, karies hampir menyerang dentin (mencapai DEJ)
• D5, karies menyerang dentin
• D6, karies menyerang pulpa
KLASIFIKASI MENURUT MOUNT
AND HUME
Keterangan:
• Minimal lesion : Suatu lesi yang hanya sedikit
mengenai daerah remineralisasi.
• Moderate size : Suatu kavitas yang lebih besar, tapi
masih tersedia cukup struktur gigi guna mendukung
restorasi.
• Enlarged: Mahkota giginya telah melemah karena
kavitas telah meluas sehingga tonjolan gigi yang
masih ada perlu dilindungi agar tidak pecah. Dengan
demikian harus dimodifikasi dan diperluas sehingga
terlindungi.
• Extensive : Sudah terdapat kavitas yang sangat luas
missal sudah kehilangan satu tonjol atau ujung
insisal.
KLASIFIKASI KARIES GIGI MENURUT
MOUNT & HUME
Perlu pemeriksaan radiografi
untuk mendeteksinya
LOKASI
Karies
permukaan
halus
Karies proksimal/ karies
interproksimal
terbentuk pada permukaan halus
antara batas gigi
Karies akar
pada permukaan akar gigi
Karies celah
dan fissure
Karies tipe-3
terbentuk pada permukaan lainnya
KARIES BERDASARKAN
KEDALAMANNYA
Karies
Superfisial
Karies yang hanya
mengenai email
Karies Media
Karies yang
mengenai email dan
telah mencapai
setengah dentin
Karies Profunda
Karies yang
mengenai lebih dari
setengah dentin dan
bahkan menembus
pulpa
DIAGNOSIS KARIES GIGI
DAN PENANGANANNYA
Karies Dini/karies email tanpa kapitas
yaitu karies yang pertama terlihat secara klinis, berupa
bercak putih setempat pada email
Anamnesis
Terdapatnya
bintik putih
pada gigi
PemeriksaanObjektif
Ekstra oral ;
tidak ada
kelainan
Intra oral ;
Kavitas (-) ,
lesi putih (+)
Terapi
Pembersihan
gigi, diulas
dengan flour
Edukasi
pasien/
Dental Health
Education
Karies dini/karies email dengan kavitas
yaitu karies yang terjadi pada email sebagai
lanjutan dari karies dini
Gigi bisa terasa
ngilu
Ekstra oral ;
tidak ada
kelainan
Intra oral ;
Kavitas (+) baru
mengenai email
Dengan
penambalan
Karies dengan dentin terbuka/dentin
Hipersensitif yaitu peningkatan sensitive akibat
terbukanya dentin
Kadang-kadang rasa ngilu
waktu kemasukan
makanan
Waktu minum dingin,
asam dan asin
Rasa ngilu hilang setelah
rangsangan dihilangkan
Tidak ada rasa sakit
spontan
Pemeriksaan ekstraoral
tidak ada kelainan
Pemeriksaan intraoral :
kavitas baru mengenai
email
Dengan penambalan
PULPITIS
Pulpitis adalah inflamasi pada pulpa dentis yang
dapat terjadi ketika karies atau produk bakteri
mencapai rongga pulpa yang kemudian
menyebabkan infeksi
ETIOLOGI PULPITIS
Kelompok Contoh
Mikroba Karies
Trauma Fraktur, luksasi, avulsi, oklusi traumatik
Iatrogenik Radioterapi untuk tatalaksana karsinoma
Bahan kimia Bahan asam, makanan
Lainnya Penurunan aliran darah ke gigi
PATOFISIOLOGI PULPITIS
Demineralisasi enamel serta
dentin
Flora normal Fermentasi
GULA
ASAM Memfasilitasi infiltrasi bakteri ke
dentin dan pulpa
Invasi flora normal mulut yang
umumnya gram positif ke
jaringan lunak gigi kemudian
melibatkan mikroorganisme
gram negatif dan anaerob
Respon pulpa terhadap bakteri tergantung
pada berbagai faktor seperti kecepatan
invasi bakteri dan kecepatan produksi karies.
