Bur Preparasi
Bur adalah alat yang digunakan untuk eksavasi/ pembuangan jaringan karies, pengangkatan email
dan dentin untuk mendisain suatu rongga atau kavitas yang akan ditempati bahan tumpatan.
Macam-macam bur preparasi berdasarkan bentuk:
- Round bur = bur yang pertama kali digunakan untuk
pembukaan awal karies (open akses) dan
menghilangkan jaringan Karies
- Straight fissure bur = untuk melebarkan cavitas,dan meratakan serta
menghaluskan dinding kavitas setelah dibuka oleh
round bur
- Tapered fissure bur = untuk membentuk sudut dinding pada preparasi
cavitas / bevel (gigi posterior), sehingga
didapatkan dinding yang divergen.
- Inverted bur = untuk membuat retensi pada tumpatan amalgam
dan meratakan dasar kavitas. Di sarankan untuk
preparasi cavitas klas 1 dengan restorasi amalgam
- Pear shape bur = untuk membentuk preparasi tumpatan amalgam.
- Long inverted cone bur (bur nomor 245 yng memiliki pnjang bur 3mm dan diameter
tp 0,8 / bur nomor 330 ) = untuk membentuk konvergensi oklusal pada
dinding preparasi, menghasilkan retention form yang baik
pada preparasi amalgam.
- Flame bur (pita kuning) = untuk membentuk sudut dinding pada preparasi cavitas /
bevel (gigi anterior)
Bur Finishing
- Carborundum stone bur = untuk meratakan tumpatan dan hubungan tepinya
- Superfine diamond bur ( bur pita kuning ) = untuk membuag kelebihan komposit dan
membentuk anatomi gigi . dan macamnya ada pear , tapered , flame
- Sandpaper finishing bur = terbagi atas 2 bentuk , disk dan strip . fungsinya untuk meratakan
tumpatan dan hubungan tepinya pada bagian interproximal.
- Mandrill:
Bur Polishing
- Bur Alpine/Arkansas stone warna putih = untuk finishing pada tumpatan GIC
- Enhance / silicone rubber bur (point, disk, cups) = untuk polishing tumpatan RK
- Sandpaper Polishing bur = terbagi atas 2 bentuk , disk dan strip untuk menghaluskan
tumpatan dan hub.tepi pada bagian interproksimal
Alat-alat yang digunakan
1. Alat diagnosis, meliputi :
a. Kaca mulut : melihat bagian mulut dan gigi yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata,
menahan lidah, dan menyisihkan mukosa pipi
b. Pinset : mengambil kapas dll (anatomis, sirugis, splinter)
c. Sonde (halfmoon, lurus) : mengidentifikasi kedalaman karies/kavitas, mengidentifikasi
karies bagian interdental, mengidentifikasi retensi kavitas.
d. Eskavator : membersihkan/mengeruk jaringan karies, membentuk bagian dalam kavitas.
e. Plastic filling instrument : mengambil dan penempatan material komposit, tumpatan
sementara serta semen kedalam kavitas, untuk countering tambalan sebelah
buka/lingual/palatal/proksimal.
f. Burnisher / alat gosok : meratakan amalgam yang masih plastis supaya diperoleh hubungan
tepi yang baik
g. Carver / alat ukir : untuk membentuk tumpatan sesuai anatomis gigi
h. Amalgam stopper : untuk memadatkan amalgam pada kavitas
i. Semen stopper : untuk memadatkan semen pada kavitas
2. Straight handpiece dan contra angle handpiece : untuk memasang bur yang dihubungkan
dengan selang dental unit.
3. Glass plate : untuk mencampur semen.
4. Spatula (agate spatula dan semen spatula) : untuk mengaduk semen
5. Papper pad : alas mengaduk GIC yang diletakka diatas glass plate.
6. Articulator papper : untuk mengeek oklusi
7. Air water syringe : untuk menghembuskan sisa kotoran yang masih ada di dalam kavitas,
untuk mengeringkan kavitas, dan membersihkan kavitas.
