Raymond B. Cattell
 Untuk memahami pendapat Cattell, kita
  harus memahami pengertian pokok yang
  digunakannya.
 1. TRAIT (Sifat)
 - pengertian yang paling pokok dari pendapat
  Cattell
 - pengertian-pengertian yang lain hanyalah
  bentuk khusus saja dari trait.
 - Trait adalah struktur mental 
 kesimpulannya diambil dari tingkah laku
 yang dapat diamati untuk menunjukkan
 keajegan dan ketetapan dalam tingkah laku
 itu.
 A. COMMON TRAIT dan UNIQUE TRAIT
 1) Trait umum (sft yg dimiliki o/ semua indiv.
 2) Trait khusus (dimiliki oleh msg2 indiv.,
  khas).
 B. SURFACE TRAIT dan SOURCE TRAIT
 1) Surface Trait : kelompok variabel yang
  nampak.
 2) Source Trait : variabel yang mendasari
  berbagai manifestasi yg nampak.
 Surface Trait merupakan hasil interaksi dari
  sifat asal (Source Trait).
 Bagi orang lain, surface trait lebih berarti dan
  diakui daripada Source Trait, karena dapat
  langsung disaksikan dari observasi yang
  sederhana. Namun sebenarnya Source
  Traitlah yg mendasari tingkah laku.
 Surface Trait selalu merupakan hasil dari
 lingkungan atau dasar sedangkan
 Source Trait dapat bersumber dari
 berfungsinya dasar atau konstitusi
 (constituional trait) dan yang lain
 berasal dari bekerjanya lingkungan
 (environmental mold trait).
 1. DYNAMIC TRAIT : apabila ekspresi
  sifat tersebut berhubungan dengan
  perbuatan untuk mencapai sesuatu
  tujuan.
 2. ABILITY TRAIT : apabila ekspresi sifat
  tersebut berhubungan dengan efektif
  tidaknya individu dalam mencapai
  tujuan tersebut.
 3. TEMPERAMENT TRAIT : apabila
 ekspresi sifat tersebut berhubungan
 dengan aspek konstitusional, seperti :
 energi, kecepatan, reaktivitas,
 emosional, dsb.
 Ketiga sifat di depan berfungsi secara
  bersama-sama tetapi salah satu ada yang
  lebih dominan.
 Dari ketiga sifat tersebut, dynamic trait lah
  yg paling mendapat perhatian dari Cattell
  karena sifat tersebut mudah berubah
  sehingga paling menentukan variabilitas
  tingkah laku/ kepribadian.
 1. LIFE RECORD (data L) : catatan
 tentang riwayat hidup atau tingkah laku
 seseorang di masyarakat. Data L ini
 dibuat oleh guru (sekolah) atau orang
 yang mengenal individu dalam berbagai
 situasi nyata.
 2. SELF RATING QUESTIONNAIRE (data Q) :
  pernyataan/penilaian orang bersangkutan
  tentang tingkah lakunya sendiri 
  memberikan “sisi dalam”.
 3. TES OBJEKTIF (data T) : penciptaan
  situasi-situasi khusus dimana tingkah laku
  seseorang dapat diskor secara objektif 
  situasi dapat berupa tugas tertulis atau
  penggunaan berbagai macam perlatan.
 Satu struktur faktor yang sama muncul dari
  self rating dan life record, sementara dari tes
  objektif cenderung agak berbeda.
 Sampel penelitian Cattell mencakup berbagai
  kelompok usia (dewasa, remaja, kanak-
  kanak) dan berbagai suku bangsa (USA <
  Inggris) memiliki generalitas yang cukup
  tinggi.
 1. SIKAP : variabel dinamik yang
 menjelma, merupakan ungkapan
 struktur dasar yang dapat diamati,
 tempat dimana erg dan entiment serta
 hubungan antara keduanya dapat
 disimpulkan.
 Sikap individu tertentu dalam situasi tertentu
  merupakan minat dengan intensitas tertentu
  untuk melakukan serangkaian tindakan
  terhadap suatu objek.
 Sikap tidak harus dinyatakan secara verbal,
  tetapi bisa dengan alat pengukuran baik
  secara langsung atau tidak langsung.
 Tekanan darah pada saat melihat gambar
  pengantin wanita.
 Kemampuan mengingat item dari sebuah
  daftar yang berisi resiko/akibat baik dan
  buruk perkawinan.