Respon pulpa terhadap infeksi juga
dipengaruhi oleh ketebalan dan
derajat kalsifikasi dari dentin yang tersisa
KLASIFIKASI
inflamasi rongga pulpa
yang dapat sembuh
apabila faktor
pencetusnya
dieliminasi
Apabila inflamasi pada
pulpitis reversibel tidak
ditangani dengan baik,
maka akan terjadi
kerusakan yang tidak
dapat diperbaiki lagi
MANIFESTASI KLINIS PULPITIS
PULPITIS REVERSIBEL PULPITIS IREVERSIBEL
• Nyeri dengan durasi yang singkat dan
menghilang setelah pencetus
dieliminasi.
• Nyeri muncul akibat stimulus panas,
dingin dan makanan manis.
• Tidak terdapat nyeri gigi pada
perkusi.
• Lokasi nyeri yang pasti sulit
ditentukan.
• Gigi kadang memberikan respon yang
berlebihan pada tes vitalitas.
• Pemeriksaan radiologi menunjukkan
gambaran normal, tidak tampak
pelebaran dari ligamen periodontal
• Riwayat nyeri gigi yang muncul secara spontan
tanpa ada faktor pencetus. Nyeri berlangsung
selama beberapa detik hingga beberapa jam.
• Pemberian cairan panas atau dingin dapat
menimbulkan nyeri yang berkepanjangan. Pada
tahap lanjut, stimulus panas dapat meningkatkan
rasa nyeri, sedangkan dingin dapat mengurangi
rasa nyeri.
• Nyeri menyebar sehingga pasien sulit menentukan
lokasi nyeri yang tepat. Tetapi, apabila inflamasi
telah melibatkan ligamen periodontal, nyeri akan
terlokalisir.
• Pada perkusi akan terasa nyeri bila inflamasi telah
melibatkan ligamen periodontal.
• Hasil pemeriksaan radiologi akan menunjukkan
pelebaran ligamen peridontal pada pulpitis
ireversibel stadium lanjut.
PEMERIKSAAN FISIK PULPITIS
• Pemeriksaan visual dan taktil
• Perkusi
• Palpasi
• Mobilitas
• Uji termal
– Panas
– Dingin
– Tes EPT
• Tes Sondasi
• Tes kavitasi
PEMERIKSAAN PENUNJANG PULPITIS
• Radiografi gigi
Pada pemeriksaan radiografi, harus ditentukan
bagaimana kondisi rongga pulpa (kalsifikasi),
karies pada rongga pulpa, kedalaman karies,
bentuk saluran akar, konfigurasi saluran akar,
keadaan periapikal, keadaan periodontal dan
keseragaman ligamen periodontal
PENATALAKSANAAN
• Pada pulpitis reversibel, terapi awal yang
dapat diberikan, yaitu dengan menghilangkan
karies dan kemudian direstorasi.
• Pada pulpitis ireversibel, terapi pilihan yang
dilakukan adalah pemeliharan saluran akar
dengan pengangkatan pulpa total
(pulpectomy) atau ekstraksi gigi
• Pada keadaan apexogenesis, pengangkatan
pulpa parsial (pulpotomy) dilakukan
GINGIVITIS
• Gingivitis merupakan penyakit gingival yang
ditandai dengan adanya inflamasi berupa
perubahan warna, perubahan konsistensi,
perubahan tekstur permukaan, prubahan atau
pertumbuhan size atau ukuran, perubahan
kontur/bentuk pendarahan pada probing
Gingivitis
Gingivitis Akut
Gingivitis Ulseratif
Nekrosis Akut
(GUNA)
Gingivostomatitis
herpetis akut
Gingivitis Kronis
Gingivitis simpel /
tidak berkomplikasi
Gingivitis
berkomplikasi
Gingivitis
deskuamatif
Gingivitis yang tidak
berkitan dengan
plak bakteri
KLASIFIKASI GINGIVITIS MENURUT
LOKASINYA
• Gingivitis Lokalisata
• Gingivitis Generalisata
• Gingivitis Marginalis
• Gingivitis Dims
• Gingivitis Papilaris
DIAGNOSIS GINGIVITIS
• Perdarahan
• Perubahan warna
• Perubahan konsistensi menjadi lunak dan
menggembung serta berlekuk apabila ditekan.