8. Ball applicator : untuk menempatkan GIC pada kavitas.
9. Wedge (plastic/kayu) : untuk membantu menahan seluloid strip agar tidak lepas
10. Seluloid strip ada 2 finishing strip dan polishing strip : untuk membentuk bagian
interdental, untuk menghindari perlekatan bahan tambal dari gigi sebelahnya
11. Microbrush : alat untuk mengaplikasikan etsa bonding dan dentin conditioner
12. Catton roll ; untuk isolasi area kerja
13. Catton pallet ; alat bantu untuk mengaplikasikan etsa,bonding dan dentin conditioner
14. Shade guide ; untuk menyamakan warna tumpatan dengan gigi asli
15. Matrix holder & matrix band : untuk mengembalikan ontur anatomi dan area kontak.
Bahan yang digunakan
1. Resin komposit (packable dan flowable) : sebagai bahan pengisi/tumpatan.
2. GIC (powder dan liquid) : bahan pengisi/tumpatan yg bersifat anti kariogenik krn mampu
melepaskan flourida, mempunyai thermal compatibility dengan enamel gigi, serta
mempunyai biokompatibilitas yang baik.
Tipe GIC :
- Tipe 1 : Luting (pengerat)
- Tipe 2 : Restorasi
- Tipe 3 : Lining/base (untuk mengurangi sensitifitas dentin)
- Tipe 4 : Fissure sealant
- Tipe 5 : Orthodontic cement
- Tipe 6 : Core build up
- Tipe 7 : Flouride release
- Tipe 8 : ART
- Tipe 9 : Decidui restoration
3. Etsa (etchant) : membentuk micropores.
4. Bonding : bahan adhesive / bahan pelekat.
5. Varnish : sebagai barrier/pertahanan antara restorasi dan tubuli dentin. Untuk melapisi
restorasi (GIC) shg dapat melindunginya dari dehidrasi dan saliva.
6. Putty : Bahan Cetak double impression
7. Malam Merah : Untuk membentuk anatomis gigi yang telah hilang akibat lesi karies
8. Dentin conditioner : untuk meningkatkan perlekatan thd glass-ionomer
9. Caviton : Sbg tumpatan sementara, mengandung zinc sulphate
PRINSIP PREPARASI:
1. Outline Form
= Mempertimbangkan kedalaman, ridge, margin dan luas preparasi
2. Resistance Form
= Bentuk dari preparasi yang telah dilakukan harus dapat mendukung bahan restorasi
sehingga tahan terhadap fraktur dan tekanan kunyah
3. Retention Form
= Bentuk dari preparasi yang telah dilakukan harus dapat menahan bahan restorasi
sedemikian rupa sehingga tidak mudah terlepas, misalnya dengan membentuk retention
form
4. Convenience Form
= Bentuk dari preparasi yang telah dilakukan harus dapat memudahkan operator dalam
menggunkan peralatan dan menempatkan bahan tumpatan ke dalam kavitas
5. Removal of Caries
= Dalam melakukan preparasi haruslah membuang seluruh jaringan karies yang infeksius
6. Finishing of enamel wall
= Kehalusan dari dinding kavitas
7. Toilet of Cavity
= Membersihkan kavitas yang telah di preparasi sebelum di restorasi, misalnya dengan air-
water syringe
BEVEL adalah suatu potongan yang dibuat pada cavosurface angle dinding email.
Klasifikasi bevel menurut daerah yang terlibat :
1. Ultrashort/Partial bevel
Bevel kurang dari 2/3 ketebalan email
2. Short bevel
Bevel pada seluruh dinding email, tetapi tidak melibatkan dentin
3. Long bevel
Meliputi seluruh dinding email dan setengah/kurang dari ketebalan dentin (DEJ)
4. Full bevel
Melibatkan seluruh dinding email dan dentin
5. Counter bevel
Digunakan saat ada penutupan cusp (pembuatan crown) untuk melindungi dan mendukung
cusp
6. Hallow ground bevel (concave)
Bukan merupakan bevel dalam arti sebenarnya, dan sangat jarang digunakan
7. Reverse (inverted bevel)
Berbentuk inverted/terbalik dengan bagian tajam menghadap gingiva/mengarah ke akar
gigi

Alat & Bahan Penumpatan Gigi

  • 1.