 Pengertian-pengertian yang salah tentang
  hal-hal yang diharapkan dari seorang pria
  dalam perkawinan.
 Saya   ingin sekali       menikahi
         intensitas minat   utk melakukan suatu
                            tindakan
 seorang         wanita
         terhadap suatu objek
 Suatu sifat sumber (source trait) yang
  ditentukan oleh pengaruh konstitusi dan
  dinamik.
 Suatu kecenderungan psiko fisis bawaan yg
  memungkinkan pemiliknya mengembangkan
  reaktivitas (berupa perhatian & pemahaman)
  thd golongan objek lainnya, mengalami emosi
  spesifik thd golongan objek tsb, serta
  memulai suatu tindakan scr lbh sempurna pd
  aktivitas tujuan spesifik tertentu drpd tuj.lain
 Fungsi erg dalam teori Cattell serupa dg
  fungsi insting dlm teori Mc Daugall.
 Ada 10 macam erg :
 Rasa lapar, seks, sifat suka berteman,
  sifat melindungi (pd ortu), rasa ingin
  tahu, pelarian diri (rasa takut), sifat suka
  berkelahi, sifat suka memiliki, asersi diri,
  seks yg narsistik.
Sentiment adalah sifat sumber
 dinamik yg dibentuk oleh
 lingkungan (pengalaman dan
 sosiokultural).
 Dalam mempelajari perkembangan
 kepribadian, Cattell menggunakan cara:
 memetakan perubahan struktur kepribadian
 selama kehidupan seseorang dan menyelidiki
 pengaruh genetik dan lingkungan yg
 berperan serta hukum pematangan dan
 belajar yg melukiskan interaksi pengaruh
 tersebut dlm membentuk perkembangan
 inidividu.
 Cattell mengembangkan suatu metode
 yg disebut Analisis Varian Abstrak
 Ganda (Multiple Abstract Varian
 Analysis) atau MAVA utk menyelidiki
 bobot relatif pengaruh genetik dan
 lingkungan thd sifat-sifat sumber.
 Dari hsl penelitian diketahui korelasi
 antara hereditas dan lingkungan pd
 umumnya negatif. Cattell
 menginterpretasikan ini sebagai bukti dr
 hukum pemaksaan ke arah rerata
 biososial, yakni kecenderungan
 lingkungan mempengaruhi secara
 sistematis melawan munculnya variasi
 genetik.
 1. Classical Conditioning  utk mengaitkan
  respon emosional dg isyarat lingkungan.
 2. Instrumental Conditioning (Operant
  Conditioning)  utk menetapkan cara atau
  sarana demi memenuhi tujuan erg dan utk
  membentuk kisi-kisi dinamik (hubungan
  sarana-tujuan, sikap dan sentiment berfungsi
  sbg sarana utk memenuhi tujuan erg)
 Satu bentuk operant conditioning yg
 unik dlm proses belajar adalah
 confluence learning (suatu sikap/tingkah
 laku sekaligus bs memuaskan lebih dr
 satu tujuan, jd satu sikap dikaitkan dg
 beberapa sentiment, dan satu sentiment
 dihubungkan dg bbrp erg)  KISI-KISI
 DINAMIK unik.
 3. Integration Learning :
  memaksimalkan kepuasan total jangka
  panjang dg menyalurkan sejumlah erg
  pd saat tertentu seraya menahan,
  menekan atau mensublimasikan yg
  lainnya.
 Cattell menyajikan suatu analisis teoritis
  ttg jalan penyesuaian diri (dynamic
  crossroad)
 Cattell menggunakan istilah syntality
 utk kelompok (analog dg kepribadian
 utk individu). Jd utk mempelajari
 kepribadian dlm hubungannya dg
 matrik sosiokultural adalah yg membuat
 deskripsi ttg sintalitas berbagai
 kelompok yg mempengaruhi
 kepribadian individu.
 Banyak lembaga sosial yg berpengaruh thd
  kepribadian individu dlm perkembangannya,
  seperti : keluarga, sekolah, pekerjaan, teman
  sebaya, agama, parpol, dll.
 Utk dpt memahami perkembangan
  kepribadian scr baik, org hrs membuat
  spesifikasi mengenai pengaruh lembaga
  sosial thd kepribadian individu dlm
  perkembangannya, mulai dr klg sampai
  bangsa atau kelompok budaya.