• Perubahan tekstur permukaan.
• Perubahan kontur / bentuk berupa tepi giginya
membulat dan papila interdental menjdi tumpul
akibat pemberan gingival.
• Perubahan saku gusi
• Resesi Halitosis (nafas yang terasa berbau).
• Nyeri terutama saat menyikat gigi.
PENATALAKSANAAN GINGIVITIS
• Perawatan inisial merupakan satu-satunya
prosedur perawatan periodontal yang
dibutuhkan. Perawatan insial berupa :
instruksi kontrol plak, penskeleran dan
penyerutan akar, perbaikan restorasi yang
cacat, penumpatan lesi karies, pemolesan.
PEMBAHASAN
Apakah diagnosis pasien ini sudah tepat?
• Diagnosis pada pasien ini adalah periodontitis 8.
• Hal ini tidak tepat karena diagnosis yang seharusnya
adalah pulpitis 28, karies 28 ICDAS D6 kalkulus 11,
12, 13, 14, 15, 16, 17, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 31,
32, 33, 34, 35, 37, 41, 42, 43, 44, 45 dan 48 serta
gingivitis 31, 32, 33, 34, 41,42, 43.
• Penulisan diagnosis masih menggunakan sistem
nomenklatur lama, seharusnya ditulis berdasarkan
nomenklatur terbaru yaitu sistem 2 angka dari
Federation Dental International (FDI).
• Diagnosis pulpitis 28 karena berdasarkan
anamnesis didapatkan keluhan nyeri nyeri
hilang timbul yang muncul terutama saat
konsumsi makanan dingin dan jika masuk
makanan. Pada pasien ini dikatakan pulpitis
ireversibel karena nyeri timbul spontan tanpa
didahului stimulus.
Kalkulus
• Pada semua gigi pasien terdapat kalkulus,
tampak plak yang sudah mengeras.
Gingivitis
• Pada pasien didapatkan adanya udem pada
ginggiva, hal ini dapat disebabkan oleh
beberapa faktor berupa adanya kalkulus,
karies, masalah nutrisi dan oral hygiene.
Karies 28 ICDAS D5
• Pada pasien didapatkan adanya karies pada
gigi 28 yang telah mengenai dentin. Jika
dimasukkan kedalam klasifikasi Mount and
Hume maka karies pasien berada pada bagian
pit fissure dengan ukuran 3 (Enlarged).
Apakah penanganan awal pasien ini
sudah tepat?
• Penanganan awal pasien ini kurang tepat.
• Pada pasien ini diberikan
– asam menfenamat 3 x 500mg
– Amoxicilin 3x500mg
– Ranitidin 2x150mg
• Pada pasien seharusnya dilakukan
pembersihan karies terlebih dahulu kemudian
dilakukan penambalan sementara dengan
ogenol disertai dengan pemberian
premedikasi berupa
– ibuprofen 600 mg 4 kali sehari sebagai analgetik.
– Pemberian antibiotik pada pasien ini berguna
untuk mengeradikasi bakteri patogen penyebab
inflamasi.
Apakah rencana penatalaksanaan
pada pasien ini sudah tepat?
• Rencana penatalaksanaan pasien ini kurang
tepat. Pasien direncanakan untuk pencabutan
gigi 28 setelah obat habis. Seharusnya setelah
dilakukan rontgen gigi dilakukan perawatan
saluran akar atau ekstraksi.
KESIMPULAN
• Diagnosis pasien ini di Puskesmas kurang tepat.
Diagnosis pasien seharusnya adalah pulpitis 28,
kalkulus 11,12,13,14,15,16,17,21,22,23
24,25,26,28,31,32,33,34,35,37,41,42,43,44,45,48
• Penanganan awal pada pasien di Puskesmas
sudah tepat.