    Bur Preparasi Bur adalahalat yang digunakan untuk eksavasi/ pembuangan jaringan karies, pengangkatan email dan dentin untuk mendisain suatu rongga atau kavitas yang akan ditempati bahan tumpatan. Macam-macam bur preparasi berdasarkan bentuk: - Round bur = bur yang pertama kali digunakan untuk pembukaan awal karies (open akses) dan menghilangkan jaringan Karies - Straight fissure bur = untuk melebarkan cavitas,dan meratakan serta menghaluskan dinding kavitas setelah dibuka oleh round bur - Tapered fissure bur = untuk membentuk sudut dinding pada preparasi cavitas / bevel (gigi posterior), sehingga didapatkan dinding yang divergen. - Inverted bur = untuk membuat retensi pada tumpatan amalgam dan meratakan dasar kavitas. Di sarankan untuk preparasi cavitas klas 1 dengan restorasi amalgam - Pear shape bur = untuk membentuk preparasi tumpatan amalgam. - Long inverted cone bur (bur nomor 245 yng memiliki pnjang bur 3mm dan diameter tp 0,8 / bur nomor 330 ) = untuk membentuk konvergensi oklusal pada dinding preparasi, menghasilkan retention form yang baik pada preparasi amalgam. - Flame bur (pita kuning) = untuk membentuk sudut dinding pada preparasi cavitas / bevel (gigi anterior)
  • 2.
    Bur Finishing - Carborundumstone bur = untuk meratakan tumpatan dan hubungan tepinya - Superfine diamond bur ( bur pita kuning ) = untuk membuag kelebihan komposit dan membentuk anatomi gigi . dan macamnya ada pear , tapered , flame - Sandpaper finishing bur = terbagi atas 2 bentuk , disk dan strip . fungsinya untuk meratakan tumpatan dan hubungan tepinya pada bagian interproximal.
  • 3.
    - Mandrill: Bur Polishing -Bur Alpine/Arkansas stone warna putih = untuk finishing pada tumpatan GIC - Enhance / silicone rubber bur (point, disk, cups) = untuk polishing tumpatan RK
  • 4.
    - Sandpaper Polishingbur = terbagi atas 2 bentuk , disk dan strip untuk menghaluskan tumpatan dan hub.tepi pada bagian interproksimal Alat-alat yang digunakan 1. Alat diagnosis, meliputi : a. Kaca mulut : melihat bagian mulut dan gigi yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata, menahan lidah, dan menyisihkan mukosa pipi b. Pinset : mengambil kapas dll (anatomis, sirugis, splinter)
  • 5.
    c. Sonde (halfmoon,lurus) : mengidentifikasi kedalaman karies/kavitas, mengidentifikasi karies bagian interdental, mengidentifikasi retensi kavitas. d. Eskavator : membersihkan/mengeruk jaringan karies, membentuk bagian dalam kavitas. e. Plastic filling instrument : mengambil dan penempatan material komposit, tumpatan sementara serta semen kedalam kavitas, untuk countering tambalan sebelah buka/lingual/palatal/proksimal. f. Burnisher / alat gosok : meratakan amalgam yang masih plastis supaya diperoleh hubungan tepi yang baik g. Carver / alat ukir : untuk membentuk tumpatan sesuai anatomis gigi h. Amalgam stopper : untuk memadatkan amalgam pada kavitas i. Semen stopper : untuk memadatkan semen pada kavitas 2. Straight handpiece dan contra angle handpiece : untuk memasang bur yang dihubungkan dengan selang dental unit. 3. Glass plate : untuk mencampur semen. 4. Spatula (agate spatula dan semen spatula) : untuk mengaduk semen 5. Papper pad : alas mengaduk GIC yang diletakka diatas glass plate. 6. Articulator papper : untuk mengeek oklusi 7. Air water syringe : untuk menghembuskan sisa kotoran yang masih ada di dalam kavitas, untuk mengeringkan kavitas, dan membersihkan kavitas. 8. Ball applicator : untuk menempatkan GIC pada kavitas. 9. Wedge (plastic/kayu) : untuk membantu menahan seluloid strip agar tidak lepas 10. Seluloid strip ada 2 finishing strip dan polishing strip : untuk membentuk bagian interdental, untuk menghindari perlekatan bahan tambal dari gigi sebelahnya 11. Microbrush : alat untuk mengaplikasikan etsa bonding dan dentin conditioner 12. Catton roll ; untuk isolasi area kerja 13. Catton pallet ; alat bantu untuk mengaplikasikan etsa,bonding dan dentin conditioner 14. Shade guide ; untuk menyamakan warna tumpatan dengan gigi asli 15. Matrix holder & matrix band : untuk mengembalikan ontur anatomi dan area kontak.