 Inti dr perkembangan adalah
 didapatkannya kecakapan-kecakapan
 baru utk memenuhi kebutuhan tersebut
 (kebutuhan yg terjadi krn berfungsinya
 erg). Sehingga Cattell menekankan
 pentingnya masalah belajar dlm
 perkembangan kepribadian.

Cattell

  • 1.
  • 2.
     Untuk memahamipendapat Cattell, kita harus memahami pengertian pokok yang digunakannya.  1. TRAIT (Sifat) - pengertian yang paling pokok dari pendapat Cattell - pengertian-pengertian yang lain hanyalah bentuk khusus saja dari trait.
  • 3.
     - Traitadalah struktur mental  kesimpulannya diambil dari tingkah laku yang dapat diamati untuk menunjukkan keajegan dan ketetapan dalam tingkah laku itu.
  • 4.
     A. COMMONTRAIT dan UNIQUE TRAIT 1) Trait umum (sft yg dimiliki o/ semua indiv. 2) Trait khusus (dimiliki oleh msg2 indiv., khas).  B. SURFACE TRAIT dan SOURCE TRAIT 1) Surface Trait : kelompok variabel yang nampak. 2) Source Trait : variabel yang mendasari berbagai manifestasi yg nampak.
  • 5.
     Surface Traitmerupakan hasil interaksi dari sifat asal (Source Trait).  Bagi orang lain, surface trait lebih berarti dan diakui daripada Source Trait, karena dapat langsung disaksikan dari observasi yang sederhana. Namun sebenarnya Source Traitlah yg mendasari tingkah laku.
  • 6.
     Surface Traitselalu merupakan hasil dari lingkungan atau dasar sedangkan Source Trait dapat bersumber dari berfungsinya dasar atau konstitusi (constituional trait) dan yang lain berasal dari bekerjanya lingkungan (environmental mold trait).
  • 7.
     1. DYNAMICTRAIT : apabila ekspresi sifat tersebut berhubungan dengan perbuatan untuk mencapai sesuatu tujuan.  2. ABILITY TRAIT : apabila ekspresi sifat tersebut berhubungan dengan efektif tidaknya individu dalam mencapai tujuan tersebut.
  • 8.
     3. TEMPERAMENTTRAIT : apabila ekspresi sifat tersebut berhubungan dengan aspek konstitusional, seperti : energi, kecepatan, reaktivitas, emosional, dsb.
  • 9.
     Ketiga sifatdi depan berfungsi secara bersama-sama tetapi salah satu ada yang lebih dominan.  Dari ketiga sifat tersebut, dynamic trait lah yg paling mendapat perhatian dari Cattell karena sifat tersebut mudah berubah sehingga paling menentukan variabilitas tingkah laku/ kepribadian.
  • 10.
     1. LIFERECORD (data L) : catatan tentang riwayat hidup atau tingkah laku seseorang di masyarakat. Data L ini dibuat oleh guru (sekolah) atau orang yang mengenal individu dalam berbagai situasi nyata.
  • 11.
     2. SELFRATING QUESTIONNAIRE (data Q) : pernyataan/penilaian orang bersangkutan tentang tingkah lakunya sendiri  memberikan “sisi dalam”.  3. TES OBJEKTIF (data T) : penciptaan situasi-situasi khusus dimana tingkah laku seseorang dapat diskor secara objektif  situasi dapat berupa tugas tertulis atau penggunaan berbagai macam perlatan.
  • 12.
     Satu strukturfaktor yang sama muncul dari self rating dan life record, sementara dari tes objektif cenderung agak berbeda.  Sampel penelitian Cattell mencakup berbagai kelompok usia (dewasa, remaja, kanak- kanak) dan berbagai suku bangsa (USA < Inggris) memiliki generalitas yang cukup tinggi.
  • 13.
     1. SIKAP: variabel dinamik yang menjelma, merupakan ungkapan struktur dasar yang dapat diamati, tempat dimana erg dan entiment serta hubungan antara keduanya dapat disimpulkan.
  • 14.
     Sikap individutertentu dalam situasi tertentu merupakan minat dengan intensitas tertentu untuk melakukan serangkaian tindakan terhadap suatu objek.  Sikap tidak harus dinyatakan secara verbal, tetapi bisa dengan alat pengukuran baik secara langsung atau tidak langsung.
  • 15.
     Tekanan darahpada saat melihat gambar pengantin wanita.  Kemampuan mengingat item dari sebuah daftar yang berisi resiko/akibat baik dan buruk perkawinan.  Pengertian-pengertian yang salah tentang hal-hal yang diharapkan dari seorang pria dalam perkawinan.