• Rencana penatalaksanaanpada pasien ini tidak
tepat. Pelaksanaan yang seharusnya adalah
rontgen gigi sebelum pencabutan gigi 28.
• Prognosis pasien ini adalah dubia ad bonam.
Terimakasih atas perhatiannya

Pulpitis irreversibel

  • 1.
    PULPITIS IRREVERSIBEL Pembimbing: Drg. WanFajriatul M, Sp.KG KEPANITERAAN KLINIK COMMUNITY ORIENTED MEDICAL EDUCATION (COME) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU PUSKESMAS SIAK HULU II KAMPAR 2015
  • 2.
    IDENTITAS PASIEN Nama :Ny. Y Umur : 31 tahun Pekerjaan : Ibu rumah tangga Alamat : Desa Teratak Buluh Agama : Islam RM : 002213
  • 3.
    ANAMNESIS • Nyeri padagigi geraham kiri atas • Sejak 2 minggu yang lalu, pasien mengeluhkan gigi geraham kiri atas terasa nyeri, nyeri dirasakan berdenyut dan menjalar sampai ke kepala bagian kiri • Nyeri dirasakan hilang timbul. Nyeri bertambah saat terkena makanan dingin dan masuk makanan Chief complaint:
  • 4.
    • Nyeri hilangjika pasien mengkonsumsi obat penghilang nyeri • Pasien memiliki kebiasaan membersihkan gigi dan mulut tidak teratur, namun minimal membersihkan mulut 1 kali yaitu di pagi hari • Pasien memiliki kebiasaan memakan makanan manis dan dingin, tetapi setelah makan tidak ada kumur- kumur ANAMNESIS
  • 5.
    Wajah, Bibir, TMJdan Kelenjar Lymphonodi : Dalam batas normal Keadaan Umum : Compos Mentis Pupil Mata : Normal (Isokor) Vital Sign Tekanan darah : 120/80 mmHg Nadi : 84x/menit Nafas : 20x/menit Suhu : Afebris PEMERIKSAAN OBJEKTIF Debris : Terdapat pada regio 1, 2, 3, dan 4 Kalkulus : tabel….. OHI-S : Buruk Perdarahan Interdental : - Gingiva : Edema pada gigi 31, 32, 33, 34, 41,42,43 Status Pasien Ekstra Oral Intra oral
  • 6.
    KALKULUS 11 Kalkulus (+)Kalkulus (+) 21 12 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 22 13 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 23 14 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 24 15 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 25 16 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 26 17 Kalkulus (+) - 27 18 - Karies (+) 28 41 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 31 42 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 32 43 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 33 44 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 34 45 Kalkulus (+) Kalkulus (+) 35 46 - - 36 47 - Kalkulus (+) 37
  • 7.
    Wajah, Bibir, TMJdan Kelenjar Lymphonodi : Dalam batas normal Keadaan Umum : Compos Mentis Pupil Mata : Normal (Isokor) Vital Sign Tekanan darah : 120/80 mmHg Nadi : 84x/menit Nafas : 20x/menit Suhu : Afebris Mukosa : Dalam batas normal Palatum : Dalam batas normal Lidah : Dalam batas normal Dasar Mulut : Dalam batas normal Hubungan Rahang : Dalam batas normal Status Pasien Ekstra Oral Intra oral PEMERIKSAAN OBJEKTIF
  • 8.
    PEMERIKSAAN OBJEKTIF • Perkusi: (-) • Palpasi : (-) • Sondasi : (+), adanya kavitas gigi 28, pulpa (+) • Chlor etil : (+)
  • 9.
  • 13.
    DIAGNOSIS • Diagnosis Puskesmas: Periodontitis 8 • Diagnosis Seharusnya : – Pulpitis irreversibel 28 – Ginggivitis 31, 32, 33, 34, 41,42, 43 – Karies 28 ICDAS D6 – Kalkulus 11,12,13,14,15,16,17,21,22,23,24,25,26,28,31,32,33, 34,35,37,41,42,43,44,45,48.