  • 6.
    Bahan yang digunakan 1.Resin komposit (packable dan flowable) : sebagai bahan pengisi/tumpatan. 2. GIC (powder dan liquid) : bahan pengisi/tumpatan yg bersifat anti kariogenik krn mampu melepaskan flourida, mempunyai thermal compatibility dengan enamel gigi, serta mempunyai biokompatibilitas yang baik. Tipe GIC : - Tipe 1 : Luting (pengerat) - Tipe 2 : Restorasi - Tipe 3 : Lining/base (untuk mengurangi sensitifitas dentin) - Tipe 4 : Fissure sealant - Tipe 5 : Orthodontic cement - Tipe 6 : Core build up
  • 7.
    - Tipe 7: Flouride release - Tipe 8 : ART - Tipe 9 : Decidui restoration 3. Etsa (etchant) : membentuk micropores. 4. Bonding : bahan adhesive / bahan pelekat.
  • 8.
    5. Varnish :sebagai barrier/pertahanan antara restorasi dan tubuli dentin. Untuk melapisi restorasi (GIC) shg dapat melindunginya dari dehidrasi dan saliva. 6. Putty : Bahan Cetak double impression 7. Malam Merah : Untuk membentuk anatomis gigi yang telah hilang akibat lesi karies
  • 9.
    8. Dentin conditioner: untuk meningkatkan perlekatan thd glass-ionomer 9. Caviton : Sbg tumpatan sementara, mengandung zinc sulphate PRINSIP PREPARASI: 1. Outline Form = Mempertimbangkan kedalaman, ridge, margin dan luas preparasi 2. Resistance Form = Bentuk dari preparasi yang telah dilakukan harus dapat mendukung bahan restorasi sehingga tahan terhadap fraktur dan tekanan kunyah 3. Retention Form = Bentuk dari preparasi yang telah dilakukan harus dapat menahan bahan restorasi sedemikian rupa sehingga tidak mudah terlepas, misalnya dengan membentuk retention form
  • 10.
    4. Convenience Form =Bentuk dari preparasi yang telah dilakukan harus dapat memudahkan operator dalam menggunkan peralatan dan menempatkan bahan tumpatan ke dalam kavitas 5. Removal of Caries = Dalam melakukan preparasi haruslah membuang seluruh jaringan karies yang infeksius 6. Finishing of enamel wall = Kehalusan dari dinding kavitas 7. Toilet of Cavity = Membersihkan kavitas yang telah di preparasi sebelum di restorasi, misalnya dengan air- water syringe BEVEL adalah suatu potongan yang dibuat pada cavosurface angle dinding email. Klasifikasi bevel menurut daerah yang terlibat : 1. Ultrashort/Partial bevel Bevel kurang dari 2/3 ketebalan email 2. Short bevel Bevel pada seluruh dinding email, tetapi tidak melibatkan dentin 3. Long bevel Meliputi seluruh dinding email dan setengah/kurang dari ketebalan dentin (DEJ) 4. Full bevel Melibatkan seluruh dinding email dan dentin 5. Counter bevel Digunakan saat ada penutupan cusp (pembuatan crown) untuk melindungi dan mendukung cusp 6. Hallow ground bevel (concave) Bukan merupakan bevel dalam arti sebenarnya, dan sangat jarang digunakan 7. Reverse (inverted bevel) Berbentuk inverted/terbalik dengan bagian tajam menghadap gingiva/mengarah ke akar gigi