  • 16.
     Saya ingin sekali menikahi intensitas minat utk melakukan suatu tindakan  seorang wanita terhadap suatu objek
  • 17.
     Suatu sifatsumber (source trait) yang ditentukan oleh pengaruh konstitusi dan dinamik.  Suatu kecenderungan psiko fisis bawaan yg memungkinkan pemiliknya mengembangkan reaktivitas (berupa perhatian & pemahaman) thd golongan objek lainnya, mengalami emosi spesifik thd golongan objek tsb, serta memulai suatu tindakan scr lbh sempurna pd aktivitas tujuan spesifik tertentu drpd tuj.lain
  • 18.
     Fungsi ergdalam teori Cattell serupa dg fungsi insting dlm teori Mc Daugall.  Ada 10 macam erg :  Rasa lapar, seks, sifat suka berteman, sifat melindungi (pd ortu), rasa ingin tahu, pelarian diri (rasa takut), sifat suka berkelahi, sifat suka memiliki, asersi diri, seks yg narsistik.
  • 19.
    Sentiment adalah sifatsumber dinamik yg dibentuk oleh lingkungan (pengalaman dan sosiokultural).
  • 20.
     Dalam mempelajariperkembangan kepribadian, Cattell menggunakan cara: memetakan perubahan struktur kepribadian selama kehidupan seseorang dan menyelidiki pengaruh genetik dan lingkungan yg berperan serta hukum pematangan dan belajar yg melukiskan interaksi pengaruh tersebut dlm membentuk perkembangan inidividu.
  • 21.
     Cattell mengembangkansuatu metode yg disebut Analisis Varian Abstrak Ganda (Multiple Abstract Varian Analysis) atau MAVA utk menyelidiki bobot relatif pengaruh genetik dan lingkungan thd sifat-sifat sumber.
  • 22.
     Dari hslpenelitian diketahui korelasi antara hereditas dan lingkungan pd umumnya negatif. Cattell menginterpretasikan ini sebagai bukti dr hukum pemaksaan ke arah rerata biososial, yakni kecenderungan lingkungan mempengaruhi secara sistematis melawan munculnya variasi genetik.
  • 23.
     1. ClassicalConditioning  utk mengaitkan respon emosional dg isyarat lingkungan.  2. Instrumental Conditioning (Operant Conditioning)  utk menetapkan cara atau sarana demi memenuhi tujuan erg dan utk membentuk kisi-kisi dinamik (hubungan sarana-tujuan, sikap dan sentiment berfungsi sbg sarana utk memenuhi tujuan erg)
  • 24.
     Satu bentukoperant conditioning yg unik dlm proses belajar adalah confluence learning (suatu sikap/tingkah laku sekaligus bs memuaskan lebih dr satu tujuan, jd satu sikap dikaitkan dg beberapa sentiment, dan satu sentiment dihubungkan dg bbrp erg)  KISI-KISI DINAMIK unik.
  • 25.
     3. IntegrationLearning : memaksimalkan kepuasan total jangka panjang dg menyalurkan sejumlah erg pd saat tertentu seraya menahan, menekan atau mensublimasikan yg lainnya.  Cattell menyajikan suatu analisis teoritis ttg jalan penyesuaian diri (dynamic crossroad)
  • 26.
     Cattell menggunakanistilah syntality utk kelompok (analog dg kepribadian utk individu). Jd utk mempelajari kepribadian dlm hubungannya dg matrik sosiokultural adalah yg membuat deskripsi ttg sintalitas berbagai kelompok yg mempengaruhi kepribadian individu.
  • 27.
     Banyak lembagasosial yg berpengaruh thd kepribadian individu dlm perkembangannya, seperti : keluarga, sekolah, pekerjaan, teman sebaya, agama, parpol, dll.  Utk dpt memahami perkembangan kepribadian scr baik, org hrs membuat spesifikasi mengenai pengaruh lembaga sosial thd kepribadian individu dlm perkembangannya, mulai dr klg sampai bangsa atau kelompok budaya.
  • 28.
     Inti drperkembangan adalah didapatkannya kecakapan-kecakapan baru utk memenuhi kebutuhan tersebut (kebutuhan yg terjadi krn berfungsinya erg). Sehingga Cattell menekankan pentingnya masalah belajar dlm perkembangan kepribadian.