  • 14.
    RENCANA PERAWATAN • Tatalaksanayang diberikan di puskesmas: –Premedikasi –Asam mefenamat 3x500 mg –Ranitidin 2x150mg –Amoxicilin 3 x 500 mg –Rencana pencabutan gigi 28 setelah obat habis (3 hari)
  • 15.
    RENCANA PERAWATAN • Rencanaperawatan yang seharusnya: – Promotif Memberikan penjelasan tentang bahan- bahan yang dapat menyebabkan pembentukan karies (minuman asam yang berkarbonat, makan dan minuman yang mengandung gula).
  • 16.
    • Rencana perawatanyang seharusnya: – Promotif • Menjelaskan perlunya tindakan pembersihan gigi dan mulut secara rutin (menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu sebelum atau sesudah sarapan dan sebelum beristirahat di malam hari). • Kumur-kumur setelah makan atau minum makanan yang manis.
  • 17.
    –Preventif • Mengurangi mengkonsumsimakanan atau minuman yang manis. • Mengurangi konsumsi minuman yang mengandung karbonat • menyikat gigi minimal 2 kali sehari (1 kali sebelum atau sesudah sarapan dan sebelum istirahat di malam hari).
  • 18.
    –Kuratif •Rongent gigi •Penambalan sementaradengan pemberian ogenol •Pencabutan gigi 28
  • 19.
  • 20.
    EDUKASI • Kurangi makanmakanan yang merangsang seperti manis, asam dan dingin. • Sikat gigi minimal 2 kali sehari setelah sarapan pagi dan sebelum tidur dengan cara yang benar. • Kembali kontrol ke puskesmas setelah obat habis • Rencana dirujuk ke rumah sakit untuk pencabutan gigi • Periksa gigi rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali
  • 21.
    ANATOMI • ANATOMI DENTIS Setiapgigi memiliki mahkota dan akar gigi. Mahkota gigi dilapisi oleh enamel dan akar gigi dilapisi sementum. Mahkota dan akar gigi dihubungkan oleh cementoenamel junction (CEJ). Komponen utama gigi adalah dentin. Pada potongan melintang, tampak rongga pulpa dan saluran pulpa yang normalnya berisi jaringan pulpa. Rongga pulpa terdapat di mahkota gigi dan saluran pulpa terdapat di akar gigi. Rongga pulpa dan saluran pulpa bersambung membentuk kavitas pulpa.
  • 26.
    ANATOMI DAN FISIOLOGIPULPA • Pulpa adalah jaringan lunak yang terletak di tengah-tengah gigi yang di dalamnya terdapat pembuluh darah, limfe dan saraf • Pulpa berasal dari jaringan mesenkim dan memiliki fungsi formatik, nutritif, sensorik dan protektif
  • 28.
    • Di dalampulpa terdapat berbagai jenis sel, yaitu: – Odontoblas – Preodontoblas – Fibroblast – Sel cadangan – Sel-sel sistem imun
  • 29.
    KARIES • Karies gigiadalah sebuah proses penyakit bakteri yang disebabkan oleh asam dari metabolisme bakteri yang berdifusi ke dalam email dan dentin dan menyebabkan meleburnya mineral gigi Symposium Report. Dental caries : A dynamic disease process. Autrsalian Dental Journal. 2008
  • 30.
    ETIOLOGI 4 KOMPONEN YANGSALING BERINTERAKSI • Komponen dari gigi dan air ludah (saliva) yang meliputi: Komposisi gigi, morphologi gigi, posisi gigi, Ph Saliva, Kuantitas saliva, kekentalan saliva • Komponen mikroorganisme; Streptococcus, Laktobasil • Komponen makanan, yang sangat berperan adalah makanan yang mengandung karbohidrat misalnya sukrosa dan glukosa yang dapat diragikan oleh bakteri tertentu dan membentuk asam • Komponen waktu
  • 31.
    KLASIFIKASI KARIES Klasifikasi KariesBerdasarkan ICDAS (International Caries Detection And Assesment System) • D1, terlihat lesi putih pada permukaan gigi saat kering • D2, terlihat lesi putih pada permukaan gigi saat basah • D3, karies mencapai email • D4, karies hampir menyerang dentin (mencapai DEJ) • D5, karies menyerang dentin • D6, karies menyerang pulpa
  • 33.
  • 34.
    Keterangan: • Minimal lesion: Suatu lesi yang hanya sedikit mengenai daerah remineralisasi. • Moderate size : Suatu kavitas yang lebih besar, tapi masih tersedia cukup struktur gigi guna mendukung restorasi. • Enlarged: Mahkota giginya telah melemah karena kavitas telah meluas sehingga tonjolan gigi yang masih ada perlu dilindungi agar tidak pecah. Dengan demikian harus dimodifikasi dan diperluas sehingga terlindungi. • Extensive : Sudah terdapat kavitas yang sangat luas missal sudah kehilangan satu tonjol atau ujung insisal.
  • 37.
    KLASIFIKASI KARIES GIGIMENURUT MOUNT & HUME Perlu pemeriksaan radiografi untuk mendeteksinya LOKASI Karies permukaan halus Karies proksimal/ karies interproksimal terbentuk pada permukaan halus antara batas gigi Karies akar pada permukaan akar gigi Karies celah dan fissure Karies tipe-3 terbentuk pada permukaan lainnya
  • 38.
    KARIES BERDASARKAN KEDALAMANNYA Karies Superfisial Karies yanghanya mengenai email Karies Media Karies yang mengenai email dan telah mencapai setengah dentin Karies Profunda Karies yang mengenai lebih dari setengah dentin dan bahkan menembus pulpa
  • 39.
  • 40.
    Karies Dini/karies emailtanpa kapitas yaitu karies yang pertama terlihat secara klinis, berupa bercak putih setempat pada email Anamnesis Terdapatnya bintik putih pada gigi PemeriksaanObjektif Ekstra oral ; tidak ada kelainan Intra oral ; Kavitas (-) , lesi putih (+) Terapi Pembersihan gigi, diulas dengan flour Edukasi pasien/ Dental Health Education
  • 41.
    Karies dini/karies emaildengan kavitas yaitu karies yang terjadi pada email sebagai lanjutan dari karies dini Gigi bisa terasa ngilu Ekstra oral ; tidak ada kelainan Intra oral ; Kavitas (+) baru mengenai email Dengan penambalan
  • 42.
    Karies dengan dentinterbuka/dentin Hipersensitif yaitu peningkatan sensitive akibat terbukanya dentin Kadang-kadang rasa ngilu waktu kemasukan makanan Waktu minum dingin, asam dan asin Rasa ngilu hilang setelah rangsangan dihilangkan Tidak ada rasa sakit spontan Pemeriksaan ekstraoral tidak ada kelainan Pemeriksaan intraoral : kavitas baru mengenai email Dengan penambalan
  • 43.
    PULPITIS Pulpitis adalah inflamasipada pulpa dentis yang dapat terjadi ketika karies atau produk bakteri mencapai rongga pulpa yang kemudian menyebabkan infeksi
  • 44.
    ETIOLOGI PULPITIS Kelompok Contoh MikrobaKaries Trauma Fraktur, luksasi, avulsi, oklusi traumatik Iatrogenik Radioterapi untuk tatalaksana karsinoma Bahan kimia Bahan asam, makanan Lainnya Penurunan aliran darah ke gigi
  • 45.
    PATOFISIOLOGI PULPITIS Demineralisasi enamelserta dentin Flora normal Fermentasi GULA ASAM Memfasilitasi infiltrasi bakteri ke dentin dan pulpa Invasi flora normal mulut yang umumnya gram positif ke jaringan lunak gigi kemudian melibatkan mikroorganisme gram negatif dan anaerob Respon pulpa terhadap bakteri tergantung pada berbagai faktor seperti kecepatan invasi bakteri dan kecepatan produksi karies. Respon pulpa terhadap infeksi juga dipengaruhi oleh ketebalan dan derajat kalsifikasi dari dentin yang tersisa
  • 46.
    KLASIFIKASI inflamasi rongga pulpa yangdapat sembuh apabila faktor pencetusnya dieliminasi Apabila inflamasi pada pulpitis reversibel tidak ditangani dengan baik, maka akan terjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi
  • 47.
    MANIFESTASI KLINIS PULPITIS PULPITISREVERSIBEL PULPITIS IREVERSIBEL • Nyeri dengan durasi yang singkat dan menghilang setelah pencetus dieliminasi. • Nyeri muncul akibat stimulus panas, dingin dan makanan manis. • Tidak terdapat nyeri gigi pada perkusi. • Lokasi nyeri yang pasti sulit ditentukan. • Gigi kadang memberikan respon yang berlebihan pada tes vitalitas. • Pemeriksaan radiologi menunjukkan gambaran normal, tidak tampak pelebaran dari ligamen periodontal • Riwayat nyeri gigi yang muncul secara spontan tanpa ada faktor pencetus. Nyeri berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa jam. • Pemberian cairan panas atau dingin dapat menimbulkan nyeri yang berkepanjangan. Pada tahap lanjut, stimulus panas dapat meningkatkan rasa nyeri, sedangkan dingin dapat mengurangi rasa nyeri. • Nyeri menyebar sehingga pasien sulit menentukan lokasi nyeri yang tepat. Tetapi, apabila inflamasi telah melibatkan ligamen periodontal, nyeri akan terlokalisir. • Pada perkusi akan terasa nyeri bila inflamasi telah melibatkan ligamen periodontal. • Hasil pemeriksaan radiologi akan menunjukkan pelebaran ligamen peridontal pada pulpitis ireversibel stadium lanjut.
  • 48.
    PEMERIKSAAN FISIK PULPITIS •Pemeriksaan visual dan taktil • Perkusi • Palpasi • Mobilitas • Uji termal – Panas – Dingin – Tes EPT • Tes Sondasi • Tes kavitasi
  • 49.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG PULPITIS •Radiografi gigi Pada pemeriksaan radiografi, harus ditentukan bagaimana kondisi rongga pulpa (kalsifikasi), karies pada rongga pulpa, kedalaman karies, bentuk saluran akar, konfigurasi saluran akar, keadaan periapikal, keadaan periodontal dan keseragaman ligamen periodontal
  • 50.
    PENATALAKSANAAN • Pada pulpitisreversibel, terapi awal yang dapat diberikan, yaitu dengan menghilangkan karies dan kemudian direstorasi. • Pada pulpitis ireversibel, terapi pilihan yang dilakukan adalah pemeliharan saluran akar dengan pengangkatan pulpa total (pulpectomy) atau ekstraksi gigi • Pada keadaan apexogenesis, pengangkatan pulpa parsial (pulpotomy) dilakukan
  • 51.
    GINGIVITIS • Gingivitis merupakanpenyakit gingival yang ditandai dengan adanya inflamasi berupa perubahan warna, perubahan konsistensi, perubahan tekstur permukaan, prubahan atau pertumbuhan size atau ukuran, perubahan kontur/bentuk pendarahan pada probing
  • 52.
    Gingivitis Gingivitis Akut Gingivitis Ulseratif NekrosisAkut (GUNA) Gingivostomatitis herpetis akut Gingivitis Kronis Gingivitis simpel / tidak berkomplikasi Gingivitis berkomplikasi Gingivitis deskuamatif Gingivitis yang tidak berkitan dengan plak bakteri
  • 53.
    KLASIFIKASI GINGIVITIS MENURUT LOKASINYA •Gingivitis Lokalisata • Gingivitis Generalisata • Gingivitis Marginalis • Gingivitis Dims • Gingivitis Papilaris
  • 54.
    DIAGNOSIS GINGIVITIS • Perdarahan •Perubahan warna • Perubahan konsistensi menjadi lunak dan menggembung serta berlekuk apabila ditekan. • Perubahan tekstur permukaan. • Perubahan kontur / bentuk berupa tepi giginya membulat dan papila interdental menjdi tumpul akibat pemberan gingival. • Perubahan saku gusi • Resesi Halitosis (nafas yang terasa berbau). • Nyeri terutama saat menyikat gigi.
  • 55.
    PENATALAKSANAAN GINGIVITIS • Perawataninisial merupakan satu-satunya prosedur perawatan periodontal yang dibutuhkan. Perawatan insial berupa : instruksi kontrol plak, penskeleran dan penyerutan akar, perbaikan restorasi yang cacat, penumpatan lesi karies, pemolesan.
  • 56.
    PEMBAHASAN Apakah diagnosis pasienini sudah tepat? • Diagnosis pada pasien ini adalah periodontitis 8. • Hal ini tidak tepat karena diagnosis yang seharusnya adalah pulpitis 28, karies 28 ICDAS D6 kalkulus 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 31, 32, 33, 34, 35, 37, 41, 42, 43, 44, 45 dan 48 serta gingivitis 31, 32, 33, 34, 41,42, 43. • Penulisan diagnosis masih menggunakan sistem nomenklatur lama, seharusnya ditulis berdasarkan nomenklatur terbaru yaitu sistem 2 angka dari Federation Dental International (FDI).
  • 57.
    • Diagnosis pulpitis28 karena berdasarkan anamnesis didapatkan keluhan nyeri nyeri hilang timbul yang muncul terutama saat konsumsi makanan dingin dan jika masuk makanan. Pada pasien ini dikatakan pulpitis ireversibel karena nyeri timbul spontan tanpa didahului stimulus.
  • 58.
    Kalkulus • Pada semuagigi pasien terdapat kalkulus, tampak plak yang sudah mengeras. Gingivitis • Pada pasien didapatkan adanya udem pada ginggiva, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor berupa adanya kalkulus, karies, masalah nutrisi dan oral hygiene.
  • 59.
    Karies 28 ICDASD5 • Pada pasien didapatkan adanya karies pada gigi 28 yang telah mengenai dentin. Jika dimasukkan kedalam klasifikasi Mount and Hume maka karies pasien berada pada bagian pit fissure dengan ukuran 3 (Enlarged).
  • 60.
    Apakah penanganan awalpasien ini sudah tepat? • Penanganan awal pasien ini kurang tepat. • Pada pasien ini diberikan – asam menfenamat 3 x 500mg – Amoxicilin 3x500mg – Ranitidin 2x150mg
  • 61.
    • Pada pasienseharusnya dilakukan pembersihan karies terlebih dahulu kemudian dilakukan penambalan sementara dengan ogenol disertai dengan pemberian premedikasi berupa – ibuprofen 600 mg 4 kali sehari sebagai analgetik. – Pemberian antibiotik pada pasien ini berguna untuk mengeradikasi bakteri patogen penyebab inflamasi.
  • 62.
    Apakah rencana penatalaksanaan padapasien ini sudah tepat? • Rencana penatalaksanaan pasien ini kurang tepat. Pasien direncanakan untuk pencabutan gigi 28 setelah obat habis. Seharusnya setelah dilakukan rontgen gigi dilakukan perawatan saluran akar atau ekstraksi.
  • 63.
    KESIMPULAN • Diagnosis pasienini di Puskesmas kurang tepat. Diagnosis pasien seharusnya adalah pulpitis 28, kalkulus 11,12,13,14,15,16,17,21,22,23 24,25,26,28,31,32,33,34,35,37,41,42,43,44,45,48 • Penanganan awal pada pasien di Puskesmas sudah tepat. • Rencana penatalaksanaanpada pasien ini tidak tepat. Pelaksanaan yang seharusnya adalah rontgen gigi sebelum pencabutan gigi 28. • Prognosis pasien ini adalah dubia ad bonam.
  • 64.